
Google dilaporkan tengah mengembangkan fitur baru bernama “Practice” pada aplikasi Google Translate yang dirancang untuk melatih pelafalan (pronunciation) pengguna agar terdengar selayaknya penutur asli (native speaker).
Fitur pelatih pelafalan ini ditemukan melalui pembedahan kode aplikasi alias APK teardown pada versi 10.10.37.885563132.3-release untuk perangkat Android, sebagaimana dikutip dari Android Authority.
Melalui pembaruan ini, Google Translate bakal bertransformasi dari yang semula hanya sekadar alat penerjemahan kata, menjadi aplikasi pembelajaran bahasa yang lebih intuitive. Nantinya, ketika pengguna menjalankan fungsi penerjemahan, akan muncul tombol “Practice” baru yang bersanding dengan opsi “Understand” dan “Ask”, dua pilihan yang sudah ada sebelumnya.
Table of Contents
Dalam mode “Practice” tersebut, pengguna dapat mendengarkan sampel suara dari hasil terjemahan serta sejumlah alternatif pelafalan lainnya. Pengguna juga dapat memanfaatkan kontrol kecepatan untuk memperlambat audio guna menangkap suara dengan lebih detail.
Setelah pengguna mendengarkan sampel suara, mereka cukup menekan tombol “Pronounce” untuk merekam suara mereka sendiri saat mencoba mengucapkan frasa tersebut. Teknologi kecerdasan buatan (AI) lalu akan mendengar dan menganalisis keakuratan atau performa dari pelafalan pengguna, kemudian memberikan skor penilaian.
Jika suara pengguna tidak terdengar jelas, misalnya karena suara lingkungan yang bising, aplikasi bakal meminta pengguna untuk mengulang pengucapan sekali lagi.
Yang membuat fitur ini semakin menarik adalah tersedianya panduan fonetik dalam format yang mudah dibaca oleh orang awam.
Ketimbang memakai simbol International Phonetic Alphabet (IPA) yang sering dianggap rumit, Google memilih format teks yang lebih intuitive agar pengguna bisa memahami cara pengucapan yang benar dengan lebih mudah dan cepat.
Meski fitur ini sangat terdengar menarik, Google masih belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal peluncuran fitur ini. Indikasi kuat menunjukkan bahwa fitur “Pronunciation” tersebut bakal memulai debutnya untuk bahasa Inggris dan Spanyol sebelum nantinya diperluas ke bahasa lainnya.
Perlu dicatat bahwa fitur ini ditemukan via pembedahan kode, sehingga masih terdapat kemungkinan fitur ini tidak akan rilis ke publik sama sekali.