
Kurang dari setahun setelah kehadiran GT 30 Pro, Infinix sudah menelurkan penerusnya di Indonesia. Perangkat bernama GT 50 Pro itu resmi hadir melalui acara peluncuran yang digelar di Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2026).
Seperti produk-produk sebelumnya dari lini GT Infinix, GT 50 Pro adalah ponsel gaming dengan ciri khas desain bernuansa gamer, lampu LED RGB, serta sepasang tombol shoulder trigger. Spesifikasi hardware yang diusung juga terbilang mumpuni untuk kelas harganya di kisaran Rp 6 jutaan.
Kali ini Infinix ikut menambah fitur istimewa berupa sistem pendingin liquid cooling untuk meredam panas ketika bermain. Tampilannya GT 50 Pro pun jadi menarik. Simak selengkapnya dalam rangkaian foto hands-on oleh 91mobiles Indonesia di bawah.
Table of Contents
Pertama kali melihat Infinix GT 50 Pro, mata langsung tertuju ke sisi bawah bagian punggungnya yang transparan sehingga memperlihatkan pipa-pipa kecil berisi liquid cooler di baliknya. Warna cairan pendingin berbeda-beda tergantung varian GT 5 Pro, yaitu hijau untuk Black Abyss, biru untuk Silver Glacier, dan merah untuk Red Blaze.
Sistem liquid cooling bernama HydroFlow Liquid Cooling Architecture ini bisa diaktifkan dan dinonaktifkan sesuai kebutuhan lewat menu Settings GT 50 Pro. Saat aktif, pengguna bisa melihat cairan coolant -dan gelembung udara di dalamnya- bergerak menyusuri jalur. Apabila tidak diaktifkan saat tak menjalankan tugas atau bermain game, cairan akan tampak berhenti.
Konsep serupa sebenarnya sudah lebih dulu diterapkan di perangkat lain seperti HP gaming flagship RedMagic 11 Pro yang dirilis di Indonesia pada awal 2026, tapi sistem cooling di GT 50 Pro tetap tampil unik, apalagi mengingat rentang harganya di kisaran Rp 6 jutaan.
Menurut Infinix, GT 50 Pro memiliki micro-pump liquid cooling berukuran terbesar di kelasnya dengan cakupan pendinginan yang meliputi 100 persen area chipset sebagai sumber panas utama. Sistem liquid cooling ini diklaim bisa menjaga stabilitas performa GT 50 Pro saat bermain.
Untuk lebih jauh menjamin konsistensi kinerja, dalam paket penjualannya, Infinix GT 50 Pro menyertakan pendingin ekstra berupa kipas magnetik eksternal GT MagCharge Cooler 2.0 yang sekaligus berfungsi sebagai wireless charger berdaya 15 watt.
Selain bagian transparan yang menampilkan sistem liquid cooler, elemen menarik lainnya di punggung GT 50 Pro adalah lampu LED RGB berbentuk empat garis yang disusun secara diagonal. Pola lighting berikut warna lampunya bisa dikustomisasi sesuai selera oleh pengguna.
Bukan seri GT dari Infinix namanya kalau tidak menyertakan sepasang tombol shoulder trigger untuk menunjang kegiatan bermain. Elemen yang menjadi ciri khas tersebut ikut disematkan di masing-masing ujung bahu GT 50 Pro, sejajar dengan tombol daya dan pengatur volume di sisi kanan.
Dua tombol trigger capacitve dan pressure sensitive ini merupakan generasi terbaru yang mendukung empat jenis input berbasis gestur gerakan jari: ketukan (tap), tekanan (hard press), dan sapuan (slide) ke arah kiri dan kanan. Seluruh kontrol bisa dikustomisasi lewat aplikasi XArena atau Game Assistant saat bermain.
Menurut Infinix, sepasang tombol bernama GT Trigger di GT 50 Pro ini dirancang khusus untuk mengakomodasi teknik bermain seperti claw grip, sekaligus memberikan kendali yang lebih cepat, presisi, dan responsif di dalam game.
Tombol GT Trigger juga dapat digunakan untuk menjalankan fungsi lain di luar game. Di aplikasi kamera, tombol kanan bisa dipakai untuk menjalankan fungsi zoom in dan zoom out dengan cara menggeser jari ke arah kanan atau kiri di atas permukaannya.
Pengambilan gambar dapat dilakukan dengan menekan tombol trigger sebanyak satu kali, sementara burst shot juga dimungkinkan dengan menekan dan menahan tombol. GT Trigger pun bisa dimanfaatkan sebagai shortcut untuk menjalankan fungsi tertentu pada ponsel dengan cara double press atau long press.
Seperti GT 30 Pro sebelumnya, dapur pacu Infinix GT 50 Pro diperkuat oleh chip Dimensity seri 8000 dari MediaTek, tapi kini diperbarui menjadi Dimensity 8400 Ultimate, dipadukan dengan RAM LPDDR5X dan media internal UFS 4.1. Ada dua pilihan konfigurasi memori yang bisa dipilih, yaitu 12 GB/ 256 GB dan 12 GB/ 512 GB.
Konfigurasi hardware di atas, dtambah sistem liquid cooling yang ikut mencakup vapor chamber berukuran 7.700 mm persegi, diklaim membuat Infinix GT 50 Pro sanggup menghasilkan skor lebih dari 2,2 juta poin di aplikasi benchmark AnTuTu. Untuk mendukung stabilitas jaringan kala bermain game, Infinix ikut menambahkan network chip buatan sendiri bernama N1.
Bisa dibilang bahwa GT 50 Pro semestinya memiliki cukup tenaga untuk menjalankan aneka game kompetitif dengan frame rate tinggi. Untuk mengimbangi hal tersebut, Infinix menyematkan layar AMOLED 6,78 inci (2.644 x 1.208 piksel, peak brightness 4.500 nits) yang sanggup menampilkan refresh rate hingga 144 Hz. Panel display ini identik dengan yang sebelumnya digunakan di GT 30 Pro.
Kapabilitas fast charging Infinix GT 50 Pro dipertahankan di angka 45 watt, berikut fast wireless charging 30 watt dan reverse charging. Namun, kapasitas baterainya meningkat sebesar 1.000 mAh menjadi 6.500 mAh.
Sistem operasi yang dijalankan adalah Android 16 berlapis antarmuka XOS 16 dengan jaminan upgrade versi Android hingga tiga generasi dan update patch sekuriti selama 5 tahun.
Soal harga, kalau dibandingkan dengan GT 30 Pro keluaran tahun lalu yang dijual mulai Rp 4 juta pada saat peluncuran, Infinix GT 50 Pro mengalami kenaikan yang signifikan. Ponsel ini dijual dengan harga Rp 6.999.000 untuk versi 12 GB/ 256 GB dan Rp 8 juta untuk versi 12 GB/ 512 GB.