
Persaingan smartphone memang tidak ada habisnya. Selama ini, dua perusahaan raksasa Apple dan Samsung kerap mendominasi pasar dengan produk-produk andalannya.
Apple unggul dengan memanfaatkan hype peluncuran iPhone series yang mengedepankan experience, dan Samsung unggul dengan fitur kecerdasan buatan yang mumpuni dan diversifikasi produk yang beragam.
Selain dua merk tadi, brand lain pun tidak mau ketinggalan. Pabrikan asal China seperti Xiaomi, Vivo, dan Transsion (Infinix, Itel, Tecno) juga berhasil mempertahankan volume penjualan yang tinggi.
Kelima merk yang disebutkan tadi kebetulan muncul pada daftar 5 merk smartphone paling laris di dunia, menurut laporan terbaru dari IDC yang dihimpun dari GizmoChina.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Samsung memenangkan posisi pertama dengan pengiriman smartphone hingga 58 juta unit per kuartal-II tahun 2025 (April-Juni 2025).
Dengan penjualan sebanyak itu, Samsung menguasai sekitar 19,7 persen pangsa pasar, naik 7,9 persen ketimbang tahun lalu pada periode yang sama dengan penjualan 53,8 juta unit.
Table of Contents
Galaxy A36 dan A56 disebut-sebut menjadi salah satu faktor kunci kesuksesan Samsung dalam membantu mendongkrak penjualan. Pasalnya, dua ponsel mid-range ini dibekali fitur AI menarik dengan harga bersaing.
Kendati menjadi juara pertama, angka pengiriman Samsung Q2 2025 ini menurun dibandingkan Q1 2025 yang sebanyak 60,6 juta unit. Hal ini karena penjualan pada Q1 2025 didongkrak oleh Galaxy S25 series.
Selain itu, diversifikasi produk yang ditawarkan Samsung juga berkontribusi dalam meningkatkan penjualan. Tidak seperti iPhone yang hanya berada di segmen flagship, Samsung menghadirkan segmen ponsel mid-range (Galaxy A series) dan juga sejumlah ponsel unik seperti Galaxy S25 Edge, Z Flip 7, Z Flip 7 FE, dan Z Fold 7.
Sementara untuk Apple, mereka diduga kalah saing lantaran para konsumennya yang menunda pembelian, karena ingin membeli iPhone 17 yang rilis pada September mendatang.
Laporan IDC tidak menyebutkan secara eksplisit alasan tiga merk lainnya berhasil menguasai pasar di peringkat 5 besar. Namun, Xiaomi diduga berhasil karena memiliki portofolio produk yang luas dan solid di kelas harga menengah dan entry-level.
Vivo pun demikian, memiliki daya saing kuat terutama di wilayah pemasaran negara berkembang. Lalu, keberhasilan Transsion Holdings yang terdiri atas Infinix, Itel, dan Tecno kemungkinan disebabkan dominasinya di pasar negara berkembang seperti Afrika dan Asia Selatan.