
Pada November lalu, muncul kabar yang menyebutkan bahwa Galaxy S26 Ultra bakal punya fitur layar anti intip. Kabar ini tampaknya akan menjadi kenyataan, karena Samsung telah resmi mendemonstrasikan fitur tersebut pada sebuah video teaser.
Fitur yang disebut “Privacy Display” ini punya fungsi yang serupa dengan aksesoris lapisan “anti-spy” yang kerap digunakan oleh pengguna smartphone, yakni mencegah orang di samping kiri dan kanan untuk melihat isi layar.
Namun, berbeda dengan tempered glass “anti-spy”, fitur Privacy Display ini tak hanya bekerja di tingkat perangkat keras, melainkan berfungsi langsung di level tampilan layar yang memadukan hardware dan software.
Table of Contents
Apa itu “Privacy Display”?

Samsung menyoroti kebiasaan pengguna modern yang kerap memakai smartphone di tempat umum, misalnya di bus, lift, dan transportasi umum.
Umumnya, mereka sering membuka pesan pribadi, notifikasi yang bersifat sensitif, hingga memasukkan PIN dan kata sandi. Nah, hal ini akan membuat privasi pengguna menjadi terganggu lantaran mudah diintip orang sekitar.
Untuk itu, Samsung menawarkan fitur Privacy Display agar pengguna tetap bisa mengoperasikan ponsel seperti biasa di tempat umum tanpa khawatir data rahasia bocor. Pihak perusahaan turut menegaskan bahwa fitur ini bersifat fleksibel, alias hanya akan aktif saat momen-momen tertentu.
Misalnya, ketika membuka aplikasi tertentu seperti chat, email, dan mobile banking, layar yang semula terang akan tampak redup saat dilihat dari samping. Begitu pun ketika memasukkan PIN, kata sandi, dan data sensitif.
Layar juga bakal otomatis meredup jika ada notifikasi pop-up yang muncul. Menariknya lagi, pengguna dimungkinkan untuk mengatur level visibilitas layar, termasuk menonaktifkan fitur ini sepenuhnya.
Berbeda dengan tempered glass anti-spy, viewing angle tetap terjaga
Bagi yang pernah menggunakan aksesoris tambahan berupa “anti-spy”, tentu tidak asing dengan sejumlah kendalanya. Aksesoris ini memang mampu mencegah orang sekitar mengintip isi layar. Namun, ini otomatis bakal membuat viewing angle menyempit sehingga akan sulit digunakan untuk “nobar”.
Karena fitur Privacy Display bekerja secara fleksibel, maka viewing angle bakal tetap terjaga utuh saat membuka aplikasi non-sensitif seperti YouTube, Netflix, dan lain sebagainya. Sebab, layar hanya akan redup dari samping pada momen-momen yang dibutuhkan.
Menariknya lagi, fitur ini tidak berpotensi mengurangi kualitas layar atau responsivitas sentuhan di layar, sebagaimana yang mungkin terjadi jika layar ditambahkan dengan tempered glass anti-spy.
Samsung menyebutkan inovasi ini sebagai “privacy at a pixel level”. Dengan kata lain, perlindungan ini tidak hanya berbasis software, tetapi juga dikontrol langsung oleh teknologi layar. Fitur ini pun diklaim telah melalui tahap pengembangan engineering, testing, dan penyempurnaan yang memakan waktu lebih dari 5 tahun.
Eksklusif di Galaxy S26 Ultra?
Samsung tidak secara eksplisit menyebutkan perangkat mana saja yang akan dibekali dengan fitur ini. Namun, sebagaimana dilaporkan 9to5Google, fitur ini kabarnya hanya akan hadir di Galaxy S26 Ultra, varian tertinggi di serinya.
Samsung Galaxy S26 series sendiri diperkirakan bakal meluncur pada akhir Februari 2026. Jika benar hadir eksklusif untuk Galaxy S26 Ultra, fitur ini akan menjadi salah satu hal utama yang membedakannya dengan flagship lain di tahun 2026.










