5 Besar Merk HP di Indonesia, Nomor 1 Bukan Xiaomi Lagi

Sorotan
  • Oppo menjadi merk HP dengan penjualan paling banyak di Asia Tenggara dan Indonesia per kuartal-III 2024, menyalip Xiaomi.
  • Sebelumnya, Xiaomi menjadi yang pertama pada kuartal-II 2024, sementara Oppo menduduki posisi kedua.
  • Meningkatkan penjualan Oppo diduga karena strategi konsolidasi yang diterapkan, secara efektif mendongkrak penjualan Oppo A3x 4G.



Persaingan smartphone di Indonesia bisa dibilang cukup ketat. Masing-masing merk besar seperti Xiaomi, Oppo, dan Samsung senantiasa berupaya menjadi yang nomor satu dalam hal penjualan paling banyak. 

Di antara semua merk ponsel yang masuk pasar Tanah Air, Xiaomi sempat menduduki peringkat nomor satu di Indonesia. Namun, menurut laporan terbaru dari Canalys, kini giliran Oppo yang menduduki posisi nomor satu per kuartal-III tahun 2024.  Berikut ini rangkuman informasinya.

Oppo menguasai pasar di Asia Tenggara untuk pertama kalinya


Laporan terbaru mengungkapkan adanya pertumbuhan pasar 15 persen di Asia Tenggara pada kuartal-III tahun sekarang dibandingkan tahun lalu (YoY/year-over-year). Total penjualan yang terjadi pada periode sekarang mencapai 25 juta unit. 

Pada kuartal-III 2024, Oppo disebut sebagai merk smartphone yang mengalami penjualan terbanyak, dengan penjualan sebanyak 5,1 juta unit serta peningkatan pangsa pasar sebanyak 21 persen. Ini merupakan kali pertama Oppo menduduki peringkat pertama sebagai penjualan terbanyak di Asia Tenggara. 

Penjualan HP di Indonesia per kuartal-III 2024. Sumber: Canalys
Penjualan HP di Indonesia per kuartal-III 2024. Sumber: Canalys

Jika berbicara negara secara lebih spesifik, Oppo menjadi penguasa pasar di Indonesia (pangsa pasar 22 persen), Thailand, (pangsa pasar 24 persen) dan Malaysia (pangsa pasar 16 persen). Di dua negara lain, Oppo menduduki peringkat kedua pada Filipina dan Vietnam. 

Dengan market share Oppo yang sebanyak 22 persen di Indonesia, tandanya dari semua smartphone yang terjual, 22 persennya adalah merk Oppo. Berikut ini adalah lima brand di Indonesia dengan penjualan paling banyak (per kuartal-III 2024):

  1. Oppo (22 persen)
  2. Xiaomi (19 persen)
  3. Transsion (Infinix, Itel, Tecno) (18 persen)
  4. Samsung (16 persen)
  5. Vivo (16 persen). 
Untuk pertama kalinya, Oppo menjadi pemimpin pasar dengan penjualan paling banyak di Asia Tenggara. Kesuksesan Oppo tampaknya didorong oleh peluncuran produk kelas entry-level seperti Oppo A3 dan A3x. 

Oppo berhasil menyalip Xiaomi sebagai pemimpin pasar di Indonesia


Pada kuartal-II tahun 2024, Xiaomi adalah brand yang memimpin pasar di Indonesia. Kala itu, penjualan total semua merk di wilayah Asia Tenggara mengalahkan penjualan internasional. 

Xiaomi saat itu menduduki nomor tiga di Asia Tenggara, dengan pangsa pasar 17 persen serta total penjualan sebanyak empat juta unit. 

Xiaomi masih menjadi pemimpin pasar di Indonesia per kuartal-II 2024. Sumber: Canalys.
Xiaomi masih menjadi pemimpin pasar di Indonesia per kuartal-II 2024. Sumber: Canalys.

Di Indonesia, Xiaomi memiliki market share 20 persen, meninggalkan Oppo di peringkat kedua dengan market share 19 persen. Adapun negara lain di mana Xiaomi memimpin adalah Malaysia. Sedangkan, Oppo yang gagal jadi nomor satu di Indonesia justru malah jadi brand pemimpin di Thailand dan Vietnam.

Di bawah ini adalah  lima brand paling atas dengan penjualan terbanyak di Indonesia, per kuartal-II 2024, berikut dengan pangsa pasarnya:

  1. Xiaomi (20 persen)
  2. Oppo (19 persen)
  3. Vivo (18 persen)
  4. Samsung (18 persen)
  5. Transsion (15 persen)
Oppo yang kala itu berada di posisi kedua, berhasil menyalip Xiaomi pada penjualan di kuartal-III 2024. Dihimpun 91mobiles Indonesia dari Kompas.com, Canalys menyebutkan bahwa Oppo A3x 4G adalah pendongkrak angka terbesar pada total penjualan, yakni hingga 38 persen. 

Sedang terjadi “perang harga”

Menurut Canalys, kenaikan volume penjualan secara keseluruhan di kuartal-III 2024 terjadi bersamaan dengan penurunan harga jual rata-rata (ASP/Average Selling Price). 

Dengan begitu banyaknya smartphone baru yang dirilis, harga ponsel rata-rata menjadi turun. Alhasil perusahaan produsen pun agak kesulitan membuat ponsel yang beda dari yang lain, terlebih untuk segmen entry-level dan mid-range. Untuk mendorong penjualan, ponsel-ponsel baru ini diberikan pemotongan harga lewat harga promosi dan diskon. 

Masalahnya, beberapa model ponsel lawas juga mengalami diskon besar-besaran untuk menyaingi ponsel-ponsel yang baru diluncurkan, sehingga memicu “perang harga”. Dengan biaya bahan baku yang meningkat serta inflasi, perusahaan smartphone jadi kesulitan mendapatkan untung. 

Adapun Samsung dan Oppo kini tengah melakukan strategi konsolidasi produk guna mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kejelasan posisi produk di pasaran. 

Kehadiran Oppo A3x memudahkan pengguna untuk menentukan pilihan. Daripada harus bingung memilih-milih, konsumen ditawarkan satu opsi ponsel yang bagus dan terjangkau. 

Begitu pun Samsung yang tidak lagi membuatkan varian “A0xs” untuk Galaxy A06 series. Ini agar jumlah HP yang dijual menjadi berkurang dan membuat perbedaan antara Galaxy A06 dan 16 lebih jelas.

iconicon
Ananda Ganesha Maaruf adalah seorang gadget enthusiast. Ia selalu menyenangi gadget di harga murah dengan value tinggi. Kini, ia bekerja sebagai Senior Writer di 91mobiles Indonesia. Sebelumnya, Ganesha bekerja sebagai Content Writer di Carisinyal.com selama 4 tahun.