
Agentic AI memungkinkan penerapan fitur-fitur AI yang lebih canggih dibanding sebelumnya. Dengan kapabilitas Aneka layanan dan aplikasi berbasis kecerdasan buatan bisa mengerti keinginan dan kebutuhan pengguna, bukan sekadar mengikuti perintah saja.
“Misalnya saja asisten berbasis Agentic AI. Karena memiliki deep reasoning, maka akan mengerti konteks, tak hanya command. Lalu, karena pengolahannya dilakukan langsung di perangkat, tidak ada latency (jeda waktu) untuk processing di cloud,” papar Lee.
MediaTek kini telah melangkah lebih jauh dengan memperbarui Dimensity 9400 menjadi Dimensity 9400 Plus yang bahkan memiliki kinerja lebih kencang lagi, dengan prime CPU Cortex-X925 berkecepatan hingga 3,73 GHz dan NPU 890 yang memiliki kinerja Agentic AI 20 persen lebih tinggi berkat Speculative Decoding Plus.
Dimensity 9400 Plus meluncur pada April lalu dan sudah digunakan di sejumlah ponsel di pasaran internasional, seperti Oppo Find X8s dan Find X8s Plus serta VIvo X200s, Xiaomi Redmi K80 Ultra, dan OnePlus Ace 5 Ultra.
Sektor gaming tak luput dari perhatian MediaTek saat mengembangkan chip papan atas untuk ponsel flagship, termasuk seri Dimensity 9400. Apalagi, menurut Lee, 96 persen gamer di Indonesia bermain menggunakan smartphone.
“Terutama konsumen muda dari kalangan Gen-Z dan Millenial yang menggunakan ponsel mereka untuk segala hal, baik bermain game, bersosialisasi, maupun berbelanja. Smartphone menjadi perangkat andalan mereka,” ujar Lee.
Dalam rangka mendukung perkembangan ekosistem mobile gaming di kawasan Asia Tenggara, dia antara lain menggarisbawahi fitur HyperEngine Gaming Technology yang dioptimalkan untuk game populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Free Fire.
Berdasarkan pengujian internal MediaTek, Dimensity 9400 mampu menjalankan judul-judul game populer di setting grafis very high dengan frame rate rata-rata 60 fps selama 30 menit, sementra konsumsi dayanya justru lebih irit 29 persen dibandingkan chip Dimensity 9300 sebelumnya.
Highlight lainnya dalam hal gaming adalah unit pengolah grafis (GPU) Immortalis-G925 dengan 12 core di seri chipset Dimensity 9400 yang tak hanya memiliki kinerja 41 persen lebih tinggi dari generasi sebelumnya dan penggunaan daya 44 persen lebih efisien, tapi juga mendukung efek pencahayaan ray tracing dengan teknologi opacity micromaps (OMM) untuk meningkatkan kinerjanya.
Salah satu contoh game yang memanfaatkan teknologi OMM MediaTek dalam penerapan ray tracing adalah Arena Breakout. Dimensity 9400 mampu menjalankannya dengan frame rate hingga 90 fps di scene yang melibatkan full ray-tracing. Kinerjanya lebih tinggi hingga 50 persen dibanding Dimensity 9300, sedangkan penggunaan dayanya 10 persen lebih rendah.
Untuk Dimensity 9400 Plus, MediaTek mempertahankan GPU Immortalis-G925, tapi menambahkan fitur MediaTek Frame Rate Converter 2.0 Plus (MFRC 2.0 Plus) utnuk mendongkrak frame rate efektif di dalam game hingga 2 kali lebih tinggi selain meningkatkan efisiensi daya hingga 40 persen ketika diaktifkan.
Fitur-fitur dan spesifikasi selengkapnya dari seri chipset Dimensity 9400 dapat dilihat di situs MediaTek di tautan berikut.