
Di antara banyaknya inovasi teknologi yang dipamerkan di Mobile World Congress 2026 di Barcelona, Spanyol, smartphone modular dari Tecno menjadi salah satu yang paling banyak menarik perhatian. Pengunjung hampir selalu memadati booth Tecno di hall 7, arena pameran Fira Grand Via, untuk menjajalnya. 91mobiles Indonesia pun tak ketinggalan.
Konsep HP modular yang ditunjukkan oleh Tecno memang menjanjikan berbagai kemungkinan dengan metode pemasangan yang mudah pula. Penggunanya bisa menambah baterai ekstra hingga kamera baru hanya dengan memasang modul yang menempel di punggung perangkat.
Table of Contents
Sebenarnya ada dua versi konsep smartphone modular dari Tecno, masing-masing bernama Atom Edition dan Moda Edition. Bedanya antara lain terletak pada skema warna. Atom Edition berwarna silver dengan aksen merah, sementara Moda Edition berbodi abu-abu gelap dengan aksen gold.
Keduanya sama-sama menggunakan sistem magnet di punggung untuk menempelkan berbagai macam aksesori berbentuk modul, termasuk baterai tambahan, mikrofon, hingga kamera periscope teleconverter dengan tingkat zoom 3x dan action camera.
Daya disalurkan dari modul aksesori ke ponsel atau sebaliknya lewat serangkaian pin konektor yang juga terdapat di punggung. Atom Edition memililki satu set konektor daya, sementara Moda Edition punya dua set.
Transmisi data bukan dilakukan lewat pin, melainkan secara wireless lewat Bluetooth, Wi-Fi, atau mmWave, tergantung kebutuhan bandwith aksesori yang bersangkutan. Modul yang keperluan transfer datanya tinggi seperti kamera eksternal (untuk menampilkan live preview di layar) bisa terkoneksi dengan mmWave.
Ketika sedang dalam keadaan “polos” alias tak dipasangi aksesori modular apapun, kedua ponsel sama-sama berbodi sangat ramping dengan ketebalan hanya 4,9 mm, lebih tipis bahkan dari Tecno Spark Slim yang sudah langsing. Baterainya hanya 3.000 mAh dan kamera belakangnya cuma satu, tapi pengguna bisa dengan mudah meningkatkan aspek-aspek tersebut lewat aksesori modular.
Tecno masih belum mengungkap detil informasi di balik mekanisme koneksi aksori di ponsel modular ini di samping menamainya sebagai “Modular Magnetic Interconnection Technology”. Modul aksesori diklaim bisa langsung terkoneksi secara instan dengan ponsel begitu dipasang.
Bukan cuma satu saja yang bisa dipasang dalam satu waktu, melainkan beberapa sekaligus. Misalnya, pengguna bisa memasang modul baterai eksternal (power bank), kemudian menempelkan modul kamera atau mikrofon di atasnya.
Modul kamera ada beberapa macam. Selain teleconverter, terdapat pula modul “action camera” berbentuk klip yang bisa dipasangkan di pakaian pengguna. Modul lantas terhubung ke ponsel secara wireless.
Salah satunya yang paling menarik adalah modul kamera dengan lensa interchangeable alias bisa diganti-ganti, seperti kamera DSLR atau mirrorless. Modul ini menggunakan sensor Samsung HPE 200 MP dan mounting lensa bayonet.
Konsep ponsel modular sendiri sebenarnya tidak benar-benar baru karena telah lebih dulu diperkenalkan oleh Google lewat Project Ara yang urung menjadi kenyataan. Beberapa pabrikan seperti Motorola dan LG juga sempat bereksperimen dengan produk HP modular masing-masing.
Bedanya, konsep modular Tecno Atom Edition dan Moda Edition mengetengahkan teknologi terkini, mekanisme pemasangan dengan magnet yang sangat mudah, dan beragam aksesori yang bukan hanya bisa dipasang sendiri-sendiri melainkan juga bisa ditumpuk.
Sayang, HP modular Tecno untuk sekarang masih sebatas konsep saja. Belum jelas apakah sang pabrikan akan mewujudkannya dalam bentuk produk jadi. Seandainya kelak benar-benar meluncur ke pasaran, perangkat ini berpotensi menjadi produk menarik yang memberi angin segar di industri smartphone.