Oppo Reno 15 Series Punya Kamera Depan Ekstra Lebar, Group Selfie Jadi Gampang

Sorotan
  • Jajaran HP Reno 15 Series dari Oppo akan segera hadir di Indonesia, terdiri dari Reno 15F, Reno 15, dan Reno 15 Pro Max.
  • Salah satu fitur unggulan yang hadir di ketiga ponsel adalah kamera depan bersudut pandang lebar dengan FoV 100 derajat.
  • Untuk menambah keseruan selfie, Oppo turut menambah fitur AI Motion Photo Popout dan AI Motion Photo Slow-Mo.



Oppo bersiap merilis lini ponsel Reno 15 Series terbarunya di Indonesia. Dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta, Kamis (15/1/2025), Oppo menerangkan bahwa jajaran HP yang terdiri dari Reno 15F, Reno 15, dan Reno 15 Pro Max itu sama-sama dibekali dengan kamera depan ekstra lebar.

Tepatnya, kamera depan ketiga ponsel memiliki field-of-view (FoV) alias sudut pandang selebar 100 derajat, atau nyaris setara dengan kamera ultrawide di punggung ponsel Android yang umumnya berada di kisaran FoV 110 derajat.

Menurut Product Manager Oppo Indonesia Deni Setiawan, penerapan kamera depan dengan sudut pandang lebar ini tak lain dimaksudkan untuk mempermudah pengguna dalam mengambil foto selfie yang tampak lebih luas. Dia mencontohkan situasi di mana pengguna ingin mengambil selfie bersama sejumlah orang lain sambil menampilkan pemandangan di latar belakang.

Biasanya pengguna mesti mengakali keterbatasan sudut pandang kamera depan dengan menggunakan perangkat seperti tongsis untuk menambah jarak ponsel. Dengan Reno 15 Series, kebutuhan tersebut menjadi berkurang karena kamera depan ponsel sudah cukup lebar tanpa mesti menambah jarak. Group selfie pun menjadi jauh lebih gampang.

Oppo Reno 15 Series Punya Kamera Depan Ekstra Lebar, Group Selfie Jadi Gampang
Perbandingan sudut lebar sudut pandang kamera depan Oppo 15 Series di tingkat zoom 1x (kiri) dan 0,6x dengan FoV 100 derajat yang lebih lebar.

FoV 100 derajat pun dipilih bukan tanpa alasan karena dipandang menghadirkan kombinasi yang ideal. “Angka (FoV) 100 derajat itu adalah yang paling optimal, bisa menangkap pemandangan lebar tapi tetap minim distorsi,” ujar Denny ketika menjelaskan salah satu fitur unggulan dari Reno 15 Series ini.

Distorsi yang dimaksud adalah barrel distortion yang umum ditemukan di lensa ultrawide dan makin kentara seiring dengan bertambah lebarnya sudut pandang. Efeknya, selain membuat wajah jadi terlihat cembung, garis-garis lurus dan anggota badan seperti tangan dan kaki bisa terkesan lebih panjang dari aslinya karena pengaruh perspektif lensa.

Denny pun menegaskan bahwa fitur kamera selfie ekstra lebar dengan sudut pandang 100 derajat bukan hanya ada di salah satu model saja, melainkan hadir di semua anggota Reno 15 Series, yaitu Reno 15F, Reno 15, dan Reno 15 Pro Max sehingga pengguna ketiga ponsel sama-sama bisa memanfaatkan fitur tersebut.

Oppo Reno 15 Series Punya Kamera Depan Ekstra Lebar, Group Selfie Jadi Gampang
Perbandingan sudut lebar sudut pandang kamera depan Oppo 15 Series di tingkat zoom 1x (kiri) dan 0,6x dengan FoV 100 derajat yang lebih lebar.

Selfie lebih seru dengan AI Motion Photo Popout dan AI Motion Photo Slow Motion

Untuk menambah keseruan selfie dengan kamera depan Reno 15 Series, Oppo turut menambahkan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan. AI Motion Photo Popout membuat tampilan subyek utama seperti keluar dari frame, layaknya kolase foto yang dipotong secara manual lalu ditempelkan. 

Hasilnya adalah rangkaian foto yang lebih hidup dan playful. Untuk memanfaatkannya, pengguna Oppo Reno 15 Series cukup memilih dua atau tiga foto di aplikasi bawaan, lalu pilih menu Collage. Setelah itu, tentukan subyek utama yang bisa berupa manusia, hewan peliharaan, atau karakter favorit.

Oppo Reno 15 Series Punya Kamera Depan Ekstra Lebar, Group Selfie Jadi Gampang
Contoh foto kolase hasil fitur AI Motion Photo Popout di Oppo Reno 15 Series.

AI Motion Photo Popout bisa diterapkan untuk foto biasa maupun AI Motion Photos sehingga memungkinkan pengguna membuat kolase interaktif atau menyusun cerita visual lintas momen yang berbeda.

Sementara itu, AI Motion Photo sendiri adalah fitur yang menggunakan AI frame interpolation untuk mengubah Motion Photo menjadi video gerak lambat dengan nuansa sinematik. Frame ditambahkan secara cerdas untuk menghasilkan efek slow motion yang halus dan natural.

Berbeda dari mode perekaman slow motion konvensional, fitur ini dapat diterapkan pada momen yang sudah terekam sebelumnya. Dengan demikian, pengguna dapat mengubah foto bergerak menjadi video gerak lambat setelah pengambilan gambar dilakukan.

iconicon
Oik telah bekerja untuk sejumlah media ternama di Indonesia. Karirnya diawali dengan menulis review hardware komputer untuk Majalah Chip dan JagatReview. Dia kemudian menjadi jurnalis di Kompas.com selama lebih dari satu dekade, meliput produk-produk dan tren terkni di dunia teknologi, sebelum bergabung dengan 91Mobiles Indonesia sebagai Associate Editor.