Infinix GT 20 Pro review: Smartphone Gaming Yang Layak

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.0/10
Desain
 
8.0
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
8.0
/10
Kamera
 
7.5
/10
Kinerja
 
8.0
/10
Baterai
 
7.5
/10

Pros

  • Desain RGB yang estetik
  • Performa yang handal
  • Pendamping Game yang layak
  • Baterai yang tahan lama

Cons

  • Pengisian daya terasa biasa saja
  • Tanpa kamera Ultrawide

Saat ini mungkin tidak sulit bagi Anda untuk memilih smartphone dengan chipset kuat. Tentunya, untuk mendapatkan pengalaman terbaik saat bermain game. Trik sederhananya adalah mengikuti skema nomor model pada chipset, yakni semakin tinggi nomer, semakin baik performanya. Tetapi menemukan satu ponsel dengan kemampuan game bisa jadi sulit – tidak ada banyak pilihan smartphone game di pasar. Tentu Anda bisa mempertimbangkan ponsel ASUS ROG dengan anggaran lebih dari 10 jutaan. Tetapi jika anggaran dana Anda di bawah 5 jutaan, maka Infinix GT 20 Pro terbaru bisa jadi pilihan terbaik Anda.

Dengan memperkenalkan seri GT kedua, Infinix mencoba mendorong batas smartphone game melalui GT 20 Pro ini, Ponsel ini hadir dengan pengaturan lampu multi warna bawaan yang lebih fungsional di bagian belakang untuk menarik para gamer. Ada juga chipset Mediatek yang sudah ditingkatkan performanya dilengkapi chip khusus untuk meningkatkan permainan. Selain itu, layarnya juga relatif tinggi dengan bezel yang tipis untuk menghadirkan tampilan layar lebih baik. Jadi, apakah fitur-fitur ini bisa menarik basis pengguna yang berfokus pada game yang terus berkembang di Indonesia? Mari kita cari tahu.

Table of Contents

Keputusan

Hadir dengan lampu RGB yang estetik dan fungsional, HP ini juga menghadirkan layar yang jelas dan performa yang kencang, Infinix GT 20 Pro layak menjadi pilihan utama bagi para gamer dengan anggaran terbatas. Ponsel ini juga menawarkan baterai yang tahan lama digunakan, meskipun kecepatan pengisiannya perlu diperbaiki di seri selanjutnya. Terdapat juga aksesoris tambahan, seperti GT Mecha Case dan kipas pendingin, menambah banyak keserbagunaan pada paket penjualan HP ini. Hasil kameranya juga lumayan, setidaknya di siang hari. Tetapi untuk kondisi yang minim Anda bisa menggunakan fitur penyempurna.

Desain dan layar

Berdasarkan bentuk, Infinix GT 20 Pro memiliki kesamaan dengan Infinix GT 10 Pro yang dirilis tahun sebelumnya. Ponsel ini masih mempertahankan desain kotak dengan tepi yang melengkung. Bagian bodi belakang mendapatkan pola yang serupa, yang sekilas mengingatkan Anda pada Nothing Phone 2. Kamera belakang hadir dengan desain ditumpuk dengan strip neon yang membentang di atas potongan bundar neon. Ponsel terbaru ini hadir dengan 7 gram lebih berat (194gram), dan ini bukan ubahan yang besar.

Di sisi bodi terpasang tombol volume dan tombol daya, ada juga port USB Tipe-C di bagian bawah. IR Blaster juga dihadirkan dan ini merupakan fitur yang bagus untuk harganya. Namun, Anda tidak akan menemukan jack Audio 3.5mm. Langkah ini sama seperti produsen lain yang sudah menghilangkan jack 3.5mm.

Secara keseluruhan, Infinix GT 20 Pro mewujudkan estetika game dengan cukup sukses. Seperti yang disebutkan diatas, Anda mendapat pengaturan lampu LED yang lebih fungsional di bagian belakang. Pengaturan lampu RGB ini juga bisa dicoba di unit Mecha Orange yang saya review. Pilihan warna lainnya ada Mecha Silver dan Mecha Blue, keduanya sama-sama menarik. Casing khusus yang dihadirkan juga terlihat dan terasa premium. Casing ini cukup memberikan daya tahan bodi yang lebih baik.

Lampu RGB di bagian belakang ini dapat disesuaikan (ada delapan kombinasi warna dan empat efek pencahayaan), dan opsi ini dapat diakses melalui panel pengaturan cepat atau aplikasi pengaturan ponsel. Anda pun bisa mengatur lampu khusus untuk pemberitahuan tertentu. Yang membuatnya lebih keren adalah lampu ini dapat menyesuaikan dengan irama music yang sedang dimainkan di ponsel. Dan tentu saja, lampu RGB ini bisa disinkronkan dengan game yang Anda mainkan di smartphone, ini meniru estetika sebuah laptop gaming.

Saya senang Infinix GT 20 Pro menggunakan layar datar karena banyak keuntungannya saat digunakan main game. Ponsel ini menawarkan layar berukuran 6,78 inci dengan resolusi FHD+ (1.080 x 2.436 piksel), refrest rate hingga 144Hz yang baru dan kecerahan layar 1300nits. Layar juga mendapat fitur peredupan PWM 2.304Hz untuk mengurangi kelelahan pada mata dengan kecerahan rendah. Secara keseluruhan, pengalaman menonton di HP ini cukup jelas dan kuat, berkat panel AMOLED.

Untuk melengkapi pengalaman menontonnya, Infinix GT 20 Pro menawarkan dual speaker stereo yang bekerja sama dengan JBL. Meskipun saya tidak menemukan masalah berarti di audio saat volume keras, seharusnya ada tambahan bass akan menyempurnakan audio ponsel ini.

Performa, Gaming dan software

Infinix GT 20 Pro dilengkapi dengan SoC Mediatek Dimensity 8200 Ultimate terbaru yang terkenal sebagai salah satu chipset terbaik di segmen ini. Skor single-core Geekbench-nya sederhana, meskipun smartphone ini mampu mengungguli sebagai besar pesaing dalam hal benchmark multi-core dan AnTuTu (lihat gambar di bawah). Infinix juga layak mendapat pujian karena memperkenalkan teknologi RAM LPPDR5X di kelas harga terjangkau. Untuk varian dasar, yang saya ulas menawarkan RAM 8 GB dan penyimpanan tipe 3.1 sebesar 256GB. Untuk varian teratas hadir dengan RAM 12 GB dan harga 4,7 juta rupiah.

Seperti yang Anda harapkan, smartphone ini dapat memainkan game popular seperti BGMI, Call of Duty dan Genshin Impact dengan lancar. Gameplay dan grafiknya bahkan lebih baik dari yang saya harapkan, berkat chip gratis khusus (dibuat dengan PixelWorks), yang meningkatkan HDR dan menjaga Frame rate tetap stabil. Infinix bahkan telah mengoptimalkan BGMI untuk mendukung frame rate “extreme+’ (hingga 90Hz) dengan grafis yang halus. Call of Duty juga dapat dimainkan dengan pengaturan grafis tinggi.

Dibandingkan dengan para pesaingnya secara langsung, Infinix GT 20 Pro mengelola suhu dengan lebih efisien karena menggunakan teknologi VC Liquid Cooling Tech. Anda dapat mengharapkan manajemen suhu panas yang jauh lebih unggul dengan aksesoris kipas GT Cooling. Bahkan ada GT Sleeves untuk ibu jari yang dibundel dengan paket khusus, untuk membantu jika jari Anda berkeringat. Casing GT juga memberikan cengkraman yang kuat saat menggunakan smartphone ini dalam orientasi horizontal.

Selain untuk bermain game, Infinix GT 20 Pro menawarkan banyak fitur dan opsi penyesuaian lain. Pilihan utama saya tentu pengaturan mengenai tema game dan pencahayaan Mecha loop. Smartphone ini datang dengan sistem operasi XOS terbaru berdasar Android 14. Sistem ini layak mendapat pujian karena memiliki sedikit aplikasi bawaan sehingga memberikan pengalaman Android yang lebih bersih. Beberapa aplikasi bawaan yang masih tetap dapat dihapus.

Kamera

Mirip dengan pendahulunya, Infinix GT 20 Pro diberi keunggulan kamera 108MP, yang mendapat dukungan OIS (Optical Image Stabilisation). Ada dua kamera lagi dibagian belakang untuk makro dan portrait. Sedangkan untuk kaca depan terpasang kamera 32MP dengan model punch hole.

Secara dasar, Infinix GT 20 Pro mengutamakan keseimbangan warna dan white balance. Akibatnya, foto yang dihasilkan tampak lebih cerah sambil mempertahankan sedikit kontras dan sedikit bayangan. Jika Anda memilih menggunakan AI untuk pengoptimalan warna, gambar akan tampak lebih hidup, mungkin lebih hidup dari pemandangan yang sebenarnya. Ini mungkin beralasan karena beberapa pengguna ponsel saat ini ingin memposting di media sosial, tetapi seseorang harus berhati-hati saat menggunakan fitur tersebut.

Kamera utamanya bisa digunakan untuk memotret portrait dengan hasil yang lumayan baik. Infinix GT 20 Pro melakukan pekerjaan yang mengesankan dengan efek bokeh dan deteksi tepi yang tampak alami. Namun, saat memotret subjek manusia, kamera ponsel ini cenderung mempercantik kulit, bahkan ketika fitur AI sudah dimatikan. Akibatnya beberapa foto tampak tidak wajar, meskipun beberapa pengguna masih bisa menerima hal tersebut. Dalam hal mendeteksi nuansa merah secara akurat, kamera dapat melakukannya sedikit berlebihan. Menurut pengalaman saya, software mengubah bagian warna orange menjadi merah dan bagian warna merah menjadi merah muda. Ingatlah, hal ini jarang terjadi, dan beberapa alat pengeditan bisa mengatasi masalah warna merah ini.

Infinix GT 20 Pro
OnePlus Nord CE4

Hasil warna juga sama berlaku untuk video. Dalam Infinix GT 20 Pro, sanggup melakukan perekaman 4K pada 60fps, ini merupakan peningkatan yang baik di kelasnya. Dengan adanya OIS juga mampu memberikan kestabilan dalam merekam video 4K. Untuk kamera depan mendapatkan dukungan perekaman 2K, yang langka untuk smartphone di kelas harga tersebut. Saya juga terkesan dengan performa foto dan video dari kamera depan 32MP ini. Smartphone ini cenderung menghaluskan detail wajah, meskipun mampu mendeteksi kulit secara hampir akurat. Seperti yang saya katakan, ada pengguna yang lebih suka foto yang sempurna, jadi fitur penghalus ini belum tentu fitur yang buruk. Yang perlu diingat, selalu ada ruang untuk perbaikan ke depannya bagi infinix di sektor kameranya.

Menggunakan kamera depan di ponsel ini bisa sangat seru karena Infinix GT 20 Pro menawarkan fitur-fitur unik dalam mode portrait seperti filter AR yang terinspirasi Snapchat. Elemen menyenangkan ini tentu akan disukai banyak pengguna.

Bagaimana pun juga, seperti kebanyakan smartphone lain di segmen ini, fotografi di cahaya minim dengan Infinix GT 20 Pro membutuhkan penyempurnaan. Sekilas, gambar akan tampak dapat diterima, tetapi setelah diperiksa secara dekat dan jelas, Anda akan melihat warna dan detail yang tidak konsisten. Memang Anda bisa menggunakan mode super night untuk beberapa saat, tetapi mode ini butuh kestabilan seperti memakai tripod, untuk mendapatkan hasil yang lebih tajam. Di siang hari, Anda juga bisa melihat ada noda pada foto yang diambil di siang hari, tetapi semoga saja semua masalah kamera ini bisa segera diperbaiki melalui pembaruan OTA (over-the-air) di masa mendatang.

Dalam hal fotografi makro, saya terkesan dengan hasilnya. Ponsel ini bekerja cukup baik selama pengujian saya, karena berhasil mendapatkan fokus pada jarak dekat sekalipun. Ini gagal dicapai oleh pesaingnya. Satu-satunya tantangan dengan fotografi makro tentu pencahayaan, yang mungkin memerlukan beberapa penyesuaian (seperti dengan menambah lampu tambahan).

Baterai dan kecepatan pengisian

Infinix GT 20 Pro menggunakan baterai berkapasitas 5000mAh dengan pengisian daya 45W. Meskipun kecepatan pengisian baterainya cukup lumayan baik, perlu disebutkan bahwa ponsel pesaingnya menyediakan pengisian daya berkecepatan 67W. Kemampuan daya tahan baterainya tidak akan mengecewakan.

Faktanya, dengan pengaturan tertinggi yang diaktifkan (layar 144Hz dan mode performa) dan lampu RGB di bagian belakang menyala terus-menerus, saya mendapat daya baterai sehari penuh. Bahkan dalam tes baterai PCMark, butuh waktu hampir 10 jam untuk baterai turun dari 100 menjadi 20 persen – sekali lagi angka ini masih termasuk wajar.

Keputusan akhir

Infinix GT 20 Pro memenuhi sebagai besar harapan yang Anda cari dari smartphone yang dirancang untuk para gamer. Perusahaan ini tidak mau mengikuti kemauan sebagian besar pengguna saat ini pada bagian desain, layar dan performa. Anda justru mendapatkan daya baterai yang cukup lama digunakan, tetapi tampaknya kecepatan pengisian ponsel ini butuh peningkatan.

Meskipun ini adalah ponsel gaming dan tidak sepenuhnya dipersiapkan untuk fotografi, Anda tetap bisa mendapatkan pengalaman kamera yang layak untuk unggahan media sosial seperti Instagram. Jika Anda fokus mencari ponsel pada kamera, Nothing Phone 2a atau OnePlus Nord CE4 bisa dipilih dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jika masih kurang cocok, jika performa yang handal, estetika game dan pengalaman software yang intuitif penting bagi Anda, maka Infinix GT 20 Pro patut dipertimbangkan.

Editor’s rating: 8 / 10

Alasan membeli

Alasan tidak membeli


Infinix GT 20 Pro 5G Harga
Rp. 4.239.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews