Daftar HP yang Sangat Menarik Tapi Tak Dijual di Indonesia

Sebagian pemerhati gawai di Indonesia mungkin kerap bertanya, “Mengapa HP-HP ini tidak rilis di Indonesia, ya?”. Ya, nyatanya memang banyak ponsel dengan spesifikasi dan fitur menarik yang hanya rilis di China atau pasar global saja. 

Rasanya memang akan menarik kalau ponsel-ponsel tersebut ikut dijual resmi di Indonesia. Namun, nyatanya tidak semua gadget cocok dengan selera konsumen Tanah Air, apalagi kalau melihat harganya. Di sisi lain, ada juga brand yang pernah bilang bakal hadir di Indonesia namun tidak jadi karena terkendala regulasi. 

Sejumlah ponsel luar negeri memang punya fitur dan spesifikasi menarik yang terasa cukup sayang untuk dilewatkan. Lantas, HP apa saja yang absen dari pasar Indonesia, tapi cukup membuat penasaran para gadget enthusiast? Berikut daftarnya. 

OnePlus

Meski namanya nyaris tidak pernah didengar oleh mayoritas penggiat gawai di Indonesia, OnePlus bukanlah pendatang baru di Tanah Air. Sebab, merk ini memang sempat hadir di Indonesia pada tahun 2015. 

Sayangnya perjalanan OnePlus di Indonesia tidak berlangsung lama. Pabrikan ponsel yang masih satu naungan dengan Oppo dan Realme ini mengalami kendala terkait kewajiban memenuhi syarat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

OnePlus 2, misalnya, saat itu sempat menjadi sorotan karena persoalan pemenuhan regulasi tersebut sampai-sampai tidak jadi rilis. Selanjutnya, OnePlus pun meninggalkan pasar Indonesia kendati memberikan sinyal akan kembali di kemudian hari. 

Pos akun resmi OnePlus Indonesia di Instagram. Sumber: hasil tangkapan layar 91Mobiles Indonesia.
Pos akun resmi OnePlus Indonesia di Instagram. Sumber: hasil tangkapan layar 91Mobiles Indonesia.

Pada tahun 2023, akun resmi OnePlus Indonesia kembali aktif dan mengunggah video yang menyapa konsumen Tanah Air. Di saat yang sama, dua smartphone yang diyakini sebagai OnePlus 11 5G dan OnePlus Nord 3 pun telah mengantongi sertifikasi TKDN sebesar 35,95 dan 36,65 persen. Tak sedikit pula yang menganggap hal ini sebagai pertanda bahwa OnePlus memang akan melakukan “comeback” di persaingan HP Tanah Air. 

Sayangnya, meski sudah lolos uji TKDN, dua HP tersebut nyatanya batal rilis di Indonesia. Akhirnya beredar rumor bahwa mereka tidak jadi kembali hadir di Indonesia. Pada Juni 2023, OnePlus pun mengakui adanya penundaan, dan hingga kini pun mereka belum kunjung menjadi pemain resmi di pasar dalam negeri. 

Absennya OnePlus di Indonesia tentu jadi hal yang disayangkan. Dulu, OnePlus sempat dikenal sebagai “flagship killer” karena kerap menawarkan spesifikasi tinggi di harga lebih terjangkau dari beberapa rivalnya. OxygenOS miliknya pun cukup digemari karena menjadi salah satu antarmuka paling ringan dan minim bloatware. OnePlus juga identik dengan fitur unik bernama Alert Slider untuk mengubah mode ring, vibrate, dan silent dengan mudah. 

Adapun komunitas OnePlus di Indonesia tergolong sangat kuat, dan hingga kini masih banyak konsumen Tanah Air yang menggemari produk mereka. Semoga ke depannya OnePlus bisa benar-benar kembali hadir di Indonesia. 

Oppo K series

Oppo K13 Turbo Pro.
Oppo K13 Turbo Pro.

Bagi penggiat gawai Tanah Air yang kerap memerhatikan merk Oppo, mungkin tidak akan mengelompokkan merk tersebut sebagai “HP gaming”. Wajar saja, karena Oppo Indonesia cenderung lebih memprioritaskan ponsel dengan kemampuan kamera yang memadai ketimbang performanya, terlebih pada sektor selfie

Namun, tahukah Anda bahwa Oppo kerap meluncurkan K series di sejumlah pasar seperti China dan India? Oppo K series cukup terkenal karena menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang cenderung bersahabat. Seperti Oppo K13 Turbo Pro, misalnya, menawarkan Snapdragon 8s Gen 4, baterai 7.000 mAh, dan kipas pendingin internal untuk gaming di harga 37.999 rupee (sekitar Rp 7 juta). 

Cukup disayangkan Oppo K series tidak menjadi bagian dari lini utama Oppo di Indonesia. Padahal, karakter seri tersebut sebenarnya cukup menarik untuk pasar Tanah Air, lantaran punya performa tinggi di harga yang masih lebih murah dari flagship

Redmi K series

Redmi K100 Pro series.
Redmi K100 Pro series.

Sama seperti OnePlus dan Oppo K series, ada satu lagi seri “flagship killer” yang tidak dihadirkan untuk pasar Indonesia yaitu Redmi K series. Lini ponsel ini sejak awal dikenal sering menawarkan rasio price-to-performance yang tinggi di China. 

Redmi K series umumnya menyuguhkan chipset kelas atas, layar berkualitas tinggi, kamera mumpuni, serta fitur-fitur premium dengan harga yang berdaya saing tinggi ketimbang flagship konvensional. 

Masalahnya, Redmi K series bukan menjadi bagian dari lini ponsel yang dipasarkan Xiaomi di Indonesia. Untungnya beberapa anggota seri Redmi K kerap mengalami rebranding, seperti Redmi K90 menjadi Poco F8 Pro, Redmi K90 Pro Max menjadi Poco F8 Ultra, Redmi K90 menjadi Poco F7 Pro, dan Redmi K80 Pro menjadi Poco F7 Ultra.

Yang terbaru adalah Redmi K100 Pro dan K100 Pro Max yang diduga sebentar lagi akan menyambangi pasar Indonesia sebagai Poco F9 Pro dan Ultra. Walhasil, strategi rebranding ini membuat konsumen Indonesia bisa menikmati sebagian dari teknologi Redmi K series, namun bukan dalam bentuk Redmi K series itu sendiri. 

iQoo 15 Ultra

iQoo 15 Ultra varian Silver.
iQoo 15 Ultra varian Silver.

iQoo 15 versi standar adalah HP pertama (dan salah satu yang termurah) dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 di Indonesia. Ponsel ini pun kerap menjadi “langganan” penghuni daftar 10 HP dengan skor AnTuTu terbaik karena punya performa gaming yang gemilang. 

Beberapa waktu setelah iQoo 15 rilis, pihak pabrikan asal China ini lalu merilis varian yang lebih canggih lagi, yaitu iQoo 15 Ultra. Berbeda dengan versi biasa, kini iQoo 15 Ultra dilengkapi dengan tombol bahu L dan R yang membuat pengalaman gaming jadi terasa seperti konsol. 

Selain itu, iQoo 15 Ultra juga menjadi satu dari segelintir HP keluaran 2026 di Tanah Air yang dibekali kipas pendingin aktif internal, sehingga lebih condong terhindar dari isu throttling. 

Sayangnya iQoo 15 Ultra hanya dirilis di negara asalnya pada Februari lalu, dan belum dapat kepastian apakah bakal rilis secara global atau tidak. Sebenarnya, selain iQoo 15 Ultra, pasar Indonesia sudah memiliki Red Magic 11S Pro dengan fitur-fitur serupa. Namun, kami rasa tak ada salahnya jika persaingan HP gaming papan atas bertambah satu pemain lagi agar opsi konsumen lebih terbuka. 

Xiaomi 17 Pro series

Xiaomi 17 Pro dan Pro Max
Xiaomi 17 Pro

Sekilas, pemerhati gawai di Indonesia mungkin akan bertanya, “Buat apa menyayangkan absennya Xiaomi 17 Pro dan Pro Max di Indonesia, di saat kita sudah kedatangan versi yang lebih tinggi lagi, Xiaomi 17 Ultra?”

Meskipun Xiaomi tidak merilis 17 Pro dan Pro Max di Indonesia, pasar dalam negeri masih kebagian Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Sementara Xiaomi 17 Pro dan Pro Max dipastikan hanya rilis secara eksklusif di China. Lantas, apa keistimewaan dua anggota ini?

Tidak seperti Ultra, varian Xiaomi 17 Pro dan Pro Max menawarkan fitur layar sekunder di bodi belakang yang sangat berguna dalam keseharian konsumen. Layar di punggung tersebut tentu tak hanya bersifat dekoratif, melainkan juga dapat digunakan sebagai “viewfinder” untuk melihat preview saat melakukan selfie memakai kamera belakang. 

Layar tambahan ini juga dapat menampilkan informasi jam dan notifikasi, widget, hingga game sederhana tanpa perlu melihat layar utama – sebuah fitur yang tidak tersedia pada Xiaomi 17 Ultra. Bukannya menyediakan layar di belakang, Xiaomi 17 Ultra lebih mementingkan setup kamera mutakhir dengan beragam fitur fotografi yang mumpuni. 

Samsung Galaxy Z TriFold

Samsung Galaxy Z TriFold
Samsung Galaxy Z TriFold

HP lipat tiga pertama dari Samsung memang tidak diniatkan sejak awal untuk rilis dalam jumlah besar. Oleh karena itu, rasanya cukup wajar Galaxy Z TriFold tidak hadir di Indonesia. 

Samsung Galaxy Z TriFold berbeda dengan kebanyakan foldable lain. Galaxy Z Fold 8/8 Ultra hanya punya satu engsel, sedangkan Z TriFold punya dua engsel sehingga membuatnya bisa dilipat dua kali.

Saat dibuka penuh, perangkat ini menampilkan layar utama 10 inci, lebih besar dari foldable biasa yang rata-rata berukuran 8 inci (Galaxy Z Fold 8 Ultra). Lalu saat dilipat, ponsel ini menampilkan cover screen seluas 6,5 inci. 

Walhasil, penggunaan Z TriFold ini benar-benar dapat menggantikan tablet dalam situasi tertentu, misalnya untuk menampilkan aplikasi catatan di sisi kiri, browser di sisi tengah, dan aplikasi chat di sisi kanan. 

Adapun Galaxy Z TriFold sendiri hanya dirilis untuk sejumlah negara seperti Korea Selatan, China, Taiwan, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.

Ke depannya, bukan tidak mungkin sebuah HP lipat tiga Samsung akan tersedia di Indonesia. Hal ini dikarenakan HP dengan konsep lipat tiga serupa juga sudah pernah resmi meluncur di Tanah Air, yaitu Huawei Mate XT Ultimate Design. 

Honor Robot Phone

Ponsel yang pertama kali diumumkan pada ajang MWC 2026 ini menawarkan pengalaman fotografi yang sangat inovatif. Baru meluncur di China pada bulan ini, Honor Robot Phone menawarkan kamera utama 200 MP yang dipasang pada gimbal tiga sumbu mekanis. Kameranya bisa bergerak mengikuti subjek saat merekam video, sehingga konsepnya lebih mirip kamera gimbal yang ditanam langsung ke HP.

Adapun Robot Phone ini memang sudah digadang-gadang bakal rilis juga di pasar internasional. Sayangnya, belum ada pengumuman resmi soal kehadirannya di Indonesia.

Honor Power 2 dan Win Turbo

Masih berbicara soal Honor, vendor ponsel tersebut baru saja melakukan comeback di Tanah Air pada Februari tahun lalu. Akan tetapi, sejumlah produk yang dirilis di sini hanyalah produk keluaran tahun 2024 seperti Magic V3, X9c, dan 200 Pro.

Belakangan, sang pabrikan telah merilis HP yang menarik bagi penyuka aktivitas outdoor, yakni Honor Power 2 dan juga Win Turbo. Keduanya merupakan salah satu HP mainstream pertama yang dikemas dengan baterai 10.000 mAh, sehingga memberikan masa pemakaian lebih panjang daripada mayoritas ponsel yang ada di pasaran saat ini. Sayangnya, dua smartphone ini masih bersifat eksklusif di pasar China.