
Merk besar iQoo belakangan ini telah meluncurkan flagship terbarunya di Indonesia pada Selasa (2/12/2025). Ponsel bernama iQoo 15 tersebut berhasil menjadi yang perdana di Indonesia yang sudah dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Hadirnya flagship itu kian mempertegas misi iQoo dalam menghadirkan performa gaming memuaskan di harga yang bersaing. Peningkatan iQoo 15 juga tidak hanya berkutat di chipset, melainkan juga pada sektor lain seperti kamera.
Kini dengan adanya kamera periskop telefoto di iQoo 15, ponsel ini pun jadi punya kemampuan yang setara dengan flagship lainnya, Vivo X300, yang lebih dulu hadir pada akhir bulan November lalu. Lantas, mana yang lebih baik di antara keduanya? Berikut kami sajikan poin perbandingan iQoo 15 dan Vivo X300 di bawah ini.
Table of Contents
iQoo 15 di Indonesia ditawarkan dalam tiga varian memori yang berbeda, yakni RAM 12 GB/ 256 GB di harga Rp 13 juta (online exclusive), RAM 16 GB/ 512 GB di harga Rp 14 juta, dan RAM 16 GB/ 1 TB di harga Rp 16 juta.
Kontras dengan Vivo X300, perangkat ini hanya menyediakan dua opsi penyimpanan hingga 512 GB, tidak ada opsi 1 TB. Harga rilisnya pun lebih tinggi dari pesaingnya yaitu mulai dari Rp 15 juta untuk RAM 12 GB/ 256 GB dan Rp 17 juta untuk RAM 16 GB/ 512 GB.
| Varian | iQoo 15 | Vivo X300 |
| RAM 12 GB/ 256 GB | Rp 12.999.000 | Rp 14.999.000 |
| RAM 16 GB/ 512 GB | Rp 13.999.000 | Rp 16.999.000 |
| RAM 16 GB/ 1 TB | Rp 15.999.000 | – |
Chipset besutan MediaTek dan Qualcomm memang kerap bersaing di kelas flagship. Dalam hal ini, kedua pabrikan semikonduktor raksasa ini kembali berhadapan pada iQoo 15 dan Vivo X300.
iQoo 15 adalah ponsel pertama di Tanah Air dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, chip flagship generasi terbaru yang belum lama ini dirilis. Sedangkan, cip yang diadopsi Vivo X300 datang dari kubu MediaTek yaitu Dimensity 9500, berada di satu generasi yang sama dengan pesaingnya tersebut.
Dimensity 9500 mengalami peningkatan performa single-core 32 persen dan multi-core 17 persen dibandingkan pendahulunya, Dimensity 9400. Lalu, core ARM C1-Ultra miliknya diklaim 55 persen lebih efisien saat meraih performa puncak, serta 30 persen lebih hemat daya saat menunjang multi-tasking.
Sementara itu, Snapdragon 8 Elite Gen 5 pada iQoo 15 memiliki clock speed puncak yang lebih tinggi yakni 4,6 GHz, ketimbang 4,21 GHz pada Dimensity 9500. Dibandingkan Snapdragon 8 Elite, sang penerus ini juga diklaim mengalami kenaikan performa CPU sebanyak 20 persen sekaligus 35 persen lebih hemat daya.
Pada pengujian internal 91Mobiles, iQoo 15 berhasil menorehkan skor AnTuTu lebih tinggi yaitu 3,8 juta poin, jauh meninggalkan skor Vivo X300 yang mencapai 3 juta poin. Selain skor benchmark yang lebih tinggi, iQoo 15 juga lebih unggul dengan chip Supercomputing Q3 guna semakin meningkatkan kinerja gaming.
| Spesifikasi | iQoo 15 | Vivo X300 |
| Chipset | Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3 nm) | Dimensity 9500 (3 nm) |
| CPU dan GPU | CPU 8-core (2x Oryion V3 Phoenix L 4,6 GHz + 6x Oryon V3 Phoenix M 3,62 GHz), GPU Adreno 840 | CPU 8-core (1x C1-Ultra 4,21 GHz + 3x C1-Premium 3,5 GHz + 4x C1-Pro 2,7 GHz), GPU ARM G1-Ultra |
| AnTuTu v11 | 3.842.735 poin | 3.004.951 poin |
| Geekbench 6 | 3.621 poin (single-core), 10.579 poin (multi-core) | 3.432 poin (single-core), 10.129 poin (multi-core) |
Pada Vivo X300, modul kameranya berbentuk bundar dan terletak di sisi atas tengah bodi. Rangka bangunnya juga dibuat datar (flat) dengan panel kaca dan frame aluminium. Permukaan bodi belakangnya terasa seperti beludru yang lembut. Ini karena Vivo menerapkan teknologi Coral Velvet Glass Technique, yang membuat seluruh permukaannya sulit dihinggapi noda sidik jari kendati masih terasa cukup licin.
Dari segi dimensi dan layar, kedua ponsel ini bagaikan langit dan bumi. Ini lantaran iQoo 15 mengusung layar 6,85 yang sungguh besar sedangkan layar Vivo X300 hanya 6,31 inci. Teknologi keduanya sama-sama mengusung panel LTPO AMOLED, namun layar iQoo 15 mendukung resolusi dan refresh rate lebih tinggi.
Vivo X300 jelas lebih unggul dari sisi portabilitas lantaran bodinya yang compact (setinggi 150,6 mm). HP ini juga akan lebih muat masuk kantong dibandingkan iQoo 15 yang setinggi 163,7 mm. Meski begitu, pengalaman handling keduanya tampaknya tidak berbeda jauh lantaran kompak punya ketebalan sekitar 8 mm.
| Spesifikasi | iQoo 15 | Vivo X300 |
| Layar | LTPO AMOLED 6,85 inci (1.440 x 3.168 piksel), refresh rate 144 Hz, kecerahan maksimal 6.000 nit | LTPO AMOLED 6,31 inci (1.216 x 2.640 piksel), refresh rate 120 Hz, kecerahan maksimal 4.500 nit |
| Dimensi bodi | 163,7 x 76,8 x 8,1 mm, bobot 215-220 gram | 150,6 x 71,9 x 8 mm, bobot 190 gram |
| Ketahanan | Kaca (depan), aluminium (frame), fiberglass atau kaca (belakang), IP68 dan IP69 | Kaca (depan), aluminium alloy (frame), kaca (belakang), IP68 dan IP69 |
| Varian warna | Alpha, Legend, Gray, Green, Blue | Mist Blue, Aurora Pink, dan Phantom Black |
Meski lebih ditujukan untuk gaming, pengalaman fotografi iQoo 15 masih tergolong layak di kelas flagship. Bahkan untuk tahun ini, iQoo menyematkannya dengan kamera telefoto periskop yang terakhir dijumpai pada iQoo 12 (dua generasi lebih lawas).
iQoo 15 hadir dengan kamera utama 50 MP Sony IMX920 yang dibekali OIS, ultrawide 50 MP, serta kini mengusung kamera periskop telefoto 50 MP Sony IMX882, bisa menjangkau tingkatan zoom optis hingga 3x.
Sama seperti pesaingnya, Vivo X300 juga turut dikemas dengan kamera periskop telefoto 50 MP, kendati dengan jenis sensor berbeda yaitu Sony LYT-602. Selain itu, kamera utamanya punya resolusi lebih tinggi yakni 200 MP Samsung HPB, sehingga dapat menghasilkan gambar detail tinggi meski telah di-zoom atau di-crop. Perihal ultrawide, sama-sama memiliki resolusi 50 MP dan disertai autofokus.
Kemampuan selfie pada iQoo 15 tidak sebaik Vivo X300 yang dibekali kamera depan 50 MP dengan autofokus. Ini lantaran kamera depan iQoo 15 masih bersifat fixed focus dengan resolusi 32 MP. Itu artinya, Vivo X300 bisa menghasilkan gambar selfie tanpa blur dengan effort yang lebih sedikit ketimbang iQoo 15.
| Spesifikasi | iQoo 15 | Vivo X300 |
| Kamera belakang | 50 MP Sony IMX920 + 50 MP ultrawide + 50 MP Sony 882 periskop telefoto | 200 MP Samsung HPB (OIS) + 50 MP Sony LYT-602 telefoto (3x) + 50 MP ultrawide |
| Kamera depan | 32 MP, fixed focus | 50 MP Samsung JN1, autofokus |
| Dukungan zoom maksimal | 3x optical, 100x digital | 3x optical, 100x digital |
Menyoal ketahanan baterainya, iQoo 15 yang merupakan ponsel gaming dibekali baterai silikon-karbon berkapasitas 7.000 mAh. Daya tahannya sungguh awet tanpa membuat bodi membengkak, karena teknologi baterai Si/C yang punya kepadatan energi tinggi. Di sisi lain, Vivo X300 hanya punya baterai 6.040 mAh yang meskipun lebih kecil, namun sudah lebih dari cukup untuk dapat bertahan seharian penuh.
Kapasitas baterai saja belum cukup untuk dapat menakar ketahanannya. Pasalnya, berdasarkan pengujian PCMark Battery Life yang dilakukan tim internal 91Mobiles, Vivo X300 justru lebih tahan lama dengan skor 15 jam 27 menit. Sedangkan, iQoo 15 yang punya kapasitas lebih besar “hanya” meraih durasi 13,1 jam.