
Menjelang peluncuran globalnya yang diprediksi terjadi bulan depan, Samsung Galaxy Z Fold 8, Fold 8 Ultra, dan Flip 8 kembali terdaftar di lembaga sertifikasi lainnya yakni National Broadcasting and Telecommunications Commission (NBTC) Thailand.
Berdasarkan pantauan pada data sertifikasi NBTC, terdapat sejumlah perangkat Samsung yang telah mendapatkan status “approve” dan diproduksi di Korea Selatan. Perangkat yang dimaksud adalah SM-F976B (Galaxy Z Fold 8 Ultra), SM-F971B (Galaxy Z Fold 8), dan SM-F776B (Galaxy Z Flip 8).
Kehadiran tiga perangkat di NBTC ini sejalan dengan kemunculan mereka di database CMIIT China dan BIS India. Di Indonesia sendiri, trio foldable ini juga telah mengantongi sertifikat TKDN dengan nilai antara 36,10 persen hingga 39,03 persen.
Tahun ini, Samsung dilaporkan bakal menghadirkan varian baru bernama Galaxy Z Fold 8 Wide yang kemungkinan bakal dipasarkan sebagai varian “reguler”. Galaxy Z Fold 8 Wide ini mengusung aspek rasio 4:3 pada layar internal, memberikan pengalaman menyerupai tablet persegi. Layar utamannya diprediksi berukuran 7,8 inci dengan layar luar 5,4 inci, serta diduga memiliki bobot sangat ringan yaitu 201 gram.
Sementara itu, varian Galaxy Z 8 Ultra akan menjadi varian tertinggi dengan peningkatan baterai menjadi 5.000 mAh serta dukungan pengisian cepat 45 watt via kabel. Walau punya baterai yang lebih besar, perangkat Ultra ini disebut tetap tipis dengan ketebalan 4,1 mm saat terbentang dan 8,9 mm saat dilipat. Bobotnya pun dilaporkan hanya 215 gram.
Seluruh lini Galaxy Z Fold 8 dipastikan akan ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Performanya pun disebut bakal dipadukan dengan RAM hingga 16 GB dan opsi penyimpanan internal mulai dari 256 GB hingga 1 TB.
Agar suhunya tetap stabil untuk penggunaan intensif, Samsung akhirnya menyertakan sistem pendingin vapor chamber. Di sektor visual, kedua layar akan mendukung refresh rate 120 Hz dengan teknologi kaca ultra-tipis ganda (dual-layer ultra-thin glass) yang diklaim mampu menyamarkan bekas lipatan (crease) secara signifikan.
Dari bocoran render CAD (Computer-Aided Design) yang sempat beredar, Galaxy Z Fold 8 tampaknya tetap mempertahankan sudut-sudut tajam dan frame yang rata (flat). Terdapat tonjolan kamera setebal 5,5 mm yang kabarnya sengaja dibuat untuk memberikan ruang bagi pena digital S Pen.
Seluruh jajaran perangkat baru ini, termasuk Galaxy Z Flip 8 yang kabarnya akan menjadi ponsel lipat clamshell terakhir Samsung, diprediksi akan meluncur secara global pada acara Galaxy Unpacked yang dijadwalkan pada 22 Juli 2026. Soal harganya, Galaxy Z Fold 8 dilaporkan bakal mengusung harga rilis 1.999 dolar AS (Rp 35,6 jutaan), sebagaimana dihimpun dari Android Headlines.
Selain trio ponsel lipat, dua perangkat Samsung lainnya juga telah menampakkan diri pada laman sertifikasi NBTC yang sama. Kedua perangkat tersebut adalah SM-L345F (Samsung Galaxy Watch 9) dan SM-L715F (Samsung Galaxy Watch Ultra 2).
Beberapa hari lalu, Samsung Galaxy Watch 9 juga sudah terdaftar di salah satu laman sertifikasi Indonesia yakni SDPPI Postel Kemkomdigi, menandakan kehadirannya di Tanah Air yang akan terjadi dalam waktu dekat.