
Belum lama ini, pasar persaingan smartphone di Indonesia kedatangan dua ponsel yang bersaing di kelas harga menengah, yakni Infinix GT 50 Pro yang hadir pada April 2026, serta Nubia Neo 5 GT yang menyusul pada Mei 2026.
Karena merupakan HP gaming, keduanya menggunakan desain bodi dengan filosofi “mecha” yang memberikan tampilan “garang” dan bertenaga. Meski begitu, keduanya mengusung pendekatan teknologi yang cukup berbeda, terutama pada sistem pendinginan dan dapur pacunya.
Di saat Nubia Neo 5 GT menonjolkan kipas fisik internal yang biasanya dijumpai HP flagship, Infinix GT 50 Pro hadir dengan chipset lebih bertenaga serta sistem pendingin micro-pump pertama di kelasnya. Mana HP gaming yang lebih baik di harga Rp 6 jutaan? Berikut ini kami sajikan perbandingan Nubia Neo 5 GT vs Infinix GT 50 Pro secara mendalam.
Table of Contents
Nubia Neo 5 GT pertama kali diperkenalkan di ajang MWC 2026 pada Maret 2026 lalu, dan kini sudah tersedia untuk wilayah pemasaran Indonesia beberapa bulan berikutnya. Ponsel ini dibanderol dengan harga rilis Rp 6,5 juta untuk satu-satunya varian memori yaitu RAM 12 GB/ 256 GB.
Sayangnya, HP ini tidak ditawarkan dalam varian memori yang lebih tinggi, kontras dengan Infinix yang memberikan opsi tambahan RAM 12 GB/ 512 GB di harga Rp 7,9 jutaan.
Apabila membandingkan harga normal untuk varian memori yang sama, Nubia Neo 5 GT masih lebih murah dari Infinix GT 50 Pro. HP Infinix tersebut dibanderol Rp 6,9 jutaan untuk RAM 12 GB/ 256 GB. Pihak Infinix namun masih sempat mematok harga promo Rp 6,4 jutaan untuk GT 50 Pro saat pertama kali launching.
Meski lebih mahal, perlu diketahui bahwa Infinix menyematkan chipset yang jauh lebih kencang untuk menghadirkan pengalaman gaming secara maksimal.
| Varian | Harga Nubia Neo 5 GT | Harga Infinix GT 50 Pro |
| RAM 12 GB/ 256 GB | Rp 6.499.000 | Rp 6.999.000 (harga promo Rp 6.499.000) |
| RAM 12 GB/ 512 GB | – | Rp 7.999.000 (harga promo Rp 7.499.000) |
Nubia menyematkan chipset Dimensity 7400 pada Neo 5 GT, sementara Infinix GT 50 Pro menonjolkan Dimensity 8400 Ultimate yang lebih powerful. Infinix GT 50 Pro menang telak lantaran menggunakan arsitektur “all-big-core” pada Dimensity 8400, di mana semua intinya memakai Cortex-A725 yang lebih modern dan bertenaga ketimbang kombinasi Cortex-A78 dan Cortex-A55 pada Dimensity 7400.
Kemampuan visual HP Infinix tersebut juga lebih unggul dengan GPU Mali-G720 MC7 dengan shading unit dan performa FLOPS hampir 4x lipat lebih besar ketimbang Mali-G615 MC2 pada Nubia Neo 5 GT.
Perbedaan “kasta” dari dua chipset ini pun langsung terlihat jelas saat membandingkan skor AnTuTu, di mana Infinix GT 50 Pro berhasil menembus angka 2 juta poin sementara Nubia Neo 5 GT masih berada di kisaran 900 ribu poin, sebagaimana dihimpun 91Mobiles Indonesia dari Nano Review.
Dengan kata lain, bagi Anda yang berniat mencari ponsel dengan price-to-performance terbaik, Infinix GT 50 Pro adalah pilihan yang lebih tepat.
Menyoal sistem pendinginannya, Nubia Neo 5 GT merupakan yang pertama di kelasnya dengan Active Cooling Fan (kipas pendingin internal aktif) dengan desain Through-Flow Duct untuk membuang panas secara langsung. HP ini juga dibekali dengan vapor chamber dengan lembaran grafit seluas 29.508 mm persegi.
Sedangkan, Infinix GT 50 Pro menggunakan HydroFlow Liquid Cooling Architecture dengan sistem micro-pump dan vapor chamber seluas 7.700 mm persegi yang diklaim menutup 100 persen area chipset. Di antara keduanya, Nubia Neo 5 GT akan lebih efektif dalam menurunkan suhu berlebih lantaran punya kipas aktif internal. Meski begitu, kalau berbicara soal frame rate, Infinix GT 50 Pro bakal jauh lebih unggul.
| Spesifikasi | Nubia Neo 5 GT | Infinix GT 50 Pro |
| Chipset | MediaTek Dimensity 7400 (4 nm) | MediaTek Dimensity 8400 Ultimate (4 nm) |
| CPU dan GPU | Octa-core (4x 2,6 GHz Cortex A78 + 4x 2,0 GHz Cortex A55), GPU Mali-G615 MC2 (1.300 MHz) | Octa-core All-Big-Core (1x 3,25 GHz + 3x 3,0 GHz + 4x 2,1 GHz – semuanya Cortex-A725), GPU Mali-G720 MC7 (1.300 MHz) |
| AnTuTu v11 | 929.183 poin | 2.047.426 poin |
| Geekbench 6 | 1.061 poin (single-core), 3.185 poin (multi-core) | 1.621 poin (single-core), 6.535 poin (multi-core) |
| Sistem pendingin | Active Cooling Fan dengan desain Through-Flow Duct + vapor chamber 29.508 mm persegi. | HydroFlow Liquid Cooling Architecture + vapor chamber 7.700 mm persegi. |
Nubia Neo 5 GT dan Infinix GT 50 Pro sama-sama mengusung desain flat sehingga memberikan pengalaman grip yang lebih nyaman.
HP Nubia tersebut memiliki sudut-sudut yang melingkar (rounded corner) agar lebih ergonomis, dan sisi belakangnya dilengkapi lampu RGB dengan desain motif mata yang terlihat agresif. Logo GT juga disematkan di bodi belakang, begitu pun dengan jendela kecil yang memperlihatkan dekorasi chip di dalamnya.
Soal ketahanan, Nubia Neo 5 GT tersertifikasi IP64 sehingga tidak mudah rusak jika terkena debu dan percikan air dari segala arah. Namun, khusus bagian saluran udara (air duct), rating yang disematkan adalah IP5X.
Beralih ke Infinix GT 50 Pro, HP ini menonjolkan sistem pencahayaan RGB dinamis yang terintegrasi dengan sistem pendingin cair HydroFlow. Ketahanannya mengandalkan penggunaan material kaca Gorilla Glass 7i di depan dengan bingkai dan back cover plastik.
Area transparan di punggung bodi memungkinkan pengguna melihat cairan pendingin tersebut bergerak setelah menekan sakelar khusus. Berbeda dengan tombol fisik biasa, shoulder trigger pada Infinix GT 50 Pro menggunakan teknologi haptik dengan 10 tingkat sensitivitas dan 8 titik pemetaan.
Tombol bahu Infinix GT 50 Pro mendukung light press, heavy press, dan sliding gesture. Sementara itu, tombol bahu Nubia Neo 5 GT lebih mengedepankan respons secepat mungkin lantaran mendukung trigger sampling 550 Hz dan latensi di bawah 5,5 milidetik.
Jika membandingkan bagian depannya, layar kedua HP ini bakal terlihat cukup mirip. Nubia Neo 5 GT dibekali layar AMOLED 6,8 inci dengan resolusi 1.224 x 2.720 piksel dengan kecerahan maksimal 4.500 nit. Sementara, Infinix GT 50 Pro tidak beda jauh dengan layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1.208 x 2.644 piksel dengan peak brightness yang juga mencapai 4.500 nit (disertai dukungan HDR10+).
Kedua layar ini bahkan kompak mendukung refresh rate tinggi di atas rata-rata yaitu 144 Hz, sehingga mampu menampilkan pergerakan layar yang lebih smooth pada skenario khusus tertentu.
| Spesifikasi | Nubia Neo 5 GT | Infinix GT 50 Pro |
| Layar | AMOLED 6,8 inci (1.224 x 2.720 piksel), refresh rate 144 Hz, kecerahan maksimal 4.500 nit | AMOLED 6,78 inci (1.208 x 2.644 piksel), refresh rate 144 Hz, kecerahan maksimal 4.500 nit |
| Ketahanan bodi | IP64 untuk sebagian besar bodi, IP5X untuk air duct | IP64, Gorilla Glass 7i (layar) |
| Tombol bahu | Neo Triggers 5.0 (550 Hz trigger sampling, latensi di bawah 5,5 milidetik) | Dual-Pressure Gaming Triggers (haptic trigger, 10 tingkat sensitivitas tekanan, 4 jenis input, 8 mapping point), dapat digunakan di luar game untuk membuka aplikasi dan mengontrol tingkatan zoom pada kamera. |
| Varian warna | Phantom Black, Stellar Silver, Electro Gold | Black Abyss, Silver Glacier, Red Blaze |
Bagi para gamer yang memerlukan sektor fotografi memadai, sebaiknya pilih Infinix GT 50 Pro yang dibekali kamera utama 50 MP (f/1,8) yang dibekali fitur OIS serta ultrawide 8 MP (f/2,2) dengan sudut pandang 111 derajat.
Perangkat tersebut masih lebih mumpuni ketimbang Nubia Neo 5 GT dengan konfigurasi kamera yang sederhana, yakni main camera 50 MP tanpa OIS, dan hanya didampingi depth sensor 2 MP.
Infinix GT 50 Pro juga lebih cocok untuk kreator konten karena mendukung perekaman video hingga 4K di 60 FPS serta slow motion hingga 240 FPS pada resolusi 1.080p. Sementara, Nubia Neo 5 GT hanya terbatas pada perekaman video maksimal 4K di 30 FPS.
Beralih ke bagian depan, Nubia Neo 5 GT kali ini lebih unggul dengan kamera selfie 16 MP, melawan kamera depan Infinix GT 50 Pro yang beresolusi 13 MP. Meski demikian, kamera depan Infinix tersebut sudah mendukung perekaman 4K 30 FPS.
Meski dua ponsel ini hadir dengan kapasitas baterai berbeda, keduanya punya ketahanan daya yang kurang lebih sama. Infinix GT 50 Pro dibekali dengan baterai 6.500 mAh, sedikit lebih unggul dari baterai 6.210 mAh pada Nubia Neo 5 GT.
Di luar dari kapasitas tersebut, Nubia Neo 5 GT nyatanya dibekali pengisian daya 80 watt yang jauh lebih cepat dibandingkan fitur fast charging 45 watt pada Infinix. Meski begitu, GT 50 Pro dilengkapi fitur yang absen pada HP Nubia yakni wireless charging 30 watt.
Dua smartphone ini sama-sama didukung dengan fitur bypass charging untuk mengalihkan listrik dari sumbernya langsung menuju mainboard tanpa melalui baterai. Ini akan membuat ponsel tidak terlalu cepat panas saat gaming sambil tercolok ke stop kontak.
Dari sisi perangkat lunak, Nubia Neo 5 GT berjalan pada sistem operasi Android 15 secara out-of-the-box. Sementara itu, Infinix GT 50 Pro hadir dengan versi OS lebih baru yakni Android 16, dilapisi antarmuka XOS 16.
Pihak perusahaan tidak menyebutkan masa jaminan OS yang didukung Nubia Neo 5 GT. Ini kontras dengan Infinix GT 50 Pro yang dijanjikan masa update OS utama hingga 3 tahun (hingga Android 19) dan pembaruan keamanan selama 5 tahun.
Di luar itu, Nubia menyematkan fitur AI Companion “Demi” yang berfungsi sebagai gaming coach, dapat menjawab pertanyaan seputar gameplay saat pemain merasa kesulitan. Fitur Demi Auto-Chat juga hadir untuk membalas pesan secara otomatis ketika bermain. Fitur-fitur lain mencakup AI Image/Text Generation, AI Translate, dan AI Scam Alert.
Beralih ke Infinix, perangkat GT 50 Pro dibekali dengan Esports Mode yang dapat memblokir notifikasi, membatasi aktivitas latar belakang, dan mengalokasikan sumber daya sistem sepenuhnya ke permainan untuk mencegah frame drop.
Software di ponsel ini memungkinkan pengguna untuk mengatur mode pendinginan Hydro-Pump antara mode Rapid atau Smart, serta bekerja sama dengan chip jaringan N1 untuk menstabilkan sinyal seluler, serta melakukan peralihan cerdas antara Wi-Fi dan data seluler guna meminimalisir lagging.
Pada ujungnya, pilihan antara Nubia Neo 5 GT dan Infinix GT 50 Pro tergantung pada prioritas penggunanya. Jika Anda merupakan tipe gamer yang mementingkan stabilitas suhu dan ingin merasakan sensasi unik kipas fisik di dalam ponsel, Nubia Neo 5 GT dengan Active Cooling Fan akan menjadi opsi yang menarik.
Namun, jika mengejar angka benchmark di atas 2 juta poin, frame rate lebih tinggi saat bermain, kamera yang lebih stabil berkat OIS, dan kehadiran fitur pengisian nirkabel, maka Infinix GT 50 Pro akan sayang untuk dilewatkan.
Pilih Nubia Neo 5 GT kalau…
Pilih Infinix GT 50 Pro kalau…