Setelah meluncurkan Pova 7 4G di Indonesia pada 25 Juni kemarin, Tecno pun kembali merilis sejumlah varian lain yaitu Pova 7 5G, Pova Curve 5G, dan Pova 7 Ultra pada Jumat, (4/7/2025).
Di antara tiga model yang baru diperkenalkan tersebut, Tecno Pova Curve 5G hadir sebagai yang paling unik lantaran menjadi ponsel pertama Tecno yang punya desain layar melengkung.
Bukan itu saja, Pova Curve 5G tergolong unik lantaran mengusung desain bodi belakang yang beda sendiri dibandingkan tiga “saudara” lainnya. Seperti apa tampilannya? Simak penjabaran hands-on Tecno Pova Curve 5G oleh 91Mobiles Indonesia berikut ini.
Table of Contents
Desain layar melengkung perdana di Tecno Pova series
Berbeda dengan ponsel berlayar datar, Tecno Pova Curve 5G memiliki tampilan layar yang “penuh” dengan minim bezel di kiri dan kanannya. Hal ini membuat pengalaman menonton, scrolling medsos, dan bermain game menjadi lebih immersive.
Pengalaman grip pada Tecno Pova Curve 5G juga terasa lebih nyaman daripada “saudara-saudara”-nya lantaran punya ketebalan bodi sangat tipis.

Diketahui, Pova Curve 5G punya ketebalan bodi 7,5 mm, jauh lebih tipis dari Pova 7 4G (9,3 mm), Pova 7 5G (8,9 mm), dan Pova 7 Ultra 5G (8,9 mm).
Layar perangkat ini mengusung panel AMOLED 6,78 inci dengan rasio bodi-ke-layar 93,4 persen, berada pada resolusi Full HD Plus (1.080 x 2.436 piksel) dengan fitur refresh rate 144 Hz dan touch sampling rate 2.160 Hz. Tingkatan kecerahan maksimalnya dapat mencapai 1.300 nit.
Smartphone ini memiliki tingkat lengkungan layar hingga 55 derajat pada sisi kiri dan kanan, sehingga membuat tampilannya lebih premium sekaligus enak digenggam.
Layar ini tak hanya tampil cantik melainkan juga punya fungsionalitas tinggi. Pasalnya, selain Tecno Pova 7 Ultra 5G, varian Pova Curve 5G ini adalah satu-satunya yang menghadirkan sensor sidik jari di layar (under display fingerprint).
Beralih ke sisi belakang, Tecno Pova Curve 5G tampil dengan cukup garang, seolah mempertegas fokusnya dalam menunjang gaming.

Seperti ketiga varian lainnya, desain backdoor ponsel ini juga terinspirasi dari pesawat tempur luar angkasa dengan konsep yang dinamakan Interstellar Spaceship Design. Kendati begitu, varian satu ini tampil berbeda dari varian lainnya.
Pova Curve 5G sama-sama dibekali desain iconic geometric triangle di area atas, namun modul kameranya kini dirancang dalam bentuk pil alias oval. Bukan berbentuk segitiga seperti varian-varian lain.
Lalu, fitur Mini-LED Status Light yang hadir pada ketiga varian lainnya kini dihilangkan pada Pova Curve 5G, digantikan dengan lampu LED biasa.
Saat ponsel ini digenggam, bodi belakangnya memiliki tekstur finishing matte yang nyaman di tangan. Permukaan bodinya tidak mudah dikotori noda sidik jari dan juga lebih bebas kilap dibandingkan permukaan glossy. Lalu, bodinya pun lebih “grippy” alias mudah digenggam tanpa cenderung licin.
Tecno Pova Curve 5G juga dirancang dengan profil bodi yang tipis dan ringan. Selain diketahui punya ketebalan 7,5 mm, bobot ponsel ini pun sangat ringan yakni 176 gram.

Bodi yang tipis dan ramping ini namun membuatnya harus mengorbankan sisi kapasitas baterai. Di antara varian lainnya yang punya baterai 6.000 mAh hingga 7.000 mAh, Pova Curve 5G “hanya” dibekali baterai 5.500 mAh.
Meskipun demikian, kapasitas baterai 5.500 mAh masih lebih baik dari mayoritas ponsel mainstream di luar sana yang dibekali baterai 5.000 mAh.
Bodi depan Tecno Pova Curve 5G dilapisi kaca proteksi Corning Gorilla Glass 5 agar tidak mudah baret atau retak saat tergores atau terbentur. Sedangkan, sisi belakang dan frame mengusung bahan material plastik.
Tecno menyematkan smartphone ini dengan sertifikasi anti debu dan air IP64. Walau ini tidak akan mencegah kerusakan akibat terendam di genangan air, setidaknya perangkat mendapatkan perlindungan terhadap percikan air.
Spesifikasi Tecno Pova Curve 5G: Hadir dengan Dimensity 7300 yang bertenaga
Tecno Pova Curve 5G disokong oleh chipset menengah dari MediaTek yaitu Dimensity 7300 Ultimate. Chip yang digunakan pertama kali oleh Realme 13 Plus ini dibangun dengan fabrikasi 4 nm, mencakup 8-core CPU yang terdiri atas 4x Cortex A78 (2,5 GHz) dan 4x Cortex A55 (2,0 GHz). Pengolahan grafisnya mengandalkan GPU Mali-G615 MC2.
Pova Curve 5G dibekali dengan RAM LPDDR5 dan storage UFS 22, hadir dalam satu-satunya konfigurasi yaitu RAM 8 GB/ 256 GB. Ukuran RAM dapat ditingkatkan menjadi 16 GB melalui fitur Extended RAM.
Tecno tidak merinci besaran skor AnTuTu yang didapatkan smartphone ini. Berdasarkan penelusuran, ponsel dengan Dimensity 7300 rata-rata mampu meraih skor 670 ribuan poin, dihimpun dari Nano Review, Rabu (9/7/2025).
Menyoal fotografi, Tecno Pova Curve 5G dilengkapi kamera utama 64 MP f/1.8 + PDAF dan 2 MP depth, sedangkan sisi depannya menghadirkan kamera selfie 13 MP (fixed focus).

Perangkat ini mengusung kapasitas baterai 5.500 mAh dengan pengisian daya 45 watt, diklaim dapat mengisi baterai hingga 100 persen dalam waktu 45 menit. Sayangnya, tidak ada fitur wireless charging seperti pada varian Pova 7 Ultra 5G.
Tecno turut melengkapi Pova Curve 5G dengan fitur unik, misalnya FreeLink untuk mengirim dan menerima pesan serta melakukan panggilan telepon tanpa jaringan seluler (jarak 500 meter), serta PinPoint Nav 2.0 untuk navigasi yang lebih akurat.
Tecno Pova Curve 5G menjalankan sistem operasi Android 15 berselimutkan antarmuka HiOS 15. Cukup disayangkan, masa dukungan pembaruan OS-nya yang tidak panjang, yakni hanya 1 tahun dengan pembaruan patch keamanan 2 tahun.
Di Indonesia, Tecno Pova Curve 5G tersedia dalam tiga varian warna yaitu Neon Cyan (unit yang kami pegang), Magic Silver, dan Geek Black. Ponsel ini sudah dapat dibeli secara online di Shopee sejak 7 Juli 2025 dengan harga rilis Rp 3.499.000.




