
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Vivo resmi menghadirkan varian tertinggi dari lini X series miliknya yakni Vivo X300 Ultra. Perangkat yang menonjolkan kemampuan kamera setara DSLR hadir sebagai standar baru dalam pengalaman fotografi dan videografi mobile bagi kreator konten di Tanah Air.
Dalam sebuah acara hands-on yang digelar Vivo di kawasan Kota Tua, Jakarta, tim 91Mobiles Indonesia berkesempatan menjajal perangkat mutakhir ini sekaligus mengetahui tampilannya secara dekat. Bagaimana rasanya menggenggam Vivo X Ultra pertama di Indonesia tersebut? Simak pada ulasan singkat berikut ini.
Table of Contents
Saat tim kami menghadiri acara media hands-on yang digelar Vivo, kami menerima unit ponsel Vivo X300 Ultra dalam tiga kotak yang berbeda. Kotak pertama berisikan unit ponsel itu sendiri, sedangkan dua kotak lainnya merupakan kit teleconverter dan aksesoris Imaging Grip Kit.
Ketiganya datang dalam kotak berwarna hitam polos dengan tulisan logo “X300 Ultra” untuk kemasan unit ponsel, serta siluet ilustrasi untuk dua kemasan lainnya.
Di antara ketiganya, kemasan hand grip merupakan yang paling banyak isiannya, terdiri dari hand grip itu sendiri, phone case, mount kit, filter adapter ring, dan dua buah ring dekoratif.
Sementara itu, isian kemasan kit teleconverter hanya berisikan unit aksesoris yang dinamakan Vivo Telephoto Extender Gen 2 Ultra. Aksesoris pelengkap ini mampu memberikan jangkauan zoom ekstra pada focal length 400 mm atau setara 17x zoom optis.
Rasanya tidak salah jika menganggap Vivo X300 Ultra sebagai “DSLR killer”. Dari tampilannya saja sudah terlihat bahwa ponsel ini akan memberikan pengalaman fotografi maksimal setara profesional.
Vivo X300 Ultra tampil menawan dengan modul kamera belakang berbentuk lingkaran besar yang memenuhi sisi atas punggung ponsel. Vivo tampak sengaja menonjolkan aspek fotografi dengan memberikan aksen ring serta tulisan Zeiss dan logo “T” di tengahnya.
Lain halnya dengan Vivo X200 Ultra yang punya layar melengkung, Vivo X300 Ultra kini punya desain yang serba datar (flat) baik pada sisi layar depan maupun belakang. Hal ini membuatnya sekilas tampak tebal, namun justru terasa lebih mantap saat dipegang karena tidak mudah tergelincir dari tangan. Sekadar informasi,
Meski begitu, tidak dapat disangkal bahwa ponsel ini terasa agak berat dengan bobot sekitar 230-an gram. Cukup wajar, mengingat adanya serangkaian komponen kamera yang kompleks di dalamnya.
Penempatan tombol di HP ini tidak terlalu berbeda dengan ponsel kebanyakan. Malahan, tombol fisik shutter yang semula hadir pada X200 Ultra jadi dihilangkan pada X300 Ultra.
Sisi bodi kanan kini hanya menampung tombol power dan volume, sedangkan sisi bawahnya dipenuhi dengan port USB-C, speaker grille utama, dua mikrofon, dan slot kartu SIM. Sisi atasnya tampak bersih dengan menyisakan tiga lubang kecil sebagai speaker kedua.
Material bodinya sungguh terasa premium lantaran menggunakan Armor Glass di bagian depan dan belakang. Sedangkan, bingkai alias frame dirancang dengan bahan aluminum.
Meskipun sudah tidak ada tombol fisik bawaan, Vivo menyediakan aksesoris hand grip yang dapat dipasangkan di sisi bawah bodi (dalam kondisi portrait). Grip ini akan membuatnya terasa seperti DSLR sungguhan, dengan tombol shutter yang bisa ditekan sedikit untuk mengunci fokus, dan akan mengambil foto ketika ditekan lebih dalam lagi.
Vivo X300 Ultra di pasar global tersedia dalam varian warna hitam, perak, dan hijau. Unit yang dipegang tim 91Mobiles Indonesia kebetulan berwarna hijau, memiliki nuansa dual-tone yang membuatnya tidak terlalu monoton.
Perihal ketahanan bodinya, smartphone ini juga sudah tersertifikasi IP68 dan IP69, sehingga condong lebih kuat saat menghadapi paparan debu dan rendaman air sedalam 1,5 meter selama 30 menit.
Beralih ke sisi depan, perangkat ini sungguh memberikan layar cukup luas dengan ukuran 6,82 inci menggunakan panel LTPO AMOLED.
Resolusinya yang sebesar 1.440 x 3.168 piksel membuat isi layar terlihat tajam dan memanjakan mata, dipercantik dengan refresh rate di atas rata-rata yakni 144 Hz. Kami pribadi tidak benar-benar mengecek apakah 144 Hz ini bekerja saat di antarmuka atau tidak. Namun yang pasti, setiap digulir, tampilan layarnya sungguh terasa buttery smooth.
Semua kamera belakang di HP ini layak dianggap “main camera”. Bukan tanpa sebab, Vivo X300 Ultra hadir dengan kamera utama 200 MP Sony Lytia 901 dengan focal length 35 mm, pertama kalinya di lini ponsel Vivo.
Kamera keduanya adalah periskop telefoto 200 MP (85 mm) dengan stabilisasi CIPA 7.0 yang mampu mengunci fokus pada objek bergerak secara akurat. Bahkan kamera ultrawide miliknya pun beresolusi 50 MP (focal length 14 mm), turut hadir dengan stabilisasi OIS.
Menariknya lagi, seluruh kamera tersebut sudah mendukung perekaman video Multi-Focal 4K 120 FPS dengan kedalaman warna 10-bit Log Video. Dengan kata lain, resolusi perekaman tersebut bakal bekerja untuk setiap focal length yang dipilih.
Untuk meningkatkan kapabilitas zoom melampaui normal, Vivo turut menyematkan aksesoris lensa teleconverter dengan jangkauan 400 mm untuk pasar Indonesia.
Pada aspek jeroannya, Vivo X300 Ultra ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan dengan chip pencitraan khusus bernama Pro Imaging Chip VS1+.
Chip tersebut berfungsi untuk menangani tahap awal pemrosesan foto dan video, seperti mengurangi noise, pengaturan exposure secara dasar, hingga persiapan multi-frame sebelum diteruskan ke chip imaging utama untuk pemrosesan lebih lanjut.
Dengan pembagian kerja seperti ini, proses pengambilan gambar jadi lebih cepat dan efisien, sekaligus dapat meningkatkan kualitas foto. Kehadiran chip tambahan ini juga untuk memastikan pengolahan file video Log berukuran besar tetap lancar dan tanpa kendala.
Menyoal software, Vivo X300 Ultra menggunakan antarmuka OriginOS 6 berbasis Android 16 terbaru. Ini merupakan salah satu ponsel pertama di Indonesia yang sudah memakai OriginOS, setelah sebelumnya masih bersifat eksklusif di pasar China. Fitur-fitur kecerdasan buatan (AI) yang hadir meliputi AI Writing Assistant, AI Captions, dan AI Image Editing. Perangkat ini juga ditopang dengan baterai BlueVolt berkapasitas besar 6.600 mh dengan dukungan pengisian daya cepat 100W FlashCharge.
Vivo Indonesia kini tengah membuka program Early Pre-Order yang berlangsung dari 4-11 Mei 2026 secara eksklusif di Vivo e-Store.
Calon pembeli yang berminat dapat memberikan uang muka sebesar Rp 2 juta yang nantinya bakal dikonversikan menjadi voucher pembelian pada periode peluncuran resmi. Debut resmi Vivo X300 Ultra di Indonesia dijadwalkan pada 11 Mei 2026.