
Performa gadget mobile seperti smartphone terus mengalami peningkatan, sering dengan perkembangan teknologi hardware. Namun, selalu ada efek samping yang mengintai, yaitu suhu berlebih yang bisa memengaruhi kinerja karena chipset terpaksa throttling alias menurunkan kecepatan agar tak kepanasan.
Dampaknya, jika temperatur naik terlalu tinggi, kinerja ponsel keseluruhan bakal ikut menurun. Hal tersebut bakal terasa dalam skenario yang membutuhkan konsistensi performa, seperti bermain game. Jalannya permainan bisa tersendat atau menjadi kurang mulus apabila perangkat mengalami overheat.
Untungnya, sebagian ponsel modern sudah menerapkan teknologi pendingin canggih untuk memastikan suhu tetap terjaga, bahkan dalam situasi yang demanding. Peredam panas yang diterapkan bervariasi mulai dari vapor chamber berukuran besar, liquid cooling, hingga kipas terintegrasi, atau bahkan kombinasinya. Berikut ini beberapa di antaranya yang telah tersedia di Indonesia.
Table of Contents
Infinix GT 50 Pro dikemas dengan sistem pendingin HydroFlow Liquid Cooling Architecture. Berbeda dengan sistem pendingin internal pada umumnya, sisi bawah punggung ponsel ini dibuat transparan sehingga memperlihatkan pipa-pipa kecil berisi cairan pendingin di dalamnya.
Cairan pendingin ini punya warna berbeda-beda sesuai varian ponsel, yakni hijau untuk Black Abyss, biru untuk Silver Glacier, dan merah untuk Red Blaze. Pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan sistem ini melalui menu pengaturan. Ketika aktif, cairan dan gelembung udara bakal terlihat bergerak menyusuri jalur mikro yang dibuat dengan teknologi laser (Micron-Laser Flow Channel).
Sistem pendingin tersebut juga didukung oleh Dual Piezoelectric Ceramic Plate yang sanggup mengalirkan cairan hingga kecepatan 6,5 ml per menit. Infinix mengklaim bahwa cakupan pendinginannya meliputi 100 persen area chipset sebagai sumber panas utama. Pendinginan ini juga diperkuat dengan 3D Vapor Chamber (VC) besar seluas 7.700 mm persegi, serta total area pendingin mencapai 32.700 mm persegi dengan material Grafit Ultra Kristalin.
Tak hanya unggul dari segi pendinginan, Infinix GT 50 Pro juga akan memberikan pengalaman gaming bak konsol dengan tombol bahu generasi terbaru bernama Pressure-Sense GT Trigger. Tombol ini memiliki sensitivtas terhadap tekanan yang berbeda, serta mendukung empat jenis input, yakni ketukan (tap), tekanan keras (hard press), serta sapuan (slide) ke kiri atau ke kanan.
Fitur ini dirancang khusus untuk teknik bermain seperti claw grip, dengan tingkat sensitivitas yang dapat diatur hingga 10 level. Menariknya, tombol ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan kamera, seperti zoom in dan zoom out dengan hanya menggeser jari.
Untuk menunjang visualnya, Infinix menyematkan layar AMOLED 1,5K 6,78 inci dengan refresh rate 144 Hz. Ponsel ini ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate (4 nm) dengan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1.
Ponsel ini ditopang dengan baterai berkapasitas 6.500 mAh serta mendukung pengisian cepat 45 watt via kabel dan 30 watt nirkabel. Tersedia juga fitur bypass charging yang menyalurkan daya langsung ke perangkat untuk mengurangi panas saat bermain sambil charging.
Dalam paket penjualannya, Infinix menyertakan aksesori GT MagCharge Cooler 2.0, sebuah kipas magnetis eksternal yang sekaligus berfungsi sebagai wireless charger 15 watt. Infinix GT 50 Pro tersedia di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 6.999.000.
Mengusung slogan “Stay Cool, Stay Sooth”, ponsel ini menawarkan fitur langka yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel gaming kelas atas, yakni sistem pendingin aktif terintegrasi. Nubia Neo 5 GT adalah smartphone pertama dan satu-satunya di kelasnya yang dilengkapi built-in active cooling fan. Sistem ini menggunakan desain Through-Flow Duct, di mana sirkulasi udara diarahkan langsung ke area CPU dan baterai untuk memastikan frame rate tetap stabil di performa tertinggi.
Perangkat ini memiliki total area pembuangan panas seluas 29.508 mm persegi. Dalam pengujian internal, sistem ini diklaim mampu menjaga suhu maksimal perangkat di 38,9 derajat Celsius setelah dipakai gaming selama 1 jam, dengan rata-rata frame rate mencapai 119,96 FPS.
Untuk mendukung kontrol yang lebih presisi, Nubia turut menyematkan Neo Triggers 5.0 sebagai tombol bahu (shoulder trigger). Tombol ini memiliki touch sampling rate 550 Hz dengan latensi sangat rendah, yakni kurang dari 5,5 milidetik. Bukan itu saja, layarnya pun mendukung 3.049 Hz Instant Touch Rate untuk respons sentuhan tanpa delay.
Red Magic 11 Pro merupakan ponsel pertama di dunia yang menggunakan teknologi pendingin produksi masal berbasis cairan mengalir. Perangkat ini menggunakan AquaCore Cooling System yang meliputi cairan pendingin fluorinated (setingkat server AI) yang mengalur untuk menarik panas secara aktif dari area CPU dan baterai.
Ponsel ini juga memiliki vapor chamber 3D seluas 13.116 mm persegi, diklaim sebagai yang terbesar di industri ponsel saat ini. Red Magic 11 Pro juga dibekali kipas internal tahan air dengan kecepatan putar tertinggi di kelasnya, yakni 24 ribu RPM.
Tersedia juga komponen pendukung aerospace aluminum air duct dan graphite sheet dengan konduktivitas tinggi di bawah layar, serta thermal gel untuk memastikan transfer panas yang efisien.
Red Magic 11 Pro juga memiliki performa “monster” yang diotaki Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM LPDDR5T hingga 24 GB, serta penyimpanan UFS 4.1 Pro 1 TB. Sisi depannya dibekali panel BOE X10 AMOLED 6,85 inci dengan refresh rate 144 Hz dengan teknologi kamera bawah layar (under-display camera) 16 MP, sehingga layarnya terlihat bersih dari penampakan kamera.
Pengalaman gaming turut ditunjang dengan shoulder trigger 520 Hz yang sangat responsif, mendukung instant touch sampling rate hingga 3.000 Hz. Ponsel gaming mutakhir ini dijual di Indonesia dengan harga Rp 19.999.000.
Selain tiga perangkat di atas, masih tersedia dua smartphone lain yang dibekali kipas pendingin terintegrasi, yakni Redmi Turbo 5 dan Oppo K13 Turbo Pro. Sayangnya, dua ponsel ini belum tersedia di Indonesia.
Redmi Turbo 5 hadir sebagai ponsel gaming yang memprioritaskan performa dan daya tahan. Agar suhu tetap stabil, tersedia sistem pendingin 3D Ice Loop Cooling. Sistem ini terdiri dari lapisan stainless steel seluas 5.300 mm persegi yang dipadukan dengan Graphite Layer, diklaim menawarkan manajemen termal 3x lebih baik ketimbang sistem vapor chamber tradisional.
Performanya didukung dengan MediaTek Dimensity 8500 Ultra yang disertai RAM LPDDR5X hingga 12 GB dan penyimpanan UFS 4.1 seluas 256 GB. Sementara untuk layarnya, tersemat panel AMOLED 12-bit 6,59 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 120 Hz.
Perangkat ini juga disertai dengan fitur optimasi Wild Boost untuk memastikan gameplay berjalan mulus dan stabil pada frame rate tinggi. Baterainya memiliki kapasitas masif 7.540 mAh yang didukung pengisian 100W HyperCharge.
Uniknya lagi, bodi belakangnya menampilkan cincin RGB bernama Pixel Matrix dengan 8 pilihan warna yang dapat diprogram untuk menampilkan notifikasi. Lampu ini juga dapat disetel agar menyala saat bermain game.
Oppo K13 Turbo Pro hadir sebagai ponsel gaming yang menonjolkan inovasi pendinginan ekstrem dan kinerja papan atas. Oppo memperkenalkan teknologi Storm Engine, yang diklaim sebagai teknologi pendingin udara paling bertenaga di ponsel pintar.
Fitur utamanya adalah Active Cooling Fan, sebuah sistem kipas mikro sentrifugal dengan bilah tertipis (0,1 mm) yang mampu berputar hingga 18 ribu RPM. Desain ini didukung oleh saluran udara berbentuk “L” untuk meminimalkan hambatan aliran udara dan sirip pendingin (cooling fin) dengan kepadatan tinggi yang meningkatkan efisiensi pembuangan panas hingga 3 kali lipat.
Selain sistem pendingin aktif, ponsel ini juga dibekali pendingin pasif berupa vapor chamber raksasa seluas 7.000 mm persegi yang sangat tipis (0,29 mm). Materialnya menggunakan grafit dengan konduktivitas termal canggih serta gel termal standar industri untuk memastikan transfer panas yang optimal. Kombinasi ini memungkinkan perangkat menjalankan game pada 120 FPS secara stabil selama 3 jam dengan suhu permukaan tetap terjaga di kisaran 25 derajat Celsius.
Di sektor dapur pacu, Oppo K13 Turbo Pro diotaki chipset Snapdragon 8s Gen 4 yang dibangun dengan proses fabrikasi 4 nm TSMC, diklaim mampu mencapai skor 2,2 juta poin di AnTuTu. Layarnya menggunakan panel AMOLED 1,5K (2.800 x 1.280 piksel) 6,8 inci dengan refresh rate 120 Hz dan instant touch sampling rate 240 Hz guna memberikan respons sentuhan yang cepat saat bermain.
Saat ini, jumlah smartphone yang dibekali sistem pendingin canggih di Indonesia hanya berada dalam hitungan jari. Ke depannya, diharapkan bakal semakin banyak vendor ponsel yang berani memboyong perangkat dengan teknologi pendingin mutakhir ke Indonesia. Bukan tanpa sebab, seiring meningkatnya performa chipset dari tahun ke tahun, semakin besar pula kemungkinan overheating. Hal ini semakin menjadikan persoalan panas sebagai tantangan serius.