Sistem Operasi Ikonik Xiaomi MIUI Resmi Pensiun

Sorotan
  • Xiaomi resmi mengghentikan sistem operasi MIUI miliknya yang ikonik, digantikan oleh HyperOS.
  • Segelintir ponsel Redmi yang masih menjalankan MIUI mendapat update sekuriti terakhir pada Maret 2026.
  • MIUI adalah produk pertama dari Xiaomi yang dirilis bahkan sebelum perangkatnya sendiri.

Pekan ini menandai dihentikannya sistem operasi ikonik milik Xiaomi, MIUI. Perangkat-perangkat yang masih menjalankan OS tersebut tak bakal lagi mendapat update.

Kendati demikian, ada setidaknya dua ponsel Redmi berbasis MIUI yang masih mendapat pembaruan, yakni Redmi A2 dan Redmi A2 Plus. Keduanya dijadwalkan mendapat update sekuriti terakhir pada Maret 2026.

Pengganti MIUI tak lain adalah sistem operasi suksesornya, yakni HyperOS, yang pertama kali diperkenalkan pada 2023 dan kini telah dijalankan oleh sebagian besar perangkat Xiaomi. Versi terbarunya adalah HyperOS 3 berbasis Android 15.

“MIUI telah menyelesaikan transisinya dan secara bertahap akan dihapus dari daftar maintenance di masa mendatang, sambil tetap mempertahankan upgrade patch sekuriti yang diperlukan,” ujar Xiaomi dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke media sosial China, Weibo.

Dengan kata lain, para pemilik perangkat yang masih menjalankan MIUI masih akan memperoleh pembaruan sekuriti penting secara reguler. Selain soal keamanan tersebut, dapat dipastikan bahwa Xiaomi tak bakal lagi merilis update major untuk MIUI.

MIUI produk pertama Xiaomi

MIUI pertama kali hadir pada Agustus 2010 dengan basis Android 2.2. Sistem operasi ini adalah produk pertama dari Xiaomi yang dirilis bahkan sebelum perangkat keras (smartphone) dari perusahaan tersebut. Build MIUI versi awal diedarkan sebagai custom ROM untuk ponsel-ponsel Android pihak ketiga.

Popularitas MIUI lekas melejit lantaran menawarkan update beta mingguan, banyak penambahan fitur baru, dan bisa di-porting ke perangkat non-Xiaomi. Komunitas modding MIUI pun bermunculan dan tumbuh pesat di berbagai belahan dunia.

MIUI mencatat 100 juta pengguna aktif bulanan pada 2015, yang kemudian membengkak menjadi 200 juta pada 2018, 300 juta pada 2019, 400 juta pada 2021, dan puncaknya 500 juta active monthly users pada 2021. Di masa ini, sekitar 15 persen populasi global menggunakan perangkat Xiaomi, Redmi, atau Poco yang menjalankan MIUI.

Sayangnya, MIUI tidak cocok dengan visi masa depan Xiaomi di mana ratusan juta perangkat dari berbagai kategori saling terhubung, mulai dari speaker hingga AC dan mobil. Inilah alasan kenapa MIUI perlu digantikan oleh HyperOS. Sistem operasi terbaru dari Xiaomi itu merupakan pilar dari strategi “Human x Car Home” yang digaungkannya, di mana berbagai piranti terkoneksi melalui “HyperConnect”.

Pensiunnya MIUI pun menutup lembaran-lembaran awal dari sejarah Xiaomi selama belasan tahun, untuk digantikan oleh HyperOS yang menjadi tumpuan masa depannya. Selamat tinggal MIUI!