
Di posisi kelima ada Oppo yang juga mengalami pertumbuhan, meskipun tidak sebesar Xiaomi dan Transsion. Jumlah pengapalan ponsel Oppo (termasuk OnePlus) tercatat sebesar 103.6 juta unit dengan market share 8 persen.
Untuk merek tebesar selebihnya, secara berturut-turut setelah Oppo ada Vivo (market share 8 persen), Honor (5 persen), Lenovo (5 persen), Huawei (4 persen), dan Realme (4 persen).
Menurut analis senior Canalys Sanyam Chaurasia, posisi Apple dan Samsung yang tetap berada di urutan teratas disokong oleh demand tinggi atas model-model flagship dari dua pabrikan tersebut. Produk-produk iPhone dari Apple memang termasuk kategori flagship, sementara Samsung memiliki lini HP Galaxy S.
“Di pasaran high-end, konsumen semakin meminati versi premium dari seri ponsel flagship, ditambah dengan perbedaan yang jelas antara model-model di jajaran flagship,” uar Chaurasia. Artinya, model yang lebih tinggi dari lini ponsel flagship cenderung makin dilirik.
Misalnya, pengapalan iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max Apple pada 2024 tercatat 11 persen lebih besar dibandingkan iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max pada 2023, dengan volume mencapai 55 juta unit.
Kinerja penjualan iPhone 16 yang tinggi dibandingkan iPhone 15, menurut Canalys, didorong oleh kedua model Pro dari lini ponsel tersebut (iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max) yang dibanderol lebih tinggi dibandingkan versi non-pro.
Sementara itu, pada 2204 Samsung juga mencatat pengapalan lini ponsel flagship Galaxy S tertinggi sejak 2019, dengan kecenderungan makin mengarah ke model Galaxy S Ultra yang merupakan model teratas di seri HP tersebut.