
Penyedia layanan cloud dan AI Amazon Web Services (AWS) mengumumkan liga sepak bola virtual bernama Agentic Football Cup dalam AWS Jakarta Summit yang digelar pekan ini. AFC bertujuan membantu para developer memahami cara membangun agen AI agentic, mempercepat inovasi AI generatif (Gen AI), dan mengajarkan keterampilan AI agentic.
AFC sendiri adalah workshop berbasis gamifikasi yang mengubah AI agentic dari sebuah konsep abstrak menjadi pengalaman belajar yang kompetitif. Para peserta berperan sebagai pelatih sepak bola virtual yang membentuk dan mengelola tim berisi lima agen, masing-masing dengan perilaku, strategi dan kemampuan pengambilan keputusan yang unik.
Para peserta workshop kemudian bisa saling menjajal kemampuan tim AI agentic asuhannya melawan tim lain dalam kompetisi AFC. Pemenang grup penyisihan akan bertanding di grand final yang disiarkan langsung di panggung AWS re:Invent 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, Desember mendatang.
Pemenang grand final AFC akan mendapat hadiah uang tunai sebesar 50.000 dolar AS atau sekitar Rp 900 juta (syarat dan ketentuan berlaku). Developer individu maupun organisasi bisa mendaftar untuk mengikuti workshop Agentic Football secara tatap muka atau virtual melalui situs web. Informasi selengkapnya bisa diperoleh di situs AWS pada tautan berikut.
Memberikan instruksi kepada “pemain” via prompt
91mobiles Indonesia sempat menjajal AFC dalam AWS Jakarta Summit pada Kamis (6/8/2026). Workshop ini ditampilkan dalam bentuk game manajemen tim sepakbola, lengkap dengan antarmuka grafis yang menarik dan intuitif sehingga mudah untuk digunakan.
Sifatnya lebih berupa manajemen tim seperti Football Manager, bukan dimainkan langsung seperti FIFA. Formasi tim berisi lima “pemain” (five-a-side) yang tak main merupakan AI agentic Amazon Bedrock AgentCore.

Masing-masing pemain alias agen AI berperan sebagai defender, midfielder, dan forward. Formasinya bisa bebas dipilih oleh peserta, mulai dari yang konvensional seperti 1-2-2 hingga yang ekstrem seperti 1-0-4.
Peserta memberikan instruksi kepada tiap agen AI melalui prompt dalam bahasa Inggris tentang apa yang harus dilakukan selama pertandingan. Misalnya, menginstruksikan agen AI yang berperan sebagai forward untuk menunggu passing dari midfielder, atau defender agar selalu mencoba mencegat bola dari forward tim lawan.
Setelah memberikan instruksi kepada seluruh pemain, tim peserta kemudian bisa diadu melawan tim lain yang sama-sama berisi agen AI untuk melihat bagaimana kinerjanya di lapangan. Masing-masing agen AI bisa berinteraksi dengan sesama pemain dan bereaksi sesuai perkembangan situasi di lapangan, sehingga bertindak layaknya sebuah tim.
Jika kinerja tim dirasa kurang memuaskan, peserta bisa memberikan instruksi lanjutan dengan memasukkan prompt saat pertandingan sedang berlangsung layaknya pelatih yang berteriak pada pemain.

Pertarungan antartim disajikan dalam animasi 2D sehingga terlihat seperti pertandingan sepak bola sungguhan, di mana tiap pemain bertindak sesuai instruksi masing-masing. Kesalahan instruksi bisa berakibat buruk, seperti yang dialami oleh salah satu tim yang mencetak lima gol pada workshop yang diikuti oleh 91mobiles Indonesia. Sayangnya, bukan ke gawang lawan, melainkan ke gawang sendiri.
Lewat gamifikasi seperti yang diterapkan pada permainan AFC ini, developer peserta workshop diharapkan dapat memahami cara “melatih” agen-agen AI sehingga bisa bekerja sama dengan efektif sebagai sebuah tim.
Sejak 2018, AWS telah melibatkan lebih dari 560.000 builder melalui kompetisi AI dan ML berbasis gamifikasi, termasuk AWS DeepRacer dan AWS AI League. AFC memperluas pembelajaran berbasis gamifikasi ke era AI agentic.






