Review Poco X8 Pro Max: Performa Gaming Monster, Kamera Standar

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.4/10
Desain
 
8.0
/10
Layar
 
8.5
/10
Sistem operasi
 
7.8
/10
Kamera
 
8.2
/10
Kinerja
 
9.0
/10
Baterai
 
9.0
/10

Bagi pengguna yang memprioritaskan kemampuan gaming, Poco X8 Pro Max menjadi salah satu perangkat yang patut dipertimbangkan. Ponsel ini dibekali dengan chipset kelas atas, baterai berkapasitas besar, serta sistem pendingin vapor chamber luas yang dirancang untuk menjaga performa tetap stabil selama sesi permainan yang panjang.

Ulasan POCO X8 Pro Max yang kami sajikan ini akan menguji performa secara keseluruhan, termasuk keandalannya untuk penggunaan sehari-hari di luar aktivitas gaming. Simak ulasan lengkapnya untuk mengetahui apakah ponsel ini benar-benar mampu berfungsi sebagai perangkat all-rounder.

Kesimpulan awal

Poco X8 Pro Max menawarkan awal yang kuat berkat performa yang mengesankan, daya tahan baterai yang andal, serta pengalaman visual yang solid. Kendati demikian, sektor perangkat lunak pada ponsel ini terasa kurang rapi dan belum matang, sementara sektor kamera juga dinilai belum memenuhi ekspektasi. Meskipun memiliki kekurangan di sisi tersebut, bagi para gamer, kemampuan pencitraan (imaging) sering kali menjadi perhatian sekunder, sehingga kompromi ini cenderung lebih mudah diabaikan.

Desain sederhana namun solid

Poco X8 Pro Max mempertahankan desain yang bersih dan tidak asing, senada dengan Poco F7 rilisan tahun lalu melalui modul kamera berbentuk pil. Namun, kali ini ukuran modul tersebut dibuat sedikit lebih ringkas serta mengintegrasikan lampu LED RGB untuk memberikan sentuhan gaya. Menariknya, lampu ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika, melainkan juga bertindak sebagai indikator notifikasi, status pengisian daya (charging), panggilan masuk, aktivitas kamera, hingga dapat disinkronisasikan dengan efek ritmis saat bermain game.

Pengguna dapat melakukan personalisasi pencahayaan tersebut dengan berbagai pilihan warna serta menyesuaikan tingkat kecerahan (brightness) melalui menu pengaturan. Kendati demikian, implementasi fitur ini dinilai kurang intuitif. Alih-alih mudah diakses, kontrol pencahayaan tersebut letaknya cukup tersembunyi di bawah menu additional settings dan “Back light effect”, sebuah penempatan yang terasa kurang efisien untuk fitur yang seharusnya ditonjolkan.

Di luar fungsi pengisian daya (charging) dan pengingat (alert), keberadaan lampu LED ini dinilai kurang fungsional. Poco mengklaim bahwa lampu-lampu tersebut dapat meningkatkan pengalaman bermain game. Namun, pada praktiknya, dukungan fitur dan penempatan posisi lampu membuat klaim tersebut kurang terbukti. Karena pencahayaan berada di bagian punggung perangkat, pengguna akan jarang memperhatikan lampu saat sedang bermain game, yang secara langsung mengurangi esensi dari efek bersangkutan.

Varian warna, port, dan pengalaman audio

Poco X8 Pro Max hadir dalam tiga varian warna, yaitu putih, hitam, dan biru. Unit yang diuji kali ini adalah varian warna hitam, yang menampilkan lapisan serat kaca (fiberglass) untuk membantu meminimalkan goresan kecil, sekaligus menjaga permukaan perangkat tetap bersih dan tahan terhadap bekas sidik jari. Desain secara keseluruhan tampil cukup minimalis, tanpa banyak aksen yang mencolok selain penempatan logo branding Poco di bagian kiri bawah.

Pada sisi atas, terdapat sensor infrared dan lampu kilat (LED Flash) yang tertata rapi di samping modul kamera. Desain lampu RGB pada ponsel ini juga dirancang secara samar. Saat dalam kondisi mati, lampu tersebut menyatu dengan sangat baik dengan bodi perangkat, sehingga keberadaannya hampir tidak terlihat.

Perangkat ini memiliki bobot 220 gram yang langsung terasa saat digenggam, terutama bagi pengguna yang terbiasa dengan ponsel yang lebih ringan seperti Samsung Galaxy S26 Plus. Kendati demikian, pengguna akan segera terbiasa dengan bobot serta ketebalan perangkat yang berukuran 8,2 mm ini. Ponsel ini juga terasa kokoh dan telah mengantongi sertifikasi ingress protection berlapis, mulai dari IP66, IP68, IP69, hingga IP69K, yang menawarkan ketahanan kuat terhadap debu, cipratan air, bahkan paparan air bertekanan tinggi.

Untuk sektor port, Poco X8 Pro Max menyematkan port USB Type-C di sisi bawah untuk kebutuhan pengisian daya dan transfer data, berdampingan dengan grille speaker utama. Ponsel ini juga dilengkapi dengan speaker sekunder di sisi atas untuk menghadirkan konfigurasi stereo. Dukungan teknologi Dolby Atmos pada konfigurasi ini mampu menawarkan pengalaman audio yang baik pada tingkat volume 70-80 persen, meski belum terasa sepenuhnya imersif. Jika volume ditingkatkan lebih dari itu, kualitas audio berpotensi mengalami sedikit penurunan.

Layar AMOLED 1,5K yang memukau

Poco X8 Pro Max mengusung layar AMOLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi 1,5K, refresh rate 120Hz, dukungan HDR10+, serta tingkat kecerahan maksimal mencapai 3.500 nits. Meskipun tingkat kecerahan ini sedikit lebih rendah dibandingkan kompetitor terdekatnya, iQoo 15R, perbedaannya tidak terlalu signifikan saat digunakan di luar ruangan di bawah kondisi terik matahari. Layar Poco X8 Pro Max dinilai sama mampunya dalam memberikan pengalaman visual yang nyaman. Dalam pengaturan bawaan, reproduksi warna yang dihasilkan tampak bagus dan cerah, meski sedikit kontras.

Selain itu, dukungan HDR sudah tersedia secara langsung (out-of-the-box) pada sejumlah platform seperti Netflix, YouTube, dan layanan streaming lainnya. Karena ponsel ini telah mendukung panel dengan kedalaman warna 12-bit, perangkat ini juga kompatibel dengan konten Dolby Vision, yang memungkinkan tampilan warna lebih kaya dan kontras yang lebih baik saat menikmati tayangan streaming.

Kendati demikian, kualitas HDR dirasa sedikit kurang memuaskan saat digunakan untuk bermain game dengan grafis tinggi, seperti Tomb Raider dan Hitman: Absolution. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh optimasi atau dukungan yang terbatas dari sisi pengembang game, bukan karena keterbatasan dari panel layar itu sendiri.

Untuk sektor keamanan, Poco X8 Pro Max dilengkapi dengan pemindai sidik jari ultrasonik di dalam layar. Fitur ini mampu membuka kunci perangkat dengan cepat serta ditempatkan di posisi yang ergonomis, tepat di mana ibu jari secara alami bertumpu saat pengguna ingin membuka kunci ponsel.

Performa papan atas, tapi software-nya masih kurang oke

Poco X8 Pro Max dibekali hardware yang mampu menangani tugas sehari-hari hingga beban kerja berat seperti bermain game dengan lancar. Dapur pacu perangkat ini mengandalkan SoC sub-flagship MediaTek Dimensity 9500s berfabrikasi 3nm, yang dipadukan dengan opsi RAM LPDDR5X Ultra hingga 12GB serta media penyimpanan (storage) UFS 4.1 berkapasitas 256GB atau 512GB. Kombinasi ini tidak hanya memastikan performa yang mulus di berbagai skenario, tetapi juga menyajikan waktu pemuatan (load time) serta responsivitas yang konsisten cepat.

Ponsel pintar ini juga dilengkapi dengan sistem pendingin berupa vapor chamber besar berukuran 5.800 mm persegi dan lapisan grafit seluas 11.000 mm persegi untuk membuang panas. Sistem ini terbukti memberikan hasil yang efektif, baik dalam pengujian internal maupun penggunaan di dunia nyata.

Dari kiri ke kanan: AnTuTu v11, Geekbench 6, dan throttling test.
Dari kiri ke kanan: AnTuTu v11, Geekbench 6, dan throttling test.

Perangkat ini tercatat jauh lebih efisien secara termal dibandingkan dengan kompetitor utamanya, iQoo 15R, saat digunakan untuk memainkan sejumlah game populer seperti BGMI (PUBG Mobile versi India) dan COD: Mobile. Poco X8 Pro Max memang terasa agak hangat saat menjalankan Hitman: Absolution, namun hal tersebut dinilai wajar mengingat game tersebut merupakan porting dari versi PC dan merupakan salah satu judul yang menuntut performa tinggi.

Untuk sebagian besar skenario penggunaan lainnya, ponsel pintar ini dapat diandalkan untuk menangani berbagai tugas dengan lancar. Hal tersebut juga terbukti dalam pengujian stabilitas performa menggunakan Burnout CPU. Dalam uji tersebut, Poco X8 Pro Max mampu mempertahankan 51 persen dari performa maksimalnya, atau sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan kompetitornya, iQoo 15R.

Di sektor perangkat lunak (software), Poco X8 Pro Max langsung menjalankan sistem operasi HyperOS 3 berbasis Android 16 secara bawaan (out-of-the-box). Ini menandai iterasi ketiga dari antarmuka (custom Android skin) milik Xiaomi sejak berganti nama dari MIUI. Lini flagship terbaru, Xiaomi 17 series, juga meluncur dengan versi yang sama, sehingga pengguna pada dasarnya mendapatkan tampilan antarmuka serta rangkaian fitur yang serupa. Daftar fitur tersebut meliputi depth dan cinematic wallpaper, animasi yang lebih mulus, hingga fitur HyperIsland untuk menampilkan peringatan (alert), notifikasi, dan “Live Activities” seperti pemutaran musik, hitung mundur pengatur waktu (timer countdown), arah navigasi, pelacakan ojek daring, serta panggilan masuk.

Perangkat ini juga dilengkapi fitur optimasi WildBoost yang mampu meningkatkan pengalaman bermain game dengan menyajikan gameplay hingga 120 fps, menjadikannya fitur krusial untuk game bertempo cepat seperti BGMI (PUBG Mobile versi India). Selain itu, ponsel ini turut menyediakan beberapa fitur bertenaga AI untuk membantu pengguna dalam menulis, mentranskripsi, mencari informasi dari apa yang tampil di layar, hingga menyunting gambar.

Kendati demikian, antarmuka ini dinilai kurang intuitif dan tidak sebersih beberapa custom skin Android lainnya. Perangkat ini hadir dengan banyak aplikasi bawaan (pre-installed app) yang mencapai total 63 aplikasi, dengan 21 di antaranya merupakan aplikasi pihak ketiga (third-party). Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbanyak untuk sebuah ponsel pintar di kelas sub-flagship.

Selain itu, panel notifikasi juga tampak penuh akibat adanya rekomendasi yang tidak diperlukan dari game centre serta aplikasi sistem lainnya. Ditemukan pula beberapa bug, khususnya pada profil pengguna sekunder (secondary user profile), yang tampaknya perlu segera diperbaiki melalui pembaruan sistem.

Beralih ke kebijakan pembaruan, Poco X8 Pro Max dijanjikan akan menerima setidaknya empat tahun pembaruan sistem operasi utama dan enam tahun pembaruan keamanan. Dukungan ini setara dengan standar yang ditawarkan oleh ponsel pintar kontemporer lainnya di segmen harga yang sama.

Baterai yang bisa diandalkan

Poco X8 Pro Max dibekali baterai berbahan silikon-karbon berkapasitas besar 9.000 mAh, yang didukung oleh fitur pengisian daya cepat (fast charging) 100 watt dan pengisian daya balik (reverse charging) 27 watt. Kepala pengisi daya (charger) yang kompatibel sudah tersedia di dalam kotak penjualan, dan mampu mengisi daya perangkat dari tingkat 20 persen hingga penuh dalam waktu sekitar satu jam 15 menit.

Perlu dicatat bahwa secara bawaan, ponsel pintar ini membatasi pengisian daya hanya sampai 80 persen melalui fitur Intelligent Charging demi memperpanjang kesehatan baterai. Pengguna dapat menonaktifkan fitur ini melalui menu Battery Protection di dalam opsi Battery pada aplikasi Settings.

Skor PC Mark pada Poco X8 Pro Max.
Skor PC Mark pada Poco X8 Pro Max.

Setelah terisi penuh, Poco X8 Pro Max mampu bertahan selama 21 jam 21 menit dalam uji baterai sintetis menggunakan PCMark. Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi untuk ponsel di segmen ini sekaligus menunjukkan tingkat daya tahannya.

Di dunia nyata, ketahanan baterai ponsel pintar ini kurang lebih selaras dengan hasil pengujian sintetisnya. Kendati demikian, iQoo 15R dinilai sedikit lebih teroptimasi. Sebagai perbandingan, saat digunakan untuk melakukan pemutaran video dan bermain game selama satu jam, daya baterai iQoo berkurang sebesar 11 persen, sementara Poco X8 Pro Max mengonsumsi daya sebesar 13 persen.

Menyoal waktu screen-on time, ponsel pintar Poco ini secara meyakinkan mampu menawarkan waktu penggunaan sekitar tujuh jam dalam sekali pengisian daya di bawah penggunaan berat, yang mencakup sesi bermain game yang intens, streaming video, berselancar di web, serta mengakses media sosial.

Sementara itu, untuk skenario penggunaan sehari-hari yang lebih sedang, pihak pabrikan mengklaim bahwa perangkat ini dapat bertahan hingga tiga hari dalam sekali pengisian daya. Hal tersebut menjadikannya sebuah perangkat yang andal bagi pengguna yang memprioritaskan ketahanan baterai.

Konfigurasi kamera yang lumayan memadai

Untuk sebuah ponsel gaming kelas menengah (mid-range) yang dibekali perangkat keras (hardware) sekuat itu, sejumlah kompromi memang tidak dapat dihindari. Pada Poco X8 Pro Max, kompromi tersebut paling terlihat jelas pada sektor kamera. Perangkat ini mengusung konfigurasi kamera belakang ganda yang terdiri dari kamera utama 50MP dengan sensor Light Fusion 600 dilengkapi fitur OIS, serta lensa ultrawide 8MP. Sementara untuk kamera depan, terdapat sensor 20MP untuk kebutuhan swafoto (selfie) dan panggilan video yang ditempatkan dalam modul punch-hole.

Sebagai pembanding untuk memberikan konteks yang lebih baik, kami menyandingkan Poco X8 Pro Max dengan iQoo 15R yang juga menawarkan konfigurasi kamera serupa.

Daylight

Before image
POCO X8 Pro Max
After image
iQOO 15R

Poco X8 Pro Max dinilai kurang mampu menangkap gambar dengan reproduksi warna yang terlihat natural. Hasil foto cenderung terlampau “gonjreng” (oversaturated), dengan saturasi warna merah dan hijau yang tampak ditingkatkan. Dari segi detail, kualitas yang disajikan sebenarnya sudah tergolong lumayan, namun masih kurang memuaskan jika dibandingkan dengan iQoo 15R yang berhasil menghasilkan akurasi warna lebih mendekati kondisi aslinya.

Ultrawide

Before image
POCO X8 Pro Max
After image
iQOO 15R

Kedua ponsel pintar ini mengikuti karakter warna (color science) yang serupa saat beralih menggunakan lensa ultrawide. Poco X8 Pro Max, dengan karakteristik visual yang lebih cerah, mampu menarik perhatian pengguna secara instan. Kendati demikian, iQoo 15R dinilai memiliki keunggulan berkat penyajian detail yang lebih superior serta tata pencahayaan (exposure) yang lebih baik pada area bayangan (shadow).

Portrait

Before image
POCO X8 Pro Max
After image
iQOO 15R

Foto portrait pada Poco X8 Pro Max dapat terlihat sedikit lebih tajam, sebagian besar disebabkan oleh kecenderungan perangkat yang melakukan kelebihan pencahayaan (overexpose) pada hasil bidikan. Pemrosesan yang lebih cerah ini juga membantu menonjolkan detail yang sedikit lebih banyak dibandingkan dengan iQoo 15R. Sementara itu, performa deteksi tepi (edge detection) dan efek bokeh tercatat cukup serupa pada kedua perangkat. Namun, bagi pengguna yang lebih menyukai reproduksi warna kulit (skin tone) yang terlihat lebih natural, iQoo menjadi pilihan yang lebih baik.

Selfie

Before image
POCO X8 Pro Max
After image
iQOO 15R

Hal serupa juga terjadi pada hasil swafoto (selfie). Hasil gambar yang lebih cerah membuat foto dari Poco X8 Pro Max terlihat lebih menarik perhatian dibandingkan iQoo 15R. Kendati demikian, reproduksi warna kulit (skin tones) dan akurasi warnanya dinilai kurang akurat, serta kualitas detail yang dihasilkan pun tergolong sangat rata-rata.

Low light (night mode)

Before image
POCO X8 Pro Max
After image
iQOO 15R

Dengan night mode diaktifkan, Poco X8 Pro Max menangkap gambar yang lebih mencerminkan adegan sebenarnya. Sebagai perbandingan, iQoo 15R cenderung overexpose dan menerapkan smoothing yang lebih berat. Meskipun bidikan Poco dapat terlihat sedikit grainy, mereka mempertahankan finer details dan texture dengan lebih efektif.

POCO X8 Pro Max camera samples01
POCO X8 Pro Max camera samples02
POCO X8 Pro Max camera samples03
POCO X8 Pro Max camera samples04
POCO X8 Pro Max camera samples05
POCO X8 Pro Max camera samples06
POCO X8 Pro Max camera samples07
POCO X8 Pro Max camera samples08
POCO X8 Pro Max camera samples09
previous arrow
previous arrow
next arrow
next arrow
POCO X8 Pro Max camera samples01
POCO X8 Pro Max camera samples02
POCO X8 Pro Max camera samples03
POCO X8 Pro Max camera samples04
POCO X8 Pro Max camera samples05
POCO X8 Pro Max camera samples06
POCO X8 Pro Max camera samples07
POCO X8 Pro Max camera samples08
POCO X8 Pro Max camera samples09
previous arrow
next arrow

Secara keseluruhan, sektor kamera Poco X8 Pro Max tampak lebih memprioritaskan hasil foto dengan warna yang cerah (saturated) dengan pencahayaan terang (overexposed) ketimbang mengejar akurasi. Meski dinilai agak kesulitan dalam menangkap akurasi warna dan detail di siang hari, performa ponsel ini justru mampu mengungguli iQoo 15R saat kondisi minim cahaya atau setelah matahari terbenam. Untuk perekaman video, kamera utama perangkat ini sudah mampu merekam hingga resolusi 4K pada 60 frames per second (fps), sementara kamera depan dan lensa ultrawide masih terbatas pada resolusi 1080p pada 30fps. Jika kemampuan kamera menjadi prioritas utama Anda, beralih ke alternatif lain di segmen ini seperti Vivo V70 atau Realme 16 Pro+ bisa menjadi pertimbangan yang lebih tepat.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Poco X8 Pro Max menawarkan hampir semua aspek yang dicari dari sebuah ponsel pintar kelas menengah (mid-range) yang berfokus pada performa. Mulai dari penggunaan chipset yang bertenaga, sistem pendingin yang efektif, hingga kapasitas baterai yang besar, ponsel ini konsisten menyajikan pengalaman penggunaan yang mulus, khususnya untuk aktivitas bermain game. Perangkat ini juga dapat diandalkan untuk kebutuhan harian berkat dukungan layar yang responsif dan jernih serta daya tahan baterai kuat yang mampu menemani aktivitas intensif pengguna sepanjang hari.

Kendati demikian, perangkat ini dinilai belum berhasil menjadi ponsel all-rounder yang sempurna. Catatan terbesarnya terletak pada konfigurasi kamera yang tergolong standar, dengan kecenderungan memprioritaskan visual yang terlampau oversaturated ketimbang akurasi warna dan detail. Selain itu, pengalaman antarmuka ponsel ini juga terasa kurang rapi dan belum se-inklusif kompetitornya, imbas dari banyaknya aplikasi bawaan serta kemunculan bug minor yang sesekali masih mengganggu kenyamanan. Ponsel lain di kelas yang sama, seperti iQoo 15R, mungkin bisa menjadi opsi yang lebih tepat jika Anda mendambakan perangkat yang lebih seimbang di sektor-sektor tersebut selain untuk kebutuhan gaming.

Meskipun begitu, iQoo 15R tersebut tidak dibanderol dengan harga sekompetitif Poco X8 Pro Max, yang membuatnya tetap menjadi pilihan yang sangat menarik di kelasnya. Di pasar Indonesia, ponsel pintar ini dipasarkan dengan harga Rp 6.099.000 untuk varian dasar dengan storage 256 GB, serta Rp 6.599.000 untuk varian tertinggi dengan storage 512GB.

Rating Editor: 8.4/10

Alasan untuk membeli

  • AMOLED display yang cerah dan mulus.
  • Performance luar biasa dengan output yang kuat dan berkelanjutan.
  • Cooling system yang efektif untuk sesi gaming yang panjang.
  • Battery besar dengan endurance yang andal.

Alasan untuk tidak membeli

  • Kamera kurang konsisten dan reproduksi warna natural.
  • Software yang berantakan dengan terlalu banyak pre-installed apps.