Neo Jadi MacBook Terlaris, Kalahkan Versi Air dan Pro

Sorotan
  • Lembaga riset pasar IDC mengatakan bahwa laptop MacBook Neo dari Apple terjual sebanyak 1,1 juta unit pada kuartal yang berakhir pada Maret lalu.
  • Angka tersebut menempatkannya di depan lini laptop MacBook lain dari Apple, yakni Air dan Pro.
  • Meskipun dibanderol lebih murah dibandingkan kedua saudaranya, MacBookNeo mempertahankan build quality tinggi dengan casing aluminium dan layar Liquid Retina 13 inci.

Ketika pertama kali diperkenalkan pada awal Maret lalu, laptop MacBook Neo membuat heboh industri teknologi lantaran menawarkan harga relatif terjangkau dibandingkan dengan produk sejenis dari Apple selama ini. Konsumen pun gegap gempita menyambutnya, seperti diungkapkan oleh CEO Apple Tim Cook dalam earnings call laporan keuangan terbaru.

Ucapan Cook ternyata benar adanya karena MacBook Neo memang menjadi laptop terlaris dari Apple berdasarkan data firma riset IDC yang dibagikan kepada TechCrunch. Menurut IDC, MacBook Neo terkirim sebanyak 1,1 juta unit pada kuartal yang berakhir pada bulan Maret 2026.

Angka tersebut berada di depan lini MacBook Air (M5) dan MacBook Pro (M5) yang masing-masing mencatat angka pengiriman di kisaran 900.000 unit dan 550.000 unit pada kuartal debutnya. Pencapaian Neo menjadi makin kentara lantaran laptop itu baru tersedia selama sekitar tiga pekan sebelum penutupan kuartal.

Senada dengan Cook, Associate VP IDC, Navkendar Singh, mengatakan bahwa angka permintaan terhadap MacBook Neo melambung lebih tinggi dari ekspektasi di sejumlah negara, seperti India, di mana distributor sampai kesulitan memastikan ketersediaan stok.

MacBook Neo Resmi Meluncur, MacBook Murah dengan Chipset A18 Pro


Daya tarik utama Neo tak lain adalah harganya yang relatif terjangkau untuk ukuran laptop Apple, mulai dari kisaran 599 dolar AS atau sekitar Rp 10,7 juta. Harga MaBook Neo di Indonesia juga tak jauh-jauh dari angka itu. “Harga laptop Windows yang makin mahal dan banderol Neo yang menarik telah melejitkan angka permintaannya,” ujar Singh.

Banderol Neo lebih murah 45 persen dibandingkan MacBook Air selagi mempertahankan build quality tinggi khas Apple, termasuk cangkang berbahan aluminium dan layar Liquid Retina 13 inci.

Ada sejumlah kompromi yang diterapkan Apple untuk memangkas harga Neo, seperti penggunaan chipset A18 Pro dari iPhone 16 Pro dan absennya backlighting untuk tombol keyboard. Namun, segelintir kekurangan tersebut tak menghalangi popularitasnya.

Associate Director IDC David Naranjo turut mengungkapkan bahwa Neo bisa menaikkan pangsa pasar Apple di segmen laptop 400-699 dolar AS dari sebelumnya 2 persen menjadi 15 persen.

“Meskipun masih awal, peluncuran MacBook Neo sudah menonjol sebagai rilis Mac baru paling strategis dari Apple, terutama di saat pasaran PC secara umum bergulat dengan makin mahalnya biaya memori,” ujar Naranjo. “Sementara itu, Apple justru memperluas jangkauannya.”

iconicon
Oik telah bekerja untuk sejumlah media ternama di Indonesia. Karirnya diawali dengan menulis review hardware komputer untuk Majalah Chip dan JagatReview. Dia kemudian menjadi jurnalis di Kompas.com selama lebih dari satu dekade, meliput produk-produk dan tren terkni di dunia teknologi, sebelum bergabung dengan 91Mobiles Indonesia sebagai Associate Editor.