
Motorola telah meresmikan kehadiran trio smartphone menengah terbarunya yang bernama Moto G37, Moto G67, dan Moto G77 Power. Dari ketiganya, Moto G67 dan Moto G77 Power menarik untuk disorot karena harganya berselisih cukup jauh, tapi model yang lebih murah justru menawarkan spesifikasi yang secara umum lebih tinggi.
Dengan banderol Rp 4.299.000 (special launch price), Moto G77 Power datang dengan chipset MediaTek Dimensity 6400 dan baterai 7.000 mAh. Sementara itu, Moto G67 yang dijual Rp 5.499.000 (special launch price) justru dibekali baterai lebih kecil dan chipset yang berada setingkat di bawah.
Lalu apa yang membuat Moto G67 dihargai lebih dari satu juta rupiah di atas Moto G77 Power? Ponsel ini ternyata menghadirkan kelebihan tersendiri yang tak ditemui di kedua saudaranya. Simak ulasan singkatnya dalam rangkaian foto hands-on oleh 91mobiles Indonesia di bawah.
Table of Contents
Unboxing Motorola Moto G67 dan G77 Power: Sama-sama lengkap
Sebagai sesama ponsel Motorola, Moto G67 dan G77 Power datang dalam kotak kemasan berdesain serupa dengan warna latar putih. Bedanya hanya terletak pada tulisan nama model perangkat di bagian depan boks, di mana font untuk G67 tampil lebih besar dan beraksen hologram.
Bukan cuma tampilan luar kotaknya, isi kelengkapan di dalam kemasan kedua ponsel pun ternyata mirip pula. Baik Moto G67 maupun G77 Power sama-sama menghadirkan aksesori hard case dengan warna senada dengan varian ponsel.
Terdapat pula kabel tipe USB-A ke USB-C dan sebuah charger dengan keluaran daya yang sama: sebesar 33 watt. Moto G67 dan G77 Power memang mendukung fast charging dengan daya serupa (33 watt).
Desain Motorola Moto G67 dan G77 Power: Mirip tapi ternyata beda
Dari tampilannya, kedua ponsel dapat langsung dikenali sebagai HP Motorola yang rata-rata memang memiliki desain mirip dengan empat lensa di dalam camera island persegi yang pinggirannya “melebur” dengan bagian punggung selebihnya.
Sisi belakang Moto G67 dan G77 Power pun berlapis material vegan leather dengan tekstur serupa kulit yang membuat mereka nyaman digenggam sekaligus kebal terhadap noda sidik jari. Kelirnya pun khas, hasil kurasi perusahaan spesialis warna, Pantone, yang menjadi rekanan Motorola.
Unit Moto G67 dalam foto kebetulan merupakan varian warna Pantone Nile, sedangkan G77 Power adalah varian Nautical Blue. G67 juga tersedia dalam pilihan warna Pantone Arctic Seal, lalu G77 Power memiliki dua opsi lagi, yaitu Pantone Impenetrable dan Pantone Capri.
Meskipun mirip, ketika diperhatikan lebih dekat, ternyata ada beberapa perbedaan pada desain kedua ponsel. Moto G67 memiliki bodi yang lebih tipis dan ringan dengan ketebalan 7,3 mm dan bobot 182 gram. Sementara itu, ketebalan bodi Moto G77 Power adalah 8,9 mm dengan bobot 215 gram.
Perbedaannya lumayan terasa dalam genggaman. Selain itu, bagian-bagian pojok Moto G67 juga cenderung lebih membulat dibandingkan dengan Moto G77 Power. Bodi kedua ponsel tahan air dan debu dengan rating IP64 dan telah mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H.
Untuk kameranya, Moto G67 dan Moto G77 Power identik. Mereka berbekal kamera utama 50 MP (f/1.8) dengan sensor Sony LYT 600, kamera ultrawide 8 MP (f/2.2, FoV 120 derajat), dan kamera depan 32 MP (f/2.2).
Perbedaan terbesar di antara kedua ponsel ada di layarnya. Moto G77 Power masih menggunakan panel LCD 6,72 inci (2.400 x 1.080 piksel), dengan refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan maksimal 1.050 nits.
Sementara itu, Moto G67 sudah dibekali panel AMOLED 6,78 inci (2.772 x 1.272 piksel) dengan refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan maksimal 5.000 nits, dan telah pula dibekali in-display fingerprint scanner. Di antara trio ponsel mainstream terbaru Motorola di Indonesia layar AMOLED dengan pemindai sidik jari terintegrasi hanya ditemukan di Moto G67.
Menurut Motorola, panel layar AMOLED yang memiliki tingkat brightness jauh lebih cerah inilah yang membuat banderol Moto G67 berada Rp 1,2 juta di atas Moto G77 Power.
Spesifikasi Motorola Moto G67 dan G77 Power: Yang jebih murah justru lebih tinggi
Di luar layar dan bodinya (yang lebih tebal dan berat), spesifikasi lain dari Moto G77 Power justru lebih tinggi dibandingkan dengan saudaranya, kendati dihargai lebih terjangkau. Ponsel ini dibekali chipset MediaTek Dimensity 6400, memori 4 GB/128 GB, dan baterai 7.000 mAh.
Kecuali kamera, layar, dan bodi rampingnya, rangkaian hardware dari Moto G67 cenderung lebih mirip dengan Moto G37 yang merupakan model “bungsu” dari tiga bersaudara tersebut. Dapur pacunya mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 6300, memori 4 GB/128 GB, dan baterai 5.200 mAh.

Dengan demikian, bagi mereka yang lebih mementingkan spesifikasi hardware, Motorola Moto G77 Power mungkin lebih menarik. Harganya juga lebih murah. Namun, layar AMOLED dan bodi ramping Moto G67 juga membuatnya memiliki daya tarik tersendiri.
Di samping Moto G67 dan Moto G77 Power, ada model ketiga dari rangkaian ponsel mainstream teranyar Motorola di Indonesia, yaitu Moto G37. Tampilan lengkap dan hasil penelusuran singkat dari ponsel tersebut bisa disimak dalam artikel hands-on oleh 91mobiles Indonesia di tautan berikut.










