
Peringatan CEO Apple Tim Cook soal kenaikan harga beberapa waktu lalu akhirnya menjadi kenyataan. Pabrikan berlambang buah tergigit itu baru saja mengerek banderol sebagian produknya secara serentak.
Salah satu “korban” adalah MacBook Neo, laptop termurah Apple yang popularitasnya meledak di pasaran sejak pertama kali diperkenalkan pada Maret lalu. Apple menaikkan harga Neo sebesar 100 dolar AS untuk masing-masing model.
Kini, harga varian termurah MacBook Neo dengan media internal 256 GB menjadi lebih mahal dengan harga 699 dolar AS atau sekitar Rp 12,6 juta. Kenaikannya cukup signifikan dari harga lama 599 dolar AS (Rp 10,8 juta). Banderol model 512 GB juga ikut naik dengan besaran yang sama, selengkapnya sebagai berikut.
| Harga lama | Harga baru | |
| MacBook Neo 256 GB | 599 dolar AS (Rp 10,8 juta) | 699 dolar AS (Rp 12,6 juta) |
| MacBook Neo 512 GB dengan TouchID | 699 dolar AS (Rp 12,6 juta) | 799 dolar AS (Rp 14,4 juta) |
Bagaimana dengan harga di RI? Berdasarkan pantauan 91mobiles Indonesia (26/6/2026), authorized reseller Apple seperti iBox, DigiMap, dan Blibli belum memajang harga baru MacBook Neo di situs masing-masing.
Meskipun demikian, ketiganya tampak sudah tidak memiliki stok MacBook Neo di situs masing-masing, baik versi 256 GB maupun 512 GB.
Ada kemungkinan stok baru yang tiba nantinya akan mengikuti harga terkini dari Apple. Sebab kenaikan harga Apple berlaku secara global, meskipun besaran persisnya tergantung pada nilai tukar uang setempat terhadap dolar AS di masing-masing negara.
Sebelumnya, CEO Apple, Tim Cook, telah mewanti-wanti bahwa pihaknya sudah tidak bisa lagi menahan kenaikan ongkos produksi. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah krisis kelangkaan komponen memori, yakni RAM dan storage, yang mendongkrak harga di pasaran.
RAM dan storage menjadi langka karena banyak diborong oleh para penyedia data center untuk mengolah layanan-layanan AI. Selain CPU dan GPU, dua komponen ini marak diburu oleh kalangan korporat tersebut sehingga menyisakan hanya sedikit alokasi untuk pasar konsumen.
Kembali ke MacBook Neo, produk ini tetap menjadi laptop termurah dari Apple karena banderolnya tetap lebih rendah dibandingkan dengan model yang setingkat di atasnya, MacBook Air M5. Apalagi MacBook Air M5 pun mengalami kenaikan harga yang lebih besar dari sebelumnya 1.099 dolar AS (Rp 19,7 juta) menjadi 1.299 dolar AS (Rp 23,3 juta)