91mobqa | Indonesia Blog https://www.91mobiles.com/id/hub Tue, 20 Jan 2026 09:15:25 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.5.3 Review Samsung Galaxy S25 FE: Desain Premium, Jaminan Software Panjang https://www.91mobiles.com/id/hub/review-samsung-galaxy-s25-fe-desain-premium-jaminan-software-panjang/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-samsung-galaxy-s25-fe-desain-premium-jaminan-software-panjang/#respond Fri, 10 Oct 2025 06:39:03 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=15649 Premis dari seri Samsung Galaxy FE selalu sederhana, yakni menghadirkan pengalaman kelas premium ala seri S tanpa harus membayar harga flagship. Seiring waktu, seri ini semakin matang, dan dengan kehadiran Galaxy S25 FE, jarak antara versi “Fan Edition” dan seri utama kini hampir benar-benar kabur.Tahun ini, Samsung memberikan cukup banyak peningkatan. Ponsel ini kini menggunakan […]

The post Review Samsung Galaxy S25 FE: Desain Premium, Jaminan Software Panjang first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Premis dari seri Samsung Galaxy FE selalu sederhana, yakni menghadirkan pengalaman kelas premium ala seri S tanpa harus membayar harga flagship. Seiring waktu, seri ini semakin matang, dan dengan kehadiran Galaxy S25 FE, jarak antara versi “Fan Edition” dan seri utama kini hampir benar-benar kabur.

Tahun ini, Samsung memberikan cukup banyak peningkatan. Ponsel ini kini menggunakan chipset Exynos 2400 yang sama dengan seri flagship Galaxy S24, kapasitas baterainya naik menjadi 4.900 mAh dengan pengisian cepat 45 watt, rangkanya kini lebih kokoh dengan material aluminium, dan kamera depannya ditingkatkan menjadi 12 MP. Menariknya lagi, ini juga menjadi salah satu ponsel seri Galaxy S pertama yang langsung hadir dengan One UI 8 versi penuh secara out-of-the-box.

Jadi, dengan begitu banyak kemiripan dengan seri utama, apakah S25 FE masih bisa menonjol di pasar yang sangat kompetitif? Mari kita bahas dalam ulasan berikut.

Desain bodi meningkat, namun tetap familiar

Perubahan yang paling terasa pada Galaxy S25 FE adalah betapa ramping dan ringannya ponsel ini. Kini ketebalannya hanya 7,4 mm, serta punya bobot 190 gram, turun cukup signifikan dari Galaxy S24 FE yang punya ketebalan 8 mm dan bobot 212 gram. Bezel layarnya juga lebih tipis, meskipun bagian bawah (dagu) masih sedikit lebih tebal. Kemungkinan hal ini disengaja agar tetap berbeda dari seri S utama.

Secara desain, tampilannya masih sangat mirip dengan Galaxy S24 FE. Panel belakang menggunakan kaca matte yang terasa halus dan tidak mudah dihinggapi noda sidik jari. Unit yang diuji tim 91Mobiles merupakan varian warna Navy Blue, tampil elegan sekaligus premium. Bingkai aluminium barunya memberikan kesan kokoh dan menambah kenyamanan grip, walau sayangnya panel belakang terasa cukup licin jika tidak memakai casing.

Tata letak tombol dan port juga standar yaitu laci kartu SIM dan speaker utama di bawah, tombol daya dan volume di kanan, serta dua mikrofon peredam bising di atas. Saat diletakkan menghadap ke atas di atas meja, bagian kamera sedikit membuatnya bergoyang, tapi ini tidak terlalu mengganggu.

Kamera oke di berbagai kondisi pencahayaan

Konfigurasi kamera di Samsung Galaxy S25 FE hampir identik dengan pendahulunya, terdiri atas kamera utama 50 MP, ultrawide 12 MP, dan telefoto 8 MP yang mendukung zoom optis di tingkatan 3x. 

Dalam kondisi cahaya terang, kamera utamanya menghasilkan foto dengan warna alami dan dinamis, meski terkadang bayangannya sedikit “tertekan”, alias terlalu gelap sehingga teksturnya tidak terlihat. Kamera ultrawide cukup baik namun sedikit mengorbankan detail, sedangkan kamera telefoto 3x justru tampil mengesankan dengan hasil yang konsisten dan memadai.

Peningkatan paling nyata terlihat pada kamera depan 12 MP. Selfie yang dihasilkan kini lebih tajam, natural, dan tidak terlalu “beautified”. Namun, yang paling menonjol justru performanya di malam hari. Dengan menggunakan Night Mode, hasil fotonya terlihat bersih, penuh detail, dan tetap realistis. Secara keseluruhan, sistem kameranya bisa diandalkan di hampir semua kondisi cahaya.

Pengalaman multimedia yang menakjubkan

Galaxy S25 FE menghadirkan layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci yang sama seperti pendahulunya, dengan tingkat kecerahan maksimal mencapai 1.900 nits. Panel ini memiliki refresh rate 120 Hz dan resolusi Full HD Plus, sehingga konten tampak mulus dan tajam. Namun, menurut pengalaman kami, tingkat kecerahannya terasa agak kurang di bawah sinar matahari langsung.

Namun, terlepas dari isu kecerahan tersebut, kualitas visualnya tetap salah satu yang terbaik. Panel layar ini menampilkan layar yang sangat cerah, warna hitamnya pekat dengan kontras tinggi yang membuat pengalaman menonton video terasa memanjakan mata. Dengan dukungan HDR10+, konten di semua platform streaming terlihat menawan. Layar ini juga dilindungi oleh Corning Gorilla Glass, dan kami harus bilang, kami cukup terkesan. Setelah seminggu penggunaan yang agak kasar, tidak ada satu goresan atau bekas pun yang terlihat.

Sebagai pelengkap, speaker-nya benar-benar luar biasa untuk kelas harganya. Suaranya bisa sangat lantang namun tetap jernih, dengan bass yang nendang dan vokal yang kuat, menjadikan Galaxy S25 FE perangkat yang fantastis untuk menikmati konten multimedia.

Performa andal, tapi kurang stabil secara termal

Galaxy S25 FE dibekali chip kelas flagship sebenarnya, yakni Exynos 2400 yang sama seperti pada Galaxy S24 dan S24 Plus. Kendati begitu, meski merupakan chip tahun lalu, performanya masih sangat kuat dan berjalan mulus untuk penggunaan sehari-hari. Kami tidak menemui stutter atau lagging sama sekali. Dalam perbandingan langsung, performanya menjadi tandingan yang sepadan bagi Snapdragon 8 Gen 3, jadi Anda tidak akan merasa banyak kehilangan kecuali jika Anda seorang gamer berat.

Ponsel ini berhasil menorehkan skor AnTuTu v10 di angka 2.069.599 poin, dengan skor Geekbench 6 sebesar 2.011 poin (single-core) dan 6.687 poin (multi-core). 

Terlepas dari performanya yang tinggi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ponsel ini hanya hadir dengan RAM 8 GB di semua varian memorinya. Ini memang masih sangat cukup untuk sebagian besar pengguna umum saat ini, tetapi ketiadaan opsi RAM 12 GB bisa jadi pertimbangan untuk pemakaian jangka panjang, terutama ketika banyak kompetitor di kelas harga yang sama sudah menawarkan RAM lebih besar.

Kami juga memperhatikan bahwa ponsel ini bisa terasa sedikit panas saat menjalankan tugas berat. Misalnya saat bermain game atau merekam dengan kamera dalam waktu lama, bagian samping dan area sekitar kamera terasa panas saat disentuh. Hal ini memang kerap terjadi pada ponsel dengan chip bertenaga tinggi, dan mungkin dapat diperbaiki lewat optimisasi software di masa depan. Berbicara suhu, Galaxy S25 FE berhasil mempertahankan 29,4 persen dari performa maksimalnya saat diujikan pada benchmark Burnout. 

Secara keseluruhan, ponsel ini bukan perangkat yang dirancang untuk sesi gaming panjang atau multi-tasking berat. Jika penggunaan harian Anda tidak melibatkan skenario berat seperti itu, maka performanya sudah lebih dari cukup, dan panasnya pun tidak akan jadi masalah berarti.

Di sisi software, Samsung Galaxy S25 FE sangat unggul. Ini merupakan salah satu ponsel pertama yang hadir dengan Android 16 dan One UI 8 secara out-of-the-box. Anda mendapatkan seluruh rangkaian fitur Galaxy AI yang juga ada di seri utama S, seperti Live Translate, Circle to Search, Chat Assist, serta berbagai alat bantu foto dan transkrip lainnya.

Namun yang paling menarik adalah janji Samsung untuk memberikan pembaruan OS dan patch keamanan selama 7 tahun, yang berarti ponsel ini akan tetap didukung hingga tahun 2032. Ini merupakan komitmen yang luar biasa, namun sisi future-proofing-nya terhalangi dengan fakta bahwa ponsel ini cuman punya RAM 8 GB. 

Baterai tergolong oke, namun masih kalah saing

Kendati Samsung telah meningkatkan kapasitas baterai ponsel ini menjadi 4.900 mAh, pengalaman kami terhadap daya tahannya sehari-hari tidak terlalu mengesankan. Dalam penggunaan berat, ponsel ini beberapa kali tidak mampu bertahan hingga malam hari dan mengharuskan ponsel untuk dicas sebelum mencapai penghujung hari. Kami mendapatkan waktu screen-on time sekitar 4,5 jam saat menggunakan jaringan 5G dan Wi-Fi, yang bisa sedikit meningkat menjadi sekitar 5 jam saat hanya memakai Wi-Fi di kantor.

Untuk pengguna ringan, daya tahan ini mungkin sudah cukup. Namun bagi pengguna berat, mungkin akan terasa kurang. Pengujian baterai menggunakan PC Mark sempat gagal dua kali, jadi kami tidak bisa memberikan skor sintetis, namun pengalaman penggunaan nyata terasa agak kurang memuaskan.

Kini beralih ke pengisian daya. Ponsel ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam penuh untuk terisi penuh dengan charger yang kompatibel. Durasi ini terasa agak lambat untuk baterai sebesar ini, terutama karena perangkat lain di seri S25 bisa terisi penuh dalam sekitar 60 menit hanya dengan kecepatan 25 watt. Kami merasa daya yang masuk tidak benar-benar mencapai 45 watt, meskipun kami menggunakan charger asli Samsung dengan daya yang sama.

Kesimpulan

Pengalaman menggunakan Galaxy S25 FE terasa cukup campur aduk. Soalnya, ada sejumlah hal yang menjadi kekurangan. Daya tahan baterai menjadi salah satu kekurangan utamanya. Sebagai pengguna berat, kami harus mengisi daya 2 kali sehari. Ponsel ini juga terasa sedikit panas, bukan hanya saat bermain game, tetapi juga ketika digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Meskipun performanya bagus, kami agak khawatir bahwa RAM 8 GB miliknya mungkin tidak akan terasa secepat itu dalam beberapa tahun ke depan, terutama dengan janji pembaruan software yang panjang.

Terlepas hal tersebut, ada juga banyak hal yang patut disukai. Desainnya terasa dan terlihat memukau karena ramping, ringan, dan memiliki nuansa premium khas Samsung. Layar dan speaker miliknya menjadikannya perangkat yang memadai untuk menonton film, dan performa hariannya mulus, persis seperti yang diharapkan dari chip kelas flagship. Jaminan update software selama 7 tahun juga menjadi hal yang sangat menarik. Kameranya bisa diandalkan, terutama dalam kondisi cahaya rendah yang hasil fotonya terlihat lebih realistis dan menarik.

Galaxy S25 FE adalah ponsel yang sangat matang untuk pengguna yang menghargai pengalaman software konsisten dan dukungan multimedia yang hebat. Dengan harga mulai dari Rp 9 juta, ponsel ini worth it dimiliki bagi pengguna moderat yang menginginkan pengalaman media kelas atas sekaligus dijanjikan masa update yang panjang.

Rating editor: 8 / 10

Alasan membeli:

  • Desain premium, ramping, dan nyaman di genggaman.
  • Layar cerah dengan speaker yang mantap, cocok untuk menunjang aktivitas hiburan.
  • Masa jaminan pembaruan OS utama dan patch keamanan hingga 7 tahun, sulit ditandingi di kelasnya.
  • Kamera bisa diandalkan untuk menghasilkan foto yang realistis dan menarik, terutama di kondisi minim cahaya.

Alasan tidak membeli:

  • Perangkat ini hanya punya RAM 8 GB.
  • Daya tahan baterainya tergolong biasa saja, bahkan kemungkinan tidak bakal tahan seharian untuk pemakaian berat.
  • Cenderung sedikit panas, bahkan pada penggunaan sehari-hari.

The post Review Samsung Galaxy S25 FE: Desain Premium, Jaminan Software Panjang first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-samsung-galaxy-s25-fe-desain-premium-jaminan-software-panjang/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2025/10/Galaxy-S25-FE-review-1-150x150.avif150150
Review Infinix GT 30: HP Paling Cocok untuk Gamer https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-gt-30-hp-paling-cocok-untuk-gamer/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-gt-30-hp-paling-cocok-untuk-gamer/#respond Fri, 19 Sep 2025 05:37:39 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=15614 Beberapa waktu lalu di tahun ini, kami sempat mencoba Infinix GT 30 Pro, smartphone kelas menengah terbaru dari Infinix yang berfokus pada gaming. Perangkat tersebut menghadirkan peningkatan di hampir semua aspek dibanding pendahulunya, dengan sorotan utama berupa tambahan gaming triggers. Kini, Infinix GT 30 “reguler” hadir dengan filosofi yang sangat mirip.Dibanderol sedikit lebih murah dibanding […]

The post Review Infinix GT 30: HP Paling Cocok untuk Gamer first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Beberapa waktu lalu di tahun ini, kami sempat mencoba Infinix GT 30 Pro, smartphone kelas menengah terbaru dari Infinix yang berfokus pada gaming. Perangkat tersebut menghadirkan peningkatan di hampir semua aspek dibanding pendahulunya, dengan sorotan utama berupa tambahan gaming triggers. Kini, Infinix GT 30 “reguler” hadir dengan filosofi yang sangat mirip.

Dibanderol sedikit lebih murah dibanding versi Pro, ponsel ini menawarkan banyak fitur serupa, meski dengan beberapa pengecualian. Chipset-nya menggunakan MediaTek Dimensity 7400, sistem kameranya lebih sederhana, dan hardware-nya pun lebih standar untuk kelas harganya. Kendati begitu, ponsel ini tetap berpegang pada filosofi yang sama yaitu berorientasi pada performa gaming. Dalam hal performa murni dan kemampuan bermain game, perangkat ini menempati posisi atas di segmennya.

Desain khas gaming, ada GT Shoulder Triggers

Infinix GT 30 mengusung konsep desain yang sama dengan varian Pro dan mewarisi hampir seluruh spesifikasinya. Dengan ketebalan hanya 8 mm dan bobot sekitar 188 gram, ponsel ini terasa sangat nyaman digenggam. Varian warna Pulse Green yang diuji tim 91Mobiles menampilkan aksen visual khas perangkat gaming, yang kami apresiasi karena memberikan sedikit karakter pada desainnya.

Salah satu perbedaan utama dari model Pro ada pada pencahayaannya. Infinix GT 30 menggunakan lampu LED putih di semua varian warnanya, bukan pencahayaan RGB. Perubahan ini justru kami sukai karena tampilannya lebih minimalis. Namun, kompromi yang lebih terasa adalah sertifikasi IP64. Ini agak disayangkan, mengingat beberapa pesaing di kelas harga yang sama sudah menawarkan perlindungan IP68 atau bahkan IP69.

Kendati begitu, ponsel ini tetap membawa hampir semua fitur utama varian Pro dalam hal pengalaman bermain game. Fitur paling menonjol adalah GT Shoulder Triggers baru, yang menawarkan tingkat respons sentuhan 520 Hz, membuat permainan multiplayer cepat terasa lebih seru. Triggers ini terasa responsif dan presisi, meski sayangnya tidak memiliki tekstur atau tonjolan fisik untuk membedakannya dari bingkai samping, mirip seperti tombol bahu yang ditemui pada Infinix GT 30 Pro. 

Layar memukau, namun kualitas speaker sedikit menurun

Infinix GT 30 menggunakan layar yang sama dengan varian Pro, dan ini merupakan salah satu aspek terbaik dari ponsel ini. Panel AMOLED berukuran 6,78 inci miliknya berada di resolusi tajam 1,5K, serta menampilkan warna cerah dengan cakupan 100 persen DCI-P3. Dengan refresh rate 144 Hz, semua aktivitas seperti scrolling hingga bermain game terasa sangat mulus. Layar ini juga mendukung PWM Dimming 2.340 Hz untuk kenyamanan di kondisi minim cahaya, telah tersertifikasi HDR10 untuk streaming platform seperti Netflix, serta dilapisi kaca pelindung Gorilla Glass 7i yang tangguh.

Visualnya tajam dan immersive, didukung oleh sudut pandang luas serta bezel yang tipis. Speaker stereo miliknya cukup lantang untuk menikmati konten hiburan, dengan hasil rata-rata 80 dB dalam pengujian kami, meski ada sedikit distorsi pada volume maksimum.

Namun, kekurangan terbesar pada sektor audio terletak pada keseimbangannya. Suara lebih dominan keluar dari speaker bawah (atau kanan jika dalam posisi lanskap), hanya terdengar sekitar 80 persen dari total suara. Sementara speaker atas terdengar lebih lemah. Hasilnya, keluaran suara terasa timpang dan nyaris tidak menyerupai stereo sejati, sehingga pengalaman menonton atau mendengarkan terasa kurang memuaskan dibandingkan sejumlah rivalnya di harga serupa. 

Bagaimana kinerja dan software-nya?

Infinix GT 30 disokong oleh chipset MediaTek Dimensity 7400, dipasangkan dengan RAM hingga 12 GB LPDDR4X dan penyimpanan internal 256 GB UFS 2.2. Namun, kapasitas penyimpanannya tidak bisa diperluas lagi. Artinya, pengguna terikat pada konfigurasi yang dibeli, sehingga varian 256 GB menjadi pilihan yang kami rekomendasikan di tahun 2025.

Dalam penggunaan sehari-hari, ponsel ini terasa sangat gesit. Kami tidak menemukan penurunan performa atau lagging saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus, berpindah antar aplikasi, maupun saat menelusuri antarmuka. Semua berjalan mulus tanpa kendala berarti. Untuk gaming, GT 30 mampu menangani sebagian besar game modern dengan baik. Sejumlah judul berat seperti BGMI (PUBG Mobile versi India) dan Genshin Impact bisa berjalan di kisaran 30- 40 FPS pada pengaturan tinggi, sementara BGMI juga mendukung mode 90 FPS pada grafik Smooth. Untuk game yang lebih ringan seperti COD: Mobile, performanya lebih stabil, rata-rata di atas 50 FPS pada pengaturan tinggi.

Dari segi benchmark, Infinix GT 30 ini menorehkan skor AnTuTu v10 sebesar 727.195 poin, tergolong kencang untuk ponsel di kelas harga Rp 3 jutaan. Lalu pada Geekbench 6, performanya mencatatkan skor 1.073 poin untuk single-core dan 3.221 poin untuk multi-core.

Manajemen suhu juga sangat mengesankan. Berkat sistem pendingin Vapour Chamber, suhu ponsel hanya naik rata-rata sekitar 3 derajat Celsius setelah digunakan bermain game selama 30 menit. Pembuangan panas yang efisien ini membuatnya menjadi pilihan menarik bagi gamer yang mengutamakan performa stabil dalam sesi bermain panjang. Dari segi throttling, perangkat ini mampu mempertahankan 71,6 persen dari performa maksimalnya pada pengujian Burnout Test. 

Sisi software di perangkat ini sudah menjalankan XOS 15 berbasis Android 15, menawarkan beberapa peningkatan penting seperti animasi aplikasi yang lebih mulus, tampilan app drawer baru, serta panel notifikasi yang diperbarui. Antarmukanya terasa lebih bersih dan rapi dibanding versi sebelumnya, dan Infinix patut diapresiasi karena berhasil mengurangi jumlah aplikasi bawaan yang tidak diperlukan. 

Menyoal masa jaminan update, Infinix GT 30 dijanjikan 2 tahun pembaruan OS utama dan 3 tahun patch keamanan, tergolong standar di kelas harganya. 

Kamera memadai untuk sekelas ponsel gaming

Seperti yang bisa diduga dari ponsel gaming, sistem kamera menjadi area yang paling dipangkas pada Infinix GT 30. Kendati begitu, setup-nya masih tergolong bagus, dengan kamera utama 64 MP dan ultrawide 8 MP. Kehadiran ultrawide di harga Rp 3 jutaan merupakan sebuah tambahan yang patut diapresiasi. Soalnya, fitur ini mulai dihilangkan pada sejumlah ponsel rivalnya.

Berdasarkan pengujian kami, sistem kamera Infinix GT 30 ternyata cukup mengejutkan. Di siang hari, kamera utamanya mampu menghasilkan gambar dengan warna hangat yang menarik dan dynamic range yang luas, meski kadang harus mengorbankan detail halus. Kamera ultrawide miliknya memberikan hasil yang cukup baik dalam kondisi pencahayaan bagus.

Untuk foto portrait, ponsel ini mampu memisahkan subjek dari latar belakang dengan baik, namun menurut kami pemrosesan warnanya kadang terlalu agresif hingga membuat warna kulit terlihat kurang alami. Pola ini berlanjut pada hasil selfie, yang memang detail tetapi sering menampilkan warna yang saturated. Fotografi dalam cahaya rendah adalah aspek terlemahnya. Meski night mode miliknya dapat menghasilkan gambar yang terang, mode ini kesulitan mempertahankan detail dan mengontrol sumber cahaya dengan baik. Singkatnya, kameranya cukup andal dan serbaguna untuk foto kasual dan unggahan media sosial, namun bukan pilihan tepat bagi mereka yang mengutamakan akurasi warna.

Ketahanan baterai yang memuaskan dengan pengisian daya “ngebut”

Infinix GT 30 disuplai dengan baterai 5.500 mAh yang disertai dukungan pengisian cepat 45 watt via kabel, konfigurasi baterai yang sama dengan Infinix GT 30 Pro. Dalam pengujian baterai kami, hasilnya tergolong rata-rata jika dibandingkan dengan para pesaing utamanya.

Kendati begitu, dalam penggunaan sehari-hari, daya tahannya seharusnya cukup untuk satu hari penuh bagi sebagian besar pengguna. Ponsel ini berhasil bertahan sekitar 7 jam pada durasi screen-on time, meski perlu diingat bahwa ini dalam skenario penggunaan harian biasa. Saat digunakan untuk sesi bermain game (2 jam atau lebih), waktu screen-on time menjadi sekitar 5 jam hingga 5,5 jam. Durasi tersebut masih tergolong baik.

Ada juga fitur praktis seperti bypass charging (daya langsung disuplai ke motherboard), mode pengisian suhu rendah, dan sebagainya. Kecepatan pengisiannya pun cukup layak, membutuhkan sekitar 49 menit untuk mengisi dari 20-100 persen. Tak ada yang perlu dikeluhkan di sini.

Kesimpulan

Infinix GT 30 rilis di Indonesia pada September 2025 dalam satu-satunya varian memori yakni RAM 8 GB/ 256, dibanderol seharga Rp 3,5 juta. Dengan harga yang ditawarkan, Infinix GT 30 menghadirkan layar AMOLED beresolusi tinggi 144 Hz yang mengesankan, performa kelas atas untuk gaming maupun penggunaan harian, daya tahan baterai yang cukup baik, serta sistem kamera yang layak.

Fitur utamanya terletak pada rangkaian alat pendukung gaming, termasuk GT Shoulder Triggers, yang menjadikannya ideal bagi gamer serius. Satu-satunya kekurangannya, menurut kami, adalah speaker stereo yang tidak seimbang dan daya tahan baterai yang, meski cukup baik, belum bisa dibilang unggul dibandingkan perangkat lain di kelasnya. Selain itu, perangkat ini menawarkan fitur all-rounder yang cukup oke sembari berfokus pada gaming. Anda bahkan bisa menambahkan aksesoris gaming Infinix GT seperti kipas pendingin untuk meningkatkan pengalaman bermain.

Rating editor: 8,2/ 10

Alasan membeli:

  • Desain khas gaming, ada tombol bahu L+R “GT Shoulder Triggers”.
  • Layar AMOLED 144 Hz dengan tampilan warna yang cerah.
  • Performa gaming yang menonjol, cocok untuk gaming berat atau pemakaian sehari-hari.
  • Sensasi getaran (haptic feedback) yang memuaskan untuk kelas harganya.

Alasan tidak membeli:

  • Speaker stereo miliknya menghasilkan suara yang kecil sebelah.
  • Baterai cukup awet untuk seharian, namun kalah saing dibandingkan rivalnya. 
Infinix GT 30 Harga
Rp. 3.592.000
Pergi Ke Toko
Rp. 3.734.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Infinix GT 30: HP Paling Cocok untuk Gamer first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-gt-30-hp-paling-cocok-untuk-gamer/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2025/10/Infinix-GT-30-5G-review-150x150.jpg150150
Review Infinix Note 50x: HP Kaya Fitur yang Murah Meriah https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-note-50x-hp-kaya-fitur-yang-murah-meriah/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-note-50x-hp-kaya-fitur-yang-murah-meriah/#respond Thu, 17 Jul 2025 07:33:09 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=15433 Infinix Note 50x merupakan salah satu ponsel baru dalam lini smartphone terjangkau milik Infinix dan penerus langsung dari Infinix Note 40x, perangkat yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu ponsel kamera terbaik di bawah 15 ribu rupee (Rp 3 juta) di India. Sayangnya, kala itu Infinix Note 40x tidak diboyong masuk ke Tanah Air. Kali ini, Infinix […]

The post Review Infinix Note 50x: HP Kaya Fitur yang Murah Meriah first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Infinix Note 50x merupakan salah satu ponsel baru dalam lini smartphone terjangkau milik Infinix dan penerus langsung dari Infinix Note 40x, perangkat yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu ponsel kamera terbaik di bawah 15 ribu rupee (Rp 3 juta) di India. Sayangnya, kala itu Infinix Note 40x tidak diboyong masuk ke Tanah Air. 

Kali ini, Infinix meningkatkan kinerja perangkatnya lebih jauh lagi. Dengan harga rilis Rp 2,6 juta, Infinix Note 50x menghadirkan peningkatan yang mengejutkan di kelas harganya. 

Ponsel ini disokong oleh chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate, baterai berkapasitas lebih besar yaitu 5.500 mAh, serta sederet fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman penggunaan sehari-hari. 

Di atas kertas, harganya terlihat terlalu murah untuk spesifikasi yang ditawarkan. Lantas, apa yang menjadi kekurangannya? Itulah yang akan kami bahas dalam review lengkap kali ini. Mari kita mulai.

Kesimpulan awal

Infinix Note 50x 5G adalah perangkat kaya fitur dengan harga yang sangat kompetitif. Ponsel ini menawarkan performa solid berkat chipset Dimensity 7300 Ultimate, kamera yang bisa diandalkan, serta baterai yang awet, menjadikannya pilihan ideal untuk pemakaian sehari-hari. Walau begitu, layarnya yang beresolusi rendah dan absennya jek audio port 3,5 mm merupakan kompromi yang harus diterima pengguna. 

Desain dan layar

Infinix Note 50x tampil dengan cukup berbeda dibandingkan pendahulunya, Infinix Note 40x. Modul kameranya kini mengusung desain baru yang lebih mencolok, baik secara visual maupun fisik. Modul ini sedikit menonjol dari permukaan bodi belakang, sehingga membuatnya sedikit goyang saat diletakkan di permukaan datar. Namun, wobble alias goyangan tersebut sangat minimal dan tidak mengganggu pengalaman sehari-hari secara keseluruhan.

Selebihnya, bagian belakang bodi memiliki tampilan sederhana namun tetap terasa premium. Kami secara pribadi menyukai desainnya yang bersih dan minimalis. Ponsel ini juga sudah tersertifikasi IP64 sehingga tidak rentan rusak apabila terkena debu dan percikan air. Namun, sejumlah pesaingnya (seperti Realme C75x) kini sudah menawarkan peringkat ketahanan lebih tinggi yaitu IP68 dan IP69, sehingga kompetisi di segmen ini tentunya semakin sengit. 

Beralih ke layar, Infinix Note 50x dilengkapi panel IPS LCD 6,67 inci dengan resolusi HD Plus (1.600 x 720 piksel), refresh rate 120 Hz, dan tingkat kecerahan maksimal 672 nit. Di sinilah celah yang tampaknya dimanfaatkan Infinix untuk menghemat biaya produksi. Di rentang harga Rp 2 juta, resolusi layar HD Plus kurang terasa menarik, karena resolusi HD Plus lebih sering dijumpai pada kelas harga Rp 1 jutaan. 

Kendati reproduksi warna di layarnya cukup baik di dalam ruangan, resolusinya yang rendah membuat tampilan konten terlihat kurang tajam dibandingkan ponsel lain di kelas harga yang sama. Visibilitas luar ruangan juga hanya sekadar cukup, karena tingkat kecerahan layarnya kurang mampu menandingi teriknya sinar matahari. 

Untuk fitur keamanan, ponsel ini dilengkapi sensor sidik jari yang terpasang di sisi bodi, kinerjanya cukup cepat dan akurat. Selama pengujian, respons dari sensor ini terasa konsisten dan andal tanpa kendala berarti. 

Kamera

Spesifikasi kamera Infinxi Note 50x sedikit menurun dibandingkan pendahulunya, setidaknya di atas kertas. Ketimbang sensor utama 108 MP, kini ponsel ini dibekali kamera AI utama 50 MP di bodi belakang, serta kamera 8 MP di sisi depan. Namun, meskipun angka resolusinya lebih kecil, kinerja kamera utama 50 MP ini justru cukup mengesankan. 

Hasil foto yang diambil memiliki detail, rentang dinamis, dan kejernihan yang baik. Kamera juga mampu menangani subjek manusia dengan cukup baik, terlebih dari segi reproduksi warna kulit yang natural. Area detail wajah masih kurang oke, namun ini bukan kekurangan besar untuk ponsel di harga Rp 2 jutaan. 

Untuk pemotretan di kondisi minim cahaya, hasilnya sesuai ekspektasi di kelas harga Rp 2 juta. Hasil fotonya cenderung lebih soft dan sedikit noisy. Namun begitu, perangkat ini tetap lebih unggul dari segi akurasi warna dan kinerja keseluruhannya di kondisi minim cahaya, setidaknya saat dibandingkan dengan sejumlah rivalnya. 

Di kondisi cahaya terang, ponsel ini memberikan hasil foto dengan profil warna yang cenderung warm. Meski begitu, tampilan warnanya tetap menonjol tajam tanpa merusak estetika keseluruhan. Detail foto juga lebih terjaga dibandingkan pesaingnya, terlihat dari tekstur di permukaan dan objek yang tampak jelas. 

Saat berada di mode portrait, ponsel ini karakter warna di Infinix Note 50x cenderung mengarah kepada “skin smoothing”, namun hasil fotonya masih lebih tajam. Foto pun masih memperlihatkan detail yang bersih meskipun sudah diperbesar. Reproduksi warna kulit dan koreksi warna keseluruhannya pun terlihat lebih alami, begitu pun dengan edge detection yang lebih akurat. 

Pada hasil foto selfie, Infinix Note 40x memberikan detail dan akurasi warna kulit yang cukup baik. Hasil fotonya pun terlihat lebih seimbang, tak seperti pesaingnya yang kadang terlalu terang. 

Di bagian pemotretan pada kondisi cahaya rendah, Infinix Note 50x berhasil menekan noise dengan baik dan menampilkan hasil yang lebih realistis berdasarkan kondisi sebenarnya. Namun, perangkat ini masih kewalahan menangani flare lensa serta sumber cahaya yang terlalu terang. 

Performa dan gaming

Infinix Note 50x dibekali dengan chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate, dipadukan dengan RAM hingga 8 GB LPDDR4X dan storage 128 GB UFS 2.2. Untuk kategori menengah ke bawah, Infinix tidak berkompromi soal performa, mengingat chipset yang sama juga digunakan pada ponsel dengan harga lebih tinggi, seperti Motorola G86 Power dan Poco X7 (keduanya rilis di harga Rp 3 jutaan).

Pada pengujian benchmark, Infinix Note 50x berhasil menorehkan skor AnTuTu v10 di angka 620.348 poin. AnTuTu merupakan tolok ukur yang menilai kinerja CPU, GPU, memori, dan pengalaman pengguna secara keseluruhan. 

Sedangkan, pada pengujian Geekbench 6, perangkat ini mencapai skor 1.007 poin pada single-core dan 2.896 poin pada multi-core

Bagaimana dengan kinerja di dunia nyata? Dengan dukungan Dimensity 7300 Ultra, ponsel ini mampu menjalankan aktivitas harian dengan lancar dan multi-tasking berat tanpa lagging. Menariknya, kendati Vivo T4x menggunakan chipset yang sama dan dikenal sebagai ponsel berfokus performa, performa Infinix Note 50x menyuguhkan kinerja yang sebanding dengan harga yang lebih terjangkau. 

Pengalaman gaming di ponsel ini pun cukup solid. Judul populer seperti BGMI (PUBG Mobile versi India) dan COD: Mobile berjalan lancar di pengaturan grafis menengah, dengan frame rate stabil dan pengalaman yang mulus. Meski sejumlah uji benchmark tambahan tidak dapat dijalankan lantaran terkendala kompatibilitas aplikasi, performa dalam permainan menunjukkan hasil stabil di kisaran frame rate yang kompetitif untuk kelas harganya. Dengan optimalisasi lanjutan melalui pembaruan OTA (over-the-air), ponsel ini bahkan berpotensi mendukung gaming hingga 90 FPS di masa mendatang. 

Software dan AI

Infinix Note 50x menjalankan XOS 15 berbasis Android 15 secara out-of-the-box. Versi XOS kali ini membawa sejumlah peningkatan signifikan, termasuk animasi aplikasi yang lebih mulus, app drawer yang diperbarui, serta panel notifikasi baru. Antarmukanya kini terasa lebih bersih dan rapi, dan Infinix patut diapresiasi karena mengurangi jumlah aplikasi bawaan, hal yang sering dikeluhkan pada ponsel menengah ke bawah. 

Dari segi dukungan update, Infinix Note 50x dijanjikan masa pembaruan OS utama 2 tahun dan patch keamanan 3 tahun. Adapun jumlah aplikasi bawaan yang disediakan berjumlah 48 aplikasi. 

Terdapat beragam fitur berbasis AI yang cukup fungsional dan praktis, misalnya seperti aplikasi Galeri yang memungkinkan penggunanya menekan lama objek di foto untuk melakukan “cutout”. Hasil potongan ini bisa disalin atau langsung dibagikan. Pengguna juga dapat menyalin teks langsung dari gambar, berguna untuk hal-hal seperti nota atau catatan. 

Fitur Circle to Search dari Google juga tersedia, dan seperti biasa, sangat praktis untuk pencarian cepat. Salah satu fitur besar lainnya adalah penerjemah langsung alias live call translation, sanggup digunakan di aplikasi seperti WhatsApp dan Messenger. Fitur ini bahkan juga mendukung terjemahan dua arah dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Hindi, Rusia, Indonesia, Prancis, Spanyol, Arab, dan lain sebagainya. 

Kami mengujinya dalam bahasa Inggris dan Hindi, dan hasilnya pun beragam. Kendati idenya menarik, hasil terjemahannya kadang kehilangan konteks dan sesekali terpotong di tengah kalimat. Walau begitu, fitur ini tetap berguna di situasi tertentu. Fitur AI lainnya mencakup Wallpaper Generator, AI Notes, AI Writing, dan AI Document. 

Pada Infinix Note 50x juga terdapat fitur Smart Translation untuk menerjemahkan teks yang ditampilkan di layar. Namun, kami mengalami sedikit kesulitan mengaktifkan gesture-nya, sehingga harus menyeleksi tulisan secara manual, yang untungnya tetap berfungsi baik setelah aktif. 

Baterai dan pengisian daya

Infinix Note 50x dilengkapi dengan baterai 5.500 mAh serta dukungan pengisian cepat 45 watt. Kendati baterai 6.000 mAh mulai umum ditemukan pada tahun ini, kapasitas 5.500 mAh masih tergolong besar dan tidak kalah awet dalam penggunaan sehari-hari. Dalam pengujian baterai kami, ketahanannya tergolong rata-rata saat dibandingkan dengan para pesaingnya, namun tetap mampu bertahan seharian penuh bahkan dengan penggunaan intensif. 

Pada pengujian PC Mark Battery, Infinix Note 50x mampu bertahan pada durasi 12,1 jam. Salah satu tambahan menariknya adalah fitur bypass charging yang bisa menyalurkan daya langsung ke motherboard tanpa melewati baterai. Fitur ini sangat berguna saat bermain game karena membantu mengurangi panas berlebih, sekaligus menjaga kesehatan baterai tetap awet dalam jangka panjang.

Dengan fast charging 45 watt, ponsel ini bisa terisi penuh dalam waktu sekitar 40 menit saja. Jadi di saat baterainya habis, ponsel ini dapat diisi ulang dengan sangat singkat. Selain itu, tersedia juga fitur reverse charging 10 watt yang berguna untuk mengisi daya perangkat lain ketika bepergian. 

Kesimpulan

Di Indonesia, Infinix Note 50x dijual dengan harga Rp 2.599.000 untuk satu-satunya varian memori yakni RAM 8 GB/ 256 GB. Pesaing utamanya, Poco M7 Pro, juga merupakan pilihan kuat di kelas harga yang sama. 

Jika Anda mengutamakan pengalaman multimedia yang lebih baik serta dukungan update software lebih panjang, maka Poco M7 Pro adalah pilihan yang lebih masuk akal. Namun jika menginginkan paket serba lengkap dengan harga terjangkau, Infinix Note 50x menawarkan value yang sangat menarik. Ponsel ini unggul di beberapa aspek penting seperti performa, baterai, dan kualitas kamera. Walau pengalaman multimedia-nya sedikit berkurang akibat layar beresolusi rendah, hal ini tidak menjadi kekurangan besar. Secara keseluruhan, pengguna kemungkinan bakal mengapresiasi performa mulus serta fitur AI yang berguna dari perangkat ini.

Rating editor: 7,9 / 10

Alasan membeli:

  • Infinix Note 50x dijual dengan harga terjangkau untuk spesifikasi yang ditawarkan.
  • Performanya memadai untuk keseharian dan gaming.
  • Kameranya sanggup menghasilkan foto dengan kualitas cukup tinggi pada hampir seluruh kondisi pencahayaan.
  • Daya tahan baterai cukup awet, bisa tahan seharian penuh.

Alasan tidak membeli:

  • Tida ada port audio jek 3,5 mm
  • Ponsel ini punya resolusi layar HD Plus
Infinix Note 50X Harga
Rp. 3.401.900
Pergi Ke Toko
Rp. 3.600.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Infinix Note 50x: HP Kaya Fitur yang Murah Meriah first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-note-50x-hp-kaya-fitur-yang-murah-meriah/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2025/10/Infinix-Note-50x-review-150x150.jpg150150
Review Infinix GT 30 Pro: Rajanya Ponsel Gaming https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-gt-30-pro-rajanya-ponsel-gaming/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-gt-30-pro-rajanya-ponsel-gaming/#respond Thu, 26 Jun 2025 05:33:15 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=15567 Seri GT dari Infinix telah membangun reputasi sebagai jajaran smartphone yang berfokus pada performa dengan fitur-fitur berorientasi gaming, dan hal itu berlanjut pada model tahun ini yakni Infinix GT 30 Pro. Ponsel ini hadir sebagai penerus GT 20 Pro tahun lalu, yang merupakan pilihan menarik bagi gamer dengan anggaran terbatas.Infinix GT 30 Pro membawa peningkatan […]

The post Review Infinix GT 30 Pro: Rajanya Ponsel Gaming first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Seri GT dari Infinix telah membangun reputasi sebagai jajaran smartphone yang berfokus pada performa dengan fitur-fitur berorientasi gaming, dan hal itu berlanjut pada model tahun ini yakni Infinix GT 30 Pro. Ponsel ini hadir sebagai penerus GT 20 Pro tahun lalu, yang merupakan pilihan menarik bagi gamer dengan anggaran terbatas.

Infinix GT 30 Pro membawa peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya, termasuk layar beresolusi lebih tinggi, baterai berkapasitas lebih besar, dan dukungan pengisian daya nirkabel, fitur yang jarang ditemukan di segmen ini. Desainnya juga mendapat tambahan baru berupa GT Shoulder Triggers yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman bermain game, dan jelas bahwa Infinix semakin memperkuat DNA gaming dalam lini ini.

Dalam review ini, kami akan meninjau lebih dekat desain, performa, kemampuan gaming, dan daya tahan baterai GT 30 Pro. Simak berikut ini.

Kesimpulan awal

infinix GT 30 Pro hadir sebagai pilihan menarik bagi gamer dengan budget terbatas. Ponsel ini menawarkan layar tajam dengan refresh rate 144 Hz, performa gesit, serta fitur-fitur gaming yang dipikirkan dengan matang seperti GT Shoulder Triggers. Ponsel ini juga memiliki desain stylish, kinerja yang mulus, dan daya tahan baterai yang mengesankan. Kendati begitu, kemampuan fotografi dalam kondisi minim cahaya bukan keunggulannya, dan ketiadaan OIS mungkin menjadi kekurangan bagi sebagian pengguna.

Desain sedikit berubah dengan layar yang tajam dan imersif

Infinix GT 30 Pro mengalami peningkatan besar dalam hal desain dibandingkan pendahulunya. Modul kamera besar kini tidak ada, digantikan oleh modul persegi panjang yang lebih kecil dan hanya sedikit menonjol. Desainnya terasa jauh lebih estetis kali ini, masih mempertahankan nuansa gamer yang tegas, namun dengan tampilan yang lebih oke dan enak dipandang.

Varian warna Dark Flare menjadi unggulan di sini, lengkap dengan pencahayaan RGB. Namun secara pribadi, kami lebih menyukai opsi Blade White karena mengganti RGB dengan LED putih yang lebih bersih dan minimalis. Perangkat ini hanya memiliki sertifikasi IP64, agak mengecewakan karena banyak perangkat di segmen harga ini yang sudah tersertifikasi IP68 dan IP69.

Anda masih mendapatkan port dan tombol standar seperti USB-C, speaker stereo, tombol daya dan volume. Namun ada beberapa tambahan baru juga. Ponsel ini kini hadir dengan GT Shoulder Triggers untuk gaming dan bahkan IR blaster. Kendati begitu, port audio jek 3,5mm untuk earphone berkabel dengan latensi lebih rendah dan kualitas suara lebih stabil dibanding opsi nirkabel, tidak disediakan. Cukup disayangkan, terutama untuk ponsel yang jelas menonjolkan fitur gaming.

Layar ponsel ini merupakan salah satu fitur terbaiknya. Menggunakan panel AMOLED berukuran 6,78 inci dengan resolusi tajam 1,5K dan warna yang sangat cerah berkat cakupan 100 persen DCI-P3. Semua aktivitas, mulai dari scrolling hingga bermain game, terasa sangat mulus berkat refresh rate tinggi 144 Hz. Layar ini juga dirancang agar nyaman di mata dalam kondisi cahaya redup dengan PWM Dimming 2.340 Hz, sudah tersertifikasi untuk streaming layanan seperti Netflix dalam resolusi Full HD, dan dilindungi oleh Gorilla Glass 7i yang tahan gores dan tangguh.

Elemen visual di dalamnya terlihat tajam dan berwarna cerah, dengan viewing angle yang juga cukup baik. Bezel tipis milikya semakin menambah pengalaman menonton dan membuat layar terasa lebih immersive. Speaker stereo miliknya terdengar sangat keras untuk media maupun gaming, meskipun ada sedikit distorsi pada volume maksimum. Dalam pengujian audio kami, volumenya mencapai 93,4 dB pada meteran dB, jauh di atas rata-rata pesaingnya di sekitar 83dB. Jadi jika Anda menyukai suara keras, ponsel ini sungguh memanjakan telinga. 

Kamera: Pengorbanan yang bisa dimaklumi

Infinix GT 30 Pro dibekali kamera utama 108 MP, ultrawide 8 MP, dan kamera depan 13 MP. Kombinasi ini jelas merupakan peningkatan dibandingkan pendahulunya yang sama sekali tidak memiliki kamera ultrawide. Karena ponsel ini berfokus pada gaming, kami menyesuaikan ekspektasi terhadap kemampuan fotografinya, dan hasilnya sesuai harapan.

Dalam pencahayaan yang baik, sensor utama menghasilkan foto dengan dynamic range luas, kontras yang cukup oke, dan detail yang memadai. Warnanya secara umum terlihat seimbang, dan foto luar ruangan di siang hari tampak cerah tanpa terlihat berlebihan.

Namun, kualitas yang sama tidak didapatkan pada kamera ultrawide. Warnanya sering kali tampak berbeda dibandingkan sensor utama, juga tidak sejernih hasil kamera utama. Hasil fotonya cenderung soft, dengan tepi yang buram dan kehilangan detail halus, terutama di bagian sudut. Di sisi lain, kamera selfie miliknya justru cukup mengejutkan. Kamera ini mampu menangkap detail wajah dengan baik, menampilkan warna kulit akurat, dan hasil akhirnya pun cukup memuaskan. Foto yang dihasilkan terlihat tajam dan siap untuk media sosial di berbagai kondisi cahaya.

Kendati begitu, performa di kondisi minim cahaya agak mengecewakan. Hasil fotonya cenderung terlalu terang dengan highlight yang berlebihan, detail yang ditampilkan pun kurang tajam. Akurasi warnanya menurun, dan cenderung menampilkan lens flare. Masalah serupa terjadi dengan kamera selfie di lingkungan minim cahaya.

Untuk perekaman video, ponsel ini mendukung perekaman 4K pada 60 FPS menggunakan kamera belakang. Ini adalah hal yang jarang ditemukan di kelas harganya. Namun, absennya OIS membuat hasil videonya cenderung shaky, terutama saat berjalan atau menggerakkan kamera alias panning. Ada EIS yang membantu mengurangi getaran, tetapi ini bukan solusi sepenuhnya. Hasil video memiliki warna yang cenderung netral, sedikit pudar, namun mudah disesuaikan saat proses penyuntingan.

Pemotretan siang hari

Ada perbedaan mencolok dalam karakter warna antara Infinix GT 30 Pro dan Motorola Edge 60 Fusion. Infinix cenderung punya nada warna yang lebih netral, yang terkadang tampak sedikit pudar. Sebaliknya, Edge 60 Fusion menghasilkan warna yang lebih mencolok dan, mengejutkannya, terasa lebih mendekati tampilan asli dari pemandangan sebenarnya. Kendati begitu, meskipun Infinix menggunakan sensor utama beresolusi lebih tinggi, Edge 60 Fusion mampu menangkap detail lebih tajam dan memiliki keunggulan tipis dalam kejernihan keseluruhan.

Dibandingkan dengan Infinix, Poco X7 Pro juga menghasilkan gambar dengan warna yang lebih cerah. Smartphone Infinix condong menghasilkan foto dengan nada warna yang lebih hangat, sementara gambar dari Poco memiliki rona yang lebih dingin. Jika diperhatikan lebih dekat, Poco juga unggul dalam ketajaman dan detail halus.

Ultrawide

Baik Infinix GT 30 Pro maupun Motorola Edge 60 Fusion sama-sama menunjukkan pergeseran warna saat beralih ke kamera ultrawide. Edge 60 Fusion kini condong punyaa nada warna yang lebih netral, sementara hasil ultrawide dari Infinix tampak lebih jenuh. Berkat sensor 13 MP beresolusi lebih tinggi, Edge 60 Fusion kembali unggul dengan detail dan ketajaman dari tepi ke tepi (edge-to-edge) yang lebih baik. Sebaliknya, hasil ultrawide dari GT 30 Pro terlihat soft di bagian sudut.

Poco X7 Pro juga mengalami pergeseran warna pada lensa ultrawide-nya, menambahkan sedikit rona cokelat hangat pada hasil foto. Meskipun tingkat detailnya sebanding dengan GT 30 Pro, hasil foto secara keseluruhan tampak kurang seimbang karena pencahayaannya cenderung membuat highlight terlalu terang, sehingga mengurangi dynamic range.

Portrait

Dalam mode portrait, baik Infinix GT 30 Pro maupun Motorola Edge 60 Fusion menghasilkan warna yang cukup akurat dan warna kulit yang tampak alami. Hasil dari kamera Motorola sedikit lebih menyenangkan, namun Infinix unggul dalam deteksi tepi yang lebih baik. Sebaliknya, Edge 60 Fusion mampu menangkap tekstur dan detail yang lebih halus dibandingkan rivalnya.

Poco X7 Pro tetap mempertahankan tampilan warna yang saturated di sini, dan ini justru membuat hasil fotonya terlihat bagus. Warnanya menonjol, white balance tetap seimbang bahkan di bawah sinar matahari langsung, dan hasil fotonya terlihat cerah tanpa terlihat berlebihan. Ponsel ini juga mempertahankan tingkat ketajaman yang lebih tinggi dan menangani deteksi tepi lebih baik dibanding Infinix GT 30 Pro.

Selfie

Foto selfie di Infinix GT 30 Pro dan Motorola Edge 60 Fusion cukup setara dalam hal warna. Motorola menampilkan warna hijau yang sedikit lebih cerah, namun secara keseluruhan keduanya menawarkan tampilan yang cukup alami. Infinix GT 30 Pro sedikit unggul dalam hal detail dan kejernihan wajah, sementara Edge 60 Fusion cenderung memiliki tekstur yang halus.

Namun, hasil selfie dari Poco X7 Pro tampak kurang terang dibanding dua lainnya. Kontrasnya lebih kuat, membuat hasil foto terlihat lebih gelap dan kurang menarik. Meskipun detail wajah masih cukup terjaga, kejernihan keseluruhan tergolong rendah, terutama saat diperbesar (zoom).

Low-light (Night Mode)

Untuk pengambilan foto di kondisi minim cahaya, kami menggunakan mode malam khusus di kedua ponsel. Hasil jepretan Motorola Edge 60 Fusion terlihat jauh lebih menarik. Ponsel ini mampu mempertahankan keseimbangan warna yang lebih baik dibandingkan Infinix GT 30 Pro serta menangkap suasana dengan lebih akurat. Tingkat detail dan edge detection pada hasil Edge 60 Fusion cukup mengesankan, mengingat kondisi pencahayaan yang minim. Sedangkan GT 30 Pro cenderung menambahkan tone kehijauan dan tekstur yang lebih soft.

Seperti yang langsung terlihat, Infinix GT 30 Pro meningkatkan kecerahan secara agresif dalam kondisi minim cahaya, membuat foto tampak sedikit berlebihan dan menambahkan tone hijau pada pemandangan. Ponsel ini juga kesulitan mengatasi light bleed, terutama jika dibandingkan dengan Poco X7 Pro. Poco menangani adegan yang sama dengan lebih baik, menjaga exposure tetap terkontrol sambil tetap meningkatkan visibilitas dan warna. Hasil fotonya lebih tajam, seimbang, dan secara keseluruhan jauh lebih mendekati tampilan sebenarnya.

Performa gesit untuk segala aktivitas

Infinix GT 30 Pro hadir dengan chipset MediaTek Dimensity 8350 Ultimate yang dipasangkan dengan RAM hingga 12 GB LPDDR5X dan storage 256 GB UFS 4.0. Penyimpanannya meningkat dari UFS 3.1 pada generasi sebelumnya. Jika butuh ruang lebih, Anda masih bisa menambahnya lewat kartu MicroSD. Anda juga bisa melihat hasil benchmark dari tim penguji smartphone internal kami di bawah ini.

ModelSkor AnTuTu v10
Poco X7 Pro (Dimensity 8400 Ultra)1.577.069 poin
Infinix GT 30 Pro (Dimensity 8350 Ultimate)1.349.476 poin
Motorola Edge 60 Fusion (Dimensity 7400)692.185 poin

Performanya mengalami peningkatan besar dibandingkan generasi sebelumnya, dan kini bisa dibilang termasuk yang terbaik di kelasnya. Infinix GT 30 Pro menorehkan skor benchmark yang sangat bagus, serta sanggup menangani aktivitas sehari-hari tanpa hambatan. Tidak ada lagging, tidak stutter, semuanya terasa mulus saat multi-tasking.

ModelGeekbench 6 (single-core)
Poco X7 Pro (Dimensity 8400 Ultra)1.590 poin
Infinix GT 30 Pro (Dimensity 8350 Ultimate)1.148 poin
Motorola Edge 60 Fusion (Dimensity 7400)1.050 poin

Dari segi software, Anda sudah langsung mendapatkan XOS 15 berbasis Android 15. Versi terbaru XOS ini membawa beberapa peningkatan berarti, seperti animasi aplikasi yang lebih halus, tampilan app drawer yang diperbarui, dan panel notifikasi yang lebih modern. Antarmukanya terasa lebih bersih dan rapi dibandingkan sebelumnya, dan Infinix juga patut diapresiasi karena mengurangi jumlah aplikasi bawaan yang tidak perlu.

ModelGeekbench 6 (multi-core)
Poco X7 Pro (Dimensity 8400 Ultra)6.257 poin
Infinix GT 30 Pro (Dimensity 8350 Ultimate)4.104 poin
Motorola Edge 60 Fusion (Dimensity 7400)3.050 poin

Sarana gaming mumpuni yang muat di kantong

Infinix GT 30 Pro jelas ditujukan sebagai ponsel gaming bertenaga tinggi, dan hal itu terasa dari setiap bagiannya. Ada beberapa tambahan menarik yang dibuat khusus untuk meningkatkan pengalaman bermain, dimulai dari GT Shoulder Triggers baru. Tombol bahu ini punya respons sentuhan 520 Hz yang sangat cepat, dan benar-benar menambah keseruan di game aksi cepat seperti multiplayer shooter. Sensasinya terasa responsif dan presisi, membuat kontrol permainan terasa lebih akurat. Anda juga mendapat aksesoris kipas pendingin, meskipun kami tidak bisa mencobanya karena paket unit ulasan kami tidak menyertakan gaming kit tersebut.

Satu hal yang cukup mengganggu dari tombol bahu ini adalah tidak adanya pembeda tekstur yang jelas. Tidak ada feedback fisik atau permukaan yang berbeda untuk membedakannya dari bingkai samping. Kami lebih suka jika ada sedikit tonjolan atau tekstur kasar agar lebih mudah ditemukan. Saat pengujian, tombol ini cukup mudah terpencet tanpa sengaja, bahkan kadang bisa terpicu oleh benda logam. Kendati begitu, untuk harga segini, fitur ini tetap terasa cerdas dan ambisius.

Yang mengejutkan, software gaming di ponsel ini ternyata kaya fitur. Misalnya, ada mode Strategy yang memungkinkan pengguna mengatur ulang kontrol dalam game dan bahkan membuat rantai macro dengan aksi Single-Press Combo (sekali tekan bisa menjalankan beberapa perintah). Anda juga bisa memakai tombol melayang untuk berpindah strategi yang disimpan, sesuatu yang jarang ditemukan di kelas harga ini.

Memang, penggunaan macro seperti ini umumnya tidak diperbolehkan di ajang kompetisi, tapi kalau hanya bermain santai di rumah, tentu sah-sah saja. Ada juga fitur “All Magic Box” yang bisa mempercepat dialog, mengunci arah lari, hingga mengambil item otomatis di game RPG dan open-world. Secara keseluruhan, fitur-fitur gaming di sini tergolong lengkap.

GT Shoulder Triggers ini juga bisa disesuaikan tingkat sensitivitasnya yakni rendah, sedang, dan tinggi, serta bisa dipakai sebagai shortcut saat Anda tidak bermain. Kami pribadi merasa pengaturan “sedang” adalah titik idealnya. Tombol ini juga bisa diprogram untuk mengontrol kamera atau senter, meskipun awalnya cukup sering terpencet tanpa sengaja, yakni saat ponsel tiba-tiba memotret atau menyalakan senter hanya karena sisi bodi tersentuh. Kendati begitu, tombol ini juga dapat dipakai untuk mengontrol pemutaran video, sehingga membuatnya lebih praktis dari dugaan kami.

Dari segi performa gaming, Infinix GT 30 Pro terasa gesit. Game BGMI (PUBG Mobile versi India) berjalan di 120 FPS, dan permainan terasa mulus dengan rata-rata 110 FPS selama 30 menit. Kami juga mencoba Genshin Impact di pengaturan grafis tinggi dengan mode 60 FPS, dan perangkat ini mampu menjaga frame di kisaran stabil 52-54 FPS, angka yang sangat memadai untuk bermain sehari-hari.

Yang paling mengesankan justru manajemen panasnya. Dalam pengujian kami, suhu ponsel hanya naik sekitar 4 derajat Celsius selama sesi gaming 30 menit. Angka ini sangat baik, terutama mengingat ponsel gaming sekelasnya seperti Poco X7 Pro bisa naik hingga 8 derajat pada kondisi serupa.

Baterai tahan seharian dengan fitur charging ramah gamer

Infinix GT 30 Pro disuplai dengan baterai 5.500 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt. Dalam pengujian baterai kami, hasilnya terbilang cukup rata-rata jika dibandingkan dengan para rival utamanya. Kendati begitu, untuk pemakaian sehari-hari, baterai ini mampu bertahan seharian penuh bahkan dengan penggunaan berat. Perangkat ini bisa tahan selama 7,4 jam pada pengujian PC Mark Battery Test. 

Salah satu tambahan yang cukup menarik di sini adalah fitur bypass charging, yang menyalurkan daya langsung ke motherboard ketimbang ke baterai. Dengan begitu, suhu perangkat tetap terjaga selama sesi bermain dan membantu memperpanjang umur baterai dalam jangka panjang.

Selain itu, ada juga mode low-temperature charging, yang sedikit memperlambat kecepatan pengisian daya guna menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Ini adalah langkah yang cerdas bagi pengguna yang lebih mengutamakan ketahanan baterai dibanding kecepatan.

Kecepatan charging ponsel ini sendiri tergolong baik, meski tidak terlalu menonjol di kelas harganya. Charger 45 watt yang disertakan mampu mengisi dari 20-100 persen dalam waktu 59 menit. Tersedia juga dukungan wireless charging 30 watt dan reverse charging 5 watt, yang berguna saat kami perlu mengisi daya perangkat lain saat bepergian. Namun, untuk bisa memakai wireless charging dan memasang kipas pendingin, kami perlu menggunakan cover GT MagSafe, jadi hal ini perlu diperhatikan.

Kesimpulan

Infinix GT 30 Pro dibanderol dengan harga rilis Rp 3.999.000 untuk varian RAM 8 GB/ 256 GB, dan Rp 4.699.000 untuk varian RAM 12 GB/ 512 GB. Di rentang harga ini, perangkat tersebut masih mampu bersaing dengan sejumlah ponsel di kelas harga lebih tinggi seperti Motorola Edge 60 Fusion dan Poco X7 Pro, keduanya di kelas harga Rp 5 jutaan.

Motorola Edge 60 Fusion menawarkan paket yang lebih seimbang secara keseluruhan, dengan kamera yang lebih baik, layar AMOLED melengkung, ketahanan lebih tinggi berkat sertifikasi IP68 dan IP69, serta baterai lebih besar dengan dukungan charging lebih cepat. Ponsel ini cocok bagi pengguna yang mengutamakan tampilan premium serta performa andal di berbagai aspek.

Sementara itu, Poco X7 Pro merupakan ponsel yang juga berfokus pada performa gaming. Perangkat ini menawarkan layar yang lebih canggih, ketahanan lebih baik dengan tiga sertifikasi IP, baterai lebih besar, pengisian daya lebih cepat, serta performa keseluruhan yang sedikit lebih kuat. Ponsel ini diposisikan sebagai perangkat lengkap untuk multimedia dan gaming.

Infinix GT 30 Pro menonjol dengan pendekatan yang benar-benar berfokus pada gaming. Perangkat ini menghadirkan peningkatan menyeluruh, termasuk hardware kelas atas, desain unik, layar dan speaker yang memukau, serta rangkaian software gaming yang solid lantaran dilengkapi shoulder triggers dan opsi kustomisasi tingkat lanjut. Ini adalah ponsel yang tidak hanya kuat dalam bermain game, melainkan juga menawarkan pengalaman yang menyeluruh secara umum.

Kendati begitu, smartphone ini memiliki beberapa kompromi, terutama di sektor kamera yang masih tertinggal dari para pesaingnya. Namun bagi mereka yang lebih mengutamakan performa dan pengalaman bermain game, kompromi ini terasa disengaja, bukan kekurangan. Jika prioritas utama kami adalah performa dan perangkat yang benar-benar dirancang untuk gaming, maka Infinix GT 30 Pro adalah salah satu pilihan terbaik di kelas harganya saat ini. Ponsel bersangkutan menawarkan kombinasi fitur yang sulit ditemukan di perangkat lain dalam segmen yang sama, terutama bagi gamer mobile yang menginginkan ponsel dengan tujuan spesifik.

Rating editor: 8 / 10

Alasan membeli:

  • Ponsel ini punya layar 1,5K beresolusi tinggi dengan refresh rate 144 Hz, tampil mulus dan detail.
  • Desain bodi menawan.
  • Performanya mengesankan, multi-tasking dan gaming terasa mulus.
  • Daya tahan baterai cukup awet, bisa tahan seharian penuh pada pemakaian normal.


Alasan tidak membeli:

  • Kamera utamanya tidak ada OIS, memengaruhi stabilitas video dan ketajaman foto minim cahaya.
  • Fotografi di kondisi gelap kurang oke.
Infinix GT 30 Pro Harga
Rp. 3.999.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Infinix GT 30 Pro: Rajanya Ponsel Gaming first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-gt-30-pro-rajanya-ponsel-gaming/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2025/10/Infinix-GT-30-Pro-review-feature-150x150.jpg150150
Review Infinix Note 50s 5G Plus: Tampil Memukau dengan Performa Andal https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-note-50s-5g-plus-tampil-memukau-dengan-performa-andal/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-note-50s-5g-plus-tampil-memukau-dengan-performa-andal/#respond Thu, 19 Jun 2025 05:03:14 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=15458 Infinix memiliki jajaran produk yang cukup menarik di tahun ini, terutama melalui seri Note 50. Salah satu yang menonjol adalah Infinix Note 50x, yang berhasil mencuri perhatian berkat penggunaan MediaTek Dimensity 7300 Ultimate di harga terjangkau, hanya Rp 2,5 juta. Selain varian Note 50x, pabrikan ponsel ini juga menghadirkan varian lain secara bersamaan, yaitu Infinix […]

The post Review Infinix Note 50s 5G Plus: Tampil Memukau dengan Performa Andal first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Infinix memiliki jajaran produk yang cukup menarik di tahun ini, terutama melalui seri Note 50. Salah satu yang menonjol adalah Infinix Note 50x, yang berhasil mencuri perhatian berkat penggunaan MediaTek Dimensity 7300 Ultimate di harga terjangkau, hanya Rp 2,5 juta. Selain varian Note 50x, pabrikan ponsel ini juga menghadirkan varian lain secara bersamaan, yaitu Infinix Note 50s 5G Plus. Varian Note 50s ini hadir dengan spesifikasi lebih baik, seperti layar AMOLED, kecerahan dan kalibrasi warna yang lebih baik, RAM lebih cepat, serta desain bodi lebih ringkas. 

Dengan spesifikasi tersebut, Infinix Note 50s tidak lagi memiliki kekurangan yang sama seperti Infinix Note 50x lantaran hadir sebagai opsi yang lebih seimbang dan matang. Menariknya lagi, Infinix Note 50s 5G Plus pun kembali dihadirkan dengan banderol harga terjangkau yaitu Rp 3,2 juta, menjadikannya salah satu ponsel paling bernilai di kelasnya. Dalam review kali ini, kami akan membahas apa saja yang menjadi keunggulan Infinix Note 50s serta area mana saja yang masih terasa kurang.

Kesimpulan awal

Infinix Note 50s 5G Plus menawarkan kombinasi fitur yang menarik untuk banderol harga yang ditawarkan. Ponsel ini menghadirkan layar AMOLED melengkung yang cerah dan hidup, performa harian yang andal, serta antarmuka software yang bersih. Setup kameranya pun mampu menghasilkan foto dengan baik dalam kondisi pencahayaan memadai. 

Bukan hanya itu, bodinya terasa ringan dan premium di tangan sehingga nyaman dipakai sebagai perangkat harian. Namun, ada beberapa kekurangan seperti tidak adanya slot MicroSD, dan manajemen panas yang kurang optimal saat digunakan di luar ruangan. Hal ini kadang menyebabkan lagging.

Desain dan layar

Sekilas, Infinix Note 50s 5G Plus mungkin tampak mirip dengan Infinix Note 50x yang dibanderol lebih terjangkau. Namun, sebenarnya ada sejumlah perubahan penting yang membuat ponsel ini tampil berbeda. Desain modul kameranya sebagian besar tetap sama, namun kini dilengkapi fitur Active Halo Lighting, sebuah cincin LED Flash yang menyala saat menerima notifikasi, panggilan masuk, sedang dicas, maupun ketika mengambil foto. Sentuhan kecil ini terasa sederhana namun fungsional, terutama bagi mereka yang sering meletakkan ponsel dengan layar menghadap ke bawah. 

Di sisi belakang, ponsel ini hadir dengan finishing metalik matte dan lengkungan lembut di sisi-sisinya, sehingga terasa nyaman ketika digenggam. Bobotnya pun tergolong ringan, meningkatkan kenyamanan penggunaan harian. Di sisi lain, perangkat ini dilengkapi dengan port USB-C, slot Dual SIM, speaker stereo hasil tuning dari JBL, serta casing TPU (Thermoplastic Polyurethane) berwarna senada yang sudah termasuk di boks penjualan. 

Layarnya bukan lagi IPS LCD seperti varian Note 50x, melainkan sudah memakai teknologi AMOLED, menampilkan warna yang cerah dan kontras yang kuat. Infinix Note 50s 5G Plus mengusung layar AMOLED melengkung berukuran 6,67 inci dengan resolusi Full HD Plus, refresh rate 144 Hz, kecerahan maksimal hingga 1.300 nit, dukungan HDR10, serta cakupan warna penuh DCI-P3. Secara keseluruhan, layarnya terasa premium dan seimbang, memberikan pengalaman visual yang jauh lebih menyenangkan. 

Meskipun begitu, seperti mayoritas curved display lainnya, permukaan ponsel ini terlalu mengilap (glossy) sehingga pantulan cahayanya bisa cukup mengganggu saat digunakan di ruangan dengan pencahayaan terang. Akan tetapi layar ini masih sangat memukau untuk kelas harganya, immersive, berwarna cerah, dan jelas merupakan panel yang superior dibandingkan layar pada Infinix Note 50x. 

Untuk sektor audio, hasilnya sedikit kurang memuaskan. Speaker bawaannya tidak terlalu lantang, dengan output maksimal hanya sekitar 78 desibel, lebih rendah dari rata-rata ponsel di kelasnya yang mencapai sekitar 82 desibel. Selain itu, suara yang dihasilkannya pun terasa kurang dalam, bahkan cenderung datar. Dibandingkan dengan pesaingnya, pengalaman audio Infinix Note 50s terasa kurang hidup, terlebih saat dipakai menikmati konten multimedia seperti menonton film dan mendengarkan musik.

Kamera

Infinix Note 50s5G Plus dilengkapi dengan kamera belakang ganda 64 MP Sony IMX682 dan kamera depan 13 MP. Dalam kondisi pencahayaan baik, sensor utamanya sanggup menghasilkan foto yang mengesankan. Hasil fotonya tampak tajam, exposure seimbang, dan dynamic range pun cukup luas sehingga detail di area terang maupun gelap tetap terjaga. Shutter speed juga terasa cepat, membuatnya mampu menangkap objek bergerak dengan baik. Warna pada foto juga cenderung cerah, bukan yang paling akurat secara natural, namun terlihat memanjakan mata, terutama bagi mereka yang suka membagikan foto berwarna mencolok di media sosial. 

Selama pengujian, ada sejumlah bug kecil yang muncul. Sesekali, ponsel ini menampilkan foto yang lebih lama seolah masih dalam pemrosesan, meskipun beberapa foto baru telah diambil. Selain itu, kameranya agak kesulitan menghadapi sumber cahaya kuat seperti matahari langsung, yang terkadang menimbulkan efek lingkaran cahaya alias ring effect, membuat fotonya terlihat sedikit tak lazim. 

Untuk kamera depan, justru inilah yang menjadi salah satu kekuatan terbesarnya. Hasil selfie terlihat jernih, dengan ketajaman yang cukup baik, warna yang memukau, dan detail wajah yang proporsional. Warna kulit memang tidak sepenuhnya natural, namun tetap seimbang dan menghasilkan foto menarik tanpa terlihat berlebihan. 

Kemampuan kamera Infinix Note 50s 5G Plus pada kondisi minim cahaya memang belum bisa dibilang bagus. Kamera belakangnya menghasilkan foto yang tampak agak pudar, meskipun tingkat detail dan ketajamannya masih tergolong cukup untuk penggunaan kasual.

Ponsel ini juga kesulitan menangani sumber cahaya terang dan sering menimbulkan efek flare pada lensa. Hal serupa terjadi pada kamera depan, kendati hasilnya tetap tergolong oke, terutama di kelas harganya. Hasilnya namun tidak terlalu mengesankan saat cahaya redup. 

Meskipun tidak dibekali OIS (Optical Image Stabilization), hasil videonya masih tampak cukup stabil, patut diapresiasi untuk kelas harganya. Baik kamera depan maupun belakang sama-sama mendukung perekaman video 4K di 30 FPS, fitur yang langka di kelas harga Rp 3 jutaan. 

Performa dan software

Infinix Note 50s 5G Plus diotaki dengan chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate, dipadankan dengan RAM LPDDR5X 8 GB dan storage UFS 2.2 berkapasitas 256 GB. Sayangnya tidak ada slot MicroSD di ponsel ini, namun kapasitas 256 GB sebenarnya sudah cukup untuk standar ponsel menengah ke bawah di tahun 2025. 

Dalam pemakaian sehari-hari, kinerjanya terasa cepat dan responsif. Ponsel ini sanggup melahap tugas-tugas ringan maupun multi-tasking berat tanpa kendala. Selama pengujian pun tidak terasa lagging yang berarti, bahkan ketika banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang atau saat dipakai gaming. Manajemen RAM di HP ini juga baik karena aplikasi bisa tetap aktif cukup lama tanpa perlu mulai lagi dari awal. 

Skor Geekbench 6 yang dihasilkannya mencapai 998 poin untuk single-core dan 3.167 poin untuk multi-core. Sementara, skor AnTuTu miliknya berada di angka 675.134 poin. 

Walau nyaman dipakai bermain game, ponsel ini mudah terasa hangat ketika digunakan di luar ruangan, dan kadang menimbulkan sedikit lagging akibat panas. Kondisi kemungkinan juga dipengaruhi oleh gelombang panas di New Delhi, India, tempat ponsel ini diuji. Dengan bodinya yang ramping, kemampuan pembuangan panas memang menjadi tantangan tersendiri di suhu ekstrem. Meskipun tidak tergolong isu berat selama dipakai secara normal di dalam ruangan, ini tetap patut diperhatikan bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan. 

Terlepas dari isu panas, Infinix Note 50s 5G Plus cukup sanggup memainkan beberapa judul populer seperti BGMI (PUBG Mobile versi India) dan COD Mobile, lantaran mampu berjalan mulus pada pengaturan grafis sedang. Pengalaman yang ditawarkan pun tergolong konsisten dan lancar, mendapatkan 60 FPS stabil pada BGMI dan 30 FPS pada COD Mobile di preset menengah, hasil yang cukup bagus. Ponsel ini juga mendukung 90 FPS di COD Mobile, jadi bahkan gamer paling fanatik FPS pun bakal tetap puas bermain. 

Beralih ke software, Infinix Note 50s 5G Plus menjalankan XOS 15 berbasis Android 15 secara out-of-the-box. Versi terbaru XOS ini membawakan sejumlah peningkatan signifikan, termasuk animasi aplikasi yang lebih mulus, tampilan app drawer yang diperbarui, dan panel notifikasi yang lebih baik. Antarmukanya pun kini terasa jauh lebih bersih dan rapi, dan Infinix patut diapresiasi lantaran berhasil mengurangi jumlah aplikasi prainstal, yang sering kali dikeluhkan pada ponsel kelas menengah ke bawah. 

Perangkat ini dijanjikan dengan masa pembaruan OS utama yang cukup standar di kelas harganya yakni 2 tahun, serta pembaruan patch keamanan selama 3 tahun. 

Secara keseluruhan, software ponsel ini terasa matang dan kaya fitur, menjadikannya sebuah paket lengkap dibandingkan pada kompetitornya. Menariknya, Infinix memasarkan ponselnya dengan nama Note 50s 5G+, di mana tanda “Plus” ini menonjolkan dukungan “True 5G” yang diklaim bisa mengurangi kepadatan jaringan dan meningkatkan kecepatan secara keseluruhan. 

Namun, aksesibilitas fitur ini masih terbatas di sejumlah wilayah saja. Dalam pengalaman kami, ponsel ini mampu memberikan kecepatan 5G yang tinggi di India, sebanding dengan yang biasa kami dapatkan pada OnePlus 12. 

Baterai dan pengisian daya

Infinix Note 50s dilengkapi dengan baterai 5.500 mAh dengan dukungan fast charging 45 watt. Dalam pengujian baterai kami, ketahanannya tergolong rata-rata jika dibandingkan dengan sejumlah pesaing utamanya. Namun, dalam pemakaian sehari-hari, ponsel ini bisa bertahan seharian penuh dalam penggunaan berat. 

Salah satu fitur yang cukup menarik adalah bypass charging, yakni untuk menyalurkan daya langsung ke motherboard tanpa melalui baterai. Fitur ini membantu menjaga suhu perangkat tetap stabil saat bermain game dan juga mengurangi laju degradasi battery health. Fitur pengisian suhu rendah juga ada, dengan durasi charging lebih lambat namun cenderung aman untuk kesehatan baterai. 

Pengisian daya 45 watt miliknya sebenarnya kurang oke. Charger bawaan mengisi penuh dalam waktu sekitar satu jam, yang tergolong cepat namun bukan yang terbaik di kelas harga Rp 3 jutaan. Ponsel ini juga menyediakan reverse charging 10 watt agar bisa dijadikan bank daya untuk mengisi perangkat lain sewaktu-waktu diperlukan. 

Kesimpulan

Infinix Note 50s 5G Plus dibanderol Rp 3,2 juta untuk satu-satunya varian yakni RAM 8 GB/ 256 GB. Di kisaran harga tersebut, ponsel ini bersaing langsung dengan Realme P3.

Infinix Note 50s berhasil menemukan titik keseimbangan yang baik, menawarkan AMOLED melengkung, kamera memadai, daya tahan baterai solid, serta pengalaman software yang unggul di kelas harganya. Bagi pengguna yang mengutamakan gaya hidup dan tampilan premium, perangkat ini merupakan paket menarik dengan harga yang wajar. 

Meski begitu, ada sejumlah kompromi yang mesti diperhatikan. Pertama, absennya slot ekspansi penyimpanan yang bisa menjadi keterbatasan jangka panjang. Kedua, manajemen panas masih menjadi perhatian. Ponsel ini condong cepat hangat saat digunakan di luar ruangan pada musim panas, yang dapat menyebabkan sedikit lagging baik dalam penggunaan umum maupun saat menggunakan kamera. 

Secara keseluruhan, Infinix Note 50s 5G Plus merupakan smartphone seimbang dan fungsional untuk penggunaan sehari-hari, terutama jika Anda mengutamakan desain dan kualitas layar. 

Rating editor: 7,9 / 10

Alasan membeli:

  • Infinix Note 50s 5G Plus punya bodi yang ringan dan ringkas, serta terasa premium di tangan.
  • Layar AMOLED curved miliknya tampil dengan cerah serta memiliki kontras yang kuat. 
  • Performa kencang untuk kelas harganya, menangani tugas sehari-hari dan multi-tasking tanpa hambatan berarti. 
  • Hasil foto siang hari cukup memukau, dengan detail yang tajam dan warna yang cerah. 


Alasan tidak membeli:

  • Tidak ada slot MicroSD.
  • Ponsel ini condong panas saat dipakai di luar ruangan saat siang hari, menyebabkan performanya turun. 
Infinix Note 50s Harga
Rp. 3.450.000
Pergi Ke Toko
Rp. 3.925.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Infinix Note 50s 5G Plus: Tampil Memukau dengan Performa Andal first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-note-50s-5g-plus-tampil-memukau-dengan-performa-andal/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2025/10/Infinix-Note-50s-5Greview-150x150.jpg150150
Review Poco X7: Bodi Tangguh, Kinerja Gesit, Layar Memukau https://www.91mobiles.com/id/hub/review-poco-x7-bodi-tangguh-kinerja-gesit-layar-memukau/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-poco-x7-bodi-tangguh-kinerja-gesit-layar-memukau/#respond Thu, 03 Apr 2025 08:22:42 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=15017 Poco membuka tahun ini dengan meluncurkan seri X7 terbarunya, yang terdiri atas Poco X7 Pro dan Poco X7. Seri ini hadir dengan sejumlah peningkatan dibandingkan pendahulunya, seperti baterai lebih besar, IP Rating lebih bai, fitur AI baru, dan sejumlah pembaruan lainnya. Meskipun sebagian besar peningkatan ini difokuskan pada Poco X7 Pro, namun model Poco X7 […]

The post Review Poco X7: Bodi Tangguh, Kinerja Gesit, Layar Memukau first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Poco membuka tahun ini dengan meluncurkan seri X7 terbarunya, yang terdiri atas Poco X7 Pro dan Poco X7. Seri ini hadir dengan sejumlah peningkatan dibandingkan pendahulunya, seperti baterai lebih besar, IP Rating lebih bai, fitur AI baru, dan sejumlah pembaruan lainnya. Meskipun sebagian besar peningkatan ini difokuskan pada Poco X7 Pro, namun model Poco X7 standar juga tidak kalah menarik. 

Dalam review ini, kami akan membahas Poco X7 5G, hal-hal tentangnya yang berkesan, serta beberapa keunikannya yang patut diperhatikan. 

Kesimpulan awal

Poco X7 merupakan pilihan yang tepat bagi pengguna yang mencari ponsel multimedia dengan daya tahan baterai impresif. Ponsel ini memiliki kualitas build yang solid dan mampu menghasilkan foto menarik dalam kondisi pencahayaan yang cukup. 

Poco juga tetap kompetitif dengan menjanjikan 3 tahun pembaruan OS utama (kendati ada beberapa catatan) bahkan untuk versi reguler. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah pengalaman software miliknya yang masih dibekali jumlah aplikasi bawaan berlebihan. 

Desain dan layar

Poco melakukan penyegaran desain pada seri X7 tahun ini dengan menghadirkan kembali warna ikonik Poco Yellow pada X7 5G. Ponsel tersebut juga menjadi yang pertama di lie-up Poco X series yang mengusung layar melengkung 3D (3D curved display). Di sisi belakang ada modul kamera besar dengan strip bertekstur hitam yang terletak di tengah, serta aksen kuning di kedua sisi untuk memberikan kesan yang khas dan berani. 

Logo Poco besar terpampang di panel belakang, meski secara pribadi kami tidak suka tampilannya yang terlalu mencolok. Namun material kulit sintetis bertekstur pada bodi belakang mampu mencegah sidik jari dan noda menempel dengan baik. 

Di sisi bawah, tersedia port USB-C, laci kartu SIM, dan speaker stereo, sementara speaker keduanya terletak di sisi atas perangkat. Tombol volume dan daya, seperti biasa, ada di sisi kanan dan mudah dijangkau. 

Perangkat ini mengantongi sertifikasi IP66, IP68, dan IP69 sehingga tahan terhadap debu dan air. Ponsel ini telah diujikan dengan cara dibawa mandi. Setelahnya, Poco X7 5G masih berfungsi dengan baik. Kami tidak berani menguji ketahanan airnya lebih lanjut karena alat elektronik dan air memang bukan kombinasi yang bagus, meskipun sudah memiliki sertifikasi tahan air sekalipun. Layar melengkung ponsel ini turut dilindungi lapisan Corning Gorilla Glass Victus 2, sesuatu yang jarang dijumpai di kelas harganya. 

Poco X7 5G dilengkapi dengan layar AMOLED 6,67 inci beresolusi 1.220 x 2.712 piksel, disertai refresh rate 120 Hz. Panel ini juga sudah mendukung sertifikasi HDR10, Dolby Vision, serta mencakup 100 persen gamut warna DCI-P3 sehingga mampu menampilkan warna yang cerah dan kontras tajam. Ini termasuk layar dengan kualitas terbaik di kelas harganya, cocok bagi pengguna yang gemar menonton film atau bermain game

Perangkat ini turut disertai dua speaker stereo yang menghasilkan suara lantang dan tetap jernih meski volume dinaikkan. Kecerahan maksimal layar mencapai 3.000 nit, sehingga tampilannya tetap jelas di bawah terik matahari. Lalu, sensor sidik jarinya di layar bekerja cepat dan responsif meski jari dalam kondisi basah, berkat teknologi Wet Touch 2.0 dari Poco. 

Kamera

Poco X7 5G dipersenjatai dengan kamera 50 MP Sony LYT 600 yang disertai OIS dan EIS, serta kamera ultrawide 8 MP. Di bagian depan, ada kamera selfie 20 MP. Perangkat ini sanggup menghasilkan foto siang hari yang memukau dengan detail melimpah serta akurasi warna dan ketajaman yang baik. Meski warnanya agak terlalu dilebih-lebihkan, pengoreksian warnanya cukup baik sehingga dapat meningkatkan hasil foto tanpa membuat warnanya terlalu cerah.

Pada kondisi low light, hasil fotonya lebih halus (soft) dan tingkat detailnya pun berkurang. Kami mengujinya dengan mengaktifkan mode AI Night Mode dan meskipun ini dapat meningkatkan hasil gambar, masih ada ruang untuk peningkatan. Ketajaman gambarnya pun belum optimal, dan noise masih cukup terlihat di seluruh bagian foto. 

Kamera depan menunjukkan hal yang serupa. Dalam kondisi terang, kamera selfie mampu menghasilkan gambar yang tampak menarik meskipun wajah cenderung terlalu soft akibat pemrosesan AI. Di kondisi cahaya minim, hasilnya juga terlihat lebih lembut serta dipenuhi noise

Performa dan software

Poco X7 disokong oleh MediaTek Dimensity 7300 Ultra serta dipasangkan dengan RAM LPDDR4X 8 GB dan penyimpanan UFS 3.1 256 GB. Meskipun Poco umumnya dikenal akan fokusnya terhadap performa, model ini agak berbeda lantaran tidak terlalu mendominasi dalam hal kinerja. Perangkat ini mampu menangani tugas sehari-hari dengan baik, seperti streaming, menggunakan media sosial, dan browsing

Hasil benchmark ponsel ini sedikit mengejutkan, lantaran tergolong kecil dibandingkan sejumlah rivalnya di harga yang sama. Poco X7 mendapatkan skor AnTuTu v10 sebesar 646.751 poin, serta Geekbench 6 sebesar 1.032 poin (single-core) dan 2.926 poin (multi-core). 

Memainkan COD Mobile dan BGMI (PUBG Mobile versi India) di resolusi tinggi mengalami penurunan frame rate, dengan respons sentuhan layar yang terasa sedikit delay. Kami harap kinerja ini bakal meningkat pada pembaruan OTA berikutnya. Namun pada saat artikel ini ditulis, pengalaman gaming tersebut masih perlu ditingkatkan lagi. Namun kabar baiknya, Poco X7 bisa menangani panas dengan cukup baik saat gaming dan tidak mengalami overheating separah rivalnya. Pada sisi software, ponsel ini menjalankan HyperOS berbasis Android 14 dengan fitur AI seperti Google Gemini, Photomoji, Chat with Gemini, dan lain sebagainya. 

Beberapa fitur tambahan akan hadir melalui pembaruan OTA di waktu mendatang. Secara keseluruhan, pengalaman software terasa mulus dan fitur-fitur yang tersedia juga tergolong berguna dalam keseharian. 

Di sisi lain, keluhan utama justru datang dari kebijakan pembaruan OS. Poco menjanjikan 3 tahun pembaruan OS, namun pada praktiknya hanya akan mendapatkan dua versi Android baru mengingat smartphone ini menjalankan Android 14 sejak awal. Sementara itu, varian Pro padahal sudah mendapatkan Android 15. Antarmukanya ponsel ini datang dengan aplikasi bawaan cukup banyak sehingga terasa cluttered. Untungnya, aplikasi-aplikasi ini dapat dihapus. 

Baterai dan pengisian

Poco X7 disuplai dengan baterai 5.500 mAh yang dipadankan dengan pengisian 45 watt. Kendati mengalami peningkatan kapasitas, fitur fast charging justru menurun dari 67 watt pada Poco X6. Perangkat ini mendapatkan skor ketahanan yang baik pada pengujian sintetis, yakni 11 jam 52 menit (PC Mark Battery Test). Ponsel ini juga sanggup bertahan seharian penuh dengan penggunaan tingkat sedang. Dibutuhkan sekitar 50 menit untuk mengisi daya dari 20-100 persen. Durasi ini terbilang cepat namun masih kalah saing dibandingkan sejumlah rivalnya. 

Kesimpulan

Poco X7 merupakan tambahan menarik di lini seri Poco X tahun 2025 dengan membawa banyak keunggulan di kelasnya. Ponsel ini hadir dengan rangka kokoh serta desain yang solid, memiliki layar berkualitas tinggi yang menawarkan pengalaman menonton hingga bermain game dengan memuaskan. Performa kameranya di kondisi cahaya terang juga tergolong bagus, sementara daya tahan baterainya patut diacungi jempol. 

Jika prioritas Anda adalah layar berkualitas, performa mumpuni untuk multimedia dan gaming, serta baterai tahan lama, maka Poco X7 5G layak dipertimbangkan di kelas harganya. 

Rating editor: 8 / 10

Alasan untuk membeli:

  • Poco X7 punya build quality yang baik, tersertifikasi IP66, IP68, IP69.
  • Ponsel ini hadir dengan layar berkualitas serta stereo speaker yang memadai.
  • Punya kamera yang bisa diandalkan untuk menghasilkan foto memukau di siang hari.
  • Baterai Poco X7 tahan lama, mampu digunakan hingga seharian penuh untuk sebagian besar pengguna.

Alasan untuk tidak membeli:

  • Kemampuan fotografi malam harinya tidak sebagus kompetitor.
  • Sisi software memiliki banyak aplikasi prainstal. 
POCO X7 Harga
Rp. 4.500.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Poco X7: Bodi Tangguh, Kinerja Gesit, Layar Memukau first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-poco-x7-bodi-tangguh-kinerja-gesit-layar-memukau/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2025/10/POCO-X7-review-150x150.jpg150150
Review Redmi 14C 5G: Harga Rendah tapi Value Tinggi https://www.91mobiles.com/id/hub/review-redmi-14c-5g-harga-rendah-tapi-value-tinggi/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-redmi-14c-5g-harga-rendah-tapi-value-tinggi/#respond Mon, 23 Dec 2024 02:15:46 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=15277 Redmi 14C 5G merupakan smartphone budget terbaru dari Redmi yang melanjutkan lini Redmi 13C 5G, yang diluncurkan pada awal tahun 2024. Perangkat ini hadir dengan beberapa peningkatan penting dibandingkan pendahulunya, seperti layar lebih besar (6,88 inci), refresh rate 120 Hz, kamera depan 8 MP yang ditingkatkan, serta penyimpanan UFS 2.2 yang lebih cepat. Serangkaian peningkatan ini membuat […]

The post Review Redmi 14C 5G: Harga Rendah tapi Value Tinggi first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Redmi 14C 5G merupakan smartphone budget terbaru dari Redmi yang melanjutkan lini Redmi 13C 5G, yang diluncurkan pada awal tahun 2024. Perangkat ini hadir dengan beberapa peningkatan penting dibandingkan pendahulunya, seperti layar lebih besar (6,88 inci), refresh rate 120 Hz, kamera depan 8 MP yang ditingkatkan, serta penyimpanan UFS 2.2 yang lebih cepat. Serangkaian peningkatan ini membuat pengalaman penggunaan harian terasa lebih lancar dan menjadikannya pilihan lebih menarik bagi pengguna entry-level. 

Namun, apakah peningkatan tersebut cukup untuk membuatnya benar-benar menonjol di segmen ponsel murah yang sangat kompetitif? Tim 91Mobiles telah menggunakan perangkat ini selama beberapa waktu, dan berikut review selengkapnya. 

Kesimpulan awal

Redmi 14C merupakan ponsel budget yang andal, dengan keunggulan di sektor pengalaman multimedia, kecepatan pengisian daya, dan dukungan software. Perangkat ini menjadi pilihan yang cukup solid bagi pengguna yang berfokus pada produktivitas namun memiliki anggaran terbatas. 

Kendati begitu, ada beberapa kekurangan yang membuatnya kurang menonjol ketimbang para rivalnya. Misalnya, kamera ponsel ini masih kesulitan dalam kondisi minim cahaya, dan varian dasar hadir dengan kapasitas penyimpanan terbatas, yang mungkin menjadi pertimbangan penting bagi sebagian pengguna. 

Desain dan layar

Desain Redmi 14C 5G mengingatkan pada Redmi A4, namun kini hadir dengan beberapa peningkatan. Ponsel ini memiliki bodi belakang kaca yang terasa lebih premium di tangan, dan layar lebih besar dengan ukuran 6,88 inci. Unit yang diterima 91Mobiles merupakan varian warna Starlight Blue, menampilkan pola cincin konsentris berkilau yang menarik perhatian, menambah kesan elegan pada tampilannya. 

Secara ukuran, perangkat ini terasa cukup besar dan bisa sedikit merepotkan bagi sebagian pengguna. Walau begitu, Xiaomi berhasil menjaga distribusi bobot dengan baik, sehingga ponsel tetap terasa seimbang di tangan meskipun memiliki bodi yang tinggi. Modul kamera berbentuk lingkaran besar di bodi belakang menjadi elemen desain yang mungkin tidak semua orang suka .Tombol power dan volume berada di sisi kanan, sedangkan port audio jek 3,5 mm ditempatkan di sisi atas, dan speaker mono serta port USB-C di bagian bawah. 

Layar IPS LCD 6,88 inci miliknya punya desain kamera depan waterdrop notch, menawarkan resolusi HD Plus, refresh rate 120 Hz, dan kecerahan maksimal 600 nit.  Panelnya tampak vivid dan tajam, bahkan lebih unggul dibandingkan sejumlah kompetitor di harga yang sama, misalnya saja Tecno Spark 30C dan Infinix Hot 50.

Speaker tunggal di ponsel ini mampu menghasilkan suara yang cukup jernih dengan volume memadai, meski tentu setup stereo akan lebih ideal. Tingkat kecerahannya pun cukup baik untuk penggunaan dalam ruangan, namun sedikit kurang maksimal di luar ruangan, sesuatu yang wajar di kelas harganya. Secara keseluruhan, pengalaman multimedia terasa solid, dan reading mode di ponsel ini tetap menjadi fitur favorit untuk konsumsi konten jangka panjang. 

Kamera

Redmi 14C 5G dilengkapi dengan kamera belakang ganda 50 MP dan kamera depan 8 MP. Saat digunakan di kondisi siang hari, kamera utamanya sanggup mampu menghasilkan foto yang menarik dengan kontras dan ketajaman baik, serta warna yang sedikit “mencuat” untuk tampilan lebih hidup. Dynamic range di hasil fotonya cukup luas, dan kamera 50 MP miliknya bisa mempertahankan detail yang baik pada sebagian besar foto. 

Kamera depan 8 MP menghasilkan selfie yang cukup bagus dengan reproduksi warna yang seimbang, meski terkadang menambahkan semburat kekuningan pada warna kulit. Performa kameranya di kondisi minim cahaya namun menurun signifikan, hasil fotonya menjadi lebih lembut, detail berkurang, dan noise pun cukup banyak, bahkan ketika Night Mode diaktifkan. 

Performa dan software

Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2 menjadi dapur pacu bagi Redmi 14C 5G, dipasangkan dengan RAM LPDDR4X hingga 6 GB dan storage UFS 2.2 sebesar 128 GB. Ponsel ini juga menyediakan slot MicroSD khusus bagi pengguna yang membutuhkan ruang tambahan. 

Performa menjadi salah satu aspek yang mengalami peningkatan signifikan pada ponsel kelas entry di tahun 2024, dan Redmi 14C 5G termasuk salah satu yang paling cocok untuk pengguna pemula.

Hasil AnTuTu menunjukkan performa yang sepadan dengan harganya, yakni 438.871 poin. Selain itu, hasil pengujian Geekbench 6 mengungkapkan skor cukup tinggi yaitu 919 poin (single-core) dan 2.206 poin (multi-core). Pengujian Burnout CPU Throttle menunjukkan Redmi 14C sanggup mempertahankan peak performance di angka 51,60 persen. 

Untuk aktivitas harian seperti menjelajah media sosial, mengambil foto, dan berkirim pesan di WhatsApp, smartphone ini berjalan mulus tanpa kendala berarti. Hanya saja, sedikit lag atau stutter kadang muncul saat multi-tasking berat atau membuka banyak aplikasi sekaligus, hal yang masih wajar di kelas ini. 

Pada gaming kasual, performanya pun cukup dapat diandalkan. Dengan pengaturan grafis rendah, game berat seperti COD Mobile bisa berjalan stabil di atas 50 FPS, sementara BGMI (PUBG Mobile versi India) memerlukan daya ekstra dan berjalan di kisaran 28 FPS pada pengaturan grafis HD. 

Beralih ke software, Redmi 14C 5G menjalankan HyperOS berbasis Android 14 secara out-of-the-box. Saat pertama kali dinyalakan, pengguna akan disambut dengan sejumlah aplikasi prainstal, yang membuat antarmukanya terasa agak penuh dan berantakan. Untungnya, hampir semua aplikasi tersebut bisa dihapus dengan mudah. 

Yang sedikit disayangkan, perangkat ini masih hadir dengan Android 14, padahal Android 15 sudah tersedia saat ponsel ini pertama kali rilis. Artinya, dukungan pembaruan OS utama akan berkurang satu tahun dibandingkan ponsel lain yang sudah menjalankan Android 15. Tapi kembali lagi, ini adalah ponsel entry-level di mana hampir semua rivalnya pun mengalami keterbatasan yang serupa. 

Di luar sejumlah catatan kecil tersebut, antarmuka HyperOS miliknya terasa ramah pengguna dan responsif. Beberapa fitur yang patut disorot antara lain:

  • Game Turbo, yang dapat meningkatkan performa saat bermain game.
  • Reading Mode, yang bisa menyesuaikan tampilan layar menjadi hitam putih, minim warna, atau bergaya buku kertas, cocok untuk pengguna yang gemar membaca dalam waktu lama. 

Baterai dan pengisian daya

Redmi 14C 5G dibekali baterai berkapasitas 5.160 mAh yang mendukung pengisian cepat 18 watt via kabel, sementara charger 33 watt sudah disertakan di dalam kotak penjualan. Dalam pemakaian sehari-hari, perangkat ini sanggup bertahan seharian penuh dengan pemakaian sedang, termasuk browsing, bermain game secara ringan, dan menonton video, menghasilkan durasi screen-on time rata-rata sekitar 5-6 jam. 

Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan jaringan 5G secara terus-menerus bisa membuat baterai terkuras lebih cepat. Untuk pengisian daya, pengisian dari 20-100 persen memerlukan waktu sekitar 1,5 jam, tergolong baik di kelas harganya. 

Kesimpulan

Redmi 14C 5G tidak rilis di Indonesia, namun rilis di India dengan harga mulai dari 9.999 rupee (Rp 1,8 jutaan) untuk varian RAM 4 GB/ 64 GB, dan 11.999 rupee (Rp 2,2 jutaan) untuk RAM 6 GB/ 128 GB. Ponsel ini berhasil menghadirkan fitur-fitur esensial dengan layar 120 Hz yang mulus, daya tahan baterai oke, kecepatan pengisian cepat, serta kualitas foto siang hari yang memadai. 

Sejumlah pesaing terdekatnya adalah Tecno Spark 30C dan Infinix Hot 50, yang menawarkan performa serta daya tahan baterai serupa, namun lebih unggul dalam hal fotografi malam hari. Bahkan dengan tambahan sekitar 1.000 rupee (Rp 180 ribuan), pengguna bisa memilih Redmi 13 5G yang menawarkan chipset sekelas namun dengan kamera, pengisian daya, dan layar lebih baik untuk konfigurasi RAM 6 GB/ 128 GB yang sama.

Kekuatan utama Redmi 14C 5G terletak pada pengalaman multimedia, kecepatan pengisian daya, dan dukungan software yang solid. Jika Anda memiliki anggaran terbatas namun tetap menginginkan ponsel andal dengan layar bagus dan daya tahan layak, maka Redmi 14C 5G patut dipertimbangkan. 

Rating editor: 7,5 / 10

Alasan membeli:

  • Ponsel ini menawarkan layar yang besar, cerah, dan cocok untuk konsumsi konten.
  • Kamera Redmi 14C 5G cukup oke untuk memotret di siang hari.
  • Baterai ponsel mampu bertahan seharian penuh pada pemakaian sedang. 

Alasan tidak membeli:

  • Kamera ponsel kurang memadai untuk memotret di kondisi gelap.
  • Varian dasar hanya menyediakan penyimpanan 64 GB.
  • Ponsel ini menghadirkan banyak aplikasi prainstal alias bloatware

The post Review Redmi 14C 5G: Harga Rendah tapi Value Tinggi first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-redmi-14c-5g-harga-rendah-tapi-value-tinggi/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2025/10/14c-rev-150x150.jpg150150