
Pasar smartphone di Indonesia kedatangan pendatang baru dari Infinix yang baru-baru ini menelurkan HP flagship pertamanya, yakni Infinix Note 60 Ultra. Ponsel yang rilis pada 15 April 2026 ini merupakan hasil kolaborasi dengan rumah desain legendaris Pininfarina yang mengedepankan desain bodi dan spesifikasi yang cukup agresif.
Di sisi lain, Samsung telah lebih dulu menghadirkan Galaxy S25 FE pada September 2025, menjanjikan pengalaman flagship esensial dengan dukungan software jangka panjang. Infinix secara umum jarang disandingkan dengan seri flagship dari Samsung. Namun, melihat dari harga Note 60 Ultra dan Galaxy S25 FE yang tidak beda jauh, sepertinya menarik untuk mengetahui mana yang lebih cocok dipilih di antara keduanya.
Poin-poin perbandingan di bawah akan berupaya menjawab satu pertanyaan: jika Anda punya budget di kisaran Rp 9-11 jutaan, mana yang lebih layak untuk dipinang? Simak perbandingannya secara mendalam berikut ini.
| Fitur | Infinix Note 60 Ultra | Samsung Galaxy S25 FE |
| Harga resmi di Indonesia | Rp 11.999.000 (RAM 12 GB/ 512 GB) | Rp 9.999.000 (RAM 8 GB/ 128 GB), Rp 10.999.000 (RAM 8 GB/ 256 GB) |
| Chipset | MediaTek Dimensity 8400 Ultimate (4nm) | Samsung Exynos 2400 (4nm) |
| RAM dan penyimpanan | 12 GB LPDDR5X/ 512 GB UFS 4.0 | 8 GB LPDDR5X, storage 128 GB atau 256 GB UFS 4.0 |
| Layar | 6,78 inci AMOLED, 1.5K (1280 x 2644), refresh rate 144 Hz, kecerahan maksimal 4.500 nits | 6,7 inci Dynamic AMOLED 2X, FHD+, refresh rate 120Hz, kecerahan maksimal 1.900 nits |
| Kamera Belakang | 200 MP (OIS) + periskop telefoto 50 MP (3,5x Zoom, OIS) + ultrawide 8 MP | 50 MP (OIS) + ultrawide 12 MP + telefoto 8 MP (3x Zoom, OIS) |
| Kamera Depan | 32 MP | 12 MP |
| Baterai | 7.000 mAh Si/C | 4.900 mAh |
| Pengisian Daya | 100 watt via kabel, 50 watt nirkabel, bypass charging, reverse wireless charging | 45 watt via kabel, 25 watt nirkabel, reverse wireless charging |
| Ketahanan | Sertifikasi IP64, Corning Gorilla Glass 7i | Sertifikasi IP68, Corning Gorilla Glass Victus Plus |
| Software | Android 16 (XOS 16), update OS 3 tahun | Android 16 (One UI 8), update OS 7 tahun |
Table of Contents
Dari segi harga, dua smartphone ini bersaing di segmen yang cukup berdekatan, kendati Infinix Note 60 Ultra dipasarkan sedikit lebih maha. Perangkat ini hanya menyediakan satu varian memori di Indonesia yakni RAM 12 GB/ 512 GB dengan harga normal Rp 11.999.000. Namun, selama masa promo, konsumen bisa mendapatkannya di angka Rp 10.999.000.
Samsung Galaxy S25 FE memiliki harga yang lebih terjangkau dengan dua pilihan memori, yaitu RAM 8 GB/ 128 GB dan RAM 8 GB/ 256 GB di harga Rp 9.999.000 dan Rp 10.999.000. Jika membandingkan harga normalnya, rupanya Infinix Note 60 Ultra terpaut Rp 1 juta lebih mahal ketimbang Galaxy S25 FE.
| Varian | Harga Infinix Note 60 Ultra | Harga Samsung Galaxy S25 FE |
| RAM 8 GB/ 128 GB | - | Rp 9.999.000 |
| RAM 8 GB/ 256 GB | - | Rp 10.999.000 |
| RAM 12 GB/ 512 GB | Rp 11.999.000 (harga promo Rp 10.999.000) | - |
Infinix Note 60 Ultra mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate (4 nm) yang didukung RAM 12 GB LPDDR5X. Meskipun skor AnTuTu miliknya sedikit di bawah Samsung, Infinix unggul telak pada pengujian Geekbench 6 (multi-core) yang mencapai 6.706 poin, sebagaimana dihimpun dari NanoReview. Hal ini menunjukkan efisiensi yang lebih baik untuk tugas-tugas berat yang melibatkan banyak inti CPU.
Samsung Galaxy S25 FE disokong dengan chipset Exynos 2400 (4 nm) besutan perusahaan sendiri, komponen yang sama dengan seri Galaxy S24. Samsung Galaxy S25 FE ini unggul dalam performa single-core lantaran punya arsitektur 10-core dengan inti Cortex-X4 yang sangat kencang. Akan tetapi, Galaxy S25 FE hanya dibekali RAM 8 GB yang tergolong kecil untuk penggunaan jangka panjang, kendati HP tersebut didukung masa pembaruan OS hingga 7 tahun.
Kendati keduanya punya chipset yang berbeda, tampaknya pengguna masih dapat merasakan pengalaman kinerja yang serupa. Ini karena Dimensity 8400 memang punya setara yang tidak berbeda jauh dengan Exynos 2400, terlihat dari perbedaan skor AnTuTu yang hanya terpaut 100 ribuan poin saja. Namun, untuk game tertentu yang bisa merasakan manfaat dari RAM lebih besar, Infinix Note 60 Ultra akan sanggup memberikan pengalaman yang lebih nyaman.
| Spesifikasi | Infinix Note 60 Ultra | Samsung Galaxy S25 FE |
| Chipset | MediaTek Dimensity 8400 Ultimate (4 nm) | Samsung Exynos 2400 (4 nm) |
| CPU dan GPU | 8-core (1x 3,25 GHz Cortex-A725, 3x 3 GHz, 4x 2,1 GHz), GPU Mali-G720 MC7 (1.300 MHz). | 10-core (1x 3,21 GHz Cortex-X4, 2x 2,9 GHz, 3x 2,6 GHz, 4x 1,95 GHz), GPU Xclipse 940 (1.095 MHz). |
| AnTuTu v11 | 1.989.585 poin | 2.063.253 poin |
| Geekbench 6 | 1.624 poin (single-core), 6.706 poin (multi-core) | 2.010 poin (single-core), 6.052 poin (multi-core) |
Kendati menyentuh harga Rp 10 juta, rupanya Infinix Note 60 Ultra tidak dibekali komitmen pembaruan software yang terlalu panjang. Ya, smartphone yang menggunakan antarmuka XOS 16 berbasis Android 16 ini hanya didukung pembaruan OS utama hingga 3 tahun serta pembaruan keamanan 5 tahun.
Secara kontras, Samsung Galaxy S25 FE jauh lebih baik dengan jaminan update OS hingga 7 generasi dan pembaruan keamanan selama 7 tahun (One UI 8, Android 16). Bukan itu saja, Samsung juga menerapkan fitur-fitur Galaxy AI yang lebih matang untuk mempermudah keseharian pengguna, seperti Object Eraser yang mumpuni, Circle to Search, Live Translate, Chat Assist, Voice Transcription, Auto Trim, Edit Suggestions, dan lain sebagainya.
Sedangkan untuk Infinix Note 60 Ultra, tampaknya kecerdasan buatan bukanlah daya tarik utama yang difokuskan. HP tersebut namun masih disuguhkan sejumlah fitur menarik, salah satunya adalah Infinix AI Studio yang merupakan platform atau ruang kreativitas berbasis AI guna menghasilkan konten visual dengan mudah.
Tersedia juga fitur Advanced Health Monitor untuk memantau metrik kesehatan pengguna secara cerdas dan akurat (terdapat sensor pemantauan heart rate dan SpO2), serta AI Management untuk membantu mengelola dan merapikan dokumen secara otomatis.
Bagi Anda yang sering bepergian ke luar negeri, alangkah baiknya memilih Galaxy S25 FE yang sudah mendukung teknologi eSIM dan slot Nano SIM fisik. Sebab, pesaingnya dari kubu Infinix tersebut hanya mendukung Dual Nano SIM tanpa dukungan eSIM sama sekali.
Meski begitu, untuk Anda yang kerap kehilangan remote TV dan AC di rumah, sebaiknya memilih Infinix Note 60 Ultra lantaran sudah mendukung port infrared. Sensor ini dapat digunakan untuk mengontrol perabotan rumah tangga, seperti kanal TV maupun suhu AC. Fitur infrared ini absen pada Galaxy S25 FE.
Perlu menjadikan antarmuka ponsel menjadi seperti PC? Untuk hal ini, Anda perlu mengandalkan Galaxy S25 FE yang sudah mendukung port USB-C 3.2 dan antarmuka Samsung DeX.
Dengan fitur-fitur ini, HP Anda bisa disambungkan ke monitor eksternal, baik via kabel maupun nirkabel, serta memberikan tampilan layar desktop yang mendukung multi-window dan kursor. Versi port Infinix Note 60 Ultra yang masih USB-C 2.0 membuatnya tidak dapat dihubungkan ke monitor (display out).
Melihat perbandingan di atas, terlihat jelas bahwa Infinix Note 60 Ultra dan Samsung Galaxy S25 FE dimaksudkan untuk dua tipe orang yang berbeda. Masing-masing menunjukkan kualitas sebuah HP flagship, namun dengan cara yang sungguh berbeda.
Pada Infinix Note 60 Ultra misalnya, hadir dengan baterai 7.000 mAh yang masif, tampilan bodi belakang premium, kamera utama 200 MP, serta memiliki layar beresolusi tinggi dengan refresh rate 144 Hz. Namun sayangnya, HP ini kalah dari Galaxy S25 FE yang tersertifikasi IP68, mendukung Samsung DeX, perekaman video 8K, eSIM, dan komitmen update OS hingga 7 tahun. Berikut ini poin pertimbangan yang bisa Anda manfaatkan untuk mengambil keputusan.
Pilih Infinix Note 60 Ultra kalau...
Pilih Samsung Galaxy S25 FE kalau...