Ringkasan Tinjauan
Peringkat Pakar
Pasar ponsel pintar di segmen harga Rp 1 jutaan kembali diramaikan dengan kehadiran Infinix Smart 20. Dibanderol mulai dari Rp 1,3 juta, ponsel ini menawarkan sejumlah fitur unggulan, mulai dari desain yang ramping, fitur kecerdasan buatan (AI) bawaan yang beragam, hingga performa harian yang ditopang chip MediaTek Helio G81 Ultimate.
Meski demikian, Infinix Smart 20 belum mendukung jaringan 5G. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah absennya konektivitas 5G menjadi kekurangan yang signifikan, atau justru bisa ditebus lewat berbagai keunggulan yang ditawarkan?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami menggunakan Infinix Smart 20 sebagai ponsel utama selama lebih dari sepekan.
Table of Contents
Kesimpulan singkat
Infinix Smart 20 menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari desain bodi yang ramping, antarmuka sistem yang kaya fitur AI, kemampuan kamera yang memadai, hingga daya tahan baterai yang mampu menunjang penggunaan sehari-hari.
Di sisi lain, ponsel ini belum mendukung jaringan 5G sehingga berpotensi mengurangi nilai investasinya untuk penggunaan jangka panjang. Selain itu, tingkat kecerahan layarnya juga masih tergolong biasa jika dibandingkan dengan sejumlah pesaing di kelas harga yang sama.
Desain: konsisten dengan pilihan warna yang memikat
Seperti Infinix Note Edge dan Note 60 Pro, Infinix Smart 20 juga tersedia dalam varian warna Sunlike Orange yang mencolok, di samping sejumlah pilihan warna lainnya. Varian ini cocok bagi pengguna yang menginginkan tampilan ponsel yang lebih berani dan mudah dikenali saat digunakan di ruang publik.
Sementara itu, bagi pengguna yang menyukai desain lebih sederhana, Infinix turut menyediakan pilihan warna Shadow Black, Polaris Titanium, dan Cloudline Blue.

Beralih ke bagian belakang, Infinix Smart 20 menggunakan penutup berbahan plastik. Meski hanya dibekali satu kamera belakang, Infinix tetap mempertahankan konsistensi desain melalui modul kamera berbentuk persegi dengan sudut membulat (squircle) yang sekilas menyerupai Infinix Note Edge dan Note 60 Pro. Bedanya, bagian atas modul kamera pada Smart 20 dibuat rata tanpa tonjolan.
Dibandingkan pendahulunya, Smart 10, ketebalan bodi Smart 20 kini berkurang menjadi 7,7 mm. Dengan dimensi tersebut, ponsel ini menjadi salah satu smartphone paling ramping di kelas harga Rp 1 jutaan pada 2026.
Di saat banyak ponsel terbaru memiliki bobot di atas 210 gram, Infinix Smart 20 hadir dengan bobot 189 gram. Bobot yang lebih ringan ini membuat ponsel terasa lebih nyaman digenggam dalam waktu lama, meski dimensi bodinya masih tergolong besar.
Selain itu, Infinix Smart 20 juga telah mengantongi sertifikasi IP64, sehingga memiliki ketahanan terhadap debu serta cipratan air.

Infinix Smart 20 dilengkapi dukungan dual SIM dan kartu microSD
Layar: tingkat kecerahan kurang maksimal
Infinix Smart 20 mengusung layar IPS LCD berukuran 6,78 inci dengan resolusi HD+ (720 x 1.600 piksel) dan refresh rate hingga 120 Hz. Meski demikian, refresh rate 120 Hz hanya dapat dinikmati pada sejumlah aplikasi bawaan dan aplikasi pihak ketiga, seperti Instagram, Facebook, aplikasi telepon, serta menu Settings. Sementara itu, sebagian besar aplikasi lainnya berjalan pada refresh rate maksimal 90 Hz.
Di sisi lain, Infinix Smart 20 sudah mengadopsi desain layar punch hole, bukan poni berbentuk huruf U (waterdrop notch) yang masih digunakan sebagian kompetitor di kelas harga serupa. Desain ini membuat tampilan depan ponsel terlihat lebih modern.

Dari segi kualitas tampilan, saturasi warna layar Infinix Smart 20 sedikit berada di bawah sejumlah pesaingnya di harga yang sama. Sudut pandangnya juga masih tergolong biasa karena warna mulai memudar saat layar dilihat dari sudut tertentu.
Resolusi HD+ yang diusung masih tergolong wajar untuk kelas harganya. Namun, tingkat kecerahan layarnya terasa kurang optimal, baik saat digunakan di dalam maupun di luar ruangan.
Salah satu hal yang cukup menarik dari desain Infinix Smart 20 adalah penempatan speaker tunggal di sisi atas bodi, berbeda dengan kebanyakan ponsel yang menempatkannya di sisi bawah.
Dari segi kualitas audio, speaker tersebut menghasilkan suara yang kurang lantang, bahkan saat volume diatur ke tingkat maksimal.
Performa: cocok untuk gamer kasual
Di saat sejumlah kompetitor di kelas harga yang sama mulai beralih ke chipset Unisoc dengan dukungan jaringan 5G, Infinix Smart 20 masih mengandalkan MediaTek Helio G81 Ultimate yang hanya mendukung konektivitas 4G. Chip tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR4X 4 GB serta pilihan media penyimpanan eMMC berkapasitas 64 GB atau 128 GB. Pengguna juga masih dapat memperluas kapasitas penyimpanan hingga 2 TB menggunakan kartu microSD.
Berdasarkan hasil pengujian benchmark, performa Helio G81 Ultimate memang masih berada di bawah sejumlah chipset yang digunakan kompetitor di kelas harga Rp 2 jutaan. Hal ini terlihat dari hasil pengujian AnTuTu dan Geekbench yang ditampilkan pada grafik di bawah.
Meski demikian, pengalaman penggunaan sehari-hari menunjukkan hasil yang berbeda. Selama pengujian, Infinix Smart 20 mampu menjalankan berbagai aktivitas dengan lancar. Ponsel ini tidak menunjukkan gejala lag saat membuka banyak aplikasi secara bersamaan maupun ketika kapasitas penyimpanan internal mulai terisi.


Infinix Smart 20 juga masih mampu menghadirkan pengalaman bermain game yang cukup baik untuk kelas harganya. Dalam pengujian di laboratorium kami, BGMI (PUBG Mobile) yang dijalankan dengan pengaturan grafis HD dan frame rate High selama 30 menit mencatatkan rata-rata 28,4 FPS. Selama pengujian tersebut, suhu perangkat meningkat dari 27,5 derajat Celsius menjadi 31,4 derajat Celsius, yang masih tergolong wajar.
Sementara itu, saat memainkan mode Multiplayer Hardpoint di peta Nuketown pada Call of Duty: Mobile, Infinix Smart 20 mampu mempertahankan frame rate di kisaran 40 hingga 45 FPS secara konsisten sepanjang sesi permainan.
Meski pengguna perlu mengeluarkan dana lebih besar untuk memperoleh ponsel dengan performa gaming yang lebih tinggi, kemampuan Infinix Smart 20 sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan bermain game secara kasual.
Kamera: lebih unggul dibanding kompetitor sekelasnya
Infinix Smart 20 menjadi salah satu dari sedikit ponsel di kelas harganya yang dibekali kamera depan dan belakang dengan spesifikasi serupa. Keduanya sama-sama menggunakan sensor berukuran 1/4 inci beresolusi 8 MP dengan aperture lensa f/2.0
Konfigurasi tersebut memungkinkan pengguna merekam video hingga resolusi 2K pada 30 FPS, baik menggunakan kamera utama maupun kamera depan. Infinix juga menyertakan sejumlah mode pemotretan, seperti Dual Video, Time-Lapse, Documents, dan Panorama.

Saat digunakan pada malam hari, sensor kamera yang berukuran relatif kecil berupaya menangkap cahaya sebanyak mungkin agar hasil foto tetap terang. Konsekuensinya, noise mulai terlihat dan detail gambar mengalami penurunan, terutama pada area yang minim pencahayaan.
Software: matang, responsif, dan kaya fitur AI
Infinix Smart 20 menjalankan sistem operasi Android 16 dengan antarmuka XOS 16. Berdasarkan pengujian terhadap sejumlah ponsel kelas entri yang meluncur dalam beberapa waktu terakhir, Smart 20 menawarkan pengalaman perangkat lunak yang terasa paling matang dan responsif di kelasnya. Meski animasinya belum sehalus Infinix Note Edge yang berada di segmen lebih tinggi, tata letak antarmuka, desain visual, serta animasi transisi pada XOS 16 sudah terasa rapi dan konsisten. Karakteristik ini masih jarang dijumpai pada sejumlah ponsel entry-level lain.
Sejumlah detail antarmuka juga memberikan pengalaman penggunaan yang lebih baik. Misalnya, menu pop-up memiliki margin (padding) yang proporsional, tombol-tombol di berbagai bagian antarmuka dibekali efek pencahayaan halus di sekelilingnya, serta panel Quick Settings dapat ditarik dengan animasi yang mulus.
Di sisi fitur, Infinix Smart 20 turut dibekali berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat diakses melalui menu Infinix AI di Settings. Fitur-fitur tersebut meliputi AI Writing, AI Summary, AI Translation, hingga asisten suara Folax Voice. Selain itu, ponsel ini juga sudah mendukung fitur Circle to Search dari Google, yang masih belum tersedia pada sejumlah kompetitor.
Untuk dukungan perangkat lunak, Infinix menjanjikan pembaruan keamanan selama dua tahun. Namun, hingga ulasan ini ditulis, perusahaan belum mengungkapkan informasi mengenai jaminan pembaruan versi Android utama.
Baterai: daya tahan andal untuk seharian
Infinix Smart 20 dibekali baterai berkapasitas 5.200 mAh yang mendukung pengisian daya 15 watt menggunakan adaptor bawaan dalam paket penjualan. Dari sisi efisiensi daya, konsumsi baterainya saat berada dalam kondisi siaga (idle) tergolong rendah, termasuk ketika tetap terhubung ke jaringan seluler 4G.
Berdasarkan pengujian harian, Infinix Smart 20 mampu bertahan hingga empat hari dalam sekali pengisian daya untuk penggunaan ringan, seperti sesekali memeriksa pesan WhatsApp, membaca email, dan menonton Reels di Instagram.


Kapasitas baterai Infinix Smart 20 sedikit lebih kecil dibandingkan sejumlah pesaingnya. Dampaknya, waktu pengisian daya hingga penuh juga lebih singkat. Berdasarkan pengujian kami, baterai ponsel ini dapat terisi dari 20 persen hingga 100 persen dalam waktu 2 jam 12 menit.
Secara keseluruhan, daya tahan baterai Infinix Smart 20 sudah memadai untuk menunjang penggunaan sepanjang hari. Selain itu, waktu pengisian dayanya juga masih tergolong kompetitif karena dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 2,5 jam.
Kesimpulan
Infinix Smart 20 menawarkan kelebihan dan kekurangan yang cukup berimbang. Di satu sisi, ponsel ini unggul dalam beberapa aspek, seperti antarmuka perangkat lunak yang matang, kemampuan kamera utama yang baik, serta desain bodi yang ramping. Di sisi lain, perangkat ini masih tertinggal dari sejumlah kompetitor dalam hal tingkat kecerahan layar, kualitas speaker, performa, dan dukungan konektivitas.

Absennya dukungan 5G membuat pengguna belum dapat menikmati kecepatan unduh yang lebih tinggi, pengalaman streaming yang lebih stabil di berbagai layanan video, maupun berbagai paket data 5G yang kini mulai ditawarkan operator seluler. Dalam pengujian saya menggunakan jaringan 5G, misalnya, satu episode serial berukuran sekitar 1 hingga 1,5 GB di Prime Video dapat diunduh hanya dalam hitungan detik.
Meski demikian, jika konektivitas 5G bukan menjadi prioritas, Infinix Smart 20 tetap menawarkan nilai yang kompetitif. Ponsel ini mengunggulkan antarmuka XOS 16 yang rapi, responsif, serta dilengkapi beragam fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menunjang produktivitas. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian, kemampuan kamera utamanya juga mampu bersaing, bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah rivalnya pada beberapa skenario pemotretan.
Secara keseluruhan, Infinix Smart 20 layak dipertimbangkan bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman perangkat lunak, fitur AI, dan kualitas kamera di kelas harga Rp 2 jutaan, serta tidak menjadikan dukungan 5G sebagai kebutuhan utama.
Skor Editor: 7,9/10
Kelebihan Infinix Smart 20
- Desain bodi ramping dengan pilihan warna yang menarik.
- Antarmuka XOS 16 yang matang dan responsif, dilengkapi beragam fitur AI yang fungsional.
- Kualitas kamera utama mampu bersaing, bahkan unggul dari sejumlah kompetitor di kelasnya.
- Daya tahan baterai yang baik untuk menunjang penggunaan sehari-hari.
Kekurangan Infinix Smart 20
- Tingkat kecerahan layar kurang maksimal dan warna cenderung memudar saat dilihat dari samping.
- Speaker masih mono
blibli | Rp. 1.799.000 | Pergi Ke Toko |
Tokopedia | Rp. 1.809.000 | Pergi Ke Toko |
Shopee | Rp. 1.839.000 | Pergi Ke Toko |




















