Penjualan Rendah, Apple Disebut Berhenti Produksi Headset Vision Pro
Headset Mixed Reality Vision Pro dari Apple banyak menarik perhatian ketika pertama kali dirilis pada awal 2024. Namun, tak lama setelahnya, muncul kabar bahwa Vision Pro ternyata sepi peminat sehingga produksinya dipangkas.
Rumor terbaru yang beredar bahkan menyebutkan bahwa Apple belakangan sudah menghentikan produksi Vision Pro karena lesunya penjualan. Stok perangkat Vision Pro saat ini disinyalir sudah mencukupi hingga akhir 2025.
Sebelumnya, para supplier Vision Pro diduga sudah memproduksi komponen untuk 500.000 hingga 600.000 unit headset tersebut. Namun, sebagian dari mereka kabarnya telah mulai memangkas produksi sejak Mei 2024 karena proyeksi penjualan Vision Pro yang kurang menggembirakan.
Luxshare, contract manufacturer asal China yang memproduksi Vision Pro, dilaporkan memangkas produksi pada akhir 2024 hingga menjadi hanya 1.000 unit per hari, atau hanya setengah dari kapasitas produksi maksimalnya.
Penjualan
headset Vision Pro yang dibanderol mahal seharga 3.500 dollar AS atau lebih dari Rp 56 juta ditenggarai memang tak sesuai ekspektasi Apple. Mark Gurman dari
Bloomberg menyebutkan bahwa Apple hanya berhasil menjual kurang dari 500.000 unit Vision Pro semenjak pertama kali diluncurkan.
Selain harga mahal, faktor kenyamanan pakai agaknya turut menjadi penyebab di balik rendahnya minat konsumen. Sebagian pembeli Vision Pro disebut mengembalikan produk tersebut setelah mengalami sakit kepala, sakit leher, hingga
motion sickness. Pembeli Vision Pro yang tak mengembalikannya pun, menurut informasi yang dihimpun
91Mobiles Indonesia dari
TechSpot, konon jarang menggunakan perangkat tersebut lantaran sedikitnya jumlah aplikasi dan game yang menarik.
Apple sempat dikabarkan akan merilis versi baru dari Vision Pro dengan
chip yang lebih kencang, tapi belakangan rumornya tak terdengar lagi. Tidak diketahui apakah Apple masih melanjutkan pengembangannya atau tidak.
Selain itu, Apple juga disinyalir sedang menyiapkan
headset mixed reality baru yang bakal dijual dengan harga lebih terjangkau sehingga bisa terjual dengan volume lebih besar.