
Pabrikan smartphone asal China, Huawei, baru saja memperluas ini ponsel lipatnya di pasar global dengan meluncurkan Huawei Mate X7. Perangkat ini sebelumnya debut di China pada November 2025.
Mate X7 masih mempertahankan konsep desain yang sama seperti pendahulunya, Mate X6, namun kini dengan sedikit perubahan pada modul kameranya. Selain itu, Huawei telah menerapkan desain engsel baru yang membuatnya lebih tipis dan ringan, memungkinkan arc yang lebih besar sehingga ukuran inner display bisa lebih besar pula.
Material bodinya menggunakan carbon fiber, aerospace-grade polymer, dan baja untuk meningkatkan ketahanan. Ketahanannya terhadap debu dan air pun meningkat, kini menjadi IP58 dan IP59 alias bukan lagi IPX8 seperti pendahulunya. Dengan begini, Mate X7 mampu bertahan di kedalaman air hingga 2 meter selama 30 menit serta tahan semburan air bertekanan tinggi.
Layar dalamnya terbagi menjadi tiga lapisan yaitu lapisan carbon fiber sebagai kekuatan struktural, UTG (ultra-thin glass) yang lebih tahan terhadap benturan, serta non-Newtonian fluid layer yang akan mengeras ketika menerima tekanan, sebagaimana dirangkum 91Mobiles Indonesia dari GSM Arena.
Adapun pada layar cover miliknya, disematkan lapisan proteksi Kunlun Glass 2. Kaca pelindung ini disebut punya kualitas visibilitas mendekati iPhone 17 Pro saat di bawah terik matahari, namun cukup mudah dihinggapi bekas noda sidik jari. Untuk spesifikasi lebih lengkapnya, simak berikut ini.
Table of Contents
Spesifikasi Huawei Mate X7
- Chipset: Perangkat foldable ini disokong oleh Kirin 9030 Pro terbaru dari Huawei, dibangun pada fabrikasi 6 nm serta mencakup 9-core CPU (1x 2,75 GHz, 4x 2,27 GHz, dan 4x 1,72 GHz) berikut GPU Maleoon 935.
- RAM dan penyimpanan: Hanya ada satu varian memori yang diterapkan pada Huawei Mate X7, yakni RAM 16 GB/ 512 GB.
- Layar: Di bagian dalamnya tersemat layar internal 8 inci dengan rasio 8:7,3 serta layar cover 6,49 inci pada rasio 20,4:9. Keduanya menggunakan panel LTPO OLED dengan refresh rate 1-120 Hz dan PWM Dimming 1.440 Hz.
- Kamera: Bodi belakang HP lipat ini dihiasi dengan kamera utama 50 MP RYYB (variable aperture fisik 10-stop f/1,4 – f/4,0) + OIS, 50 MP telefoto baru dengan aperture lebih lebar (f/2,2) yang mendukung tingkatan zoom 3,5x, serta 40 MP ultrawide. Mate X7 juga disertai dua kamera 8 MP, masing-masing di layar cover dan layar bagian dalam.

- Baterai dan pengisian daya: Huawei Mate X7 dipersenjatai dengan baterai silikon-karbon 5.600 mAh dan pengisian daya 66 watt via kabel. Fitur wireless charging turut disematkan, menggunakan daya 50 watt.
- Software: Ponsel lipat besutan Huawei ini tidak lagi menggunakan sistem operasi berbasis Android, melainkan HarmonyOS 6.0.
- Konektivitas: Wi-Fi, Bluetooth 6, GPS lengkap (NavlC, Beidou, Galileo, QZSS, Glonass), NFC, dan port USB-C turut disematkan. Mate X7 juga hadir dengan sensor sidik jari di samping, sensor gravitasi, infrared, barometer, laser AF, gyroscope, kompas, proximity, ambient light, hingga sensor temperatur warna.
- Bodi: Mate X7 kini dirancang lebih ringan dan tipis dari pendahulunya yaitu 235 gram dengan ketebalan 4,5 mm (saat terbentang) dan 9,5 mm (saat terlipat), turun dari Mate X6 dengan bobot 239 gram dan ketebalan 4,6 mm/ 9,9 mm. Perangkat ini terlindungi dengan lapisan Crystal Armour Kunlun Glass serta sertifikasi IP58/ IP59.
Harga dan ketersediaan

Huawei Mate X7 kini resmi diluncurkan secara internasional pada 12 Desember 2025 dalam acara peluncuran global yang digelar di Dubai, bersamaan dengan sederet perangkat lain yaitu FreeClip 2 dan MatePad 11.5 S. Peluncuran ini dilakukan lebih cepat dibandingkan tradisi Huawei yang umumnya menunda rilis global jauh setelah peluncuran di China.
Perihal harga rilisnya, Huawei Mate X7 dibanderol 2.099 euro (Rp 40,9 jutaan) untuk satu-satunya varian, RAM 16 GB/ 512 GB, ditawarkan dalam opsi warna Black, Brocade White, dan Nebula Red.
Di Indonesia, Huawei Mate X7 sudah terdaftar di situs sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kemenperin dengan nilai TKDN 37,28 persen, sehingga diprediksi bakal hadir di Indonesia dalam waktu dekat. Pihak perusahaan tinggal perlu merampungkan proses sertifikasi Postel dari Komdigi sebelum akhirnya bisa rilis resmi di Tanah Air.










