
Belum lama setelah mengumumkan kehadiran HomeView pada 13 Oktober lalu, Apple kembali bersiap menggelar event lain di kota Los Angeles, Amerika Serikat. Acara kali ini akan diadakan pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple, Greg Joswiak, ikut mengunggah sebuah video teaser dengan durasi beberapa detik di media sosial X. Isinya hanya memperlihatkan logo Apple berwarna silver dengan layar belakang hitam. “Tak sabar untuk pro dan tell pekan depan,” ujarnya singkat.
Can’t wait to pro and tell next week. https://t.co/3wUkxwq35i
— Greg Joswiak (@gregjoz) October 19, 2026
Table of Contents
Event bertajuk “Pro and Tell” seperti yang diucapkan oleh Joswiak itu diduga akan menjadi ajang perkenalan perangkat laptop MacBook Pro yang dibekali layar sentuh untuk pertama kalinya. Salah satu indikasinya adalah perubahan kode di macOS 27 yang menunjukkan bahwa Apple sedang bersiap memperbarui sistem operasi tersebut untuk mengakomodasi input sentuh.
Selama ini Apple bersikeras tak menyematkan layar sentuh pada jajaran MacBook meskipun fitur tersebut merupakan kemampuan sentral di iPhone dan iPad, serta telah banyak pula diterapkan di laptop Windows.
MacBook touchscreen disinyalir akan menggunakan panel layar OLED berukuran 14 inci dan 16 inci dengan notch Dynamic Island. Layar OLED bisa menghasilkan kontras lebih tinggi dan gambar lebih cerah dibandingkan panel mini LED yang digunakan di jajaran MacBook Pro sekarang.
Bukan hanya MacBook Pro touchscreen saja yang mendapat layar OLED, Apple pun diduga akan menyematkannya ke iPad Mini model baru. Jika benar, perangkat tersebut bakal menjadi yang pertama di serinya yang dibekali panel OLED, setelah selama ini hanya berkutat dengan panel LCD.
Kamera depan iPad Mini OLED kabarnya juga akan pindah ke sisi panjang, sehingga posisinya di atas ketika tablet berada dalam orientasi landscape, sejalan dengan tren di perangkat-perangkat tablet premium masa kini.
Apple konon juga akan menanam chipset yang lebih kencang pada iPad Mini OLED, supaya bisa menangani fitur-fitur Apple Intelligence dan aplikasi yang demanding. Namun, segala peningkatan tersebut kemungkinan besar akan mendongkrak harganya menjadi semakin mahal.