
“Dengan layar gulungnya, perangkat ini menawarkan area vertikal ekstra yang ideal untuk aplikasi seperti review dokumen, coding, manajemen proyek, dan kreasi konten,” tulis Lenovo dalam laman berisi keterangan produk terkait.
Rahasia layar ThinkBook Plus Gen 6 yang bisa memanjang terletak pada penggunaan panel OLED yang fleksibel dan dapat digulung. Lenovo menanamkan motor khusus di bagian engsel laptop untuk membentangkan layar secara vertikal, kemudian menggulungnya kembali saat ingin berubah menjadi laptop konvensional.
Proses memanjangkan layar memakan waktu sekitar 10 detik, begitu juga saat digulung kembali. Menurut keterangan pihak Lenovo yang dihimpun 91Mobiles Indonesia dari The Verge, mekanisme layar gulung laptop ini sudah teruji tahan dibentangkan dan digulung sebanyak 20.000 kali.
Saat sedang tidak digunakan, bagian layar yang dipakai sebagai ekstensi display tersebut disimpan di bawah keyboard dan warna tampilannya diubah menjadi hitam agar tidak memboroskan daya. Baterai ThinkBook Plus Gen 6 sendiri berkapasitas 66 Wh, yang termasuk standar untuk laptop 14 inci.
Spesifikasi selebihnya mencakup prosesor hingga Core Ultra 7 Series 2, SSD 1 TB, dan RAM DDR5x dual-channel 32 GB. Rangkaian konektornya hanya terdiri dari dua buah port Thunderbolt 4 dan sebuah jack headphone 3,5 mm.
Tidak ada output display HDMI karena ThinkBook Plus Gen 6 tak dirancang untuk digunakan dengan monitor eksternal. Sebab, bagian ekstensi layar yang memanjang sudah diprogram sebagai “monitor kedua” karena Windows tidak memiliki dukungan bawaan untuk panel gulung seperti ini.
ThinkBook Plus Gen 6 rencananya bakal segera dipasarkan pada kuartal-I 2025. Namun, keunikannya mesti dibayar mahal, tepatnya seharga 3.500 dollar AS atau sekitar Rp 56,7 juta.