
Motorola sepertinya akan kembali meramaikan persaingan ponsel menengah (mid-range) dalam waktu dekat. Pihak perusahaan asal AS ini telah mengonfirmasi beberapa spesifikasi utama dari perangkat terbarunya, Motorola Edge 70 Fusion.
Berdasarkan laman resmi di marketplace Flipkart, pihaknya memamerkan sejumlah fitur unggulan yang terbilang ambisius, salah satunya adalah kapasitas baterai jumbo.
Meskipun punya bodi cukup ramping dengan ketebalan hanya 7,99 mm, Motorola Edge 70 Fusion dipastikan mengemas baterai berkapasitas 7.000 mAh, jauh lebih besar dari baterai 5.500 mAh pada pendahulunya.
Selain itu, meski belum diumumkan secara gamblang di microsite, bocoran kuat menyebutkan bahwa Motorola Edge 70 Fusion akan diotaki dengan chipset Snapdragon 7s Gen 4. Ponsel ini juga diprediksi akan mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69 sehingga tahan terhadap debu dan rendaman air serta semprotan air bertekanan tinggi.
Motorola Edge 60 Fusion yang merupakan pendahulunya dikemas dengan layar pOLED 6,67 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120 Hz. Dapur pacunya mengandalkan MediaTek Dimensity 7400 (4 nm) yang dipadukan dengan RAM 12 GB LPDDR4X dan storage UFS 2.2 berkapasitas 256 GB.
Kapasitas baterainya adalah 5.500 mAh dengan pengisian TurboPower 68W via kabel, serta difasilitasi dengan kamera utama 50 MP Sony Lytia 700C (plus OIS), ultrawide 13 MP, dan kamera depan 32 MP. Pada Mei 2025 tahun lalu, Edge 60 Fusion masuk Tanah Air dengan banderol harga Rp 5,7 juta (harga normal).
Informasi lebih detail terkait harga rilis dan ketersediaan global Motorola Edge 70 Fusion akan diumumkan pada 2 Maret 2026 di situs Flipkart. Hingga kini belum ada informasi resmi apakah perangkat ini akan tersedia di pasar Indonesia atau tidak.
Berdasarkan sertifikasi di Uni Emirat Arab dan lembaga regulasi lain seperti TDRA dan EEC, Motorola Edge 70 Fusion tercatat memiliki nomor model XT2605-2. Menurut pantauan 91Mobiles Indonesia, Kamis (24/2/2026), nomor tersebut belum muncul pada laman sertifikasi TKDN Kemenperin maupun SDPPI Postel dari Komdigi, sehingga kehadirannya di Indonesia belum dapat dipastikan.