
Pada akhir Juni 2026, Vivo meluncurkan ponsel lipat terbarunya di China. Sebagai penerus dari generasi terdahulu yang dirilis setahun sebelumnya, perangkat bernama XFold 6 itu membawa sejumlah pembaruan yang signifikan, seperti rangkaian kamera Zeiss dengan resolusi 200 MP untuk kamera utama.
Belakangan diketahui bahwa Vivo berencana turut merilis XFold 6 secara global. Foldable bergaya buku ini disebut bakal mulai hadir di pasaran internasional pada 1 Oktober mendatang. Di Indonesia pun ia sudah mengantongi sertifikat Postel, meski kehadirannya belum dapat dikonfirmasi.
Nah, dalam rangkaian acara peluncuran trio HP X500 Series di Shanghai, China, pekan lalu, 91mobiles Indonesia sempat menggenggam Vivo XFold 6 barang sejenak. Simak tampilan selengkapnya dalam rangkaian foto berikut.
Table of Contents
Desain Vivo XFold 6: Bodi ramping, layar lebar, baterai bongsor
Sesuai dengan tren di industri, XFold 6 memiliki bodi ramping dengan ketebalan hanya 4,4 mm saat dibentangkan atau 9,4 mm ketika dilipat, serta bobot 228 gram. Bagian frame terbuat dari aluminium, sedangkan sisi punggungnya berlapis fiberglass. Terdapat sertifikasi IP58/IP59 untuk ketahanan terhadap debu dan air.
XFold 6 sebenarnya sedikit lebih “gemuk” dibandingkan XFold 5 yang memiliki ketebalan 4,3 mm saat terbuka dan 9,2 mm ketika ditutup dengan bobot 217 gram. Namun, kapasitas baterai XFold 6 jauh lebih besar, mencapai 7.000 mAh, dibandingkan dengan pendahulunya yang berbaterai 6.000 mAh.
Layar utamanya di bagian dalam menggunakan panel LTPO AMOLED fleksibel berdiagonal 8,02 inci (2.504 x 2.312 piksel) dengan refresh rate 120 Hz serta dukungan Dolby Vision dan HDR. Cover display di bagian luar berpanel LTPO AMOLED 6,51 inci (2.528 x 1.120 piksel) dengan refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan maksimal 5.000 nits.
Secara keseluruhan, desainnya masih mirip dengan perangkat terdahulu. Bagian punggung didominasi oleh modul kamera bundar berukuran besar yang memuat tiga lensa kamera belakang dan badge biru “Zeiss”, ciri khas ponsel Vivo. Bedanya, form factor XFold 6 kini cenderung lebih melebar seperti yang terlihat dari aspect ratio layar luarnya (20:9). Cover screen XFold 5 sebelumnya memiliki aspect ratio 21:9 sehingga lebih memanjang.
Perbedaan lain ada di sudut-sudut perangkat yang cenderung lebih membulat pada XFold 6 sehingga mengurangi kesan “kotak” yang runcing sekaligus membuatnya terasa lebih nyaman dalam genggaman. Sudut yang lebih membulat ini juga dapat terlihat di bezel cover display, di sisi yang berdekatan dengan engsel.
Unit Vivo XFold 6 yang digenggam oleh 91mobiles Indonesia kebetulan merupakan varian warna Azure alias biru kehijauan yang menjadi hero color lini ponsel lipat tersebut. Vivo turut menyediakan pilihan warna hitam dan putih yang lebih konvensional.
Spesifikasi Vivo XFold 6: Berkamera Zeiss 200 MP
Ponsel kelas atas dari Vivo selalu mengedepankan aspek kamera. XFold 6 pun tak terkecuali. Vivo terkesan ingin memberikan kemampuan fotografi dan videografi yang lebih baik dibandingkan HP foldable lain pada umumnya dengan menyematkan imaging hardware yang sangat mumpuni.

Kamera utama pada HP foldable ini memiliki sensor Isocell HPB berukuran fisik 1/1.4 inci. Resolusinya mencapai 200 MP, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kamera utama XFold 5 yang hanya 50 MP. Vivo turut menerapkan aperture lensa selebar f/1.68 berikut OIS dengan rating CIPA 4.5.
Kamera telefoto menggunakan sensor Sony LYT602 yang berukuran fisik 1/1,95 inci dan beresolusi 50 MP, dipasangkan dengan lensa periskop berjangkauan focal length 70 mm (zoom 3x) dan aperture f/2.6. Sistem stabilisasi yang disematkan memiliki rating CIPA 4.5 yang sama seperti kamera utama.
Tiga kamera lainnya pada XFold 6 mencakup kamera ultrawide 50 MP (1/2.76 inci, 16 mm, f/2.1, PDAF) dan dua buah kamera depan 20 MP (f/2.4, 21 mm) yang masing-masing ditempatkan di dalam punch hole pada layar utama dan layar cover screen. Seperti pada lini HP flagship X Series, XFold 6 dibekali chip imaging tambahan bernama V3+.

Keunikan lainnya dari XFold 6 dibandingkan dengan HP lipat lain adalah kompatibilitasnya dengan kamera Zeiss Teleconverter G2 yang debut melalui X300 Ultra. Penggunanya pun bisa memperjauh jangkauan lensa telefoto dengan memasang lensa tambahan tersebut.
Untuk dapur pacunya, Vivo mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 9500 super yang dipadukan dengan konfigurasi RAM dan memori internal hingga 16 GB/1 TB. XFold 6 sebenarnya dirilis dengan sistem operasi OriginOS 6 berbasis Android 16. Namun, unit di tangan 91mobiles Indonesia sudah diperbarui ke OriginOS 7 berbasis Android 17.
Sistem operasi ini datang dengan sejumlah fitur yang berguna, seperti Origin Workbench untuk menjalankan hingga lima aplikasi secara bersamaan dalam satu tampilan. Workbench juga dihadirkan di lini X500 Series yang sama-sama menjalankan OriginOS 7, tapi antarmukanya terasa lebih baik di layar XFold 6 yang lebih lebar.

Harga Vivo XFold 6: Segera masuk Indonesia?
Ketika pertama dirilis di China pada akhir Juni lalu, XFold 6 dijual dengan kisaran harga mulai Rp 21 juta hingga Rp 29 juta. Perangkat ini belakangan dikabarkan bakal memasuki pasaran global pada 1 Oktober. Bocoran terbaru turut menyebutkan bahwa ia akan hadir di India pada 6 Oktober.
Kendati masih belum ada informasi resmi dari pihak Vivo, ada kemungkinan bahwa XFold 6 juga akan segera dirilis di Indonesia lantaran sudah mengantongi sertifikat Postel dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkominfo) sejak setidaknya Juli lalu.










