
Poco resmi mengumumkan lini smartphone terbaru mereka ke pasar global melalui kehadiran Poco X8 Pro dan Poco X8 Pro Max. Sebagai seri penerus dari Poco X7 series yang meluncur tahun lalu, keduanya menawarkan peningkatan spesifikasi yang cukup menonjol, terutama di bagian baterai dan chipset.
Poco X8 Pro Max menjadi varian tertinggi sekaligus model dengan layar terbesar di sejarah Poco X series, yakni 6,83 inci. Ini kontras dengan Poco X8 standar yang mengusung ukuran layar lebih kecil, yaitu 6,59 inci. Meski begitu, kinerja Poco X8 ini masih berdaya saing tinggi di kelas mid-range.
Table of Contents
Spesifikasi Poco X8 Pro dan Pro Max
- Chipset: Poco X8 Pro Max menjadi yang pertama dalam penggunaan Dimensity 9500s, chip berfabrikasi 3 nm dengan konfigurasi “all-big-core” yang memiliki prime core Cortex A925 Ultra berkekuatan 3,73 GHz. Sementara itu, Poco X8 Pro biasa ditenagai dengan chipset Dimensity 8500 Ultra (4 nm), memiliki 8x Cortex A725 dengan GPU Mali G720.
- Dengan kinerja yang sangat tinggi, Poco X8 Pro Max diklaim mampu menjalankan game berat seperti Genshin Impact dan Honkai Star Rails secara stabil di 120 FPS.
- Sistem pendingin: Khusus Pro Max, varian ini dibekali Poco 3D IceLoop dengan vapor chamber seluas 5.800 mm persegi guna menjaga suhu tetap stabil saat bermain game pada durasi panjang. Sementara, varian Pro mendukung vapour chamber seluas 5.300 mm persegi.
- RAM dan penyimpanan: Varian Pro tersedia dalam opsi RAM 8 GB/ 256 GB dan RAM 12 GB/ 512 GB, sedangkan Pro Max ditawarkan dalam opsi RAM 8 GB/ 256 GB dan RAM 12 GB/ 512 GB. Keduanya sudah menggunakan standar RAM LPDDR5X dengan kecepatan hingga 9.600 Mbps dan penyimpanan UFS 4.1.

- Kamera: Keduanya kompak mengusung sistem tiga kamera di punggung. Bedanya, Poco X8 Pro Max dibekali sensor Light Fusion 600 sedangkan varian Pro hadir dengan Sony IMX882. Resolusi kamera utama tersebut sama-sama 50 MP. Sebagai pendamping, baik Pro maupun Pro Max mendukung kamera 8 MP (f/2,2) ultrawide dan kamera selfie 20 MP.
- Baterai dan pengisian daya: Selain punya layar super besar, baterai Poco X8 Pro Max juga punya kapasitas terbesar sepanjang Poco X series yaitu 8.500 mAh. Sementara, Poco X8 Pro mengusung kapasitas 6.500 mAh yang lebih kecil. Keduanya namun kompak dibekali pengisian cepat 100W HyperCharge.
- Poco X8 Pro Max diklaim dapat terisi hingga 50 persen dalam waktu 24 menit, sedangkan Poco X8 Pro disebut hanya memerlukan 48 menit (pada mode boost) untuk terisi penuh. Poco mengklaim baterai berteknologi Si/C pada dua varian ini memiliki siklus hidup yang panjang yaitu di atas 80 persen setelah 1.600 siklus pengisian (sekitar 6 tahun). Duo Poco X8 Pro ini juga mendukung reverse wired charging 27 watt agar bisa dialih-fungsikan sebagai power bank.
- Software: Kedua ponsel ini langsung menjalankan antarmuka Xiaomi HyperOS 3 berbasis Android 16 secara bawaan (out-of-the-box).
- Khusus versi Poco X8 Pro Iron Man Edition, perangkat ini hadir dengan tema antarmuka eksklusif Marvel yang dirancang khusus untuk selaras dengan desain bodi ponsel berwarna hitam dan corak emas.

- Bodi: Poco X8 Pro Max memiliki panel belakang berbahan fiberglass yang ringan namun kokoh, dengan ketebalan 8,2 mm serta bobot 218 gram. Dua varian tersebut kini menggunakan rangka metal (aluminium) dan lapisan pelindung Gorilla Glass 7i di layar. Uniknya, meski baterainya tidak sebesar Pro Max, varian Pro justru lebih tebal di angka 8,38 mm, namun bobotnya lebih ringan di angka 201 gram.
- Kontras dengan Poco X7 Pro yang “hanya” mencapai sertifikasi IP69, kini Poco X8 Pro dan Pro Max dibekali rating IP lebih lengkap yakni IP68, IP69, dan IP69K. Sehingga, keduanya tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dan bersuhu ekstrem.
- Dari segi visualnya, Poco X8 Pro dan Pro Max dibekali fitur Dynamic RGB Light di belakang bodi yang dapat menyala dalam 8 warna berbeda. Fitur ini berfungsi sebagai indikator untuk status pengisian baterai, notifikasi masuk seperti pesan dan telepon, aktivitas kamera, serta visualizer yang mengikuti tempo musik yang sedang diputar.
- Fitur-fitur lain: Poco X8 Pro dan Pro Max dibekali konektivitas Wi-Fi 6, Bluetooth 6.0, dan NFC. Xiaomi Offline Communication juga turut hadir agar pengguna masih bisa berkomunikasi meskipun dalam kondisi luar jaringan (offline). Keduanya mendukung dual speaker yang disusun secara simetris, menggunakan tipe 1115F (Pro Max) serta dukungan Dolby Atmos dan sertifikasi Hi-Res Audio.
Harga dan ketersediaan
Di pasar global, Poco X8 Pro Max tersedia dalam tiga varian warna yaitu hitam, biru, dan putih. Ini sedikit berbeda dari Poco X8 Pro dengan opsi warna putih, hijau, dan hitam, sebagaimana dirangkum dari GSM Arena.
Poco juga menyediakan varian khusus bernama Poco X8 Pro Iron Man Edition dengan bodi berwarna hitam dengan corak emas (gold streaks). Berikut ini adalah rincian harganya secara lengkap.
Poco X8 Pro
- RAM 8 GB/ 256 GB: 330 dolar AS (Rp 5,6 jutaan)
- RAM 12 GB/ 512 GB: 400 dolar AS (Rp 6,7 jutaan)
- RAM 12 GB/ 256 GB: 470 dolar AS (Rp 7,9 jutaan)
- RAM 12 GB/ 512 GB: 530 dolar AS (Rp 8,9 jutaan)
Poco X8 Pro Iron Man Edition
- RAM 12 GB/ 512 GB: 400 dolar AS (Rp 6,7 jutaan)
Selain rilis di pasar global, Poco X8 Pro (2511FPC34G) dan Pro Max (2602BPC18G) juga sudah terpantau muncul di laman TKDN dengan nilai kandungan 38,20 persen.
Poco X8 Pro juga terlihat di basis data SDPPI Postel dari Komdigi pada 31 Desember 2025, disusul oleh Poco X8 Pro Max pada 26 Februari kemarin. Ini pertanda bahwa keduanya bakal rilis di Indonesia dalam waktu dekat.
Poco X7 Pro tahun lalu resmi rilis di Indonesia sekitar Februari 2025, sebulan setelah peluncuran globalnya pada Januari 2025. Ponsel ini kala itu dibanderol harga rilis Rp 4,9 jutaan.










