
Setelah pertama kali diperkenalkan dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada awal Januari, Motorola Signature akhirnya resmi diboyong ke Indonesia lewat acara peluncuran yang digelar di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Perangkat ini merupakan ponsel flagship yang menempati posisi teratas di jajaran produk Motorola di Tanah Air. Signature tampil menarik dengan desain menarik khas Motorola berlabur dua pilihan warna hasil kurasi Pantone. Selain itu, di balik bodi rampingnya juga tersemat rangkaian kamera yang mumpuni.
Simak penampilan selengkapnya dari Motorola Signature dalam rangkaian foto hasil penelusuran singkat 91mobiles Indonesia di bawah.
Table of Contents
Pertama kali melihatnya, Signature dapat langsung dikenali sebagai smartphone buatan Motorola. Bukan hanya karena logo ikonik di punggungnya, tetapi juga karena rancangan keseluruhan yang mirip dan konsisten dengan lini produk selebihnya dari perusahaan tersebut.
Satu hal yang membuat Signature terasa lebih istimewa adalah punggung berlapis material mirip tekstil dari bahan twill. Selain memberikan kesan premium, bahan itu terasa lembut di tangan dan kebal terhadap noda sidik jari. Nuansa mewah utamanya memancar dari varian Pantone Martini Olive yang berwarna hijau tua keemasan, sedangkan versi Pantone Carbon relatif lebih understated.
Bodi Motorola Signature pun tangguh karena memiliki rating IP68/IP69 untuk ketahanan terhadap air dan debu, serta standar military grade MIL-STD-810H. Frame perangkat terbuat dari logam aluminium aircraft-grade dan dilabur warna yang senada dengan bodi selebihnya.
Dilihat dari sisinya, tampak bahwa Motorola Signature tampil langsing dengan ketebalan hanya 6,99 mm dan bobot 186 gram. Memang belum setipis ponsel-ponsel ultrathin keluaran tahun lalu, tapi sudah cukup untuk membuatnya jadi lebih ramping dibandingkan HP lipat premium Razr 60 Ultra sekalipun (7,19 mm, 199 gram).
Ditambah lagi, pinggiran layarnya yang menggunakan panel AMOLED berdiagonal 6,8 inci pun melengkung sehingga memperkuat kesan tipis. Layar tersebut memiliki spesifikasi tinggi dengan resolusi 2.780 x 1.264 piksel, refresh rate mencapai 165 Hz, dan tingkat kecerahan maksimal 6.200 nits, serta berlapis kaca pelindung Gorilla Glass Victus 2.
Fitur unggulan lainnya dari Signature adalah konfigurasi kamera yang lengkap dan mumpuni, mencakup kamera utama dengan sensor 50 MP Sony Lytia 828 (1/1,28 inci, 23 mm, f/1.6, OIS), kamera tele-macro bersensor 50 MP Sony Lytia 600 (71 mm, f/2.4, optical zoom 3x, OIS), kamera ultrawide 50 MP (12 mm, f/2.0, AF), dan kamera depan 50 MP Sony Lytia 500 (f/2.0, AF).
Rangkaian kamera Motorola yang juga mampu merekam video hingga 8K/ 30 fps atau 4K/ 60 fps dengan Dolby Vision ini membuatnya berhasil menyabet penghargaan medali emas dari situs digital imaging terkemuka, DxOMark, ketika diuji pada Januari 2026.
Motorola mengeklaim bahwa Signature memiliki kamera terbaik untuk kategori ponsel ultrathin. Berdasarkan rating dari DxOMark sendiri, Signature duduk di urutan ke-8 pada April 2026 dengan skor keseluruhan 164 poin, bersaing ketat dengan ponsel-ponsel flagship lain yang rata-rata berbodi lebih bongsor.
Bagaimana dengan dapur pacunya? Motorola Signature mengandalkan chipset Snapdragon 8 Gen 5 dengan CPU octa-core (2x 3,8 GHz Oryon V3 Phoenix L dan 6x 3,32 GHz Oryon Phoenix M; GPU Adreno 829) yang dipadukan dengan RAM LPDDR5X berkapasitas 12 GB dan media internal UFS 4.1 sebesar 256 GB.
Untuk meredam panas dari chipset, Motorola Signature menjadi smartphone pertama yang menerapkan copper mesh liquid metal cooling system, berikut vapor chamber seluas 6.002 mm persegi. Solusi pendingin ini diklaim mampu menurunkan temperatur hingga 4,4 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan ponsel generasi sebelumnya (Edge 50 Ultra).
Unit baterai memiliki kapasitas 5.200 mAh yang relatif tak terlalu besar untuk ukuran HP flagship masa kini. Namun, Motorola membekalinya dengan kemampuan fast charging 90 watt, fast wireless charging 50 watt, serta reverse wireless charging 10 watt dan reverse charging 5 watt. Sebuah charger dengan keluaran daya 90 watt juga sudah disertakan dalam kemasan penjualan.
Signature menjalankan sistem operasi Android 16 dengan antarmuka Hello UI dan sejumlah fitur kecerdasan buatan, termasuk Moto AI untuk mengoptimalkan hasil gambar tangkapan kamera. Motorola menjanjikan upgrade Android dan update sekuriti selama 7 tahun.
Di Indonesia, Motorola Signature dipasarkan dengan harga Rp 12.999.000 Perangkat ini akan bisa diperoleh mulai 24 April 2026. Motorola turut menawarkan promo special launch price hingga akhir April berupa potongan harga untuk Signature menjadi Rp 11.999.000.