
Table of Contents
Robot Phone dijuluki sebagai “robot” antara lain karena memiliki unit kamera belakang yang terpasang di stabilisasi gimbal mirip kamera vlogging macam seri Osmo Pocket dari DJI. Ketika diaktfikan, kamera dengan sensor 200 MP itu terlipat keluar, menyembul dari sisi atas ponsel, sehingga terlihat seperti kepala robot.
Sebagian fungsi utamanya mirip dengan kamera vlogging modern. Honor Robot Phone, misalnya, bisa melacak (tracking/ follow) posisi pengguna secara otomatis ketika merekam video/ melakukan video call, atau berputar 90/ 180 derajat dalam mode Spinshot.
Karena didudukkan di gimbal, terdapat pula teknologi stabilization untuk membuat perekaman video menjadi lebih mulus, bebas goyangan. Gimbal Robot Phone diklaim menjadi yang pertama di industri dalam menerapkan stabilisasi 3-axis.
Di luar urusan merekam konten. Robot Phone dapat berfungsi sebagai pendamping atau asisten pribadi berkat fitur AI yang ikut disematkan. Misalnya, pengguna bisa bertanya kepada sang HP robot lewat suara atau teks tentang cocok tidaknya baju yang dikenakan. Robot phone juga disebut bisa mengenali emosi hingga “berjoget” mengikuti irama musik.
Di luar kamera 200 MP, stabilisasi gimbal, dan segelintir fiturnya, masih belum banyak informasi lain yang diungkap terkait spesifikasi Honor Robot Phone.
Selain Robot Phone, Honor juga memamerkan robot lain yang berbentuk humanoid alias mirip manusia. Robot ini bisa menari dengan lincah bersama para dancer saat pertama kali diperkenalkan di panggung. Setelah acara, 91mobiles Indonesia sempat berinteraksi dan berjabat tangan dengan sang robot.
Seperti halnya Robot Phone, belum ada informasi lengkap mengenai robot humanoid Honor. Ada dugaan bahwa Honor bakal “mempekerjakan” robot humanoid miliknya di bidang customer service.
Honor sendiri sempat mengatakan bahwa robot-robot bikinannya bukan dimaksudkan untuk keperluan industri, tapi lebih condong ke konsumen dalam tiga skenario utama, yaitu asistensi belanja, inspeksi tempat kerja, dan pendampingan yang bersifat suportif.