
Ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 pada Maret lalu menjadi panggung bagi Honor untuk memamerkan inovasi terbarunya. Pabrikan teknologi asal China tersebut kala itu resmi memperkenalkan Honor 600 series yang menonjolkan kemampuan kreativitas berbasis kecerdasan buatan secara on-device.
Penerus dari seri Honor 400 ini menghadirkan fitur unggulan bernama AI Image to Video 2.0. Berbeda dengan teknologi sebelumnya, fitur ini diklaim sebagai model generasi video multi-modal terpadu pertama di dunia yang mampu berjalan langsung di dalam perangkat smartphone tanpa harus terhubung ke internet. Dengan begini, proses kreasi dapat berjalan tanpa mengorbankan sisi privasi, lantaran tidak ada gambar yang diunggah ke server.
Table of Contents
Salah satu keunggulan utama dari teknologi AI di Honor 600 series ini adalah integrasi alur kerja yang lebih matang. Jika biasanya perangkat harus berpindah-pindah antar aplikasi untuk membuat, memahami, dan menyunting video, Honor menyatukan ketiga tahapan ini dalam satu proses tunggal.
Dengan kerangka kerja visual-bahasa multi-modal, perangkat ini sanggup memproses input gambar, video, dan teks secara bersamaan. Pengguna bahkan dapat memberikan perintah lewat percakapan sederhana untuk menghasilkan atau mengedit video berkat pemahaman semantik yang lebih mendalam.
Honor juga kini menonjolkan aspek konsistensi visual untuk video yang dihasilkan. Dengan teknik konstruksi subjek dari berbagai sudut, video yang dihasilkan tetap stabil dan “nyambung” kendati terdapat gerakan kamera yang kompleks atau transisi pemandangan.
Media GizmoChina sempat menguji fitur ini untuk mengubah gambar sekumpulan kucing menjadi video. Dari hasil yang terlihat, tampak bahwa Honor 600 berhasil memberikan video yang natural, bahkan seolah-olah merupakan hasil rekaman sungguhan.
Perilaku kucing-kucing di video tersebut sungguh tampak asli. Saat salah satu kucing menghampiri kamera, video tersebut berhasil membuatnya sedikit blur seolah keluar dari area fokus, persis seperti video hasil rekaman sungguhan.
Dalam versi AI Image to Video 2.0 ini, Honor menghadirkan empat peningkatan signifikan. Yang pertama, pengguna dapat mengunggah satu atau beberapa foto lalu memberikan perintah teks untuk menentukan aksi spesifik di dalam video.
Yang kedua adalah kesanggupan AI dalam menghasilkan transisi halus antara dua foto berbeda sebagai bingkai pembuka dan penutup. Durasi videonya bisa diatur secara fleksibel antara 3-8 detik.
Ketiga, kini tersedia pustaka efek dan template seperti Hitchcock Zoom, Bullet Time, hingga efek transformasi lingkungan sekitar yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya video AI yang lebih memuaskan.
Keempat, Honor 600 series juga menyertakan tombol fisik AI khusus untuk akses cepat pembuatan video dari galeri maupun platform media sosial seperti Instagram dan WhatsApp.
Dengan fitur pengubah gambar ke video seperti yang dimiliki Honor 600 series, pengguna awam kini dapat menghasilkan konten estetik dan sinematik dengan lebih mudah, yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh editor profesional. Pengguna juga dapat memiliki kontrol penuh untuk mengatur alur cerita video sesuai keinginan dengan hanya memberikan instruksi lewat teks.
Soal ketersediaannya, Honor 600 series dijadwalkan bakal meluncur di Prancis pada 23 April mendatang. Fitur AI Image-to-Video ini nantikan akan digelontorkan kepada pengguna melalui pembaruan over-the-air (OTA).