Ringkasan Tinjauan
Peringkat Pakar
Infinix beberapa waktu lalu telah meluncurkan GT 10 Pro, ini merupakan penawaran yang unik di kisaran harganya, apalagi ini merupakan ponsel yang dibuat dengan baik untuk menarik para gamer. Seperti yang saya katakan dalam ulasan saya sebelumnya, dengan performa dan komponen pendukung yang mumpuni, GT 10 Pro menjadi ponsel yang menonjol di kelasnya. Inilah yang menjadikan alasan saya berpikir bahwa dengan Zero 30 5G yang serba baru, akan sulit untuk mengimbangi kesuksesan seri GT, karena ponsel ini tidak dibuat untuk pengguna kelas tertentu dan beberapa merek juga memiliki penawaran produk yang bersaing di harga ini. Namun, saya tetap percaya dan yakin bahwa Infinix Zero 30 5G merupakan salah satu ponsel kelas menengah yang cukup baik, yang pernah saya coba belakangan ini, dan secara mengejutkan ponsel ini melebihi harapan saya di berbagai sektor spesifikasi. Nah, untuk mengetahui apakah memberi Zero 30 5G masih masuk akal untuk Anda atau tidak? Baca ulasan terperinci saya dibawah ini.

Table of Contents
Simpulan Awal
Infinix Zero 30 5G hadir dengan layar AMOLED 144Hz melengkung yang tajam dan menyenangkan untuk digunakan saat menonton film atau bermain game. Zero 30 memungkinkan pengguna untuk merekam video dalam resolusi 4K pada 60 fps dari kamera depan dan belakang, ini menjadi sebuah kemampuan yang pasti akan menarik minat pada influencer media sosial pemula. Setelah mengatakan semua ini, sayangnya kinerja kamera depan saat minim cahaya tidak sesuai harapan. Selain itu, Infinix hanya menjanjikan satu peningkatan OS saja, yang jauh dari ideal. Secara keseluruhan, ponsel ini memiliki spesifikasi yang lengkap dan bisa cocok digunakan oleh banyak orang.
Desain dan layar
Hal pertama yang saya perhatikan tentang Zero 30 5G ialah saat saya memegang ponsel terasa ramping. Dengan ketebalan bodi hanya 7,9mm, ponsel ini dapat dimasukkan ke dalam saku dengan mudah. Salah satu kekhawatiran saya mengenai ponsel yang ramping bahwa khawatir akan seberapa kokoh ponsel dan seberapa tahan ponsel dari penggunaan harian yang padat. Selain bingkai yang ramping, ponsel ini juga dilengkapi layar melengkung, yang semakin membuat saya ragu akan kekokohan ponsel. Untuk meredakan kekhawatiran ini, saya mencoba melakukan sejumlah tes bengkok ringan pada ponsel. Perlu diingat saya tidak melakukan seperti yang dilakukan JerryRigEverything, tetapi selama pengujian bengkok, ponsel terasa kaku dan tampak dibuat dengan kualitas baik.

Saya menerima varian ponsel dengan warna Roma Green, yang menampilkan lapisan seperti kulit bertekstur di bagian bodi belakang. Karena ponsel ini tidak menggunakan sisi datar tentu hadirnya ponsel belakang yang tidak licin menjadi hal yang wajib agar ponsel nyaman digenggam. Setelah membahas bodi belakang, saya ingin menunjukkan bahwa sensor kamera di bagian belakang tampak menonjol. Ini membuat ponsel goyang saat Anda menyimpan ponsel di atas meja yang rata. Namun, ini sudah menjadi hal biasa pada ponsel keluaran terbaru dan dengan menggunakan casing yang pas, Anda bisa mengatasi hal ini. Meskipun ponsel ini memiliki rangka yang tinggi, saya tidak pernah merasa sulit untuk menggunakan ponsel ini meski dengan satu tangan sekalipun.


Kamera
Biasanya saya memulai ulasan dengan berbicara mengenai kamera belakang sebagian besar ponsel, kali ini khusus Zero 30, saya akan membuat pengecualian. Perangkat ini menawarkan kemampuan untuk video 4K 60fps dengan kamera 50MP AF di bagian depan. Karena sebagian besar ponsel premium tidak menawarkan fitur kamera depan ini, mungkin Anda perlu mempertimbangkan ponsel Infinix ini saat ingin membuat vlog. Alasan ini kian terasa masuk akal karena saya menemukan bahwa video yang diambil melalui kamera depan sangat detail dan bahkan memiliki warna yang akurat. Namun, ini hanya berlaku jika pencahayaan yang cukup. Jika Anda mencoba merekam video di malam hari atau saat minim cahaya, Anda akan mendapatkan hasil rekaman yang kurang baik baik resolusi tinggi atau resolusi rendah. Tetapi untuk urusan foto biasa, kamera depan ini masih sangat layak hasilnya, meski untuk mode portrait masih ada sedikit isu mengenai deteksi tepi yang kurang baik.

Sekarang mari kita bahas mengenai kamera belakang. Kamera utama perangkat ini menggunakan 108MP dengan aperture f/1.7 dan dukungan PDAF + OIS. Ponsel ini juga dibekali dengan kamera ultrawide 13MP dan kamera ketiga 2MP. Pada dasarnya saya menyukai hasil foto yang dihasilkan kamera utama, tetapi saya menyadari bahwa kamera 108MP ini tidak menghasilkan detail yang baik. Saat Anda melakukan zooming, objek yang tidak begitu jauh tampak kehilangan detailnya. Hal ini tentu diluar dugaan mengingat resolusi kamera yang digunakan cukup tinggi. Sementara untuk bagian tengah hasil foto terlihat tajam, kurangnya detail ini memang ada di area tepi hasil foto.
Video yang diambil dari kamera belakang cukup bagus dalam hal kualitas, tetapi jika Anda berencana untuk merekam video saat bepergian, Anda harus tahu bahwa video akan menjadi sedikit goyang, Terlepas sudah ada fitur OIS, dalam pengujian saya, saya menemukan hasil video yang diambil dengan pengaturan kamera utama, tidak stabil.
Performa dan software
Infinix Zero 30 5G dikirim dengan chipset Mediatek Dimensity 8020 dengan CPU octa-core (empat super core Cortex A78 2,6Ghz dan empat core performa Cortex A55 2,0Ghz) dan GPU Arm Mali-G77 MC9. SoC Dimensity 8020 ini mampu menangani multitasking dengan cukup mudah berkat adanya RAM hingga 21GB (12GB yang dapat diperluas 9GB). Tentu saya tidak menghadapi masalah kinerja apa pun, terlepas dari banyaknya aplikasi yang saya buka dalam satu sesi. Untuk kinerja game, saya memainkan Call of Duty Mobile di ponsel dan sekali lagi, tidak mengalami perlambatan atau penurunan frame selama bermain. Bila itu belum cukup menarik, dalam ponsel ini dilengkapi dengan sistem pendingin teknologi Vapour Chamber Cooling System yang terdiri dari 11 lapisan bahan pendingin. Alhasil, saya tidak menghadapi masalah suhu naik selama bermain game di ponsel ini.
Membahas benchmarks, ponsel ini berhasil mencetak skor 706.479 di AnTuTu, ini merupakan salah satu skor tertinggi di antara ponsel yang kami uji di kisaran harga ini. Di Geekbench 6, ponsel mendapat skor 993 single-core dan 3355 multicore. Skor yang mengesankan untuk harga ponsel di bawah 5 juta.



Di bagian sistem operasi, Infinix masih mengandalkan XOS V13.1.0 dan Anda akan mendapatkan sejumlah aplikasi pra-instal dalam sistem ini, yang tentu saja aplikasi pra-instal ini bisa sangat mengganggu. Jika Anda pernah menggunakan XOS sebelumnya, Anda akan merasa nyaman dengan sejumlah fitur khas seperti Game Mode, XClonedan Lightning Multi-Window. Merek ini juga memperkenalkan Asisten AI bertenaga ChatGPT bernama ‘Folax’ yang melakukan tugasnya dengan baik. Berkat dukungan salah satu alat AI terbaik di industri ini, asisten ini sangat baik dalam memahami konteks dan menanggapi pertanyaan Anda. Namun, untuk tugas-tugas tertentu (seperti memutar musik) atau perintah tertentu, asisten AI ini malah menunjukkan perintah untuk mengunduh aplikasi tertentu. Secara keseluruhan, saya menemukan Folax sebagai asisten AI yang mumpuni.
Untuk keamanan, selain sensor sidik jari dalam layar (yang bekerja dengan andal), Anda juga mendapatkan fitur menarik lain bernama Peak Proof. Fitur ini memungkinkan Anda menyembunyikan bagian layar untuk menghadirkan privasi yang lebih baik bahkan ketika Anda dalam situasi ramai. Dalam penggunaan harian saya, saya menemukan fitur ini lebih sekadar gimmick daripada membantu privasi.
Titik terburuk dari Zero 30 datang dalam hal dukungan sistem operasi. Pasalnya Infinix hanya menjanjikan untuk menghadirkan satu pembaruan OS utama dan pembaruan keamanan selama 2 tahun. Sebagai perbandingan, sebagian besar merek lain dalam kisaran harga ini menawarkan setidaknya dua peningkatan sistem operasi dan pembaruan keamanan selama 3 tahun. Jika Infinix bisa meningkatkan dukungan sistem operasinya, tentu pengguna akan lebih percaya diri membeli smartphone ini.
Kami juga melakukan tes Airtel 5G+ di Gurgaon pada Zero 30 5G dan ini adalah hasilnya:

Baterai dan kecepatan pengisian
Dengan kapasitas baterai 5.000 mAh dan dukungan pengisian daya cepat 68W, Zero 30 5G termasuk dalam kategori ponsel yang harus diisi ulang pada penghujung hari setelah terisi penuh di pagi hari, terutama jika Anda menggunakan layar pada kecepatan 144Hz. Jika Anda menggunakan ponsel pada kecepatan layar rendah, kemungkinan ponsel bisa bertahan lebih dari satu hari. Namun, karena kecepatan pengisian daya yang ditawarkan sudah cukup cepat, tentu ponsel ini bisa digunakan lebih sering dibanding ponsel lain yang pengisiannya lambat.

Dalam pengujian baterai PCMark kami, ponsel ini bertahan dalam 12 jam 37 menit dengan kondisi kecepatan refresh otomatis diaktifkan. Dengan kecepatan refresh 60Hz, Anda tentu akan mendapat hasil yang lebih lama. Ponsel ini berhasil terisi daya dari 0 hingga 100% dalam waktu kurang dari satu jam yang tentunya ini mengesankan.

Kesimpulan
Infinix Zero 30 5G mengesankan di berbagai sektor karena hadir dengan desain yang luar biasa, layar kelas atas dan prosesor yang mumpuni. Namun, hal ini terasa kurang kala munculnya sedikit masalah di bagian kamera, terutama saat kondisi cahaya redup. Selain itu, merek ini hanya menawarkan pembaruan sistem satu tahun saja. Ini mengecewakan karena jika pembaruan bisa lebih panjang, ponsel ini penuh dengan potensi. Secara keseluruhan, ponsel ini layak dibeli bagi kebanyakan orang dengan anggaran dibawah 5 juta rupiah. Perangkat ini akan bersaing dengan OnePlus Nord CE3 5G (review) dan iQOO Z7 Pro (review) dalam kategori harga yang sama. Memang kedua pesaing tersebut memiliki kelebihan tersendiri, tetapi Zero 30 5G terlihat memiliki penawaran yang solid dan sedikit kekurangan.
Editor’s rating – 8/10
Alasan membeli
- Desain yang berkelas dengan panel belakang berlapis mirip kulit sehingga ponsel nyaman digenggam
- Layar melengkung 144Hz sangat brilian dan menawarkan pengalaman menonton yang seru
- Performa yang solid dan dapat diandalkan
- Rekam video 4K 60fps di kamera depan sangat jarang ada di ponsel lain
Alasan tidak membeli
- Performa kamera di kondisi minim cahaya kurang maksimal
- Pembaruan sistem kurang memuaskan
