Ringkasan Tinjauan
Peringkat Pakar
Vivo X200 Pro sempat menarik perhatian ketika pertama kali diluncurkan setahun lalu. Di kala HP flagship lain menyematkan dua kamera telephoto demi mendapat jangkauan lebih jauh, X200 Pro dengan percaya diri hanya menggunakan satu buah kamera dengan zoom optis 3,7x atau ekuivalen 85 mm.
Kendati demikian, pendekatan Vivo ternyata manjur. Berkat sensor beresolusi setinggi 200 MP yang digunakan, kamera telephoto X200 Pro terbukti mampu membuahkan hasil gambar sama baiknya kalau bukan lebih bagus di tingkat zoom tinggi dengan ponsel-ponsel lain yang memiliki dua kamera telephoto.
Vivo kini kembali dengan formula serupa lewat rangkaian kamera X300 Pro, tapi dengan sensor yang diperbarui. Dapur pacunya juga lebih bertenaga dengan chip terbaru dan teratas dari MediaTek, Dimensity 9500. Kira-kira apa saja yang ditawarkan oleh X300 Pro? Simak ulasan lengkap oleh 91Mobiles Indonesia di bawah.
Table of Contents
Kesimpulan awal
X300 Pro sekali lagi menyuguhkan salah satu rangkaian kamera terbaik yang ada di smartphone saat ini. Selain kamera Zeiss yang mampu membuahkan foto dan video berkualitas tinggi, dengan chip Dimensity 9500 dari MediaTek, tenaganya juga mumpuni untuk segala macam aktivitas seperti bermain game kelas berat, sementara daya tahan baterainya tergolong lama berkat peningkatan kapasitas.
Unboxing: Ada soft case bergaya baru
Seperti biasa untuk smartphone seri X dari Vivo, X300 Pro datang dalam kotak kemasan persegi berwarna hitam dengan tulisan nama model berukuran besar di bagian depan, didampingi logo pabrikan lensa legendaris Zeiss yang menjadi rekanan Vivo dalam mengembangkan kamera ponselnya.
Kelengkapan aksesori di dalamnya secara umum masih sama dengan X200 Pro sebelumnya, mencakup charger dengan keluaran daya 90 watt serta kabel USB berjenis USB A ke USB C, berikut booklet panduan singkat dan SIM card ejector tool.
Satu perbedaannya adalah soft case bergaya baru yang tidak lagi bersifat transparan, tapi dilabur warna yang senada dengan ponsel. Meskipun tidak menampakkan punggung ponsel di baliknya, casing baru tersebut membuat tampilan X300 Pro tetap menarik walaupun dalam keadaan terpasang di perangkat.

Desain: Mempertahankan ciri X Series
Tampilan Vivo X300 Pro bisa dibilang masih sama seperti sebelumnya. Ponsel ini imempertahankan desain khas smarpthone X Series dari Vivo dengan camera island bundar berukuran besar di tengah punggung yang memuat empat buah lingkaran.
Tiga di antaranya memuat rangkaian kamera belakang, sementara satu lingkaran lagi hanya ditambahkan agar tampak simetris. Sementara, LED flash ditempatkan di luar modul, di sisi kiri atas punggung. Modul kamera berlatar hitam tampak kontras dengan unit ponsel X300 Pro di tangan 91Mobiles Indonesia yang kebetulan merupakan varian warna Brown.
Berbeda dari X200 Pro sebelunya, modul kamera X300 Pro kini tidak lagi memiliki cincin dekoratif di sekeliling. Alasannya adalah supaya bisa dipasangi kit kamera dengan lensa telephoto extender Zeiss yang dijual terpisah. Paket aksesori tersebut memerlukan mounting khusus yang disematkan di sekeliling modul kamera X300 Pro.
Satu perbedaan lagi adalah pinggiran sisi punggung kini juga tak membulat seperti sebelumnya, melainkan flat alias rata saja. 91Mobiles Indonesia sempat khawatir desain tersebut bisa membuat X300 Pro terasa kurang nyaman di tangan, tapi nyatanya hal ini bukan masalah karena frame aluminium sang ponsel sendiri -pinggiran dan pojokannya- agak membulat sehingga tak terasa runcing saat digenggam.
Bagian punggung sendiri berlapis kaca dengan finishing matte yang sangat efektif menyembunyikan noda sidik jari. Seperti sebelumnya, Vivo X300 Pro memiliki ketahanan tinggi terhadap air dan debu dengan sertifikasi IP68/ IP69.
Perangkat berukuran 161,2 x 75,5 x 8 mm dengan bobot 226 gram ini turut menyematkan sepasang speaker stereo dengan grille di sisi atas dan bawah. IR blaster untuk remote diintegrasikan di modul kamera.
Untuk layar, X300 Pro menmggunakan panel LTPO AMOLED 6,78 inci flat (2.800 x 1.260 piksel) dengan refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan maksimal 4.500 nits. Terdapat pula dukungan HDR10 Plus dan Dolby Vision. Meskipun sudah dilindungi Armor Glass, layar Vivo X300 Pro tetap dilapisi screen protector berbahan plastik dari pabrik.
Kamera: Winning formula
Rangkaian kamera X300 Pro sekilas tampak tak berubah dibandingkan pendahulunya. Secara keseluruhan, Vivo memang mempertahankan 3 kamera belakang dan sebuah kamera depan yang sudah teruji sebagai winning formula di Vivo X200 Pro.

Akan tetapi, jangan salah, sebab hampir semua unit kamera di X300 Pro mengalami peningkatan, terutama dari segi sensor gambar yang diperbarui ke generasi teranyar. Kamera utama, misalnya, kini menggunakan sensor 50 MP Sony LYT-828 yang berukuran fisik 1/1,28 inci, dipasangkan dengan lensa ekuivalen 24 mm (f/1.57, OIS) yang memiliki jarak fokus minimal cukup dekat, yakni 13 cm.
Kamera telephoto tetap beresolusi 200 MP dengan sensor Samsung, tapi di-upgrade menjadi Isocell HPB berukuran 1/1,4 inci. Lensanya punya focal length setara 85 mm (f/2.67, OIS) dengan jarak fokus minimal 14 cm. Dipadukan dengan jangkauan telephoto, kamera ini pun bisa sekaligus berperan sebagai lensa macro untuk menangkap detil di obyek berukuran kecil.
Kamera depan tak luput dipermak. Resolusinya kini meningkat jadi 50 MP dengan sensor Samsung Isocell JN1 yang berukuran lebih besar dari sebelumnya, yakni 1/2,76 inci, dipasangkan dengan lensa setara 20 mm (f/2.0) yang juga mendukung autofokus.
Satu-satunya kamera di Vivo X300 Pro yang tak mendapat pembaruan adalah kamera ultrawide yang masih mengandalkan sensor Samsung Isocell JN1 50 MP dengan lensa selebar 15 mm (f/2.0, PDAF).
Aplikasi kamera X300 Pro secara default menampilkan tingkat zoom 0,6x, 1x, 2x, 3,5x, dan 10x. Angka zoom 2x merupakan pembesaran dari kamera utama, sedangkan 10x berasal dari kamera telephoto. Meskipun bukan angka native, zoom 2x dan 10x tampak identik dengan tingkat pembesaran selebihnya karena gambar yang dihasilkan terlihat tajam dan detil.
Untuk mereka yang menginginkan jangkauan lebih jauh, kamera telephoto Vivo X300 Pro bisa melakukan pembesaran digital hingga 100x. Untuk mempermudah poembidikan, di tingkat zoom digital sekitar 30x, ponsel akan mulai menampilkan jendela kecil berisi overview frame keseluruhan secara lebih menyeluruh disertai kotak kuning kecil yang menandai area framing.
Seperti di X200 sebelumnya, Vivo X300 Pro akan melakukan rekonstruksi gambar dengan bantuan AI untuk mengembalikan detil di hasil jepretan yang diambil di tingkat zoom digital sangat tinggi.

Proses ini membutuhkan waktu bererapa saat sehingga Anda dapat mengamati perubahannya dengan cara segera membuka foto setelah diambil. Setelah rekonstruksi selesai dilakukan, perbedaannya cukup membuat kagum karena gambar yang diambil di tingkat zoom 100x atau setara 2.428 mm sekalipun jadi tampak jauh lebih jelas dan detil.
Contoh foto: Layak jadi raja
Dengan rangkaian kamera seperti disebut di atas, sepertinya sudah bisa diduga bahwa hasil jepretan Vivo X300 Pro bakal cemerlang. Kenyataannya memang demikian. Kamera utama ponsel ini mampu menghasilkan gambar yang jernih dengan kontras tinggi di beragam situasi pencahayaan, baik dalam maupun luar ruangan, siang ataupun malam.
Focal length native kamera utama berada di kisaran 24 mm sehingga cukup lebar untuk menangkap berbagai jenis scene. Untuk mempersempit field of view apabila ingin fokus ke obyek tertentu -misalnya ketika memotret makanan- pengguna bisa menerapkan in-sensor zoom ke angka 2x sehingga bidang pandangnya menyerupai lensa klasik 50 mm. Di tingkat pembesaran tersebut, kualitas gambarnya nyaris tidak bisa dibedakan dari native, bahkan ketika diperbesar hingga 100 persen di monitor komputer.
Untuk menangkap scene yang lebih luas seperti pemandangan dan arstitektur, kamera ultrawide X300 Pro lumayan bisa diandalkan. Meskipun kualitasnya tergolong biasa saja untuk ukuran kamea ponsel flagship, Vivo berhasil mempertahankan konsistensi warna sehingga hasil jepretan kamera ultrawide terlihat mirip dengan kamera utama, termasuk di kondisi low-light.
Kamera ultrawide dan kamera utama memang bagus, tapi daya tarik utama Vivo X300 Pro mungkin terletak di kamera telephoto miliknya yang beresolusi 200 MP. Dipasangkan dengan lensa berbukaan lebar yang bisa mengunci fokus dalam jarak sangat dekat. kamera ini menjadi sangat fleksibel.
Focal length native ekuivalen 85 mm memberikan bidang pandang identik dengan lensa portrait klasik sehingga cocok digunakan untuk memotret subyek manusia atau obyek lain apapun yang tidak terlalu jauh. Aperture f/2.67 membantu perolehan shutter speed cukup tinggi dan ISO relatif rendah sehingga mempertahankan kualitas gambarnya di situasi low-light.
Kamera telephoto X300 Pro benar-benar bersinar ketika tingkat zoom diperbesar. Saat 91Mobiles Indonesia mencobanya dengan zoom 10x atau setara 242 mm, ponsel ini masih bisa menghasilkan gambar memukau dengan detil-detil halus seperti helaian bulu unggas yang bisa tertangkap jelas.
Seperti pembesaran di kamera utama angka zoom 10x atau 242 mm yang dihasilkan lewat in-sensor zoom dari resolusi sebesar 200 MP itu menghasilkan gambar berkualitas tinggi yang sangat sulit dibedakan dari focal length native 85 mm. Bahkan ketika 91Mobiles Indonesia sengaja memperbesarnya hingga 100 persen di komputer dengan monitor berukuran lebar.
Kemampuan lain dari kamera telephoto yang wajib dicoba oleh pengguna X300 Pro adalah foto macro. Mengunci fokus dengan jarak minimal 14 cm sudah menghasilkan foto yang dekat dan detil, tapi pengguna masih bisa memperbesar lebih jauh menggunakan in-sensor zoom dengan hasil yang sama cemerlangnya dengan foto non-macro.
Selain mampu menangkap gambar tajam dan kontras, ketiga kamera belakang Vivo X300 Pro mampu menghasilkan warna-warna yang tampak hidup dan vibrant serta, yang paling penting, tetap konsisten di kamera manapun yang dipakai.
Video dan fitur khusus kamera: Cocok buat kreator
Untuk memperkaya pengalaman pengguna, Vivo menyematkan sejumlah mode ekstra di aplikasi kamera seperti Stage Mode untuk memoret konser atau panggung, serta Cine-flare yang menambahkan efek cahaya flare dari point lights di foto portrait.

Mode foto portrait-nya sendiri sangat fleksibel karena X300 Pro menyediakan tak kurang dari 5 focal length klasik, yaitu ekuivalen 24 mm, 35mm, dan 50 mm dari kamera utama, serta ekuivalen 85 mm dan 135 mm dari kamera telephoto. Terdapat juga simulasi bokeh dari sejumlah lensa ikonik Zeiss seperti Biotar, Distagon, hingga Sonnar dan Planar untuk menambah daya tarik lewat kreasi background/ foreground blur.
Simulasi bokeh lensa juga tersedia untuk portrait dengan kamera depan, kendati dengan bidang pandang dan kualitas yang lebih terbatas. Namun, secara keseluruhan, kamera depan masih bisa menghasilkan jepretan selfie yang cukup bagus.


Seperti di ponsel X Series dan V Series Vivo, X300 Pro juga memiliki mode khusus street photography bernama “Humanistic Camera Mode” berupa interface khusus yang dipanggil dengan cara swiping dari arah bawah layar ke atas di aplikasi kamera. Di mode ini tersedia pengaturan full manual dengan lima pilihan focal length yang sama dengan mode portrait, berikut sejumlah filter warna yang bisa diubah sesuai selera lewat Effect Adjustment.
Soal video, semua kamera di Vivo X300 Pro sanggup merekam hingga 4K/ 60 fps atau 1080p/ 120 fps. Khusus kamera utama dan telephoto, tersedia pula opsi untuk merekam 4K/ 120 fps. Butuh resolusi lebih tinggi? Kamera utama bisa merekam 8K/ 30 fps.
X300 Pro turut memanjakan kreator dengan menyertakan opsi perekaman video dengan profil gamma LOG yang flat untuk color grading saat penyuntingan. Melalui mode Pro, ketiga kamera belakang bisa merekam video LOG hingga 4K/ 60 fps atau 4K/ 120 fps (khusus kamera utama dan telephoto).
Sayangnya opsi video LOG ataupun mode Pro tidak bisa digunakan dengan kamera depan sehingga agak mengurangi fleksibilitas X300 Pro, misalnya ketika pengguna ingin merekam vlog dengan kamera depan sambil melakukan framing lewat layar.

Untungnya, ada mode lain yang menarik untuk dicoba, yakni Portrait Video dengan efek depth-of-field seperti foto portrait tapi diaplikasikan di gambar bergerak, hingga 4K/ 60 fps dengan kamera depan. Ketika dicoba oleh 91Mobiles Indonesia menggunakan kamera depan X300 Pro, mode Portrait Video ini benar-benar terlihat seperti direkam dengan lensa berbukaan lebar.
Deteksi subyek dan pemisahannya dengan background yang dilakukan secara real-time benar-benar tampak mulus dan akurat, bahkan ketika jarak subyek ke kamera berubah-ubah atau berganti titik fokus dari latar depan kembali ke wajah. Fitur Portrait Video juga tersedia untuk kamera belakang sehingga membuka peluang untuk berkreasi dengan hasil video bokeh yang mirip dengan rekaman mirrorless atau DSLR.

Bagaimana dengan video LOG hasil rekaman kamera, apakah mesti disunting dnegan aplikasi terpisah? Ternyata tidak, karena galeri Vivo X300 Pro sudah dibekali kemampuan editing dengan opsi pengaturan yang lumayan lengkap, mulai dari pengaturan kontras, exposure, dan saturasi, hingga restorasi shadow dan highlight. Pengguna juga bisa menambahkan preset LUT sendiri untuk mempermudah proses mendapatkan look yang diinginkan.
Software dan kinerja: teratas, terkencang
X300 Series menjadi lini ponsel pertama Vivo yang datang dengan sistem operasi OriginOS 6 terbaru berbasis Android 16. Selain tampilan dan aneka macam fitur AI baru seperti AI Call Translation dan AI Captions, OS ini juga menghadirkan optimalisasi kinerja yang turut memanfaatkan kecerdasan buatan.
Dipadu dengan chip teratas dari MediaTek, Dimensity 9500, yang menjadi dapur pacunya, X300 Pro pun menjadi ponsel terkencang dari Vivo yang ada sekarang. Segala macam aktivitas mampu dijalankannya dengan mulus tanpa hambatan sedikit pun, sementara aplikasi juga dapat meluncur dengan cepat sehingga X300 Pro terasa sangat gesit.
Poin plus lainnya ditemui ketika bermain game. Vivo X300 Pro bukan hanya mampu menjalankan aneka judul populer dengan lancar di setting grafis “mentok kanan”, tapi kinerjanya juga relatif konsisten meski dipakai push rank berlama-lama.
Vivo X300 Pro menyediakan Ultra Game Mode berupa sidebar yang bisa dipanggil dari sisi kiri layar kapanpun saat bermain. Di sini terdapat tiga profil kinerja yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, berikut fitur-fitur ekstra seperti Game Super Resolution (upscaling), Game Frame Interpolation (frame generation) dan Game Visual Enhancement yang bisa diaktifkan di game yang kompatibel.
Daftar lengkap game yang kompatibel dengan fitur-fitur di atas bisa dilihat dalam menu Ultra Game Mode dalam settings. Untuk profil kinerja, pastinya setelan teratas, yakni “Boost”, bakal memberikan kinerja tertinggi. Namun, X300 Pro sebenarnya tak perlu disetel ke mode ini sepanjang waktu untuk mengeluarkan kinerja yang memadai.
Misalnya, di game Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), X300 Pro sudah mampu menjalankan setting grafis tertinggi dengan frame rate yang senantiasa mentok di angka 120 fps walaupun menggunakan profil “Balanced”. PUBG Mobile pun demikian, bisa dijalankan dengan setting grafis “Smooth” dan frame rate “Ultra Extreme”. Sepanjang permainan, frame rate selalu berkisar mendekati 120 fps.
Di Genshin Impact yang tergolong kelas berat, X300 Pro sebenarnya dialokasikan preset setting “High” secara default. Namun, setelan ini bisa dinaikkan menjadi “Highest” dengan target frame rate 60 fps dengan lancar. Bagusnya, meskipun menjalankan game lebih dari 1 jam dan tubuhnya terasa menghangat, kinerja X300 pro di Genshin Impact tetap konsisten dan tidak mengalami penurunan berarti akibat throttling.
Baterai: Meningkat, tapi bukan yang terlama
Kinerja tinggi Vivo X300 Pro sebenarnya sudah dapat ditebak lewat hasil benchmark sintetis yang ditorehkannya. Di AnTuTu v11, misalnya, ponsel ini mencetak skor sebesar 3,5 juta poin, bersaing ketat dengan flagship lain yang ditenagai chip rival Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Vivo ikut mendongkrak kapasitas baterai X300 Pro dari sebelumnmya 6.000 mAh di X200 Pro menjadi 6.510 mAh. Dalam pengujian PCMark Work 3.0 Battery Life, daya tahannya nyaris mencapai 19 jam.

Tergolong sangat baik, meskipun tidak selama HP flagship lain sesama ponsel Dimensity 9500 yang menjadi kompetitornya, Oppo Find X9 Pro, yang menembus kisaran 23 jam. Namun, HP tersebut memang memiliki kapasitas baterai yang juga jauh lebih besar, yakni sebesar 7.500 mAh.
Untuk charging, berdasarkan pengujian 91Mobiles Indonesia menggunakan charger dan kabel USB bawaan, Vivo X300 Pro mampu mengisi daya baterai dari 0 menjadi sebesar 14 persen dalam waktu 10 menit, lalu 43 persen dalam 30 menit. Di kisaran 1 jam, kapasitasnya sudah terisi 83 persen. Pengisian dari nol hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit.
Daya tahan baterainya juga cukup bagus, meskipun tidak bisa bersaing dengan ponsel-ponsel lain yang berkinerja lebih rendah (sehingga lebih irit daya), atau yang berbaterai lebih besar. Ketika dipakai push rank di MLBB dengan setting grafis dan frame rate maksimal selama 1 jam, baterai X300 Pro berkurang sebesar 13 persen.
Kesimpulan
Melalui X300 Pro, Vivo kembali mengukuhkan kepakarannya dalam hal fotografi smartphone. Pabrikan tersebut mempertahankan formula rangkaian kamera X Series yang sudah terbukti andal, sekaligus di saat bersamaan menerapkan peningkatan lewat penggunaan sensor-sensor baru.
Selain mampu membuahkan jepretan dan rekaman video yang kualitasnya termasuk tertinggi untuk ukuran smartphone, ponsel ini juga menghadirkan sejumlah mode pengambilan gambar menarik untuk memperkaya ragam kreasi hasilnya, terutama dengan ketiga kamera belakang.
Kelebihan lainnya adalah kinerja yang bukan hanya tinggi, tapi juga konsisten meskipun dibebani tugas berat berlama-lama. Paling tidak, X300 Pro tak mengalami penurunan performa berarti saat digunakan bermain game.
Namun, Vivo X300 Pro tidak sendirian di pasar. Oppo juga telah menelurkan flagship Find X9 Pro dengan chipset yang sama dan rangkaian kamera yang mirip pula, termasuk dari segi lensa telephotonya yang juga diperkuat sensor 200 MP Samsung Isocell HPB dengan lensa tunggal.
Masing-masing ponsel memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Akan tetapi, harga Vivo X300 Pro tahun ini naik sebesar Rp 1 juta menjadi Rp 19 juta, sedangkan Oppo Find X9 Pro tetap bertahan di kisaran Rp 20 juta. Posisi X300 Pro pun menjadi makin mepet dengan Find X9 Pro.
Find X9 Pro, seperti bisa dilihat dalam review lengkap 91Mobiles Indonesia di tautan berikut, boleh dibilang merupakan HP yang lebih balanced dengan baterai lebih besar dan kemampuan merekam video LOG dengan kamera depan.
Di sisi lain, kemampuan kamera X300 Pro masih relatif lebih unggul secara overall berkat aneka macam opsi berbeda yang disediakan lewat aplikasinya, terutama dalam hal portrait dan simulasi boleh. Aksesori teleconverter Zeiss yang dijual terpisah juga lebih lengkap karena turut menyertakan handgrip berisi baterai tambahan, selain modul mounting lensanya tidak menutup kamera utama dan ultra wide sehingga bisa tetap digunakan.
Pendek kata, apabila Anda sedang mencari ponsel “raja kamera”, Vivo X300 Pro lebih dari layak untuk naik takhta ke puncak daftar belanja. Kinerja tinggi all-around dan kualitas premiumnya secara keseluruhan sebagai smartphone flagship ikut menjadi cherry on top yang menjustifikasi pembelian.
Rating editor: 8.5/10
Kelebihan:
+ Kamera berkualitas tinggi, terutama kamera utama dan telephoto
+ Kapasitas baterai meningkat dari pendahulu
+ Kinerja tinggi dan konsisten dengan OriginOS 6
+ Kit kamera Zeiss menambah fleksibilitas perangkat
Kekurangan
– Kamera depan tidak bisa merekam video LOG
– Harga lebih mahal dari model terdahulu
Tokopedia | Rp. 13.427.500 | Pergi Ke Toko |
Shopee | Rp. 17.099.000 | Pergi Ke Toko |
blibli | Rp. 17.522.000 | Pergi Ke Toko |
