Review Xiaomi 15 Ultra: Ponsel Flagship Serba Bisa

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.5/10
Desain
 
8.3
/10
Layar
 
8.7
/10
Sistem operasi
 
8.3
/10
Kamera
 
8.5
/10
Kinerja
 
8.4
/10
Baterai
 
8.2
/10

Pros

  • Layar yang memukau
  • Kamera Leica yang bisa diandalkan
  • Baterai tahan lama
  • Performa mulus

Cons

  • Fitur AI yang terbatas untuk produktivitas
  • Hanya tersedia dalam satu opsi warna

Saat Xiaomi 14 Ultra rilis tahun lalu, ponsel ini sungguh mengubah cara pendang kami terhadap ponsel fotografi. Tidak hanya berhasil membuat takjub dengan konfigurasi quad camera di punggungnya, Xiaomi 14 Ultra juga mampu menghasilkan warna yang memikat, bahkan di kondisi pencahayaan tersulit sekalipun.

Tahun ini, Xiaomi 15 Ultra melanjutkan jejak pendahulunya dengan kamera 200 MP yang ditingkatkan, sembari mempertahankan sensor berukuran 1 inci sebagai kamera utamanya. Xiaomi 15 Ultra juga masih berkolaborasi dengan Leica, perusahaan lensa terkenal di dunia. Dibekali Snapdragon 8 Elite sebagai dapur pacunya, smartphone ini sungguh berkinerja tinggi. Jadi, tidak hanya memenuhi kebutuhan fotografi, ponsel ini juga cocok dijadikan sarana gaming

Apakah fitur-fitur yang dibawakan Xiaomi 15 Ultra membuatnya layak menyandang nama “Ultra” di kelas flagship? Cari tahu pada artikel review berikut ini.

Kesimpulan awal

Saat dipasangkan dengan Photography Kit (dijual terpisah), Xiaomi 15 Ultra melambangkan bagaimana sistem kamera smartphone seharusnya. Meski sudah disokong oleh Snapdragon 8 Elite, perangkat ini mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan pengguna yang berfokus pada kinerja. Baterainya yang lebih besar juga memastikan daya tahan yang lebih lama dan bisa diandalkan. Namun, supaya bisa menonjol di pasar flagship yang kompetitif, Xiaomi perlu lebih jauh mengeksplorasi fitur AI, khususnya AI generatif. 

Desain dan layar

Berdasarkan desain dan dimensinya, Xiaomi 15 Ultra hampir identik dengan Xiaomi 14 Ultra yang rilis tahun lalu. Versi terbaru ini sedikit lebih berat, kemungkinan karena punya kapasitas baterai 5.410 mAh yang lebih besar. Selain itu, desainnya masih terasa familiar, dengan modul kamera besar yang menempati setengah bagian atas bodi. Camera island miliknya cukup menonjol meski jarang mengganggu. Kami pribadi tidak keberatan dengan modul kamera besar, berikut dengan cincin di sekelilingnya yang memberikan kesan seperti kamera DSLR.

Sayangnya, Xiaomi 15 Ultra hanya hadir dalam satu varian warna, yakni Silver Chrome, dengan kombinasi material kaca dan kulit vegan. Ini kontras dengan generasi pendahulunya yang ditawarkan dalam opsi hitam dan putih. Biasanya, kami pribadi lebih suka jika ada lebih banyak opsi warna di segmen flagship, seperti pada ponsel Apple, Google, dan Samsung. Warna yang tersedia saat ini memang tidak buruk sama sekali, namun tampaknya bakal lebih menarik jika Xiaomi menawarkan varian hijau atau biru. Dua warna ini rasanya akan terlihat menarik dengan finishing seperti ini.

Dalam hal ergonomika, kami sangat menyukai Xiaomi 15 Ultra. Kendati bobotnya berat, ponsel ini terasa kokoh dan seimbang di tangan. Penempatan tombol di sisi bodi juga terasa nyaman ketika digenggam. Lalu, tekstur kulit pada bagian belakang memberikan grip yang baik, sementara bagian material kaca di sisi lainnya terasa halus di telapak tangan. Xiaomi memang belum menambahkan tombol ekstra seperti tombol shutter kamera seperti iPhone 16 series dan Oppo Find X8 Pro. Namun, ada kemungkinan fitur ini bakal hadir di generasi-generasi ke depannya. 

Perlu dicatat pula bahwa ukuran Xiaomi 15 Ultra mungkin tidak akan cocok untuk semua orang. Jika Anda lebih menyukai ponsel dengan layar lebih kecil, Xiaomi 15 “reguler” bisa menjadi pilihan ideal lantaran menawarkan keseimbangan antara ponsel compact dan flagship berlayar jumbo. Kedua ponsel ini hadir dengan konfigurasi tombol dan port yang sama. Menariknya, keduanya juga sudah dilengkapi sensor sidik jari ultrasonik di layarnya, sehingga memiliki responsivitas yang tinggi. Hal ini terlepas dari harga keduanya yang terpaut sangat jauh. 

Layarnya mengusung panel quad-curved berukuran 6,73 inci dengan resolusi 3.200 x 1.440 piksel ini punya bezel yang sangat tipis, menawarkan pengalaman menonton yang lebih imersif dan intuitif. Berdasarkan pengujian di laboratorium kami, Xiaomi 15 Ultra sanggup mencapai tingkat kecerahan yang sangat tinggi, baik itu saat fitur HDR aktif maupun nonaktif. Sistem stereo speaker miliknya juga menghasilkan suara yang lantang dan “nendang”. 

Untuk saat ini, Galaxy S25 Ultra masih menjadi satu-satunya ponsel varian “Ultra” di pasaran yang punya lapisan anti-glare unik pada layar tanpa memengaruhi akurasi warna. Jika absennya fitur ini bukan masalah bagi Anda, maka Xiaomi 15 Ultra tetap menjadi opsi dengan pengalaman visual memukau, baik untuk membaca maupun menonton konten di dalam dan luar ruangan. 

Smartphone ini turut mendukung berbagai format tampilan, termasuk HDR dan Dolby Vision, serta dilengkapi fitur wet-touch support yang memungkinkan layar tetap responsif saat terkena air. Hal ini sungguh meningkatkan pengalaman multimedia secara keseluruhan. Layar tersebut juga dilapisi dengan Xiaomi Shield Glass 2 generasi terbaru, ditambah satu lapisan pelindung ekstra untuk memberikan perlindungan lebih terhadap goresan.

Kamera

Yang menjadi paling menonjol pada konfigurasi empat kamera Xiaomi 15 Ultra adalah lensa telefoto 200 MP baru dengan dukungan OIS yang aktif pada zoom di tingkatan 4,3x. Saat subjek memiliki jarak yang tepat, hasil fotonya sungguh terlihat detail, dengan deteksi tepi (edge detection) terbaik yang pernah kami temui di ponsel mana pun. 

Xiaomi juga menyematkan sensor utama 1 inci 50 MP LYT-900 dengan aperture tetap f/1,63. Pilihan ini sedikit mengejutkan, mengingat Xiaomi 14 Ultra sebelumnya menawarkan aperture variatif. Secara teori, konfigurasi baru ini memang tidak sefleksibel pendahulunya. Namun, pada pemakaian nyata, kami tidak mengalami perbedaan kinerja kamera yang signifikan. Sistem kameranya turut dilengkapi kamera ultra wide 50 MP dengan tambahan telefoto 50 MP, punya lensa periskop yang bisa zoom pada tingkatan 120x.

Xiaomi 15 series turut menawarkan dua mode fotografi khas Leica, yakni Leica Authentic dan Leica Vibrant, yang memudahkan pengguna beralih antara nuansa warna dingin dan hangat. Di luar dari mode yang digunakan, hasil fotonya tetap kaya akan detail dan tajam, baik dalam kondisi cahaya terang maupun gelap. Xiaomi juga membenamkan lensa Leica Summilux yang bisa mengatur pencahayaan dengan sangat baik di berbagai situasi. Namun, kadang kamera ini sedikit kesulitan mengunci fokus pada subjek. Alhasil fotonya pun menjadi agak buram. Di luar itu, saat semuanya berjalan sempurna, hasil fotonya benar-benar menakjubkan. 

Ada satu catatan penting terkait pengalaman fotografi, Sama seperti pesaingnya, Vivo X200 Pro, Xiaomi 15 Ultra cenderung meningkatkan saturasi dan kontras secara signifikan untuk menciptakan efek visual lebih dramatis. Cara ini mungkin tidak disukai semua orang, namun sebagian besar pengguna, termasuk kami, akan menghargai hasil yang siap unggah ke media sosial tanpa perlu banyak edit. Cukup banyak foto yang kami ambil tidak memerlukan editing tambahan, membuatnya jadi pilihan ideal bagi kreator konten yang senang memotret kapan pun dan di mana pun. 

Kalau ingin merasakan aspek fotografi yang lebih “dahsyat” lagi, bisa menggunakan Xiaomi Photography Kit yang menghadirkan sensasi kamera profesional. Aksesoris ini disertai dengan tombol khusus untuk memotret dan merekam video, serta dial untuk mengatur exposure, baik saat menggunakan mode default maupun Pro. 

Pengalaman merekam video

Merekam video menggunakan Xiaomi 15 Ultra dalam mode biasa memberikan pengalaman cukup beragam. Stabilisasinya sangat memadai, namun reproduksi warnanya terlihat sedikit oversaturated. Namun, saat beralih ke mode Pro, pengguna bisa menghasilkan video sinematik dengan berbagai lensa melalui mode log, yang menurut kami adalah fitur kamera terbaik di ponsel ini. Xiaomi 15 Ultra juga mendukung perekaman video 4K di 120 FPS, membuat pengalaman merekam video lebih menjadi lebih fleksibel. 

Fitur lainnya mencakup mode teleprompter untuk kamera depan yang mendukung perekaman video hingga resolusi 4K di 60 FPS. Kamera depan 32 MP miliknya mampu menghasilkan selfie yang tajam dalam kondisi pencahayaan yang terkontrol. Sayangnya, kamera depan ini cenderung terlalu membuat wajah terlihat soft, membuatnya agak berlebihan dan kurang natural. 

Xiaomi Photography Kit

Kendati dijual secara terpisah, Xiaomi Photography Kit bisa jadi merupakan salah satu hal paling berkesan pada kamera Xiaomi 15 Ultra. Seperti yang sempat disinggung, aksesoris ini memberikan pengalaman selayaknya kamera kelas profesional dengan tombol fisik. 

Xiaomi juga telah memikirkan desainnya secara matang, dengan tekstur kulit yang meningkatkan pengalaman grip, di saat tombolnya memiliki kontur yang meniru sensasi khas ala DSLR Canon klasik. Photography Kit ini terhubung ke smartphone melalui port USB-C, dan terdapat satu port Type-C tambahan untuk mengisi baterai bawaan berkapasitas 2.000 mAh. Xiaomi bahkan menyertakan cincin tambahan di dalam kemasannya (berwarna merah dan abu-abu), agar pengguna bisa melakukan sedikit kustomisasi sesuai selera. 

Penggunaan kit ini tentu bakal menambah bobot keseluruhan ponsel. Namun, Xiaomi juga menyertakan tali gantungan (lanyard) dalam paket penjualan, sehingga pengguna dapat membawa ponsel beserta kit ini dengan lebih nyaman. 

Performa dan software

Seperti Xiaomi 14 Ultra, Xiaomi 15 series memilih menggunakan chipset terbaik dari Qualcomm, yakni Snapdragon 8 Elite. Perangkat ini juga dipadankan dengan RAM 16 GB LPDDR5X, berjalan lancar dengan antarmuka HyperOS 2 berbasis Android 15. Berdasarkan benchmark, ponsel ini sanggup menorehkan angka yang tinggi. Xiaomi 15 Ultra meraih skor 2.407.499 poin pada AnTuTu v10, dan 9.127 poin (multi-core) pada Geekbench 6. 

Terlepas menjadi ponsel yang berfokus pada fotografi, Xiaomi 15 Ultra rupanya punya performa yang baik untuk bermain game, mendapatkan hasil pengujian yang mengesankan pada pengujian lab kami. Saat memainkan BGMI (PUBG Mobile versi India) pada pengaturan smooth dan ultra frame rate, permainan berjalan cukup mulus di 37,5 FPS setelah bermain selama 30 menit. Penanganan baterainya masih perlu dibenahi (berkurang 8 persen setelah 30 menit bermain BGMI). Namun, ini cukup bisa dimaklumi mengingat layar ponselnya yang cerah. 

Xiaomi 15 Ultra juga digunakan untuk bermain COD Mobile selama 30 menit pada pengaturan grafis maksimal, mencapai rata-rata frame rate di angka 59,1 FPS. Ini merupakan skor sangat tinggi, mengingat Realme GT 7 hanya meraih 58 FPS. 

Seperti yang sempat disinggung, HyperOS 2 menawarkan pergerakan animasi yang mulus, aplikasi-aplikasi pun bisa dibuka dengan cepat, termasuk aplikasi kamera yang mampu menjepret beberapa foto sekaligus tanpa stuttering. Berbicara soal antarmuka, Xiaomi 15 Ultra dijanjikan masa pembaruan OS hingga 4 tahun dan patch keamanan hingga 6 tahun. 

Xiaomi juga berhasil meminimalisir bloatware lantaran hanya ada 4 aplikasi prainstal dari pihak ketiga. Meski pengalaman yang ditawarkan tidak sempurna, namun tetap tergolong impresif. Antarmukanya memang sedikit menyerupai iOS, tapi dirinya masih dapat berjalan secara intuitive. Fitur-fitur lain seperti mode membaca dan Mi Remote juga turut hadir untuk meningkatkan pengalaman pengguna. 

Xiaomi turut menonjolkan fitur AI barunya yang berada di bawah payung HyperAI, kendati masih cukup banyak ruang untuk dibenahi pada fitur generate gambar. Saat ini, AI Write dan AI Summary tersedia di dalam aplikasi Notes, namun di luar itu belum banyak yang bisa dijelajahi. Tampaknya bakal lebih menarik jika ada kolaborasi yang lebih erat dengan Google untuk menghadirkan AI Write langsung di keyboard atau fitur Now Brief ala Samsung. 

Selain itu, aplikasi Screenshot dengan dukungan AI milik Google juga layak dipertimbangkan, karena menawarkan kemampuan cerdas untuk menganalisis dan memproses tangkapan layar. Sayangnya fitur ini masih tersedia eksklusif pada seri Google Pixel 9. 

Baterai dan pengisian daya

Xiaomi 15 Ultra memang punya bobot lebih berat dibandingkan pendahulunya lantaran punya baterai berkapasitas lebih besar. Hasil pengujian benchmark menunjukkan angka yang memuaskan, dengan konsumsi daya yang tergolong baik saat gaming, jika bukan yang terbaik. Akan tetapi, untuk pemakaian sehari-hari, baterai Xiaomi 15 Ultra sanggup bertahan seharian penuh. Perangkat ini mampu bertahan hingga 12 jam 7 menit pada pengujian PC Mark Battery Life. 

Selama masa pengujian, ponsel ini bertahan hingga 15 jam dengan pengaturan tertinggi, termasuk mengaktifkan Always-On Display dan refresh rate 120 Hz sekaligus pemakaian fotografi secara intensif. Menariknya, Xiaomi Photography Legend Kit generasi terbaru juga berfungsi sebagai power bank lantaran punya baterai tambahan berkapasitas 2.000 mAh. Kombinasi ini mampu memperpanjang daya tahan baterai hingga beberapa jam. memungkinkan ponsel untuk bertahan hampir satu setengah hari tanpa perlu charging

Kecepatan pengisian dayanya pun sama mengagumkannya, dapat mencapai 100 persen dalam 47 menit menggunakan charger 90 watt. Meski cukup jarang, terkadang proses pengisian daya terhenti saat digunakan dengan Photography Legend Kit. Namun ini hanya terjadi di luar ruangan pada cuaca yang cukup panas. 

Kesimpulan

Xiaomi 15 Ultra tetap menjadi salah satu smartphone terbaik di pasaran yang berfokus pada aspek fotografi. Photography Kit miliknya menjadi daya tarik yang unik bagi penggemar fotografi. Di luar aspek kamera, ponsel ini mampu menjadi perangkat bertenaga tinggi untuk memberikan pengalaman gaming yang andal berkat chipset Snapdragon 8 Elite. Kehadiran HyperOS 2 terbarunya pun dapat menghadirkan animasi yang mulus, meski Xiaomi masih harus berbenah dalam pengembangan fitur AI, khususnya generative AI

Dari segi produktivitas, Galaxy S25 Ultra masih bisa menjadi juara berkat inovasi Galaxy AI dan stylus bawaan (S Pen). Lalu, ada juga iPhone 16 Pro Max yang tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang terbiasa dengan ekosistem Apple dan iOS.

Di luar hal-hal tadi, Xiaomi 15 Ultra tetap layak dipertimbangkan karena harganya yang relatif lebih murah, serta dukungan hardware kelas atas yang ditawarkannya. 

Rating editor: 8,3 / 10

Alasan untuk membeli:

  • Perangkat ini menawarkan layar yang memanjakan mata serta speaker yang memadai. 
  • Kamera Leica miliknya berkinerja baik pada berbagai kondisi pencahayaan berbeda. 
  • Daya tahan baterainya awet. 
  • Ada fitur Photography Kit yang menambahkan fungsi dan meningkatkan pengalaman fotografi. 

Alasan tidak membeli:

  • Fitur Generative AI yang kalah saing untuk menunjang produktivitas.
  • Hanya ditawarkan dalam satu opsi warna.