
Kabar gembira menghampiri para pemburu smartphone dengan harga terjangkau. Sebab, Itel Power 80 hampir dapat dipastikan bakal segera meramaikan pasar gadget Tanah Air setelah resmi mendapatkan restu dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Perangkat dengan nomor model P685L ini baru saja dinyatakan lolos uji Pos dan Telekomunikasi (Postel) pada 11 Mei 2026 dengan nomor sertifikat 121709/DJID/2026, sebagaimana terlihat di tautan ini. Sertifikat tersebut didaftarkan oleh PT Carlcare Service Ila, yang merupakan perusahaan layanan purnajual resmi untuk merk Itel di Indonesia.
Sebelumnya, Itel Power 80 juga telah terpantau lolos sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia. Setelah mengantongi sertifikat TKDN dan Postel, artinya perangkat ini secara teknis sudah siap dijual resmi di Tanah Air. Kehadiran ponsel ini bakal jadi penerus dari Itel Power 70 yang lebih dulu hadir tahun lalu.
Meski pihak Itel Indonesia belum mengungkap jadwal peluncurannya, bocoran terkait spesifikasi HP ini sudah mulai bermunculan. Berdasarkan database Geekbench, Itel Power 80 terlihat membawa peningkatan kinerja yang tergolong drastis ketimbang pendahulunya.
Ponsel ini diduga akan mengusung chipset Unisoc T7250 (atau Spreadtrum UMS9230E) yang hadir dengan arsitektur CPU lebih modern, terdiri atas 2x core Cortex-A75 (1,82 GHz) dan 6x Cortex-A55 (1,61 GHz).
Adapun pemakaian mikroarsitektur Cortex-A75 ini tampaknya bakal memberikan efisiensi daya dan tenaga multi-tasking yang lebih baik dari sebelumnya. Sebab, Helio G50 Ultimate pada Itel Power 70 hanya dibekali 4x Cortex-A53 berkekuatan 2,2 GHz.
Data benchmark dari Geekbench juga memperlihatkan dugaan spesifikasi utama lainnya, yakni RAM 4 GB, sistem operasi Android 16 secara out-of-the-box, dan skor performa 445 poin (single-core) serta 1.451 poin (multi-core).
Dengan kemunculan sertifikasi Postel yang baru saja terbit ini, Itel diduga kuat bakal segera mengumumkan peluncuran resminya dalam waktu dekat. Berdasarkan siklus tahun kemarin, peluncuran lini Power biasanya tidak terpaut jauh dari kemunculan sertifikasinya di database pemerintah.
Tahun lalu, Itel Power 70 terdaftar di laman Postel pada 4 Februari 2025 sebelum akhirnya resmi diumumkan di Indonesia pada 24 Februari 2025, alias hanya terpaut 20 hari. Jika mengikuti pola yang sama, tak menutup kemungkinan Itel Power 80 akan menyapa pasar Tanah Air pada akhir Mei bulan ini atau Juni bulan depan.
Sebagai gambaran, Itel Power 70 diotaki dengan Helio G50 Ultimate sebagai dapur pacunya, disandingkan dengan RAM 8 GB dan storage 128 GB.
Layarnya menggunakan panel IPS LCD 6,67 inci HD Plus dengan refresh rate 120 Hz, kamera belakang 13 MP, kamera depan 8 MP, dan baterai jumbo 6.000 mAh dengan pengisian 18 watt.
Uniknya, meski disebut hanya punya baterai 6.000 mAh, perangkat ini kompatibel dengan charging case khusus berkapasitas 4.000 mAh yang membuat total baterainya menjadi 10.000 mAh.
Itel P series umumnya dibanderol dengan harga Rp 1 jutaan, misalnya saja seperti Itel P65 dan Itel Power 70 yang kompak punya harga rilis Rp 1,5 juta. Mengingat pasar global tengah dilanda kenaikan harga chip dan memori secara drastis, kemungkinan Itel Power 70 bakal dibanderol lebih mahal dari biasanya.