
Setelah sekian lama bergantung pada chipset besutan MediaTek, Infinix membuat perubahan dengan beralih ke Qualcomm. Merk di bawah naungan Transsion Holdings ini mengonfirmasi bahwa ini terbaru mereka, Infinix Note 60 series, bakal mengadopsi chipset Snapdragon buatan Qualcomm.
Keputusan ini merupakan langkah baru bagi Infinix, mengingat hampir seluruh jajaran smartphone mereka dalam beberapa tahun terakhir kerap menggunakan SoC (System-on-Chip) dari MediaTek.
Pihak Infinix menyebutkan bahwa pemakaian chipset Snapdragon ini bertujuan untuk mencapai integrasi kapabilitas chipset yang lebih dalam pada portofolio produk mereka, sebagaimana dikutip dari GSM Arena.
Melalui kolaborasi dengan Qualcomm, pihak perusahaan berniat melakukan optimasi di tingkat sistem demi menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih mulus.
“Infinix Note 60 series berfokus pada peningkatan kinerja yang konsisten dan stabil di berbagai sektor utama, termasuk efisiensi daya, pengalaman bermain game, pemrosesan gambar (imaging) tingkat lanjut, hingga pengalaman AI yang terintegrasi,” dikutip dari keterangan resmi Infinix, Rabu (11/2/2026) pada laman Media Outreach Newswire.
Meski begitu, nyatanya tidak semua model Note 60 series akan menggunakan Snapdragon. Infinix menyebutkan bahwa pihaknya hanya akan menerapkan Snapdragon pada model terpilih saja. Berdasarkan laman pre-order di sejumlah pasar, Infinix Note 60 Pro dipastikan bakal memakai chipset Snapdragon 7s Gen 4.
Di waktu berdekatan dengan pengumuman bahwa Infinix akan memakai chip Snapdragon untuk Note 60 series, kini mencuat bocoran yang mengungkapkan spesifikasi Infinix Note 60 versi “reguler”.
Ya, sebelumnya memang telah disebutkan bahwa hanya model terpilih saja yang bakal memakai chipset Qualcomm. Di saat Infinix Note 60 Pro terkonfirmasi akan memakai Snapdragon 7s Gen 4, tampaknya versi standar ini akan dibekali Dimensity 7400.
Berdasarkan pantauan di basis data benchmark Geekbench, perangkat dengan nomor model X6879 yang diyakini kuat sebagai Infinix Note 60 muncul dengan gambaran sejumlah spesifikasi.
Disebutkan bahwa perangkat ini bakal mengusung chipset dengan 4x core berkekuatan 2,0 GHz dan 4x core berkecepatan 2,6 GHz. Menurut GSM Arena, spesifikasi chip tersebut kemungkinan besar mengacu pada MediaTek Dimensity 7400.
Dari laman Geekbench juga terungkap bahwa perangkat ini akan dibekali RAM 8 GB, meskipun tidak menutup kemungkinan hadirnya opsi RAM lain saat peluncuran nanti.
Infinix Note 60 diprediksi menjalankan sistem antarmuka XOS 16 teranyar berbasis Android 16, serta menorehkan skor 1.055 poin (single-core) dan 3.097 poin (multi-core) pada pengujian Geekbench 6.5.
Perangkat ini merupakan suksesor dari Infinix Note 50s 5G yang rilis global pada April tahun lalu dengan chipset Dimensity 7300 Ultimate. Hal ini membuat dugaan pemakaian Dimensity 7400 di Infinix Note 60 semakin mungkin.
Selain model standar dan Pro, Infinix juga kabarnya tengah menyiapkan varian Infinix Note 60 Ultra. Versi tertinggi di serinya ini disebut-sebut bakal menghadirkan sentuhan desain khusus dari rumah desain legendaris asal Italia, Pininfarina.
Hingga kini Infinix masih menyembunyikan tanggal peluncuran global maupun kehadiran Infinix Note 60 series di pasar Indonesia. Namun, dengan munculnya skor Geekbench dan pengumuman kerja sama dengan Qualcomm, bukan tidak mungkin peluncuran ponsel ini bakal terjadi dalam waktu dekat.
Infinix Note 60 (X6879) dan 60 Pro (X6878) sejak November tahun lalu sudah mengantongi sertifikat TKDN Kemenperin dengan nilai kandungan 35,75 persen. Kala itu keduanya muncul bersamaan dengan kode perangkat X6887, yakni Infinix Note Edge. Sebulan berikutnya, ketiga smartphone ini “nongol” di laman Postel Komdigi pada 5 Desember 2025.
Belakangan ini Infinix Note Edge baru saja dibawa masuk ke Indonesia pada 20 Januari 2026 dengan harga rilis mulai dari Rp 3,3 juta. Tampaknya, Infinix Note 60 dan 60 Pro akan segera menyusul.