
CES 2026 kembali menjadi panggung utama bagi produsen untuk memperkenalkan inovasi terbarunya. Pada event yang digelar di Las Vegas ini, sejumlah merk menghadirkan lini smartphone dan laptop terbaru dengan fitur-fitur yang unik.
Mulai dari ponsel lipat tiga dari Samsung, laptop berlayar rollable, hingga laptop gaming dengan dua layar, berikut ini kami sajikan deretan gadget inovatif kategori ponsel dan laptop yang sungguh mencuri perhatian di CES 2026.
Table of Contents
Ponsel lipat tiga pertama dan satu-satunya dari Samsung menjadi salah satu sorotan terbesar di CES 2026. Pasalnya, hingga kini Huawei masih menjadi brand satu-satunya yang pernah mengeluarkan ponsel trifold secara komersial. Kini saatnya brand besar seperti Samsung mulai menyusul.
Galaxy Z TriFold menghadirkan form factor yang unik, bisa berubah dari ponsel 6,5 inci menjadi tablet 10 inci. Dengan rasio 4:3 di layar utama, HP ini jauh lebih nyaman untuk dipakai menonton film, membaca, dan juga mengetik.
Bukan cuman itu, perangkat ini menawarkan panel AMOLED yang terang dengan warna yang cerah, sekaligus dibekali kamera utama 200 MP khas flagship Samsung terbaru. Perangkat ini disuplai dengan baterai berkapasitas 5.600 mAh, yakni kapasitas terbesar yang pernah ada di lini HP lipat Samsung.
Galaxy Z TriFold sendiri sudah resmi rilis di Korea Selatan pada 12 Desember 2025, dibanderol mulai dari 3.590.400 won atau sekitar Rp 40,6 juta.
Bosan memainkan game di laptop dengan layar yang cuman satu? Asus ROG Zephyrus Duo bakal mengatasi masalah tersebut. Sesuai namanya, laptop ini dibekali dengan Dual OLED display yang mendukung kecerahan hingga 1.100 nit. Akurasi warnanya disebut sangat tinggi, menjadikannya cocok untuk editing foto dan video di tingkat profesional.
Karena ini adalah laptop gaming, maka performanya pun sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Dengan GPU Nvidia RTX 5090, pengguna dapat memainkan game dengan frame rate kencang dan kualitas grafis 4K terbaik.
Layar utama dan layar keduanya memiliki ukuran yang sama besarnya (16 inci), mendukung kualitas warna DCI-P3 100 persen dengan delta E di bawah 1. Bentuknya yang unik membuatnya sanggup mengusung beragam mode penggunaan, seperti Dual Screen Mode (dua layar dipakai bersamaan), Laptop Mode (layout tradisional), Sharing Mode (meratakan kedua layar di atas meja untuk memperlihatkan konten ke teman), Book Mode (kedua layar dipasang berdampingan seperti buku), dan juga Tent Mode.
Laptop yang masih bersifat konsep ini memungkinkan ukuran layarnya “mengembang” menjadi lebih besar. Dari yang semula berada di aspek rasio 16:10 (16 inci), menjadi 21:9 dengan ukuran maksimal yang mencapai 24 inci.
Lenovo Legion Pro Rollable tampaknya terinspirasi dari kebiasaan beberapa gamer yang memakai monitor ultrawide untuk meraih bidang pandang lebih luas. Dengan layar laptop yang bisa diperbesar ini, pengguna serasa memiliki setup PC gaming portabel yang bisa dibawa ke mana-mana.
Layar laptop ini memanfaatkan mekanisme motor gandan dengan sistem tegangan khusus yang membuat perluasan panelnya terasa lebih halus, minim getaran, dan minim suara.
Dengan tiga ukuran yang bisa dipilih (antara 16 inci, 21,5 inci, dan 24 inci), perangkat bisa digunakan untuk beragam kebutuhan seperti kerja atau gaming ringan, multi-tasking, dan skenario yang memerlukan visual ultrawide immersive tanpa melibatkan monitor eksternal.
Dell memutuskan untuk mengembalikan nama XPS setelah sempat diganti pada generasi pendahulunya. Kini, brand asal Amerika Serikat ini berfokus pada kualitas yang membuat XPS populer yakni desain bodi premium, build quality yang solid, serta pengalaman penggunaan kelas atas.
Dell XPS 14 dan 16 dibekali dengan layar Tandem OLED beresolusi tinggi (2,8K untuk 14 inci dan 3,2K untuk 16 inci), mendukung OLED touch, gamut warna DCI-P3 100 persen, HDR True Black 500, dan kecerahan maksimal 500 nit.
Tersedia juga opsi IPS LCD hemat daya non-touch yang mendukung refresh rate variabel 1-120 Hz. Dengan refresh rate yang bisa turun hingga 1 Hz, layar ini sangat membantu menghemat daya ketika menampilkan teks atau gambar statis, kontras dengan varian Tandem OLED yang didukung refresh rate 20-120 Hz.
Laptop ini terasa gesit lantaran diotaki Intel Core Ultra 300 series (Panther Lake) dengan GPU Intel Arc. Kemampuan NPU-nya sanggup mengolah tugas-tugas kecerdasan buatan (AI) hingga 50 TOPs. Untuk memorinya, tersemat RAM hingga 64 GB LPDDR5x dengan penyimpanan SSD hingga 4 TB PCIe Gen 5.
Pada aspek konektivitasnya, Dell XPS 14 dan 16 mendukung webcam 8 MP 4K HDR dan Windows Hello, 3x port Thunderbolt 4, 1x port audio jek 3,5 mm, W-Fi 7, dan Bluetooth 6.0.
Perangkat ini dinilai lebih tipis, ringan, dan kokoh dibandingkan generasi sebelumnya. mengusung bobot 1,36 kg (14 inci) dan 1,65 kg (16 inci). Laptop ini juga dibekali dengan etching (ukiran halus) di palm rest berbahan kaca untuk menandai batas touchpad dengan lebih jelas.
Biasanya laptop gaming belum benar-benar dianggap “laptop gaming” jika belum memakai GPU discrete. Namun, kali ini Asus TUF Gaming A14 menawarkan sesuatu yang berbeda, lantaran hanya mengandalkan GPU terintegrasi.
Laptop ini menggunakan prosesor AMD Strix Halo dengan iGPU berkinerja tinggi, mendukung TDP hingga 85 watt pada Turbo Mode. Karena tidak memakai GPU khusus, form factor bodinya pun lebih ringkas ketimbang mayoritas laptop gaming lainnya.
iGPU Radon 8060S miliknya setara dengan kemampuan GPU discrete di kelas entry-level, memiliki clock speed dan jumlah Compute Unit yang sama dengan versi APU yang lebih mahal. Dengan laptop ini, pengguna dapat memainkan game AAA pada pengaturan menengah ke tinggi, pada resolusi 1080p hingga 1440p.
Asus TUF Gaming A14 ini juga dibekali NPU XDNA2 bawaan dengan kekuatan 50 TOPs, siap untuk menunjang kebutuhan AI lokal, fitur Copilot+ di PC+ dan aplikasi AI generasi baru.
Berbekal panel IPS 14 inci beresolusi QHD Plus (2.560 x 1.600 piksel) dengan refresh rate 165 Hz dan brightness 400 nit, layar ini sudah sangat ideal untuk memenuhi kebutuhan gaming dan produktivitas sekaligus menjaga baterai tidak cepat boros.