
Sengitnya persaingan smartphone di pasar global membuat brand berlomba-lomba meninggikan angka penjualan ponsel besutannya. Counterpoint, lembaga riset pasar teknologi global, baru-baru ini mengumumkan ponsel apa saja yang penjualannya paling banyak sedunia pada periode kuartal-II (April-Juni) 2025.
Sebagaimana dihimpun 91Mobiles Indonesia dari Counterpoint (via GizmoChina), rupanya Apple kembali menduduki posisi pertama dengan penjualan paling banyak. Lalu untuk platform Android, Samsung menjadi merk yang paling mendominasi pasar.
Table of Contents
Daftar ponsel paling laris periode April-Mei 2025, Apple mendominasi dengan iPhone 16
Apple sekali lagi berhasil menduduki posisi puncak sebagai merk ponsel paling laris di pasar global. Keberhasilan ini lantaran iPhone 16 menjadi ponsel terlaris di dunia pada periode April-Mei 2025. Tidak sendirian, di bawahnya ada iPhone 16 Pro Max dan iPhone 16 Pro yang menduduki posisi kedua dan ketiga.
Lalu untuk platform Android, Samsung berhasil menjadi merk yang mendominasi pasar dengan penjualan terbanyak. Berikut ini daftar selengkapnya.

Ada empat ponsel Samsung yang masuk daftar 10 besar penjualan terbanyak yaitu Galaxy A16 5G di posisi ke-4, Galaxy A06 4G di posisi ke-5, Galaxy A16 4G di posisi ke-7, dan Galaxy S25 Ultra di posisi ke-8.
Uniknya, tiga di antara ponsel-ponsel ini memasuki segmen entry-level. Sementara, flagship Samsung satu-satunya yang masuk daftar adalah Galaxy S25 Ultra.
Adapun keberhasilan Galaxy A16 5G tampaknya didorong oleh kombinasi fitur yang praktis dan harga yang terjangkau. Di Indonesia, ponsel Rp 3 jutaan ini diotaki dengan Dimensity 6300 serta mendukung jaminan pembaruan OS utama selama 6 tahun. Tidak ada yang dapat menyaingi ponsel ini dalam hal pembaruan OS di rentang harganya.
Di antara ponsel-ponsel Samsung tersebut, ada iPhone 16e yang “nyempil” di posisi ke-6. Ini adalah model iPhone 16 series yang dibanderol paling terjangkau, mengalami penyunatan fitur sehingga tak lagi mengusung kamera ultra wide dan MagSafe. Terlepas dari absennya dua fitur ini, kehadiran chipset A18 tampaknya sudah cukup untuk menarik minat penggiat gawai.
Satu-satunya anggota iPhone 16 yang tidak muncul di daftar adalah iPhone 16 Plus. Dari tahun ke tahun, varian Plus pada iPhone memang kerap mengalami penjualan yang rendah dibandingkan “saudara-saudara”-nya. Diduga kuat hal inilah yang membuat Apple menghilangkan varian Plus di seri iPhone 17 dan menggantinya dengan iPhone Air.
Kendati merupakan pesaing langsung dari iPhone 16 Pro Max, Samsung Galaxy S25 Ultra rupanya masih kalah jauh lantaran menduduki posisi ke-8. Cukup “jomplang” dengan iPhone 16 Pro Max di posisi ke-2. Bahkan tak hanya iPhone 16 series, model keluaran generasi sebelumnya, iPhone 15, juga menempati posisi ke-10 di daftar.
Selain Samsung dan Apple, Xiaomi menjadi satu-satunya merk lain yang masuk daftar dengan Redmi 14C miliknya, menduduki posisi ke-9. Ini karena ponsel bersangkutan berhasil meraih penjualan yang kuat di pasar Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.
Mengapa Apple bisa mendominasi?
Ada sejumlah hal yang diduga menjadi alasan di balik keberhasilan Apple. Pabrikan ponsel yang bertempat di Cupertino, AS tersebut kerap dijuluki “the walled garden” lantaran punya ekosistem tertutup dan terintegrasi dengan sempurna. Jadi, begitu pemilik produk Apple sudah terlanjur dibuat nyaman dengan ekosistemnya, akan sulit untuk berpindah ke Android.
Lalu, iPhone sendiri memiliki citra sebagai produk premium, bergaya, dan aman untuk dipilih. Bahkan, di Indonesia sendiri, tak sedikit yang menjadikan iPhone sebagai simbol gaya hidup.
Namun ini bukan berarti Samsung kalah. Pasalnya, produk-produk flagship andalan Samsung seperti Galaxy S25 Ultra tetap unggul dari segi fitur S Pen dan juga kemampuan zoom kamera periskopnya.




