Ringkasan Tinjauan
Peringkat Pakar
Keputusan Apple untuk menghadirkan iPhone varian compact cukup mengejutkan, terlebih jika harganya tergolong murah. Namun, iPhone 16e sendiri hadir dengan harga rilis mulai dari Rp 12,5 juta, membuatnya masuk pada kelas harga premium.
Kendati hadir dengan sejumlah fitur penting seperti port USB Type-C dan tombol Action Button, namun iPhone 16e tetap menghilangkan fitur-fitur lain yang semestinya ada pada ponsel flagship. Dalam artikel review iPhone 16e ini, kami akan menyelami fitur-fitur pada ponsel untuk mengetahui apakah dirinya layak dibeli atau tidak. Simak berikut ini.
Table of Contents
Kesimpulan awal
iPhone 16e muncul sebagai varian iPhone modern paling terjangkau, menghadirkan Apple Intelligence, chip Apple A18, performa yang solid, ketahanan baterai memadai, port USB-C dan, tombol Action Button. Di harga Rp 12 jutaan, kamera belakangnya yang cuma ada satu dan layarnya yang masih 60 Hz tentu terasa janggal. Namun, iPhone 16e secara keseluruhan masih cocok dimiliki bagi mereka yang menginginkan iPhone tanpa harus merogoh kantong dalam-dalam.
Desain dan layar

Desain belakangnya terlihat tak asing, hadir dengan konstruksi metal dan kaca, rangka bangun yang datar, serta finishing yang terasa premium. Di sisi depannya, terdapat notch berukuran panjang yang terakhir dijumpai pada iPhone 14. Bezel layarnya yang terlihat tebal juga membuatnya sedikit kurang estetik.
Sisi punggung ponsel ini dihiasi single camera yang hanya ditemani LED Flash. Namun, jika fokus pada hal positifnya, iPhone 16e masih menawarkan sederet kelebihan yang menjadi daya tariknya. Misalnya seperti sertifikasi IP68 yang membuatnya tahan debu dan rendaman air.
Penempatan port dan kontrolnya pun terasa familiar. Kini tidak ada Camera Control khusus yang tersedia pada iPhone 16 series lainnya. Namun, Anda masih bisa menikmati tombol Action Button di tempat yang sama dengan pendahulunya, yakni di sisi kiri. Di bawahnya, barulah tersemat port USB Type-C.

Layar iPhone 16e hanya berukuran 6,1 inci dengan refresh rate mentok di 60 Hz. Mereka yang terbiasa dengan refresh rate tinggi seperti 90 Hz, 120 Hz, atau bahkan 144 Hz mungkin bakal langsung menyadari perbedaannya. Meski begitu, layarnya masih terlihat cukup terang dan immersive. Apple menyematkan panel OLED beresolusi 1.170 x 2.531 piksel dengan kerapatan 460 ppi (pixel per inch) sehingga tampilannya terlihat tajam.
Kamera

Ponsel seharga Rp 12 jutaan dengan satu kamera di punggungnya, apalagi di tahun 2025, sungguh terasa tidak lazim. Kendati begitu, kamera tersebut memiliki resolusi 48 MP dan mampu menghasilkan foto yang berkualitas.
Tentu saja setup satu kamera belakang ini membuatnya kurang “luwes” dalam menunjang kebutuhan fotografi yang bermacam-macam. Fitur Cinematic Video pun tidak dimilikinya. Kamera 48 MP ini menggunakan stabilisasi berbasis lensa, bukan stabilisasi pergeseran sensor (shift-sensor stabilization) yang hadir pada iPhone 16. Namun secara keseluruhan, kinerjanya tetap solid di berbagai kondisi pencahayaan.
Tim 91Mobiles sempat membandingkan hasil fotonya dengan iPhone 16 standar. Hasilnya cukup memuaskan, kamera iPhone 16e rupanya masih bisa bersaing dengan foto berkualitas baik serta detail yang terjaga. Pendeteksian tepinya terlihat memadai pada mode portrait, dan warnanya pun cukup terlihat cerah pada mode malam.
Namun, sayangnya iPhone 16e tidak dibekali dengan mode ultrawide dan makro seperti pada iPhone 16. Bukan cuman itu, iPhone 16 juga unggul dalam fotografi pada kondisi pencahayaan rendah. iPhone 16e sayangnya tidak memiliki keunggulan yang sama. Namun sisi baiknya, kamera selfie varian “e” ini masih cukup mumpuni.
Terlepas dari hal-hal teknis tersebut, nyatanya iPhone 16e memang tidak sefleksibel ponsel lain di harga yang sama lantaran hanya punya satu kamera di belakangnya. Berikut ini beberapa sampel foto iPhone 16e yang bisa Anda lihat.
Software, performa, baterai

Seperti varian iPhone 16 lainnya, iPhone 16e juga menjalankan iOS 18 dengan masa dukungan update yang panjang. Perangkat ini juga ditenagai sederet fitur kecerdasan buatan bernama Apple Intelligence. Beberapa fiturnya, seperti fitur Clean Up untuk menghapus objek tak diinginkan pada foto, memang tidak bekerja sebaik fitur AI di Samsung dan Google. Namun, fitur Visual Intelligence miliknya bekerja cukup baik. Fitur ini dapat diaktifkan melalui tombol Action Button, kemudian pengguna bisa mendapatkan detail pada objek di layar melalui ChatGPT.
Tersedia juga fitur Writing Tools yang dapat menulis ulang pesan atau email dengan tone yang berbeda, atau pun merangkum teks. Fitur Image Playground juga hadir untuk melakukan generate gambar berdasarkan deskripsi dan saran yang diberikan. Fitur Writing Tools adalah fitur praktis yang bisa menunjang kehidupan sehari-hari, sedangkan Image Playground bisa menjadi sarana hiburan untuk menciptakan gambar.
Karena disokong oleh Apple A18, performa iPhone 16e ini sungguh tergolong gesit. Meskipun A18 adalah chip yang juga digunakan pada iPhone 16 standar, namun versi chipset pada varian “e” ini memiliki satu core GPU yang dinonaktifkan. Hal ini namun tidak berdampak besar pada performanya di kehidupan sehiarh-hari, karena iPhone 16e masih sanggup menawarkan kinerja mulus pada segala aktivitas. Menjalankan aplikasi dan memainkan game juga terasa lancar.
Pada pengujian benchmark sintetis, iPhone 16e berhasil menorehkan skor 1.405.699 poin di AnTuTu v10, sedikit lebih rendah dari iPhone 16 standar dengan skor 1.764.170 poin. Sementara itu, skor Geekbench 6 miliknya meraih angka 7.868 poin (multi-core).
Selain punya chip A18 yang powerful, iPhone 16e juga disuplai dengan modem Apple C1 yang menunjang konektivitasnya. Ini merupakan kali pertama Apple menggunakan modem buatannya sendiri ketimbang punya Qualcomm, dan fitur-fitur konektivitasnya tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa kendala. Penerapan modem C1 ini bisa saja merupakan pengujian di dunia nyata sebelum diterapkan pada iPhone 17. Sejauh ini tidak ada kendala atau masalah yang ditimbulkan oleh modem Apple C1 tersebut.

Daya tahan baterai iPhone 16e menjadi keunggulan utama lainnya, lantaran menawarkan ketahanan yang solid. Hal tersebut didukung oleh beberapa faktor yang bekerja di balik layar. Pertama, Apple berhasil menyelipkan baterai lebih besar karena penerapan desain kamera tunggal. Lalu, kombinasi dari efisiensi modem C1, chipset A18, iOS 18, serta layar AMOLED 60 Hz yang hemat daya membuat iPhone 16e mampu bertahan sepanjang hari pada satu kali pengisian penuh.
Sayangnya, pengisian daya iPhone 16e ini kurang gesit. Ponsel tersebut membutuhkan waktu 1 jam 20 menit untuk terisi penuh dari 20 persen. Kendati sudah ada fitur wireless charging dengan daya 7,5 watt, fitur MagSafe justru tidak disediakan. Kehadiran MagSafe ini padahal bisa menjadi pertimbangan utama bagi sebagian orang. Untungnya, pengguna masih dapat menggunakan aksesoris MagSafe dengan menambahkan casing khusus.
Kekurangan lainnya adalah iPhone 16e tidak dibekali dengan sensor Ultra Wideband alias UWB milik Apple. Imbasnya, fitur Precision Finding untuk melacak AirTag tidak tersedia. Belum lagi sejumlah fitur keselamatan seperti deteksi kecelakaan mobil juga ikut dihilangkan.
Kesimpulan

iPhone 16e dijual dengan harga rilis Rp 12.499.000 untuk varian termurahnya, storage 128 GB. Sementara dua varian lainnya dihargai Rp 14.999.000 untuk storage 256 GB dan Rp 18.999.000 untuk storage 512 GB. Ponsel ini datang bersamaan di Indonesia dengan keempat varian iPhone 16 lainnya.
Dengan harganya tersebut, masyarakat bisa saja membeli ponsel flagship Android yang juga tidak kalah saing, seperti Xiaomi 15, Oppo Find X8, dan Vivo X200. Namun, iPhone 16e tetap menjadi opsi yang layak dipertimbangkan, terlebih jika Anda tidak mau memiliki ponsel apa pun selain iPhone.
Ditambah lagi, saat tulisan ini dibuat, pengguna dapat membeli iPhone 16 di toko resmi Digimap di Shopee dengan harga Rp 12,8 jutaan untuk varian warna Teal. Hal ini bisa jadi membuat sejumlah orang enggan membeli iPhone 16e dan langsung skip ke iPhone 16 biasa.
Secara keseluruhan, iPhone 16e adalah perangkat yang mumpuni dengan nilai kuat di sejumlah aspek inti seperti performa dan daya tahan baterai. Memang ada beberapa hal yang terasa kurang, seperti kamera belakangnya yang hanya satu, notch layar berukuran lebar, serta absennya MagSafe. Namun, terkecuali untuk kamera, kekurangan-kekurangan lainnya tidak terlalu menjadi masalah yang signifikan.
Jadi, kesimpulannya, jika Anda adalah seseorang yang terus bergumam, “Aku ingin iPhone, pokoknya harus iPhone,”, maka iPhone 16e ini bisa menjadi pilihan menarik untuk Anda.
Rating editor: 7,5 / 10
Kelebihan:
- Ringan dan ringkas
- Performa gesit dan baterai tahan lama
- Dukungan software yang memadai dan memiliki Apple Intelligence
- iPhone terbaru dengan harga yang paling terjangkau
Kekurangan:
- Harganya cukup tinggi untuk fitur-fitur yang ditawarkan
- Hanya ada satu kamera di belakang
- Bezel lebar, layar 60 Hz
- Tanpa MagSafe dan UWB
Shopee | Rp. 12.500.000 | Pergi Ke Toko |
Tokopedia | Rp. 14.775.000 | Pergi Ke Toko |
blibli | Rp. 15.499.000 | Pergi Ke Toko |
