Ringkasan Tinjauan
Peringkat Pakar
Samsung Galaxy S25 mungkin tidak begitu jauh berbeda dari pendahulunya. Namun, ponsel tersebut tetap mampu menyita perhatian. Sebagai salah satu ponsel compact paling bertenaga, Galaxy S25 menawarkan sederet fitur-fitur berbasis AI yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas. Ditambah lagi, masa jaminan software yang panjang memastikan ponsel ini tetap relevan hingga setidaknya tahun 2032. Namun apakah peningkatan-peningkatan ini, termasuk sedikit peningkatan di kamera, performa, dan desain, membuat Galaxy S25 layak dipilih? Simak review Samsung Galaxy S25 berikut ini untuk mencari tahu.
Table of Contents
Kesimpulan awal
Galaxy S25 adalah ponsel flagship yang sungguh menjanjikan pada hampir semua aspek. Ditenagai Snapdragon 8 Elite, kinerjanya bisa mengalahkan iPhone 16, dan kameranya yang serba bisa menawarkan lensa telefoto serta mampu menghasilkan foto berwarna cerah dan detail. Layarnya pun sungguh memukau, serta memiliki jaminan pembaruan software panjang yang dipadankan dengan peningkatan fitur AI. Namun, sayangnya peningkatan pada Galaxy S25 tergolong hanya sedikit. Pengisian daya yang lebih cepat dan baterai lebih besar tentu akan lebih meningkatkan daya tariknya.
Desain dan layar

Untuk Galaxy S25, Samsung tetap mempertahankan desain ujung datar seperti tahun lalu, memiliki ring kamera individual yang tampilannya sedikit ditingkatkan. Bulatan kamera-kamera tersebut kini menyerupai kamera Galaxy Z Fold 6. Perangkat ini juga jauh lebih ringkas, mengalami pemangkasan ketebalan sekitar 0,4 mm ketimbang pendahulunya, dan lebih ringan 4 gram dibanding Galaxy S24. Peningkatan-peningkatan ini membuat Galaxy S25 nyaman digenggam ataupun dimasukkan ke kantong.
Kendati masih sama-sama disertai sertifikasi IP68 seperti sebelumnya, Galaxy S25 kini lebih kokoh dengan kaca proteksi Gorilla Glass Victus 2. Ditambah lagi, ponsel ini memiliki armour aluminium frame yang membuatnya terasa premium. Galaxy S25 ditawarkan dalam tujuh varian warna yaitu Blue Black, Coral Red, Pink Gold, Navy, IcyBlue, Silver, dan Mint. Unit yang kami terima merupakan varian IcyBlue yang tampil menarik serta mampu terjaga dari noda sidik jari.

Selebihnya, Galaxy S25 terlihat sama dengan pendahulunya, misalnya di bagian layar. Ini namun bukan berarti Galaxy S25 menawarkan pengalaman yang buruk. Ponsel ini dikemas dengan layar Dynamic AMOLED 2X LTPO 6,2 inci dengan resolusi Full HD Plus, dukungan HDR10+, dan refresh rate adaptif 120 Hz. Kecerahan maksimalnya tidak jauh berbeda dengan pendahulunya yaitu 2.600 nit, menawarkan visibilitas yang memadai di luar ruangan di bawah terik matahari. Layarnya sungguh tampak memukau dengan tampilan yang tajam, warna cerah, dan rasio kontras yang luas. Selain itu, Galaxy S25 juga mendukung HDR di YouTube, Netflix, dan platform OTT (over-the-top) lainnya.
Untuk melengkapi pengalaman menonton, smartphone ini turut disertai fitur stereo speaker yang mencapai kelantangan 79,2 dB, sungguh menakjubkan untuk ponsel semungil ini. Perihal keamanannya, ponsel ini mendukung pemindai sidik jari di dalam layar yang bisa membuka kunci dengan akurat.
Kamera

Setup kamera Galaxy S25 tidak berubah sama sekali. Ponsel ini dilengkapi tiga kamera belakang yang terdiri atas kamera utama 50 MP, ultrawide 12 MP, dan 10 MP telefoto yang mendukung tingkat pembesaran optis hingga 3x. Kamera depannya punya resolusi 12 MP dalam bentuk punch hole.
Meski hardware tidak berubah, bagian software mengalami peningkatan. Dibandingkan Galaxy S24, perangkat ini menghasilkan gambar yang lebih tajam dan detail meski sudah diperbesar. Reproduksi warnanya pun jauh lebih baik, membuatnya terlihat lebih akurat dengan warna aslinya.
Selain itu, aplikasi kameranya terasa sangat responsif tanpa adanya lagging pada shutter speed dan autofokus. Sejumlah peningkatan lainnya mencakup slider baru untuk menyesuaikan zoom dan efek kedalaman untuk portrait, serta kontrol tambahan untuk mengatur filter dan sederet fitur mode Pro.
Performa dan software
Tidak seperti pendahulunya, Galaxy S25 kini diotaki dengan Snapdragon 8 Elite ketimbang chipset Exynos. Cip yang digunakan merupakan versi custom yang telah mengalami overclocking, dan ini pun terlihat dari hasil pengujian sintetis. Perangkat ini menorehkan skor 2.185.567 poin di AnTuTu. Sedangkan, pengujian di Geekbench mencatatkan skor 3.750 poin untuk single-core dan 10.072 poin untuk multi-core.
Hasil benchmark yang tinggi ini juga tercermin pada aktivitas nyata. Galaxy S25 terasa mulus ketika menangani tugas sehari-hari dan aplikasi berat, responsivitasnya sungguh tinggi dengan multi-tasking yang gesit, serta mampu memberikan performa gaming yang luar biasa. Perangkat ini tidak menunjukkan adanya lagging saat bermain BGMI (PUBG Mobile versi India), Call of Duty Mobile, dan Real Racing 3 pada pengaturan grafis dan frame rate tinggi. Selain itu, fitur AI pada Galaxy S25 juga terasa cepat saat menangani beberapa tugas, meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Smartphone ini hadir dengan RAM 12 GB dan dua opsi storage yakni 256 GB dan 512 GB. Penyimpanan ini tidak bisa diperluas, jadi Anda mungkin perlu mempertimbangkan seberapa banyak storage yang diperlukan sebelum memutuskan untuk membeli. Varian 512 GB punya selisih harga Rp 2 juta lebih mahal dibandingkan 256 GB.
Dari segi software, Galaxy S25 dilengkapi antarmuka One UI berbasis Android 15 dari pabrikannya. Perangkat ini dijanjikan masa pembaruan OS utama dan patch keamanan selama 7 tahun. Antarmukanya pun telah diubah agar menjadi lebih ramah pengguna. Misalnya, laman notifikasinya kini bisa diakses dengan cara swipe down dari sisi atas kiri layar, sementara bagian Quick Settings bisa diakses dengan swipe down dari sisi atas kanan, mirip iPhone. Metode akses ini adalah kondisi default-nya, namun Anda bisa mengubahnya ke layout tradisional melalui menu pengaturan.
Fitur-fitur Galaxy AI

Samsung telah memperkenalkan sederet fitur Galaxy AI baru, seperti Now Brief dan Now Bar yang bisa memberikan informasi kontekstual langsung ke Home Screen dan Lock Screen. Now Brief mampu merangkum notifikasi yang muncul sepanjang hari dengan cara menampilkan informasi cuaca, aktivitas sehari-hari, atau event yang ada di kalender. Sementara itu, Now Bar sanggup menampilkan insight secara real-time seperti musik yang sedang diputar, navigasi Google Maps dengan waktu perkiraan tiba, hingga update tentang skor pertandingan olahraga. Fitur-fitur ini bekerja secara on-device, seperti sejumlah fitur Galaxy AI lainnya.

Ada juga beberapa fitur lain yang membutuhkan koneksi internet, seperti teks generatif dan pembuatan gambar melalui Gemini AI, yang kini terintegrasi lebih seamless lagi dengan perangkat ponsel. Selain itu, AI pada Galaxy S25 bisa menyetel pengaturan perangkat berdasarkan preferensi pengguna, mirip seperti Google Pixel 9. Fitur Generative Edit di aplikasi Galeri juga telah ditingkatkan dengan fitur yang lebih canggih dari sebelumnya. Hasilnya menjadi lebih realistis, kini bisa menambahkan atau menghapus objek pada foto beserta bayangannya juga.

Di luar itu semua, tersedia juga fitur baru bernama Audio Eraser yang bisa menghapus kebisingan dari sebuah video, Face Swap, dan AI Select (bisa diakses via sidebar) yang bisa menganalisis isi konten di layar dan menawarkan aksi relevan seperti membuat GIF dari video atau mengubah gambar menjadi wallpaper. Ditambah lagi, terdapat fitur Circle to Search yang telah ditingkatkan sehingga tak lagi sekadar menganalisis konten di layar, melainkan juga mengenali lagu yang sedang diputar di ponsel. Pengguna juga dapat menerjemahkan teks, menulis ulang konten dengan tone berbeda, bahkan melatih Galaxy S25 untuk beradaptasi dengan gaya penulisan pengguna, berkat AI Agent. Pengguna juga bisa memakai Cross-App Action untuk menemukan restoran terdekat dan membagikan lokasinya ke teman melalui pesan, semuanya menggunakan voice command.
Meskipun banyak dari fitur-fitur AI tersebut saat ini terbatas untuk aplikasi Samsung dan Google, fitur-fitur ini cukup efektif dan bisa membuat tugas sehari-hari menjadi lebih efisien.
Baterai dan pengisian daya
Samsung Galaxy S25 mempertahankan kapasitas baterai 4.000 mAh dan fast charging 25 watt yang sama seperti pendahulunya. Perangkat ini juga kembali menghadirkan wireless charging 15 watt. Daya tahan baterai pada Galaxy S24 bukanlah yang terbaik, dan hal yang sama kembali terulang pada Galaxy S25. Teknologi silikon-karbon terbaru memungkinkan kapasitas baterai lebih besar tanpa membuat bodi ponsel membengkak, namun Samsung malah memutuskan untuk tetap memakai baterai Li-Ion. Galaxy S25 meraih skor PC Mark Battery Test dengan durasi 11 jam 49 menit. Skor ini cukup baik namun masih lebih rendah dari kebanyakan flagship lainnya.
Pada penggunaan sehari-hari, baterai Galaxy S25 tergolong cukup untuk penggunaan kasual, bisa tahan seharian penuh setelah dipakai browsing, video streaming, dan scrolling media sosial. Pada pengujian lab kami, baterai hanya berkurang 3 persen setelah streaming YouTube pada resolusi maksimal. Namun, pengguna yang memakai ponsel dengan intensif tampaknya perlu melakukan pengisian ulang setidaknya satu kali untuk memastikan ponsel bertahan hingga malam hari. Pada pengujian gaming, durasi masing-masing 30 menit bermain BGMI (PUBG Mobile), COD Mobile, dan Real Racing 3 mengurangi baterai 30 persen.

Hal yang sama juga berlaku untuk tugas-tugas AI. Meskipun teroptimasi untuk aktivitas berbasis AI, baterai Galaxy S25 berkurang cukup banyak saat melakukan generating teks dan gambar. Lalu, dengan fitur fast charging 25 watt (tanpa charger di dalam boksnya), membutuhkan waktu setidaknya 1 jam dari 20-100 persen.
Kesimpulan
Samsung Galaxy S25 hadir sebagai penyempurnaan dari pendahulunya dengan berbagai peningkatan yang dirancang secara cermat, dan juga fitur-fitur AI yang ditingkatkan. Meskipun masih memiliki kekurangan pada daya tahan baterai dan kecepatan pengisian daya, ponsel flagship mungil ini menawarkan kinerja yang impresif dengan chipset Snapdragon 8 Elite, yang memastikan multi-tasking dan aktivitas berat berjalan lancar.
Kendati konfigurasi kameranya tidak berubah dari sisi hardware, Samsung menghadirkan optimalisasi yang mampu meningkatkan kualitas hasil foto. Layar AMOLED 6,2 incinya yang cerah, fitur AI yang lebih canggih, dan dukungan pembaruan software selama 7 tahun (standar tertinggi di industri), turut menambah pada daya tariknya.
Dengan demikian, bisa dikatakan Galaxy S25 saat ini adalah salah satu ponsel compact paling bertenaga di Indonesia. Jika ingin opsi dengan layar lebih besar, bisa menjadikan Galaxy S25 Plus sebagai pilihan. Samsung Galaxy S25 tersedia di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 14,9 jutaan.
Rating editor: 8 / 10
Alasan membeli:
- Desain bodi compact yang ringan dengan build quality premium.
- Performa mengesankan dengan Snapdragon 8 Elite.
- Sistem kamera serba bisa dengan beragam mode pemotretan.
- Galaxy AI yang hadir untuk menunjang produktivitas.
Alasan tidak membeli:
- Daya tahan baterai cukup baik namun tidak terlalu istimewa.
- Pengisian daya 25 watt yang lamban dibandingkan para kompetitornya.
blibli | Rp. 12.380.000 | Pergi Ke Toko |
Tokopedia | Rp. 12.399.000 | Pergi Ke Toko |
