Review Gadget Terbaru, Baca review ponsel selengkapnya https://www.91mobiles.com/id/hub Tue, 29 Sep 2026 18:19:32 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.5.3 Review Xiaomi Redmi Note 17 5G: Baterainya Luar Biasa https://www.91mobiles.com/id/hub/xiaomi-redmi-note-17-5g/ https://www.91mobiles.com/id/hub/xiaomi-redmi-note-17-5g/#respond Mon, 21 Sep 2026 05:39:15 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=25962 Lini Redmi Note dari Xiaomi selalu dikenal sebagai salah satu pilihan utama di kelas menengah yang menawarkan keseimbangan fitur menarik. Namun, kehadiran Redmi Note 17 kali ini membawa arah baru yang cukup mengejutkan bagi para penggemar setianya. Jika generasi sebelumnya kerap mengunggulkan bodi tipis nan stylish dengan fokus pada sektor kamera dan multimedia, Redmi Note […]

The post Review Xiaomi Redmi Note 17 5G: Baterainya Luar Biasa first appeared on Indonesia Blog.

]]>
.perf_test { border-bottom: 1px solid #e0e0e0; padding: 20px 0 20px 0; } .perf_test_wrap { padding: 7px 0 1px; position:relative; } .sortcode-table th:last-child, .sortcode-table td:last-child { border-right: none; } .perf_test_wrap:before { content: ''; background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed54 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9.6%); position: absolute; left: 12%; top: 0; height: 100%; width: 100%; z-index: 1; } .pref-row { display: flex; align-items: flex-start; justify-content: space-between; background-image: repeating-linear-gradient(to right, black 1px, /* Line color & thickness */ transparent 1px 50px); z-index: 2; position: relative; margin: 3px 0; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: 1px 10px 0 0; height: 38px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 9.5%; } .perf-box { flex: 1; max-width: 100%; overflow: hidden; } .perf-num { flex: 0 0 20%; font-size: 16px; text-align: right; font-weight:normal; line-height: 25px; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 23%; } .perf-img img { max-width: 100%; border-radius: 0; max-height: 100% } .perf-meter { position: relative; font-size: 14px; font-weight: 400; height:20px; display: flex; align-items: center; } span.pref_meterbar { position: absolute !important; background: #ccc; height: 22px; width: 100%; left: 0; z-index: -1; border-radius: 2px; } .perf-meter span { margin: 9px 0 0; position: relative; width: 100%; padding: 0 6px; white-space: nowrap; text-overflow: ellipsis; overflow: hidden; color:#000000; } .perf-meter.thisphone span:first-child { font-weight: 600; } .thisphone .pref_meterbar { background: #FF9352; } .thisphone .perf-meter { color: #fff; } .perf-val { font-size: 12px; color: #7c7c7c; margin: 2px 0 10px; display: flex; align-items: center; font-weight:normal; } .perf_desc { text-align: center; font-size: 14px; margin-bottom: 30px; margin-bottom: 10px; } .greytxt { font-size: 14px; color: #777; line-height: 18px; display: block; } .perf_test_wrap .sprite-icn { background: url(https://www.91-cdn.com/images/hub/sort-code-widget-sprite.svg); background-repeat: no-repeat; } .sprite-icn.battery { background-position: 0px -16px; width: 19px; height: 15px; display: inline-block; } .sprite-icn.processor { background-position: 1px 1px; width: 19px; height: 17px; display: inline-block; } .sprite-icn.cam { background-position: 0 -31px; width: 19px; height: 11px; display: inline-block; } .perf-num.thisphone { font-weight: bold; } .td-container perf-img { flex: 0 0 8%; } .sortcode-container { width: 100%; overflow: auto; } .sortcode-table { width: 100%; background: #fff; text-align: left; border: solid 1px #e4e0e0; border-bottom: none; border-radius: 8px; border-collapse: unset; overflow: hidden; border-collapse: separate; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { border: none; padding: 8px 12px; line-height: 20px; border-bottom: solid 1px #d4d4d4; border-right: solid 1px #d4d4d4; min-width:120px; font-size:16px; } .sortcode-table thead { background-color: #FFECDE; font-weight: bold; height:48px; } .sortcode-table th { text-align: center; font-size: 16px; line-height: 20px; } @media only screen and (min-width : 1025px) { .perf_test { padding-top: 0px; overflow: hidden; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: -2px 7px 0 0; height: 50px; width: 46px; } .perf-img img { max-height: 100%; max-width: 100%; } .perf-num { flex: 0 0 9%; margin: -2px 0 0 16px; line-height: 25px; } .perf-val { font-size: 14px; margin-top: 7px; } .perf_test_wrap:before { left: 70px; } .td-pb-span12 .perf_test_wrap:before { left: 70px; } span.pref_meterbar{ height: 28px; } .pref-row { margin:13px 50px 0 0; } .perf_test_wrap:before { background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed87 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9%); margin: 3px 60px 0 0; } .perf_desc { margin-top: 22px; } .perf-meter { font-size: 16px; } .greytxt { font-size: 16px; line-height: 22px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 6.3%; margin: -2px 5px 0 0; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 16%; line-height: 28px; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { padding: 12px 12px; } }

Lini Redmi Note dari Xiaomi selalu dikenal sebagai salah satu pilihan utama di kelas menengah yang menawarkan keseimbangan fitur menarik. Namun, kehadiran Redmi Note 17 kali ini membawa arah baru yang cukup mengejutkan bagi para penggemar setianya. Jika generasi sebelumnya kerap mengunggulkan bodi tipis nan stylish dengan fokus pada sektor kamera dan multimedia, Redmi Note 17 justru memutar haluan. Ponsel ini kini memprioritaskan daya tahan ekstrem berkat baterai jumbo 8.000 mAh, serta jaminan masa pakai jangka panjang lewat komitmen pembaruan OS hingga empat tahun dan pembaruan keamanan selama enam tahun.

Mari kita bedah apakah perubahan strategi ini mampu memberikan pengalaman penggunaan harian yang memuaskan. Langkah ini tampaknya dipicu oleh kelangkaan pasokan memori global yang terus berlanjut, yang pada akhirnya mendongkrak harga komponen RAM berkecepatan tinggi dan penyimpanan internal. Demi menekan harga jual agar tetap ramah di kantong, para produsen kini menyiasatinya dengan menyematkan baterai berkapasitas lebih besar sembari sedikit memangkas spesifikasi RAM, penyimpanan, serta prosesor. Melalui ulasan mendalam Redmi Note 17 ini, saya akan menguji apakah pendekatan baru tersebut benar-benar sepadan untuk penggunaan sehari-hari.

Kesimpulan singkat

Redmi Note 17 sukses membuktikan janji utamanya: layar AMOLED yang lapang dan cerah, daya tahan baterai yang luar biasa, serta dukungan software terbaik di kelasnya. Ponsel ini sangat cocok bagi pengguna yang lebih memprioritaskan kualitas layar, ketahanan baterai, dan pembaruan sistem jangka panjang ketimbang performa gaming berat atau kemampuan fotografi tingkat lanjut. Jika aspek-aspek tersebut adalah apa yang Anda cari, Redmi Note 17 merupakan pilihan yang sangat aman di kelas harganya.

Design: jauh lebih bongsor dan tangguh

Secara estetika dan kenyamanan genggam, Redmi Note 17 menyajikan impresi yang sangat berbeda dibandingkan dengan pendahulunya yang lebih ramping, seperti Note 15 dan Note 14. Kedua model terdahulu tersebut terasa lebih ringan dan ringkas berkat bodi melengkung yang tipis serta ukuran layar yang lebih bersahabat. Sebaliknya, Redmi Note 17 tampil lebih jangkung dan berbobot di kisaran 225 gram, yang sebagian besar disebabkan oleh kapasitas baterai yang melonjak drastis serta panel layar yang kini berukuran hampir 7 inci.

Meskipun panel belakangnya dirancang dengan lengkungan halus yang menyatu dengan bingkai bodi serta memiliki finishing matte untuk mencegah noda sidik jari, dimensi bongsornya langsung terasa begitu Anda menggenggamnya. Bagi Anda yang terbiasa menggunakan ponsel tipis, perangkat ini jelas membutuhkan waktu penyesuaian. Pengoperasian satu tangan juga terasa cukup merepotkan, khususnya bagi pemilik tangan kecil, sehingga Anda kemungkinan besar akan lebih sering mengoperasikannya dengan kedua tangan.

Ponsel Pintar Ketebalan Berat Peringkat IP
Xiaomi Redmi Note 17 5G 8.4 mm 225 gram NA
realme P4 Power 9.08 mm 219 gram IP68


Unit ulasan yang saya uji adalah varian warna Starlight Purple, dan saya sangat menyukai bagaimana aksen bintik-bintik berkilau pada bodi belakangnya memantulkan cahaya dari berbagai sudut. Untuk durabilitas, ponsel ini sudah dibekali sertifikasi IP65 yang membuatnya tahan terhadap debu dan cipratan air ringan. Selain itu, bagian layarnya telah dilapisi kaca pelindung Gorilla Glass 7i guna meminimalisasi risiko goresan maupun kerusakan akibat terjatuh secara tidak sengaja.

Display: hampir menyamai ukuran tablet

Layar Redmi Note 17 mengandalkan panel AMOLED FHD+ berukuran 6,99 inci dengan refresh rate 120 Hz. Ukuran ini hampir menyamai sebuah tablet, dan impresi layarnya yang sangat lapang langsung terasa sejak pertama kali ponsel dinyalakan. Kualitas visualnya tergolong memuaskan dengan reproduksi warna yang matang dan kontras yang tajam, membuat konten multimedia tampak hidup. Xiaomi mengklaim tingkat kecerahan puncak layar ini mencapai 1.800 nits, dan selama pengujian, saya tidak menemukan kendala berarti saat menggunakannya di bawah terik matahari.

Akan tetapi, saya mencatat beberapa catatan minor pada sektor visual ini. Saat memutar video di YouTube, resolusi pemutaran dibatasi mentok pada 1080p tanpa dukungan HDR, sehingga Anda tidak bisa mendongkrak kualitas gambar ke tingkat yang lebih tinggi meskipun koneksi internet Anda sangat mumpuni. Bagi saya yang gemar menikmati konten video beresolusi tinggi, keterbatasan ini terasa agak mengecewakan. Hal ini tampaknya disebabkan oleh penggunaan chipset Snapdragon 4 Gen 4 yang merupakan prosesor kelas entry-level dengan kemampuan dekode video yang terbatas. Sisi positifnya, ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi Widevine L1, sehingga Anda tetap bisa menikmati konten streaming beresolusi Full HD di berbagai aplikasi OTT dengan lancar.

Ponsel Pintar Layar Kecerahan Puncak
Xiaomi Redmi Note 17 5G 6.99 inci - OLED 1800 nits
realme P4 Power 6.8 inci - AMOLED 6500 nits

Sektor audio juga terbilang sangat standar karena hanya mengandalkan satu speaker mono di bagian bawah. Volume suara yang dihasilkan memang cukup lantang dan memadai untuk penggunaan kasual, namun kualitas suaranya kurang memiliki kedalaman maupun separasi stereo yang biasanya ditawarkan oleh kompetitor dengan konfigurasi speaker ganda. Mengingat saya biasanya menyukai karakter suara dari speaker ponsel Xiaomi terdahulu, pemangkasan fitur ini terasa sebagai sebuah langkah mundur, terlebih untuk ponsel dengan kapasitas baterai sebesar ini.

Kendati demikian, Anda bisa menyiasati keterbatasan audio ini dengan menggunakan earphone atau TWS berkualitas. Jika Anda lebih sering menikmati konten multimedia menggunakan perangkat audio tambahan, kualitas visual dari layar Redmi Note 17 yang lapang ini tetap akan memanjakan mata Anda, meskipun pengalaman multimedia bawaannya terasa kurang maksimal.

Cameras: konfigurasi standar untuk dokumentasi harian

Kamera belakang AI 50 MP milik Redmi Note 17 mampu mengabadikan foto yang bersih dan natural di siang hari, dengan reproduksi warna serta kontras yang mendekati kondisi aslinya. Hasil fotonya tergolong seimbang dan sangat layak untuk langsung dibagikan ke media sosial, meskipun detail halus dan ketajaman di sudut-sudut gambar terasa biasa saja saat Anda melakukan crop. Untuk foto potret, kamera ini mampu menyajikan warna kulit yang akurat serta efek bokeh dengan edge detection yang rapi, terutama di area sekitar rambut, walau sedikit noise dan softness gambar masih terlihat jika diperhatikan secara saksama.

Saat beralih ke kondisi low-light, absennya fitur OIS serta ukuran sensor yang kecil membuat kamera ini kesulitan mempertahankan detail gambar. Akibatnya, sistem pemrosesan gambar cenderung memperhalus tekstur objek yang berujung pada munculnya noise yang cukup kentara. Meskipun reproduksi warnanya masih tampak natural dan tidak berlebihan, ketiadaan lensa ultrawide maupun dukungan OIS jelas membatasi fleksibilitas Anda dalam memotret di berbagai kondisi pencahayaan.

Kemampuan perekaman video ponsel ini juga harus puas mentok di resolusi 1080p pada 30 fps tanpa opsi perekaman 4K. Spesifikasi ini terasa agak tertinggal dari standar saat ini, meski masih memadai untuk sekadar mendokumentasikan momen kasual. Sementara itu, kamera depan 8 MP miliknya sudah cukup oke untuk kebutuhan panggilan video atau swafoto ringan, kendati reproduksi warna kulitnya cenderung agak kemerahan dan detailnya menurun jika tidak didukung pencahayaan yang melimpah.

Saya sempat menyandingkan kemampuan fotografi Redmi Note 17 dengan Realme P4 Power (ulasan) untuk melihat bagaimana persaingan keduanya. Berikut adalah hasil komparasi langsungnya.

Daylight

Dalam skenario pengambilan gambar di siang hari, baik Redmi Note 17 maupun Realme P4 Power menyajikan kualitas gambar yang sangat mirip. Profil warna serta tingkat kontras dari kedua ponsel ini hampir identik, meskipun hasil jepretan Redmi terasa sedikit lebih akurat dengan kondisi aslinya. Kendati demikian, jika bicara soal ketajaman dan detail gambar, Realme P4 Power jelas lebih unggul dibanding kompetitornya tersebut.

Before image
Redmi Note 17
After image
Realme P4 Power

Portrait

Karakteristik reproduksi warna pada mode potret dari kedua perangkat ini kembali menunjukkan kemiripan yang erat. Namun, Redmi Note 17 lagi-lagi sedikit mengungguli Realme P4 Power dalam hal akurasi warna kulit.

Before image
Redmi Note 17
After image
Realme P4 Power

Realme P4 Power tetap mempertahankan keunggulannya dalam menyajikan detail dan ketajaman gambar yang konsisten di seluruh area foto, sementara hasil jepretan Redmi Note 17 mulai memperlihatkan noise saat gambar diperbesar. Untuk pemisahan objek dengan latar belakang (edge detection), performa keduanya hampir setara, meski Redmi Note 17 sedikit lebih rapi dalam menyeleksi area rumit seperti rambut dan lengan subjek.

Selfie

Untuk urusan swafoto, Realme P4 Power menyajikan kualitas yang jauh lebih memuaskan dibandingkan dengan Redmi Note 17 karena beberapa alasan krusial. Reproduksi warna pada jepretan Realme terasa jauh lebih natural dan realistis, sedangkan Redmi Note 17 cenderung memberikan rona kemerahan yang kurang natural pada kulit subjek. Dari segi detail dan ketajaman, Realme P4 Power kembali memimpin berkat dukungan lensa kamera depan beresolusi lebih tinggi.

Before image
Redmi Note 17
After image
Realme P4 Power

Lowlight (Night Mode)

Saat memotret dalam kondisi minim cahaya, hasil foto Redmi Note 17 terasa lebih mendekati realitas dengan reproduksi warna langit malam dan pepohonan yang lebih natural. Di sisi lain, Realme P4 Power memilih pendekatan yang berbeda dengan mendongkrak saturasi warna agar foto terlihat lebih mencolok.

Before image
Redmi Note 17
After image
Realme P4 Power

Kontrol eksposur pada Realme P4 Power juga terasa jauh lebih matang dibandingkan dengan Redmi Note 17, terutama saat menangkap objek terang seperti papan reklame bercahaya yang teksnya tetap terbaca dengan jelas. Terakhir, saat foto diperbesar, jepretan Realme P4 Power menyajikan tingkat ketajaman serta definisi objek yang jauh lebih baik ketimbang Redmi Note 17.

Performance: memadai untuk kebutuhan harian

Lini Redmi Note dari Xiaomi memang tidak pernah diposisikan sebagai monster performa di kelasnya, dan tren tersebut masih berlanjut pada Redmi Note 17. Kita juga harus menerima kenyataan bahwa era di mana ponsel kelas menengah rutin membawa spesifikasi hardware yang agresif dengan harga miring telah usai, terutama akibat melonjaknya biaya produksi komponen dan memori saat ini. Jadi, meskipun Anda mendapatkan performa komputasi yang terasa sedikit menurun dibandingkan dengan model tahun lalu, performa keseluruhan dari Redmi Note 17 ini sebenarnya masih sangat sejalan dengan apa yang ditawarkan oleh mayoritas ponsel kelas menengah keluaran tahun 2026.

Skor AnTuTu
realme P4 Power
MediaTek Dimensity 7400 Ultra
1,047,842
Xiaomi Redmi Note 17 5G
Qualcomm Snapdragon 4 Gen 4
622,466
AnTuTu menilai CPU, GPU, memori, dan pengalaman pengguna ponsel pintar secara keseluruhan (lebih tinggi lebih baik)

Dapur pacu Redmi Note 17 mengandalkan chipset Snapdragon 4 Gen 4, yang disandingkan dengan opsi RAM LPDDR4X hingga 8 GB serta penyimpanan internal UFS 2.2 berkapasitas 128 GB. Perubahan paling mencolok tahun ini adalah konfigurasi RAM dasar yang kini dimulai dari kapasitas lebih rendah, yakni varian 6 GB, serta kapasitas penyimpanan bawaan yang terasa lebih konservatif, meski Anda masih bisa memperluasnya menggunakan kartu memori eksternal jika membutuhkan ruang penyimpanan tambahan.

Skor Geekbench Single-Core
realme P4 Power
MediaTek Dimensity 7400 Ultra
1,063
Xiaomi Redmi Note 17 5G
Qualcomm Snapdragon 4 Gen 4
955
Geekbench menilai efisiensi inti tunggal (single core) dan banyak inti (multi core) pada CPU (lebih tinggi lebih baik)

Saat diuji menggunakan aplikasi benchmark seperti AnTuTu dan Geekbench, skor yang ditorehkan ponsel ini berada tepat di kisaran yang sewajarnya untuk sebuah chipset entry-level berfabrikasi 4 nm. Untuk skenario penggunaan harian, Anda bisa mengharapkan performa yang cukup mulus dalam menangani berbagai tugas kasual, mulai dari berselancar di media sosial, berkirim pesan via WhatsApp, streaming video, multitasking ringan, hingga browsing santai.

Skor Geekbench Multi-Core
realme P4 Power
MediaTek Dimensity 7400 Ultra
2,966
Xiaomi Redmi Note 17 5G
Qualcomm Snapdragon 4 Gen 4
2,333
Geekbench menilai efisiensi inti tunggal (single core) dan banyak inti (multi core) pada CPU (lebih tinggi lebih baik)

Namun, Redmi Note 17 mulai memperlihatkan keterbatasannya saat dipaksa menangani beban kerja yang lebih berat. Menjalankan game dengan grafis intensif, sesi gaming yang panjang, atau aktivitas penyuntingan foto dan video yang serius akan memaksa chipset bekerja ekstra keras, yang berujung pada terjadinya frame drop serta waktu pemuatan aplikasi yang terasa lebih lambat dibandingkan dengan ponsel lain yang lebih bertenaga.

Skor Burnout
Xiaomi Redmi Note 17 5G
61.0%
realme P4 Power
58.5%
Burnout menilai throttling CPU dan performa berkelanjutan di bawah beban berat (lebih tinggi lebih baik)

Saat memainkan game populer seperti BGMI (PUBG Mobile versi India) dan Call of Duty: Mobile, ponsel ini mampu mempertahankan frame rate di kisaran 40 hingga 45 fps pada pengaturan grafis balanced atau medium, sementara pada resolusi terendah ia sanggup menyentuh angka 60 fps dengan lancar. Begitu Anda mencoba mendongkrak kualitas visual ke preset grafis yang lebih tinggi, frame rate akan langsung merosot dan stutter mulai bermunculan. Hal ini membuktikan bahwa dapur pacunya memang lebih nyaman berjalan pada pengaturan grafis menengah.

Sisi positifnya, suhu bodi ponsel ini tergolong cukup adem dan tidak mengalami gejala thermal throttling yang parah, bahkan setelah digunakan untuk bermain game selama 30 hingga 40 menit. Kemampuan ini tampaknya berkat andil dari sistem pendingin vapour chamber berukuran luas 10.416 mm² yang disematkan di dalamnya, menjaga performa tetap konsisten meski tidak bisa dibilang kencang. Singkatnya, Redmi Note 17 sangat memadai untuk kebutuhan gaming kasual dan aktivitas harian, namun jelas bukan perangkat yang ideal untuk kebutuhan gaming kompetitif.

Software: jaminan pembaruan terbaik di kelasnya

Redmi Note 17 hadir dengan sistem operasi HyperOS 3 berbasis Android 16, dan optimasi software-nya terasa cukup matang untuk ukuran chipset kelas entry-level. Meskipun Anda tidak akan menemukan seluruh opsi kustomisasi premium seperti pada lini ponsel Xiaomi yang lebih mahal, fitur yang tersedia sudah sangat memadai untuk memodifikasi tampilan layar utama, ikon, serta tata letak antarmuka sesuai selera. Saya juga sangat mengapresiasi keputusan Xiaomi yang tetap mempertahankan fitur IR blaster dan aplikasi Mi Remote pada perangkat ini—sebuah fitur fungsional yang kini mulai jarang ditemukan pada ponsel modern.

Saat pertama kali dinyalakan, Anda memang akan menemukan cukup banyak aplikasi bawaan (bloatware). Untungnya, sebagian besar dari aplikasi tersebut dapat dihapus atau dinonaktifkan dengan mudah. Navigasi sistem secara umum terasa mulus berkat dukungan refresh rate 120 Hz, namun sesekali saya masih merasakan sedikit lag dalam penggunaan harian, yang akan semakin terasa saat ponsel dipaksa bekerja keras. Masalah optimasi minor ini semestinya bisa disempurnakan oleh Xiaomi lewat pembaruan software di masa mendatang.

Ponsel PintarAplikasi Pra-instal Dukungan Perangkat Lunak
Xiaomi Redmi Note 17 5G624 Tahun Pembaruan OS + 6 Tahun Pembaruan Keamanan
realme P4 Power603 Tahun Pembaruan OS + 4 Tahun Pembaruan Keamanan

Keunggulan mutlak yang ditawarkan oleh sektor software ponsel ini adalah komitmen pembaruan sistem yang sangat panjang, yakni empat kali pembaruan OS Android utama serta enam tahun pembaruan keamanan. Untuk ponsel di kelas harga ini, jaminan tersebut adalah yang terbaik yang bisa Anda dapatkan saat ini, memastikan Redmi Note 17 tetap aman dan relevan untuk masa pakai yang lama.

Battery: kapasitas raksasa dengan optimasi jempolan

Daya tahan baterai Redmi Note 17 bisa dibilang sangat luar biasa, meskipun hasil pengujian benchmark sintetis tidak sepenuhnya menggambarkan performa aslinya. Pada pengujian PCMark, ponsel ini mencatatkan waktu bertahan sedikit di atas 16 jam dari kondisi baterai penuh. Angka ini memang tergolong awet, namun sebenarnya sedikit di bawah ekspektasi saya untuk sebuah baterai berkapasitas raksasa 8.000 mAh.

Skor Baterai PCMark (dalam jam)
realme P4 Power
10001 mAh
21.1
Xiaomi Redmi Note 17 5G
8000 mAh
16.2
Uji baterai PCMark mengukur masa pakai baterai ponsel dari 100% ke 20% (lebih tinggi lebih baik)

Akan tetapi, dalam skenario penggunaan nyata, daya baterai hanya terkuras sebesar 4 persen setelah saya gunakan untuk bermain game selama satu jam penuh, dan berkurang 4 persen lagi setelah digunakan untuk streaming video selama satu jam berikutnya. Ini merupakan bukti nyata dari optimasi daya yang sangat efisien, jauh melampaui kemampuan sebagian besar ponsel lain di kelas harga yang sama.

Ponsel Pintar Kapasitas Baterai Dukungan Pengisian Daya Waktu Pengisian Daya (20% hingga 100%)
Xiaomi Redmi Note 17 5G 8000 mAh 45W Pengisian Cepat 1h 19m
realme P4 Power 10001 mAh 80W Ultra Pengisian Daya 1h 20m


Berkat efisiensi daya yang luar biasa tersebut, Anda bisa dengan tenang menggunakan ponsel ini hingga dua hari penuh untuk pola pemakaian standar seperti panggilan telepon, berkirim pesan, berselancar di media sosial, serta streaming video ringan. Bahkan bagi pengguna dengan aktivitas yang sangat intens sekalipun, baterainya masih sanggup bertahan sekitar satu setengah hari sebelum harus dicolok ke pengisi daya. Proses pengisian daya dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sedikit di atas satu jam, sebuah catatan waktu yang sangat impresif untuk kapasitas baterai sebesar ini.

Tak hanya itu, ponsel ini juga mendukung fitur reverse wired charging yang sangat praktis untuk mengisi daya perangkat sandang (wearable) berukuran kecil seperti TWS, smartwatch, atau bahkan ponsel lain dalam kondisi darurat. Redmi Note 17 benar-benar sukses membuktikan keunggulan utama yang menjadi nilai jual utamanya. Jadi, jika daya tahan baterai adalah prioritas mutlak Anda, perangkat ini dijamin tidak akan mengecewakan.

Bagaimana peta persaingannya?

Jika disandingkan dengan para rivalnya, ponsel seperti Realme P4 Power dan Motorola Edge 70 Fusion terasa sebagai smartphone yang lebih serbabisa, khususnya di sektor performa dan kualitas kamera. Realme P4 Power (ulasan) bahkan tampil lebih unggul di hampir seluruh aspek fundamental. Ponsel tersebut dibekali baterai berkapasitas besar, layar beresolusi tinggi, prosesor yang lebih bertenaga, serta durabilitas bodi yang lebih tangguh.

Kendati demikian, perlu diingat bahwa kompetitor tersebut diluncurkan saat kondisi pasokan RAM global belum sesulit sekarang. Di sisi lain, pesaing seperti Motorola Edge 70 Fusion mungkin tidak memiliki kapasitas baterai raksasa atau jaminan pembaruan software sepanjang Redmi, namun ia menawarkan profil perangkat yang lebih seimbang berkat konfigurasi kamera yang lebih lengkap (termasuk lensa ultrawide) serta performa komputasi yang lebih bertenaga.

Kesimpulan akhir

Ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 4,3 juta untuk varian 6 GB + 128 GB dan Rp 4,9 juta untuk varian 8 GB + 256 GB, Redmi Note 17 hadir dengan proposisi nilai yang sangat jelas. Ponsel ini berkomitmen untuk menyajikan layar AMOLED yang lapang dan memanjakan mata, daya tahan baterai yang luar biasa awet, serta jaminan pembaruan software jangka panjang. Pada aspek-aspek tersebut, ia sukses memenuhi ekspektasi. Layarnya terbukti luas, responsif, dan cukup cerah untuk penggunaan luar ruangan; baterai 8.000 mAh miliknya dengan mudah menemani aktivitas harian yang padat; serta komitmen pembaruan hingga 4 kali OS Android dan 6 tahun pembaruan keamanan adalah penawaran terbaik yang bisa Anda temukan di kelas ini saat ini.

Lantas, apa saja kompromi yang harus Anda terima? Tentu ada beberapa catatan. Keberadaan speaker tunggal bawaannya terasa sangat standar, sehingga pengguna yang gemar mendengarkan audio langsung dari ponsel mungkin akan merindukan kualitas suara stereo. Performa komputasinya memang memadai untuk kebutuhan harian seperti panggilan telepon, berkirim pesan, berselancar di media sosial, dan streaming, namun ponsel ini jelas tidak dirancang untuk menangani gaming berat atau multitasking yang intens. Sektor kameranya pun lebih diposisikan untuk dokumentasi kasual sehari-hari ketimbang kebutuhan fotografi yang menuntut detail tinggi.

Pada akhir ulasan, Redmi Note 17 tampil sebagai produk yang lahir dari penyesuaian kondisi pasar saat ini: ia fokus memaksimalkan apa yang dijanjikannya, yaitu daya tahan baterai, kualitas layar, dan dukungan software jangka panjang. Jika ketiga aspek tersebut adalah prioritas utama Anda, serta Anda tidak keberatan dengan kemampuan kamera yang standar dan performa yang biasa saja, Redmi Note 17 tetap menjadi salah satu opsi yang sangat layak untuk Anda pertimbangkan.

Editor’s Rating: 8,0/10

Alasan membeli:

  • Layar AMOLED 6,99 inci yang lapang menyajikan visual yang tajam, mulus, dan imersif.
  • Baterai jumbo 8.000 mAh dengan mudah menemani aktivitas harian yang padat dan sanggup bertahan hingga 2 hari.
  • Dukungan software terbaik di kelasnya dengan jaminan 4 kali pembaruan OS dan 6 tahun pembaruan keamanan.
  • Performa yang memadai untuk menangani berbagai skenario harian seperti panggilan telepon, berkirim pesan, media sosial, dan streaming.

Alasan menghindari:

  • Speaker tunggal di bagian bawah bodi terasa standar dan kurang memiliki kedalaman suara.
  • Kemampuan kamera biasa saja, hanya optimal untuk dokumentasi kasual sehari-hari.
  • Kapasitas penyimpanan bawaan yang mentok di 128 GB membuat Anda kemungkinan harus menggunakan memori eksternal di kemudian hari.

Spesifikasi Utama

Xiaomi Redmi Note 17 5G
Qualcomm Snapdragon 4 Gen 4Prosesor
6.99 inci (17.75 cm)Menampilkan
8 Gigabita RAM + 128 GigabitaRAM & Penyimpanan
50 Megapiksel + 2 MegapikselKamera Utama
8 MegapikselKamera Depan
8000 mAhBaterai
Lihat Spesifikasi Lengkap
Xiaomi Redmi Note 17 5G Harga
Rp. 4.399.000
Pergi Ke Toko
Rp. 4.490.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Xiaomi Redmi Note 17 5G: Baterainya Luar Biasa first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/xiaomi-redmi-note-17-5g/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/09/Redmi-Note-17-First-Impressions-150x150.png150150
Review realme C100X: Tampilan Premium dan Baterai Awet https://www.91mobiles.com/id/hub/review-realme-c100x-tampilan-premium-dan-baterai-awet/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-realme-c100x-tampilan-premium-dan-baterai-awet/#respond Wed, 02 Sep 2026 11:38:18 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=25949 Pasar ponsel kelas entry-level belakangan ini semakin ramai dengan perangkat yang mencoba menawarkan spesifikasi esensial tanpa membuat dompet jebol. Salah satu penantang terbaru yang cukup menarik perhatian adalah realme C100x. Ponsel ini hadir dengan fokus pada kebutuhan dasar pengguna harian, mengandalkan baterai jumbo 8.000 mAh, prosesor Unisoc yang mumpuni, serta layar dengan refresh rate 120 Hz […]

The post Review realme C100X: Tampilan Premium dan Baterai Awet first appeared on Indonesia Blog.

]]>
.perf_test { border-bottom: 1px solid #e0e0e0; padding: 20px 0 20px 0; } .perf_test_wrap { padding: 7px 0 1px; position:relative; } .sortcode-table th:last-child, .sortcode-table td:last-child { border-right: none; } .perf_test_wrap:before { content: ''; background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed54 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9.6%); position: absolute; left: 12%; top: 0; height: 100%; width: 100%; z-index: 1; } .pref-row { display: flex; align-items: flex-start; justify-content: space-between; background-image: repeating-linear-gradient(to right, black 1px, /* Line color & thickness */ transparent 1px 50px); z-index: 2; position: relative; margin: 3px 0; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: 1px 10px 0 0; height: 38px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 9.5%; } .perf-box { flex: 1; max-width: 100%; overflow: hidden; } .perf-num { flex: 0 0 20%; font-size: 16px; text-align: right; font-weight:normal; line-height: 25px; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 23%; } .perf-img img { max-width: 100%; border-radius: 0; max-height: 100% } .perf-meter { position: relative; font-size: 14px; font-weight: 400; height:20px; display: flex; align-items: center; } span.pref_meterbar { position: absolute !important; background: #ccc; height: 22px; width: 100%; left: 0; z-index: -1; border-radius: 2px; } .perf-meter span { margin: 9px 0 0; position: relative; width: 100%; padding: 0 6px; white-space: nowrap; text-overflow: ellipsis; overflow: hidden; color:#000000; } .perf-meter.thisphone span:first-child { font-weight: 600; } .thisphone .pref_meterbar { background: #FF9352; } .thisphone .perf-meter { color: #fff; } .perf-val { font-size: 12px; color: #7c7c7c; margin: 2px 0 10px; display: flex; align-items: center; font-weight:normal; } .perf_desc { text-align: center; font-size: 14px; margin-bottom: 30px; margin-bottom: 10px; } .greytxt { font-size: 14px; color: #777; line-height: 18px; display: block; } .perf_test_wrap .sprite-icn { background: url(https://www.91-cdn.com/images/hub/sort-code-widget-sprite.svg); background-repeat: no-repeat; } .sprite-icn.battery { background-position: 0px -16px; width: 19px; height: 15px; display: inline-block; } .sprite-icn.processor { background-position: 1px 1px; width: 19px; height: 17px; display: inline-block; } .sprite-icn.cam { background-position: 0 -31px; width: 19px; height: 11px; display: inline-block; } .perf-num.thisphone { font-weight: bold; } .td-container perf-img { flex: 0 0 8%; } .sortcode-container { width: 100%; overflow: auto; } .sortcode-table { width: 100%; background: #fff; text-align: left; border: solid 1px #e4e0e0; border-bottom: none; border-radius: 8px; border-collapse: unset; overflow: hidden; border-collapse: separate; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { border: none; padding: 8px 12px; line-height: 20px; border-bottom: solid 1px #d4d4d4; border-right: solid 1px #d4d4d4; min-width:120px; font-size:16px; } .sortcode-table thead { background-color: #FFECDE; font-weight: bold; height:48px; } .sortcode-table th { text-align: center; font-size: 16px; line-height: 20px; } @media only screen and (min-width : 1025px) { .perf_test { padding-top: 0px; overflow: hidden; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: -2px 7px 0 0; height: 50px; width: 46px; } .perf-img img { max-height: 100%; max-width: 100%; } .perf-num { flex: 0 0 9%; margin: -2px 0 0 16px; line-height: 25px; } .perf-val { font-size: 14px; margin-top: 7px; } .perf_test_wrap:before { left: 70px; } .td-pb-span12 .perf_test_wrap:before { left: 70px; } span.pref_meterbar{ height: 28px; } .pref-row { margin:13px 50px 0 0; } .perf_test_wrap:before { background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed87 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9%); margin: 3px 60px 0 0; } .perf_desc { margin-top: 22px; } .perf-meter { font-size: 16px; } .greytxt { font-size: 16px; line-height: 22px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 6.3%; margin: -2px 5px 0 0; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 16%; line-height: 28px; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { padding: 12px 12px; } }

Pasar ponsel kelas entry-level belakangan ini semakin ramai dengan perangkat yang mencoba menawarkan spesifikasi esensial tanpa membuat dompet jebol. Salah satu penantang terbaru yang cukup menarik perhatian adalah realme C100x. Ponsel ini hadir dengan fokus pada kebutuhan dasar pengguna harian, mengandalkan baterai jumbo 8.000 mAh, prosesor Unisoc yang mumpuni, serta layar dengan refresh rate 120 Hz yang mulus.

Karena hanya mendukung jaringan 4G, perangkat ini menjadi pilihan yang sangat ideal bagi pengguna yang baru pertama kali memiliki smartphone, pelajar, hingga orang tua yang memiliki anggaran terbatas dan belum terlalu membutuhkan konektivitas 5G. Mari kita bedah lebih dalam apakah ponsel ini mampu memenuhi ekspektasi tersebut.

Kehadiran ponsel ini bertepatan dengan tren kenaikan harga komponen memori yang tengah menekan segmen smartphone murah. Situasi ini memaksa para produsen untuk merilis perangkat dengan spesifikasi hardware yang lebih sederhana demi menekan biaya produksi. Alhasil, pilihan ponsel menarik di kelas harga terjangkau, khususnya di kisaran Rp 3 jutaan, kini semakin terbatas.

Langkah serupa juga diambil oleh realme C100x dengan memprioritaskan fitur-fitur esensial untuk penggunaan sehari-hari. Melalui ulasan ini, saya akan menguji seberapa efektif strategi tersebut dan apakah perangkat ini memang layak untuk dipinang dengan harga yang ditawarkan.

Kesimpulan Singkat

Sebagai ponsel kelas terjangkau, realme C100x tentu memiliki beberapa keterbatasan, sebuah kompromi yang wajar untuk kelas harganya. Kendati demikian, desainnya yang menawan, layar yang mulus, serta antarmuka yang responsif membuat ponsel ini menjadi opsi yang lumayan oke untuk kebutuhan harian. Daya tahan baterainya pun sangat luar biasa dan bisa diandalkan untuk menemani aktivitas seharian penuh atau bahkan lebih. Bobotnya yang agak berat memang menjadi catatan tersendiri. Namun, bagi pelajar, pengguna baru, atau siapa saja yang mencari ponsel pertama yang simpel, perangkat ini sukses menyajikan fungsi dasar dengan sangat baik tanpa muluk-muluk.

Desain: Bongsor dan Menawan

Sektor desain jelas menjadi salah satu nilai jual utama yang diunggulkan ponsel ini untuk bersaing dengan para kompetitornya. Varian warna yang dihadirkan tampak sangat memanjakan mata, ditambah pola bergelombang di bagian punggung yang memberikan karakter unik tanpa terkesan berlebihan. Desain modul kameranya pun menyatu dengan apik, ditambah aksen lingkaran berwarna di sekeliling lensa kamera yang memberikan sentuhan estetika ekstra agar tampil beda.

Namun, saat digenggam, ponsel ini memang terasa cukup bongsor. Dengan bobot mencapai 219 gram, perangkat ini tergolong berat dan ukurannya yang besar membutuhkan waktu untuk pembiasaan, terutama jika Anda sebelumnya terbiasa menggunakan ponsel yang lebih ringan atau ringkas. Meski tidak sampai membuat tangan tidak nyaman, Anda akan mulai merasakan bobotnya saat mengoperasikan ponsel dalam durasi yang lama.

Ponsel Pintar Ketebalan Berat Peringkat IP
realme C100X 8.78 mm 219 gram IP6X +IP64
Infinix Smart 20 7.7 mm 189 gram IP64


Kualitas rancang bangunnya juga patut diacungi jempol karena sudah mengantongi sertifikasi IP64 yang tahan terhadap debu dan cipratan air, serta ketahanan jatuh dari ketinggian hingga 2 meter. Fitur ini memberikan perlindungan ekstra untuk penggunaan sehari-hari, sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir jika tidak sengaja menjatuhkannya atau menggunakannya dengan agak kasar.

Secara keseluruhan, tampilan dan impresi genggam realme C100x terasa jauh lebih premium dibanding harganya. Walau bobotnya memerlukan sedikit penyesuaian, sentuhan akhir yang menawan, desain punggung yang khas, serta durabilitas bodi yang kokoh menjadikannya salah satu ponsel dengan estetika terbaik di kelasnya.

Baterai: Daya Tahan Luar Biasa Awet

Sektor daya tahan baterai menjadi keunggulan mutlak lainnya dari ponsel ini berkat kapasitas baterainya yang masif, yakni 8.000 mAh. Ini kemungkinan merupakan kapasitas baterai terbesar di kelasnya, dan performa aslinya pun terbukti sangat memuaskan. Dalam pengujian benchmark baterai yang kami lakukan, ponsel ini mampu bertahan selama lebih dari 21 jam—sebuah pencapaian tertinggi di segmen ini untuk saat ini.

Skor Baterai PCMark (dalam jam)
realme C100X
8000 mAh
21.7
Infinix Smart 20
5200 mAh
11.4
Uji baterai PCMark mengukur masa pakai baterai ponsel dari 100% ke 20% (lebih tinggi lebih baik)

Saat digunakan untuk streaming video selama satu jam, daya baterainya hanya berkurang 4 persen. Sementara itu, aktivitas gaming selama 30 menit hanya menguras daya sekitar 4,5 persen. Dengan konsumsi daya seefisien ini, Anda bisa dengan leluasa menonton video, bermain game, atau berselancar di media sosial tanpa perlu terus-menerus mencari colokan listrik.

Ponsel Pintar Kapasitas Baterai Dukungan Pengisian Daya Waktu Pengisian Daya (20% hingga 100%)
realme C100X 7000 mAh 45W Pengisian Cepat 1h 58m 44s
Infinix Smart 20 5200 mAh NA 2h 12m

Dukungan pengisian daya cepat 45 W juga bekerja dengan cukup baik untuk mengisi ulang baterai berkapasitas raksasa ini. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengisi daya dari kosong hingga penuh, durasi yang sangat wajar mengingat kapasitas baterainya yang luar biasa besar. Meski bukan yang tercepat di pasaran, Anda toh tidak perlu sering-sering mengisi daya ponsel ini dalam penggunaan sehari-hari.

Jika daya tahan baterai adalah prioritas utama Anda, ponsel ini sangat layak untuk direkomendasikan. Pada skenario penggunaan normal, realme C100x dapat bertahan dengan mudah hingga dua hari dalam sekali pengisian daya, menjadikannya salah satu nilai tambah paling memikat dari perangkat ini.

Kamera: Cukup Memadai

Untuk keperluan fotografi kasual, realme C100x mengandalkan kamera utama 50 MP yang cukup mumpuni. Saat siang hari dengan pencahayaan ideal, kamera ini mampu menangkap detail dengan baik serta menghasilkan warna-warna yang cerah, meskipun pemrosesan gambarnya terkadang membuat warna tampak lebih matang dibandingkan dengan kondisi aslinya. Foto potret yang dihasilkan juga tergolong rapi dengan efek separasi latar belakang yang natural di sebagian besar kondisi, walau detail-detail kecil akan tampak agak lembut saat gambar diperbesar.

Sementara itu, kamera depan 5 MP lebih mengutamakan reproduksi warna yang natural ketimbang ketajaman detail yang tinggi. Secara umum, kamera selfie ini bekerja dengan baik dalam menjaga warna kulit dan nuansa foto agar tetap mendekati kondisi aslinya di dunia nyata.

Saat kondisi low-light atau malam hari, kamera utama sangat terbantu oleh fitur Night mode yang mampu meningkatkan exposure, detail, serta akurasi warna sembari menekan noise agar tetap minim. Secara keseluruhan, sektor kamera memang bukan nilai jual utama dari ponsel ini, tetapi kinerjanya sudah lebih dari cukup untuk sekadar dokumentasi harian, unggahan media sosial, atau sesekali berfoto selfie dan portrait.

Di bawah ini, saya membandingkan hasil jepretan kamera realme C100x dengan Lava Virat V1 (ulasan) dalam beberapa skenario berbeda.

Siang Hari (Daylight)

Saat menyandingkan hasil foto dari kedua ponsel ini secara langsung, perbedaan karakternya akan langsung terlihat jelas. Kamera realme C100x menerapkan pemrosesan warna yang agresif dan cerah sehingga membuat foto tampak sangat hidup, sedangkan Lava Virat memilih pendekatan warna yang lebih kalem.

Before image
Realme C100x
After image
Lava Virat

Memang, kedua ponsel ini belum bisa menyajikan akurasi warna yang sepenuhnya presisi dan masih agak kesulitan mereproduksi warna asli dari objek foto. Kendati demikian, realme C100x unggul mutlak dalam hal ketajaman dan tingkat detail gambar jika dibandingkan dengan Lava Virat.

Foto Potret (Portrait)

Karakteristik warna pada mode potret ini masih senada dengan hasil foto siang hari sebelumnya. Warna kulit subjek pada jepretan realme cenderung mengarah ke rona kemerahan, sementara pada hasil foto Lava tampak sedikit lebih redup.

Before image
Realme C100x
After image
Lava Virat

Namun, untuk urusan detail, Lava Virat kali ini lebih unggul karena hasil foto realme C100x tampak agak lembut saat diperbesar. Selain itu, kemampuan deteksi tepi untuk efek bokeh pada foto Lava Virat juga terlihat lebih rapi.

Foto Selfie

Beralih ke kamera depan, Lava Virat mampu menangkap foto selfie yang sangat detail dengan exposure dan ketajaman yang pas. Di sisi lain, meski realme C100x tidak menyajikan detail setajam kompetitornya, pemrosesan warna pada ponsel realme ini jauh lebih unggul karena mampu menghasilkan warna yang jauh lebih akurat dan mendekati kondisi aslinya.

Before image
Realme C100x
After image
Lava Virat

Kondisi Low-Light

Saat fitur Night mode diaktifkan pada kedua perangkat, realme C100x terbukti menyajikan performa yang jauh lebih superior. Foto yang dihasilkan memiliki exposure yang lebih seimbang, detail yang lebih kaya, serta warna yang lebih hidup. Sebaliknya, hasil foto dari Lava Virat tampak jauh lebih gelap dan dipenuhi grain, sehingga kurang menarik untuk dilihat.

Before image
Realme C100x
After image
Lava Virat

Performa: Masih Bisa Ditingkatkan

Sektor performa bisa dibilang merupakan aspek yang paling biasa saja dari ponsel ini. Sebagai perangkat yang mentok di jaringan 4G, realme C100x mengandalkan chipset Unisoc T2750 yang dipadukan dengan RAM LPDDR4X 4 GB serta penyimpanan internal eMMC 5.1 berkapasitas 64 GB (versi Indonesia memiliki memori mulai 6 GB/128 GB). Untungnya, tersedia slot microSD yang mendukung ekspansi memori hingga 2 TB, fitur yang sangat berguna jika Anda gemar menyimpan banyak foto, video, atau aplikasi. Kendati demikian, konfigurasi hardware dasarnya memang tergolong sangat standar dan hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi harian yang ringan.

Skor AnTuTu
realme C100X
Unisoc T7250
380,571
Infinix Smart 20
MediaTek Helio G81 Ultimate
366,645
AnTuTu menilai CPU, GPU, memori, dan pengalaman pengguna ponsel pintar secara keseluruhan (lebih tinggi lebih baik)

Selama pengujian, saya merasakan adanya sedikit lag atau jeda respons, terutama saat berpindah antar-aplikasi atau menavigasi antarmuka. Ponsel ini bukannya tidak nyaman digunakan, tetapi Anda akan langsung menyadari bahwa perangkat ini memang tidak dirancang untuk menangani beban kerja yang berat. Untungnya, sistem operasi yang diusungnya mampu mengoptimalkan kinerja dengan cukup baik. Saat saya menyandingkannya dengan Lava Virat V1 yang ditenagai chipset Unisoc yang lebih bertenaga, tingkat kemulusan navigasi kedua ponsel ini terasa sangat mirip. Hal ini mengindikasikan bahwa optimasi software pada realme C100x bekerja sangat keras untuk menutupi keterbatasan hardware-nya.

Skor Geekbench Single-Core
Infinix Smart 20
MediaTek Helio G81 Ultimate
444
realme C100X
Unisoc T7250
436
Geekbench menilai efisiensi inti tunggal (single core) dan banyak inti (multi core) pada CPU (lebih tinggi lebih baik)

Untuk aktivitas harian yang kasual, performa ponsel ini masih tergolong memadai. Anda bisa berselancar di internet, membuka media sosial, menonton video streaming, serta berpindah-pindah aplikasi ringan dengan lancar, asalkan tidak menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi. Sektor gaming juga masih cukup oke untuk memainkan game-game kasual yang ringan, namun game dengan grafis berat dipastikan akan membuat hardware ponsel ini bekerja ekstra keras di luar batas kemampuannya.

Skor Geekbench Multi-Core
realme C100X
Unisoc T7250
1,386
Infinix Smart 20
MediaTek Helio G81 Ultimate
1,352
Geekbench menilai efisiensi inti tunggal (single core) dan banyak inti (multi core) pada CPU (lebih tinggi lebih baik)

Performa komputasi ponsel ini memang agak tertinggal jika dibandingkan dengan keunggulan di sektor lainnya, namun kinerjanya masih tergolong wajar untuk kelas harganya. Walau spesifikasi hardware-nya sangat mendasar, optimasi software yang matang berhasil memaksimalkan potensi yang ada sehingga ponsel tetap nyaman digunakan untuk menyelesaikan berbagai tugas harian.

Software: Dongkrak Pengalaman Penggunaan Secara Menyeluruh

Ponsel ini menjalankan sistem operasi realme UI 7 berbasis Android 16. Saat pertama kali dinyalakan, Anda akan menemukan beberapa aplikasi bawaan yang sudah terpasang, namun untungnya sebagian besar dari aplikasi tersebut bisa dihapus dengan mudah jika tidak dibutuhkan.

Sektor software menjadi penyelamat yang berhasil memoles keterbatasan spesifikasi hardware pada ponsel ini. Antarmuka realme UI menyajikan beragam fitur fungsional yang sangat berguna untuk menunjang kenyamanan harian, seperti mode pelindung mata, kontrol kecerahan ekstra, hingga tool pembersih untuk mendongkrak performa saat ponsel mulai terasa lambat. Tak hanya itu, realme juga menyematkan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mencakup optimalisasi kamera hingga alat bantu produktivitas.

Ponsel PintarAplikasi Pra-instal Dukungan Perangkat Lunak
realme C100X61NA
Infinix Smart 2058NA

Meskipun fitur AI yang lebih canggih mungkin tidak akan sering digunakan oleh semua orang, fitur-fitur kecil yang fungsional justru memberikan dampak yang lebih terasa bagi pengguna kasual. Kehadiran fitur pelindung mata, kecerahan ekstra, dan tool optimasi performa sederhana terbukti mampu meningkatkan kenyamanan penggunaan harian secara instan tanpa menuntut penyesuaian cara pakai yang rumit.

Di sinilah letak keunggulan realme UI pada perangkat ini. Keterbatasan hardware yang ada berhasil disamarkan dengan baik oleh optimasi software yang matang, sehingga ponsel terasa lebih andal dan lengkap daripada yang tertulis di atas kertas spesifikasi.

Satu hal yang masih menjadi tanda tanya adalah jaminan dukungan software jangka panjang. Pihak realme belum memberikan informasi spesifik mengenai berapa kali ponsel ini akan mendapatkan pembaruan versi Android maupun pembaruan keamanan. Hal ini tentu patut menjadi bahan pertimbangan jika Anda berniat menggunakan ponsel ini untuk jangka waktu beberapa tahun ke depan.

Layar: Visual Memanjakan Mata, Audio Standar

Layar LCD berukuran 6,8 inci pada ponsel ini merupakan salah satu keunggulan utamanya, terutama bagi Anda yang gemar menonton video atau menyukai layar berukuran lapang. Berkat dukungan refresh rate 120 Hz, aktivitas scrolling media sosial, berselancar di web, hingga navigasi menu terasa sangat mulus. Reproduksi warnanya juga tampak memanjakan mata, dan saya pribadi lebih menyukai opsi pengaturan warna Vivid yang membuat tampilan visual terasa lebih hidup dan kontras.

Berbekal tingkat kecerahan puncak hingga 900 nits, layar ini sangat nyaman digunakan di dalam ruangan tanpa kendala keterbacaan sama sekali. Namun, saat dibawa ke luar ruangan, layar ponsel ini agak kewalahan, terutama saat digunakan langsung di bawah terik sinar matahari. Meski bukan masalah besar untuk penggunaan harian secara umum, hal ini patut dicatat jika Anda sering beraktivitas di luar ruangan.

Catatan minor yang lebih mengganggu bagi saya justru terletak pada sektor audio yang masih mengandalkan speaker tunggal. Volume suaranya memang cukup lantang untuk sekadar menonton video atau mendengarkan konten kasual, tetapi kualitas suaranya terasa kurang berbobot dan tidak memiliki kedalaman ruang layaknya speaker stereo. Jika Anda sering menikmati konten multimedia langsung lewat speaker ponsel, kualitas audionya mungkin akan terasa agak datar.

Secara keseluruhan, layar besar dengan refresh rate 120 Hz pada ponsel ini menyajikan performa visual yang sangat memuaskan untuk penggunaan harian. Tingkat kecerahan di luar ruangan serta kehadiran speaker tunggal memang menjadi kelemahan utama, namun kedua hal tersebut tidak sampai merusak pengalaman menikmati kualitas layarnya yang tergolong jempolan di kelasnya.

Kesimpulan

Di pasar Indonesia, realme C100x dibanderol dengan harga Rp 3,4 juta untuk varian RAM 6 GB dan penyimpanan 128 GB. Ponsel ini sukses menyajikan fungsi-fungsi dasar dengan sangat baik sembari memberikan fokus utama pada daya tahan baterai, estetika desain, serta kenyamanan penggunaan harian. Baterai raksasa 8.000 mAh menjadi senjata utamanya yang mampu bertahan hingga dua hari pada penggunaan normal, sementara layar lapang 6,8 inci dengan refresh rate 120 Hz membuat aktivitas menonton video dan browsing terasa sangat menyenangkan.

Desainnya pun tampak jauh lebih premium dibanding kelas harganya, ditambah performa kamera yang cukup memadai untuk kebutuhan fotografi kasual, terutama dengan hasil foto low-light yang tergolong apik.

Pada akhirnya, realme C100x merupakan pilihan yang sangat masuk akal bagi pengguna yang lebih memprioritaskan daya tahan baterai ekstra awet, layar besar yang mulus, serta desain ponsel yang menawan ketimbang performa komputasi murni yang kencang. Meski bukan ponsel paling bertenaga di kelasnya, bagi pengguna kasual, pelajar, atau siapa saja yang mendambakan ponsel andal yang bisa menyala seharian penuh tanpa khawatir kehabisan daya, realme C100x adalah opsi yang sangat sulit untuk dilewatkan.

Skor Editor: 8,1/10

Kelebihan:

  • Desain menawan yang tampak jauh lebih premium dibanding kelas harganya.
  • Layar lapang 6,8 inci dengan refresh rate 120 Hz yang mulus.
  • Antarmuka realme UI menyajikan pengalaman penggunaan yang lancar dengan fitur harian yang fungsional.
  • Daya tahan baterai luar biasa awet yang sanggup bertahan hingga dua hari.

Kekurangan:

  • Bobot mencapai 219 gram membuat ponsel terasa agak berat saat digenggam.
  • Speaker tunggal kurang menyajikan kedalaman dan efek spasial audio yang maksimal.

Spesifikasi Utama

realme C100X
Unisoc T7250Prosesor
6.8 inci (17.27 cm)Menampilkan
6 Gigabita RAM + 128 Gigabita
6 Gigabita RAM + 256 GigabitaRAM & Penyimpanan
50 MegapikselKamera Utama
50 MegapikselKamera Utama
5 MegapikselKamera Depan
5 MegapikselKamera Depan
8000 mAhBaterai
Lihat Spesifikasi Lengkap
realme C100X Harga
Rp. 3.399.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review realme C100X: Tampilan Premium dan Baterai Awet first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-realme-c100x-tampilan-premium-dan-baterai-awet/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/09/Realme-C100x-review-150x150.png150150
Review Redmi Note 15 Pro Plus: Bodi Tangguh, Kamera Memukau https://www.91mobiles.com/id/hub/review-redmi-note-15-pro-plus-bodi-tangguh-kamera-memukau/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-redmi-note-15-pro-plus-bodi-tangguh-kamera-memukau/#respond Sat, 22 Aug 2026 11:28:43 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=19251 Memiliki HP yang tangguh tentu adalah keuntungan tersendiri karena mengurangi rasa khawatir akan perangkat yang rawan rusak. Untung saja kini ada Redmi Note 15 Pro Plus, ponsel yang tak sekadar menggembar-gemborkan spesifikasi tinggi di atas kertas, melainkan juga menonjolkan durabilitas ekstrem terhadap air. Pasalnya, Redmi Note 15 Pro Plus sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69K dengan […]

The post Review Redmi Note 15 Pro Plus: Bodi Tangguh, Kamera Memukau first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Memiliki HP yang tangguh tentu adalah keuntungan tersendiri karena mengurangi rasa khawatir akan perangkat yang rawan rusak. Untung saja kini ada Redmi Note 15 Pro Plus, ponsel yang tak sekadar menggembar-gemborkan spesifikasi tinggi di atas kertas, melainkan juga menonjolkan durabilitas ekstrem terhadap air. 

Pasalnya, Redmi Note 15 Pro Plus sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69K dengan harga mulai dari Rp 6 juta. Selain tangguh di air, Redmi Note 15 Pro Plus juga memiliki segudang kelebihan yang tersebar di beberapa sektor, seperti performa yang kencang, kualitas foto memukau berkat kamera 200 MP, hingga fitur baterai yang memadai. 

Tim 91Mobiles Indonesia sempat menguji kehebatan ponsel Xiaomi ini selama beberapa hari, dan perlu diakui bahwa beberapa kelebihannya sungguh membuatnya menonjol. Namun, apakah ini berhasil membuatnya tetap relevan di tengah gempuran ponsel berkualitas lain di kelas menengah? Simak review lengkap Redmi Note 15 Pro Plus di bawah ini.

Unboxing Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus 

Isi kemasan Redmi Note 15 Pro Plus.
Isi kemasan Redmi Note 15 Pro Plus.

Begitu menerima unit ponsel, kami langsung disambut oleh kemasan dominan putih dengan cover yang nyaris dipenuhi latar belakang berwarna merah. Xiaomi yang memang kerap identik dengan value-for-money yang baik telah melengkapi isian kemasannya dengan aksesori yang komplet.

Di dalamnya terdapat unit ponsel, buku panduan, SIM ejector, hingga casing pelindung dengan warna hitam polos yang membuat ponsel terlihat lebih kalem. Casing ini memiliki bahan silikon hitam dengan finishing doff yang membuatnya terasa halus di tangan. Namun, casing ini sayangnya membuat tekstur khas kulit pada backdoor Redmi Note 15 Pro Plus jadi tidak terasa. 

Namun di luar itu semua, yang paling membuat lega adalah kehadiran charger berdaya 100 watt yang memang sesuai dengan spesifikasi fast charging di HP ini. Ada masanya ponsel dengan daya pengisian 100 watt hanya dapat ditemui pada HP flagship Rp 10 jutaan ke atas. Kini, Redmi Note 15 Pro Plus di harga Rp 6 juta pun sudah memiliki fitur tersebut.

Desain Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus

Bodi belakang Redmi Note 15 Pro Plus

Desain bodi belakang Redmi Note 15 Pro Plus tampaknya menganut prinsip “if it’s not broken, don’t fix it”. Sebab, konsep backdoor-nya memang tidak jauh berbeda dari pendahulunya, Redmi Note 14 Pro Plus.

Housing kamera berbentuk “squircle” (kotak dengan sisi melengkung) yang ikonik masih dipasangkan pada bagian tengah bodi belakang. Akan tetapi, ketimbang berbentuk melengkung seperti pendahulunya, kali ini Redmi Note 15 Pro Plus hadir dengan frame samping yang datar. 

Varian warna pada unit yang kami uji adalah Mocha Brown, yang tampak menjadi salah satu warna yang paling menonjol dibandingkan dengan Black dan Glacier Blue. Bukan tanpa sebab, varian Mocha Brown merupakan satu-satunya yang mengusung finishing kulit imitasi alias “vegan leather”, sedangkan versi lainnya memakai bahan plastik yang diperkuat serat (fiber-reinforced plastic). 

Meski lebih unik, versi Mocha Brown ini lebih tebal daripada varian Black dan Glacier Blue, yakni 8,47 mm alih-alih 8,19 mm. Namun, kabar baiknya, ketebalan tersebut masih lebih tipis ketimbang Redmi Note 14 Pro Plus versi Sand Gold yang setebal 8,75 mm. 

Bobotnya yang seberat 208 gram mungkin tidak menjadikannya ponsel teringan di dunia untuk kelas mid-range. Namun, kami pribadi tidak merasakan discomfort sedikit pun saat memakainya sehari-hari. Mungkin pengalaman ini akan sedikit berbeda untuk pemakai wanita, anak-anak, atau lansia. 

Apabila Anda kurang suka dengan bahan kulit imitasi pada Redmi Note 15 Pro Plus, untungnya Xiaomi menyematkan casing pelindung dengan finishing doff.

Mungkin karena warnanya yang hitam, bekas noda sidik jari tidak begitu terlihat sehingga membuatnya terlihat bersih sepanjang hari. Namun, jika Anda memutuskan untuk tidak memakai casing, bagi kami, bahan vegan leather pada bodinya pun sudah sangat oke dalam menghadang noda sidik jari. Mau pakai atau tidak, dua-duanya pun nyaman karena tidak mudah tergelincir dari tangan. 

Pemakaian casing pelindung pada Redmi Note 15 Pro Plus juga menurut kami terlalu “overkill” lantaran bodi ponsel yang memang sudah tahan banting dari sananya. Ya, seluruh jajaran Redmi Note 15 series memang punya bodi tangguh dengan jargon “Titan Durability”, dilengkapi dengan standar MIL-STD-810H yang membuatnya tidak mudah rusak meski terbentur. 

Terlebih lagi, layarnya pun sudah terlindungi dengan lapisan Gorilla Glass Victus 2 yang dapat mengurangi risiko baret dan retak ketika terjatuh. Jika Anda punya anak berusia 2-4 tahun yang kerap tantrum dan senang menjatuhkan barang, Redmi Note 15 Pro Plus rasanya cocok untuk dimiliki.

Yang membuatnya lebih menarik lagi, Xiaomi turut membekalinya dengan sertifikasi IP68 dan IP69K, eksklusif untuk varian Pro dan Pro Plus. Itu artinya, selain cenderung dapat bertahan di kedalaman air, perangkat ini juga tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi pada suhu tak biasa. 

Unit Redmi Note 15 Pro Plus yang kami pegang bahkan sempat diujikan berenang sekaligus “menyelam” di Pondok Indah Water Park, Jakarta. Hasilnya, ponsel ini benar-benar berfungsi seperti sedia kala setelah pengujian selesai. Perangkat ini bahkan berhasil mengambil sejumlah foto di dalam air dengan hasil yang lumayan bagus.

Lalu, menyoal penempatan tombolnya, Redmi Note 15 Pro Plus tidak berbeda dengan mayoritas ponsel lain di kelas harganya. Sisi kanan disematkan dengan tombol power dan volume rocker, sementara sisi kirinya kosong alias tidak memiliki tombol sama sekali. 

Di bagian atasnya terdapat sensor infrared blaster yang bisa digunakan sebagai remote untuk perangkat elektronik rumah dan grille speaker sekunder. Barulah di sisi bawah terdapat grille speaker utama, port USB-C, dan laci kartu SIM. 

Laci kartu SIM ini tidak menyediakan slot microSD sama sekali, dan hanya mendukung ruang untuk kartu SIM 1 dan kartu SIM 2. Namun, uniknya, meski bukan HP flagship, Redmi Note 15 Pro Plus merupakan salah satu HP termurah yang mendukung eSIM. Pemakaian eSIM ini akan menggantikan posisi kartu SIM 2, alih-alih membuatnya bisa menampung dua kartu SIM fisik dan eSIM sekaligus.

Jika Anda mencari ponsel dengan tingkat ketahanan bodi paling kuat di rentang harga Rp 6 juta, Redmi Note 15 Pro Plus akan menjadi salah satu opsi paling layak. 

Layar Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus

Layar Redmi Note 15 Pro Plus

Saat pertama kali menilai layar dari ponsel ini, satu hal paling mencolok yang kami sadari adalah keberadaan bezel layarnya yang sungguh tipis. Meski frame-nya datar, rupanya keempat sisi layarnya dibuat melengkung sehingga memberikan kesan bezel yang begitu ramping.

Kualitas panelnya selaras dengan mayoritas pesaing pada harga yang sama, menggunakan AMOLED yang cerah dan berwarna “menyala” pada ukuran 6,83 inci, serta hadir dalam resolusi tajam 1.280 x 2.772 piksel. 

Layar ponsel ini mendukung refresh rate 120 Hz yang tidak hanya sekadar gimmick, tetapi memang berfungsi sebagaimana mestinya. Selain membuat antarmuka terlihat lebih licin, mode 120 Hz memang benar menyala saat bermain sejumlah game, salah satunya yang kami uji adalah Dead Trigger 2. Umumnya, jika game ini mentok di 60 Hz, maka hanya akan menampilkan opsi 60 FPS di menu setting. Namun, seperti yang dapat dilihat di bawah, game ini memang menyediakan opsi untuk 120 FPS.

Untuk semakin memanjakan mata pengguna ketika menonton atau mengonsumsi konten, layar Redmi Note 15 Pro Plus juga tersertifikasi HDR10+ dan Dolby Vision. Kedua sertifikasi ini umumnya akan memberikan pengalaman visual yang jauh lebih oke dibandingkan dengan standar. Saat menonton YouTube, opsi HDR pun memang benar dapat dipilih, dan benar-benar menyediakan tampilan warna yang lebih aesthetic.

Selain itu, layar perangkat juga dibekali fitur PWM Dimming 3.840 Hz yang membuatnya lebih nyaman dipandang untuk mata yang sensitif terhadap flicker. Terlebih saat digunakan di malam hari pada kecerahan rendah, kami tidak menyadari adanya flicker sama sekali.

Pengalaman multimedia di ponsel ini pun terasa begitu baik, dengan kualitas suara yang “nendang” dari kedua speaker. Bass dari speaker ini sungguh terasa, begitu pun dengan suara yang cukup mampu memenuhi seluruh ruangan. Bahkan tersedia juga fitur volume 400 persen agar suara tetap terdengar di tengah keramaian. 

Kamera Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus

close up modul kamera redmi note 15 pro plus

Redmi Note 15 Pro Plus mengandalkan kamera utama dengan resolusi tinggi 200 MP, menggunakan sensor Samsung ISOCELL S5KHPE dengan fitur OIS. Hasil fotonya terlihat cukup tajam di siang hari yang terang dengan tampilan warna dan detail yang memukau. 

Sayangnya, tidak tersedia kamera telefoto di perangkat ini, sehingga pengguna hanya dapat memanfaatkan in-sensor zoom. Menurut penilaian kami, hasil zoom tetap terlihat layak hingga tingkat pembesaran 5x. Namun, untuk 10x, 20x, dan 30x, foto akan sangat terlihat buram.

Dynamic range terlihat luas, memperlihatkan kontras yang jelas antara subjek utama dan langit. Meskipun demikian, hal ini membuat area gelap terlihat sedikit underexposed, kendati masih berada dalam batas wajar.

Pada pemotretan malam hari, kamera utamanya menunjukkan kinerja yang cukup baik. Hasil fotonya bersih, tajam, dengan warna yang cukup menonjol (punchy) serta keseimbangan cahaya yang terjaga. Sayangnya, isu flaring kerap terjadi saat memotret sumber cahaya.

Redmi Note 15 Pro Plus mendukung perekaman video hingga 4K pada 30 FPS pada kamera utamanya. Dengan fitur stabilisasi (EIS), kami berhasil mendapatkan hasil video yang stabil kendati merekam sambil berjalan. Untuk kamera depan dan ultrawide, kini sudah mendukung perekaman hingga 1.080p 60 FPS. 

Kamera selfie di ponsel ini mengalami peningkatan resolusi ketimbang pendahulunya, kini dari 20 MP menjadi 32 MP. Dilihat dari hasilnya, kamera depan ini sanggup mempertahankan warna kulit yang alami. Namun, karena tidak dibekali autofokus, kadang terjadi kendala fokus yang membuat wajah terlihat buram jika posisi dan jaraknya kurang tepat. Kadang dibutuhkan beberapa re-take sebelum mendapatkan hasil yang diinginkan (terutama di malam hari), namun di beberapa kesempatan kami berhasil mendapatkan hasil memadai dalam sekali take. 

Performa Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus

Redmi Note 15 Pro Plus menawarkan kinerja yang andal dalam berbagai aktivitas berat. Ponsel ini ditenagai oleh chipset Snapdragon 7s Gen 4 dengan fabrikasi 4 nm, yang memberikan peningkatan performa sekitar 7 persen dibandingkan generasi sebelumnya. 

Dalam pemakaian sehari-hari, ponsel ini terasa lancar untuk menjalankan berbagai tugas standar seperti browsing, berkirim pesan, hingga berpindah-pindah aplikasi dengan cepat tanpa kendala. 

Pada pengujian AnTuTu 11, Redmi Note 15 Pro Plus berhasil menorehkan skor 1.046.863 poin, tergolong tinggi untuk ponsel di harga Rp 5 juta. Perangkat ini juga meraih skor 1.239 poin (single-core) dan 3.231 poin (multi-core) pada Geekbench 6. 

Kami juga berkesempatan menguji perangkat ini untuk memainkan sejumlah game populer, dan hasilnya cukup mengesankan. 

Untuk permainan tembak-menembak seperti PUBG Mobile, Redmi Note 15 Pro Plus mampu meraih frame rate stabil 60 FPS pada pengaturan grafis HDR dan pengaturan frame rate tertinggi, Extreme. 

Pada Delta Force, pengaturan tertinggi yang dapat diraihnya adalah HD – Ultimate. Sepanjang permainan, game ini dapat berjalan dengan mulus tanpa hambatan berarti. Frame rate yang dihasilkan memang tidak sepenuhnya 60 FPS, namun setidaknya ia sanggup stabil di angka 50 FPS. Baik pada PUBG Mobile maupun Delta Force, sensor giroskop di perangkat ini berfungsi dengan baik dan cekatan, dan hal ini benar-benar membantu pengguna dalam membidik musuh.

Selain game shooter, Redmi Note 15 Pro Plus juga mumpuni dalam menjalankan permainan yang demanding seperti Genshin Impact. Menurut kami, pengaturan paling ideal antara grafis memukau dan frame rate lancar adalah High pada 30 FPS. Sepanjang permainan, kami tidak menemukan stutter maupun masalah grafis. Untuk permainan nonkompetitif seperti Genshin Impact, frame rate 36 FPS stabil yang diraih sudah lebih dari cukup. 

Redmi Note 15 Pro Plus menjalankan antarmuka HyperOS 2 berbasis Android 15 sejak awal rilis. Hal ini agak disayangkan sebenarnya, karena pada peluncurannya saat itu Android 16 sudah tersedia. Xiaomi menjanjikan masa dukungan update OS hingga 4 kali dan patch keamanan selama 6 tahun. 

Pengalaman antarmuka pada Redmi Note 15 Pro Plus sebenarnya cukup menyenangkan. Hanya saja, kami menemukan bahwa jumlah aplikasi pra-instal di HP ini terasa cukup banyak. Perangkat ini juga sesekali menampilkan iklan dalam bentuk notifikasi serta ketika aplikasi selesai diinstal dari Google Play Store. Menurut kami, agak disayangkan ponsel di harga Rp 6 jutaan masih menampilkan iklan seperti ini. Untungnya, iklan di notifikasi dapat dihilangkan dengan cara mengubah peraturan di menu Settings. 

Sebagai salah satu ponsel yang rilis pada tahun 2026, tentu Redmi Note 15 Pro Plus dibekali sederet kemampuan kecerdasan buatan (AI). Fitur-fitur yang dihadirkan cukup beragam, mencakup kemampuan untuk melakukan generate tulisan di aplikasi Notes, mengubah langit pada foto, serta melakukan generate wallpaper. 

Baterai Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus

Untuk Anda yang sering bepergian, Redmi Note 15 Pro Plus akan menjadi teman yang dapat diandalkan. Perangkat ini disuplai dengan baterai 6.500 mAh serta pengisian daya 100 watt via kabel. 

Baterai tersebut mengusung teknologi silikon-karbon, naik jauh dari kapasitas 5.110 mAh pada generasi sebelumnya. Alasan di balik peningkatan drastis ini adalah bahwa silikon-karbon memungkinkan kepadatan energi yang lebih tinggi, sehingga Xiaomi sanggup memasukkan kapasitas lebih besar tanpa membuat bodi terlalu tebal. 

Dalam pengujian PC Mark Battery Life, Redmi Note 15 Pro Plus sanggup bertahan hingga 17 jam 8 menit. Skor ini lebih unggul ketimbang salah satu pesaingnya, Vivo V70, yang hanya bertahan selama 15,6 jam. 

Dalam pemakaian sehari-hari, ponsel ini mampu bertahan sepanjang hari dengan aktivitas sedang, seperti memutar musik, browsing, penggunaan media sosial, dan lain sebagainya. Pada pengisian daya menggunakan charger 100 watt yang disediakan dalam boks, Redmi Note 15 Pro Plus hanya membutuhkan durasi 67 menit untuk terisi dari 5 hingga 98 persen. Adapun pengisian 30 menit pertama dapat mencapai kondisi 50 persen. 

Kesimpulan

Redmi Note 15 Pro Plus adalah salah satu kontestan paling berdaya saing tinggi di kelas harga Rp 6 jutaan. Performanya tergolong sangat gesit di kelasnya untuk bermain game dengan lancar, kendati masih belum dapat mengalahkan iQoo Neo 10 yang diotaki Snapdragon 8s Gen 4. 

Kamera 200 MP miliknya juga dapat diandalkan untuk mengambil foto dan video pada berbagai situasi, termasuk di malam hari. Namun, di balik penilaian baik tersebut, fitur paling menonjol dari Redmi Note 15 Pro Plus justru terletak pada ketahanan bodinya. 

Dengan standar militer MIL-STD-810H, lapisan pelindung Gorilla Glass Victus 2, dan rating IP68/IP69K, Redmi Note 16 Pro Plus akan menjadi teman setia dalam jangka panjang yang tidak mudah rusak. Sisi multimedia juga menjadi aspek yang sangat dikuasai HP ini, karena mendukung panel AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1,5K yang cerah dan tajam. 

Sayangnya, fitur software di perangkat ini tidak sepenuhnya mencerminkan ponsel mewah. Sebab, masih menampilkan iklan setiap kali berhasil menginstal aplikasi dan game. Ponsel ini juga masih menggunakan Android 15 sedari awal rilis kendati semestinya sudah menjalankan Android 16. 

Rating editor: 7,5 /10

Kelebihan:

  • Desain bodi stylish dan kokoh. 
  • Layar yang cerah dan tajam. 
  • Kamera 200 MP dengan hasil foto memukau.
  • Performa memadai untuk keseharian dan gaming. 

Kekurangan:

  • Masih menampilkan iklan.
  • Hanya rilis dengan Android 15. 

Spesifikasi Utama

Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus
Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4Prosesor
6.83 inci (17.35 cm)Menampilkan
8 Gigabita RAM + 256 Gigabita
12 Gigabita RAM + 512 GigabitaRAM & Penyimpanan
200 Megapiksel + 8 MegapikselKamera Utama
32 MegapikselKamera Depan
6500 mAhBaterai
Lihat Spesifikasi Lengkap
Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus Harga
Rp. 6.399.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Redmi Note 15 Pro Plus: Bodi Tangguh, Kamera Memukau first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-redmi-note-15-pro-plus-bodi-tangguh-kamera-memukau/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/08/featured-image-150x150.jpg150150
Review Samsung Galaxy Z Fold8: Bentuk Baru yang Membuat Jatuh Hati https://www.91mobiles.com/id/hub/samsung-galaxy-z-fold8-bentuk-baru-yang-membuat-jatuh-hati/ https://www.91mobiles.com/id/hub/samsung-galaxy-z-fold8-bentuk-baru-yang-membuat-jatuh-hati/#respond Fri, 14 Aug 2026 13:28:48 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=24542 Pasar ponsel lipat (foldable) belakangan ini terasa mulai jenuh dengan pakem desain yang itu-itu saja, kalau bukan model clamshell yang ringkas, ya model lipat buku (book-style) yang bongsor. Namun, kehadiran Galaxy Z Fold8 dengan desain unik menyerupai paspor seolah memberikan angin segar yang sangat dibutuhkan di segmen ini. Saya bahkan sempat ragu untuk menggunakan judul […]

The post Review Samsung Galaxy Z Fold8: Bentuk Baru yang Membuat Jatuh Hati first appeared on Indonesia Blog.

]]>
.perf_test { border-bottom: 1px solid #e0e0e0; padding: 20px 0 20px 0; } .perf_test_wrap { padding: 7px 0 1px; position:relative; } .sortcode-table th:last-child, .sortcode-table td:last-child { border-right: none; } .perf_test_wrap:before { content: ''; background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed54 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9.6%); position: absolute; left: 12%; top: 0; height: 100%; width: 100%; z-index: 1; } .pref-row { display: flex; align-items: flex-start; justify-content: space-between; background-image: repeating-linear-gradient(to right, black 1px, /* Line color & thickness */ transparent 1px 50px); z-index: 2; position: relative; margin: 3px 0; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: 1px 10px 0 0; height: 38px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 9.5%; } .perf-box { flex: 1; max-width: 100%; overflow: hidden; } .perf-num { flex: 0 0 20%; font-size: 16px; text-align: right; font-weight:normal; line-height: 25px; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 23%; } .perf-img img { max-width: 100%; border-radius: 0; max-height: 100% } .perf-meter { position: relative; font-size: 14px; font-weight: 400; height:20px; display: flex; align-items: center; } span.pref_meterbar { position: absolute !important; background: #ccc; height: 22px; width: 100%; left: 0; z-index: -1; border-radius: 2px; } .perf-meter span { margin: 9px 0 0; position: relative; width: 100%; padding: 0 6px; white-space: nowrap; text-overflow: ellipsis; overflow: hidden; color:#000000; } .perf-meter.thisphone span:first-child { font-weight: 600; } .thisphone .pref_meterbar { background: #FF9352; } .thisphone .perf-meter { color: #fff; } .perf-val { font-size: 12px; color: #7c7c7c; margin: 2px 0 10px; display: flex; align-items: center; font-weight:normal; } .perf_desc { text-align: center; font-size: 14px; margin-bottom: 30px; margin-bottom: 10px; } .greytxt { font-size: 14px; color: #777; line-height: 18px; display: block; } .perf_test_wrap .sprite-icn { background: url(https://www.91-cdn.com/images/hub/sort-code-widget-sprite.svg); background-repeat: no-repeat; } .sprite-icn.battery { background-position: 0px -16px; width: 19px; height: 15px; display: inline-block; } .sprite-icn.processor { background-position: 1px 1px; width: 19px; height: 17px; display: inline-block; } .sprite-icn.cam { background-position: 0 -31px; width: 19px; height: 11px; display: inline-block; } .perf-num.thisphone { font-weight: bold; } .td-container perf-img { flex: 0 0 8%; } .sortcode-container { width: 100%; overflow: auto; } .sortcode-table { width: 100%; background: #fff; text-align: left; border: solid 1px #e4e0e0; border-bottom: none; border-radius: 8px; border-collapse: unset; overflow: hidden; border-collapse: separate; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { border: none; padding: 8px 12px; line-height: 20px; border-bottom: solid 1px #d4d4d4; border-right: solid 1px #d4d4d4; min-width:120px; font-size:16px; } .sortcode-table thead { background-color: #FFECDE; font-weight: bold; height:48px; } .sortcode-table th { text-align: center; font-size: 16px; line-height: 20px; } @media only screen and (min-width : 1025px) { .perf_test { padding-top: 0px; overflow: hidden; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: -2px 7px 0 0; height: 50px; width: 46px; } .perf-img img { max-height: 100%; max-width: 100%; } .perf-num { flex: 0 0 9%; margin: -2px 0 0 16px; line-height: 25px; } .perf-val { font-size: 14px; margin-top: 7px; } .perf_test_wrap:before { left: 70px; } .td-pb-span12 .perf_test_wrap:before { left: 70px; } span.pref_meterbar{ height: 28px; } .pref-row { margin:13px 50px 0 0; } .perf_test_wrap:before { background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed87 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9%); margin: 3px 60px 0 0; } .perf_desc { margin-top: 22px; } .perf-meter { font-size: 16px; } .greytxt { font-size: 16px; line-height: 22px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 6.3%; margin: -2px 5px 0 0; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 16%; line-height: 28px; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { padding: 12px 12px; } }

Pasar ponsel lipat (foldable) belakangan ini terasa mulai jenuh dengan pakem desain yang itu-itu saja, kalau bukan model clamshell yang ringkas, ya model lipat buku (book-style) yang bongsor. Namun, kehadiran Galaxy Z Fold8 dengan desain unik menyerupai paspor seolah memberikan angin segar yang sangat dibutuhkan di segmen ini.

Saya bahkan sempat ragu untuk menggunakan judul di atas karena terkesan terlalu menyederhanakan masalah, tetapi bentuk fisik baru inilah yang justru menjadi daya tarik utama dari perangkat ini. Mari kita bedah lebih dalam apakah perubahan desain ini benar-benar membawa fungsionalitas baru atau sekadar kosmetik belaka.

Setelah mengujinya selama beberapa waktu, saya menyadari bahwa perubahan form factor pada Galaxy Z Fold8 bukan sekadar gimik estetika. Desain baru ini berhasil meningkatkan fungsionalitas harian ke tingkat yang sulit ditandingi oleh pendahulunya. Ponsel lipat sempat digadang-gadang sebagai masa depan industri smartphone, dan meski klaim tersebut masih diperdebatkan, saya menilai Galaxy Z Fold8 berpotensi menjadi kiblat baru bagi perkembangan ponsel lipat ke depan. Berikut ulasan lengkapnya. 

Kesimpulan singkat

Samsung Galaxy Z Fold8 tampil memikat berkat form factor lebarnya yang terasa segar sekaligus sangat fungsional untuk penggunaan sehari-hari. Ponsel ini sukses menjembatani celah antara seri Fold yang berorientasi pada produktivitas dan seri Flip yang mengutamakan kepraktisan, menjadikannya titik tengah yang sangat ideal.

Menariknya, Samsung tidak mengorbankan aspek-aspek fundamental seperti kualitas rancang bangun, performa dapur pacu, hingga daya tahan baterai. Dukungan antarmuka One UI serta ekosistem Samsung yang matang juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Jika anggaran Anda mencukupi dan Anda sedang mencari ponsel lipat baru, Galaxy Z Fold8 adalah opsi terbaik yang sangat layak dipertimbangkan saat ini.

Desain Unik dan Kualitas Layar


Galaxy Z Fold8 hadir dengan dimensi yang lebih lebar, terutama berkat layar luar berukuran 5,5 inci dengan rasio 10:16 yang sangat mirip dengan dimensi sebuah paspor. Saat perangkat dibuka, Anda akan disambut oleh layar utama berukuran 7,6 inci dengan rasio aspek 4:3. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fungsionalitas kedua layar ini, aspek rekayasa desain dan detail rancang bangun ponsel ini juga sangat layak diapresiasi. Samsung berhasil menjaga bobotnya tetap ringan di angka 201 gram, bahkan lebih ringan dibandingkan saudaranya, Galaxy Z Fold8 Ultra dan S26 Ultra. Dengan ketebalan hanya 9,7 mm saat terlipat dan hanya 4,5 mm saat dibuka, Galaxy Z Fold8 terasa sangat ringkas, nyaman digenggam, serta mudah diselipkan ke dalam saku celana maupun tas kecil.


Rahasia di balik bodi tipis Galaxy Z Fold8 ini tampaknya terletak pada teknologi Flex Titanium terbaru dari Samsung. Penggunaan lapisan paduan titanium dan pelat titanium pada struktur panel tidak hanya meningkatkan kekuatan dan daya tahan layar, tetapi juga menyamarkan lipatan (crease) sekaligus memangkas ketebalan perangkat. Selain itu, langkah inovatif Samsung yang patut diacungi jempol adalah penerapan teknologi baterai silicon-carbide untuk pertama kalinya. Teknologi ini memungkinkan kapasitas baterai tetap besar tanpa membuat bodi ponsel menjadi tebal.

Hasilnya, meski memiliki profil yang sangat ramping, Galaxy Z Fold8 tetap dibekali baterai berkapasitas 4.800 mAh yang mumpuni. Untuk urusan durabilitas, sertifikasi IP48 serta rangka Advanced Armor Aluminium memberikan rasa aman ekstra bagi pengguna. Singkat kata, meski mengusung form factor baru yang lebih ramping, Samsung sama sekali tidak berkompromi soal kualitas rancang bangunnya.


Layar luar berukuran 5,5 inci pada ponsel ini menggunakan panel Dynamic LTPO AMOLED 2X dengan refresh rate 120 Hz, serta dilapisi kaca pelindung Corning Gorilla Glass Ceramic 3. Ukuran layar sekunder ini sudah sangat memadai untuk kebutuhan harian yang cepat, seperti menjawab panggilan telepon, membalas pesan WhatsApp, membaca email, hingga berselancar di Instagram Reels. Kendati demikian, dimensinya yang melebar membuat pengoperasian dengan satu tangan terasa kurang nyaman.

Kelemahan lainnya adalah jumlah konten yang dapat ditampilkan dalam sekali lihat terasa lebih sedikit dibandingkan dengan ponsel standar, sehingga saya harus lebih sering melakukan scrolling untuk melihat ikon aplikasi, widget, daftar pesan, maupun halaman web. Namun, keterbatasan ini tentu bisa diatasi dengan beralih ke layar utama.


Saat layar utama dibuka, Anda akan dimanjakan oleh panel Foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X berukuran 7,6 inci. Layar menawan ini mendukung refresh rate 120 Hz, HDR10+, serta tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits, yang kembali membuktikan reputasi legendaris Samsung di sektor teknologi layar. Layar utama ini juga sangat ideal untuk menikmati konten video, di mana format standar 16:9 hanya menyisakan sedikit ruang hitam (letterboxing) di bagian atas dan bawah. Ketika ponsel diputar ke orientasi portrait, rasio aspek 3:4 yang diusungnya terasa sangat pas untuk membaca dokumen, e-book, maupun menjelajahi halaman web. Tidak heran jika Samsung gencar mengampanyekan pengalaman visual yang “immersive” pada Galaxy Z Fold8 ini.

Sektor Kamera yang Mumpuni


Untuk keperluan swafoto, Samsung menyematkan kamera depan beresolusi 10 MP pada masing-masing layar. Sementara di bagian punggung, terdapat konfigurasi dua kamera yang diposisikan di sudut kiri atas. Sayangnya, ponsel ini tidak dilengkapi dengan lensa telefoto. Sebagai gantinya, Anda mendapatkan kamera utama 50 MP yang didukung fitur penstabil gambar optis (OIS), bersanding dengan kamera ultrawide 50 MP.

Meski tanpa lensa telefoto, sistem kamera ini tergolong sangat andal dalam menghasilkan foto berkualitas di berbagai kondisi pencahayaan. Galaxy Z Fold8 mungkin tidak dirancang untuk menandingi ponsel flagship lain yang murni berfokus pada fotografi profesional, namun performa kameranya jelas tidak mengecewakan. Jepretan di kondisi cahaya ideal tampak tajam dan kaya warna, dengan detail yang melimpah serta fokus yang akurat. Hasil foto dalam kondisi low-light pun sebagian besar masih terlihat oke. Singkatnya, kemampuan kamera ponsel ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dokumentasi sehari-hari.

Fitur dan Antarmuka

Saya selalu menyukai integrasi ekosistem yang ditawarkan oleh Samsung, dan Galaxy Z Fold8 kembali membuktikan keunggulan tersebut. Antarmuka One UI yang diusungnya terasa sangat intuitif, mudah dipersonalisasi, namun tetap menyediakan opsi kustomisasi yang mendalam bagi para power user. Selain itu, melimpahnya fitur bawaan membuat pengalaman menggunakan ponsel ini terasa sangat menyenangkan.


Meskipun sebagian besar fitur ini sudah tidak asing lagi bagi pengguna Samsung, ada beberapa fitur andalan yang menurut saya sangat membantu produktivitas harian:

Secure Folder: Memungkinkan Anda memisahkan data pekerjaan dan file pribadi dalam ruang penyimpanan khusus yang dilindungi kata sandi.
Samsung Cloud: Memudahkan proses pencadangan dan pemulihan data serta pengaturan pribadi, sekaligus mengaktifkan fitur pelacakan perangkat (Find My) dan berbagai fungsi lainnya.
DeX: Memungkinkan Anda menghubungkan ponsel ke layar yang lebih besar untuk mendapatkan pengalaman komputasi layaknya desktop, mengubah fungsi ponsel menjadi serupa laptop.

Tak hanya itu, jika Anda sudah berada di dalam ekosistem Samsung (seperti menggunakan tablet atau laptop Samsung), konektivitas antarperangkat akan terasa sangat mulus. Anda bisa dengan mudah melakukan drag-and-drop file antarperangkat, hingga mengakses dan menampilkan data ponsel langsung di layar yang lebih besar.

Pembahasan mengenai ponsel flagship Samsung tentu tidak lengkap tanpa mengulas Galaxy AI. Samsung terus memperbarui dan menyempurnakan fitur kecerdasan buatan mereka secara berkala. Hasilnya, integrasi Galaxy AI pada sistem terasa sangat matang dan menyatu, bukan sekadar fitur tambahan yang dipaksakan. Fitur seperti Now Nudge dan Now Brief sangat membantu untuk menampilkan informasi kontekstual secara cepat. Di sisi lain, saya pribadi merasa fitur Transcript Assist sangat membantu untuk mengubah rekaman wawancara atau rapat menjadi teks secara instan.

Fitur Photo Assist dan Creative Studio juga tidak kalah menarik; saya sering menggunakan fitur penghapus objek berbasis AI (AI Eraser) untuk menghilangkan elemen yang mengganggu pada foto. Fitur ini bekerja dengan sangat andal, meski terkadang membutuhkan beberapa kali percobaan untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Selain itu, ada fitur AI baru bernama My FanCam yang memungkinkan Anda mendeteksi, memotong, dan membuat video baru yang berfokus pada subjek manusia dari rekaman video yang sudah ada.


Samsung juga mengoptimalkan antarmuka One UI pada Galaxy Z Fold8 agar dapat memaksimalkan potensi layar besarnya. Meski entah mengapa fitur Flex Mode absen pada perangkat ini (fitur yang membagi tampilan aplikasi seperti kamera atau YouTube saat ponsel ditekuk setengah terbuka), Anda tetap bisa menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dengan lancar. Bahkan, terdapat fitur eksklusif untuk seri Fold8 yang memungkinkan Anda menjalankan tiga aplikasi secara berdampingan (side-by-side) di layar utama.

Performa Kencang dan Daya Tahan Baterai



Ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan dengan RAM 12 GB (atau hingga 16 GB jika Anda memilih varian penyimpanan 1 TB), performa Galaxy Z Fold8 berada di kelas yang membuat angka-angka benchmark di atas kertas terasa tidak terlalu penting lagi. Namun, bagi Anda yang penasaran, kami tetap menyertakan beberapa hasil pengujian benchmark di bawah ini. Dalam penggunaan nyata sehari-hari, performa ponsel ini terasa sangat mulus dan responsif, sangat merepresentasikan statusnya sebagai perangkat flagship premium.

Galaxy Z Fold8 sanggup melibas berbagai tugas berat tanpa kendala, termasuk menjalankan game dengan grafis intensif. Suhu bodi memang akan terasa sedikit hangat saat dipaksa bekerja keras, namun hal ini tergolong wajar mengingat profil bodinya yang sangat tipis.

Skor AnTuTu
Samsung Galaxy S26 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
3,905,605
Samsung Galaxy Z Fold 8
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
3,252,918
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
3,074,056
Motorola Razr Fold
Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5
2,786,560
AnTuTu menilai CPU, GPU, memori, dan pengalaman pengguna ponsel pintar secara keseluruhan (lebih tinggi lebih baik)
Skor Geekbench Multi-Core
Samsung Galaxy S26 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
11,407
Samsung Galaxy Z Fold 8
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
10,467
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
10,257
Motorola Razr Fold
Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5
9,315
Geekbench menilai efisiensi inti tunggal (single core) dan banyak inti (multi core) pada CPU (lebih tinggi lebih baik)
Skor Baterai PCMark (dalam jam)
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra
5000 mAh
20.8
Samsung Galaxy S26 Ultra
5000 mAh
14.4
Samsung Galaxy Z Fold 8
4800 mAh
13.5
Uji baterai PCMark mengukur masa pakai baterai ponsel dari 100% ke 20% (lebih tinggi lebih baik)


Samsung menerapkan teknologi baterai silicon-carbide untuk pertama kalinya pada lini ponsel pintar mereka lewat seri Z8 ini. Alih-alih menggunakannya untuk mengejar kapasitas baterai yang luar biasa besar, Samsung memilih memanfaatkan teknologi ini untuk memangkas ketebalan perangkat. Oleh karena itu, Galaxy Z Fold8 dibekali baterai berkapasitas 4.800 mAh, sebuah angka yang tergolong impresif untuk ponsel setipis ini. Untuk penggunaan moderat yang didominasi oleh aktivitas pada layar luar, baterainya sanggup bertahan seharian penuh. Selain itu, berkat dukungan pengisian daya cepat 45 W menggunakan kabel, proses pengisian daya pun dapat berjalan lebih singkat.

Kesimpulan Akhir

Di awal ulasan ini, saya sempat menyebutkan bahwa saya sangat menyukai form factor baru yang ditawarkan oleh Galaxy Z Fold8. Namun, kata “suka” terkadang bisa bias karena rasa penasaran sesaat. Setelah menghabiskan waktu sekitar dua minggu bersama Galaxy Z Fold8, saya menyadari bahwa ketertarikan ini bukan sekadar kekaguman sesaat, melainkan apresiasi nyata terhadap fungsionalitasnya. Dibanderol dengan harga mulai dari Rp 28, 5 juta di Indonesia , ponsel ini memang memiliki label harga yang cukup tinggi. Kendati demikian, skema cicilan yang ditawarkan biasanya dapat mempermudah konsumen untuk meminang ponsel flagship premium dari Samsung ini.

Secara teknis, Galaxy Z Fold8 belum memiliki kompetitor langsung yang mengusung form factor serupa di pasar saat ini, meski peta persaingan mungkin akan berubah dalam beberapa pekan ke depan. Untuk saat ini, pesaing terdekatnya justru datang dari saudaranya sendiri, yaitu Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Flip8. Beruntung, Samsung berhasil memberikan diferensiasi yang jelas untuk masing-masing model. Seri Flip8 ditujukan bagi pengguna yang mendambakan ponsel super ringkas, sedangkan Fold8 Ultra berfokus pada produktivitas maksimal lewat layar raksasanya. Di sinilah Galaxy Z Fold8 hadir mengisi celah ideal di tengah-tengah: menawarkan kepraktisan ponsel yang mudah masuk ke saku, namun tetap bisa dibuka menjadi tablet mini yang sangat nyaman untuk menikmati berbagai konten multimedia.


Jika kita melihat ke luar segmen ponsel lipat, nominal harga yang ditawarkan Galaxy Z Fold8 sebenarnya sudah bisa digunakan untuk membeli hampir semua ponsel flagship konvensional terbaik di pasaran saat ini, baik dari Apple, Samsung, Oppo, maupun Vivo. Namun, jika memilih opsi tersebut, Anda hanya akan mendapatkan ponsel biasa pada umumnya, bukan?

Kembali ke Samsung Galaxy Z Fold8, perangkat ini menawarkan kepraktisan bodi yang ramping dan ringkas saat terlipat tanpa mengorbankan aspek penting seperti performa dapur pacu dan daya tahan baterai. Saat dibuka, ia bertransformasi menjadi tablet mini yang sangat andal untuk membaca maupun menonton video. Menurut saya, Galaxy Z Fold8 berhasil menyajikan argumen terkuat mengapa seseorang harus beralih ke ponsel lipat saat ini. Seperti yang saya katakan sebelumnya, perangkat ini sangat mungkin menjadi cetak biru bagi masa depan ponsel lipat. Sekarang, giliran Anda, Apple.

Rating Editor: 8,5 / 10

Kelebihan

  • Form factor baru yang segar dan fungsional
  • Bodi tipis dan ringan dengan kualitas rancang bangun yang solid
  • Dukungan ekosistem Samsung yang matang
  • Performa kencang dan daya tahan baterai yang andal

Kekurangan

  • Harga relatif tinggi
  • Pengoperasian dengan satu tangan kurang nyaman

Spesifikasi Utama

Samsung Galaxy Z Fold 8
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 SM8850-ACProsesor
7.61 inci (19.33 cm)Menampilkan
12 Gigabita RAM + 256 Gigabita
12 Gigabita RAM + 512 Gigabita
16 Gigabita RAM + 1 TBRAM & Penyimpanan
50 Megapiksel + 50 MegapikselKamera Utama
10 MegapikselKamera Depan
4800 mAhBaterai
Lihat Spesifikasi Lengkap
Samsung Galaxy Z Fold 8 Harga
Rp. 24.861.525
Pergi Ke Toko
Rp. 26.998.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Samsung Galaxy Z Fold8: Bentuk Baru yang Membuat Jatuh Hati first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/samsung-galaxy-z-fold8-bentuk-baru-yang-membuat-jatuh-hati/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/08/Samsung-Galaxy-Z-Fold8-feat-150x150.jpg150150
Review Xiaomi 17 Ultra: Ahli Kamera yang Luar Biasa https://www.91mobiles.com/id/hub/review-xiaomi-17-ultra-ahli-kamera-yang-luar-biasa/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-xiaomi-17-ultra-ahli-kamera-yang-luar-biasa/#respond Mon, 10 Aug 2026 03:56:29 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=24453 Persaingan di kelas ponsel premium kini kian sengit, terutama dalam hal kemampuan fotografi yang semakin mendekati kamera profesional. Xiaomi pun tidak ragu menunjukkan taringnya lewat Xiaomi 17 Ultra, sebuah perangkat yang secara terang-terangan memamerkan jati dirinya sebagai ponsel kamera kelas atas.Desain modul kamera melingkar berukuran besar di bagian punggung, logo Leica yang ikonik, serta konfigurasi […]

The post Review Xiaomi 17 Ultra: Ahli Kamera yang Luar Biasa first appeared on Indonesia Blog.

]]>
.perf_test { border-bottom: 1px solid #e0e0e0; padding: 20px 0 20px 0; } .perf_test_wrap { padding: 7px 0 1px; position:relative; } .sortcode-table th:last-child, .sortcode-table td:last-child { border-right: none; } .perf_test_wrap:before { content: ''; background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed54 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9.6%); position: absolute; left: 12%; top: 0; height: 100%; width: 100%; z-index: 1; } .pref-row { display: flex; align-items: flex-start; justify-content: space-between; background-image: repeating-linear-gradient(to right, black 1px, /* Line color & thickness */ transparent 1px 50px); z-index: 2; position: relative; margin: 3px 0; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: 1px 10px 0 0; height: 38px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 9.5%; } .perf-box { flex: 1; max-width: 100%; overflow: hidden; } .perf-num { flex: 0 0 20%; font-size: 16px; text-align: right; font-weight:normal; line-height: 25px; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 23%; } .perf-img img { max-width: 100%; border-radius: 0; max-height: 100% } .perf-meter { position: relative; font-size: 14px; font-weight: 400; height:20px; display: flex; align-items: center; } span.pref_meterbar { position: absolute !important; background: #ccc; height: 22px; width: 100%; left: 0; z-index: -1; border-radius: 2px; } .perf-meter span { margin: 9px 0 0; position: relative; width: 100%; padding: 0 6px; white-space: nowrap; text-overflow: ellipsis; overflow: hidden; color:#000000; } .perf-meter.thisphone span:first-child { font-weight: 600; } .thisphone .pref_meterbar { background: #FF9352; } .thisphone .perf-meter { color: #fff; } .perf-val { font-size: 12px; color: #7c7c7c; margin: 2px 0 10px; display: flex; align-items: center; font-weight:normal; } .perf_desc { text-align: center; font-size: 14px; margin-bottom: 30px; margin-bottom: 10px; } .greytxt { font-size: 14px; color: #777; line-height: 18px; display: block; } .perf_test_wrap .sprite-icn { background: url(https://www.91-cdn.com/images/hub/sort-code-widget-sprite.svg); background-repeat: no-repeat; } .sprite-icn.battery { background-position: 0px -16px; width: 19px; height: 15px; display: inline-block; } .sprite-icn.processor { background-position: 1px 1px; width: 19px; height: 17px; display: inline-block; } .sprite-icn.cam { background-position: 0 -31px; width: 19px; height: 11px; display: inline-block; } .perf-num.thisphone { font-weight: bold; } .td-container perf-img { flex: 0 0 8%; } .sortcode-container { width: 100%; overflow: auto; } .sortcode-table { width: 100%; background: #fff; text-align: left; border: solid 1px #e4e0e0; border-bottom: none; border-radius: 8px; border-collapse: unset; overflow: hidden; border-collapse: separate; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { border: none; padding: 8px 12px; line-height: 20px; border-bottom: solid 1px #d4d4d4; border-right: solid 1px #d4d4d4; min-width:120px; font-size:16px; } .sortcode-table thead { background-color: #FFECDE; font-weight: bold; height:48px; } .sortcode-table th { text-align: center; font-size: 16px; line-height: 20px; } @media only screen and (min-width : 1025px) { .perf_test { padding-top: 0px; overflow: hidden; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: -2px 7px 0 0; height: 50px; width: 46px; } .perf-img img { max-height: 100%; max-width: 100%; } .perf-num { flex: 0 0 9%; margin: -2px 0 0 16px; line-height: 25px; } .perf-val { font-size: 14px; margin-top: 7px; } .perf_test_wrap:before { left: 70px; } .td-pb-span12 .perf_test_wrap:before { left: 70px; } span.pref_meterbar{ height: 28px; } .pref-row { margin:13px 50px 0 0; } .perf_test_wrap:before { background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed87 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9%); margin: 3px 60px 0 0; } .perf_desc { margin-top: 22px; } .perf-meter { font-size: 16px; } .greytxt { font-size: 16px; line-height: 22px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 6.3%; margin: -2px 5px 0 0; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 16%; line-height: 28px; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { padding: 12px 12px; } }

Persaingan di kelas ponsel premium kini kian sengit, terutama dalam hal kemampuan fotografi yang semakin mendekati kamera profesional. Xiaomi pun tidak ragu menunjukkan taringnya lewat Xiaomi 17 Ultra, sebuah perangkat yang secara terang-terangan memamerkan jati dirinya sebagai ponsel kamera kelas atas.

Desain modul kamera melingkar berukuran besar di bagian punggung, logo Leica yang ikonik, serta konfigurasi tiga lensa premium langsung menegaskan kemampuan fotografinya bahkan sebelum layar ponsel dinyalakan. Melalui flagship terbarunya ini, Xiaomi mengusung filosofi yang berani: alih-alih mengandalkan manipulasi software untuk menutupi keterbatasan sensor yang biasa-biasa saja, mereka memilih merancang sistem optik dan sensor berkualitas tinggi agar pemrosesan software tidak perlu bekerja terlalu keras.

Mari kita bedah apakah pendekatan tersebut mampu mendefinisikan ulang standar fotografi smartphone saat ini. Saya sendiri berkesempatan menguji Xiaomi 17 Ultra dalam dua momen berbeda. Pertama, saat mencoba langsung unit versi China bulan lalu, dan yang kedua saat mengeksplorasi kemampuan kameranya secara mendalam menggunakan unit versi India di Pulau Phu Quoc, Vietnam. Setelah mengabadikan lebih dari 500 foto dan menguji perangkat ini secara intensif sebagai daily driver, berikut adalah ulasan lengkap saya.

Desain: Ponsel Kamera dengan Estetika yang Tegas

Dari kejauhan, tampilan Xiaomi 17 Ultra terasa cukup familiar. Mirip dengan pendahulunya, Xiaomi 15 Ultra, bagian punggung ponsel ini didominasi oleh modul kamera melingkar berukuran besar. Xiaomi memberikan sentuhan aksen merah di sekeliling cincin kamera, yang tampak sangat menawan pada varian warna hitam yang saya uji. Kendati demikian, Xiaomi tampak mulai mengurangi lekukan di area tepi pada setiap generasi terbarunya. Kini, Xiaomi 17 Ultra hadir dengan desain yang sepenuhnya datar, mulai dari layar, panel belakang, hingga bingkai bodinya. Desain flat-edge ini memang sedang menjadi tren hangat di industri smartphone flagship, dan Xiaomi berhasil mengadopsinya dengan sangat baik.

Aksen merah di sekeliling modul kamera memberikan sentuhan estetika yang manis.

Secara fisik, ponsel ini terasa bongsor dan sangat kokoh. Menariknya, meski mengemas kapasitas baterai 6.000 mAh yang jauh lebih besar dibandingkan dengan baterai 5.410 mAh milik Xiaomi 15 Ultra, Xiaomi justru sukses memangkas bobotnya dari 226 gram menjadi 218 gram. Tak hanya itu, pencapaian yang lebih mengesankan adalah ketebalan bodi yang kini menyusut dari 9,35 mm menjadi sekitar 8,29 mm.

Walau demikian, perangkat ini tetap tergolong berat dan akan cukup terasa di tangan saat digunakan dalam durasi lama. Berkat dimensi yang sedikit diperluas serta bezel yang kian tipis, ukuran layarnya kini meningkat dari 6,73 inci menjadi 6,9 inci. Di dunia nyata, perubahan ini menyajikan visual yang luar biasa luas dan memanjakan mata, baik untuk menikmati konten HDR10+ dan Dolby Vision, menjelajahi media sosial, maupun mengurasi hasil foto yang baru saja Anda abadikan.

Sektor visualnya mengandalkan panel LTPO HyperRGB OLED dengan refresh rate 120 Hz yang menyajikan transisi sangat mulus, terlebih saat berpadu dengan animasi fluid khas HyperOS. Layar ini mampu mereproduksi warna dengan sangat akurat, tajam, dan cerah, menjadikannya tandem yang sempurna untuk sebuah ponsel yang dirancang khusus untuk memotret sekaligus menikmati hasilnya. Dengan tingkat kecerahan maksimal hingga 3.500 nits, layarnya tetap terlihat sangat jelas meski di bawah terik matahari langsung, sebuah kondisi yang sering saya jumpai selama pengujian di Vietnam maupun di Delhi.

Satu aksesori tambahan yang sangat menarik untuk dibahas adalah photography kit. Dijual terpisah dengan harga Rp 2 juta di Indonesia, Photography Kit Pro hadir berupa grip eksternal yang dapat dipasang pada Xiaomi 17 Ultra untuk memberikan pengalaman memotret layaknya kamera profesional saat bepergian.

Aksesori ini dilengkapi dengan berbagai kontrol intuitif, mulai dari tombol shutter dua tahap, dial yang dapat dikustomisasi untuk mengatur EV, filter, ISO, shutter speed, atau white balance, hingga tombol perekaman video dan tuas zoom. Terhubung melalui port USB Type-C, grip ini juga berfungsi ganda sebagai power bank berkat baterai cadangan berkapasitas 2.000 mAh di dalamnya. Secara keseluruhan, saya sangat menikmati pengalaman menggunakannya selama di Vietnam, meski aksesori ini rasanya kurang praktis untuk penggunaan sehari-hari karena membuat dimensi ponsel menjadi lebih tebal dan berat.

Kamera: Keunggulan Hardware Tanpa Perlu Campur Tangan AI

Daya tarik utama untuk meminang Xiaomi 17 Ultra tentu saja terletak pada sektor kameranya. Ponsel ini dibekali konfigurasi tiga lensa yang mumpuni: kamera utama 50 MP dengan sensor berukuran 1 inci (focal length setara 23 mm) yang didukung optik Leica, kamera ultrawide 50 MP (14 mm), serta kamera telefoto 200 MP yang mendukung continuous optical zoom dari jangkauan 75 mm hingga 100 mm. Lensa telefoto terakhir inilah yang menjadi bintang utamanya.

Pada sistem dual-telephoto generasi sebelumnya, kita kerap menemui penurunan kualitas gambar yang cukup drastis saat ponsel beralih lensa secara otomatis—misalnya dari zoom 3x ke 5x—meninggalkan rentang zoom di antaranya dengan kualitas yang kurang optimal. Namun, modul tunggal baru dari Xiaomi ini mampu menangani seluruh rentang fokus 75–100 mm secara kontinu, dan hasilnya sangat mengesankan. Dari sekitar 500 foto yang saya abadikan di Vietnam, saya bisa berpindah dari focal length 75 mm, 90 mm, dan 100 mm tanpa perlu memikirkan lensa mana yang sedang aktif.

Reproduksi warna, ketajaman, serta efek blur pada latar belakang tampak sangat konsisten di setiap rentang. Satu hal yang perlu dicatat: melakukan zoom melebihi batas optis native (yang mengandalkan teknik cropping pada sensor 200 MP) akan menghasilkan detail yang sedikit lebih soft. Walau resolusi tingginya membuat foto tetap layak pakai, ini adalah satu-satunya celah kecil dalam sistem kamera yang sebenarnya sudah sangat mulus ini.

Kamera depan juga mendapatkan peningkatan yang signifikan, dari yang sebelumnya hanya bersensor 32 MP fixed-focus kini menjadi 50 MP yang dilengkapi fitur autofocus. Detail gambar yang dihasilkan sangat tinggi, foto selfie jarak dekat tampak sangat tajam, dan kemampuan pemisahan objek (edge detection) dalam kondisi cahaya ideal bahkan terasa lebih rapi dibanding Vivo X300 Pro. Kendati demikian, kamera depan Xiaomi ini cenderung membuat warna kulit wajah tampak sedikit lebih terang, yang terkadang berujung pada overexposure. Dalam hal ini, Vivo X300 Pro mampu menyajikan reproduksi warna kulit (skin tone) yang lebih natural dan seimbang.

Kondisi Siang Hari (Daylight)

Untuk skenario point-and-shoot di siang hari, performa Xiaomi 17 Ultra benar-benar luar biasa. Sensor berukuran 1 inci miliknya mampu menangkap detail gambar yang melimpah tanpa efek penajaman (sharpening) buatan yang berlebihan. Reproduksi warnanya tampak hidup namun tetap natural, akurasi white balance sangat konsisten, dan noise hampir tidak ditemukan sama sekali. Kinerja autofocus juga terasa sangat responsif, memudahkan saya untuk menangkap objek bergerak dengan tajam tanpa adanya gejala stutter.

Satu keunikan kecil yang konsisten saya temukan: saat memotret pemandangan dengan beberapa objek pada jarak yang berbeda, kamera ponsel ini sesekali justru mengunci fokus pada objek kedua terdekat, alih-alih objek yang paling dekat dengan kamera. Masalah ini memang jarang mengganggu saat memotret satu objek tunggal, namun dalam skenario foto grup atau jalanan yang ramai, saya harus beberapa kali mengetuk layar secara manual untuk mengunci fokus pada objek yang diinginkan.

Rentang dinamis (dynamic range) yang dihasilkan tergolong sangat luas, meski pada kondisi dengan kontras tinggi, pemrosesan gambar bawaannya terkadang membuat kontras tampak sedikit flat. Dalam skenario spesifik seperti ini, Vivo X300 Pro mampu menyajikan hasil foto yang terasa lebih realistis. Walau begitu, untuk sebagian besar skenario pemotretan di siang hari, kualitas jepretan Xiaomi 17 Ultra adalah salah satu yang terbaik di kelasnya tahun ini.

Before image
Vivo X300 Pro
After image
Xiaomi 17 Ultra

Kemampuan lensa telefoto ponsel ini benar-benar membuktikan kelasnya yang sebanding dengan harganya yang premium. Pada focal length 75 mm, lensa ini dengan mudah menggantikan peran kamera zoom 3x dedicated dengan detail yang luar biasa, warna akurat, serta rentang dinamis yang sangat baik. Saat beralih ke 100 mm pun kualitasnya tetap terjaga di level tertinggi.

Foto potret yang saya abadikan pada focal length ini sama sekali tidak terlihat seperti hasil jepretan ponsel, melainkan tampak seperti jepretan kamera mirrorless profesional yang kebetulan muat di dalam saku. Efek bokeh optis yang dihasilkan pun terasa sangat natural berkat kombinasi lensa cepat dan sensor berukuran besar yang menciptakan depth of field nyata, bukan sekadar hasil rekayasa algoritma software yang menebak siluet objek.

Jika harus memilih mana yang menghasilkan foto potret lebih baik antara Xiaomi 17 Ultra dan Vivo X300 Pro, jawabannya tentu tidak sesederhana itu. Secara pribadi, saya lebih menyukai karakter foto Vivo X300 Pro yang kaya akan kontras dibandingkan dengan hasil jepretan Xiaomi 17 Ultra yang cenderung terlalu terang dan agak overexposure. Kendati demikian, flagship besutan Xiaomi ini mampu menyajikan detail gambar yang jauh lebih tajam, yang akan sangat terasa perbedaannya saat kita melakukan zoom pada hasil foto.

Before image
Vivo X300 Pro
After image
Xiaomi 17 Ultra

Kamera ultrawide ponsel ini juga menyajikan performa di luar ekspektasi meskipun tidak membawa perubahan hardware dari generasi sebelumnya. Hasil fotonya tampak lebih tajam dengan rentang dinamis yang solid, walau akurasi warna pada Vivo X300 Pro masih terasa sedikit lebih unggul di sektor ini.

Kondisi Minim Cahaya (Low Light)

Kemampuan fotografi low-light menjadi panggung utama bagi Xiaomi 17 Ultra untuk unjuk gigi. Di sinilah teknologi LOFIC (Lateral Overflow Integration Capacitor) membuktikan dirinya bukan sekadar jargon pemasaran belaka.

Kamera smartphone konvensional biasanya menangani kondisi kontras tinggi dengan menggabungkan beberapa frame foto (multi-frame stacking). Meski metode ini cukup efektif, ia kerap memicu munculnya motion blur, efek halo yang tidak natural, serta hasil akhir yang terasa terlalu diproses oleh software.

Sebaliknya, teknologi LOFIC mampu menangkap rentang tonal yang jauh lebih luas hanya dalam satu kali jepretan, membuat kamera bekerja layaknya saksi mata yang merekam momen secara jujur, bukan seperti editor foto.

Baca juga: Pengalaman Menggunakan Xiaomi 17 Ultra di Vietnam: Kameranya Membuat Saya Enggan Menggunakan Fotografi AI

Saya sendiri baru benar-benar memahami keunggulan teknologi ini saat menyaksikan pertunjukan api di tepi pantai pada malam terakhir saya di Phu Quoc. Tiga penari beraksi dengan kobaran api, lingkaran api, serta bola-bola api yang melayang di udara—sebuah skenario ekstrem yang biasanya membuat kamera ponsel kewalahan. Pada kondisi seperti ini, kamera umumnya akan menghasilkan kobaran api yang overexposure hingga berwarna putih polos, atau mencoba menyeimbangkan pencahayaan, namun justru menghasilkan noise abu-abu yang mengganggu di seluruh area foto.

Namun, Xiaomi 17 Ultra yang saya gunakan pada focal length 75 mm and 100 mm dengan ISO di kisaran 160 hingga 250, sama sekali tidak mengalami masalah tersebut. Dalam satu jepretan, saya berhasil mengabadikan momen ketika seorang penari memutar lingkaran api dengan wajah yang tersorot cahaya api secara pas, pohon kelapa di latar belakang yang tetap terlihat, lampu perahu di kejauhan, hingga tekstur pasir di bawah kakinya—semuanya terekam jelas secara bersamaan dengan detail yang luar biasa. Tanpa ada efek ghosting maupun penggabungan frame yang dipaksakan. Sebuah momen yang benar-benar terekam secara instan dan apa adanya.

Tak hanya itu, Xiaomi juga menyediakan mode pemandangan khusus, yaitu Fireworks dan Flames, yang ditenagai langsung oleh teknologi LOFIC. Ini merupakan mode pengambilan gambar berbasis hardware, bukan hasil rekayasa AI. Foto kembang api yang saya abadikan menggunakan mode Fireworks pada sensor 1 inci membuktikan hal tersebut: setiap percikan api terlihat jelas, garis-garis cahayanya tampak tajam, dan ledakan cahayanya menampilkan warna yang sesungguhnya. Saat saya memperbesar area langit yang gelap, masih terlihat noise halus seperti grain pada foto analog—detail yang biasanya akan langsung dihaluskan secara paksa oleh ponsel lain pada ISO 1000. Xiaomi 17 Ultra memilih untuk mempertahankan grain tersebut demi menjaga ketajaman detail gambar. Ini adalah sebuah kompromi yang berani dari Xiaomi, dan menurut saya, keputusan tersebut sangat tepat.

Sentuhan optimasi dari Leica pada ponsel ini juga benar-benar terasa dampaknya, bukan sekadar tempelan merek belaka. Warna yang dihasilkan tampak akurat tanpa terkesan flat, serta hidup tanpa terlihat berlebihan. Beberapa hasil foto bahkan terlihat sangat bersih hingga saya tidak perlu menyuntingnya lagi sebelum dibagikan. Sebagai contoh, bangunan kanal bergaya Venesia di Phu Quoc yang memiliki warna merah, kuning, dan biru cerah mampu direproduksi dengan sangat natural. Tidak ada saturasi yang dipaksakan, semuanya tampak jujur sesuai aslinya.

Kualitas foto mentah (RAW) yang dihasilkan juga menyajikan ruang edit yang sangat luas bagi Anda yang gemar melakukan color grading. Saat saya mencoba menyesuaikan slider HSL pada foto payung pantai, hasilnya tampak sangat hidup tanpa terlihat seperti menggunakan filter instan murahan. Hal ini karena kita sedang menyalurkan visi artistik fotografi, bukan sibuk memperbaiki kualitas gambar dari sensor yang buruk.

Selain itu, foto hitam-putih menggunakan mode Leica Monochrome saat membidik para penari jalanan menjadi salah satu hasil favorit saya selama pengujian. Gradasi tonalnya terasa sangat halus dari area putih terang hingga warna kulit yang lebih gelap, dengan detail highlight yang terjaga serta bayangan yang terpisah dengan rapi.

Performa dan Software: Sisi Fundamental Sebuah Ponsel Kamera

Beralih ke sektor dapur pacu, Xiaomi 17 Ultra ditenagai oleh chipset flagship terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Prosesor octa-core berfabrikasi 3nm ini mampu menyentuh clock speed hingga 4,61 GHz. Pada pengujian benchmark sintetis seperti AnTuTu, ponsel ini menorehkan skor fantastis melampaui 3,6 juta poin.

Angka ini mengungguli hampir seluruh kompetitor flagship di kelas harganya, kecuali Samsung Galaxy S26 Ultra yang mencatatkan skor di atas 3,9 juta poin menggunakan chipset serupa yang telah dioptimalkan khusus untuk lini Galaxy. Hasil pengujian Geekbench pun menunjukkan performa yang tak kalah mengesankan, seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini.

Skor Geekbench Multi-Core
Samsung Galaxy S26 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
11,407
Xiaomi 17 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
10,941
vivo X300 Pro
MediaTek Dimensity 9500
10,279
OPPO Find X9 Pro
MediaTek Dimensity 9500
7,811
Geekbench menilai efisiensi inti tunggal (single core) dan banyak inti (multi core) pada CPU (lebih tinggi lebih baik)

Untuk penggunaan harian, performa ponsel ini terasa sangat gegas dan responsif. Berbagai aplikasi dapat terbuka secara instan, proses multitasking berjalan tanpa kendala, dan animasi pada antarmuka HyperOS menyajikan pengalaman penggunaan yang sangat premium. HyperOS sendiri masih menjadi salah satu kustomisasi Android yang tergolong bersih dan minim bloatware. Fitur-fitur seperti floating windows, multitasking, serta tata letak antarmukanya secara umum telah dioptimalkan dengan sangat baik untuk memaksimalkan potensi layar besarnya. 

Dalam hal dukungan software, Xiaomi menjanjikan pembaruan sistem operasi (OS) hingga 5 tahun serta pembaruan keamanan selama 6 tahun. Kebijakan ini tentu sudah sangat baik untuk sebuah ponsel flagship, meski masih sedikit tertinggal jika dibandingkan dengan Pixel 10 Pro XL atau Galaxy S26 Ultra yang berani menjamin pembaruan OS dan keamanan hingga 7 tahun.

Baterai: Bebas Khawatir Kehabisan Daya di Tengah Hari

Kapasitas baterai pada perangkat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari yang sebelumnya 5.410 mAh pada Xiaomi 15 Ultra kini menjadi 6.000 mAh pada unit versi India yang saya uji. Dalam skenario penggunaan nyata, daya tahan baterainya tergolong sangat memuaskan. Ponsel ini dapat dengan mudah bertahan seharian penuh untuk penggunaan intensif, bahkan bisa mencapai satu setengah hari untuk pola penggunaan yang lebih kasual.

Ketangguhan baterainya juga terbukti dalam pengujian benchmark PCMark, di mana unit Xiaomi 17 Ultra versi India ini mampu bertahan selama 15 jam 31 menit (dari kondisi baterai 100 hingga 20 persen). Sebagai perbandingan, varian versi China yang mengusung baterai lebih besar (6.800 mAh) mencatatkan waktu sekitar 17 jam, sehingga hasil pengujian ini terasa sangat logis. Kendati demikian, daya tahan baterai Xiaomi 17 Ultra ini masih sedikit tertinggal dari kompetitornya seperti Vivo X300 Pro dan Oppo Find X9 Pro yang dibekali baterai lebih besar dan sukses menembus angka 16 jam pada pengujian PCMark kami. 

Skor Baterai PCMark (dalam jam)
OPPO Find X9 Pro
7500 mAh
16.0
vivo X300 Pro
6510 mAh
16.0
Xiaomi 17 Ultra
6000 mAh
15.5
Samsung Galaxy S26 Ultra
5000 mAh
14.4
Uji baterai PCMark mengukur masa pakai baterai ponsel dari 100% ke 20% (lebih tinggi lebih baik)

Selama perjalanan di Phu Quoc, saya sangat aktif mengambil foto dan video, bahkan hampir setiap 10 menit saya membuka aplikasi kamera untuk mengabadikan momen. Menariknya, meski digunakan di bawah cuaca yang cukup terik, suhu bodi ponsel tetap terjaga dengan baik dan tidak mengalami panas berlebih. Di akhir hari, sisa baterai saya masih berada di kisaran 50 persen. Sebuah pencapaian yang sangat mengesankan dan layak diacungi jempol.

Meskipun ponsel flagship ini mendukung pengisian daya cepat 90W, Xiaomi berbaik hati menyertakan charger HyperCharge 100W di dalam kotak penjualannya. Berdasarkan pengujian kami, pengisian daya dari 20 hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar 48 menit. Tak hanya itu, dukungan wireless charging 50 W juga turut disematkan, memberikan kepraktisan ekstra untuk penggunaan sehari-hari.

Kesimpulan: Ponsel Kamera Terbaik Jika Budget Anda Mencukupi

Sejak pertama kali digenggam, Xiaomi 17 Ultra secara tegas menunjukkan fokus utamanya, dan ponsel ini berhasil membuktikannya dengan sangat meyakinkan. Kombinasi sensor utama berukuran 1 inci, lensa telefoto dengan kemampuan continuous zoom, serta integrasi teknologi LOFIC melahirkan sistem kamera yang menjadi salah satu yang terbaik di industri smartphone saat ini. Perangkat ini sangat cocok bagi para pengguna yang menginginkan hasil foto yang tampak jujur sesuai dengan momen aslinya, bukan sekadar gambar hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

Di luar sektor fotografi, peningkatan yang dihadirkan pada aspek lainnya juga terasa sangat signifikan. Layar flat AMOLED berukuran 6,9 inci menyajikan visual yang sangat memanjakan mata, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 mampu melibas berbagai tugas berat tanpa kendala, dan baterai 6.000 mAh yang didukung pengisian daya cepat 90 W memastikan Anda bebas dari rasa khawatir kehabisan daya di tengah hari. Antarmuka HyperOS juga terasa kian matang dan responsif, didukung kebijakan pembaruan software yang tergolong lumayan oke meski belum menjadi yang terbaik di kelasnya.

Dibanderol dengan harga mulai dari Rp 19 juta, Xiaomi 17 Ultra memosisikan dirinya di kasta tertinggi dalam jajaran smartphone Xiaomi. Ponsel ini juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan pendahulunya. Langkah ini memang bisa dimaklumi mengingat kelangkaan komponen global yang masih berlangsung, namun tetap berpotensi membuat sebagian calon konsumen mengernyitkan dahi.

Di rentang harga ini, Anda juga memiliki opsi menarik seperti Galaxy S26 Ultra yang menawarkan dukungan software lebih panjang, antarmuka yang lebih bersih dan ramah pengguna, rangkaian fitur AI khas Samsung, serta kekuatan brand image Samsung yang kuat. Selain itu, dengan harga yang sedikit lebih terjangkau, ada pula iPhone 17 Pro. Xiaomi 17 Ultra dipastikan akan menghadapi persaingan yang sangat sengit dari para rivalnya di kelas premium, namun ia dibekali modal hardware yang sangat tangguh untuk tetap bersaing di papan atas.

Rating Editor: 8,7 / 10

Kelebihan:

  • Salah satu sistem kamera terbaik di industri smartphone saat ini
  • Layar berukuran besar yang cerah dengan akurasi warna tinggi
  • Performa komputasi yang sangat kencang
  • Daya tahan baterai luar biasa dengan pengisian daya cepat

Kekurangan:

  • Harga tergolong sangat mahal
  • Bodi berat dan bongsor, kurang nyaman untuk penggunaan durasi lama
  • Kebijakan pembaruan software masih tertinggal dari kompetitor

Spesifikasi Utama

Xiaomi 17 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 SM8850-ACProsesor
6.9 inci (17.53 cm)Menampilkan
16 Gigabita RAM + 512 Gigabita
16 Gigabita RAM + 1 TBRAM & Penyimpanan
50 Megapiksel + 200 Megapiksel + 50 MegapikselKamera Utama
50 MegapikselKamera Depan
6000 mAhBaterai
Lihat Spesifikasi Lengkap
Xiaomi 17 Ultra Harga
Rp. 19.799.010
Pergi Ke Toko
Rp. 22.899.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Xiaomi 17 Ultra: Ahli Kamera yang Luar Biasa first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-xiaomi-17-ultra-ahli-kamera-yang-luar-biasa/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/03/xiaomi_17_ultra_hands-on-7-150x150.jpg150150
Review Motorola Razr Fold: HP Lipat Berkamera Mumpuni https://www.91mobiles.com/id/hub/review-motorola-razr-fold-hp-lipat-berkamera-mumpu/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-motorola-razr-fold-hp-lipat-berkamera-mumpu/#respond Fri, 07 Aug 2026 08:07:13 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=21785 Meskipun Razr Fold mungkin merupakan foldable gaya buku pertamanya, Motorola sebenarnya sudah tidak asing lagi dengan HP lipat setelah meluncurkan beberapa foldable bergaya flip sejak 2019. Hal ini, menurut Motorola, telah memberikan kepada merek tersebut pembelajaran yang cukup seputar teknologi layar dan engsel, di antara hal-hal lainnya, untuk meluncurkan foldable bergaya buku guna bersaing dengan […]

The post Review Motorola Razr Fold: HP Lipat Berkamera Mumpuni first appeared on Indonesia Blog.

]]>
.perf_test { border-bottom: 1px solid #e0e0e0; padding: 20px 0 20px 0; } .perf_test_wrap { padding: 7px 0 1px; position:relative; } .sortcode-table th:last-child, .sortcode-table td:last-child { border-right: none; } .perf_test_wrap:before { content: ''; background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed54 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9.6%); position: absolute; left: 12%; top: 0; height: 100%; width: 100%; z-index: 1; } .pref-row { display: flex; align-items: flex-start; justify-content: space-between; background-image: repeating-linear-gradient(to right, black 1px, /* Line color & thickness */ transparent 1px 50px); z-index: 2; position: relative; margin: 3px 0; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: 1px 10px 0 0; height: 38px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 9.5%; } .perf-box { flex: 1; max-width: 100%; overflow: hidden; } .perf-num { flex: 0 0 20%; font-size: 16px; text-align: right; font-weight:normal; line-height: 25px; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 23%; } .perf-img img { max-width: 100%; border-radius: 0; max-height: 100% } .perf-meter { position: relative; font-size: 14px; font-weight: 400; height:20px; display: flex; align-items: center; } span.pref_meterbar { position: absolute !important; background: #ccc; height: 22px; width: 100%; left: 0; z-index: -1; border-radius: 2px; } .perf-meter span { margin: 9px 0 0; position: relative; width: 100%; padding: 0 6px; white-space: nowrap; text-overflow: ellipsis; overflow: hidden; color:#000000; } .perf-meter.thisphone span:first-child { font-weight: 600; } .thisphone .pref_meterbar { background: #FF9352; } .thisphone .perf-meter { color: #fff; } .perf-val { font-size: 12px; color: #7c7c7c; margin: 2px 0 10px; display: flex; align-items: center; font-weight:normal; } .perf_desc { text-align: center; font-size: 14px; margin-bottom: 30px; margin-bottom: 10px; } .greytxt { font-size: 14px; color: #777; line-height: 18px; display: block; } .perf_test_wrap .sprite-icn { background: url(https://www.91-cdn.com/images/hub/sort-code-widget-sprite.svg); background-repeat: no-repeat; } .sprite-icn.battery { background-position: 0px -16px; width: 19px; height: 15px; display: inline-block; } .sprite-icn.processor { background-position: 1px 1px; width: 19px; height: 17px; display: inline-block; } .sprite-icn.cam { background-position: 0 -31px; width: 19px; height: 11px; display: inline-block; } .perf-num.thisphone { font-weight: bold; } .td-container perf-img { flex: 0 0 8%; } .sortcode-container { width: 100%; overflow: auto; } .sortcode-table { width: 100%; background: #fff; text-align: left; border: solid 1px #e4e0e0; border-bottom: none; border-radius: 8px; border-collapse: unset; overflow: hidden; border-collapse: separate; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { border: none; padding: 8px 12px; line-height: 20px; border-bottom: solid 1px #d4d4d4; border-right: solid 1px #d4d4d4; min-width:120px; font-size:16px; } .sortcode-table thead { background-color: #FFECDE; font-weight: bold; height:48px; } .sortcode-table th { text-align: center; font-size: 16px; line-height: 20px; } @media only screen and (min-width : 1025px) { .perf_test { padding-top: 0px; overflow: hidden; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: -2px 7px 0 0; height: 50px; width: 46px; } .perf-img img { max-height: 100%; max-width: 100%; } .perf-num { flex: 0 0 9%; margin: -2px 0 0 16px; line-height: 25px; } .perf-val { font-size: 14px; margin-top: 7px; } .perf_test_wrap:before { left: 70px; } .td-pb-span12 .perf_test_wrap:before { left: 70px; } span.pref_meterbar{ height: 28px; } .pref-row { margin:13px 50px 0 0; } .perf_test_wrap:before { background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed87 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9%); margin: 3px 60px 0 0; } .perf_desc { margin-top: 22px; } .perf-meter { font-size: 16px; } .greytxt { font-size: 16px; line-height: 22px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 6.3%; margin: -2px 5px 0 0; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 16%; line-height: 28px; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { padding: 12px 12px; } }

Meskipun Razr Fold mungkin merupakan foldable gaya buku pertamanya, Motorola sebenarnya sudah tidak asing lagi dengan HP lipat setelah meluncurkan beberapa foldable bergaya flip sejak 2019. Hal ini, menurut Motorola, telah memberikan kepada merek tersebut pembelajaran yang cukup seputar teknologi layar dan engsel, di antara hal-hal lainnya, untuk meluncurkan foldable bergaya buku guna bersaing dengan pemain yang sudah ada seperti Samsung, Google, dan Vivo. Terlebih lagi, Razr Fold mengklaim memiliki sistem kamera terbaik pada foldable saat ini. 

Kesimpulan

Motorola Razr Fold adalah debut yang sangat matang di segmen foldable gaya buku. Meskipun sedikit berkompromi pada ukuran dan angka benchmark murni, ia mengimbanginya dengan dual layar berkualitas tinggi, daya tahan baterai 6.000 mAh yang luar biasa, dan sistem kamera yang sangat mumpuni yang tidak terasa seperti kompromi foldable.

Desain

Tidak seperti desain frame datar Samsung Galaxy Z Fold7, estetika Motorola sedikit lebih melengkung. Saya katakan “sedikit” karena ada sedikit dari keduanya di sini. Meskipun Razr Fold memiliki sudut melengkung seperti Razr 60 Ultra, sisi-sisinya sedikit datar di bagian tengah, hanya cukup membulat untuk memberikan rasa nyaman saat digenggam.

SpesifikasiRazr FoldGalaxy Z Fold7Vivo X Fold5
Dimensi (terlipat)160.05 x 73.6 x 9.89mm158.4 x 72.8 x 8.9mm159.7 x 72.6 x 9.2mm
Dimensi (terbuka)160.05 x 144.47 x 4.55mm158.4 x 143.2 x 4.2mm159.7 x 142.3 x 4.3mm
Berat243 grams215 grams217 grams


Razr Fold sedikit lebih tebal dan lebih berat dibandingkan dengan Galaxy Z Fold7 dan Vivo X Fold5. Foldable Samsung, faktanya, adalah yang paling ramping dan paling ringan di antara ketiganya, yang patut dicatat jika itu penting bagi Anda saat membeli foldable. Saya tidak terlalu terkejut dengan ini – Samsung dan Vivo telah memiliki beberapa iterasi untuk mencapai tingkat kerampingan ini, sedangkan Motorola belum.

Meskipun demikian, Razr Fold adalah foldable yang nyaman digunakan sehari-hari. Saya merasa beratnya cukup dapat dikelola, meskipun penggunaan satu tangan yang berkepanjangan, terutama saat terbuka, dapat sedikit membebani pergelangan tangan. 

Tampilan keseluruhannya adalah ciri khas Motorola. Merek ini telah memilih untuk mempertahankan tampilan tertentu di seluruh portofolionya, memastikan siapa pun yang melihat ponsel dari kejauhan mengidentifikasinya sebagai ponsel Moto. Bagian belakang varian warna Pantone Blackened Blue yang kami terima memiliki finishing kain bertekstur, geometris, berbentuk berlian yang terasa nyaman saat disentuh. Saya juga lebih menyukai warna ini daripada opsi Pantone Lily White, tetapi keduanya bersahaja dan terlihat premium. Kotak tersebut menyertakan casing pelindung yang mungkin membuat foldable terasa kurang premium, tetapi lebih tahan lama terhadap jatuh yang tidak disengaja atau benturan sudut.

Dan berbicara tentang daya tahan, Razr Fold memiliki rating IP46, IP48, dan IP49. Meskipun ketahanan debu berada di sisi yang lebih rendah, mirip dengan Galaxy Z Fold7, Anda dapat yakin bahwa foldable ini akan baik-baik saja menangani cipratan air. Dalam hal daya tahan, Pixel 10 Pro Fold memiliki yang terbaik di antara foldable dengan rating IP68.

SmartphoneIP rating
Motorola Razr FoldIP46, IP48, and IP49
Samsung Galaxy Z Fold7IP48
Vivo X Fold5IP58, IP59
Google Pixel 10 Pro FoldIP68


Motorola benar-benar mengerjakan dengan serius dalam hal desain karena mekanisme engsel baja Razr Fold kokoh dan solid, memungkinkan Anda melipatnya terbuka pada berbagai sudut, baik Anda ingin menggunakannya sebagai laptop kecil atau menopangnya sebagai stand atau tenda untuk mengaktifkan desk mode. 

Kamera

Motorola cukup bangga dengan sistem kamera pada Razr Fold. Pihak Perusahaan percaya bahwa ini adalah sistem kamera terbaik pada foldable saat ini, didukung oleh skor DxOMark 164. Pengaturan kamera belakang identik dengan Motorola Signature, terdiri dari kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera ultrawide macro 50 MP, dan kamera telefoto periskop 50 MP dengan OIS. Ada kamera 10MP di cover display dan kamera 32MP di layar utama di bagian dalam.

Untuk foldable gaya buku generasi pertama, sistem kameranya benar-benar mengesankan. Saya tidak memiliki Galaxy Z Fold7 atau foldable lainnya untuk perbandingan berdampingan. Namun, ketika dianalisis secara terpisah, kamera utama menghasilkan exposure yang andal, white balance yang akurat, dan detail yang baik dalam kondisi siang hari maupun dalam ruangan. Noise terkontrol dengan baik, meskipun color fringing dan beberapa ghosting pada subjek bergerak dapat muncul di adegan yang lebih menantang.

Foto portrait adalah sorotan utama. Kamera menghasilkan blur latar belakang yang terlihat alami dengan isolasi subjek yang baik dan warna kulit yang konsisten, tanpa tampilan yang terlalu diproses yang Anda lihat pada beberapa foldable pesaing. Untuk ponsel yang berfungsi ganda sebagai tablet, mendapatkan foto portrait yang tepat lebih penting daripada yang terlihat, dan Razr Fold menanganinya dengan baik.

Zoom adalah kejutan yang paling menyenangkan. Periscope telephoto 3x khusus bertransisi dengan mulus antara focal length dalam photo mode, mempertahankan detail yang baik dan konsistensi warna dari kamera utama hingga ultrawide hingga tele. Ini adalah salah satu dari sedikit area di mana Razr Fold sama sekali tidak terasa seperti kompromi foldable.

Low light adalah kondisi di mana keterbatasan paling jelas terlihat. OIS kamera utama membantu mengatasi guncangan, tetapi noise menjadi lebih mengganggu di adegan backlit dan autofocus melambat dalam gelap. Ini adalah performer solid untuk foto malam kasual, tetapi tidak dapat menandingi kamera ponsel khusus terbaik dalam pencahayaan yang menantang. Lihat perbandingan di bawah antara Razr Fold dan Oppo Find X9 Ultra. Ponsel Oppo menghasilkan gambar keseluruhan yang lebih baik, dengan reproduksi warna yang baik dan kontrol exposure yang sangat baik, memastikan tanda restoran dan billboard yang menyala terlihat lebih jelas daripada overexposed. 

Before image
OPPO Find X9 Ultra
After image
Motorola Razr Fold

Hasil ini tidak mengejutkan karena kami melihat sesuatu yang serupa dalam ulasan Motorola Signature kami dan kedua perangkat memiliki sistem kamera yang identik. Itu adalah kompromi yang masuk akal untuk foldable pada tahun 2026, dan itu tidak mengurangi apa yang merupakan sistem kamera yang sangat mumpuni pada foldable bergaya buku.

Layar

Razr Fold memiliki dua layar dan keduanya sangat baik. Layar utama 8,1 inci sedikit lebih besar dari Galaxy Z Fold7 dan Vivo X Fold5, dan sangat berguna, terutama untuk multitasking dan membaca. Ini adalah panel p-OLED 2K dengan refresh rate 120 Hz, Dolby Vision, HDR10+, cakupan DCI-P3 100 persen, dan peak brightness 6.200 nits. Dalam praktiknya, ini cerah, tajam, dan cukup terang untuk digunakan dengan nyaman di bawah sinar matahari langsung, yang secara historis menjadi kelemahan layar HP lipat. Bekas lipatan layar (crease) tetap ada, seperti pada setiap foldable bergaya buku, tetapi cukup halus sehingga Anda berhenti menyadarinya pada hari pertama penggunaan.

Cover display 6.6 inci sama mengesankannya, berjalan pada 165 Hz dengan peak brightness yang sama dengan panel utama. Ini adalah salah satu cover display terbesar dan paling mumpuni pada foldable bergaya buku yang ada sekarang, dan benar-benar berguna untuk tugas cepat tanpa membuka ponsel. Memeriksa notifikasi, membalas pesan, mengontrol pemutaran musik, dan menggunakan kamera semuanya berfungsi dengan nyaman di layar sekunder di luar. 

Yang membuat saya terkesan dengan layar Razr Fold adalah pengaturan tambahan yang membantu mengurangi kelelahan mata, seperti menawarkan toggle Flicker Prevention khusus di bawah pengaturan display yang menonaktifkan PWM dimming sepenuhnya, mengunci dimming rate ke refresh rate 120 Hz pada layar utama. Motorola juga memungkinkan Anda menjadwalkan dark mode dan Night Light bersamaan dari matahari terbenam hingga matahari terbit, dan preset warna Natural mengurangi intensitas visual dari output cerah default untuk sesi membaca yang lebih lama. Tidak ada foldable Google atau Samsung saat ini yang menawarkan kombinasi opsi ini, yang menjadikan Razr Fold HP lipat bergaya buku paling ramah mata yang bisa Anda beli saat ini.

Tangkapan Layar Flicker Prevention

Secara keseluruhan, Razr Fold menghadirkan salah satu pengalaman dual-display terbaik yang tersedia saat ini pada foldable bergaya buku, dan layar utamanya sangat mengesankan untuk perangkat generasi pertama dari Motorola dalam kategori ini.

Performa

Razr Fold menjalankan Snapdragon 8 Gen 5, bukan Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang menggerakkan smartphone flagship tahun ini. Jadi, meskipun tidak mencapai skor AnTuTu 3,5 juta+ seperti yang dilakukan flagship seperti Xiaomi 17 Ultra dan Samsung Galaxy S26 Ultra saat ini, Razr Fold masih lebih cepat dari foldable sejenisnya.

Dalam praktiknya, Razr Fold terasa responsif dan lancar dalam penggunaan sehari-hari. Aplikasi terbuka dengan cepat, beralih antaraplikasi mulus, dan multitasking di inner display yang besar berfungsi sebagaimana mestinya. RAM LPDDR5X 16 GB berarti ponsel menjaga banyak aplikasi tetap aktif di latar belakang tanpa harus memuat ulang. Saya tidak melihat adanya perlambatan selama waktu saya menggunakan perangkat untuk tugas sehari-hari.

</p><p>

Skor AnTuTu
Motorola Razr Fold
Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5
2,786,560
Samsung Galaxy Z Fold 7
Qualcomm Snapdragon 8 Elite
2,008,157
vivo X Fold 5
Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3
1,985,189
AnTuTu menilai CPU, GPU, memori, dan pengalaman pengguna ponsel pintar secara keseluruhan (lebih tinggi lebih baik)

Pilihan chip Motorola yang membuahkan hasil berada pada aspek manajemen suhu. Razr Fod jauh lebih sedikit melakukan throttling daripada Galaxy Z Fold7 di bawah beban berkelanjutan, yang berarti performa tetap lebih konsisten selama penggunaan berat. Dalam Burnout throttle test, Razr Fold throttled hingga 40% dari peak performance, sedangkan Galaxy Z Fold7 dan Pixel 10 Pro Fold throttled hingga kurang dari 30%.

Sistem pendingin cairan membantu di sini. Ponsel memang menjadi hangat saat bermain game, tetapi tidak pernah sampai tidak nyaman. Apakah batas benchmark yang lebih rendah mengganggu Anda sepenuhnya tergantung pada untuk apa Anda membeli ponsel ini. Untuk produktivitas, multitasking, dan penggunaan sehari-hari pada display besar Razr Fold, Snapdragon 8 Gen 5 tidak kesulitan mengimbanginya.

Software

Razr Fold menjalankan Android 16 dengan Hello UI di atasnya, dan ini adalah pengalaman software yang sebagian besar bersih dan dipertimbangkan dengan baik. UI Motorola selalu lebih dekat ke stock Android daripada kebanyakan pesaing, dan itu tetap berlaku di sini. Ada kurang dari 40 aplikasi pra-instal, meskipun Pixel 10 Pro Fold mungkin yang terbaik dalam hal ini, dengan hanya 28 aplikasi langsung dari kotak.

Interface bersih dan animasinya mulus. Layar utama yang lebih besar dimanfaatkan dengan baik oleh sistem split-screen yang memungkinkan Anda menyimpan pasangan aplikasi yang sering digunakan sebagai shortcut, yang menjadi sangat berguna untuk alur kerja yang padat produktivitas seiring waktu. Anda dapat memiliki hingga tiga aplikasi yang bekerja secara bersamaan dalam split-screen. Aplikasi juga dapat dikeluarkan ke floating windows berbentuk bebas, memberikan Razr Fold fleksibilitas multitasking yang sesuai dengan form factor. Anda dapat memiliki hingga lima floating windows. Namun, mengubah ukuran window cukup terbatas dibandingkan dengan apa yang Anda dapatkan di Galaxy Z Fold7. Ini bukan masalah besar, tetapi saya berharap Motorola menambahkan lebih banyak kebebasan untuk menyesuaikan melalui software updates di masa mendatang.

Motorola menjanjikan tujuh tahun Android OS upgrades dan tujuh tahun security updates, yang merupakan komitmen software support terbaik yang bisa Anda dapatkan dari produsen Android saat ini, menyamai Samsung dan Google. Untuk ponsel di kelas harganya di angka Rp 30 juta, itu penting.

Moto AI Suite adalah satu area yang perlu ditingkatkan. Anda mendapatkan akses ke Google Gemini, Microsoft Copilot, dan Perplexity di samping alat AI Motorola sendiri, termasuk ringkasan notifikasi dan transkripsi panggilan real-time. Akses AI pihak ketiga berguna, tetapi fitur AI Motorola sendiri terasa selangkah di belakang apa yang Samsung dan Google tawarkan pada flagship masing-masing.

Meskipun optimasi software Motorola untuk form factor foldable cukup baik, ia masih kurang polesan yang ditawarkan One UI Samsung saat ini. Ini tidak mengejutkan, dan saya percaya Motorola berada di jalur yang benar untuk memperbaikinya lebih lanjut dengan iterasi di masa mendatang.

Baterai

Foldable gaya buku memiliki dua layar besar yang cenderung menghabiskan banyak baterai. Meskipun desain HP Lipat saat ini membuatnya sulit untuk menambahkan baterai 8.000 mAh atau 9.000 mAh, seperti yang Anda lihat pada smartphone candybar konvensional. Motorola Razr Fold dan Vivo X Fold5 adalah dua foldable yang menawarkan baterai 6.000 mAh.

Baterai silikon-karbon 6.000 mAh (terbagi dua) di dalam Razr Fold dengan nyaman memberikan daya tahan baterai sehari penuh atau lebih. Selama ulasan saya, saya memaksa diri saya untuk menggunakan display yang lebih besar daripada biasanya untuk menguji baterai, dan saya senang dengan apa yang diberikan foldable. Saya mendapatkan antara 4 hingga 5 jam screen-on time. Sayangnya, PCMark battery benchmark test terus mengalami crash, jadi saya tidak memiliki angka benchmark sintetis untuk Anda.

Yang lebih baik lagi adalah Razr Fold mengisi daya pada 80W menggunakan charger 90 W yang disertakan. Dibutuhkan sekitar 46 menit untuk mengisi daya ponsel dari 20 hingga 100 persen, lebih cepat daripada Galaxy Z Fold7, yang membutuhkan sekitar 75 menit pada kecepatan 25 W. Menariknya, Vivo X Fold5, yang mendukung pengisian 80 W dan kapasitas baterai yang serupa dengan Razr Fold, membutuhkan waktu paling sedikit untuk mengisi daya penuh.

Ponsel Pintar Kapasitas Baterai Dukungan Pengisian Daya Waktu Pengisian Daya (20% hingga 100%)
Motorola Razr Fold 6000 mAh 80W Turbo Power Pengisian Daya 46m
Samsung Galaxy Z Fold 7 4400 mAh 25W Pengisian Cepat 1h 14m
vivo X Fold 5 6000 mAh 80W Kilat Pengisian Daya 38m

Kesimpulan Akhir

Foldable gaya buku pertama Motorola terlihat cukup matang, yang patut diperhitungkan. Razr Fold menghindari “jebakan generasi pertama” klasik dengan memanfaatkan pengalaman bertahun-tahun dalam ponsel flip, menghasilkan perangkat yang kuat, praktis, dan sangat kompetitif sejak awal.

Ini memang membutuhkan beberapa trade-off yang disengaja. Jika prioritas Anda adalah bodi paling ramping mutlak atau skor benchmark terdepan dari Snapdragon 8 Elite Gen 5, pesaing seperti Samsung dan Vivo tetap unggul. Lingkungan software Motorola, meskipun bersih dan sangat dapat disesuaikan, juga masih membutuhkan sedikit optimasi layar besar untuk menandingi polesan multitasking One UI yang matang.

Namun, di mana Razr Fold memilih untuk menang, ia menang dengan tegas. Dengan memprioritaskan daya tahan fisik, baik dalam bentuk baterai 6.000 mAh besar dengan fast-charging dan engsel baja yang kokoh, di samping sistem kamera periscope yang benar-benar luar biasa dan teknologi display ramah mata yang tak tertandingi, Motorola telah membangun foldable yang dirancang untuk dunia nyata. Didukung oleh janji software update terbaik di industri selama 7 tahun, Razr Fold bukan hanya upaya pertama yang hebat; ini adalah salah satu foldable bergaya buku paling andal dan praktis yang bisa Anda beli pada tahun 2026.

Rating Editor: 8.3 / 10

Kelebihan:

  • Dua layar luar biasa
  • Baterai dan charging terdepan di kelasnya
  • Sistem kamera mengesankan
  • Dukungan software jangka panjang

Kekurangan:

  • Lebih tebal dan lebih berat dari foldable pesaing
  • Performa puncak lebih rendah
  • Performa kamera low-light bisa lebih baik

The post Review Motorola Razr Fold: HP Lipat Berkamera Mumpuni first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-motorola-razr-fold-hp-lipat-berkamera-mumpu/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/07/motorola-razr-fold-1-150x150.jpg150150
Review Samsung Galaxy A57: Tetap Menarik, Makin Ramping https://www.91mobiles.com/id/hub/24215-2/ https://www.91mobiles.com/id/hub/24215-2/#respond Tue, 04 Aug 2026 04:31:40 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=24215 Seperti biasa, setelah lebih dulu menghadirkan lini flagship Galaxy S26 Series beberapa waktu lalu, kini telah disusul oleh jajaran ponsel kelas menengah dari pabrikan tersebut, yakni Galaxy A37 5G dan Galaxy A57 5G. Kedua ponsel mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan pendahulu masing-masing karena krisis kelangkaan komponen memori yang tengah berlangsung di industri teknologi. Banderol Galaxy […]

The post Review Samsung Galaxy A57: Tetap Menarik, Makin Ramping first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Seperti biasa, setelah lebih dulu menghadirkan lini flagship Galaxy S26 Series beberapa waktu lalu, kini telah disusul oleh jajaran ponsel kelas menengah dari pabrikan tersebut, yakni Galaxy A37 5G dan Galaxy A57 5G.

Kedua ponsel mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan pendahulu masing-masing karena krisis kelangkaan komponen memori yang tengah berlangsung di industri teknologi.

Banderol Galaxy A57 5G kini dimulai dari angka Rp 7 jutaan dan nyaris menyentuh Rp 9 juta untuk varian tertinggi. Apakah Galaxy A57 5G layak ditebus dengan harga tersebut? Simak ulasan lengkapnya oleh 91mobiles Indonesia di bawah ini.

Kesimpulan singkat

Meskipun terbilang minor, tetap ada sejumlah peningkatan yang diterapkan oleh Samsung pada Galaxy A57 5G. Bodinya sekarang menjadi lebih ramping dan ringan, sementara dapur pacunya menjadi sedikit lebih kencang. Beberapa aspek, seperti kameranya, terlihat ketinggalan dibandingkan dengan kompetitor, tapi sebenarnya ada peningkatan yang tak kasatmata dan masa dukungan software yang sangat lama.

Unboxing Samsung Galaxy A57 5G: Tipis nan minimalis

Seperti biasa untuk ponsel-ponsel buatan Samsung, Galaxy A57 5G datang dalam kotak kemasan yang jauh lebih tipis dibandingkan dengan boks HP merek lain karena di dalamnya tidak ada aksesori charger.

Review Samsung Galaxy A57: Tetap Menarik, Makin Ramping
Samsung Galaxy A57 5G dengan kotak kemasan dan aksesori pelengkap di dalamnya.

Tampilannya juga sederhana dengan warna latar putih serta nama dan gambar HP yang bersangkutan di sisi depan. Warna perangkat dalam gambar sesuai dengan ponsel asli di baliknya, dalam hal ini Awesome Icy Blue. Kotak Samsung Galaxy A57 5G sendiri hanya berisi kabel USB-C ke USB-C dan booklet panduan singkat, di samping unit ponsel.

Desain Samsung Galaxy A57 5G: Tetap menarik, tapi lebih ramping

Samsung mempertahankan hampir semua aspek desain dari perangkat terdahulu. Yang berubah adalah dimensi fisik perangkat yang kini lebih tipis dengan ketebalan hanya 6,9 mm dan bobot 179 gram, lebih ramping dibandingkan dengan kebanyakan ponsel lain sekelasnya di pasaran.

Samsung Galaxy A57 5G tetap berbalut Gorilla Glass Victus+ di bagian depan dan belakang, berikut frame aluminium berwarna senada. Ketiga kamera belakang ditempatkan dalam modul berbentuk kapsul dengan background gelap dan aksen stripes di sekeliling.

Rancangannya secara keseluruhan terkesan minimalis sekaligus elegan, cenderung understated tapi menarik. Desain macam demikian sepertinya sayang apabila ditutupi oleh casing, meskipun Samsung juga menyediakan aksesori case yang bisa dibeli secara terpisah.

Layar Samsung Galaxy A57 5G tak berubah, masih dengan panel Super AMOLED Plus 6,7 inci (2.340 x 1.080 piksel, 120 Hz) dengan tingkat kecerahan maksimal 1.900 nits. Tampilannya jernih dan memukau dengan saturasi dan kontras tinggi, walaupun area display keseluruhan mungkin tak terlalu luas karena ukuran layar yang sedang-sedang saja.

Seperti ponsel-ponsel seri A lainnya dari Samsung, Galaxy A57 5G menempatkan tombol daya dan pengatur volume di bagian “Key Island” yang agak menonjol dibandingkan dengan frame selebihnya agar mudah ditemukan. Pemindai sidik jarinya terletak di sisi bawah layar (in-display, optical) dan bisa bekerja dengan cukup gesit asalkan jari tidak basah.

Walaupun lebih tipis, bodi Galaxy A57 5G justru lebih tangguh dibandingkan pendahulunya karena Samsung meningkatkan ketahanannya terhadap air dan debu dengan rating IP68 (dari sebelumnya IP67 pada Galaxy A56 5G). Artinya, Galaxy A57 5G bisa bertahan di dalam air hingga 1,5 meter selama 30 menit.

Rating tersebut memang tidak setinggi beberapa ponsel menengah lain yang bisa mencapai IP69. Beberapa smartphone entry-level bahkan ada yang lebih tinggi lagi. Namun, di luar kondisi ekstrem yang jarang terjadi, agaknya ketahanan Galaxy A57 5G terhadap air dan debu sudah lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari.

Kamera Samsung Galaxy A57 5G: Masih itu-itu saja

Satu aspek lainnya yang merupakan carry-over dari perangkat terdahulu adalah kamera. Spesifikasinya di atas kertas tak berubah, dengan kamera utama 50 MP (f/1.8, OIS), didampingi kamera ultrawide 12 MP (f/2.2) dan kamera makro 5 MP (f/2.4), ditambah kamera depan 12 MP (f/2.2).

Review Samsung Galaxy A57: Tetap Menarik, Makin Ramping
Tampilan antarmuka aplikasi kamera Samsung Galaxy A57 5G.

Pada kenyataannya memang demikian, Samsung Galaxy A57 5G dalam hal ini seolah stagnan sejak beberapa tahun lalu. Rangkaian kamera tersebut sudah kurang relevan untuk tahun 2025, dan semakin tertinggal dari ponsel-ponsel menengah lain pada 2026.

Para kontemporer di kelas harga Samsung Galaxy A57 5G, seperti Vivo V70, Realme 16 Series, hingga Oppo Reno 15 Series rata-rata sudah menyematkan kamera telefoto untuk menjepret objek di kejauhan sekaligus menghasilkan foto portrait menawan. Sementara, fungsi makro ditangani kamera ultrawide (atau telefoto) yang memiliki kemampuan AF jarak dekat.


Galaxy A57 5G masih mandek dengan rangkaian kamera yang pertama kali diperkenalkan lewat Galaxy A54 pada 2023 lalu, di luar kamera depan yang berubah menjadi 12 MP sejak Galaxy A55. Hasil gambarnya sendiri sebenarnya masih cukup oke jika dilihat in isolation tanpa dibandingkan dengan ponsel-ponsel lain sekelasnya.

Proses khas Samsung membuat foto-foto jepretan Galaxy A57 terlihat cerah dengan saturasi tinggi, tapi masih cukup natural. Cocok untuk pengguna yang ingin langsung mengunggah gambar ke media sosial tanpa perlu banyak mengedit lagi.


Kamera utama bisa membuahkan foto-foto berkualitas tinggi di kondisi cahaya cukup, tapi agak kedodoran saat low-light karena noise reduction yang cukup agresif sehingga mengubah foto jadi mirip lukisan cat air. Efek ini lebih kentara pada kamera ultrawide, meskipun hasil gambarnya di siang hari tetap bisa diandalkan.

Kamera depan menghasilkan foto selfie yang tampak cukup natural dan bisa ditambahi efek bokeh lewat mode portrait apabila diinginkan. Satu kamera yang mengecewakan adalah kamera makro. Fokusnya terkunci di kisaran 3-5 cm dari objek, dan kualitas gambarnya pun berbeda jauh dari kamera-kamera lain.

Kinerja Samsung Galaxy A57 5G: Meningkat tipis

Samsung memperbarui dapur pacu pada Galaxy A57 5G dengan menanam chip Exynos 1680 yang lebih baru dibandingkan dengan Exynos 1580 pada ponsel generasi terdahulu. Kedua chip sama-sama diproduksi dengan proses fabrikasi 4 nm.

Perbedaan utama di antara mereka terletak pada layout CPU, di mana Exynos 1680 kini memiliki konfigurasi 1 prime core (2,9 GHz), 4 performance core (2,6 Ghz), dan 3 efficiency core (1,95 GHz). Dengan kata lain, dibandingkan dengan Exynos 1580, jumlah performance core meningkat satu buah, sementara efficiency core berkurang satu. Selain itu, GPU pada Exynos 1680 juga diperbarui menjadi Xclipse 550.

Pada kenyataannya, kinerja Galaxy A57 5G meningkat tipis dibandingkan dengan pendahulunya. Skor AnTuTu V11 dari perangkat ini berada di kisaran 1,3 juta poin, sedangkan Galaxy A56 5G biasanya mencetak 1,2 juta poin. Skor Geekbench keduanya pun tak jauh berbeda.

Ketika digunakan untuk bermain game, Galaxy A57 5G versi 8 GB/128 GB di tangan 91mobiles Indonesia dapat menjalankan judul-judul kompetitif populer dengan lancar, meskipun setting grafis tertinggi tidak bisa dipilih. Misalnya, game Mobile Legends: Bang Bang hanya menampilkan opsi frame rate “Super”. Opsi “Ultra” yang berada setingkat di atasnya tidak ditemukan.

Delta Force pun setali tiga uang. Frame rate tertinggi yang bisa dipilih adalah “Ultimate” (60 fps) dengan grafis “Standard”. Menurunkan setelan ke “Smooth” tidak membuka pilihan frame rate yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, setidaknya Galaxy A57 5G bisa menjalankan game dengan lancar, tanpa stuttering ataupun gejala pelambatan kinerja karena panas.

Pinggiran frame perangkat ini yang terbuat dari logam dan berbentuk flat mungkin terasa kurang nyaman di tangan. Apabila merasa demikian, sebaiknya tambahkan aksesori casing agar ponsel lebih enak dalam genggaman.

Software Samsung Galaxy A57 5G: Mengandalkan AI

Mengikuti lini flagship Galaxy S26 Series yang telah lebih dulu dirilis di Indonesia, Galaxy A57 5G kini menjalankan sistem operasi One UI 8.5 terbaru yang berbasis Android 16. Samsung ikut menyematkan sejumlah fitur kecerdasan buatan yang tergabung dalam rangkaian Awesome Intelligence sebagai andalan.

Circle to Search kini menjadi lebih canggih karena bisa mengenali banyak objek sekaligus dalam area seleksi. Misalnya, pengguna bisa mengetahui apa saja outfit yang dikenakan seseorang, mulai dari topi, baju, hingga sepatu, dengan melingkari keseluruhan orang tersebut tanpa mesti menyeleksi barang satu per satu.

Review Samsung Galaxy A57: Tetap Menarik, Makin Ramping
Tampilan sistem operasi One UI 8.5 berbasis Android 16 pada Galaxy A57 5G.

Best Face dihadirkan kembali setelah sebelumnya debut di Galaxy A56 5G. Fitur yang satu ini memungkinkan pengguna mengganti ekspresi wajah orang dalam foto agar lebih baik—misalnya, agar mata tidak terpejam—dengan memanfaatkan teknologi motion photo.

Ada juga Object Eraser untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dari foto, serta automatic suggestion yang otomatis menampilkan saran untuk meningkatkan kualitas gambar berdasarkan konteksnya.

Review Samsung Galaxy A57: Tetap Menarik, Makin Ramping
Beberapa fitur AI pada Samsung Galaxy A57: Automatic Suggestion (kiri), Remaster (tengah), dan Circle to Search.

Dalam praktiknya, fitur-fitur AI (“Awesome Intelligence”) di Galaxy A57 5G tak selalu membuahkan hasil sesuai keinginan. Misalnya, fitur “Remaster” yang digadang-gadang bisa menjernihkan foto lama hanya menghasilkan sedikit perubahan dibandingkan dengan aslinya. Object eraser juga kurang meyakinkan dalam menghapus benda-benda di dalam frame.

Jika sudah pernah menggunakan rangkaian fitur Galaxy AI yang mumpuni di ponsel flagship Samsung, Awesome Intelligence pada Galaxy A57 5G jadi terasa agak terbatas. Samsung mungkin harus meningkatkan kemampuan lini HP menengahnya dalam hal ini agar tak terpaut terlalu jauh dari seri Galaxy S. 

Baterai Samsung Galaxy A57 5G: Kecil tapi tahan lama

Di saat ponsel-ponsel lain sekelasnya sudah banyak berdatangan dengan baterai berkapasitas jumbo, angka 5.000 mAh pada Galaxy A57 5G terlihat mengecewakan. Samsung agaknya memang lebih berfokus untuk merampingkan bodi perangkat ketimbang menaikkan kapasitas tampungan dayanya.

Namun, jangan salah, meskipun kapasitasnya kecil, baterai Galaxy A57 5G ternyata bisa bertahan relatif lama dalam pengujian PCMark Work 3.0 battery life dengan hasil menembus 15 jam. Capaian tersebut lebih lama dibandingkan dengan Galaxy A56 5G yang menorehkan 12 jam 39 menit dalam pengujian yang sama.

Review Samsung Galaxy A57: Tetap Menarik, Makin Ramping
Skor benchmark AnTuTu v11 (kiri), Geekbench 6 (tengah), dan PCMark Work 3.0 battery life pada Samsung Galaxy A57 5G.

Untuk pengisian daya, dukungan fast charging masih tetap 45 watt seperti sebelumnya. Aspek ini tak dapat diuji lantaran Samsung tidak menyertakan charger. Apabila dipasangkan dengan charger yang mendukung teknologi Super Fast Charging 45 watt dari Samsung, Galaxy A57 5G mestinya bisa mengisi daya dalam waktu relatif singkat mengingat kapasitas baterainya juga tidak terlalu besar.

Kesimpulan

Galaxy A57 5G kembali menghadirkan formula familiar yang sudah dibawa oleh Samsung sejak beberapa generasi sebelumnya. Seri Galaxy A5x selalu menjadi all-rounder di papan tengah yang bisa diandalkan di banyak aspek sambil tampil dengan desain menarik.

Kali ini Galaxy A57 5G tampil makin menawan dengan bodi lebih ramping, tipis tapi tangguh dengan sertifikasi IP yang meningkat. Meskipun kapasitas baterai tidak berubah, daya tahannya ternyata tinggi sehingga tak terlalu membuat khawatir akan cepat lowbat.

Review Samsung Galaxy A57: Tetap Menarik, Makin Ramping


Sayangnya, di luar desain, Galaxy A57 5G tidak menawarkan banyak perubahan lain dari segi hardware sehingga tertinggal dari lineup para kompetitornya yang makin mumpuni dari tahun ke tahun.

Hal tersebut utamanya terasa dari rangkaian kamera yang masih serupa sejak bertahun-tahun lalu dan sudah tidak relevan lagi pada 2026 untuk ponsel di kelas harganya di rentang Rp 7,6 juta hingga Rp 9 juta. Samsung agaknya perlu merombak hardware dengan lebih signifikan untuk generasi berikutnya agar seri Galaxy A5x bisa tetap kompetitif.

Meskipun demikian, ada satu hal dari Galaxy A57 5G yang masih unggul dibandingkan para rivalnya, yakni dukungan software dari Samsung yang sangat lama, mencapai 6 tahun untuk upgrade versi Android atau hingga Android 22. Mengenai apakah ponselnya sendiri akan dipakai selama itu, tentu tergantung pada masing-masing pengguna.

Rating editor: 7/10

Kelebihan:
+ Bodi ramping dan ringan bersertifikat IP68
+ Baterai tahan lama
+ Dukungan software panjang

Kekurangan:
– Kamera masih itu-itu saja
– Hardware kurang kompetitif di kelas harganya

Spesifikasi Utama

Samsung Galaxy A57
Samsung Exynos 1680Prosesor
6.7 inci (17.02 cm)Menampilkan
8 Gigabita RAM + 128 Gigabita
8 Gigabita RAM + 256 Gigabita
12 Gigabita RAM + 256 GigabitaRAM & Penyimpanan
50 Megapiksel + 12 Megapiksel + 5 MegapikselKamera Utama
12 MegapikselKamera Depan
5000 mAhBaterai
Lihat Spesifikasi Lengkap
Samsung Galaxy A57 Harga
Rp. 6.499.000
Pergi Ke Toko
Rp. 6.875.000
Pergi Ke Toko
Rp. 8.400.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Samsung Galaxy A57: Tetap Menarik, Makin Ramping first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/24215-2/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/08/samsung_galaxy_a57_review_device-7-150x150.jpg150150
Review Tecno Pova 8 5G: Desain Unik dengan Alive Matrix, Baterai Awet https://www.91mobiles.com/id/hub/review-tecno-pova-8-5g-desain-unik-dengan-alive-matrix-baterai-awet/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-tecno-pova-8-5g-desain-unik-dengan-alive-matrix-baterai-awet/#respond Tue, 21 Jul 2026 05:56:36 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=23396 Tecno Pova 8 hadir sebagai salah satu smartphone kelas menengah yang mengedepankan desain sebagai daya tarik utamanya. Ponsel ini tampil dengan bodi yang tebal serta mengusung bahasa desain yang terinspirasi dari Nothing, memberikan kesan berbeda dibandingkan dengan kebanyakan smartphone di kelasnya.Di tengah persaingan yang semakin ketat dan peningkatan spesifikasi yang mulai bersifat iteratif, Tecno tampaknya […]

The post Review Tecno Pova 8 5G: Desain Unik dengan Alive Matrix, Baterai Awet first appeared on Indonesia Blog.

]]>
.perf_test { border-bottom: 1px solid #e0e0e0; padding: 20px 0 20px 0; } .perf_test_wrap { padding: 7px 0 1px; position:relative; } .sortcode-table th:last-child, .sortcode-table td:last-child { border-right: none; } .perf_test_wrap:before { content: ''; background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed54 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9.6%); position: absolute; left: 12%; top: 0; height: 100%; width: 100%; z-index: 1; } .pref-row { display: flex; align-items: flex-start; justify-content: space-between; background-image: repeating-linear-gradient(to right, black 1px, /* Line color & thickness */ transparent 1px 50px); z-index: 2; position: relative; margin: 3px 0; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: 1px 10px 0 0; height: 38px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 9.5%; } .perf-box { flex: 1; max-width: 100%; overflow: hidden; } .perf-num { flex: 0 0 20%; font-size: 16px; text-align: right; font-weight:normal; line-height: 25px; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 23%; } .perf-img img { max-width: 100%; border-radius: 0; max-height: 100% } .perf-meter { position: relative; font-size: 14px; font-weight: 400; height:20px; display: flex; align-items: center; } span.pref_meterbar { position: absolute !important; background: #ccc; height: 22px; width: 100%; left: 0; z-index: -1; border-radius: 2px; } .perf-meter span { margin: 9px 0 0; position: relative; width: 100%; padding: 0 6px; white-space: nowrap; text-overflow: ellipsis; overflow: hidden; color:#000000; } .perf-meter.thisphone span:first-child { font-weight: 600; } .thisphone .pref_meterbar { background: #FF9352; } .thisphone .perf-meter { color: #fff; } .perf-val { font-size: 12px; color: #7c7c7c; margin: 2px 0 10px; display: flex; align-items: center; font-weight:normal; } .perf_desc { text-align: center; font-size: 14px; margin-bottom: 30px; margin-bottom: 10px; } .greytxt { font-size: 14px; color: #777; line-height: 18px; display: block; } .perf_test_wrap .sprite-icn { background: url(https://www.91-cdn.com/images/hub/sort-code-widget-sprite.svg); background-repeat: no-repeat; } .sprite-icn.battery { background-position: 0px -16px; width: 19px; height: 15px; display: inline-block; } .sprite-icn.processor { background-position: 1px 1px; width: 19px; height: 17px; display: inline-block; } .sprite-icn.cam { background-position: 0 -31px; width: 19px; height: 11px; display: inline-block; } .perf-num.thisphone { font-weight: bold; } .td-container perf-img { flex: 0 0 8%; } .sortcode-container { width: 100%; overflow: auto; } .sortcode-table { width: 100%; background: #fff; text-align: left; border: solid 1px #e4e0e0; border-bottom: none; border-radius: 8px; border-collapse: unset; overflow: hidden; border-collapse: separate; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { border: none; padding: 8px 12px; line-height: 20px; border-bottom: solid 1px #d4d4d4; border-right: solid 1px #d4d4d4; min-width:120px; font-size:16px; } .sortcode-table thead { background-color: #FFECDE; font-weight: bold; height:48px; } .sortcode-table th { text-align: center; font-size: 16px; line-height: 20px; } @media only screen and (min-width : 1025px) { .perf_test { padding-top: 0px; overflow: hidden; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: -2px 7px 0 0; height: 50px; width: 46px; } .perf-img img { max-height: 100%; max-width: 100%; } .perf-num { flex: 0 0 9%; margin: -2px 0 0 16px; line-height: 25px; } .perf-val { font-size: 14px; margin-top: 7px; } .perf_test_wrap:before { left: 70px; } .td-pb-span12 .perf_test_wrap:before { left: 70px; } span.pref_meterbar{ height: 28px; } .pref-row { margin:13px 50px 0 0; } .perf_test_wrap:before { background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed87 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9%); margin: 3px 60px 0 0; } .perf_desc { margin-top: 22px; } .perf-meter { font-size: 16px; } .greytxt { font-size: 16px; line-height: 22px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 6.3%; margin: -2px 5px 0 0; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 16%; line-height: 28px; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { padding: 12px 12px; } }

Tecno Pova 8 hadir sebagai salah satu smartphone kelas menengah yang mengedepankan desain sebagai daya tarik utamanya. Ponsel ini tampil dengan bodi yang tebal serta mengusung bahasa desain yang terinspirasi dari Nothing, memberikan kesan berbeda dibandingkan dengan kebanyakan smartphone di kelasnya.

Di tengah persaingan yang semakin ketat dan peningkatan spesifikasi yang mulai bersifat iteratif, Tecno tampaknya memilih pendekatan berbeda dengan menjadikan desain sebagai salah satu nilai jual utama Pova 8. Namun, strategi tersebut diiringi dengan banderol harga yang lebih tinggi, yakni Rp 4 jutaan, dibandingkan dengan pendahulunya maupun sejumlah kompetitor di kelas yang sama.

Lantas, apakah Tecno Pova 8 mampu menawarkan pengalaman penggunaan yang sepadan dengan harganya? Kami telah menguji perangkat ini untuk menilai performa, kamera, daya tahan baterai, serta berbagai fitur yang ditawarkannya.

Kesimpulan singkat

Tecno POVA 8 menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari desain yang tampil berbeda, baterai berkapasitas besar, hingga kamera yang mampu memenuhi kebutuhan fotografi sehari-hari. Performa antarmukanya juga terasa responsif sehingga nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas harian.

Di sisi lain, penggunaan panel LCD menjadi salah satu kompromi yang perlu diperhatikan, terutama di kelas harga yang sama sudah banyak dihuni ponsel dengan layar AMOLED. Pilihan kapasitas penyimpanannya juga masih terbatas, sementara banderol harganya tergolong cukup tinggi dibandingkan sejumlah kompetitor.

Secara keseluruhan, Tecno POVA 8 bukan pilihan yang paling unggul di kelasnya. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan desain yang unik, daya tahan baterai, dan pengalaman penggunaan yang nyaman, ponsel ini tetap layak dipertimbangkan.

Desain: Tampil beda dengan layar sekunder

Desain menjadi salah satu aspek yang paling menonjol dari Tecno Pova 8. Ponsel ini mengusung panel belakang bergaya transparan dengan aksen geometris serta layar sekunder berbentuk lingkaran di samping modul kamera. Kombinasi tersebut membuat tampilannya berbeda dibandingkan dengan mayoritas smartphone kelas menengah yang beredar saat ini.

Tecno tampaknya memang ingin menjadikan desain sebagai identitas utama Pova 8. Pendekatan ini membuat ponsel tersebut mudah dikenali dan memberikan kesan yang berbeda, terlepas dari apakah tampilannya sesuai dengan selera setiap pengguna.

Kemiripan desain Tecno POVA 8 dengan perangkat Nothing cukup terlihat, terutama pada konsep panel belakang bergaya transparan dan elemen visual yang dibuat menyerupai komponen internal. Tecno juga menghadirkan layar sekunder bernama Alive Matrix Display yang berfungsi menampilkan notifikasi, indikator status, serta berbagai efek pencahayaan interaktif.

Ponsel Pintar Ketebalan Berat Peringkat IP
Tecno Pova 8 5G 8.8 mm 225 gram IP64
Motorola Edge 70 Fusion 7.99 mm 193 gram IP68 +IP69

Konsep tersebut harus dibayar dengan dimensi bodi yang relatif besar. Tecno Pova 8 memiliki bobot 225 gram dengan ketebalan 8,8 mm yang kemungkinan dipengaruhi oleh penggunaan baterai berkapasitas besar. Selama pengujian, bodinya memang terasa lebih berat dibandingkan dengan sebagian besar kompetitor, tetapi kualitas rancang bangunnya tetap terasa kokoh saat digenggam.

Secara keseluruhan, Tecno Pova 8 menawarkan pendekatan desain yang berbeda dari kebanyakan smartphone di kelasnya. Alive Matrix Display tidak hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi juga menambah fungsi melalui notifikasi dan informasi yang dapat ditampilkan langsung pada panel belakang.

Layar: Bukan yang terbaik di kelasnya

Layar menjadi salah satu aspek yang paling terasa komprominya pada Tecno Pova 8. Di kisaran harga ini, banyak kompetitor telah beralih ke panel AMOLED sehingga penggunaan layar LCD membuatnya kurang kompetitif dari sisi kualitas tampilan.

Ponsel Pintar Layar Kecerahan Puncak
Tecno Pova 8 5G 6.76 inci - LCD IPS NA
Motorola Edge 70 Fusion 6.8 inci - Extreme AMOLED 5200 nits

Berdasarkan pengujian kami, reproduksi warna yang dihasilkan belum sepekat panel OLED, sehingga pengalaman menonton video maupun menikmati konten media sosial terasa kurang imersif. Tingkat kecerahannya juga masih terbatas ketika digunakan di bawah sinar matahari langsung, sehingga visibilitas layar sedikit menurun.

Meski demikian, layar Tecno Pova 8 masih mampu memenuhi kebutuhan penggunaan sehari-hari, seperti menjelajah media sosial, membaca, dan bermain game. Hanya saja, dari sisi kualitas visual, layarnya masih tertinggal dibandingkan sejumlah kompetitor di kelas harga yang sama.

Dukungan refresh rate hingga 144 Hz membuat navigasi antarmuka terasa lebih mulus. Namun, berdasarkan pengujian kami, mode tersebut belum diterapkan secara menyeluruh. Refresh rate 144 Hz hanya aktif pada sejumlah aplikasi bawaan, seperti Pesan, Telepon, dan Pengaturan, sementara sebagian besar game dan aplikasi pihak ketiga masih berjalan pada refresh rate yang lebih rendah.

Dengan demikian, manfaat refresh rate 144 Hz dalam penggunaan sehari-hari masih belum sepenuhnya terasa. Dukungan yang lebih luas melalui pembaruan software (OTA) di masa mendatang diharapkan dapat memaksimalkan potensi layar ini, terutama untuk game dan aplikasi yang mendukung refresh rate tinggi.

Alive Matrix Display

Alive Matrix Display menjadi pembeda utama Tecno POVA 8 dibandingkan smartphone lain di kelasnya. Seluruh pengaturannya dapat diakses melalui menu Status Light, yang menyediakan berbagai opsi untuk mengubah pola pencahayaan, mengatur animasi, hingga mengaktifkan fitur-fitur interaktif.

Tecno juga menyertakan dua fitur berbasis sensor gerak, yaitu Microphone Spin yang bekerja menyerupai permainan putar botol serta Lucky Number untuk menghasilkan angka acak. Keduanya dapat dijalankan hanya dengan menggoyangkan ponsel sebanyak tiga kali.

Berdasarkan pengujian kami, konsep tersebut cukup menarik, tetapi implementasinya masih belum sepenuhnya konsisten. Sensor gerak terkadang aktif tanpa disengaja saat ponsel berada di dalam saku atau ketika pengguna sedang berada di dalam kendaraan, sehingga pengalaman pengguna belum sepresisi beberapa perangkat lain yang mengandalkan tombol fisik untuk mengaktifkan fitur serupa.

Di sisi lain, opsi personalisasi yang ditawarkan tergolong lengkap. Pengguna dapat memilih berbagai pola matriks bawaan atau membuat pola sendiri sesuai preferensi. Tingkat kecerahan Alive Matrix Display juga dapat diatur dengan mudah sehingga tampilannya tetap terlihat jelas dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Baterai: Tahan hingga sekitar 1,5 hari

Sektor daya menjadi salah satu keunggulan Tecno Pova 8. Ponsel ini dibekali baterai berkapasitas 8.000 mAh yang mampu memberikan daya tahan di atas rata-rata untuk kelasnya. Berdasarkan pengujian kami, perangkat ini dapat digunakan hingga sekitar 1,5 hari dengan pola penggunaan normal dan screen-on time sekitar lima jam per hari. Pada skenario penggunaan yang lebih intensif, daya tahannya memang berkurang, tetapi masih mampu bertahan hingga seharian.

Skor PCMark Battery (dalam satuan jam)
Tecno Pova 8 5G
8000 mAh
17.6
Motorola Edge 70 Fusion
7000 mAh
17.6
PCMark Battery mengukur daya tahan baterai ponsel dari 100 persen hingga 20 persen (semakin lama durasinya, semakin baik).

Selama pengujian, konsumsi daya terlihat meningkat ketika ponsel digunakan untuk menjalankan game dalam waktu lama. Dalam sesi bermain selama 30 menit, kapasitas baterai berkurang sekitar delapan persen. Hasil tersebut menunjukkan efisiensi dayanya masih dapat ditingkatkan, terutama untuk beban kerja yang berat.

Pada pengujian PCMark Battery, Tecno POVA 8 mencatatkan waktu bertahan sekitar 17,5 jam. Hasil tersebut tergolong kompetitif dan sejalan dengan pengalaman penggunaan sehari-hari yang menunjukkan bahwa daya tahan baterai menjadi salah satu keunggulan utama perangkat ini.

Kecepatan pengisian daya Tecno Pova 8 juga memberikan hasil yang memuaskan. Meski dibekali baterai berkapasitas 8.000 mAh, adaptor pengisian daya 45 W bawaan mampu mengisi baterai dari 20 persen hingga 100 persen dalam waktu sekitar satu jam.

Dengan kombinasi kapasitas baterai yang besar dan waktu pengisian yang relatif singkat, Tecno Pova 8 menawarkan pengalaman penggunaan yang praktis untuk aktivitas sehari-hari. Meskipun efisiensi dayanya saat menjalankan beban kerja berat masih dapat ditingkatkan, performa sektor baterainya secara keseluruhan tetap menjadi salah satu keunggulan perangkat ini.

Ponsel Pintar Kapasitas Baterai Dukungan Pengisian Daya Waktu Pengisian Daya (20% hingga 100%)
Tecno Pova 8 5G 8000 mAh 45W Pengisian Cepat 1h 11m
Motorola Edge 70 Fusion 7000 mAh 68W Turbo Power Pengisian Daya 49m

Performa: Memadai untuk sehari-hari

Tecno Pova 8 ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7100 yang dipadukan dengan RAM 6 GB atau 8 GB serta penyimpanan internal 128 GB. Berdasarkan pengujian kami, performanya sudah memadai untuk penggunaan sehari-hari, mulai dari menjelajahi web, mengakses media sosial, multitasking ringan, hingga menikmati konten multimedia. Respons sistem memang tidak selalu secepat beberapa kompetitor di kelasnya, tetapi pengalaman penggunaan secara keseluruhan tetap terasa lancar.

Skor AnTuTu
Motorola Edge 70 Fusion
Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4
1,149,292
Tecno Pova 8 5G
MediaTek Dimensity 7100
757,391
AnTuTu mengukur performa CPU, GPU, memori, dan pengalaman penggunaan secara keseluruhan (semakin tinggi skornya, semakin baik).


Salah satu kompromi yang perlu diperhatikan adalah kapasitas penyimpanannya. Tecno hanya menyediakan varian 6 GB/128 GB dan 8 GB/128 GB tanpa dukungan slot kartu microSD. Bagi pengguna yang menyimpan banyak foto, video, aplikasi, atau game, kapasitas tersebut berpotensi terasa terbatas setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu.

Skor Geekbench single-core
Motorola Edge 70 Fusion
Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4
1,280
Tecno Pova 8 5G
MediaTek Dimensity 7100
982
Geekbench mengukur performa CPU pada beban kerja single-core dan multi-core (semakin tinggi skornya, semakin baik).


Manajemen suhu menjadi salah satu aspek yang masih perlu ditingkatkan pada Tecno Pova 8. Selama pengujian, suhu bodi meningkat lebih dari 8 derajat Celsius setelah digunakan untuk bermain game selama sekitar 30 menit. Meski terasa lebih hangat saat digenggam, peningkatan suhu tersebut belum sampai mengganggu kenyamanan penggunaan secara signifikan.

Skor Geekbench multi-core
Motorola Edge 70 Fusion
Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4
3,475
Tecno Pova 8 5G
MediaTek Dimensity 7100
2,853
Geekbench mengukur performa CPU pada beban kerja single-core dan multi-core (semakin tinggi skornya, semakin baik).


Di sisi lain, performa gaming masih tergolong memadai. Optimasi software yang dilakukan Tecno membuat sejumlah game populer dapat berjalan dengan lancar, sehingga pengalaman bermain terasa lebih baik dibandingkan dengan yang tergambar dari spesifikasi hardware maupun skor benchmark semata.

Sistem operasi HiOS juga menjadi salah satu nilai tambah perangkat ini. Antarmukanya terasa ringan dan responsif, sementara bahasa desain Glow Space menghadirkan tampilan yang lebih modern pada berbagai elemen, seperti panel pengaturan cepat, aplikasi bawaan, dan layar panggilan. Tecno juga melengkapinya dengan sejumlah fitur berbasis AI serta opsi personalisasi yang cukup beragam.

Ponsel PintarAplikasi Pra-instal Dukungan Perangkat Lunak
Tecno Pova 8 5G462 Tahun Pembaruan OS + 3 Tahun Pembaruan Keamanan
Motorola Edge 70 Fusion413 Tahun Pembaruan OS + 5 Tahun Pembaruan Keamanan

Meski demikian, masih terdapat ruang untuk penyempurnaan. Beberapa aplikasi bawaan belum menggunakan bahasa desain terbaru sehingga tampilan antarmuka terasa kurang konsisten. Selain itu, kebijakan pembaruan perangkat lunaknya juga masih tertinggal dibandingkan dengan beberapa kompetitor di kelas yang sama. Secara keseluruhan, HiOS tetap menawarkan pengalaman penggunaan yang nyaman dan menjadi salah satu keunggulan Tecno Povs 8.

Kamera: Warna natural, detail masih perlu ditingkatkan

Sektor kamera menjadi salah satu aspek yang paling terasa komprominya pada Tecno Pova 8. Ponsel ini dibekali kamera utama 50 MP yang ditemani sebuah kamera sekunder di bagian belakang, serta kamera depan 13 MP untuk kebutuhan swafoto. Dibandingkan dengan sejumlah kompetitor di kelas harga yang sama, konfigurasi tersebut tergolong sederhana karena belum dilengkapi OIS maupun kamera ultrawide yang dapat memberikan fleksibilitas lebih saat memotret.

Meski spesifikasinya tidak terlalu menonjol, performa kamera utamanya masih cukup memadai untuk penggunaan sehari-hari. Dalam kondisi pencahayaan yang baik, kamera mampu menghasilkan foto dengan reproduksi warna yang natural. Namun, tingkat detail yang ditangkap masih tergolong biasa, sementara kualitas gambar mulai menurun ketika memotret pada kondisi minim cahaya.

Dalam kondisi pencahayaan yang baik, kamera utama Tecno Pova 8 masih mampu menghasilkan foto yang memuaskan. Reproduksi warnanya cenderung natural dengan karakter yang mendekati kondisi asli. Namun, tingkat detail yang dihasilkan belum menjadi yang terbaik di kelasnya. Tekstur objek terlihat sedikit lembut dan penurunan kualitas gambar semakin terasa ketika kondisi cahaya mulai berkurang. Pada pemotretan malam hari, detail halus lebih mudah hilang saat foto diperbesar, sehingga performanya belum ideal bagi pengguna yang sering memotret dalam kondisi minim cahaya.



Karakter yang sama juga terlihat pada kamera depannya. Dalam kondisi cahaya yang cukup, kamera selfie 13 MP mampu menghasilkan foto dengan warna kulit yang natural dan tingkat detail yang memadai. Akan tetapi, ketika digunakan di dalam ruangan atau pada malam hari, pemrosesan gambar cenderung menerapkan efek penghalusan wajah secara agresif sehingga detail wajah tampak berkurang.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai performanya, kami membandingkan hasil kamera Tecno Pova 8 dengan Motorola Edge 70 Fusion. Berikut hasil perbandingannya.

Siang hari

Pada kondisi pencahayaan siang hari, Tecno Pova 8 mampu menghasilkan reproduksi warna yang natural dan mendekati kondisi aslinya. Dibandingkan dengan Motorola Edge 70 Fusion, karakter warnanya terlihat lebih akurat. Namun, keunggulan tersebut harus dibayar dengan tingkat detail yang masih berada di bawah kompetitornya. Edge 70 Fusion mampu menangkap tekstur objek dengan lebih tajam sehingga hasil fotonya tampak lebih kaya detail, terutama saat diperbesar.

Before image
POVA 8
After image
Motorola Edge 70 Fusion

Mode Portrait

Pada mode portrait, kedua ponsel mampu menghasilkan foto dengan kualitas yang memuaskan. Tecno Pova 8 kembali unggul dalam menyajikan warna kulit yang terlihat lebih natural dan mendekati kondisi aslinya. Sementara itu, Motorola Edge 70 Fusion menawarkan tingkat ketajaman yang lebih baik serta kemampuan pemisahan objek (edge detection) yang lebih rapi, sehingga efek bokeh tampak lebih presisi di sekeliling subjek.

Before image
POVA 8
After image
Motorola Edge 70 Fusion

Selfie

Pada sektor kamera depan, Tecno Pova 8 menunjukkan performa yang lebih unggul. Hasil foto selfie memiliki tingkat ketajaman yang lebih baik dengan pemrosesan gambar yang minim efek beautify, sehingga tekstur wajah tetap terlihat alami. Reproduksi warna kulit juga tampil akurat, membuat hasil swafoto terlihat lebih natural dibandingkan dengan kompetitornya.

Before image
POVA 8
After image
Motorola Edge 70 Fusion

Kondisi minim cahaya

Pada kondisi minim cahaya, Tecno Pova 8 masih menunjukkan keterbatasan dalam mempertahankan detail gambar. Meski demikian, kamera utamanya mampu mengontrol eksposur dengan baik serta menghasilkan efek lens flare yang lebih minim dibandingkan dengan Motorola Edge 70 Fusion. Pova 8 juga tetap mempertahankan karakter reproduksi warna yang natural, meski secara keseluruhan tingkat detail pada foto malam hari masih berada di bawah kompetitornya.

Before image
POVA 8
After image
Motorola Edge 70 Fusion

Kesimpulan akhir

Tecno Pova 8 menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya tampil berbeda di kelasnya. Desainnya yang berani dengan Alive Matrix Display menjadi daya tarik utama, dipadukan dengan baterai 8.000 mAh yang mampu bertahan hingga sekitar 1,5 hari dalam penggunaan normal. Untuk kebutuhan sehari-hari, performanya juga sudah memadai, sementara kameranya mampu menghasilkan reproduksi warna yang natural meski bukan yang paling tajam di kelasnya.

Di sisi lain, beberapa kompromi masih perlu dipertimbangkan. Penggunaan panel LCD terasa kurang kompetitif di segmen harga ini, sementara absennya varian penyimpanan 256 GB dan slot microSD membuat ruang penyimpanan menjadi lebih terbatas. Harga jualnya juga tergolong tinggi jika dibandingkan dengan spesifikasi yang ditawarkan.

Jika mengutamakan nilai keseluruhan, Motorola Edge 70 Fusion menawarkan paket yang lebih seimbang dengan layar AMOLED, bodi yang lebih ramping, kamera yang lebih kompetitif, serta performa yang sedikit lebih baik pada kisaran harga serupa.

Secara keseluruhan, Tecno Pova 8 bukanlah pilihan dengan value for money terbaik di kelasnya. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan desain unik, fitur Alive Matrix Display, dan daya tahan baterai di atas rata-rata, smartphone ini tetap layak dipertimbangkan.

Skor Editor: 7,8/10

Kelebihan

  • Desain unik dengan Alive Matrix Display yang tampil mencolok dan mudah dipersonalisasi.
  • Baterai 8.000 mAh menawarkan daya tahan yang sangat awet untuk penggunaan sehari-hari.
  • Kamera utama menghasilkan reproduksi warna yang natural pada kondisi pencahayaan yang baik.
  • HiOS terasa responsif, kaya fitur, dan nyaman digunakan untuk aktivitas harian.

Kekurangan

  • Panel LCD kurang kompetitif dibandingkan dengan layar AMOLED yang sudah umum di kelas harganya.
  • Hanya tersedia opsi penyimpanan 128 GB tanpa varian 256 GB maupun slot microSD.
  • Harga jual terasa kurang kompetitif jika dibandingkan dengan beberapa rival di kelas yang sama.

Spesifikasi Utama

Tecno Pova 8 5G
MediaTek Dimensity 7100Prosesor
6.76 inci (17.17 cm)Menampilkan
6 Gigabita RAM + 128 Gigabita
8 Gigabita RAM + 128 Gigabita
8 Gigabita RAM + 256 GigabitaRAM & Penyimpanan
50 MegapikselKamera Utama
13 MegapikselKamera Depan
8000 mAhBaterai
Lihat Spesifikasi Lengkap
Tecno Pova 8 5G Harga
Rp. 4.069.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Tecno Pova 8 5G: Desain Unik dengan Alive Matrix, Baterai Awet first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-tecno-pova-8-5g-desain-unik-dengan-alive-matrix-baterai-awet/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/07/POVA-8-review-feature-image-150x150.png150150
Review iQOO Z11x: Performa Bagus, Baterai Tahan Lama https://www.91mobiles.com/id/hub/review-iqoo-z11x-performa-bagus-baterai-tahan-lama/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-iqoo-z11x-performa-bagus-baterai-tahan-lama/#respond Mon, 20 Jul 2026 07:23:46 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=23805 Pasar smartphone kelas menengah kembali kedatangan penantang tangguh lewat peluncuran iQOO Z11x. Sebagai suksesor dari iQOO Z10x yang sangat populer tahun lalu, ponsel ini jelas memikul ekspektasi besar untuk mempertahankan reputasi pendahulunya. Di satu sisi, iQOO tetap mempertahankan resep suksesnya dengan membekali baterai raksasa, peningkatan chipset berkecepatan UFS 3.1, serta durabilitas tinggi. Namun, di sisi […]

The post Review iQOO Z11x: Performa Bagus, Baterai Tahan Lama first appeared on Indonesia Blog.

]]>
.perf_test { border-bottom: 1px solid #e0e0e0; padding: 20px 0 20px 0; } .perf_test_wrap { padding: 7px 0 1px; position:relative; } .sortcode-table th:last-child, .sortcode-table td:last-child { border-right: none; } .perf_test_wrap:before { content: ''; background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed54 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9.6%); position: absolute; left: 12%; top: 0; height: 100%; width: 100%; z-index: 1; } .pref-row { display: flex; align-items: flex-start; justify-content: space-between; background-image: repeating-linear-gradient(to right, black 1px, /* Line color & thickness */ transparent 1px 50px); z-index: 2; position: relative; margin: 3px 0; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: 1px 10px 0 0; height: 38px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 9.5%; } .perf-box { flex: 1; max-width: 100%; overflow: hidden; } .perf-num { flex: 0 0 20%; font-size: 16px; text-align: right; font-weight:normal; line-height: 25px; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 23%; } .perf-img img { max-width: 100%; border-radius: 0; max-height: 100% } .perf-meter { position: relative; font-size: 14px; font-weight: 400; height:20px; display: flex; align-items: center; } span.pref_meterbar { position: absolute !important; background: #ccc; height: 22px; width: 100%; left: 0; z-index: -1; border-radius: 2px; } .perf-meter span { margin: 9px 0 0; position: relative; width: 100%; padding: 0 6px; white-space: nowrap; text-overflow: ellipsis; overflow: hidden; color:#000000; } .perf-meter.thisphone span:first-child { font-weight: 600; } .thisphone .pref_meterbar { background: #FF9352; } .thisphone .perf-meter { color: #fff; } .perf-val { font-size: 12px; color: #7c7c7c; margin: 2px 0 10px; display: flex; align-items: center; font-weight:normal; } .perf_desc { text-align: center; font-size: 14px; margin-bottom: 30px; margin-bottom: 10px; } .greytxt { font-size: 14px; color: #777; line-height: 18px; display: block; } .perf_test_wrap .sprite-icn { background: url(https://www.91-cdn.com/images/hub/sort-code-widget-sprite.svg); background-repeat: no-repeat; } .sprite-icn.battery { background-position: 0px -16px; width: 19px; height: 15px; display: inline-block; } .sprite-icn.processor { background-position: 1px 1px; width: 19px; height: 17px; display: inline-block; } .sprite-icn.cam { background-position: 0 -31px; width: 19px; height: 11px; display: inline-block; } .perf-num.thisphone { font-weight: bold; } .td-container perf-img { flex: 0 0 8%; } .sortcode-container { width: 100%; overflow: auto; } .sortcode-table { width: 100%; background: #fff; text-align: left; border: solid 1px #e4e0e0; border-bottom: none; border-radius: 8px; border-collapse: unset; overflow: hidden; border-collapse: separate; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { border: none; padding: 8px 12px; line-height: 20px; border-bottom: solid 1px #d4d4d4; border-right: solid 1px #d4d4d4; min-width:120px; font-size:16px; } .sortcode-table thead { background-color: #FFECDE; font-weight: bold; height:48px; } .sortcode-table th { text-align: center; font-size: 16px; line-height: 20px; } @media only screen and (min-width : 1025px) { .perf_test { padding-top: 0px; overflow: hidden; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: -2px 7px 0 0; height: 50px; width: 46px; } .perf-img img { max-height: 100%; max-width: 100%; } .perf-num { flex: 0 0 9%; margin: -2px 0 0 16px; line-height: 25px; } .perf-val { font-size: 14px; margin-top: 7px; } .perf_test_wrap:before { left: 70px; } .td-pb-span12 .perf_test_wrap:before { left: 70px; } span.pref_meterbar{ height: 28px; } .pref-row { margin:13px 50px 0 0; } .perf_test_wrap:before { background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed87 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9%); margin: 3px 60px 0 0; } .perf_desc { margin-top: 22px; } .perf-meter { font-size: 16px; } .greytxt { font-size: 16px; line-height: 22px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 6.3%; margin: -2px 5px 0 0; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 16%; line-height: 28px; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { padding: 12px 12px; } }

Pasar smartphone kelas menengah kembali kedatangan penantang tangguh lewat peluncuran iQOO Z11x. Sebagai suksesor dari iQOO Z10x yang sangat populer tahun lalu, ponsel ini jelas memikul ekspektasi besar untuk mempertahankan reputasi pendahulunya. Di satu sisi, iQOO tetap mempertahankan resep suksesnya dengan membekali baterai raksasa, peningkatan chipset berkecepatan UFS 3.1, serta durabilitas tinggi. Namun, di sisi lain, peningkatan spesifikasi ini juga dibarengi dengan kenaikan harga yang cukup terasa. Mari kita bedah apakah peningkatan tersebut sebanding dengan harga yang ditawarkan.

Di pasar Indonesia, iQOO Z11x dibanderol dengan harga kompetitif mulai Rp 3,7 juta. Namun, apakah ponsel ini mampu mengungguli para kompetitor di kelas harga yang sama? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kesimpulan Singkat

iQOO Z11x menawarkan performa dan daya tahan baterai terbaik di kelas harga di bawah Rp 4 juta. Tak hanya itu, ponsel ini juga dibekali kamera utama yang mumpuni serta antarmuka yang mulus dan kaya fitur. Sayangnya, bobotnya yang tergolong berat serta absennya lensa ultra-wide membuat sektor kameranya kurang fleksibel bagi para pencinta fotografi.

Bodi Kokoh yang Terasa Mantap di Genggaman

Dari segi estetika, iQOO tidak melakukan perombakan desain yang radikal pada iQOO Z11x jika dibandingkan dengan Z10x. Saya pribadi menyukai modul kameranya yang kini dibuat lebih minimalis, namun tetap mempertahankan konfigurasi dua kamera, IR blaster, lampu kilat, serta lingkaran RGB Dynamic Light di dalamnya. Unit ulasan yang saya uji adalah varian warna Titan Black dengan finishing matte reflektif. Selain itu, iQOO juga menyediakan opsi warna Prismatic Green yang menampilkan pola kotak-kotak yang unik.

iQOO Z11x design
Seperti yang sempat saya singgung dalam impresi awal, dengan bobot mencapai 218 gram dan ketebalan 8,39 mm, iQOO Z11x memang terasa cukup berat saat digenggam. 

Untungnya, berkat sudut-sudut bodi yang membulat, ponsel ini tetap nyaman digenggam dengan satu tangan tanpa membuat telapak tangan terasa sakit. Selain itu, berkat sertifikasi IP68/69+, perangkat ini memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap paparan air dan debu.

Layar LCD dengan Reproduksi Warna yang Cukup Hidup

Sektor layar bukanlah fokus peningkatan utama pada iQOO Z11x dibandingkan dengan pendahulunya. Mengusung panel LCD berukuran 6,67 inci dengan resolusi FHD+ (2344 x 1080 piksel), layar ini memang agak tertinggal dalam menyajikan kontras tinggi dan warna hitam yang pekat jika disandingkan dengan kompetitornya seperti Realme P4 dan Moto G86 Power. Kendati demikian, layar iQOO Z11x masih mampu menyajikan reproduksi warna yang cukup hidup saat digunakan untuk menonton film di platform OTT atau video YouTube, terutama setelah mengaktifkan mode “Bright” pada pengaturan warna layar.

iQOO Z11x display
Spesifikasi layar lainnya mencakup refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan maksimal hingga 1.200 nits. Pengoperasian layar terasa sangat mulus pada refresh rate 120 Hz, meski ada satu catatan kecil: setiap kali menginstal aplikasi baru, sistem secara otomatis mengaturnya ke 60 Hz atau 90 Hz. Untungnya, Anda bisa memaksa semua aplikasi berjalan di 120 Hz melalui menu pengaturan refresh rate. Untuk tingkat kecerahannya sendiri, layar ponsel ini masih cukup mumpuni dan nyaman digunakan di bawah terik matahari untuk membaca konten.

Performa Tangguh di Kelas Harganya

Di tengah minimnya kompetitor baru di kelas harga di bawah Rp 4 juta, kehadiran iQOO Z11x yang ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7400 Turbo menjadi angin segar.

iQOO-Z11x-first-impressions-gaming
Meskipun kedua kompetitornya tersebut mengusung layar curved AMOLED yang tampak lebih premium, iQOO Z11x tetap menjadi pilihan yang sangat menarik bagi pengguna yang mengutamakan performa gaming mumpuni serta kinerja harian di harga Rp 3 jutaan.

Skor AnTuTu
iQOO Z11x 5G
MediaTek Dimensity 7400 Turbo
960,651
AnTuTu menilai CPU, GPU, memori, dan pengalaman pengguna ponsel pintar secara keseluruhan (lebih tinggi lebih baik)
Skor Geekbench Single-Core
iQOO Z11x 5G
MediaTek Dimensity 7400 Turbo
1,060
Geekbench menilai efisiensi inti tunggal (single core) dan banyak inti (multi core) pada CPU (lebih tinggi lebih baik)
Skor Geekbench Multi-Core
iQOO Z11x 5G
MediaTek Dimensity 7400 Turbo
2,826
Geekbench menilai efisiensi inti tunggal (single core) dan banyak inti (multi core) pada CPU (lebih tinggi lebih baik)

Sama seperti hasil benchmark, performa gaming iQOO Z11x juga sedikit lebih unggul dibandingkan dengan para rival terdekatnya. Saat saya menguji game Call of Duty: Mobile pada pengaturan grafis ‘Very High + Max’, ponsel ini mampu menghasilkan rata-rata 56,1 frame per detik (fps) selama 40 menit permainan, dengan suhu perangkat yang terjaga di angka 32 derajat Celsius. Pada skenario dan pengaturan yang sama, Poco M8 hanya mencatatkan rata-rata 51,3 fps, membuat iQOO Z11x memimpin.

Di game BGMI (PUBG Mobile versi India), iQOO Z11x kembali menunjukkan taringnya dengan menorehkan rata-rata 38,5 fps pada pengaturan ‘HDR + Ultra’. Sebaliknya, Poco M8 hanya sanggup meraih 28,5 fps dalam durasi pengujian 40 menit yang sama. Untuk penggunaan sehari-hari, performa iQOO Z11x terasa sangat mulus tanpa kendala lag atau penurunan performa, bahkan saat menjalankan banyak aplikasi di latar belakang secara bersamaan.

Sistem Operasi Mulus di Kelas Terjangkau

Menjalankan OriginOS 6, sektor software menjadi salah satu aspek yang paling saya sukai dari ponsel ini. Meskipun perangkat ini membawa cukup banyak game bawaan dan aplikasi pihak ketiga (bloatware), pengalaman navigasi antarmukanya tetap terasa sangat responsif. Berbeda dengan ponsel berbasis Realme UI, HyperOS, atau Moto Hello UI, iQOO Z11x menyajikan efek blur yang estetik serta animasi transisi yang mulus dan interaktif untuk memanjakan mata pengguna.

Ponsel PintarAplikasi Pra-instal Dukungan Perangkat Lunak
iQOO Z11x 5G642 Tahun Pembaruan OS + 4 Tahun Pembaruan Keamanan


Sebagai gambaran, animasi saat membuka dan menutup aplikasi, transisi Origin Island, hingga efek membal saat membuka panel quick Settings atau Recent Apps terasa sangat mirip dengan jajaran ponsel flagship iQOO yang menjalankan OriginOS 6, seperti iQOO Neo 10 dan iQOO 15R. Satu-satunya aspek yang disederhanakan hanyalah efek blur visual, hal yang sangat wajar mengingat spesifikasi hardware kelas menengah yang diusungnya.

Di luar itu, sistem operasinya dibekali berbagai fitur cerdas seperti AI Writer untuk membuat dan merangkum teks, Office Kit untuk mengakses data ponsel di PC, panel Quick Settings ganda, dan masih banyak lagi.

iQOO Z11x software OriginOS 6
iQOO Z11x dijanjikan akan mendapatkan dua kali pembaruan sistem operasi (OS upgrade) dan empat tahun pembaruan keamanan. Dukungan ini sebenarnya sudah cukup memadai untuk ponsel kelas menengah, namun masih kalah bersaing dengan Realme P4 yang menjanjikan tiga kali pembaruan OS sejak peluncurannya.

Daya Tahan Baterai yang Luar Biasa

Berbekal baterai raksasa berkapasitas 7.200 mAh, daya tahan baterai iQOO Z11x terbukti sangat tangguh selama masa pengujian saya. Untuk penggunaan kasual, ponsel ini bisa dengan mudah bertahan hingga lebih dari dua hari dalam sekali pengisian daya penuh. Pada pengujian PCMark Battery—sebuah aplikasi benchmark sintetis yang menyimulasikan aktivitas harian seperti mengedit video, membuka dokumen, menonton video, hingga berselancar di internet—ponsel ini mampu mencatatkan waktu bertahan hingga 20 jam.

Skor Baterai PCMark (dalam jam)
iQOO Z11x 5G
7200 mAh
20.0
Uji baterai PCMark mengukur masa pakai baterai ponsel dari 100% ke 20% (lebih tinggi lebih baik)

Jika dibandingkan dengan seluruh ponsel di bawah Rp 4 juta yang meluncur beberapa bulan terakhir, termasuk yang mengusung baterai 7.000 mAh, iQOO Z11x sukses menduduki posisi puncak. Berdasarkan pengalaman nyata saya, pada siklus pengisian daya pertama, ponsel ini sanggup bertahan selama 2 hari 10 jam untuk aktivitas seperti membuka Instagram, menonton YouTube, browsing, mencatat, dan navigasi harian lainnya. Selama periode tersebut, perangkat ini menghasilkan screen-on-time (SoT) hingga 9 jam dengan sisa baterai masih berada di angka 13 persen.

iQOO Z11x battery stats
Pada siklus pengisian daya kedua, iQOO Z11x bahkan mampu bertahan hingga lebih dari 3 hari. Hal ini membuktikan bahwa konsumsi daya saat ponsel dalam kondisi standby (idle drain) sangat minim, begitu pula saat digunakan secara aktif. Pola penggunaannya masih sama seperti siklus pertama, dengan fitur lokasi, Wi-Fi, dan jaringan seluler 5G yang terus aktif sepanjang hari. Berkat dukungan pengisian daya cepat 44 W, baterai berkapasitas 7.200 mAh ini dapat terisi relatif cepat, yakni sekitar 75 menit untuk mengisi dari 20 hingga 100 persen.

Ponsel Pintar Kapasitas Baterai Dukungan Pengisian Daya Waktu Pengisian Daya (20% hingga 100%)
iQOO Z11x 5G 7200 mAh NA 1h 16m

Kamera Utama dengan Sudut Pandang yang Agak Sempit

Untuk urusan fotografi, iQOO Z11x mengandalkan konfigurasi dua kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50 MP bersensor Sony IMX852 (f/2,4) dan sensor bokeh 2 MP. Sementara di bagian depan, terdapat kamera selfie 32 MP yang ditempatkan pada punch-hole melingkar.

Saat pertama kali mencoba mengambil gambar, saya langsung merasakan bahwa focal length bawaan kamera utamanya yang berada di angka 28 mm terasa agak sempit, terutama jika dibandingkan dengan Moto G96 yang memiliki focal length 24 mm. Alhasil, untuk mendapatkan komposisi gambar yang pas pada mode 1x, saya harus sedikit melangkah mundur saat memotret.

iQOO Z11x cameras
Secara umum, iQOO Z11x mampu menghasilkan foto dengan warna yang mendekati kondisi aslinya. Sayangnya, akurasi white balance dan temperatur warna terkadang kurang konsisten. Sebagai contoh, memotret objek yang sama dari sudut yang berbeda bisa menghasilkan tone warna yang tidak seragam. Meskipun tingkat detailnya sudah cukup memadai, performa kamera Z11x masih berada di bawah bayang-bayang kamera utama 50 MP bersensor Sony LYT700 milik Moto G96. Saat kondisi low-light, kamera Z11x tergolong cukup baik dalam mengontrol exposure pada sumber cahaya, meskipun ketajaman detailnya sedikit menurun—sebuah kompromi yang wajar untuk ponsel di kelas harga ini.

Untuk menguji kemampuan lainnya seperti mode potret dan selfie, saya membandingkan performa kamera iQOO Z11x dengan Moto G96 dalam beberapa skenario berikut:

Kondisi Siang Hari (Daylight)

Before image
iQOO Z11x
After image
Moto G96

Pada pengujian di siang hari, Moto G96 mampu menangkap detail yang lebih tajam dengan akurasi warna yang sangat mendekati aslinya. Di sisi lain, iQOO Z11x lebih unggul dalam menonjolkan detail pada area bayangan atau bagian foto yang lebih gelap.

Mode Potret (Portrait)

Before image
iQOO Z11x
After image
Moto G96

Untuk foto potret, meski detail gambar pada iQOO Z11x tidak setajam hasil jepretan Moto G96, ponsel ini lebih unggul dalam menyajikan warna kulit (skin tone) dan warna pakaian yang lebih akurat. Sementara untuk kerapian efek blur pada tepian subjek (edge detection), kedua ponsel ini menyajikan performa yang seimbang.

Kamera Depan (Selfie)

Before image
iQOO Z11x
After image
Moto G96

Beralih ke kamera depan, iQOO Z11x kembali memikat lewat reproduksi warna kulit dan tone keseluruhan yang natural dan sedap dipandang. Sebaliknya, hasil foto selfie Moto G96 cenderung memiliki highlight yang terlalu tinggi, sehingga membuat wajah subjek tampak terlalu putih.

Kondisi Low-Light

Before image
iQOO Z11x
After image
Moto G96

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, meski iQOO Z11x mampu mengontrol exposure dengan baik saat minim cahaya, Moto G96 menyajikan detail gambar yang lebih merata di berbagai sudut foto. Selain itu, reproduksi warna pada Moto G96 juga tampak lebih realistis.

Mode Malam (Night Mode)

Before image
iQOO Z11x
After image
Moto G96

Mengaktifkan mode malam khusus pada kedua ponsel ini rupanya tidak memberikan perbedaan yang signifikan, selain hanya sedikit meningkatkan ketajaman detail gambar.

Beberapa Fitur iQOO Z11x yang Perlu Anda Ketahui

Speaker Stereo: Berkat dukungan speaker stereo, iQOO Z11x mampu menghasilkan keluaran suara yang lantang untuk mendengarkan musik maupun menonton video. Volume speaker ini bahkan bisa ditingkatkan hingga 400 persen menggunakan fitur audio boost.

Haptic Feedback: Sama seperti kebanyakan ponsel kelas menengah lainnya, kualitas getaran (haptic feedback) pada iQOO Z11x tergolong biasa saja.

RGB Dynamic Light: Lampu LED melingkar di bagian punggung ponsel dapat memancarkan berbagai warna yang disesuaikan dengan skenario penggunaan, seperti saat ada notifikasi masuk, panggilan telepon, hingga pemutaran musik.

iQOO Z11x dynamic light

Kesimpulan Akhir: Apakah iQOO Z11x Layak Dipilih di Kelas Harga Rp 3 Jutaan?

Berdasarkan pengujian saya, iQOO Z11x sukses membuktikan ketangguhannya di sektor yang menjadi nilai jual utamanya, yaitu performa jempolan, daya tahan baterai luar biasa, serta bodi yang kokoh untuk kelas harga di bawah Rp 4 juta. Walau belum menggunakan panel AMOLED, kualitas layar LCD yang diusungnya masih menyajikan detail dan reproduksi warna yang cukup memuaskan untuk kebutuhan harian. Namun, jika keberadaan layar AMOLED adalah harga mati bagi Anda, maka Poco M8 atau jajaran ponsel tahun lalu seperti Realme P4, Moto G86 Power, serta CMF Phone 2 Pro patut masuk dalam radar pertimbangan.

Di sektor fotografi, kamera iQOO Z11x memang bukan yang tertajam di kelasnya. Meski sebagian besar jepretan tergolong lumayan oke, inkonsistensi temperatur warna yang kadang bergeser antara tone dingin (cool) dan hangat (warm) masih sering ditemui. Di sisi lain, berkat sertifikasi IP68/69+, ponsel ini memiliki proteksi ekstra terhadap cipratan air dan debu. Hanya saja, bobotnya yang mencapai 218 gram mungkin akan terasa kurang nyaman di tangan saat digunakan dalam durasi lama, setidaknya pada masa-masa awal pemakaian.

iQOO Z11x design shot
Secara keseluruhan, jika Anda mencari smartphone kelas menengah terbaru di kisaran harga Rp 3 jutaan yang mengutamakan performa tangguh, iQOO Z11x adalah opsi terbaik saat ini. Ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7400 Turbo, ponsel ini sukses menempatkan diri sebagai salah satu perangkat paling bertenaga di kelas harganya.

Tak hanya itu, iQOO Z11x juga menjadi jawara dalam hal efisiensi daya. Baterai raksasa 7.200 mAh miliknya terbukti sangat andal selama saya gunakan, dengan daya tahan yang sanggup menembus hingga lebih dari tiga hari. 

Skor Editor: 8,3/10

Kelebihan iQOO Z11x

  • Daya tahan baterai luar biasa yang bisa bertahan hingga dua hari lebih untuk penggunaan kasual.
  • Performa murni yang tangguh dan menyajikan pengalaman gaming yang sangat memuaskan di kelas menengah.
  • Sistem operasi dengan animasi transisi yang mulus dan interaktif khas ponsel flagship iQOO.
  • Hasil foto kamera utama menyajikan tone warna natural dengan detail yang cukup baik.

Kekurangan iQOO Z11x

  • Bobot ponsel yang mencapai 218 gram terasa cukup berat dan kurang nyaman untuk penggunaan durasi lama.
  • Absennya lensa ultra-wide membatasi kreativitas untuk mengambil foto dengan sudut pandang lebar.

Spesifikasi Utama

iQOO Z11x 5G
MediaTek Dimensity 7400 TurboProsesor
6.76 inci (17.17 cm)Menampilkan
6 Gigabita RAM + 128 Gigabita
8 Gigabita RAM + 128 Gigabita
8 Gigabita RAM + 256 GigabitaRAM & Penyimpanan
50 Megapiksel + 2 MegapikselKamera Utama
32 MegapikselKamera Depan
7200 mAhBaterai
Lihat Spesifikasi Lengkap
iQOO Z11x 5G Harga
Rp. 4.059.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review iQOO Z11x: Performa Bagus, Baterai Tahan Lama first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-iqoo-z11x-performa-bagus-baterai-tahan-lama/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/07/iQOO-Z11x-design-shot-scaled-1-e1784532125648-150x150.jpg150150
Review Realme 16: Mid-Range dengan Layar dan Baterai Mumpuni https://www.91mobiles.com/id/hub/review-realme-16-mid-range-dengan-layar-dan-baterai-mumpuni/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-realme-16-mid-range-dengan-layar-dan-baterai-mumpuni/#respond Mon, 20 Jul 2026 04:16:37 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=22955 Pasar smartphone kelas menengah kembali diramaikan oleh kehadiran Realme 16, penerus Realme 15 yang membawa sejumlah perubahan signifikan. Namun, di tengah kenaikan harga komponen global, Realme tampaknya harus mengambil beberapa kompromi. Ponsel ini hadir dengan chipset yang lebih sederhana, absennya kamera ultrawide, serta kecepatan pengisian daya yang lebih rendah dibanding ekspektasi di kelasnya.Lantas, apakah berbagai […]

The post Review Realme 16: Mid-Range dengan Layar dan Baterai Mumpuni first appeared on Indonesia Blog.

]]>
.perf_test { border-bottom: 1px solid #e0e0e0; padding: 20px 0 20px 0; } .perf_test_wrap { padding: 7px 0 1px; position:relative; } .sortcode-table th:last-child, .sortcode-table td:last-child { border-right: none; } .perf_test_wrap:before { content: ''; background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed54 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9.6%); position: absolute; left: 12%; top: 0; height: 100%; width: 100%; z-index: 1; } .pref-row { display: flex; align-items: flex-start; justify-content: space-between; background-image: repeating-linear-gradient(to right, black 1px, /* Line color & thickness */ transparent 1px 50px); z-index: 2; position: relative; margin: 3px 0; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: 1px 10px 0 0; height: 38px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 9.5%; } .perf-box { flex: 1; max-width: 100%; overflow: hidden; } .perf-num { flex: 0 0 20%; font-size: 16px; text-align: right; font-weight:normal; line-height: 25px; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 23%; } .perf-img img { max-width: 100%; border-radius: 0; max-height: 100% } .perf-meter { position: relative; font-size: 14px; font-weight: 400; height:20px; display: flex; align-items: center; } span.pref_meterbar { position: absolute !important; background: #ccc; height: 22px; width: 100%; left: 0; z-index: -1; border-radius: 2px; } .perf-meter span { margin: 9px 0 0; position: relative; width: 100%; padding: 0 6px; white-space: nowrap; text-overflow: ellipsis; overflow: hidden; color:#000000; } .perf-meter.thisphone span:first-child { font-weight: 600; } .thisphone .pref_meterbar { background: #FF9352; } .thisphone .perf-meter { color: #fff; } .perf-val { font-size: 12px; color: #7c7c7c; margin: 2px 0 10px; display: flex; align-items: center; font-weight:normal; } .perf_desc { text-align: center; font-size: 14px; margin-bottom: 30px; margin-bottom: 10px; } .greytxt { font-size: 14px; color: #777; line-height: 18px; display: block; } .perf_test_wrap .sprite-icn { background: url(https://www.91-cdn.com/images/hub/sort-code-widget-sprite.svg); background-repeat: no-repeat; } .sprite-icn.battery { background-position: 0px -16px; width: 19px; height: 15px; display: inline-block; } .sprite-icn.processor { background-position: 1px 1px; width: 19px; height: 17px; display: inline-block; } .sprite-icn.cam { background-position: 0 -31px; width: 19px; height: 11px; display: inline-block; } .perf-num.thisphone { font-weight: bold; } .td-container perf-img { flex: 0 0 8%; } .sortcode-container { width: 100%; overflow: auto; } .sortcode-table { width: 100%; background: #fff; text-align: left; border: solid 1px #e4e0e0; border-bottom: none; border-radius: 8px; border-collapse: unset; overflow: hidden; border-collapse: separate; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { border: none; padding: 8px 12px; line-height: 20px; border-bottom: solid 1px #d4d4d4; border-right: solid 1px #d4d4d4; min-width:120px; font-size:16px; } .sortcode-table thead { background-color: #FFECDE; font-weight: bold; height:48px; } .sortcode-table th { text-align: center; font-size: 16px; line-height: 20px; } @media only screen and (min-width : 1025px) { .perf_test { padding-top: 0px; overflow: hidden; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: -2px 7px 0 0; height: 50px; width: 46px; } .perf-img img { max-height: 100%; max-width: 100%; } .perf-num { flex: 0 0 9%; margin: -2px 0 0 16px; line-height: 25px; } .perf-val { font-size: 14px; margin-top: 7px; } .perf_test_wrap:before { left: 70px; } .td-pb-span12 .perf_test_wrap:before { left: 70px; } span.pref_meterbar{ height: 28px; } .pref-row { margin:13px 50px 0 0; } .perf_test_wrap:before { background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed87 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9%); margin: 3px 60px 0 0; } .perf_desc { margin-top: 22px; } .perf-meter { font-size: 16px; } .greytxt { font-size: 16px; line-height: 22px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 6.3%; margin: -2px 5px 0 0; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 16%; line-height: 28px; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { padding: 12px 12px; } }

Pasar smartphone kelas menengah kembali diramaikan oleh kehadiran Realme 16, penerus Realme 15 yang membawa sejumlah perubahan signifikan. Namun, di tengah kenaikan harga komponen global, Realme tampaknya harus mengambil beberapa kompromi. Ponsel ini hadir dengan chipset yang lebih sederhana, absennya kamera ultrawide, serta kecepatan pengisian daya yang lebih rendah dibanding ekspektasi di kelasnya.

Lantas, apakah berbagai kompromi tersebut masih sepadan dengan harga yang ditawarkan? Dalam ulasan ini, kami akan mengulas performa kamera, daya tahan baterai, pengalaman penggunaan, hingga berbagai aspek penting lainnya untuk mengetahui apakah Realme 16 masih layak menjadi pilihan di segmen menengah.

Kesimpulan

Realme 16 5G menawarkan paket yang solid di kelas menengah dengan layar berkualitas, baterai awet, desain ramping, dan kamera depan yang mumpuni. Namun, absennya OIS dan kamera ultrawide, performa yang kurang optimal untuk penggunaan berat, serta pengisian daya 60W membuatnya kurang menarik bagi pengguna yang mengutamakan performa dan fitur kamera yang lebih lengkap.

Desain ramping, ringan, dan nyaman digenggam

Realme 16 5G hadir dengan desain baru yang mengutamakan kenyamanan. Bodinya hanya setebal 8,1 mm dengan bobot 183 gram, tergolong ringan untuk sebuah smartphone yang dibekali baterai berkapasitas 7.000 mAh. Distribusi bobotnya juga terasa seimbang sehingga tetap nyaman digunakan dengan satu tangan dalam waktu lama.

Ponsel ini mengusung layar berukuran 6,57 inci yang menawarkan ukuran ideal. Dimensinya tidak sebesar smartphone flagship berlayar 6,8 inci, tetapi tetap memberikan area tampilan yang lebih lega dibanding ponsel ringkas berukuran 6,3 inci. Hasilnya, Realme 16 5G terasa pas digenggam tanpa mengorbankan kenyamanan saat menikmati konten.

Realme 16 5G tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Air White dan Air Black. Varian Air White tampil elegan dengan sentuhan premium, sekaligus mampu menyamarkan bekas sidik jari sehingga bodi tetap terlihat bersih. Sementara itu, Air Black menawarkan tampilan yang lebih sederhana dan minimalis bagi pengguna yang menginginkan desain klasik.

Kedua varian sama-sama dilindungi kaca Dragontrail Star D+ pada bagian depan. Untuk ketahanannya, Realme 16 5G telah mengantongi sertifikasi IP66, IP68, dan IP69, yang membuatnya tahan terhadap debu, cipratan air, hingga semprotan air bertekanan tinggi.

Ponsel Pintar Ketebalan Berat Peringkat IP
realme 16 5G 8.10 mm 183 gram NA

Modul kamera belakang Realme 16 5G menjadi salah satu elemen desain yang paling mencuri perhatian. Selain mengusung konfigurasi dua kamera, Realme juga menyematkan fitur unik bernama “Selfie Mirror”. Fitur ini berupa cermin kecil yang memungkinkan pengguna mengambil selfie menggunakan kamera belakang dengan melihat pantulan sebagai panduan untuk mengatur komposisi.

Dalam pengujian kami, Selfie Mirror bekerja dengan baik untuk swafoto seorang diri. Namun, saat digunakan untuk foto bersama, bidang pantul yang terbatas membuat proses mengatur komposisi menjadi sedikit lebih sulit. Efek distorsi dan pemotongan di bagian tepi cermin juga cukup terasa sehingga pengguna perlu sedikit menyesuaikan posisi agar seluruh subjek dapat masuk ke dalam bingkai.

Kamera mumpuni dengan sejumlah kompromi

Realme 16 5G mengusung konfigurasi dua kamera belakang yang terdiri dari kamera utama Sony IMX852 50 MP dengan bukaan f/1,8 serta kamera depth 2 MP. Sementara untuk kebutuhan selfie, ponsel ini dibekali kamera depan 50 MP.

Salah satu daya tariknya adalah kehadiran fitur Selfie Mirror yang memungkinkan pengguna memanfaatkan kamera belakang untuk mengambil selfie dengan lebih mudah. Dipadukan dengan desain modul kamera yang modern, bagian belakang Realme 16 5G tampil lebih premium dibandingkan sebagian besar pesaing di kelas harganya.

Meski demikian, sektor kamera justru mengalami sedikit penurunan dibanding generasi sebelumnya. Realme menghilangkan fitur OIS pada kamera utama sekaligus menghapus kamera ultrawide, sehingga fleksibilitas saat memotret menjadi berkurang, terutama bagi pengguna yang gemar mengambil foto dengan sudut pandang lebih luas.

Pada kondisi pencahayaan yang ideal, kamera utama Sony IMX852 50 MP mampu menghasilkan foto dengan eksposur yang seimbang, dynamic range luas, serta reproduksi warna yang cenderung lebih matang sehingga tampak menarik untuk langsung dibagikan ke media sosial. Kamera depan 50 MP juga memberikan hasil selfie yang tajam dengan warna kulit yang akurat.

Sementara itu, mode portrait mampu menghasilkan foto dengan detail subjek yang baik dan warna kulit yang natural. Meski demikian, proses pemisahan antara subjek dan latar belakang masih belum sepenuhnya konsisten. Pada area seperti rambut atau objek dengan detail halus, deteksi tepian terkadang masih terlihat kurang rapi.

Performa kamera mulai menunjukkan keterbatasannya saat digunakan dalam kondisi minim cahaya. Meski mode malam mampu membantu menghasilkan foto yang cukup baik, absennya fitur OIS membuat pengguna perlu menjaga tangan tetap stabil agar hasil foto tidak mudah buram.

Ketiadaan kamera ultrawide juga mengurangi fleksibilitas saat memotret, sementara kamera depth 2 MP tidak memberikan nilai tambah yang signifikan dalam penggunaan sehari hari. Secara keseluruhan, kemampuan kamera Realme 16 5G sudah memadai untuk kebutuhan fotografi kasual, tetapi masih kurang ideal bagi pengguna yang sering memotret dalam berbagai kondisi pencahayaan yang menantang.

Berikut adalah perbandingan langsung yang saya lakukan antara Realme 16 dan Redmi Note 15 Pro (ulasan) untuk melihat performa kamera keduanya dalam berbagai skenario pencahayaan:

Kondisi siang hari

Pada kondisi pencahayaan yang ideal, Redmi Note 15 Pro mampu menghasilkan foto dengan detail yang lebih kaya serta reproduksi warna yang lebih akurat dibanding Realme 16 5G. Karakter warna keduanya sama sama cenderung natural, tetapi Redmi Note 15 Pro mampu menampilkan warna merah dengan lebih presisi sehingga hasil foto terlihat lebih mendekati kondisi asli.

Di sisi lain, Realme 16 5G unggul dalam pengelolaan dynamic range. Kamera ponsel ini mampu mempertahankan detail pada area langit maupun bayangan dengan lebih baik ketika memotret di kondisi pencahayaan yang kontras, sehingga hasil foto tampak lebih seimbang.

Before image
Realme 16
After image
Redmi Note 15 Pro

Portrait

Pada mode potret, Realme 16 5G mampu menghasilkan warna kulit yang lebih natural dengan detail subjek yang lebih kaya. Hasil fotonya juga terlihat lebih mendekati kondisi asli sehingga cocok bagi pengguna yang mengutamakan reproduksi warna.

Sementara itu, Redmi Note 15 Pro unggul dalam kemampuan deteksi tepian subjek. Efek bokeh yang dihasilkan tampak lebih rapi, terutama di area rambut, kacamata, dan detail halus lainnya, sehingga memberikan pemisahan antara subjek dan latar belakang yang lebih presisi.

Before image
Realme 16
After image
Redmi Note 15 Pro

Kamera depan

Pada sektor kamera depan, Realme 16 5G tampil lebih unggul. Ponsel ini mampu menghasilkan warna yang lebih akurat dengan warna kulit yang terlihat natural. Detail wajah juga terekam lebih tajam sehingga hasil swafoto tampak lebih hidup.

Sebaliknya, Redmi Note 15 Pro menghasilkan foto yang cenderung lebih datar. Detail wajah tidak setajam Realme 16 5G sehingga subjek terlihat kurang menonjol dan kehilangan kesan segar pada hasil akhirnya.

Before image
Realme 16
After image
Redmi Note 15 Pro

Kondisi low light

Dalam kondisi minim cahaya dengan mode malam aktif, Redmi Note 15 Pro mampu menghasilkan foto yang lebih terang dengan pencahayaan yang lebih merata. Detail pada objek seperti ranting pohon dan tekstur bangunan juga terlihat lebih jelas sehingga hasil akhirnya tampak lebih tajam.

Di sisi lain, Realme 16 5G menghasilkan foto dengan karakter yang sedikit lebih gelap serta temperatur warna yang cenderung dingin. Detail pada area bayangan juga terlihat sedikit lebih lembut sehingga belum mampu menandingi hasil yang ditawarkan Redmi Note 15 Pro pada skenario ini.

Before image
Realme 16
After image
Redmi Note 15 Pro

Layar memanjakan mata, audio memuaskan

Realme 16 5G dibekali layar AMOLED Full HD Plus berukuran 6,57 inci dengan refresh rate 120 Hz yang mampu menyajikan pengalaman visual memuaskan. Panelnya menghasilkan warna yang kaya, sudut pandang luas, serta tetap nyaman digunakan di luar ruangan berkat tingkat kecerahan puncak yang diklaim mencapai 4.200 nits. Dalam pengujian kami, layar tetap terlihat jelas meski digunakan di bawah sinar matahari langsung.

Kenyamanan saat menatap layar juga menjadi salah satu keunggulannya. Dukungan PWM dimming 2.160 Hz membantu mengurangi kedipan layar, sementara kemampuan menampilkan hingga 1,07 miliar warna membuat gradasi warna terlihat lebih halus. Hasilnya, layar tetap nyaman digunakan untuk menonton video, bermain game, maupun membaca dalam waktu lama tanpa cepat membuat mata lelah.

Untuk pengalaman menikmati konten multimedia, Realme 16 5G masih memiliki beberapa keterbatasan. Ponsel ini belum mendukung sertifikasi HDR pada layanan streaming seperti Netflix, sementara pemutaran video di YouTube dibatasi hingga resolusi 1440p. Meski begitu, keterbatasan tersebut tidak terlalu memengaruhi pengalaman menonton. Pada layar AMOLED 6,57 inci beresolusi Full HD Plus, konten tetap terlihat tajam dengan detail yang memadai untuk penggunaan sehari hari.

Sebagai pelengkap, layar Realme 16 5G juga telah dilindungi kaca Dragontrail Star D Plus yang memberikan perlindungan tambahan terhadap goresan dan benturan ringan saat digunakan sehari hari.

Ponsel Pintar Layar Kecerahan Puncak
realme 16 5G 6.57 inci - Flexible AMOLED 4200 nits

Pengalaman multimedia Realme 16 5G semakin lengkap berkat kehadiran speaker stereo yang mampu menghasilkan suara lantang dan cukup seimbang. Ponsel ini juga menyediakan fitur peningkatan volume hingga 300 persen. Namun, pada tingkat volume tertinggi, kualitas suara mulai mengalami distorsi sehingga kami menyarankan penggunaan pada kisaran 90 persen atau di bawahnya untuk mendapatkan kualitas audio yang optimal.

Secara keseluruhan, Realme 16 5G menawarkan pengalaman visual dan audio yang memuaskan, menjadikannya salah satu pilihan menarik di kelas harganya untuk menikmati berbagai konten multimedia.

Performa memadai untuk kebutuhan harian

Realme 16 5G ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6400 Turbo yang dipadukan dengan GPU Mali-G57 MC2. Untuk penggunaan sehari hari, performanya sudah tergolong memadai. Membuka aplikasi, menjelajah media sosial, hingga menjalankan multitasking ringan pada varian RAM 8 GB dapat dilakukan dengan lancar tanpa kendala berarti.

Namun, saat digunakan untuk beban kerja yang lebih berat, performanya mulai menunjukkan keterbatasan. Aktivitas seperti menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan, mengekspor file berukuran besar, atau melakukan multitasking intensif terkadang memunculkan gejala lag. Karena itu, Realme 16 5G lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan aktivitas harian dibandingkan kebutuhan komputasi berat.

Skor AnTuTu
realme 16 5G
MediaTek Dimensity 6400 Turbo
611,679
AnTuTu mengukur performa keseluruhan smartphone, meliputi CPU, GPU, memori, dan pengalaman penggunaan. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin baik performanya

Berdasarkan hasil pengujian benchmark internal kami, Realme 16 5G memang mencatatkan skor yang berada di bawah sejumlah kompetitor di kelasnya. Meski demikian, performa saat digunakan bermain gim justru memberikan hasil yang cukup memuaskan dan lebih baik dari yang ditunjukkan oleh angka benchmark.

Skor Geekbench single-core
realme 16 5G
MediaTek Dimensity 6400 Turbo
812
Geekbench mengukur efisiensi prosesor dalam menangani beban kerja single-core dan multi-core. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin baik performa prosesornya.

Untuk kebutuhan gaming, Realme 16 5G mampu memberikan pengalaman yang cukup memuaskan. Gim populer seperti PUBG Mobile, Fortnite, dan Valorant Mobile dapat dijalankan dengan lancar pada pengaturan grafis menengah dengan frame rate yang stabil tanpa gangguan stuttering yang berarti.

Manajemen suhunya juga patut diapresiasi. Dalam pengujian gaming selama satu jam, suhu perangkat hanya meningkat sekitar 5,5 derajat Celsius. Hasil ini menunjukkan sistem pendingin bekerja dengan baik sehingga ponsel tetap nyaman digenggam dan tidak mengalami penurunan performa yang signifikan akibat thermal throttling.

Skor Geekbench multi-core
realme 16 5G
MediaTek Dimensity 6400 Turbo
2,068
Geekbench mengukur efisiensi prosesor dalam menangani beban kerja single-core dan multi-core. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin baik performa CPU dalam menjalankan berbagai tugas.

Antarmuka yang nyaman, namun dengan update software terbatas

Realme 16 5G menjalankan Realme UI 7.0 berbasis Android 15 yang menawarkan pengalaman penggunaan stabil dan responsif. Transisi animasi terasa mulus, sementara haptic feedback mampu memberikan respons yang presisi sehingga interaksi dengan antarmuka terasa lebih nyaman.

Realme juga menghadirkan bahasa desain baru bernama Misty Glass Design yang memberikan efek kedalaman pada elemen antarmuka sehingga tampil lebih modern dan premium. Di sisi lain, aplikasi Galeri bawaan telah dibekali fitur penyunting video yang cukup lengkap untuk kebutuhan edit cepat tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.

Meski pengalaman penggunaan tergolong memuaskan, dukungan pembaruan software menjadi salah satu aspek yang masih perlu ditingkatkan. Dibandingkan sejumlah kompetitor di kelas harga yang sama, masa pembaruan sistem operasi dan keamanan yang ditawarkan Realme masih relatif lebih singkat.

Saat pertama kali digunakan, Realme 16 5G sudah dilengkapi cukup banyak aplikasi bawaan sehingga tampilan layar utama terasa sedikit penuh. Meski demikian, sebagian besar aplikasi tersebut dapat dihapus dengan mudah sehingga tidak terlalu mengganggu pengalaman penggunaan.

Untuk dukungan perangkat lunak, Realme menjanjikan pembaruan sistem operasi selama 3 tahun dan pembaruan keamanan selama 4 tahun. Komitmen ini sudah tergolong baik, tetapi masih kalah kompetitif dibandingkan sejumlah pesaing yang kini menawarkan pembaruan sistem operasi hingga 5 tahun.

Baterai awet untuk penggunaan seharian

Baterai berkapasitas 7.000 mAh menjadi salah satu keunggulan utama Realme 16 5G. Dalam pengujian PCMark Battery Test, ponsel ini mampu mencatatkan daya tahan hingga 14,5 jam, menunjukkan efisiensi yang sangat baik untuk kelas menengah.

Hasil tersebut sejalan dengan pengalaman penggunaan sehari hari. Selama pengujian, Realme 16 5G mampu bertahan lebih dari satu hari untuk berbagai aktivitas, seperti media sosial, streaming, fotografi, navigasi, hingga komunikasi. Dengan screen on time sekitar 6 jam, kapasitas baterai masih tersisa sekitar 30 persen di penghujung hari. Bagi sebagian besar pengguna, daya tahan ini sudah lebih dari cukup untuk menemani aktivitas seharian tanpa perlu khawatir kehabisan baterai.

Skor PCMark Battery (dalam satuan jam)
realme 16 5G
7000 mAh
14.6
PCMark Battery Test mengukur daya tahan baterai smartphone dari kapasitas 100 persen hingga 20 persen. Semakin lama waktu yang dicatat, semakin baik daya tahan baterainya.

Untuk urusan pengisian daya, Realme 16 5G mendukung teknologi fast charging 60 watt yang mampu mengisi baterai berkapasitas besar dalam waktu relatif singkat. Dalam pengujian kami, perangkat membutuhkan waktu sekitar 70 menit untuk mengisi daya dari 20 persen hingga 100 persen. Hasil tersebut tergolong baik mengingat kapasitas baterainya mencapai 7.000 mAh.

Sebagai pelengkap, Realme juga menyematkan fitur reverse wired charging yang memungkinkan ponsel ini digunakan sebagai sumber daya untuk mengisi baterai perangkat lain melalui kabel. Fitur ini dapat menjadi nilai tambah saat dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Ponsel Pintar Kapasitas Baterai Dukungan Pengisian Daya Waktu Pengisian Daya (20% hingga 100%)
realme 16 5G 7000 mAh 60W Pengisian Cepat 1h 11m

Kecepatan pengisian daya 60 watt memang masih tergolong baik, tetapi terasa kurang kompetitif di kelas harganya karena sejumlah pesaing sudah menawarkan teknologi pengisian yang lebih cepat. Meski demikian, mengingat daya tahan baterainya mampu bertahan lebih dari satu hari, keterbatasan tersebut tidak terlalu berdampak pada pengalaman penggunaan sehari hari.

Kesimpulan Akhir

Dengan harga mulai Rp 5.399.000 untuk varian 8 GB/ 256 GB, Realme 16 5G menawarkan fondasi yang kuat sebagai ponsel kelas menengah. Daya tahan baterainya menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya, dipadukan dengan layar AMOLED yang cerah, kamera depan berkualitas, desain ramping, serta bodi tangguh berkat sertifikasi IP66, IP68, dan IP69. Kombinasi tersebut membuatnya sangat nyaman digunakan sebagai perangkat harian.

Di sisi lain, Realme 16 5G masih menyisakan beberapa kompromi. Absennya OIS dan kamera ultrawide membuat kemampuan fotografi kurang fleksibel dibanding sejumlah rivalnya. Performa chipset juga lebih ditujukan untuk penggunaan sehari hari dan mulai kewalahan saat menghadapi beban kerja berat. Selain itu, pengisian daya 60 watt terasa kurang kompetitif di kelas harganya.

Sebagai perbandingan, Redmi Note 15 Pro hadir dengan performa lebih tinggi serta sistem kamera yang lebih fleksibel sehingga menjadi alternatif yang lebih seimbang bagi pengguna yang mengutamakan performa.

Meski demikian, bagi pengguna yang mencari smartphone dengan baterai awet, layar berkualitas, desain nyaman digenggam, serta kamera depan yang mumpuni, Realme 16 5G tetap menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.

Penilaian Editor: 8,1/10

Alasan untuk membeli:

  • Layar AMOLED  cerah dengan warna yang hidup serta visibilitas tinggi di luar ruangan.
  • Desain ramping dan ringan meski dibekali baterai 7.000 mAh.
  • Daya tahan baterai sangat awet untuk penggunaan seharian.
  • Kamera depan menghasilkan foto yang tajam dan natural.

Alasan untuk tidak membeli:

  • Tidak dilengkapi kamera ultrawide dan OIS pada kamera utama.
  • Performa chipset kurang kompetitif di kelas harganya.

Spesifikasi Utama

realme 16 5G
MediaTek Dimensity 6400 TurboProsesor
6.57 inci (16.69 cm)Menampilkan
8 Gigabita RAM + 256 Gigabita
12 Gigabita RAM + 256 GigabitaRAM & Penyimpanan
50 Megapiksel + 2 MegapikselKamera Utama
50 MegapikselKamera Depan
7000 mAhBaterai
Lihat Spesifikasi Lengkap
realme 16 5G Harga
Rp. 5.747.000
Pergi Ke Toko
Rp. 5.999.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Realme 16: Mid-Range dengan Layar dan Baterai Mumpuni first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-realme-16-mid-range-dengan-layar-dan-baterai-mumpuni/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/03/realme_16_series_5g-10-1-150x150.jpg150150