
Di tengah isu kelangkaan komponen dan kenaikan harga yang melanda industri teknologi, Qualcomm makin mengarahkan fokus ke segmen budget. Salah satu langkah terbarunya adalah perkenalan chip laptop baru bernama Snapdragon C, yang diumumkan menjelang perhelatan Computex 2026 di Taiwan.
Menurut penjelasan Qualcomm di situsnya, Snapdragon C merupakan chip berbasis arsitektur ARM yang khusus ditujukan bagi produk laptop murah meriah dengan kisaran harga mulai 300 dolar AS atau sekitar Rp 5,3 juta.
Senior Vice President and General Manager of Compute and Gaming Qualcomm, Kedar Kondap, mengatakan bahwa laptop Snapdragon C menggabungkan aspek-aspek penting seperti baterai yang tahan seharian, kemampuan AI, dan performa responsif di perangkat yang adem.
“Kami memberikan pengalaman komputasi moden yang membantu ekosistem kami dalam menjangkau audiens baru dan memperluas akses terhadap teknologi yang andal dan efisien untuk pelajar, keluarga, bisnis kecil, dan lainnya,” ujar Kondap.
Qualcomm mengeklaim bahwa Snapdragon C sanggup menjalankan fungsi web browsing, video call, dan produktivitas dengan lancar. Di dalamnya tertanam prosesor NPU entry-level untuk menjalankan fitur-fitur AI.
Snapdragon C yang huruf “C” di namanya merupakan singkatan dari “compute” dirancang khusus untuk penggunaan daya yang efisien dalam penggunaan sehari-hari, tanpa mengorbankan portabilitas ataupun daya tahan baterai all-day.
Spesifikasi detail terkait chip ini masih belum diungkap. Qualcomm hanya mengatakan bahwa Snapdragon C menggunakan CPU kustom dengan basis arsitektur Kryo seperti yang digunakan di chip Snapdragon untuk smartphone. Seperti Snapdragon X, Snapdragon C yang diposisikan di bawahnya pun menjalankan sistem operasi Windows versi ARM.
Qualcomm menjanjikan produk-produk laptop Snapdragon C akan mulai dirilis tahun ini, tapi jadwal persisnya belum diketahui karena tergantung masing-masing pabrikan. Sejumlah OEM disebut sudah berkomitmen untuk merilis laptop berbasis chip itu, termasuk Acer, HP, dan Lenovo.









