Infinix Zero 5G review: Desainnya Juara

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

7.0/10
Desain
 
7.0
/10
Layar
 
7.0
/10
Sistem operasi
 
6.0
/10
Kamera
 
6.0
/10
Kinerja
 
8.0
/10
Baterai
 
7.0
/10

Pros

  • Desain yang luar biasa
  • Performa mumpuni
  • Baik untuk gaming

Cons

  • Software mengecewakan
  • Kamera harusnya bisa dikembangkan
  • Tidak ada WideVine L1

Merek Infinix yang merupakan milik Transsion Holdings terus mendapatkan kekuatan dengan sekumpulan smartphone kaya fitur yang ditawarkan dengan label harga yang lebih dari terjangkau. Salah satu produk yang ditawarkan ialah Infinix Zero 5G yang merupakan pilihan nama yang aneh dalam seri ponsel, tetapi Infinix memang tidak mematuhi standar penamaan sebelumnya. Melihat spesifikasi dan harga yang ditawarkan di kisaran 3 jutaan rupiah, Zero 5G pasti layak untuk diperiksa lebih jauh. Bisakah smartphone ini menciptakan kegaduhan di segmen smartphone terjangkau yang diperebutkan berbagai merek lain? Mari kita cari tahu.

Simpulan Awal

Infinix Zero 5G terjebak dengan software yang kurang, layar yang biasa saja dan kamera yang kurang dapat diterima pasar. Namun, untuk urusan performa, smartphone ini sangat baik apalagi desain yang dibawa juga penuh gaya…..meski ponsel terasa berat ketika melihat bodinya.

The Lowdown

Saya telah menunjukkan smartphone ini kepada beberapa teman saya dan meminta mereka untuk menebak harganya hanya dengan melihat perangkatnya. Kebanyakan dari mereka sedikit terkecoh. Apalagi, ponsel ini menggunakan bodi plastik yang mengkilap dan halus menyatu dengan rumah kamera yang menonjol.  Smartphone ini dibuat begitu luar biasa, dengan menonjolkan desain bodi dengan lekukan dan nuansa bodi halus di tangan. Di bagian bawah, ada port USB C, jack headphone dan speaker grill yang umum pada smartphone Infinix. Untuk varian warna Cosmic Black memiliki gradient seperti satin yang berkilau di bawah sinar matahari dan kemungkinan akan menarik perhatian hampir semua orang yang melihatnya. Selain itu, tombol daya yang ditanami sensor sidik jari dan tombol volume diposisikan di samping bodi dengan posisi sedikit lebih tinggi dari yang saya inginkan. Untuk desain Infinix Zero 5G ini mendapat nilai 4 / 5.

Di sisi layar, perangkat ini memiliki panel LCD TFT berukuran 6,78 inci dengan kecepatan refresh 120Hz dan resolusi FHD+. Spesifikasi ini sendiri tidak terlalu mengesankan karena sebagian besar ponsel saat ini memiliki layar panel yang lebih baik meski banyak yang masih serupa. Karena itu, saya merasa bingung bahwa Zero 5G mendukung konten HDR10 tapi tidak memiliki sertifikasi WideVine L1. Akibatnya, pengalaman ketika menonton di layar smartphone ini terasa kurang sebab ketika ada video yang kaya warna hanya bisa ditampilkan dan dibatasi pada resolusi 480p. Walaupun demikian, ketika tidak melihat konten, layar ponsel ini secara umum cukup bagus dan warna yang dihadirkan cukup akurat sampai tingkat tertentu….meskipun tidak sesemarak panel AMOLED. Sudut pandang pada layar ini masih dapat diterima seperti haknya tingkat kecerahan layar yang memungkinkan pengguna menonton di luar ruangan dengan puas. Memang dagu di bagian bawah tampak sedikit besar untuk selera saya, sementara punch-hole di bagian atas tampak besar dan memiliki sisi lingkaran yang lebar.

Di bagian kamera, Infinix telah menyertakan kamera utama 48MP, kamera telephoto 13MP dengan zoom optik 2x dan kamera kedalaman 2MP. Saat kondisi sore hari atau minim cahaya, kamera utama mampu memberikan bidikan tajam dengan detail yang halus bahkan di area bayangan. HDR otomatis bekerja secara efektif dan memungkinkan warna biru tampil baik sambil mengkompensasi eksposur dari matahari. Kecepatan rana cukup lambat yang menimbulkan sejumlah goncangan kecuali tangan Anda posisi benar-benar diam. Infinix juga memungkinkan Anda untuk menyesuaikan nilai f untuk kedalaman bidang saat menggunakan mode portrait, meskipun pemisahan latar belakang tidak terlalu baik. Lensa telephoto 2x bekerja dengan baik dalam pencahayaan yang baik, tetapi hasilnya akan berantakan pada saat malam hari. Omong-omong, kemampuan foto malam hari perangkat ini sangat tidak lengkap, dengan mode malam yang hasil eksposurnya tampak kacau. Tidak lupa ada kamera selfie 16MP biasa di bagian depan yang sayangnya sedikit berlebihan hasilnya tetapi warna kulitnya tetap baik.

SoC Mediatek Dimensity 900 memiliki kemampuan 5G dan mampu menjalankan berbagai hal dalam Infinix Zero 5G. Untuk harga yang ditawarkan, saya tidak berpikir ada chipset yang lebih baik di pasaran. Melihat skor AnTuTu dan Geekbench memberi kita gambaran bagus tentang kemampuan pemrosesan perangkat. Pengalaman saya saat menggunakan Zero 5G, kecuali software-nya, sangat lancar, tanpa cacat dan sangat mulus. Dengan RAM 8GB bersama tambahan 3GB yang dipinjam dari penyimpanan internal, tentu aplikasi terberat pun tetap terbuka di latar belakang. Pengalaman bermain game juga cukup bagus untuk sebuah ponsel murah, bahkan game BGMI mampu berjalan penuh pada 45fps tanpa hambatan.

Justru masalah besar yang saya alami dalam ponsel ini adalah seputar sistem Android XOS 10 yang hadir dengan banyak bloatware. Antarmuka secara umum juga tidak terlalu menarik meskipun Infinix telah mengambil contoh dari Realme UI dengan pengaturan cepat model baru yang besar dan pemberitahuan yang terorganisir. Namun, adanya pemberitahuan masuk ke PalmID cukup meresahkan bagi saya. Fitur lain pada perangkat ini termasuk speaker yang sedikit pecah suaranya saat volume tinggi, sensor sidik jari yang cepat dan kinerja 4G LTE yang dapat diterima di berbagai jaringan, dan kualitas mikrofon dan lubang telinga yang terasa standar.

Dalam hal daya tahan baterai, Anda akan mendapatkan baterai berkapasitas 5.000mAh yang merupakan hal standar dalam sebuah ponsel harga terjangkau saat ini. Saya tidak dapat menjalankan tes baterai PCMark dalam ponsel ini karena aplikasi terus berhenti ketika digunakan di ponsel infinix ini. Tetapi saya memiliki gambaran umum seputar masa pakai baterai. Ponsel ini cukup layak untuk membuat saya nyaman sepanjang hari penggunaan biasa, termasuk penggunaan GPU yang intensif, menjelajah sosial media, dan menonton video Youtube. Untuk menjaga perangkat ini tetap terisi daya, infinix juga menyediakan pengisian daya cepat 33W yang dapat mengisi baterai secara penuh dalam waktu 90 menit.

Kesimpulan

Infinix Zero 5G mengikuti tren saat ini dengan desain yang hampir sempurna dan performa yang mulus. Sayangnya, untuk harga 3 jutaan, perangkat ini terasa biasa saja dalam berbagai aspek yang ditawarkan seperti kualitas layar dan kamera. Sementara itu, sistem operasi yang dihadirkan juga tidak terlalu bagus. Moto G71 mengemas spesifikasi yang mirip dan performa yang hampir sama, menawarkan UI yang jauh lebih bersih dan kamera yang lebih baik. Label harga Zero 5G menjadikannya sebagai salah satu ponsel yang paling fokus pada performa mesin di pasar. Dan, Anda bisa mempertimbangkannya jika performa dan desain ponsel ini menarik bagi Anda.

Editor’s rating: 3.5 / 5

Alasan membeli

  • Desain yang berkelas
  • Performa yang solid dan dapat diandalkan
  • Mumpuni untuk bermain game

Alasan tidak membeli

  • Performa kamera yang harusnya bisa lebih baik
  • Software tidak memuaskan
  • Tidak ada sertifikasi WideVine L1
Infinix Zero 5G Harga
Rp. 3.099.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua