Shekhar Thakran | Indonesia Blog https://www.91mobiles.com/id/hub Wed, 05 Nov 2025 16:46:36 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.5.3 Review Poco M7 Pro: Unggul di Semua Sisi https://www.91mobiles.com/id/hub/review-poco-m7-pro-unggul-di-semua-sisi/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-poco-m7-pro-unggul-di-semua-sisi/#respond Thu, 22 May 2025 04:03:32 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=15205 Poco M7 Pro 5G resmi diperkenalkan di Indonesia pada 7 April 2025 lalu sebagai penerus dari Poco M6 Pro, salah satu smartphone paling populer di kelas harga mid-range. Mengikuti jejak sebuah produk pendahulu yang mendulang sukses di pasaran bukanlah hal mudah, lantaran mesti memenuhi ekspektasi tinggi dari para penggunanya. Untuk menangani hal ini, Poco pun menawarkan sederet […]

The post Review Poco M7 Pro: Unggul di Semua Sisi first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Poco M7 Pro 5G resmi diperkenalkan di Indonesia pada 7 April 2025 lalu sebagai penerus dari Poco M6 Pro, salah satu smartphone paling populer di kelas harga mid-range. Mengikuti jejak sebuah produk pendahulu yang mendulang sukses di pasaran bukanlah hal mudah, lantaran mesti memenuhi ekspektasi tinggi dari para penggunanya. Untuk menangani hal ini, Poco pun menawarkan sederet peningkatan pada M7 Pro yaitu layar AMOLED 120 Hz, chipset yang lebih gesit, bodi lebih tangguh, kapasitas baterai lebih besar, dan masih banyak lagi. 

Dengan sejumlah peningkatan tersebut, apakah Poco M7 Pro berhasil melanjutkan kesuksesan pendahulunya? Tim 91Mobiles sudah menggunakan smartphone ini selama dua minggu. Berikut ini pengalaman yang kami rasakan.

Kesimpulan awal

Poco M7 Pro adalah ponsel yang layak dianggap sebagai suksesor M6 Pro, hadir dengan banyak peningkatan di sejumlah area utama. Ponsel ini menampilkan desain yang unik, build quality memadai, kamera utama yang mumpuni, layar cerah, baterai tahan lama, dan chipset yang bertenaga. Ponsel all-rounder ini cocok untuk sebagian besar orang, namun kameranya masih agak kurang saat dipakai memotret di kondisi minim cahaya. Antarmuka software ponsel ini juga masih kurang baik, diperparah dengan hadirnya sederet aplikasi prainstal. Namun di luar itu, Poco M7 Pro tetap menjadi pilihan yang sangat istimewa.

Desain dan layar

Poco M7 Pro hadir dengan desain unik yang menampilkan pola pasir gurun (desert sand) di sisi belakang. Modul kameranya tidak terlalu menonjol seperti sejumlah smartphone lain, sehingga memberikan tampilan yang lebih elegan. 

Sebagai seseorang yang kurang menyukai modul kamera besar dan menonjol, dua sensor kameranya agak cenderung mengganggu. Namun secara keseluruhan, desain ponsel ini tetap terlihat menarik. Dengan rangka berbahan logam, yang cukup jarang ditemukan di kelas harganya, Poco M7 Pro memberikan rasa kokoh dan premium saat digenggam.

Tombol volume dan daya terketak di sisi kanan ponsel dan mudah diakses kendati hanya memakai satu tangan. Poco M7 Pro memiliki ketebalan 7,99 mm dengan bobot 190 gram, terasa ramping dan ringan. Tim pengujian pun tidak merasakan isu apa pun saat menggenggam ponsel selama beberapa jam.

Di bagian depan, tersedia layar AMOLED 6,67 inci dengan kecerahan maksimal 2.100 nit dan desain punch-hole sehingga mampu mencapai rasio bodi-ke-layar lebih dari 92 persen. Dengan bezel tipis di sekeliling layar, ponsel ini memberikan pengalaman menonton yang memadai. Dengan kecerahan maksimalnya yang tinggi, layar ponsel ini sanggup dilihat dengan nyaman meski di bawah terik matahari. 

Karena menggunakan panel AMOLED, Poco M7 Pro sanggup menampilkan warna hitam lebih pekat dan warna-warna yang cerah, sesuatu yang masih jarang ditemui di kelas harganya. Salah satu hal menarik dari ponsel ini adalah keberadaan tiga profil warna yang bisa dipilih, yaitu Vivid, Saturated, dan Standard. 

Yang cukup mengejutkannya lagi, profil Vivid justru menjadi yang paling seimbang dibandingkan yang lain. Umumnya, mode Vivid di banyak perangkat menghadirkan tampilan yang terlalu saturated dan mencolok, namun di ponsel ini, efek tersebut justru terdapat pada mode Saturated. Sementara itu, profil Standard memberikan tampilan warna yang lebih lembut dan alami. Profil Standard ini menurut kami adalah yang paling nyaman digunakan. Terlepas dari hal-hal ini, kehadiran panel AMOLED di Poco M7 Pro merupakan peningkatan besar dibandingkan pendahulunya yang masih memakai panel LCD.

Berbicara soal peningkatan, kini layar Poco M7 Pro mendukung refresh rate 120 Hz, naik dari 90 Hz pada model sebelumnya. Alhasil, pergerakan di layar pun terasa jauh lebih mulus, baik saat memainkan game maupun menavigasi antarmuka. 

Kamera

Mari kita bahas soal detail teknisnya terlebih dahulu. Poco M7 Pro dibekali kamera utama 50 MP dengan sensor Sony LYT-600, lengkap dengan OIS (Optical Image Stabilization) dan aperture f/1,5 yang cukup mengesankan di kelas harganya. Sensor utama ini ditemani dengan kamera makro 2 MP, sedangkan di sisi depan terdapat kamera selfie 20 MP, yang merupakan peningkatan besar dibandingkan generasi sebelumnya. 

Kamera utama ponsel ini benar-benar memberikan hasil memuaskan dengan akurasi warna yang baik, dynamic range yang luas, serta detail yang konsisten. Sementara itu, kamera sekundernya tergolong biasa saja dan sebenarnya bisa saja dihilangkan tanpa memengaruhi pengalaman fotografi keseluruhan. 

Pada kondisi minim cahaya, ponsel ini sedikit kesulitan menangkap detail, namun tetap bisa memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan beberapa pesaing di harga yang sama.

Saat memotret di siang hari, Poco M7 Pro sanggup menghasilkan foto dengan warna akurat serta detail yang baik. Ponsel ini juga sanggup menangkap warna kulit dengan baik saat mode portrait

Adapun ketika memotret selfie, Poco M7 Pro berhasil juga untuk menangkap warna kulit dan detail dengan baik, serta menunjukkan deteksi tepi yang rapi. Dalam kondisi cahaya redup, Poco M7 Pro mampu menghasilkan foto yang baik secara keseluruhan, kendati kurang unggul dalam hal mengontrol sumber cahaya. Beralih ke Night Mode alias mode malam, peningkatan yang dirasakan masih tergolong sedikit. 

Performa dan software

Poco M7 Pro disokong oleh MediaTek Dimensity 7025 Ultra. Unit yang diterima tim 91Mobiles di India merupakan varian dasar dengan RAM 6 GB dan storage 128 GB, dijual dengan harga Rp 2,8 jutaan. Di Indonesia, Poco M7 Pro hanya tersedia dalam satu varian yaitu RAM 8 GB/ 256 GB yang dijual dengan harga rilis  Rp 2.799.000.

Di harga tersebut, Poco M7 Pro bersaing dengan iQoo Z9x (Snapdragon 6 Gen 1) di harga mulai dari Rp 2.999.000. Di antara dua smartphone ini, iQoo Z9x berhasil unggul dengan skor AnTuTu v10 lebih tinggi yaitu 552.168 poin, sementara Poco M7 Pro menorehkan skor 486.435 poin. Sebagai informasi, AnTuTu mengukur kinerja keseluruhan perangkat, termasuk CPU, GPU, memori, dan faktor-faktor performa lainnya. 

Mesk hasil benchmark Poco M7 Pro tidak begitu menonjol dibandingkan rivalnya, pengalaman penggunaan sehari-hari ponsel ini masih terasa mulus. Selama pengujian, tidak ada aplikasi yang mengalami crash, dan kinerjanya pun tetap smooth dan stabil. Bahkan saat digunakan untuk bermain game, performanya masih terasa lancar dan responsif. 

Jadi meskipun angka benchmark Poco M7 Pro tidak spektakuler, Anda dapat mengabaikannya dengan aman dalam kasus ini, karena Poco M7 Pro mampu menangani multi-tasking dengan baik dan cukup mendukung berbagai kebutuhan harian tanpa kendala berarti. 

Smartphone ini menjalankan antarmuka HyperOS berbasis Android 14 dan dijanjikan bakal menerima 2x pembaruan OS utama serta 4 tahun patch keamanan. Seperti tren ponsel tahun 2024 pada umumnya, Poco juga menyertakan beberapa fitur berbasis AI untuk meningkatkan hasil kamera, yakni sebagai berikut.

  • AI AF. Fitur ini dapat menyesuaikan tingkat zoom kamera depan secara otomatis hingga 0,8x, agar semua orang dalam grup bisa masuk ke dalam satu frame
  • AI Night Mode. Dengan fitur ini, ponsel dapat menyesuaikan pengaturan gambar agar hasil foto malam hari terlihat lebih terang dan detail. 
  • AI Eraser. Pengguna dapat menghapus objek tak diinginkan dari foto dengan menggunakan fitur ini. 
  • AI Sky Replacement. Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan penggantian langit agar foto terlihat lebih menarik dan layak unggal ke media sosial, bahkan jika kondisi langit aslinya sedang tidak ideal.

Namun perlu dicatat, semua fitur ini masih bersifat “hit or miss” alias terkadang berfungsi baik, namun di lain waktu hasilnya kurang memuaskan. Kendati begitu, tetap saja lebih baik punya opsi fitur-fitur ini ketimbang tidak sama sekali. 

Kendati punya dukungan pembaruan software yang panjang (2x ketimbang hanya 1x), sayangnya Poco M7 Pro memiliki jumlah aplikasi prainstal sangat banyak yakni hingga 63 aplikasi. Alhasil antarmukanya pun sedikit terlihat penuh dan berantakan saat pertama kali digunakan. 

Secara keseluruhan, antarmuka HyperOS terasa cukup intuitive meskipun ada satu kekurangan kecil, yakni menu pengaturan utama yang tidak dapat diakses secara langsung via panel notifikasi, sesuatu yang kini sudah menjadi standar di banyak antarmuka Android lainnya. 

Baterai dan pengisian daya

Poco M7 Pro dikemas dengan baterai yang lebih besar dari pendahulunya, kini berkapasitas 5.110 mAh dengan fast charging 45 watt via kabel. Ponsel ini cukup terlihat ramping terlepas dari baterainya yang besar. Selama uji pemakaian, ponsel ini mampu bertahan lebih dari sehari pada pemakaian berat. Pada penggunaan kasual, Poco M7 Pro bahkan bisa bertahan hingga dua hari.

Perangkat ini juga berhasil menorehkan skor tinggi pada pengujian PC Mark Battery, yakni bertahan hingga 17 jam 46 menit. Dengan charger yang tersedia di dalam paket penjualan, ponsel ini hanya memerlukan waktu 53 menit untuk terisi penuh.

Kesimpulan

Poco M7 Pro dapat direkomendasikan dengan begitu mudahnya untuk siapa pun yang menyukai Poco M6 Pro. Ponsel ini sungguh membawakan peningkatan di hampir semua aspek. Dengan layar AMOLED 120 Hz, baterai tahan lama, dan chipset yang bertenaga, ponsel ini layak dijadikan daily driver oleh mayoritas orang. Dari segi kamera, ponsel ini mampu menghasilkan foto memadai dengan kamera utamanya, namun hasil foto minim cahayanya kurang bagus karena memiliki banyak noise

Terlepas dari harganya yang terjangkau di Rp 2,8 juta, Poco M7 Pro nyaris tidak melakukan penyunatan fitur sama sekali. Antarmuka ponsel ini masih terasa kurang oke karena punya banyak aplikasi prainstal. Namun jika Anda sudah familiar dengan antarmukanya Poco, ponsel ini adalah opsi yang bisa diandalkan. 

Rating editor: 7,5 / 10

Alasan membeli:

  • Poco M7 Pro hadir dengan panel AMOLED 120 Hz.
  • Ponsel ini punya desain memukau dengan build quality yang baik.
  • Smartphone ini punya baterai yang awet.
  • Pengisian dayanya ngebut.

Alasan tidak membeli:

  • Fitur mode malam di ponsel ini masih terasa kurang bagus.
  • Ponsel ini dibekali dengan banyak aplikasi prainstal.
POCO M7 Pro Harga
Rp. 3.599.000
Pergi Ke Toko
Rp. 3.699.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Poco M7 Pro: Unggul di Semua Sisi first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-poco-m7-pro-unggul-di-semua-sisi/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2025/10/poco-m7-pro-review-featured-150x150.jpg150150
Oppo Reno 13 Pro: Fiturnya Meningkat, tapi Harganya Selangit https://www.91mobiles.com/id/hub/oppo-reno-13-pro-fiturnya-meningkat-tapi-harganya-selangit/ https://www.91mobiles.com/id/hub/oppo-reno-13-pro-fiturnya-meningkat-tapi-harganya-selangit/#respond Thu, 20 Mar 2025 02:47:34 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=15222 Setiap tahunnya, Oppo senantiasa merilis seri Reno terbaru, dan setiap generasinya hadir dengan tema khusus. Misalnya, Reno 11 series yang menonjolkan sektor kamera dan desain, sementara Reno 12 series berfokus pada fitur AI canggih. Kini, dengan hadirnya Reno 13 series, tampaknya Oppo berupaya menghadirkan kombinasi dari kedua generasi sebelumnya, yaitu meningkatkan kualitas di semua aspek ketimbang hanya unggul […]

The post Oppo Reno 13 Pro: Fiturnya Meningkat, tapi Harganya Selangit first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Setiap tahunnya, Oppo senantiasa merilis seri Reno terbaru, dan setiap generasinya hadir dengan tema khusus. Misalnya, Reno 11 series yang menonjolkan sektor kamera dan desain, sementara Reno 12 series berfokus pada fitur AI canggih. Kini, dengan hadirnya Reno 13 series, tampaknya Oppo berupaya menghadirkan kombinasi dari kedua generasi sebelumnya, yaitu meningkatkan kualitas di semua aspek ketimbang hanya unggul di satu atau dua bidang saja. 

Jika Anda penasaran apakah strategi ini berhasil atau justru membuatnya kehilangan ciri khas, tim 91Mobiles sudah menguji jawabannya. Setelah menggunakan Oppo Reno 13 Pro selama seminggu, berikut review lengkap yang kami sajikan, mencakup desain, layar, kemampuan kamera, pengalaman gaming, hingga daya tahan baterai. 

Kesimpulan awal

Oppo Reno 13 Pro datang dengan desain bodi yang ringan, layar cerah 120 Hz, serta kamera utama yang sangat mumpuni. Namun, harga awalnya yang terasa tinggi (Rp 11 juta), mengingat ponsel ini dibekali chipset yang performanya bisa dikalahkan oleh Realme GT 6 yang seharga Rp 8 juta.

Meski begitu, jika Anda lebih memprioritaskan fitur AI terbaru dan sering berbagi konten – baik foto, file, maupun Live Photos – dengan pengguna iPhone, maka Oppo Reno 13 Pro tetap menjadi pilihan menarik.

Desain dan layar

Meskipun Oppo Reno 13 Pro juga ditawarkan dalam varian warna Graphite Grey, unit yang diterima tim 91Mobiles datang dalam warna Mist Lavender. Oppo menggambarkan varian ini memiliki “efek kupu-kupu yang unik, menyerupai saya kupu-kupu yang sedang berkepak”.

Namun, efek tersebut sebenarnya cukup tersamarkan, bahkan jika Anda menggunakan casing transparan (tersedia di dalam boks penjualan). Di saat sejumlah ponsel seri Reno sebelumnya tampil lebih mencolok, Oppo Reno 13 Pro justru mengusung pendekatan yang lebih elegan dan sederhana.

Sisi belakang smartphone ini memiliki tekstur matte berkilau yang memberikan sensasi grip nyaman di tangan. Ponsel ini juga menjadi salah satu di pasaran yang menawarkan desain camera island simetris, dengan dua cincin kamera besar untuk sensor utama dan telefoto, serta dua potongan berbentuk pil untuk lampu Flash dan kamera ultrawide. Kami paham bahwa tidak semua orang bakal suka dengan simetri pada desain seperti ini, namun teruntuk desainer Oppo yang mengambil keputusan tersebut, rasanya tetap layak diapresiasi. 

Di luar dari desain unik tersebut, bodi belakang ponsel ini sebenarnya terasa kurang berkesan. Oppo memang dikenal dengan desain menawan di lini Reno, dan Oppo Reno 13 Pro terasa kehilangan elemen unik yang biasanya membuat seri ini menonjol. 

Di bagian depan, bezel di sekitar layar terlihat sangat tipis. Ponsel ini juga terasa lebih ramping karena layarnya sedikit melengkung di keempat sisinya, alias curved display. Dengan lubang kamera depan bergaya punch hole, tampilannya terasa sangat bersih dan juga tidak mengganggu. Hasil akhirnya begitu menawan hingga setelah beberapa waktu, kami mulai merasa bahwa bezel iPhone kami malah terlihat tebal saat dibandingkan. 

Oppo Reno 13 Pro mengantongi tiga sertifikasi IP Rating sekaligus yakni IP66, IP68, dan IP69. Selain itu, perangkat ini juga hanya setebal 7,6 mm dengan bobot 197 gram. Ini membuatnya jauh lebih tipis dibandingkan Realme GT 6 yang setebal 8,65 mm. 

Perihal pemosisian tombol, power button dan pengatur volume diletakkan di sisi kanan, mudah dijangkau oleh ibu jari saat digunakan dengan satu tangan. Secara keseluruhan, perangkat ini terasa ringan dan ramping, memberikan pengalaman genggaman yang nyaman dan premium. 

Sejumlah highlight utama pada desain Oppo Reno 13 Pro meliputi rangka aluminium kelas aerospace, punggung kaca utuh yang dipahat dari satu bagian, serta perlindungan Corning Gorilla Glass 7i di sisi depan. Oppo menyebut bodi perangkat ini sebagai “All-Round Armor”, karena menawarkan ketahanan tingkat tinggi berkat sertifikasi IP66, IP68, dan IP69. Artinya smartphone ini tahan debu, cipratan air, dapat terendam hingga kedalaman 2 meter selama 30 menit, serta mampu tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi hingga suhu 80 derajat Celsius. 

Seperti yang disinggung sebelumnya, layar Oppo Reno 13 Pro memiliki lengkungan halus di keempat sisinya. Panelnya berukuran 6,83 inci dengan resolusi 1,5K (2.800 x 1.272 piksel), menggunakan teknologi AMOLED. Refresh rate layar ini mencapai 120 Hz, yang bisa disesuaikan ke 60 Hz, 90 Hz, atau 120 Hz sesuai kebutuhan, 

Menariknya lagi, layar ini juga dilengkapi solusi hardware low blue light yang telah tersertifikasi dari BOE SGS dan Seamless Eye Protection Certificate, sehingga meningkatkan kenyamanan mata saat digunakan dalam waktu lama. Selain itu, Oppo juga membekali layar ini dengan PWM Dimming frekuensi tinggi 3.840 Hz, membantu mengurangi flicker pada tingkat kecerahan rendah agar tampilan tetap smooth dan aman bagi mata. 

Kendati kecerahan layar ponsel ini tidak terlalu mengesankan (kecerahan maksimal 1.200 nit), namun penggunaan Oppo Reno 13 Pro di luar ruangan tetap nyaman tanpa kendala. Desain bodinya yang ramping, dipadukan dengan layar melengkung, menghadirkan pengalaman menonton yang immersive – mungkin salah satu yang terbaik di kelas harganya.

Karena disuplai dengan panel AMOLED, tampilan warna sungguh menampilkan warna hitam pekat dan warna-warna yang cerah. Dengan refresh rate tinggi, navigasi antarmuka maupun aktivitas browsing terasa begitu mulus dan responsif. Ditambah lagi, kualitas layarnya yang unggul membuat pengalaman gaming terasa menyenangkan dan mendalam. Secara keseluruhan, layar menjadi salah satu fitur unggulan Opp Reno 13 Pro, sekaligus aspek yang paling memikat dari ponsel ini. 

Kamera

Oppo Reno 13 Pro difasilitasi dengan tiga kamera belakang yang terdiri atas sensor utama 50 MP Sony IMX8900 (dengan OIS dan aperture f/1,88), sensor telefoto 50 MP JN5 dengan zoom optis hingga tingkatan 3,5x dan digital zoom di tingkatan 120x, serta ultrawide 8 MP dengan FoV 115 derajat dan dukungan autofokus. 

Untuk selfie, perangkat ini dibekali kamera depan 50 MP JN5 dengan aperture f/2,0. Dilihat dari spesifikasinya saja, terlihat bahwa perangkat ini menawarkan kamera yang mumpuni. 

Dalam penggunaan sehari-hari, kamera utamanya mampu menghasilkan foto sangat bagus, baik di kondisi terang maupun minim cahaya. Smartphone ini menangkap warna kulit dengan baik, dan bahkan dalam kondisi gelap pun akurasi warnanya tetap terjaga. Kemampuan zoom di HP ini juga sangat mengesankan, meski hasil fotonya menjadi kurang akurat pada level pembesaran tinggi. 

Pada pemotretan siang hari, hasil foto Oppo Reno 13 Pro sangat detail, bahkan pada area gelap sekalipun. Akurasi warnanya pun sangat baik, bahkan saat dibandingkan dengan ponsel lain di kelas harga yang sama. Untuk pengujian ultrawide, hasil foto pada Oppo Reno 13 Pro tergolong kalah saing. Sebab, tulisan pada sebuah papan menjadi tidak terbaca, kendati masih menghasilkan detail yang baik tanpa warna yang terlalu saturated

Oppo Reno 13 Pro juga unggul dari segi mode portrait, lantaran mendukung pendeteksian tepi dan akurasi warna yang lebih mantap. Hasil foto selfie juga menyuguhkan warna yang akurat ketimbang para pesaingnya. 

Di luar itu semua, kemampuan kamera Oppo Reno 13 Pro yang paling menakjubkan terletak pada kondisi low light. Sebab, perangkat ini mampu mempertahankan akurasi warna dengan sangat baik, sekaligus punya hasil foto yang paling oke di sisi detail dan highlight

Performa dan software

Oppo Reno 13 Pro ditenagai dengan chipset versi custom dari MediaTek Dimensity 8350, disandingkan dengan RAM 12 GB LPDDR5X dan penyimpanan internal 256 GB atau 512 GB UFS 3.1. Chipset berfabrikasi 4 nm tersebut memiliki CPU octa-core yang terdiri dari empat core A715 dan empat inti A510, dengan kecepatan utama hingga 3,35 GHz. Chipset bersangkutan juga dilengkapi GPU hexa-core Mali G615 dan prosesor AI APU 780. 

Oppo menyoroti bahwa selama pemrosesan AI dengan beban tinggi, platform baru ini sanggup melakukan komputasi AI langsung di perangkat (on-device) dengan konsumsi daya yang tetap efisien, sehingga pengguna dapat menikmati fitur AI generatif dalam lebih banyak skenario. Berdasarkan data dari Oppo, konsumsi daya saat bermain game berkurang antara 4-15 persen, sedangkan konsumsi daya saat merekam video 4K HD menurun sekitar 8-10 persen. 

Oppo juga mengklaim bahwa skor AnTuTu v10 di perangkat ini menembus angka 1,4 juta poin, kendati hasilnya sedikit berbeda dalam pengujian yang dilakukan tim 91Mobiles. Setelah kami uji, Oppo Reno 13 Pro hanya meraih skor AnTuTu di kisaran 1.146.605 poin. Ini jauh lebih rendah dari skor Realme GT 6 yang sebesar 1.501.830 poin. 

Hasil pengujian di Geekbench menunjukkan pola yang serupa. Realme GT 6 lagi-lagi memimpin dalam pengujian single-core berkat Snapdragon 8s Gen 3, sementara Vivo V40 Pro unggul di pengujian multi-core. Namun jika dibandingkan, Oppo Reno 13 Pro menorehkan skor yang tergolong rata-rata dibandingkan para pesaingnya yakni 1.340 poin pada single-core dan 4.064 poin pada multi-core

Namun perlu diingat, benchmark hanya memberikan gambaran umum perihal performa di berbagai skenario, dan pengalaman penggunaan nyata jauh lebih penting. Dalam penggunaan sehari-hari, Oppo Reno 13 Pro menunjukkan performa yang solid dan konsisten di berbagai situasi. Selama masa pengujian, tidak ada aplikasi yang mengalami crash, animasi patah-patah, atau perlambatan. Ini mencerminkan bahwa performa ponsel ini tergolong cukup andal. 

Dari segi software, Oppo Reno 13 Pro menjalankan antarmuka ColorOS 15 secara out-of-the-box. Perlu diakui ada banyak hal menarik yang ditawarkan antarmuka tersebut. Untuk menghindari pengulangan fitur-fitur yang sudah ada di generasi sebelumnya, mari kita fokus pada pembaruan utamanya. 

Salah satu fitur unggulan yang ditonjolkan adalah Tap-to-Share yang memungkinkan pengguna mentransfer gambar atau file secara mulus antara ponsel Oppo dan iPhone. Bukan itu saja, Oppo Reno 13 Pro juga menjadi salah satu ponsel pertama di kelasnya yang menghadirkan fitur Live Photo. Fitur ini cara bekerjanya mirip dengan versi iOS dan bahkan bisa dibagikan langsung ke perangkat iPhone. Untuk memanfaatkan fitur ini, pengguna dapat mengunduh aplikasi O+ Connect dan menggunakan fitur Tap-to-Share tersebut. 

Seperti seri-seri Reno sebelumnya, ponsel ini juga disertai dengan berbagai peralatan AI, yakni di antaranya:

  • AI Summary. Merangkum artikel atau laporan menjadi poin-poin singkat yang mudah dipahami
  • Screen Translator. Kini fitur ini dapat menerjemahkan teks di seluruh layar atau hanya bagian tertentu, mendukung berbagai bahasa.
  • AI Writer. Sesuai namanya, fitur ini dapat memeriksa ejaan dan tata bahasa serta dapat menulis, melakukan penulisan ulang, memperbaiki, atau meringkas konten dalam berbagai gaya sesuai permintaan pengguna. 

Di luar itu, ada juga dua fitur berbasis AI yang terintegrasi di dalam antarmuka secara menyeluruh, yakni Google Gemini dan Circle to Search. Gemini dapat diakses dengan menekan lama tombol daya untuk mengajukan pertanyaan atau perintah.

Sedangkan, Circle to Search bisa diakses dengan menekan lama tombol beranda atau bilah navigasi, memungkinkan pengguna untuk melingkari bagian tertentu di layar dan langsung melakukan pencarian online untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Meskipun Oppo Reno 13 Pro hadir dengan berbagai aplikasi bawaan, sebagian besarnya merupakan aplikasi besutan Oppo sendiri. Kehadiran banyak aplikasi prainstal mungkin tidak akan disukai sebagian pengguna, namun pengalaman menggunakan ColorOS secara keseluruhan masih terasa cukup menyenangkan. 

Animasi yang smooth dan berbagai alat berguna membuat antarmuka ini menjadi terasa menarik. Bahkan, kami mengaku seering kembali menggunakan smartphone ini karena fitur-fiturnya yang praktis. Apabila Oppo bisa mengurangi jumlah aplikais bawaan (terutama dari pihak ketiga), seri Reno di masa depan bakal berpotensi menarik lebih banyak pengguna. Soalnya, sistem operasinya itu sendiri saja sudah cukup solid. 

Baterai dan pengisian daya

Oppo Reno 13 Pro dilengkapi dengan baterai berkapasitas 5.600 mAh, dipadankan dengan fast charging 80 watt via kabel. Sungguh layak diapresiasi Oppo berhasil menyelipkan baterai sebesar ini ke dalam bodi ponsel yang begitu ramping. Dalam pengujian kami, smartphone ini mampu bertahan hingga satu setengah hari pada pemakaian kasual. Pada pemakaian berat, baterainya bisa tahan hingga seharian penuh.

Perangkat ini juga mendapatkan skor PC Mark Battery yang cukup tinggi, dapat bertahan hingga 14 jam 3 menit. Dengan charger yang disediakan di dalam paket penjualan, Oppo Reno 13 Pro bisa diisi hingga penuh dalam 40 menit. 

Kesimpulan

Saat menilai Oppo Reno 13 Pro tanpa dibandingkan dengan yang lain, perangkat ini merupakan salah satu ponsel yang solid di pasaran. Ia menawarkan salah satu layar terbaik, dengan kamera yang cukup mumpuni, desain bodi ramping, serta fitur AI yang benar-benar mengesankan. Namun, itu jika dinilai tanpa dibandingkan. 

Dengan harga mulai dari Rp 11 juta, ponsel ini dibekali chipset yang kurang powerful dibandingkan Realme GT 6, yang justru punya harga jauh lebih murah. Meski begitu, Oppo Reno 13 Pro tetap punya daya tarik tersendiri bagi yang mencari ponsel serba bisa dengan fitur AI mutakhir serta cara termudah untuk berbagi file dan foto dengan perangkat iOS. 

Rating editor: 7,5 / 10

Alasan membeli:

  • Oppo Reno 13 Pro hadir dengan panel AMOLED 120 Hz
  • Ponsel ini menghadirkan salah satu fitur AI terbaik di pasaran.
  • Baterainya awet.
  • Oppo Reno 13 Pro dilengkapi kamera utama yang mumpuni.

Alasan tidak membeli:

  • Harganya terlalu mahal.
  • Chipset kalah saing.
OPPO Reno13 Pro Harga
Rp. 11.799.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Oppo Reno 13 Pro: Fiturnya Meningkat, tapi Harganya Selangit first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/oppo-reno-13-pro-fiturnya-meningkat-tapi-harganya-selangit/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2025/10/oppo-reno13-pro-review-featured-150x150.jpg150150
Review iQoo 13: Banyak Peningkatan, tapi Ada Pengurangan https://www.91mobiles.com/id/hub/review-iqoo-13-banyak-peningkatan-tapi-ada-pengurangan/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-iqoo-13-banyak-peningkatan-tapi-ada-pengurangan/#respond Thu, 05 Dec 2024 11:34:51 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=4176 Saat iQoo 12 dirilis pada Desember 2023 lalu, smartphone ini mendapatkan salah satu skor ulasan terbaik dari kami. Hal ini lantaran ponsel tersebut memiliki build quality yang solid, layar mengesankan, kamera yang andal, serta kinerja yang luar biasa.Semua kelebihan tersebut dikemas dalam satu ponsel dengan harga yang begitu kompetitif. Bahkan, iQoo 12 merupakan salah satu ponsel termurah […]

The post Review iQoo 13: Banyak Peningkatan, tapi Ada Pengurangan first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Saat iQoo 12 dirilis pada Desember 2023 lalu, smartphone ini mendapatkan salah satu skor ulasan terbaik dari kami. Hal ini lantaran ponsel tersebut memiliki build quality yang solid, layar mengesankan, kamera yang andal, serta kinerja yang luar biasa.

Semua kelebihan tersebut dikemas dalam satu ponsel dengan harga yang begitu kompetitif. Bahkan, iQoo 12 merupakan salah satu ponsel termurah kala itu yang sudah diotaki Snapdragon 8 Gen 3. Pada tahun 2024 sekarang, iQoo kembali merilis suksesor flagship-nya yang dinamakan iQoo 13. HP ini diharapkan dapat melanjutkan kesuksesan iQoo 12 yang menjadi pendahulunya.

Terlepas dari hal itu, persaingan di tahun ini memang semakin ketat. Akan ada Realme GT 7 Pro yang sama-sama memakai Snapdragon 8 Elite, namun dijual dengan harga yang bersahabat. Ponsel yang lebih dulu rilis di China ini diduga bakal meluncur di Indonesia dalam waktu dekat. Oleh karena itu, bisa saja iQoo 13 tidak akan lagi memegang predikat HP Snapdragon 8 series termurah di Indonesia seperti pendahulunya.

iqoo 13

Tim 91mobiles telah menggunakan iQoo 13 selama dua minggu sebagai perangkat utama (daily driver). Berikut ini adalah review mendalam mengenai ponsel flagship tersebut. Akankah iQoo 13 mampu bersaing dengan kompetitornya dan mempertahankan reputasi seri sebelumnya? Simak berikut ini.

Kesimpulan awal

iQoo 13 benar-benar memiliki performa buas, dilengkapi dengan Snapdragon 8 Elite kelas atas yang akan menjadi chipset andalan mayoritas flagship di tahun 2025. Ponsel baru dari merk iQoo tersebut menawarkan banyak peningkatan dibandingkan sebelumnya. Namun, HP ini tidak lagi dibekali lensa periskop telefoto yang merupakan keunggulan iQoo 12 dan beberapa rivalnya di harga serupa. 

Kendati tidak lagi menawarkan lensa periskop, iQoo 13 tetap menjadi perangkat yang andal dalam hal fotografi serta mampu menghasilkan foto portrait yang mengesankan. Adapun dari sisi performa, kami tidak mengalami masalah apa pun pada HP flagship ini. Pengalaman bermain game dan penggunaan sehari-hari sungguh berjalan dengan mulus.

Desain dan layar

iQoo 13 memiliki desain bodi yang nyaris tidak berbeda dengan iQoo 12 yang merupakan pendahulunya. Akan tetapi, smartphone ini menerima tambahan fitur baru bernama “Monster Halo”, yakni lampu cincin dinamis di modul kamera yang dapat disesuaikan warna serta kecepatan efeknya. Fitur ini dinilai sebagai sebuah daya tarik, terutama bagi gamer yang menginginkan ponsel dengan tampilan mencolok.

iqoo 13

Kehadiran “Monster Halo” ini masuk akal untuk HP gaming seperti iQoo 13. Pihak perusahaan juga berhasil mengaplikasikan fitur pencahayaan ini dengan baik. Sebab, jika pengaplikasiannya salah, bisa saja ponsel jadi memiliki tampilan belakang yang kurang menarik.

Varian warna Nardo Grey adalah warna pada HP iQoo 13 yang kami uji, memiliki finishing matte pada sisi-sisinya. Hal ini memberikan pengalaman genggam yang baik meski berbahan plastik. Dimensi bodinya adalah 76,71 mm x 163,37 mm x 8,13 mm dengan bobot 213 gram.

Kendati tergolong besar dan berat, ponsel ini masih terasa nyaman digenggam pakai satu tangan. Ini berlaku jika pemakai memiliki tangan yang besar. Sejumlah orang dengan tangan berukuran kecil mungkin akan sedikit kesulitan menggenggamnya dengan nyaman. Sebagai perbandingan, Realme GT 7 Pro jauh terasa lebih mudah dioperasikan dengan satu tangan meski bobotnya lebih berat.

iqoo 13

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, iQoo 13 tidak lagi dibekali kamera periskop telefoto. Lalu, LED Flash yang sebelumnya berada di luar lingkaran modul kamera, kini berada di dalamnya, berdampingan dengan sensor-sensor kamera. iQoo juga telah mengurangi ketebalan modul kamera hingga 30 persen, sehingga smartphone ini tetap stabil tanpa goyang-goyang saat ditaruh di atas permukaan meja. Secara keseluruhan, iQoo 13 menawarkan tampilan bodi belakang yang bersih, disertai logo iQoo di sisi bawahnya. 

Ponsel ini meletakkan tombol volume yang responsif di sisi kanan ponsel. Anda juga dapat menemukan tombol daya di sisi ini. Sementara, speaker dapat ditemukan di bagian bawah bodi bersamaan dengan port USB Type-C dan laci kartu SIM. Karena bodi belakangnya memakai bahan plastik, ponsel ini rentan dihinggapi bekas noda sidik jari. Akan tetapi, masalah ini tidak akan terjadi jika Anda memilih varian Legend Edition yang dibekali bahan Enamel Glass. 

iQoo 13 tersertifikasi IP68 dan IP69, diklaim tidak akan rusak setelah terendam di air sedalam 1 meter, atau ketika disemprot dengan jet air bertekanan tinggi selama 30 detik. Dengan demikian, iQoo 13 dinilai dapat bertahan pada kondisi ekstrem tersebut. 

iqoo 13

Adapun pada sisi layarnya, menggunakan panel AMOLED 6,82 inci dengan resolusi 3.168 x 1.440 piksel. Layar tersebut mendukung refresh rate 144 Hz yang membuatnya cocok untuk gaming dan hiburan lainnya. Tingkat kecerahan maksimum layar ini mencapai 4.500 nit dalam kondisi tertentu. Sementara pada mode HBM (High Brightness Mode), layar dapat mencapai kecerahan 1.800 nit. Panel layar dengan sisi-sisi datar ini turut mendukung sertifikasi HDR10 Plus untuk pengalaman menonton yang imersif pada sejumlah aplikasi yang didukung.

Karena ponsel ini memiliki layar dengan sisi-sisi yang datar, layar ponsel sungguh terasa menyenangkan saat dipakai bermain game dan menonton video. Kami tidak perlu berurusan dengan refleksi cahaya atau kejadian salah tekan. Layar iQoo 13 dibekali touch sampling rate hingga 300 Hz. Ketika dipakai gaming, kecepatan responsnya sungguh menawarkan pengalaman yang baik dibandingkan ponsel lain mana pun. Menurut kami, ponsel dengan layar datar terasa lebih baik dari layar melengkung. Dalam hal ini, iQoo 13 sungguh mendapatkan penilaian baik dari kami.

Kamera

Perangkat iQoo 13 ini disertai dengan konfigurasi triple camera di punggungnya. Terdapat kamera utama Sony IMX 921 dengan teknologi VCS True Color, memiliki ukuran sensor 1/1.56 inci dengan apertir f/1.88. Sebagai pendampingnya, iQoo 13 dibekali kamera telefoto Sony IMX 816 dengan ukuran 1/2.93 inci dan apertur f/1.85, serta kamera ultra wide berukuran 1/2.76 inci dan apertur f/2.0. Di sisi depannya, terdapat kamera 32 MP GalaxyCore GC32E1 dengan ukuran 1/3.15 inci dan apertur f/2.45.

iqoo 13

Perlu diingatkan kembali bahwa iQoo 13 tidak lagi memiliki lensa periskop seperti pada iQoo 12, sehingga tingkatan zoom optis yang didukungnya pun hanya 2x, bukan 3x seperti sebelumnya. Kendati begitu, kinerja kamera iQoo 13 tetap tergolong baik di kelasnya.

Ponsel ini dapat menghasilkan foto portrait pada empat focal length yang berbeda, yakni 24 mm, 35 mm, 50 mm, dan 100 mm. Hasil portrait pada zoom 24 mm dan 35 mm kadang terlihat sungguh menakjubkan. Penurunan kualitas mulai terasa pada focal length 50 mm dan 100 mm, saat dipakai memotret subjek dan kondisi pencahayaan yang sama. 

Secara keseluruhan, kualitas hasil foto kamera utamanya terasa cukup baik. Kamera ponsel dapat menawarkan foto berkualitas pada sejumlah kondisi pencahayaan yang menantang. Pada mode pemotretannya, terdapat fitur High Resolution, Pano, Ultra HD Document, Slo-mo, Time-lapse, Long Exposure, Supermoon, Astro, Tilt-shift, Pro, Fisheye, dan Live Photo. Di antara semua mode ini, yang paling kami sukai adalah mode Snapshot.

Kami sungguh terkesan dengan kinerja kamera ponsel ini saat menangkap subjek yang bergerak cepat. Kami bahkan berhasil mengambil gambar BMW M4 yang sedang melaju di kecepatan lebih dari 200 KM per jam. Hasil fotonya sungguh jelas.

Pada kamera selfie, sensor 32 MP miliknya sanggup menangkap detail wajah dengan baik serta mampu menghasilkan tone warna kulit yang akurat. Pendeteksian ujung subjek mungkin sesekali akan berbeda antara preview dan hasil jadinya. Namun, hasil fotonya tetap terlihat bagus.

iQoo 13 sampel foto
Hasil tangkapan kamera utama iQoo 13.
sampel foto iQoo 13
Sampel foto iQoo 13 di siang hari.
Hasil sampel foto iQoo 13 di siang hari.
Hasil sampel foto iQoo 13 di siang hari.
iQoo 13 portrait sample
Sampel foto portrait iQoo 13.
Hasil foto mode malam iQoo 13.
Hasil foto mode malam iQoo 13.

Performa dan Software

iQoo 13 diotaki dengan chipset Snapdragon 8 Elite berfabrikasi 3 nanometer. Dengan jenis RAM LPDDR5x Ultra berkapasitas hingga 16 GB, serta penyimpanan UFS 4.1 sebesar 512 GB, smartphone ini sanggup menjalankan aplikasi berat serta multi-tasking dengan lancar.

Snapdragon 8 Elite hadir dengan konfigurasi 2+ 6 all-big-core, memiliki clock speed terkencang di dunia yakni 4,32 GHz. Ponsel ini menawarkan peningkatan kinerja hingga 45 persen dibandingkan iQoo 12. Dari sisi efisiensi daya, terdapat peningkatan hingga 44 persen dibandingkan Snapdragon 8 Gen 3. 

Selain chip Snapdragon 8 Elite, iQoo 13 juga dibekali chip Q2 Supercomputing yang merupakan generasi chip gaming kedua besutan iQoo. Pihak perusahaan mengeklaim bahwa chip ini dapat meningkatkan kualitas grafis dengan konsumsi daya yang rendah.

iqoo 13

Fitur 2K Super Resolution pada iQoo 13 dapat menawarkan kualitas grafis setara PC, dengan frame rate yang terkonfirmasi berjalan pada 144 FPS, dengan interpolasi frame tanpa delay. Fitur ini dapat berfungsi pada game PUBG Mobile dan Genshin Impact, sementara fitur Standard Super Resolution mendukung lebih dari 20 game

Perangkat ini menggunakan teknologi modulasi clock cerdas dan komprehensif berdasarkan payload frame. Ponsel ini menyesuaikan kecepatan clock-nya berdasarkan jumlah data (payload) dalam setiap frame. Hal ini memungkinkan penghematan daya secara dinamis. Ponsel ini juga dapat mengidentifikasikan skenario game secara frame demi frame, lalu menghitung beban pemrosesan yang diperlukan untuk setiap frame dan menyesuaikan jadwal tugas-tugas dengan cerdas. Hal ini memastikan gameplay berjalan lancar dengan penggunaan daya yang efisien.

Selain itu, ponsel ini menggunakan algoritme yang ditingkatkan untuk mengoptimalkan penjadwalan MLQ (multi-level queue), sebuah teknik yang memprioritaskan berbagai jenis tugas. Dengan mengidentifikasi dan mengurangi penurunan frame rate yang disebabkan tugas-tugas tidak relevan (“non-gaming”), ini dapat meningkatkan kelancaran pengalaman gaming dan multi-tasking

Kami tak hanya terkesan dengan pengalaman gaming yang sangat mulus dan tanpa stutter mampu menghasilkan frame rate tinggi, melainkan juga dengan haptic feedback yang canggih. Motor getar ultra-lebar 1016H sungguh menawarkan haptic feedback yang presisi dan detail. Ponsel juga mendukung getaran game 4D untuk beberapa judul tertentu, termasuk Genshin Impact. Fitur ini dapat meningkatkan pengalaman bermain dengan memberikan sensasi getaran kustom untuk pergerakan karakter dan eksekusi skill

Kini, mari berbicara soal hasil skor benchmark dari iQoo 13. Ponsel ini berhasil meraih skor 2.805.924 poin pada AnTuTU v10. Selain itu, pengujian Geekbench 6 pada HP ini menampilkan raihan skor 3.093 poin (single-core) dan 9.854 poin (multi-core). Skor-skor ini tergolong sangat tinggi, sehingga lumrah mengasumsikan iQoo 13 dapat menjalankan aplikasi dan game apapun dengan performa yang mulus. Kendati hasil-hasil tes ini sesuai dengan pengalaman kami pribadi, perlu dicatat bahwa iQoo 13 agak kesulitan melewati pengujian burnout.

Saat diujikan throttling CPU, iQoo 13 hanya dapat mempertahankan 46,3 persen dari performa maksimalnya. Gagal mencapai lebih dari 50 persen. Tapi perlu diketahui, pengujian ini memang mendorong komponen ponsel untuk mencapau batas dan mampu menyebabkan sejumlah ponsel berperilaku tidak semestinya. Pada pengujian riil, iQoo 13 dapat memberikan kinerja sangat baik pada mayoritas skenario yang berat.

Ponsel iQoo 13 varian global yang kami gunakan ini menjalankan sistem operasi Android 15 dengan polesan antarmuka Funtouch OS 15. Di dalamnya, terdapat sebanyak 56 aplikasi bawaan (bloatware), mencakup aplikasi Jovi Home, iQoo Cloud, Game Space, dan berbagai fitur layanan lainnya yang biasa hadir pada ponsel iQoo mana pun. Funtouch OS menawarkan fitur wallpaper kustom, sistem keamanan yang secara otomatis membatasi izin pada aplikasi, animasi layar saat layar mati dan menyala, pengelompokkan yang lebih cerdas pada aplikasi foto, mode Ultra Game yang dirancang ulang untuk menampilkan akses panel performa, pencarian global yang ditingkatkan, dan masih banyak lagi. 

iQoo 13 juga dijanjikan pembaruan versi Android selama empat generasi serta patch keamanan selama lima tahun. Menurut kami, ini adalah masa durasi yang cukup panjang. Kendati ada banyak bloatware, antarmuka HP ini menawarkan animasi dan navigasi yang mulus. 

Baterai dan pengisian daya

iQoo 13 hadir dengan kapasitas baterai 6.000 mAh, mampu bertahan hingga dua hari dengan penggunaan ringan. Sementara pada pengujian PC Mark yang kami lakukan, ponsel ini dapat bertahan hingga 13 jam. Ponsel ini memiliki daya baterai yang cukup untuk bertahan seharian penuh pada satu kali pengisian, kendati mengalami pemakaian yang berat.

iQoo 13

Pengisian daya 120 watt miliknya dapat mengisi baterai ponsel dari 20 hingga 100 persen hanya dalam 38 menit. Anda bisa mencolokkan HP ini ke charger sebelum melakukan aktivitas mandi, dan baterai HP akan cukup terisi untuk bertahan seharian penuh saat keluar dari kamar mandi. Untungnya lagi, charger 120 watt sudah tersedia dari dalam boks penjualan.

Kesimpulan

iQoo 13 merupakan pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan performa. Meski tidak lagi memiliki lensa periskop seperti iQoo 12, smartphone ini tetap menawarkan peningkatan di berbagai aspek, seperti ketahanan bodi (IP68 + IP69), layar, serta daya tahan baterai.

Absennya kamera periskop telefoto di HP ini tampaknya tidak akan menjadi deal-breaker bagi sebagian besar orang. Pengguna hanya jadi tidak bisa melakukan tingkatan zoom optis hingga 3x seperti sebelumnya, hanya bisa mencapai 2x. Secara keseluruhan, iQoo 13 merupakan ponsel dengan rasio harga-ke-performa yang baik dan akan membuat senang sebagian banyak orang.

Rating editor: 8/10

Alasan membeli:

  • Performa unggulan dengan Snapdragon 8 Elite.
  • Layar AMOLED dengan refresh rate 144 Hz yang cerah dan mulus.
  • Memiliki ketahanan IP68 dan IP69.
  • Sisi fotografi memiliki mode malam dengan kinerja yang baik.

Alasan untuk tidak membeli:

  • Banyak aplikasi bawaan (bloatware) di dalamnya.
  • Tidak memiliki lensa periskop telefoto seperti pendahulunya.
iQOO 13 5G Harga
Rp. 11.999.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review iQoo 13: Banyak Peningkatan, tapi Ada Pengurangan first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-iqoo-13-banyak-peningkatan-tapi-ada-pengurangan/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2024/12/iqoo-13-review-featured-1-150x150.png150150
Review Infinix Note 40, Murah tapi Ada Wireless Charging https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-note-40-murah-tapi-ada-wireless-charging/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-note-40-murah-tapi-ada-wireless-charging/#respond Thu, 24 Oct 2024 08:08:40 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=608 Dua ponsel kelas menengah terakhir dari Infinix yang saya ulas – Zero 30 5G dan GT 10 Pro – meninggalkan kesan yang baik bagi saya. Saya bahkan sempat menggunakan GT 20 Pro untuk beberapa waktu dan perangkat ini tampaknya memiliki banyak kelebihan. Inilah alasan mengapa saya sangat tertarik untuk mendapatkan Note 40 5G dan melihat […]

The post Review Infinix Note 40, Murah tapi Ada Wireless Charging first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Dua ponsel kelas menengah terakhir dari Infinix yang saya ulas – Zero 30 5G dan GT 10 Pro – meninggalkan kesan yang baik bagi saya. Saya bahkan sempat menggunakan GT 20 Pro untuk beberapa waktu dan perangkat ini tampaknya memiliki banyak kelebihan. Inilah alasan mengapa saya sangat tertarik untuk mendapatkan Note 40 5G dan melihat apakah ponsel ini hadir dengan kesan yang sama sehingga saya dapat menyimpulkan apakah ponsel ini menarik untuk dibeli atau tidak? Dibanderol dengan harga 2 jutaan, Note 40 5G adalah smartphone paling terjangkau yang bisa Anda beli saat ini yang mendukung pengisian daya nirkabel. Setelah menghabiskan lebih dari dua minggu dengan ponsel ini, sekarang saya dapat berbagi dengan Anda, apakah Anda harus mempertimbangkan untuk membeli Note 40 5G atau memilih ponsel lain dalam kisaran harga ini. Tanpa basa-basi lagi, mari kita masuk ke ulasan yang lebih rinci.

Kesimpulan Awal

Meskipun Infinix Note 40 5G menawarkan kinerja yang mumpuni di sebagian besar sektor, nilai jual utama ponsel ini justru ada di dukungan pengisian daya nirkabel. Ini memang menarik karena tidak ada ponsel lain dalam kisaran harganya yang dilengkapi fitur ini. Selanjutnya ponsel Infinix ini menawarkan serangkaian fitur yang komprehensif dan UI yang bersih di bagian sistem operasi tetapi dari segi kinerja, ponsel ini justru menghadapi persaingan yang ketat dalam persaingan ponsel lain di kelas harga yang sama.

Desain dan Layar

Infinix Note 40 5GCMF Phone 1OnePlus Nord CE4 Lite
Tebal7.75mm8.2mm8.1mm
Berat190 grams197 grams191 grams
IP RatingIP54IP52IP54


Meskipun desain telah menjadi keunggulan beberapa ponsel Infinix beberapa tahun ini, justru Note 40 5G terasa sedikit mengecewakan di bagian ini. Ponsel ini memiliki lapisan matte di bagian belakang dan lapisan mengkilap di bagian samping. Ini berarti bahwa meskipun ponsel tidak mudah tertempel noda sidik jari di panel belakangnya, sisi-sisi ponsel justru menjadi magnet untuk noda sidik jari. Lebih lanjut lagi, Infinix telah menghadirkan desain yang sangat minimalis di sini dan selain pengaturan kamera, tidak ada yang menonjol dalam desain smartphone ini. Pengaturan kamera berbentuk persegi panjang yang menonjol dilengkapi dengan tiga sensor dan lampu melingkar ‘Active Halo’ dengan LED di sekelilingnya. Infinix mengatakan bahwa ini adalah “pencahayaan AI pertama di segmennya” dan “dengan mudah mencerahkan berbagai adegan dengan efek cahaya yang memukau.”

Efek pencahayaan terbaru ini dapat digunakan untuk berbagai skenario – panggilan masuk, pemberitahuan, pengisian daya, game, musik, dan asisten suara. Anda mendapatkan tiga pengaturan untuk efek pencahayaan – Lively, Rhythmic, dan AI. Dalam pengaturan AI, warna pada lampu latar berubah secara dinamis, sesuai dengan skenario. Pada ketiga efek ini, Anda dapat memilih untuk menampilkan warna solid atau campuran warna.

Meskipun ponsel ini memiliki desain yang tebal dan layar yang besar (salah satu yang terbesar dalam kisaran harganya), smartphone ini tidak terasa berat. Tombol daya dan volume terletak di bagian belakang kanan Note 40 dan mudah diakses dengan ibu jari. Port pengisian daya USB Type-C ada di bagian bawah ponsel tetapi sayangnya tidak ada jack headphone 3.5mm di sini.

Infinix Note 40 5GCMF Phone 1OnePlus Nord CE4 Lite
Size6.78 inches (AMOLED)6.67 inches (AMOLED)6.67 inches (AMOLED)
Peak Brightness1300 nits2000 nits2100 nits
Refresh Rate120Hz120Hz120Hz


Anda mendapatkan panel AMOLED FHD+ di sini dengan kecepatan refresh maksimum hingga 120Hz dan kecerahan puncak hingga 1300 nits. Spesifikasi ini diterjemahkan dengan baik ke dalam penggunaan di kehidupan nyata karena ponsel ini dapat bertahan dengan baik di bawah sinar matahari langsung dan memberi Anda animasi yang sangat halus. Panel AMOLED menawarkan rasio kontras yang mengesankan yang memberikan pengalaman menonton yang baik, terlepas dari konten yang Anda tonton.

Saya menikmati menonton acara TV di Netflix pada ponsel ini dan speaker bagian bawahnya juga berfungsi dengan baik setiap kali saya tidak ingin menyambungkan earphone Bluetooth ke ponsel.

Kamera

Infinix Note 40 5G hadir dengan kamera utama 108MP dengan aperture f/1.9, ukuran sensor 1/1.52″, dan dukungan PDAF. Sensor utama dibantu oleh kamera 2MP dengan aperture f/2.4 dan kamera tersier. Dalam sistem ini, kamera utama melakukan pekerjaan berat karena kamera sekunder dan tersier pada dasarnya hanya memberikan informasi kedalaman pada pemotretan utama untuk pemotretan portrait yang disempurnakan.

Dalam ulasan saya, saya menguji performa kamera ponsel Infinix ini terhadap CMF Phone 1 dan Nord CE4 Lite.

Siang Hari

Lihatlah perbandingan foto siang hari antara Infinix Note 40 dan CMF Phone 1 di bawah ini.

Before image
Infinix Note 40 Daylight
After image
CMF Phone 1 Daylight

Sekarang, lihat perbandingan foto siang hari antara Note 40 dan Nord CE4 Lite.

Before image
Infinix Note 40 Daylight
After image
OnePlus Nord CE4 Lite Daylight

Pada pemotretan di siang hari, seperti yang Anda lihat di atas, Infinix Note 40 sedikit meningkatkan warna, yang akan membuatnya ideal bagi Anda yang ingin foto-foto Anda terlihat hidup di media sosial. Di sisi lain, CMF Phone 1 menghasilkan gambar yang tampak agak pudar. Namun, Nord CE4 Lite  menawarkan warna yang lebih alami, dan mempertahankan detail dengan sangat baik

Sekarang, mari kita beralih ke bidikan Potret Wajah. Pertama, kita memiliki Note 40 vs CMF Phone 1.

Before image
Infinix Note 40 Portrait
After image
CMF Phone 1 Portrait

Sekarang, mari kita lihat perbandingan antara Note 40 dan Nord CE4 Lite.

Before image
Infinix Note 40 Portrait
After image
OnePlus Nord CE4 Lite

Dalam pemotretan potret, Nord CE4 Lite keluar sebagai pemenang, diikuti oleh Infinix Note 40. CMF Phone 1 sama sekali tidak memberikan detail yang sama seperti hasil yang ditangkap oleh ponsel lain.

Pindah ke pemotretan malam hari. Sekali lagi, pertama-tama kami akan membandingkan Note 40 dan CMF Phone 1.

Before image
Infinix Note 40 Night Shot
After image
CMF Phone 1 Night Shot

Sekarang, mari kita lihat perbandingan antara Note 40 dan Nord CE4 Lite.

Before image
Infinix Note 40 Night Shot
After image
OnePlus Nord CE4 Lite Night Shot

Pada pemotretan malam hari, secara mengejutkan terdapat persaingan ketat antara Infinix Note 40 dan CMF Phone 1 karena Nord CE4 Lite menghasilkan bidikan yang buram dan berbintik-bintik. Secara keseluruhan, Note 40 menawarkan detail yang lebih baik dan bahkan menangani sumber cahaya dengan baik dalam pemotretan malam hari bagi saya.

Selanjutnya, kami memiliki perbandingan selfie. Pertama, kami memiliki Note 40 vs CMF Phone 1.

Before image
Infinix Note 40 Selfie
After image
CMF Phone 1 Selfie

Sekarang, mari kita lihat perbandingan Note 40 vs Nord CE4 Lite.

Before image
Infinix Note 40 Selfie
After image
OnePlus Nord CE4 Lite Selfie

Dengan kamera selfie 32MP, Ponsel Infinix memang mengambil beberapa foto yang layak, terutama dalam hal menangkap warna kulit. Sebagai perbandingan, Nord CE4 Lite meningkatkan warna kulit agar lebih cerah. Di sisi lain, CMF Phone 1 berada di antara keduanya. Namun, handset Infinix, bagaimanapun, memiliki pencahayaan yang kurang. Sedangkan, handset Nord lebih unggul dalam hal pencahayaan.

Performa dan Software

Harus diakui Infinix Note 40 5G hadir dengan chipset mumpuni MediaTek Dimensity 7020, sayangnya ada persaingan ketat di kisaran harga ini. Sebelum kita masuk ke perbandingannya, mari kita bahas apa saja yang Anda dapatkan di sini.

Note 40 5G menawarkan RAM LPDDR4 hingga 8GB (16GB dengan MemFusion pada varian RAM 8GB dan 24GB pada varian RAM 12GB) dan penyimpanan UFS 2.2. Dengan RAM yang lebih besar, ponsel ini mampu menawarkan kecepatan peluncuran aplikasi yang lebih cepat dan dapat menjalankan hingga 25 aplikasi di latar belakang (secara efektif mengurangi penutupan paksa).

Dengan fitur X-Boost Frame Control, sang produsen mengatakan bahwa Note 40 5G dapat menghadirkan frame rate tinggi secara konsisten di beberapa game online terpopuler, terutama dalam genre MOBA dan FPS. Menurut pengalaman saya, permainannya lancar dan saya tidak menghadapi masalah stutter atau lag saat bermain game seperti BGMI (PUBG Mobile versi India). Namun, penting untuk dicatat bahwa dalam Call of Duty: Mobile, ponsel ini berhasil menjalankan game pada pengaturan grafis “High”, dibandingkan dengan pengaturan grafis “Very High” yang didukung oleh CMF Phone 1. Pada Nord CE4 Lite, game hanya dapat berjalan pada pengaturan grafis Tinggi.

Seperti yang Anda lihat, CMF Phone 1 mengungguli Infinix Note 40 (tabel di atas), namun, Nord CE4 Lite mencatatkan skor yang lebih rendah daripada Note 40 pada tes benchmark Geekbench dan AnTuTu.

Menariknya, dalam tes Burnout, yang menunjukkan bagaimana kinerja ponsel di bawah beban berat, ponsel Infinix ini mengalahkan CMF Phone 1 dan Nord CE4 Lite. Dalam tes benchmark ini, ponsel ini mampu menawarkan 71,3 persen kinerja puncaknya di bawah beban berat. Sebagai perbandingan, CMF Phone 1 menawarkan 58,2 persen dan Nord CE4 Lite hanya menawarkan 55,4 persen dari kinerja puncaknya dalam situasi yang sama.

Hal ini menunjukkan bahwa Note 40 dapat menangani tugas-tugas yang berat tanpa mengorbankan kinerjanya. Hal ini sejalan dengan penggunaan saya. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, dalam penggunaan biasa, perangkat Infinix berkinerja baik dan tidak menimbulkan masalah besar saat bermain game atau multitasking.

Untuk pengalaman software, Note 40 5G menjalankan XOS v14.0 berbasis Android 14  dan dilengkapi dengan beberapa aplikasi yang sudah dimuat sebelumnya. Sebagian besar aplikasi tersebut juga dapat dihapus. Jadi, pengalaman keseluruhannya terasa sangat bersih.

Smartphone ini memiliki sebagian besar aplikasi dan fitur yang Anda harapkan dari ponsel Infinix saat ini – MemFusion (meningkatkan RAM), XClone (akun ganda untuk aplikasi), Floating Windows, Smart Hub, Folax, dan banyak lagi. Ini semua adalah fitur yang nyaman untuk dimiliki dan seiring berjalannya waktu, Anda akan terbiasa dan sering menggunakan fitur fitur tersebut. Software dalam Infinix terbilang baik karena pada banyak ponsel lain beberapa fitur hanya terasa seperti tipu muslihat dan tidak bermanfaat.

Fitur dynamic bar menunjukkan notifikasi di sekitar potongan kamera selfie tetapi fitur ini lebih untuk estetika saja. Berbicara tentang fitur yang lebih berguna, perangkat ini juga dilengkapi dengan ‘Note AI’, sekelompok fitur AI yang membantu Anda dalam pembuatan konten, rangkuman konten, pencarian gambar dengan bahasa alami, dan banyak lagi. Dalam penggunaan harian, saya menemukan bahwa fitur-fitur ini bekerja dengan baik dan terasa berguna.

Infinix menawarkan peningkatan OS selama 2 tahun dan pembaruan keamanan selama 3 tahun untuk ponsel ini. Ini adalah masalah yang sama yang menjangkiti CMF Phone 1, Nord CE4 Lite, dan hampir semua ponsel lain dalam kisaran harga ini. Akan lebih baik jika produsen menghadirkan  setidaknya 3 tahun peningkatan OS dan 4 tahun pembaruan keamanan sebagai standar untuk kisaran harga ini.

PHONEPRE-LOADED APPS (OUT-OF-THE-BOX)OS UPDATES
Infinix Note 40 5G352 years OS, 3 years security
CMF Phone 1292 years OS, 3 years security
OnePlus Nord CE4 Lite502 years OS, 3 years security

Baterai dan Pengisian Daya

Infinix Note 40 hadir dengan baterai 5.000 mAh dan mendukung pengisian daya cepat 33W. Dalam penggunaan biasa, ponsel ini dapat dengan mudah bertahan selama seharian, namun perlu diisi ulang di akhir hari. Dalam pengujian baterai PCMark, ponsel ini bertahan selama 10 jam dan 3 menit. Ini lebih pendek dari daya tahan baterai yang ditawarkan oleh CMF Phone 1 dan Nord CE4 Lite dalam pengujian ini. Kedua handset ini mencatatkan waktu 15 jam 11 menit, dan 11 jam 32 menit, masing-masing dalam tes benchmark yang sama.

Dengan kecepatan pengisian daya standar, ponsel ini dapat mengisi daya dalam waktu lebih dari satu jam. Hal ini cukup sesuai dengan persaingan dalam kisaran harga ini. Namun, fitur yang menonjol tentu saja adalah dukungan pengisian daya nirkabel. Note 40 5G memiliki keunggulan sebagai ponsel paling terjangkau di pasar yang mendukung pengisian daya nirkabel saat ini. Ini memang fitur yang nyaman untuk dimiliki dan 15W Wireless MagCharge tidak pernah terasa lambat untuk mengisi baterai ponsel. Infinix awalnya menawarkan pengisi daya nirkabel ini dibundel dalam paket penjualan telepon, namun kini dapat dibeli secara terpisah.

Kesimpulan Akhir

Infinix Note 40 5G hadir dengan tampilan yang bagus, menawarkan kinerja yang layak, dan memiliki fitur yang serba bisa. Seperti yang kami sebutkan di atas, CMF Phone 1 juga menawarkan paket yang menarik dalam kisaran harga ini, tetapi ponsel Infinix menawarkan kinerja kamera yang lebih baik. Meskipun OnePlus Nord CE4 Lite menawarkan kinerja kamera yang lebih baik dan pengisian daya yang lebih cepat, namun secara umum tidak sebanding dengan ponsel Infinix ini. Sebagai salah satu kelebihan terbesarnya, Inifinix Note 40 5G mendukung pengisian daya nirkabel, yang sangat berguna dan membantu ponsel ini menonjol di segmen harganya. Kami sebelumnya telah mengulas varian Pro dari ponsel ini dan tidak salah jika kami mengatakan bahwa ponsel ini menawarkan pengalaman serupa dengan harga yang lebih terjangkau.

Rating Editor: 7.5 / 10

Alasan membeli

  • Layar AMOLED 120Hz sangat ideal untuk menonton konten video.
  • Ini adalah ponsel paling terjangkau yang mendukung pengisian daya nirkabel.
  • Pemotretan malam hari terasa bagus untuk kisaran harga tersebut.
  • Menawarkan kinerja yang konsisten meski digunakan secara berat.

Alasan tidak membeli

  • Persaingan ponsel yang kuat dalam kisaran harga yang sama.
  • Performa kamera harusnya bisa lebih baik.

The post Review Infinix Note 40, Murah tapi Ada Wireless Charging first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-note-40-murah-tapi-ada-wireless-charging/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2024/10/Infinix-Note-40-Review-Featured-150x150.jpg150150
Review Poco X6 5G: Ponsel dengan Performa Kuat https://www.91mobiles.com/id/hub/review-poco-x6-5g-ponsel-dengan-performa-kuat/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-poco-x6-5g-ponsel-dengan-performa-kuat/#respond Thu, 24 Oct 2024 00:02:18 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=1140 Sejak seri Poco X6 diperkenalkan, sebagian besar pusat perhatian dikuasai oleh varian Pro. Hal ini disebabkan varian Pro merupakan ponsel pertama di India yang menggunakan chipset MediaTek Dimensity 8300 Ultra yang tentunya menarik banyak perhatian. Selain itu, ponsel ini juga menjadi yang pertama dari Poco yang menjalankan Xiaomi HyperOS yang serba baru, bukan MIUI. Meskipun […]

The post Review Poco X6 5G: Ponsel dengan Performa Kuat first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Sejak seri Poco X6 diperkenalkan, sebagian besar pusat perhatian dikuasai oleh varian Pro. Hal ini disebabkan varian Pro merupakan ponsel pertama di India yang menggunakan chipset MediaTek Dimensity 8300 Ultra yang tentunya menarik banyak perhatian.

Selain itu, ponsel ini juga menjadi yang pertama dari Poco yang menjalankan Xiaomi HyperOS yang serba baru, bukan MIUI. Meskipun faktor-faktor pembeda ini memang mempengaruhi banyak orang untuk memilih Poco X6 Pro, varian standar dalam seri ini tidak dapat disangkal masih menjadi ponsel yang solid untuk dimiliki.

Itulah mengapa ketika saya menerima ponsel ini, pertanyaan pertama yang muncul di benak saya adalah apakah perbedaan harga antara model standar dan pro sebanding dengan fitur yang dihadirkan. Dan, setelah menghabiskan waktu sekitar dua minggu dengan Poco X6 5G, saya sekarang memiliki jawabannya. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca ulasan rinci saya di bawah ini.

Kesimpulan awal

Poco X6 5G adalah salah satu ponsel terbaik yang bisa Anda beli dengan harga sekitar Rp 3 jutaan saat ini. Ponsel ini menawarkan kinerja yang solid, Layar yang brilian, dan kecepatan pengisian daya yang cepat. Meskipun tidak membawa fitur unggulan yang disertakan dalam Poco X6 Pro, varian standar ini tetap layak dimiliki bahkan sudah memenuhi hampir semua kebutuhan Anda. Meskipun kinerja kamera dalam kondisi cahaya minim membuat sedikit kecewa, ponsel ini tetap direkomendasikan karena kehebatan performa dapur pacunya.

Desain dan layar

Poco X6 5G hadir dengan desain yang menarik perhatian, dengan potongan persegi panjang besar yang membulat untuk tempat sensor kamera di bagian belakang. Yang unik, modul sensor kamera belakang ternyata juga dibuat menonjol keluar dari bodi ponsel. 

Hal ini mengakibatkan goyangan yang berlebihan jika ponsel diletakkan di permukaan yang datar, terutama saat Anda tidak menggunakan casing. Untungnya, produsen ini telah menyertakan casing yang cukup bagus di dalam kotak penjualannya. Namun, tidak masalah jika Anda juga ingin menggunakan ponsel ini tanpa casing, karena ponsel ini terlihat luar biasa dalam warna Snowstorm White dengan tekstur seperti pasir di bagian belakang.

Di sini, Anda tidak mendapatkan bodi yang ramping seperti Infinix Zero 30, dan ketebalan ponsel ini mencapai 7.9mm. Dengan layar 6,67 inci dan ketebalan ini, ponsel ini mungkin terlihat besar bagi sebagian pengguna. Tetapi untuk mendapatkan gambaran terbaik tentang bagaimana ponsel ini berada di tangan Anda, sebaiknya Anda memegangnya secara langsung. Saya memiliki tangan yang cukup besar sehingga saya tidak mengalami masalah dalam menggunakan ponsel ini, bahkan dengan satu tangan dan membawanya kemana-mana.

Beralih ke layar, panel Flow AMOLED CrystalRes 1.5K yang hadir dengan kerapatan piksel 446 ppi dan kecerahan layar 1800 nits. Meskipun spesifikasi ini tampak biasa saja, namun dalam penggunaan biasa, saya merasa layarnya jernih dan mudah digunakan, bahkan di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung. Sudut pandangnya juga cukup bagus.

Yang menambah nilai lebih lanjut di sini adalah bahwa layar menawarkan kecepatan refresh maksimum hingga 120Hz, dan kecepatan touch sampling 240Hz, yang memberikan pengalaman menggulir yang mulus dan waktu respons yang luar biasa untuk meningkatkan pengalaman navigasi secara keseluruhan dalam UI. Apalagi dalam game, kecepatan refresh yang lebih tinggi memberi Anda keuntungan tambahan dan menghasilkan pengalaman bermain game yang menyenangkan. Layar ponsel ini juga dilengkapi dengan perlindungan Gorilla Glass Victus.

Kamera

Poco X6 5G hadir dengan kamera utama 64MP dengan bukaan f/1.79, kamera ultra-wide 8MP dengan bukaan f/2.2, dan kamera makro 2MP dengan bukaan f/2.4. Ponsel ini juga dilengkapi dengan kamera depan 16MP dengan bukaan f/2.45. Produsen mengklaim bahwa arsitektur kamera  serta perangkat keras dan perangkat lunak yang terintegrasi menciptakan New Poco Image Engine untuk kinerja kamera yang luar biasa. Sayangnya menurut saya kamera pada ponsel ini tidak konsisten.

Pada kesempatan tertentu, apabila pencahayaannya ideal, kamera ini berhasil menangkap detail dengan sangat baik dan menghasilkan beberapa gambar yang bagus. Namun demikian, apabila tidak ada pencahayaan yang ideal, gambarnya kurang detail, dan bahkan reproduksi warnanya pun mengalami penurunan sampai batas tertentu. Dalam kondisi minim cahaya dan pada malam hari, masalah ini muncul lagi dan gambarnya menjadi agak berbintik-bintik bagi saya. 


Untungnya, kamera selfie pada ponsel ini berhasil menangkap detail wajah dan warna kulit dengan sangat baik. Salah satu area di mana kamera pada ponsel ini bekerja dengan baik adalah deteksi tepi dalam bidikan potret wajah.

Untuk perekaman video, kamera belakang pada poco X6 5G mampu merekam video dalam resolusi 4K (3.840 × 2.160 piksel) pada 30fps, 1080p (1.920 × 1.080 piksel) pada 30fps / 60fps, dan 720p (1.280 × 720 piksel) pada 30fps. Kamera depan dapat merekam video 1080p pada 60fps/30fps dan video 720p pada 30fps. Kualitas videonya, bahkan dalam resolusi 4K, cukup baik tetapi bukan sesuatu yang patut dibanggakan. Namun, dengan kombinasi OIS dan EIS, ponsel ini menghasilkan video yang sangat stabil bahkan ketika saya merekam hanya dengan tangan saya saja.

Performa dan software

Dengan chipset Snapdragon 7s Gen 2 (yang dikembangkan menggunakan proses fabrikasi 4nm), poco X6 5G menjalankan sebagian besar tugas dengan mudah. Ponsel ini hadir dengan RAM hingga 12GB dan penyimpanan 512GB. Dengan fitur Memory Expansion 3.0, memori ponsel dapat diperluas hingga 12GB hingga 24GB untuk mendapatkan performa yang lebih maksimal.

Dalam penggunaan sehari-hari, saya tidak menghadapi masalah aplikasi yang macet atau tersendat-sendat di dalam aplikasi atau menavigasi UI. Multitasking terasa lancar, termasuk ketika saya membuka beberapa aplikasi di latar belakang, saya tidak merasa ponsel melambat sedikit pun. Bahkan dalam pengujian benchmark, ponsel ini berkinerja sangat baik untuk kisaran harganya. Skornya mencapai 593.702 poin pada tes benchmark AnTuTu. Handset ini mendapatkan skor single-core 1025 dan skor multi-core 2951 di Geekbench.

Untuk menguji ponsel ini, saya memainkan game dengan grafis yang tinggi seperti BGMI (PUBG Mobile versi India), NBA 2K, dan EA Sports FC Mobile Football di handset. Di setiap game, saya dapat memaksimalkan grafis dan menikmati permainan yang bebas lag. Bahkan saat bermain selama lebih dari setengah jam, saya tidak mengalami masalah panas pada ponsel.

Beralih ke sistem operasi, X6 menjalankan MIUI 14.0.2. Ponsel ini melakukan booting dengan beberapa aplikasi yang sudah terinstal seperti Netflix, Snapchat, Bubble Shooter, Spotify, browser Opera, dan lain-lain. Dalam kondisi saat ini, MIUI adalah OS fungsional yang membawa beberapa fitur yang nyaman. Jika Anda pernah menggunakan MIUI sebelumnya, Anda tahu persis apa yang diharapkan di sistem ini. Apalagi kami menemukan beberapa masalah dengan Xiaomi HyperOS pada Poco X6 Pro, dalam beberapa hal, tentu sistem MIUI ini lebih teruji.

Baterai dan kecepatan pengisian

Poco X6 5G dilengkapi dengan baterai 5.100 mAh yang mendukung pengisian daya cepat 67W. Anda akan senang mengetahui bahwa, tidak seperti beberapa merek lain, PocoO masih menyertakan pengisi daya 67W di dalam kotak pembelian. Dalam pengujian kami, ponsel ini berhasil mengisi daya dari 0 hingga 100 persen hanya dalam waktu sekitar 45 menit. Dan untuk memastikan kesehatan baterai, ponsel ini juga menawarkan fitur Smart Charging, yang harus diaktifkan dari bagian pengaturan, untuk memastikan bahwa baterai menurun pada tingkat yang lebih lambat dari biasanya.

Dalam pengujian daya tahan baterai PCMark Work 3.0, ponsel ini mampu bertahan selama 12 jam 47 menit, yang merupakan durasi yang mengesankan. Dalam penggunaan biasa, saya mendapati bahwa saya harus mencolokkan ponsel untuk mengisi daya setelah satu setengah hari. Pada penggunaan berat, Anda masih bisa berharap ponsel ini dapat bertahan seharian dengan mudah.

Kesimpulan Akhir

Poco X6 5G adalah ponsel yang berorientasi pada kinerja yang ideal untuk bermain game, menonton video, atau melakukan banyak tugas. Dengan dukungan pengisian daya cepat 67W, ponsel ini dapat mengisi ulang daya dalam waktu singkat dan siap digunakan kembal. Dengan baterai 5.100 mAh, ponsel dapat digunakan lebih dari satu hari dengan mudah. Ponsel ini juga mampu mengambil gambar yang bagus, namun ada beberapa masalah konsistensi di bagian ini.

Saya menyukai desain ponsel ini. Namun, jika Anda tidak suka menggunakan casing ponsel, Anda akan mengalami masalah di sini karena sensor kamera yang menonjol menyebabkan masalah saat ponsel diletakkan di atas permukaan yang datar. Dalam kisaran harga ini, saya tidak bisa memikirkan ponsel yang menawarkan kinerja yang lebih baik, jadi saya akan mengatakan bahwa jika Anda mencari ponsel yang memberikan kinerja yang baik, X6 adalah pilihan yang tepat. Namun, jika Anda mencari ponsel kamera yang lebih baik, Anda bisa memilih opsi lain seperti Moto Edge 40 Neo, Realme 11 Pro, dan Samsung Galaxy F54.

Rating editor: 8.5 / 10

Alasan membeli

  • Ponsel ini menawarkan kinerja yang solid secara keseluruhan.
  • Tampilannya tampak hebat dan terasa responsif karena kecepatan refresh 120Hz
  • Dukungan pengisian daya cepat 67W benar-benar nyaman

Alasan tidak membeli

  • Performa kamera tidak konsisten
  • Kamera yang menonjol membuatnya sulit digunakan tanpa casing
POCO X6 5G Harga
Rp. 3.999.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Poco X6 5G: Ponsel dengan Performa Kuat first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-poco-x6-5g-ponsel-dengan-performa-kuat/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2024/10/poco-x6-review-feat-150x150.jpg150150
Review Oppo A79 5G, Ponsel Kamera yang Serba Bisa https://www.91mobiles.com/id/hub/review-oppo-a79-5g-ponsel-kamera-yang-serba-bisa/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-oppo-a79-5g-ponsel-kamera-yang-serba-bisa/#respond Tue, 22 Oct 2024 11:30:28 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=753 Di pasar smartphone, kelompok harga di bawah Rp 4 juta merupakan salah satu segmen yang paling kompetitif saat ini, dengan ponsel-ponsel yang menawarkan fitur-fitur terbaru dengan harga yang menggiurkan. Inilah sebabnya mengapa setiap ponsel baru di segmen ini harus membuktikan keberaniannya untuk memenangkan hati pengguna. Dalam upaya untuk melakukan hal tersebut, Oppo telah memperkenalkan mid-ranger […]

The post Review Oppo A79 5G, Ponsel Kamera yang Serba Bisa first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Di pasar smartphone, kelompok harga di bawah Rp 4 juta merupakan salah satu segmen yang paling kompetitif saat ini, dengan ponsel-ponsel yang menawarkan fitur-fitur terbaru dengan harga yang menggiurkan. Inilah sebabnya mengapa setiap ponsel baru di segmen ini harus membuktikan keberaniannya untuk memenangkan hati pengguna. Dalam upaya untuk melakukan hal tersebut, Oppo telah memperkenalkan mid-ranger terbarunya – A79 5G – di pasar. Apakah ponsel ini memiliki apa yang diperlukan untuk bersaing dengan Redmi Note 12 Pro 5G, dan banyak lagi? Baca ulasan lengkap saya di bawah ini untuk mengetahuinya!

Kesimpulan awal

Oppo A79 5G unggul di bagian kamera dan menawarkan pengisian baterai yang cepat juga. Sayangnya ponsel ini tidak begitu mengesankan dalam aspek-aspek seperti layar dan performa. Kedua aspek ini sedikit di belakang beberapa ponsel lain di segmen harga yang sama. Dengan harga yang diminta saat ini sebesar 3,5 juta, harganya memang terasa mahal, tetapi bisa jadi layak untuk dilihat jika kamera adalah prioritas.

Desain dan layar

Oppo adalah salah satu dari sedikit produsen yang tidak takut menerapkan desain baru yang penuh gaya pada ponsel mereka. Nah, A79 5G menariknya tetap berpegang pada desain yang lebih konvensional. Meskipun bagian belakangnya yang berkilauan langsung menarik perhatian Anda, desain ponsel ini tidak terlalu banyak perubahan baru. Perangkat ini memiliki frame yang relatif tebal (sekitar 8mm) dan layar 6,72 inci yang besar, membuatnya sedikit berat. Sementara beberapa ponsel lain di kisaran harga ini sekarang memiliki panel AMOLED, Anda hanya mendapatkan panel IPS LCD di sini dengan resolusi FHD+ (2.400 x 1.080 piksel) dan kecepatan refresh 90Hz.

Saya tidak mengatakan bahwa semua panel IPS selalu lebih rendah daripada panel AMOLED dalam hal kualitas. Panel IPS di ponsel ini cukup baik, tetapi kehilangan warna hitam pekat dan warna-warna cerah pada titik harga ini terasa sangat disayangkan. Meskipun demikian, panel layar ponsel ini cukup cerah dan dapat digunakan dengan baik bahkan di luar ruangan. Jika Anda suka menonton konten video di mana saja, A79 5G bisa jadi cocok untuk Anda.

Kamera

Salah satu aspek di mana ponsel oppo biasanya paling unggul adalah kamera. Itulah mengapa saya sangat bersemangat menggunakan A79 5G untuk mencari tahu apakah ponsel ini dapat mengungguli ponsel lain dalam kisaran harga yang sama. Mari kita bahas tentang perangkat keras yang ditawarkan terlebih dahulu. A79 5G hadir dengan kamera utama 50MP dengan aperture f/1.8, bidang pandang 77 derajat, lensa 5P, dan dukungan AF. Kamera utama dibantu oleh kamera sekunder 2MP dengan bukaan f/2.4, bidang pandang 89 derajat, dan lensa 3P.

Satu hal yang akan segera Anda sadari adalah bahwa A79 mampu mengambil gambar yang bagus di tengah cahaya yang cukup. Pada gambar siang hari, ponsel ini berhasil menawarkan akurasi warna yang layak dan bahkan deteksi tepi cukup baik. Saya menemukan bahwa mode AI dalam aplikasi kamera default meningkatkan warna untuk membuat gambar terlihat hidup dan siap untuk diposting di media sosial. Meskipun hal ini memengaruhi akurasi warna, pengguna yang paham media sosial kemungkinan besar akan lebih menyukai gambar yang dipotret menggunakan mode ini.

Mode menarik lainnya yang ditawarkan di sini adalah “Extra HD”. Mode ini bertujuan untuk menawarkan detail ekstra dan berhasil mengambil gambar yang layak, tetapi tidak ada yang luar biasa. Selain itu, gambar dengan mode portrait juga cukup baik. Kamera depan 8MP pada ponsel ini juga berhasil mengambil foto selfie yang cukup baik, seperti yang dapat Anda lihat pada galeri di atas. Namun, penting untuk dicatat bahwa gambar yang dipotret dalam kondisi cahaya redup pasti kurang detail.

Performa dan Software

Oppo A79 5G ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 6020. Jika Anda bingung dengan penamaan chipset smartphone, seperti kebanyakan orang saat ini, jangan khawatir. Saya akan memberi Anda gambaran tentang apa yang dapat Anda harapkan di sini.

Ponsel ini mampu menangani tugas sehari-hari tanpa keraguan. Ponsel ini bisa sedikit panas jika Anda memainkan game di dalamnya selama lebih dari setengah jam. Dalam benchmark AnTuTu, ponsel ini mencetak skor 392.118 poin, yang tidak terlalu jauh di bawah pesaing utamanya.

Dalam tes Geekbench, Oppo A79 5G mencetak skor 1862 dalam tes Multi-Core dan 708 dalam tes Single-Core. Sama seperti skor AnTuTu, skor ponsel ini juga tertinggal dari para pesaingnya dalam benchmark ini. Terakhir, kami juga menjalankan uji throttle CPU pada ponsel yang menjalankan 50 thread selama 30 menit dan masih mampu mempertahankan 92 persen performa puncaknya, yang lebih baik dari ponsel lain di kisaran harga ini. Ini adalah indikator yang baik bahwa Oppo A79 5G menawarkan kinerja yang konsisten.

Mengenai software, salah satu masalah terbesar yang saya alami adalah meskipun saya memilih untuk tidak menginstal aplikasi apa pun selama proses penyiapan awal ponsel, Oppo A79 5G tetap saja sudah memasang banyak aplikasi dan game yang tidak saya perlukan  

Baterai dan kecepatan pengisian

Oppo A79 5G hadir dengan baterai berkapasitas 5.000 mAh, yang cukup standar saat ini. Dalam penggunaan biasa, saya mengisi daya ponsel pada malam hari ketika saya menggunakannya secara berlebihan, dan mengisi daya keesokan paginya pada penggunaan ringan. Jika Anda tidak terlalu sering bermain game di ponsel, ponsel ini akan dengan mudah bertahan lebih dari satu hari untuk Anda.

Oppo A79 5G mendukung pengisian daya cepat 33W yang sangat nyaman karena memungkinkan Anda mengisi daya ponsel hingga penuh dari 0 hingga 100 persen hanya dalam waktu 74 menit.

Kesimpulan akhir

OPPO A79 5G hadir dengan konfigurasi kamera yang mumpuni dan mendukung pengisian daya cepat 33W, yang berguna untuk mengisi ulang daya dengan cukup cepat. Ponsel ini juga dilengkapi dengan kamera utama yang mumpuni yang memungkinkan Anda mengambil beberapa foto yang brilian, tetapi perlu diingat bahwa kondisi cahaya redup bisa menjadi tantangan tersendiri. Layak dipertimbangkan secara keseluruhan, terutama jika Anda ponsel kamera dengan harga yang terjangkau.

Rating editor: 7 / 10

Alasan membeli

  • Kamera utama menghasilkan gambar yang mengesankan
  • 33W fast-charging yang sangat berguna
  • Desain layar punch-hole yang terasa pas

Alasan tidak membeli

  • Prosesor tidak sesuai dengan harga ponsel
  • Desainnya terasa agak besar di tangan
  • Kamera selfie yang mengecewakan
  • Terlalu banyak aplikasi prainstal
OPPO A79 5G Harga
Rp. 2.298.900
Pergi Ke Toko
Rp. 3.304.200
Pergi Ke Toko
Rp. 4.499.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Oppo A79 5G, Ponsel Kamera yang Serba Bisa first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-oppo-a79-5g-ponsel-kamera-yang-serba-bisa/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2024/10/oppo-a79-review-150x150.jpg150150
Review Infinix GT 10 Pro: Benarkah Ponsel Gaming Terbaik Harga 3 Jutaan? https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-gt-10-pro-benarkah-ponsel-gaming-terbaik-harga-3-jutaan/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-gt-10-pro-benarkah-ponsel-gaming-terbaik-harga-3-jutaan/#respond Tue, 22 Oct 2024 03:01:40 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=1020 Hanya dengan sekali melihat, Anda akan menyadari bahwa ponsel Infinix GT 10 Pro ini dibuat untuk bermain game. Produsen ini telah memilih desain yang tampaknya berfokus ke arah ini. Yang membuat ponsel ini unik di segmen harganya, kami belum pernah melihat banyak ponsel yang berpusat pada game sebelumnya. Meskipun ada ponsel yang terbukti menarik, sebagian […]

The post Review Infinix GT 10 Pro: Benarkah Ponsel Gaming Terbaik Harga 3 Jutaan? first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Hanya dengan sekali melihat, Anda akan menyadari bahwa ponsel Infinix GT 10 Pro ini dibuat untuk bermain game. Produsen ini telah memilih desain yang tampaknya berfokus ke arah ini. Yang membuat ponsel ini unik di segmen harganya, kami belum pernah melihat banyak ponsel yang berpusat pada game sebelumnya. Meskipun ada ponsel yang terbukti menarik, sebagian besar ponsel tersebut diluncurkan dengan tujuan untuk menawarkan kebutuhan harian hingga kebutuhan kamera dan tidak terkonsentrasi di kebutuhan khusus seperti gaming. Nah, hadirnya GT 10 Pro terasa seperti angin segar, karena tidak semua orang dapat mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk mendapatkan ponsel gaming dari seri Asus ROG. Lalu apakah ponsel Infinix ini sesuai dengan klaim sebagai ponsel gaming terbaik dikelasnya ini? Simak ulasan lengkap kami di bawah ini untuk mengetahuinya.

Infinix GT 10 Pro

Kesimpulan awal

Harga Infinix GT 10 Pro dimulai dari Rp 3,5 juta, dan diperkenalkan sebagai ponsel yang berpusat pada game dengan harga bersahabat. Dan karena performa gamingnya yang konsisten dan juga tanpa panas inilah yang menjadi alasan kuat ponsel ini layak bersaing. Maka jangan heran, performa kamera ponsel ini terbilang biasa saja. Secara keseluruhan, jika Anda menginginkan ponsel yang menawarkan kinerja yang baik dan dapat diandalkan, hadir dengan desain yang menarik, dan hadir dengan harga yang ramah di kantong, Infinix GT 10 Pro bisa menjadi pilihan yang baik di kelas 3 jutaan.

Desain dan layar

Sejak pertama kali teaser untuk GT 10 Pro dirilis, ada banyak tanggapan mengenai kemiripan desain ponsel ini dengan ponsel Nothing. Namun, jika Anda meletakkan Infinix GT 10 Pro dan Nothing Phone (2) secara berdampingan, Anda akan menyadari bahwa selain aspek bodi transparansi, yang sebenarnya sudah dicoba bahkan sebelum ponsel Nothing muncul (Mi 8 Explorer Edition, Mi 9 Explorer edition, dan banyak lagi), tidak ada yang terasa sama. Namun, itu bukan berarti tidak ada perbedaan pada kedua ponsel ini. Infinix GT 10 Pro telah dirancang untuk menampilkan tampilan yang berbeda yang menarik bagi para gamer dan saya yakin ponsel ini berhasil mencapai hal ini. Cukup banyak orang yang bertanya kepada saya tentang ponsel ini selama masa pengujian, dan itu adalah bukti dari desainnya yang unik.

Unit ulasan yang saya terima adalah Cyber Black, dan seperti yang bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini, estetika ponsel ini jelas terinspirasi oleh dunia Cyberpunk. Salah satu aspek yang mencolok dari GT 10 Pro adalah strip lampu LED mini di bagian belakang. Khususnya, backlight effect dapat disesuaikan dan Anda dapat memilih pola yang berbeda untuk panggilan masuk, pemberitahuan, pengisian daya, pengaktifan, dan permainan. Secara pribadi, saya hanya menyukai salah satu dari pola ini (Flowing Light). Saya harus mengatakan bahwa saya kecewa karena saya tidak mendapatkan varian warna Mirage Silver karena memiliki panel pengubah warna di bagian belakang yang terlihat cukup menarik.

GT 10 Pro adalah ponsel yang berbodi besar, tetapi secara pribadi, saya tidak menghadapi masalah apa pun saat menggunakannya, bahkan dengan satu tangan. Layar AMOLED 6,67 inci 10-bit hadir dengan kecepatan refresh 120Hz dan resolusi FHD+ yang mengesankan. Seperti yang telah disadari oleh kebanyakan orang sekarang, keuntungan dari layar dengan kecepatan refresh yang tinggi tidak hanya untuk bermain game. Keuntungan lainnya ialah animasi yang halus saat menavigasi melalui UI yang juga tidak dapat diremehkan. Berkat panel AMOLED, ponsel ini menawarkan fitur tampilan Always-on Display. Perangkat ini juga dilengkapi dengan sensor sidik jari dalam layar, yang berfungsi dengan baik selama saya menggunakannya.

Sejauh menyangkut keterbacaan, di bawah sinar matahari langsung, saya tidak mengalami banyak masalah dalam melihat konten yang dipamerkan, tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa ini adalah layar terbaik di segmen harga ini.

Kamera

Sederhananya, GT 10 Pro berhasil mengambil gambar yang bagus dengan pencahayaan yang memadai, tetapi performa saat memotret di cahaya rendah dari ponsel ini masih menyisakan sedikit kekurangan. Dalam kondisi cahaya minim, meskipun dilengkapi dengan kamera utama 108MP dan dua sensor tambahan 2MP (kemampuan sensor kedalaman dan sensor makro), ponsel ini menghasilkan gambar yang tampak mengecewakan.

Mari kita bahas fitur-fiturnya terlebih dahulu. Ponsel ini mampu merekam video 4K hingga 30fps dan video 1080p hingga 60fps. Menawarkan mode AI Cam, Beauty, Portrait, Super Night, Video, dan Film di aplikasi kamera default. Meskipun bidikan dengan pencahayaan yang baik dapat menghasilkan foto yang cukup bagus, namun dalam kondisi minim cahaya, detail dan reproduksi warnanya tidak mengesankan. Saat menggunakan mode Super Night, meskipun gambar sangat cerah, namun sebagian area gambar tampak lembut. Dalam kasus tertentu, ponsel ini kesulitan dengan deteksi tepi saat menggunakan mode portrait juga. Lihatlah sampel kamera di bawah ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik.


Meskipun begitu, saya menemukan salah satu fitur kamera yang sangat menarik. Bagian mode Film di aplikasi kamera default memungkinkan Anda merekam video dalam berbagai gaya dan yang perlu Anda lakukan hanyalah merekam klip kecil setelah memilih gaya yang Anda sukai. Aplikasi itu sendiri menambahkan pengeditan dan menambahkan musik ke klip-klip ini, dan menggabungkannya untuk menghasilkan video yang mengesankan yang dapat langsung dibagikan di platform media sosial. Kemudahan penggunaan fitur ini dapat menarik bagi para pembuat konten.

Performa dan software

Sekarang saya dapat memberi tahu Anda bahwa Infinix GT 10 Pro mengemas prosesor octa-core MediaTek Dimensity 8050 yang mumpuni dengan empat inti Cortex-A55 Efisiensi 2.0 GHz, tiga inti kinerja Cortex-A78 Kinerja 2.6 GHz, dan satu inti super ARM Cortex-A78 Super ARM Cortex-A78, bahkan sudah dilengkapi dengan GPU ARM Mali-G77 MC9, dengan sembilan inti grafis. Saya dapat langsung memberi tahu Anda bahwa ponsel ini memberikan kinerja yang mengesankan, terutama saat bermain game. Penambahan 4D vibration motor memastikan bahwa pengalaman bermain game menjadi imersif dan menyenangkan saat bermain game FPS dan game balap.

Salah satu aspek paling mengesankan yang saya temukan tentang kinerja smartphone ini adalah bahwa perangkat ini tidak menjadi panas selama sesi bermain game. Beberapa ponsel lain saat ini, setelah bermain game biasa, akhirnya menjadi sedikit panas dan hal ini tentu saja membuat pengguna tidak bisa menikmati pengalaman yang seharusnya menyenangkan. Di sini, dengan vapour chamber liquid cooling technology, ponsel ini menangani pembuangan panas sedemikian rupa sehingga Anda nyaman bermain game.

Dengan RAM yang dapat diperluas hingga 16GB (8GB+8GB), ponsel ini mampu menangani multitasking dengan sangat baik dan selama saya melakukan review, saya tidak menemukan adanya crash atau lag. Untuk skor AnTuTu, ponsel ini berhasil mencetak skor 787.877 poin, yang merupakan skor yang mengesankan dan mengungguli banyak chipset lain yang biasa digunakan di kisaran harga ini. Pada pengujian Geekbench, ponsel ini mencetak skor 3299 pada multi-core dan 1119 pada single-core, yang keduanya sangat mengesankan untuk kisaran harganya. Meskipun skor benchmark sering kali menipu, dalam hal ini ponsel ini benar-benar memberikan kinerja yang baik.

Dalam GT 10 Pro, Infinix benar-benar meningkatkan kualitas dalam hal perangkat lunak. Ponsel ini berjalan pada XOS berbasis Android 13 yang terasa segar. UI-nya terasa bersih, intuitif, dan mudah dinavigasi. Perangkat ini hadir dengan hanya 13 aplikasi pra-instal, yang menurut perusahaan telah dipilih dengan cermat karena kegunaannya yang tinggi dan relevan dengan kebutuhan konsumen. Minimnya bloatware memastikan pengalaman pengguna yang mulus, yang dilengkapi dengan animasi transisi yang enak dipandang.

Pada bagian Game Mode khusus, ponsel ini memungkinkan Anda untuk mengubah gaya grafis dalam game atau bahkan mengatur bagaimana pemberitahuan muncul. Namun, ada dua fitur menarik yang ditawarkan di sini. Pertama adalah Bypass Charging untuk memberi daya pada ponsel secara langsung saat terhubung ke stopkontak melalui pengisi daya asli ponsel. Hal ini membantu mengurangi pemanasan ponsel dan memperpanjang masa pakai baterai. Kedua, ponsel ini juga menawarkan fitur Anti-Kecanduan yang memberi Anda pengingat kesehatan setelah 2 jam bermain tanpa henti atau 4 jam bermain game yang terakumulasi.

Karena ponsel ini berkemampuan 5G, kami bahkan melakukan uji kecepatan pada perangkat. Berikut adalah uji kecepatan yang dilakukan menggunakan jaringan Airtel 5G Plus di Moti Nagar, Delhi.

Daya baterai dan kecepatan pengisian

Ponsel ini dilengkapi dengan pengisi daya 45W yang dibundel dan mengemas baterai 5.000 mAh. Meskipun dalam penggunaan biasa, ponsel ini dapat dengan mudah bertahan selama seharian, karena ponsel ini ditujukan untuk para gamer, seharusnya perusahaan dapat menawarkan kapasitas baterai yang lebih besar. Walaupun demikian, jika Anda adalah seorang gamer kelas berat dan Anda memulai hari dengan daya baterai penuh di ponsel infinix ini, kemungkinan besar Anda harus mencari tempat pengisian daya pada malam hari dan hal ini masih terasa wajar. Dalam tes baterai PCMark yang saya jalankan pada ponsel, kapasitas baterai turun dari 100 persen menjadi 20 persen dalam waktu 10 jam 38 menit.

Infinix GT 10 Pro

Kesimpulan akhir

Infinix GT 10 Pro adalah ponsel lengkap yang ditargetkan untuk para gamer, tetapi kemungkinan akan cocok juga untuk kebanyakan orang. Dalam hal kinerja, Anda dapat mengharapkan pengalaman bebas hambatan karena ponsel ini memiliki perangkat keras yang mumpuni dan perangkat lunak yang bersih. Satu-satunya kelemahan ponsel ini adalah performa kameranya, yang kalah bersaing dengan beberapa ponsel lain dalam kisaran harganya. Namun, jika Anda membeli ponsel ini untuk kinerja yang solid, Anda tidak perlu ragu untuk membelinya.

Rating editor: 8 / 10 

Alasan membeli

  • Performa yang baik dan dapat diandalkan
  • Desain yang enak dipandang
  • Layar yang berkualitas
  • Sistem UI yang bersih

Alasan tidak membeli

  • Performa kamera biasa saja
  • Daya tahan baterai harusnya bisa lebih baik
Infinix GT 10 Pro Harga
Rp. 3.150.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Infinix GT 10 Pro: Benarkah Ponsel Gaming Terbaik Harga 3 Jutaan? first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-infinix-gt-10-pro-benarkah-ponsel-gaming-terbaik-harga-3-jutaan/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2024/10/infinix-gt-10-pro-review-8-150x150.jpg150150
Review Tecno Pova 6 Pro, Ponsel Rp 3 Jutaan yang Tahan Lama https://www.91mobiles.com/id/hub/review-tecno-pova-6-pro-ponsel-rp-3-jutaan-yang-tahan-lama/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-tecno-pova-6-pro-ponsel-rp-3-jutaan-yang-tahan-lama/#respond Wed, 16 Oct 2024 10:30:35 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=682 Saya sudah mengulas Tecno Pova 5 Pro pada bulan Agustus tahun lalu dan mendapati bahwa ponsel ini merupakan smartphone yang membawa beberapa fitur yang paling diinginkan untuk ponsel kelas menengah dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan layar refresh-rate tinggi, dukungan pengisian daya cepat, dan desain yang unik, gawai ini merupakan pembelian yang menarik di bawah […]

The post Review Tecno Pova 6 Pro, Ponsel Rp 3 Jutaan yang Tahan Lama first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Saya sudah mengulas Tecno Pova 5 Pro pada bulan Agustus tahun lalu dan mendapati bahwa ponsel ini merupakan smartphone yang membawa beberapa fitur yang paling diinginkan untuk ponsel kelas menengah dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan layar refresh-rate tinggi, dukungan pengisian daya cepat, dan desain yang unik, gawai ini merupakan pembelian yang menarik di bawah Rp 3 juta. 

Tecno kini telah meluncurkan Pova 6 Pro pada bulan Maret 2024. Tetapi apakah ponsel ini membawa peningkatan yang diperlukan dan menarik sehingga bisa lebih baik dari pendahulunya atau apakah ia gagal menawarkan hal baru? Karena perangkat baru ini saat ini dijual seharga Rp 3,2 juta, Anda mungkin juga bertanya-tanya apakah harga yang lebih tinggi berarti mengusung spesifikasi yang lebih baik? Saya di sini untuk menjawab semua pertanyaan ini dan lebih banyak wawasan tentang ponsel ini, jadi tanpa membuang waktu lagi, mari kita bahas.


Tecno_Pova_6_Pro

Kesimpulan awal

Tecno Pova 6 Pro hadir dengan peningkatan yang lebih baik dari pendahulunya, bahkan menonjol dalam aspek-aspek seperti layar yang lebih cemerlang, daya tahan baterai yang lama, kecepatan pengisian daya yang cepat, dan fitur perangkat lunak yang berguna. Salah satu aspek kunci yang absen dari ponsel ini, yang juga tidak ada pada pendahulunya, adalah kamera ultra wide. Dipasarkan dengan harga yang cukup terjangkau, ponsel ini memang layak bersaing di pasaran.

Desain dan layar

Tecno Pova 6 Pro dibangun dengan dasar desain Pova 5 Pro, namun selangkah lebih baik. Terlepas dari strip LED yang juga ada pada pendahulunya, Pova 6 Pro juga menawarkan dynamic lighting pada cincin yang mengelilingi kamera. Efek dynamic lighting dapat disesuaikan dari menu pengaturan.

Tecno_Pova_6_Pro
Dalam pengujian, kami menerima varian Comet Green dari ponsel ini. Menariknya ponsel ini juga akan tersedia dalam pilihan Meteorite Black. Varian warna Comet Green memiliki tampilan yang lebih menonjol, tetapi opsi warna Black bisa jadi lebih disukai oleh mereka yang menginginkan tampilan yang lebih kalem.

Efek pencahayaan dinamis yang ditawarkan kali ini dalam antarmuka Arc yang diperbarui, memberikan lebih banyak pilihan dan tidak terasa membosankan, seperti yang terjadi pada Pova 5 Pro. Terdapat juga “Party Mode'” yang memungkinkan Anda untuk tetap menyalakan pencahayaan dinamis selama yang Anda inginkan.

Ponsel ini memiliki ketebalan 7,9mm dan berat 195 gram. Meskipun bobotnya kini lebih besar, ponsel ini tidak terasa terlalu berat di tangan. Pova 6 Pro memang memiliki kesan kotak, tetapi saya merasa nyaman digunakan dengan satu tangan. Hal ini sangat mengesankan mengingat fakta bahwa ini adalah ponsel tertipis di pasaran dengan baterai 6.000 mAh.

Tecno_Pova_6_Pro
Berbeda dari panel IPS yang digunakan pada Pova 5 Pro, ponsel baru dari Tecno ini menggunakan layar AMOLED 6,78 inci FHD+ (2.460 x 1.080 piksel) (dengan kecepatan refresh 120Hz dan kecerahan maksimal 1.300 nit). Saya benar-benar menikmati menonton video di ponsel ini. Meskipun reproduksi warna lebih condong ke sisi yang cerah, namun warna hitam pekatnya benar-benar menyempurnakan pengalaman menonton Anda.

Kamera

Tecno Pova 6 Pro memiliki konfigurasi tiga kamera di bagian belakang, yang dipimpin oleh kamera utama 108MP dengan bukaan f/1.9. Kamera utama dibantu oleh sensor Portrait 2MP dan sensor AI tambahan. Ponsel ini menawarkan 3x in-sensor zoom dan 10x zoom.

Tecno_Pova_6_Pro

Pova 6 Pro ini menawarkan mode kamera yang sama dengan model-model sebelumnya. Ini berarti Anda akan mendapat mode slow motion, time lapse, film, AR Line, mode Pro, Panorama, Dokumen, AR Shot, Super Night, Potret, dan Dual Video.

Namun demikian, tambahan mode baru di sini adalah Sky Shop, yang memungkinkan Anda mengubah bagian langit dalam gambar Anda, hanya dengan satu ketukan. Ini adalah mode yang menyenangkan, dan saya akhirnya menggunakannya lebih sering daripada yang saya perkirakan semula.

Hasil bidikan yang saya ambil dalam mode Foto kamera default sebetulnya sudah cukup baik, namun dalam mode 108MP, ponsel ini ternyata berhasil menangkap bidikan yang sangat detail.

Saya menyukai zoom 3x in-sensor pada ponsel ini, karena menghasilkan gambar yang bagus, tanpa penurunan kualitas yang kentara. Namun demikian, zoom 10x hanya dapat digunakan dalam skenario terbatas dan penurunan kualitasnya cukup signifikan.

Pemotretan portrait yang dihasilkan oleh perangkat ini terlihat sangat mengesankan. Malahan, saya terkejut, betapa bagusnya pendeteksian tepi dalam bidikan tertentu. Lihatlah sampel kamera yang saya bagikan di bawah ini dan Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih baik.


Satu masalah yang saya alami dengan kualitas gambar yaitu, tingkat detail pada bagian tepi gambar dalam mode Super Night. Objek yang ditempatkan di bagian tepi tidak begitu tajam dalam bidikan ini. Selain itu tidak adanya kamera ultra wide membatasi jenis foto yang bisa Anda klik dengan ponsel.

Karena ponsel ini memiliki fitur kamera selfie AI 32MP (aperture f/2.2) dengan dukungan lampu kilat dual-tone, maka tidak mengherankan jika hasil jepretan selfie dengan ponsel ini sangat detail. Kamera depan juga menangkap warna kulit dengan sangat baik.

Untuk mendapatkan perspektif yang lebih baik tentang kinerja kamera, kami membandingkan sampel kamera yang dihasilkan dengan Tecno Pova 6 Pro dengan sampel kamera yang dihasilkan dengan Vivo T3. Kami menemukan bahwa sampel kamera yang dihasilkan dengan Tecno POVA 6 Pro menawarkan akurasi warna yang lebih baik dan keburaman latar belakangnya juga tampak lebih alami.

Before image
Tecno POVA 6 Pro
After image
Vivo T3

Performa dan software

Tecno Pova 6 Pro ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 6080 5G dan RAM hingga 12GB. Ponsel ini dilengkapi dengan penyimpanan internal hingga 256GB, yang dapat diperluas hingga 1TB dengan kartu microSD. Fitur MemFusion meningkatkan RAM hingga 12GB dengan mengubah ruang penyimpanan menjadi RAM virtual sesuai kebutuhan.

Fitur Game Space memungkinkan Anda mengoptimalkan game tertentu secara individual dan menawarkan fitur seperti stabilitas frame yang cerdas dan peningkatan jaringan untuk memastikan pengalaman bermain game Anda menjadi yang terbaik. Anda dapat memilih untuk menggunakan mode performa untuk mendapatkan hasil maksimal dari perangkat Anda.

Tidak ada masalah tersendat-sendat saat bermain game seperti BGMI (PUBG Mobile versi India) dan Real Racing 3. Namun, ponsel ini tidak dapat memainkan BGMI dalam mode grafis HDR atau yang lebih tinggi, yang sedikit tidak biasa untuk kisaran harga ini. Untungnya, kecepatan refresh layar 120Hz memastikan pengalaman bermain game Anda lancar dan respons sentuh juga cukup baik.

Pada benchmark AnTuTu, Pova 6 Pro berhasil mendapatkan skor 441.943 poin, yang merupakan skor rendah pada kisaran harga ini. Di Geekbench, handset ini berhasil mendapatkan skor single-core 772 dan skor multi-core 2076. Meskipun ada yang lebih baik dalam kisaran harga ini, ini masih merupakan skor yang layak.

Dalam uji throttle CPU, ponsel ini berhasil mempertahankan 84 persen kinerja puncaknya setelah menjalankan 50 thread selama 30 menit. Ini lebih rendah dibandingkan dengan beberapa pesaing utamanya.

Ponsel ini menjalankan sistem HiOS v14.0 dan Anda akan mendapatkan beberapa fitur menarik. OS ini memberikan saran aplikasi berdasarkan penggunaan Anda. Ada Smart Accelerator guna mempercepat peluncuran aplikasi dengan mempelajari penggunaan ponsel harian Anda dan memprediksi aplikasi mana yang akan Anda gunakan selanjutnya.

Antarmuka ponsel menyediakan pengingat real-time (pembayaran, rutinitas sebelum tidur, dll.) tergantung pada pengaturan Anda saat ini. Terdapat juga Smart Touch memungkinkan Anda mengekstrak teks dari halaman dan gambar hanya dengan menekan lama layar dengan dua jari.

Dengan Smart Hub, Anda mendapatkan penyimpanan sementara untuk teks, gambar, file, dll. Fitur ini menyediakan cara yang efisien untuk transfer konten lintas aplikasi. Fitur App Twin juga memungkinkan Anda menggunakan akun ganda untuk sebuah aplikasi.

Anda juga mendapatkan fitur-fitur Floating Windows, Smart Panel, Game Mode, dan Kids mode yang biasa Anda dapatkan pada HiOS di sini. Anda juga mendapatkan Ella, yang merupakan alat penerjemahan yang membantu Anda menerjemahkan teks dari gambar atau suara.

Daya tahan baterai dan Kecepatan pengisian

Tecno POVA 6 Pro hadir dengan baterai berkapasitas 6.000 mAh yang mampu bertahan selama 15 jam 56 menit dalam pengujian baterai PCMark. Dalam penggunaan ringan, ponsel ini dapat bertahan selama dua hari. Bahkan jika Anda adalah pengguna berat, ponsel ini dapat bertahan lebih dari satu hari dengan mudah.

Tecno_Pova_6_Pro
Jika Anda khawatir baterai sebesar itu akan merepotkan untuk diisi ulang, Anda bisa mengesampingkan kekhawatiran ini karena handset ini dilengkapi dengan dukungan pengisian daya cepat 70W. Saya berhasil mengisi daya dari 0 hingga 100 dalam waktu sekitar 60 menit.

Final Verdict

Meskipun Pova 6 Pro hadir dengan peningkatan yang jelas pada layar, kapasitas baterai, dan dynamic lighting di bagian belakang, Pova 6 Pro masih belum dilengkapi kamera ultra wide. Selain itu, ponsel lain dalam kisaran harga ini memiliki prosesor yang lebih kuat. Meskipun saya tidak menghadapi masalah besar dengan kinerja ponsel ini, memiliki prosesor yang lebih kuat akan memberi saya lebih banyak jaminan tentang penggunaan jangka panjangnya.

Meskipun ponsel ini masih merupakan pilihan yang bagus dengan harga terjangkau, Pova 6 Pro perlu dipertimbangkan dengan cermat. Jika Anda mencari kinerja, smartphone seperti Vivo T3, Narzo 70 Pro, dan iQoo Z9 layak dipertimbangkan. Namun, Tecno POVA 6 Pro layak dipilih jika Anda mencari ponsel dengan daya tahan baterai yang solid dan juga desain yang terlihat keren.

Editor’s rating: 7.5 / 10

Alasan membeli

  • POVA 6 Pro dilengkapi dengan baterai berkapasitas 6.000 mAh yang menawarkan daya tahan yang lama
  • Panel AMOLED 120Hz menawarkan pengalaman visual yang mengesankan
  • Dynamic lighting memberikan tampilan yang unik pada ponsel
  • Terdapat charger bawaan berkapasitas 70W

Reasons not to buy

  • Tidak ada kamera ultra-wide
  • Prosesor yang digunakan harusnya bisa lebih baik

The post Review Tecno Pova 6 Pro, Ponsel Rp 3 Jutaan yang Tahan Lama first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-tecno-pova-6-pro-ponsel-rp-3-jutaan-yang-tahan-lama/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2024/10/tecno-pova-review-feat-150x150.jpg150150
Infinix Zero 30 5G review: Mengesankan di sektor kamera dan layar, Tapi Masih Kurang https://www.91mobiles.com/id/hub/infinix-zero-30-5g-review-mengesankan-di-sektor-kamera-dan-layar-tapi-masih-kurang/ https://www.91mobiles.com/id/hub/infinix-zero-30-5g-review-mengesankan-di-sektor-kamera-dan-layar-tapi-masih-kurang/#respond Tue, 01 Oct 2024 07:13:33 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=408 Infinix beberapa waktu lalu telah meluncurkan GT 10 Pro, ini merupakan penawaran yang unik di kisaran harganya, apalagi ini merupakan ponsel yang dibuat dengan baik untuk menarik para gamer. Seperti yang saya katakan dalam ulasan saya sebelumnya, dengan performa dan komponen pendukung yang mumpuni, GT 10 Pro menjadi ponsel yang menonjol di kelasnya. Inilah yang […]

The post Infinix Zero 30 5G review: Mengesankan di sektor kamera dan layar, Tapi Masih Kurang first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Infinix beberapa waktu lalu telah meluncurkan GT 10 Pro, ini merupakan penawaran yang unik di kisaran harganya, apalagi ini merupakan ponsel yang dibuat dengan baik untuk menarik para gamer. Seperti yang saya katakan dalam ulasan saya sebelumnya, dengan performa dan komponen pendukung yang mumpuni, GT 10 Pro menjadi ponsel yang menonjol di kelasnya. Inilah yang menjadikan alasan saya berpikir bahwa dengan Zero 30 5G yang serba baru, akan sulit untuk mengimbangi kesuksesan seri GT, karena ponsel ini tidak dibuat untuk pengguna kelas tertentu dan beberapa merek juga memiliki penawaran produk yang bersaing di harga ini. Namun, saya tetap percaya dan yakin bahwa Infinix Zero 30 5G merupakan salah satu ponsel kelas menengah yang cukup baik, yang pernah saya coba belakangan ini, dan secara mengejutkan ponsel ini melebihi harapan saya di berbagai sektor spesifikasi. Nah, untuk mengetahui apakah memberi Zero 30 5G masih masuk akal untuk Anda atau tidak? Baca ulasan terperinci saya dibawah ini.

Simpulan Awal

Infinix Zero 30 5G hadir dengan layar AMOLED 144Hz melengkung yang tajam dan menyenangkan untuk digunakan saat menonton film atau bermain game. Zero 30 memungkinkan pengguna untuk merekam video dalam resolusi 4K pada 60 fps dari kamera depan dan belakang, ini menjadi sebuah kemampuan yang pasti akan menarik minat pada influencer media sosial pemula. Setelah mengatakan semua ini, sayangnya kinerja kamera depan saat minim cahaya tidak sesuai harapan. Selain itu, Infinix hanya menjanjikan satu peningkatan OS saja, yang jauh dari ideal. Secara keseluruhan, ponsel ini memiliki spesifikasi yang lengkap dan bisa cocok digunakan oleh banyak orang.

Desain dan layar

Hal pertama yang saya perhatikan tentang Zero 30 5G ialah saat saya memegang ponsel terasa ramping. Dengan ketebalan bodi hanya 7,9mm, ponsel ini dapat dimasukkan ke dalam saku dengan mudah. Salah satu kekhawatiran saya mengenai ponsel yang ramping bahwa khawatir akan seberapa kokoh ponsel dan seberapa tahan ponsel dari penggunaan harian yang padat. Selain bingkai yang ramping, ponsel ini juga dilengkapi layar melengkung, yang semakin membuat saya ragu akan kekokohan ponsel. Untuk meredakan kekhawatiran ini, saya mencoba melakukan sejumlah tes bengkok ringan pada ponsel. Perlu diingat saya tidak melakukan seperti yang dilakukan JerryRigEverything, tetapi selama pengujian bengkok, ponsel terasa kaku dan tampak dibuat dengan kualitas baik.

Saya menerima varian ponsel dengan warna Roma Green, yang menampilkan lapisan seperti kulit bertekstur di bagian bodi belakang. Karena ponsel ini tidak menggunakan sisi datar tentu hadirnya ponsel belakang yang tidak licin menjadi hal yang wajib agar ponsel nyaman digenggam. Setelah membahas bodi belakang, saya  ingin menunjukkan bahwa sensor kamera di bagian belakang tampak menonjol. Ini membuat ponsel goyang saat Anda menyimpan ponsel di atas meja yang rata. Namun, ini sudah menjadi hal biasa pada ponsel keluaran terbaru dan dengan menggunakan casing yang pas, Anda bisa mengatasi hal ini. Meskipun ponsel ini memiliki rangka yang tinggi, saya tidak pernah merasa sulit untuk menggunakan ponsel ini meski dengan satu tangan sekalipun.

Berpindah ke depan, Anda mendapatkan layar 3D AMOLED melengkung 6,7 inci FHD+ (2.400x 1080 pixel) dengan kecepatan refresh hingga 144Ghz. Meskipun saya telah mendengar banyak orang mengatakan bahwa mereka tidak dapat membedakan antara panel kecepatan refresh standar dan tinggi, saya dapat meyakinkan Anda bahwa jika Anda saat ini memakai ponsel layar 60Hz, layar pada Zero 30 pasti akan membuat Anda terkesan dan merasakan perbedaan. Menariknya, ponsel ini memungkinkan Anda mengalihkan kecepatan refresh antara 60Hz, 120 Hz dan 144Hz. Anda juga mendapatkan pilihan untuk secara otomatis mengganti kecepatan tersebut berdasarkan penggunaan Anda. Tetapi tidak seperti tampilan pada panel LTPO dimana kecepatan refresh ini dapat bergerak secara dinamis, Anda hanya akan mendapatkan peralihan di antara tiga pilihan tersebut. Panel AMOLED melakukan pekerjaan yang hebat dalam menangani warna hitam dan seperti yang Anda duga, panel ini juga hebat dalam menampilkan konten multimedia. Layar ini menawarkan kecerahan puncak 950nits memastikan tampilan yang layak bahkan di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung.

Meskipun bezel ponsel relatif tebal menurut standar ponsel modern saat ini, namun layar melengkung mencegah bezel tebal ini menjadi masalah yang besar pada desain. Masih di area depan, Anda mendapatkan desain punch-hole untuk kamera selfie. Zero 30 menawarkan rasio layar-ke-bodi 92,7 persen. Berkat hal ini, Anda mendapatkan pengalaman menonton yang agak luas.

Kamera

Biasanya saya memulai ulasan dengan berbicara mengenai kamera belakang sebagian besar ponsel, kali ini khusus Zero 30, saya akan membuat pengecualian. Perangkat ini menawarkan kemampuan untuk video 4K 60fps dengan kamera 50MP AF di bagian depan. Karena sebagian besar ponsel premium tidak menawarkan fitur kamera depan ini, mungkin Anda perlu mempertimbangkan ponsel Infinix ini saat ingin membuat vlog. Alasan ini kian terasa masuk akal karena saya menemukan bahwa video yang diambil melalui kamera depan sangat detail dan bahkan memiliki warna yang akurat. Namun, ini hanya berlaku jika pencahayaan yang cukup. Jika Anda mencoba merekam video di malam hari atau saat minim cahaya, Anda akan mendapatkan hasil rekaman yang kurang baik baik resolusi tinggi atau resolusi rendah. Tetapi untuk urusan foto biasa, kamera depan ini masih sangat layak hasilnya, meski untuk mode portrait masih ada sedikit isu mengenai deteksi tepi yang kurang baik.

Sekarang mari kita bahas mengenai kamera belakang. Kamera utama perangkat ini menggunakan 108MP dengan aperture f/1.7 dan dukungan PDAF + OIS. Ponsel ini juga dibekali dengan kamera ultrawide 13MP dan kamera ketiga 2MP. Pada dasarnya saya menyukai hasil foto yang dihasilkan kamera utama, tetapi saya menyadari bahwa kamera 108MP ini tidak menghasilkan detail yang baik. Saat Anda melakukan zooming, objek yang tidak begitu jauh tampak kehilangan detailnya. Hal ini tentu diluar dugaan mengingat resolusi kamera yang digunakan cukup tinggi. Sementara untuk bagian tengah hasil foto terlihat tajam, kurangnya detail ini memang ada di area tepi hasil foto.

Video yang diambil dari kamera belakang cukup bagus dalam hal kualitas, tetapi jika Anda berencana untuk merekam video saat bepergian, Anda harus tahu bahwa video akan menjadi sedikit goyang, Terlepas sudah ada fitur OIS, dalam pengujian saya, saya menemukan hasil video yang diambil dengan pengaturan kamera utama, tidak stabil.

Performa dan software

Infinix Zero 30 5G dikirim dengan chipset Mediatek Dimensity 8020 dengan CPU octa-core (empat super core Cortex A78 2,6Ghz dan empat core performa Cortex A55 2,0Ghz) dan GPU Arm Mali-G77 MC9. SoC Dimensity 8020 ini mampu menangani multitasking dengan cukup mudah berkat adanya RAM hingga 21GB (12GB yang dapat diperluas 9GB). Tentu saya tidak menghadapi masalah kinerja apa pun, terlepas dari banyaknya aplikasi yang saya buka dalam satu sesi. Untuk kinerja game, saya memainkan Call of Duty Mobile di ponsel dan sekali lagi, tidak mengalami perlambatan atau penurunan frame selama bermain. Bila itu belum cukup menarik, dalam ponsel ini dilengkapi dengan sistem pendingin teknologi Vapour Chamber Cooling System yang terdiri dari 11 lapisan bahan pendingin. Alhasil, saya tidak menghadapi masalah suhu naik selama bermain game di ponsel ini.

Membahas benchmarks, ponsel ini berhasil mencetak skor 706.479 di AnTuTu, ini merupakan salah satu skor tertinggi di antara ponsel yang kami uji di kisaran harga ini. Di Geekbench 6, ponsel mendapat skor 993 single-core dan 3355 multicore. Skor yang mengesankan untuk harga ponsel di bawah 5 juta.




















Di bagian sistem operasi, Infinix masih mengandalkan XOS V13.1.0 dan Anda akan mendapatkan sejumlah aplikasi pra-instal dalam sistem ini, yang tentu saja aplikasi pra-instal ini bisa sangat mengganggu. Jika Anda pernah menggunakan XOS sebelumnya, Anda akan merasa nyaman dengan sejumlah fitur khas seperti Game Mode, XClonedan Lightning Multi-Window. Merek ini juga memperkenalkan Asisten AI bertenaga ChatGPT bernama ‘Folax’ yang melakukan tugasnya dengan baik. Berkat dukungan salah satu alat AI terbaik di industri ini, asisten ini sangat baik dalam memahami konteks dan menanggapi pertanyaan Anda. Namun, untuk tugas-tugas tertentu (seperti memutar musik) atau perintah tertentu, asisten AI ini malah menunjukkan perintah untuk mengunduh aplikasi tertentu. Secara keseluruhan, saya menemukan Folax sebagai asisten AI yang mumpuni.

Untuk keamanan, selain sensor sidik jari dalam layar (yang bekerja dengan andal), Anda juga mendapatkan fitur menarik lain bernama Peak Proof. Fitur ini memungkinkan Anda menyembunyikan bagian layar untuk menghadirkan privasi yang lebih baik bahkan ketika Anda dalam situasi ramai. Dalam penggunaan harian saya, saya menemukan fitur ini lebih sekadar gimmick daripada membantu privasi.

Titik terburuk dari Zero 30 datang dalam hal dukungan sistem operasi. Pasalnya Infinix hanya menjanjikan untuk menghadirkan satu pembaruan OS utama dan pembaruan keamanan selama 2 tahun. Sebagai perbandingan, sebagian besar merek lain dalam kisaran harga ini menawarkan setidaknya dua peningkatan sistem operasi dan pembaruan keamanan selama 3 tahun. Jika Infinix bisa meningkatkan dukungan sistem operasinya, tentu pengguna akan lebih percaya diri membeli smartphone ini.

Kami juga melakukan tes Airtel 5G+ di Gurgaon pada Zero 30 5G dan ini adalah hasilnya:

Baterai dan kecepatan pengisian

Dengan kapasitas baterai 5.000 mAh dan dukungan pengisian daya cepat 68W, Zero 30 5G termasuk dalam kategori ponsel yang harus diisi ulang pada penghujung hari setelah terisi penuh di pagi hari, terutama jika Anda menggunakan layar pada kecepatan 144Hz. Jika Anda menggunakan ponsel pada kecepatan layar rendah, kemungkinan ponsel bisa bertahan lebih dari satu hari. Namun, karena kecepatan pengisian daya yang ditawarkan sudah cukup cepat, tentu ponsel ini bisa digunakan lebih sering dibanding ponsel lain yang pengisiannya lambat.

Dalam pengujian baterai PCMark kami, ponsel ini bertahan dalam 12 jam 37 menit dengan kondisi kecepatan refresh otomatis diaktifkan. Dengan kecepatan refresh 60Hz, Anda tentu akan mendapat hasil yang lebih lama. Ponsel ini berhasil terisi daya dari 0 hingga 100% dalam waktu kurang dari satu jam yang tentunya ini mengesankan.

Kesimpulan

Infinix Zero 30 5G mengesankan di berbagai sektor karena hadir dengan desain yang luar biasa, layar kelas atas dan prosesor yang mumpuni. Namun, hal ini terasa kurang kala munculnya sedikit masalah di bagian kamera, terutama saat kondisi cahaya redup. Selain itu, merek ini hanya menawarkan pembaruan sistem satu tahun saja. Ini mengecewakan karena jika pembaruan bisa lebih panjang, ponsel ini penuh dengan potensi. Secara keseluruhan, ponsel ini layak dibeli bagi kebanyakan orang dengan anggaran dibawah 5 juta rupiah. Perangkat ini akan bersaing dengan OnePlus Nord CE3 5G (review) dan iQOO Z7 Pro (review) dalam kategori harga yang sama. Memang kedua pesaing tersebut memiliki kelebihan tersendiri, tetapi Zero 30 5G terlihat memiliki penawaran yang solid dan sedikit kekurangan.

Editor’s rating – 8/10

Alasan membeli

  • Desain yang berkelas dengan panel belakang berlapis mirip kulit sehingga ponsel nyaman digenggam
  • Layar melengkung 144Hz sangat brilian dan menawarkan pengalaman menonton yang seru
  • Performa yang solid dan dapat diandalkan
  • Rekam video 4K 60fps di kamera depan sangat jarang ada di ponsel lain

Alasan tidak membeli

  • Performa kamera di kondisi minim cahaya kurang maksimal
  • Pembaruan sistem kurang memuaskan
Infinix Zero 30 Harga
Rp. 2.675.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Infinix Zero 30 5G review: Mengesankan di sektor kamera dan layar, Tapi Masih Kurang first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/infinix-zero-30-5g-review-mengesankan-di-sektor-kamera-dan-layar-tapi-masih-kurang/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2024/10/infinix-zero-30-review-featured-150x150.avif150150
Infinix Hot 40i review: Ponsel Murah Pilihan Menarik Untuk Pecinta Selfie https://www.91mobiles.com/id/hub/infinix-hot-40i-review-ponsel-murah-pilihan-menarik-untuk-pecinta-selfie/ https://www.91mobiles.com/id/hub/infinix-hot-40i-review-ponsel-murah-pilihan-menarik-untuk-pecinta-selfie/#respond Tue, 01 Oct 2024 06:42:44 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=395 Segmen ponsel murah di pasar smartphone dunia telah mengalami pasang surut selama bertahun-tahun. Pada satu titik waktu, segmen ponsel harga dibawah 2 juta rupiah cukup banyak dihadirkan ke pasaran. Namun, kini di tahun 2024, sepertinya sulit menemukan ponsel dengan harga murah yang memiliki spesifikasi mumpuni.Infinix menjadi produsen yang telah bekerja dengan baik dalam menghadirkan produk […]

The post Infinix Hot 40i review: Ponsel Murah Pilihan Menarik Untuk Pecinta Selfie first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Segmen ponsel murah di pasar smartphone dunia telah mengalami pasang surut selama bertahun-tahun. Pada satu titik waktu, segmen ponsel harga dibawah 2 juta rupiah cukup banyak dihadirkan ke pasaran. Namun, kini di tahun 2024, sepertinya sulit menemukan ponsel dengan harga murah yang memiliki spesifikasi mumpuni.

Infinix menjadi produsen yang telah bekerja dengan baik dalam menghadirkan produk di segmen ponsel harga murah dan harga kelas menengah. Bahkan, baru-baru ini Infinix memperkenalkan produk terbarunya – Hot 40i – yang dipasarkan di harga bawah 2 juta. Ponsel ini kabarnya menawarkan spesifikasi yang belum pernah ditawarkan di segmen harga ini. Apakah klaim ini benar adanya? Baca ulasan saya untuk mengetahuinya.

Simpulan awal

Infinix Hot 40i merupakan perangkat yang tanpa basa-basi yang mendapatkan spesifikasi utama yang benar dan tepat. Fitur unggulan yang ditawarkan adalah layar ponsel yang mengesankan, fitur dalam software yang berguna, dan kamera selfie 32MP yang diklaim sebagai yang terbaik untuk segmen ponsel murah. Jika Anda ingin membeli ponsel kaya fitur harga di bawah 2 juta, yang bisa digunakan memotret selfie dengan bagus dan bisa meningkatkan aktivitas media sosial Anda, maka ponsel ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

Desain dan layar

Infinix Hot 40i hadir dengan desain yang mencolok dan estetik. Desain ini oleh Infinix disebut sebagai desain “Glow Line”. Merk ini mengatakan bahwa dalam bodi terdapat lapisan cahaya yang menampilkan warna-warna cerah dan berkilauan dengan hasil akhir yang lembut. Varian warna yang menonjol di Hot 40i adalah Starfall Green, tetapi kami hanya menerima varian Palm Blue, yang sekilas sangat mirip dengan varian Rainbow Blue dari Smart 8 HD. Merk ini telah menggunakan lapisan matte halus di bagian bodi belakang sehingga terasa nyaman di tangan. Hot 40i juga memiliki desain kamera berbentuk kotak dengan tiga lingkaran besar yang berisi dua buah kamera dan sebuah lampu cincin.

Sisi ponsel memiliki lapisan reflektif dan saya merasa nyaman dengan pegangan yang ditawarkan di sisi samping ini. Telepon tidak pernah terasa licin. Tombol daya juga dilengkapi dengan sensor sidik jari dan terletak di sisi kanan ponsel dan dapat dengan mudah diakses ibu jari. Saya tidak memiliki masalah saat ibu jari saya mencapai tombol volume, yang ditempatkan tepat di atas tombol daya. Berbicara ergonomis, ponsel ini hadir dengan desain yang fungsional yang tidak menghalangi cara penggunaan Anda.

Untungnya, ponsel ini masih dilengkapi dengan jack 3.5mm (fitur ini sangat dirindukan pada ponsel moden dengan harga tinggi), yang terletak di bagian bawah ponsel.

Beralih ke bagian layar, perangkat ini memiliki panel LCD IPS 6,56 inci dengan resolusi HD+ (1.612 x 720 piksel) dan kecepatan refresh hingga 90Hz. Dalam pengaturan layar, Anda dapat memiliki kecepatan refresh 60Hz untuk baterai yang lebih awet, kecepatan refresh 90Hz untuk pengalaman visual yang mulus, dan pilihan otomatis untuk menyesuaikan kecepatan tergantung konten yang ada di layar. Dengan bezel tipis di sekitar layar dan kamera selfie model punch-hole, perangkat ini berhasil menawarkan rasio layar-ke-bodi 89,70 persen yang tentunya mengesankan. Saya menemukan bahwa kualitas layar ini sangat bagus dikelasnya dan merasa bahwa satu-satunya bagian layar yang perlu ditingkatkan ialah kecerahan layar yang hanya 480 nits…meskipun kecerahan ini terbilang biasa di segmen harga ini.

Kamera

Di bagian bodi belakang, Infinix Hot 40i memiliki kamera utama 50MP, yang didampingi kamera kedua berupa kamera AI dan lampu kilat berbentuk cincin. Sebelum kita membahas performa kamera, mari kita bicara tentang mode yang ditawarkan terlebih dahulu. Saat mengklik gambar dari layar beranda aplikasi kamera, Anda akan mendapatkan mode standard, mode Beauty, mode Portrait, dan mode Super Night.  Saat merekam video, Anda mendapatkan pilihan mode video biasa dan video pendek.

Dalam mode beauty atau mode kecantikan, Anda mendapatkan pilihan untuk memiliki efek kecantikan berdasar kecerdasan AI atau menyesuaikan filter secara manual seperti menghaluskan kulit, penyesuaian warna kulit, wajah ramping, dan memperbesar mata. Aplikasi kamera ini juga menawarkan mode panorama, mode dokumen (untuk memfoto dokumen), Ultra HD, AR Shot (memungkinkan Anda mengklik bidikan dengan filter tema hewan), Time-Lapse, dan mode Slow Motion. Dalam mode Pro, aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengatur dan menyesuaikan EV, ISO, White Balance, AF dan lainnya untuk memastikan Anda mendapat gambar sesuai keinginan. Terlepas dari mode Portrait, Anda mendapatkan pilihan untuk menggunakan zoom digital 2x di semua mode lainnya. Jika Anda ingin mode kamera tertentu muncul di layar beranda aplikasi kamera secara default, Anda dapat mengatur ulang posisi mode yang diinginkan.

Dalam pengalaman saya, Infinix Hot 40i berhasil menghadirkan gambar yang layak di siang hari (terutama mode 50MP) tetapi hasil gambar ini memiliki nuansa warna sedikit hangat. Foto yang diambil di malam hari atau cahaya yang redup juga masih menunjukkan adanya sedikit buram, tetapi dengan bantuan lampu kilat berbentuk cincin, hasil foto pun menjadi layak. Anda dapat melihat contoh hasil kamera di bawah ini untuk mendapatkan gambaran kinerja bagian optik smartphone ini.

Untuk memberi Anda sudut pandang yang lebih baik tentang kinerja kamera, saya memfoto beberapa hal menggunakan Itel P55+ dan Infinix Hot 40i untuk membandingkan kualitas kamera yang ditawarkan oleh kedua ponsel ini. Saya pribadi lebih suka akurasi warna yang dihadirkan kamera Itel P55+. Anda juga dapat melihat nuansa warna yang hangat dalam conton hasil kamera Hot 40i di sini.

Before image
Infinix Hot 40i
After image
Itel P55+

Di bagian depan ponsel, Anda mendapatkan kamera selfie 32MP yang diklaim sebagai yang terbaik di kelas ponsel murah, dimana kamera ini juga sudah didukung lampu flash. Tidak hanya itu, berkat adanya lensa sudut lebar 90 derajat, Anda bisa memotret lebih banyak teman dalam selfie. Di segmen harga ini, beberapa produsen lain biasanya hanya fokus untuk mendapatkan fitur kamera selfie biasa. Maka dengan adanya kamera depan resolusi tinggi bisa menghasilkan foto yang detail. Apalagi saat minim cahaya sudah ada lampu flash depan yang membantu. Meski, lampu ini terkadang terlalu menerangi subjek secara berlebihan, namun hasil akhirnya lebih baik daripada ponsel lain yang tanpa lampu flash di segmen harga ini.

Beralih ke bagian video, Anda mendapatkan pilihan untuk merekam dengan resolusi hingga 1080p pada 30fps. Anda juga dapat memilih pilihan “Fingerprint Shooting” untuk mulai merekam video dengan menggunakan tombol daya. Ponsel ini juga memungkinkan Anda merekam video gerak lambat pada 120fps untuk membantu Anda mendapat sudut pandang lambat yang menyenangkan. Dalam penggunaan saya, kualitas video smartphone ini sangat bersaing dan saya suka dengan pilihan slow-mo dan time-lapse yang ditawarkan.

Salah satu mode yang menarik di sini adalah mode ‘Short  Video’. Di sini, Anda akan mendapatkan template yang telah dirancang sebelumnya untuk digunakan dan merekam video yang dapat dibagikan di media sosial. Jika Anda ingin membuat konten yang menarik di sosial media, maka mode ini adalah mode yang berguna untuk digunakan. Mengingat bagaimana lebih banyak mode yang akan ditambahkan kedepannya saat update sistem, tentu mode ini menjadi salah satu mode yang wajib tersedia di semua ponsel modern, terlepas dari kisaran harganya.

Performa dan software

Infinix Hot 40i ditenagai oleh SoC UniSoc T606, yang merupakan chipset octa-core dengan dua core A75 kecepatan 1.6Ghz dan enam core A55 kecepatan 1.6Ghz. Perangkat ini juga dilengkapi dengan GPU Mali-G57 MC1, yang menangani kinerja grafis dengan baik. Ponsel ini tersedia dengan RAM 8GB (yang dapat diperluas hingga 16GB dengan fitur ekspansi RAM) dan satu-satunya opsi penyimpanan yang tersedia adalah 256GB (dapat diperluas melalui kartu microSD hingga 2TB). Dalam kisaran harga ini, kombinasi 8GB+256GB tentu mengesankan. Namun, penting untuk dicatat bahwa UNISOC T606 bukanlah chipset yang luar bisa dalam kisaran harga ini. Itel P55 menawarkan Mediatek Dimensity 6080 berkemampuan 5G, sedangkan Realme C53 hadir dengan UNISOC T612 dalam rentang harga yang sama. Kedua chipset ini mengungguli T606 dalam skor Benchmarks. Walaupun demikian, dalam penggunaan saya, saya tidak menghadapi masalah lag atau isu besar dengan Hot 40i. Saya bahkan memainkan game yang menuntut grafis seperti Battlegrounds Mobile India, Asphalt 9: Legends dan NBA 2K Mobile dan ponsel ini berhasil menangani game-game ini secara efektif. Saya juga tidak menemukan adanya masalah yang menyangkut panas.

Dalam tes Benchmark AnTuTu, ponsel ini berhasil mencetak skor 266.030 , sedangkan pada Geekbench, ponsel ini mendapat skor 376 untuk single-core dan 1389 untuk multicore. Ponsel ini juga menangani multitasking dengan baik dan aplikasi di latar belakang dimuat cukup cepat saat terakhir saya membuka aplikasi tersebut.

Perangkat ini menjalankan sistem XOS berdasarkan Android 13 dan menyertakan sejumlah fitur bagus di dalamnya. Fitur yang perlu diperhatikan ialah Magic Ring, yang mengingatkan pada Dynamic Island Apple di iPhone. Fitur ini pada dasarnya menciptakan gelembung di sekitar kamera selfie untuk menampilkan informasi dengan cara yang menarik. Anda dapat memilih untuk menyesuaikan fungsi dari Magic ring ini seperti Face Unlock, Panggilan latar belakang, animasi pengisian daya, pengingat pengisian daya, pengingat baterai lemah dan lainnya. Fitur ini menambahkan sentuhan yang benar baru pada antarmuka pengguna.

Selain itu, Anda mendapatkan fitur Infinix lainnya seperti MemFusion (untuk menambah RAM), Smart Panel (untuk menyediakan akses ke fungsi umum), Sosial Turbo (fitur berguna untuk perekam suara dan retouching video pada WhatsApp), XClone (akun ganda untuk aplikasi), mode game (fitur untuk meningkatkan performa saat ponsel digunakan main game), Asisten Video (mencegah pemberitahuan mengganggu saat Anda menonton video), dan mode Anak (untuk membimbing anak Anda dengan kebiasaan yang sehat). Ada juga Xboost, yang merupakan mesin game yang dikembangkan oleh perusahaan ini untuk memberi Anda pilihan dalam mengoptimalkan performa saat main game dengan satu ketukan saja.

Ponsel ini juga menawarkan beberapa “fitur cerdas” yang bertujuan untuk meringankan hidup Anda dengan mempelajari kebiasaan Anda. Ini termasuk rekomendasi layanan berdasarkan penggunaan ponsel Anda, mempercepat peluncuran aplikasi yang sering digunakan dan memprediksi aplikasi yang akan Anda gunakan selanjutnya, memberikan pengingat waktu tidur dan banyak lagi.

Smartphone ini juga dilengkapi dengan asisten suara ‘Folax’ yang memungkinkan Anda melakukan panggilan, mengambil foto, memutar musik, dan mengatur alarm, bahkan saat Anda tidak terhubung ke internet. Ada juga fitur Super Volume Booster 200 persen yang memungkinkan Anda meningkatkan volume untuk efek suara yang solid. Fitur ini bisa berguna ketika Anda mencoba menonton video dalam kondisi banyak suara bising di sekitar Anda.

Menyangkut fitur konektivitas, ada dukungan NFC, 4G, dual Nano SIM + microSD card slot dan port USB Tipe-C untuk pengisian daya.

Baterai dan kecepatan pengisian

Infinix Hot 40i mengemas baterai 5.000mAh yang dilengkapi dengan dukungan untuk pengisian daya 18W. Dibandingkan Realme C53 dan Moto G24 Power yang menawarkan kecepatan pengisian daya 30W+, ini adalah kecepatan pengisian standar yang bisa Anda dapatkan di segmen harga 2 jutaan rupiah. Tentu pengisian ini terasa lambat karena saya membutuhkan waktu 2 jam 21 menit untuk mengisi daya ponsel dari 0 ke 100 persen.

Kapasitas baterai ini memastikan bahwa Anda dapat dengan mudah menggunakan ponsel selama lebih dari satu hari dengan penggunaan rutin dan bahkan dua hari dengan penggunaan ringan. Dalam tes baterai PCMark, ponsel ini bisa bertahan selama 18 jam 52 menit.

Sesuai klaim perusahaan, mode Ultra Power Saving dapat memberikan 24 jam waktu standby tambahan dan dua jam untuk panggilan pada tingkat baterai 5 persen, yang tentu saja ini bisa sangat berguna dalam keadaan darurat.

Kesimpulan

Berbicara tentang persaingan di segmen harga ini, ada POCO M6 yang memiliki kinerja yang menonjol, sementara untuk yang mencari dukungan 5G dapat mempertimbangkan Itel P55 5G. Namun, tentu Infinix Hot 40i memiliki daya tarik lebih di bagian kamera depannya. Ketika orang meminta ponsel dengan kamera selfie mumpuni, kita biasanya harus mencari di segmen harga yang lebih tinggi. Namun, kini dengan harga hanya 1,7 juta rupiah saja, Hot 40i membantu menjembatani kesenjangan ini dan tampil sebagai pilihan yang solid dengan harga yang terjangkau untuk pecinta selfie. Ponsel ini juga menghadirkan sejumlah fitur yang berguna di sistem operasinya. Terakhir, ponsel ini tampil sebagai produk yang layak dibeli untuk segmen ponsel harga dibawah 2 juta.

Editor’s rating: 7.5 / 10

Alasan membeli

  • Kualitas layar yang sangat bagus di kelas harganya
  • Kamera selfie 32MP yang detail
  • Baterai yang tahan lama
  • Fitur Magic Ring yang tawarkan hal baru

Alasan tidak membeli

  • Kecepatan pengisian dayanya lambat
  • Performa seharusnya bisa lebih baik

The post Infinix Hot 40i review: Ponsel Murah Pilihan Menarik Untuk Pecinta Selfie first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/infinix-hot-40i-review-ponsel-murah-pilihan-menarik-untuk-pecinta-selfie/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2024/10/infinix-hot-40i-review-feat-150x150.webp150150