Oppo Reno 13 Pro: Fiturnya Meningkat, tapi Harganya Selangit

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

7.7/10
Desain
 
8.0
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
7.9
/10
Kamera
 
7.5
/10
Kinerja
 
7.5
/10
Baterai
 
8.0
/10

Pros

  • Layar AMOLED 120 Hz yang memuaskan
  • Fitur-fitur AI yang praktis
  • Kamera utama yang impresif
  • Baterai tahan lama

Cons

  • Harga selangit
  • Chipset kalah saing

Setiap tahunnya, Oppo senantiasa merilis seri Reno terbaru, dan setiap generasinya hadir dengan tema khusus. Misalnya, Reno 11 series yang menonjolkan sektor kamera dan desain, sementara Reno 12 series berfokus pada fitur AI canggih. Kini, dengan hadirnya Reno 13 series, tampaknya Oppo berupaya menghadirkan kombinasi dari kedua generasi sebelumnya, yaitu meningkatkan kualitas di semua aspek ketimbang hanya unggul di satu atau dua bidang saja.

Jika Anda penasaran apakah strategi ini berhasil atau justru membuatnya kehilangan ciri khas, tim 91Mobiles sudah menguji jawabannya. Setelah menggunakan Oppo Reno 13 Pro selama seminggu, berikut review lengkap yang kami sajikan, mencakup desain, layar, kemampuan kamera, pengalaman gaming, hingga daya tahan baterai.

Table of Contents

Kesimpulan awal

Oppo Reno 13 Pro datang dengan desain bodi yang ringan, layar cerah 120 Hz, serta kamera utama yang sangat mumpuni. Namun, harga awalnya yang terasa tinggi (Rp 11 juta), mengingat ponsel ini dibekali chipset yang performanya bisa dikalahkan oleh Realme GT 6 yang seharga Rp 8 juta.

Meski begitu, jika Anda lebih memprioritaskan fitur AI terbaru dan sering berbagi konten – baik foto, file, maupun Live Photos – dengan pengguna iPhone, maka Oppo Reno 13 Pro tetap menjadi pilihan menarik.

Desain dan layar

Meskipun Oppo Reno 13 Pro juga ditawarkan dalam varian warna Graphite Grey, unit yang diterima tim 91Mobiles datang dalam warna Mist Lavender. Oppo menggambarkan varian ini memiliki “efek kupu-kupu yang unik, menyerupai saya kupu-kupu yang sedang berkepak”.

Namun, efek tersebut sebenarnya cukup tersamarkan, bahkan jika Anda menggunakan casing transparan (tersedia di dalam boks penjualan). Di saat sejumlah ponsel seri Reno sebelumnya tampil lebih mencolok, Oppo Reno 13 Pro justru mengusung pendekatan yang lebih elegan dan sederhana.

Sisi belakang smartphone ini memiliki tekstur matte berkilau yang memberikan sensasi grip nyaman di tangan. Ponsel ini juga menjadi salah satu di pasaran yang menawarkan desain camera island simetris, dengan dua cincin kamera besar untuk sensor utama dan telefoto, serta dua potongan berbentuk pil untuk lampu Flash dan kamera ultrawide. Kami paham bahwa tidak semua orang bakal suka dengan simetri pada desain seperti ini, namun teruntuk desainer Oppo yang mengambil keputusan tersebut, rasanya tetap layak diapresiasi.

Di luar dari desain unik tersebut, bodi belakang ponsel ini sebenarnya terasa kurang berkesan. Oppo memang dikenal dengan desain menawan di lini Reno, dan Oppo Reno 13 Pro terasa kehilangan elemen unik yang biasanya membuat seri ini menonjol.

Di bagian depan, bezel di sekitar layar terlihat sangat tipis. Ponsel ini juga terasa lebih ramping karena layarnya sedikit melengkung di keempat sisinya, alias curved display. Dengan lubang kamera depan bergaya punch hole, tampilannya terasa sangat bersih dan juga tidak mengganggu. Hasil akhirnya begitu menawan hingga setelah beberapa waktu, kami mulai merasa bahwa bezel iPhone kami malah terlihat tebal saat dibandingkan.

Oppo Reno 13 Pro mengantongi tiga sertifikasi IP Rating sekaligus yakni IP66, IP68, dan IP69. Selain itu, perangkat ini juga hanya setebal 7,6 mm dengan bobot 197 gram. Ini membuatnya jauh lebih tipis dibandingkan Realme GT 6 yang setebal 8,65 mm.

Perihal pemosisian tombol, power button dan pengatur volume diletakkan di sisi kanan, mudah dijangkau oleh ibu jari saat digunakan dengan satu tangan. Secara keseluruhan, perangkat ini terasa ringan dan ramping, memberikan pengalaman genggaman yang nyaman dan premium.

Sejumlah highlight utama pada desain Oppo Reno 13 Pro meliputi rangka aluminium kelas aerospace, punggung kaca utuh yang dipahat dari satu bagian, serta perlindungan Corning Gorilla Glass 7i di sisi depan. Oppo menyebut bodi perangkat ini sebagai “All-Round Armor”, karena menawarkan ketahanan tingkat tinggi berkat sertifikasi IP66, IP68, dan IP69. Artinya smartphone ini tahan debu, cipratan air, dapat terendam hingga kedalaman 2 meter selama 30 menit, serta mampu tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi hingga suhu 80 derajat Celsius.

Seperti yang disinggung sebelumnya, layar Oppo Reno 13 Pro memiliki lengkungan halus di keempat sisinya. Panelnya berukuran 6,83 inci dengan resolusi 1,5K (2.800 x 1.272 piksel), menggunakan teknologi AMOLED. Refresh rate layar ini mencapai 120 Hz, yang bisa disesuaikan ke 60 Hz, 90 Hz, atau 120 Hz sesuai kebutuhan,

Menariknya lagi, layar ini juga dilengkapi solusi hardware low blue light yang telah tersertifikasi dari BOE SGS dan Seamless Eye Protection Certificate, sehingga meningkatkan kenyamanan mata saat digunakan dalam waktu lama. Selain itu, Oppo juga membekali layar ini dengan PWM Dimming frekuensi tinggi 3.840 Hz, membantu mengurangi flicker pada tingkat kecerahan rendah agar tampilan tetap smooth dan aman bagi mata.

Kendati kecerahan layar ponsel ini tidak terlalu mengesankan (kecerahan maksimal 1.200 nit), namun penggunaan Oppo Reno 13 Pro di luar ruangan tetap nyaman tanpa kendala. Desain bodinya yang ramping, dipadukan dengan layar melengkung, menghadirkan pengalaman menonton yang immersive – mungkin salah satu yang terbaik di kelas harganya.

Karena disuplai dengan panel AMOLED, tampilan warna sungguh menampilkan warna hitam pekat dan warna-warna yang cerah. Dengan refresh rate tinggi, navigasi antarmuka maupun aktivitas browsing terasa begitu mulus dan responsif. Ditambah lagi, kualitas layarnya yang unggul membuat pengalaman gaming terasa menyenangkan dan mendalam. Secara keseluruhan, layar menjadi salah satu fitur unggulan Opp Reno 13 Pro, sekaligus aspek yang paling memikat dari ponsel ini.

Kamera

Oppo Reno 13 Pro difasilitasi dengan tiga kamera belakang yang terdiri atas sensor utama 50 MP Sony IMX8900 (dengan OIS dan aperture f/1,88), sensor telefoto 50 MP JN5 dengan zoom optis hingga tingkatan 3,5x dan digital zoom di tingkatan 120x, serta ultrawide 8 MP dengan FoV 115 derajat dan dukungan autofokus.

Untuk selfie, perangkat ini dibekali kamera depan 50 MP JN5 dengan aperture f/2,0. Dilihat dari spesifikasinya saja, terlihat bahwa perangkat ini menawarkan kamera yang mumpuni.

Dalam penggunaan sehari-hari, kamera utamanya mampu menghasilkan foto sangat bagus, baik di kondisi terang maupun minim cahaya. Smartphone ini menangkap warna kulit dengan baik, dan bahkan dalam kondisi gelap pun akurasi warnanya tetap terjaga. Kemampuan zoom di HP ini juga sangat mengesankan, meski hasil fotonya menjadi kurang akurat pada level pembesaran tinggi.

Pada pemotretan siang hari, hasil foto Oppo Reno 13 Pro sangat detail, bahkan pada area gelap sekalipun. Akurasi warnanya pun sangat baik, bahkan saat dibandingkan dengan ponsel lain di kelas harga yang sama. Untuk pengujian ultrawide, hasil foto pada Oppo Reno 13 Pro tergolong kalah saing. Sebab, tulisan pada sebuah papan menjadi tidak terbaca, kendati masih menghasilkan detail yang baik tanpa warna yang terlalu saturated.

Oppo Reno 13 Pro juga unggul dari segi mode portrait, lantaran mendukung pendeteksian tepi dan akurasi warna yang lebih mantap. Hasil foto selfie juga menyuguhkan warna yang akurat ketimbang para pesaingnya.

Di luar itu semua, kemampuan kamera Oppo Reno 13 Pro yang paling menakjubkan terletak pada kondisi low light. Sebab, perangkat ini mampu mempertahankan akurasi warna dengan sangat baik, sekaligus punya hasil foto yang paling oke di sisi detail dan highlight.

Performa dan software

Oppo Reno 13 Pro ditenagai dengan chipset versi custom dari MediaTek Dimensity 8350, disandingkan dengan RAM 12 GB LPDDR5X dan penyimpanan internal 256 GB atau 512 GB UFS 3.1. Chipset berfabrikasi 4 nm tersebut memiliki CPU octa-core yang terdiri dari empat core A715 dan empat inti A510, dengan kecepatan utama hingga 3,35 GHz. Chipset bersangkutan juga dilengkapi GPU hexa-core Mali G615 dan prosesor AI APU 780.

Oppo menyoroti bahwa selama pemrosesan AI dengan beban tinggi, platform baru ini sanggup melakukan komputasi AI langsung di perangkat (on-device) dengan konsumsi daya yang tetap efisien, sehingga pengguna dapat menikmati fitur AI generatif dalam lebih banyak skenario. Berdasarkan data dari Oppo, konsumsi daya saat bermain game berkurang antara 4-15 persen, sedangkan konsumsi daya saat merekam video 4K HD menurun sekitar 8-10 persen.

Oppo juga mengklaim bahwa skor AnTuTu v10 di perangkat ini menembus angka 1,4 juta poin, kendati hasilnya sedikit berbeda dalam pengujian yang dilakukan tim 91Mobiles. Setelah kami uji, Oppo Reno 13 Pro hanya meraih skor AnTuTu di kisaran 1.146.605 poin. Ini jauh lebih rendah dari skor Realme GT 6 yang sebesar 1.501.830 poin.

Hasil pengujian di Geekbench menunjukkan pola yang serupa. Realme GT 6 lagi-lagi memimpin dalam pengujian single-core berkat Snapdragon 8s Gen 3, sementara Vivo V40 Pro unggul di pengujian multi-core. Namun jika dibandingkan, Oppo Reno 13 Pro menorehkan skor yang tergolong rata-rata dibandingkan para pesaingnya yakni 1.340 poin pada single-core dan 4.064 poin pada multi-core.

Namun perlu diingat, benchmark hanya memberikan gambaran umum perihal performa di berbagai skenario, dan pengalaman penggunaan nyata jauh lebih penting. Dalam penggunaan sehari-hari, Oppo Reno 13 Pro menunjukkan performa yang solid dan konsisten di berbagai situasi. Selama masa pengujian, tidak ada aplikasi yang mengalami crash, animasi patah-patah, atau perlambatan. Ini mencerminkan bahwa performa ponsel ini tergolong cukup andal.

Dari segi software, Oppo Reno 13 Pro menjalankan antarmuka ColorOS 15 secara out-of-the-box. Perlu diakui ada banyak hal menarik yang ditawarkan antarmuka tersebut. Untuk menghindari pengulangan fitur-fitur yang sudah ada di generasi sebelumnya, mari kita fokus pada pembaruan utamanya.

Salah satu fitur unggulan yang ditonjolkan adalah Tap-to-Share yang memungkinkan pengguna mentransfer gambar atau file secara mulus antara ponsel Oppo dan iPhone. Bukan itu saja, Oppo Reno 13 Pro juga menjadi salah satu ponsel pertama di kelasnya yang menghadirkan fitur Live Photo. Fitur ini cara bekerjanya mirip dengan versi iOS dan bahkan bisa dibagikan langsung ke perangkat iPhone. Untuk memanfaatkan fitur ini, pengguna dapat mengunduh aplikasi O+ Connect dan menggunakan fitur Tap-to-Share tersebut.

Seperti seri-seri Reno sebelumnya, ponsel ini juga disertai dengan berbagai peralatan AI, yakni di antaranya:

Di luar itu, ada juga dua fitur berbasis AI yang terintegrasi di dalam antarmuka secara menyeluruh, yakni Google Gemini dan Circle to Search. Gemini dapat diakses dengan menekan lama tombol daya untuk mengajukan pertanyaan atau perintah.

Sedangkan, Circle to Search bisa diakses dengan menekan lama tombol beranda atau bilah navigasi, memungkinkan pengguna untuk melingkari bagian tertentu di layar dan langsung melakukan pencarian online untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Meskipun Oppo Reno 13 Pro hadir dengan berbagai aplikasi bawaan, sebagian besarnya merupakan aplikasi besutan Oppo sendiri. Kehadiran banyak aplikasi prainstal mungkin tidak akan disukai sebagian pengguna, namun pengalaman menggunakan ColorOS secara keseluruhan masih terasa cukup menyenangkan.

Animasi yang smooth dan berbagai alat berguna membuat antarmuka ini menjadi terasa menarik. Bahkan, kami mengaku seering kembali menggunakan smartphone ini karena fitur-fiturnya yang praktis. Apabila Oppo bisa mengurangi jumlah aplikais bawaan (terutama dari pihak ketiga), seri Reno di masa depan bakal berpotensi menarik lebih banyak pengguna. Soalnya, sistem operasinya itu sendiri saja sudah cukup solid.

Baterai dan pengisian daya

Oppo Reno 13 Pro dilengkapi dengan baterai berkapasitas 5.600 mAh, dipadankan dengan fast charging 80 watt via kabel. Sungguh layak diapresiasi Oppo berhasil menyelipkan baterai sebesar ini ke dalam bodi ponsel yang begitu ramping. Dalam pengujian kami, smartphone ini mampu bertahan hingga satu setengah hari pada pemakaian kasual. Pada pemakaian berat, baterainya bisa tahan hingga seharian penuh.

Perangkat ini juga mendapatkan skor PC Mark Battery yang cukup tinggi, dapat bertahan hingga 14 jam 3 menit. Dengan charger yang disediakan di dalam paket penjualan, Oppo Reno 13 Pro bisa diisi hingga penuh dalam 40 menit.

Kesimpulan

Saat menilai Oppo Reno 13 Pro tanpa dibandingkan dengan yang lain, perangkat ini merupakan salah satu ponsel yang solid di pasaran. Ia menawarkan salah satu layar terbaik, dengan kamera yang cukup mumpuni, desain bodi ramping, serta fitur AI yang benar-benar mengesankan. Namun, itu jika dinilai tanpa dibandingkan.

Dengan harga mulai dari Rp 11 juta, ponsel ini dibekali chipset yang kurang powerful dibandingkan Realme GT 6, yang justru punya harga jauh lebih murah. Meski begitu, Oppo Reno 13 Pro tetap punya daya tarik tersendiri bagi yang mencari ponsel serba bisa dengan fitur AI mutakhir serta cara termudah untuk berbagi file dan foto dengan perangkat iOS.

Rating editor: 7,5 / 10

Alasan membeli:

Alasan tidak membeli:

Home Reviews